Anda di halaman 1dari 19

TEKNOLOGI & REKAYASA

Teknik Elektronika

MODUL
TEKNIK KERJA BANGKU
KELAS X

 
MATERI AJAR 1

Untuk bekerja dibidang elektronika, baik merakit maupun memperbaiki. Kita memerlukan alat
bantu untuk bekerja disamping komponen-komponen elektronika. Alat-alat bantu tersebut
berupa alat-alat tangan maupun alat-alat listrik.

A. ALAT-ALAT TANGAN

Alat-alat tangan terdiri dari beberapa macam bentuk dan fungsinya juga berbeda-beda
menurut kebutuhan antara lain:
1. OBENG
Menurut bentuk dan fungsinya ada 2 macam yaitu:
a. Obeng Min(-)
Berbentuk pipih dipergunakan untuk memutar sekup, beralur min.
b. Obeng plus(+)
Dipergunakan untuk memutar sekrup beralur plus.
2. TANG
Tangmenurut bentuknya ada beberapa macam dan fungsinya berbada-bada antara lain
yaitu:
a. Tang pengupas
Berfungsi untuk mengupas isolasi kawat atau kabel.
b. Tang potong
Dipergunakan untuk memotong kawat atau kaki-kaki komponen.
c. Tang lancip
Dipergunakan untuk menjepit benda-benda kecil atau kaki komponen yang akan
disolder atau dipergunakan untuk meluruskan kaki-kaki komponen.
d. Tang kombinasi
Dipergunakan untuk segala keperluan
3. PALU
Palu dipergunakaan untuk menggiling ,memukul paku dll
4. GERGAJI BESI
Dipergunakan untuk memotong beda-benda plat atau seng dan aluminium
5. GUNTING PLAT
Dipergunakan untuk munggunting atau memotong plat atau seng dan aluminium
6. MISTAR BAJA
Terbuat dari logom stainles stell dan mempunyai ukuran dalam mm dan inchi,
dipergunakan sebagai penggaris atau atau untuk memeriksa rata dan tidaknya suatu
benda
7. KIKIR
Kikir dapat dapat dibedakan menurut bentuknya yaitu:
a. Kikir kasar
b. Kikir halus
Berdasarkan penampangya kiki dapat dibagi manjadi beberapa macam yaitu:
a. Kikir persegi empat
b. Kikir setengah bulat
c. Kikir bulat
d. Kikir bujur sangkar
e. Kikir segitiga
8. BOR
Bor dipergunakan untuk membuat lubang dari kayu maupun logam.

1
Menurut jenisya ada 2 macam, yaitu: Bor tangan dan Bor listrik
9. RAGUM
Ragun dipergunakan untuk menjepit atau memegang benda yang akan dikerjakan, agar
mudah untuk mengerjakannya.
10. PINSET
Dipergunakan untuk menjepit suatu benda yang kecil, atau untuk menjepit kaki
komponen yang akan disoleder agar panasnya berkurang

B. ALAT-ALAT LISTRIK
Alat-alat listrik adalah alat perkasa yang dipergunakan untuk bekerja dengan bantuan tenaga
listrik. Menutut fungsinya alat-alat listrik ada beberapa macam antara lain:
1. TES PEN
Alat ini dipergunakan untuk melihat adanya sumber tegangan. Tes pen akan menyala bila
ada sunber arus dan tidak menyala bila tidak ada sumber arus
2. SOLDER LISTRIK
Solder listrik merupakan suatu alat yang dipergunakan untuk menyolder kaki-kaki
komponen elktronika dalam suatu rangkaian, baik yang menggunakan PCB maupun
moutry strip (kawat pagar yang berdiri).
Solder listrik terdiri dari ujung tembaga dan kawat filomen dan tabung filomen. Untuk
menyolder komponen elektronika sebaiknya berdaya 30 watt sampai 30 watt agar
komponen yang tidak tahan panas tidak akan rusak. Contoh: Dioda, Transistor, FET, IC da
semi konduktor yang lain.
3. MULTIMETER
AVO Meter merupakan suatu alat ukur yang serba guna, sesuai dengan namanya yaitu
AVO Meter karena merupakan gabungan dari tiga alat ukur dijadikan satu yaitu :
A = Singkatan dari Ampere Meter, untuk mengukur kuat arus listrik
V = Singkatan dari Volt Meter, untuk mengukur tegangan listrik
O = Singkatan dari Ohm Meter, untuk mengukur hambatan listrik

Barcode termasuk dalam unit masukan (input device). Fungsi alat ini adalah untuk
membaca suatu kode yang berbentuk kotak-kotak atau garis-garis tebal vertical yang kemudian
diterjemahkan dalam bentuk angka-angka. Kode-kode ini biasanya menempel pada
produk-produk makanan, minuman, alat elektronik dan buku. Sekarang ini, setiap kasir di
supermarket atau pasar swalayan di Indonesia untuk mengidentifikasi produk yang dijualnya
dengan barcode.
Pengertian Barcode dapat diartikan sebagai kumpulan kode yang berbentuk garis, dimana
masing-masing ketebalan setiap garis berbeda sesuai dengan isi kodenya. Barcode pertama
kalinya diperkenalkan dan dipatenkan di Amerika oleh Norman Joseph Woodland dan Bernard
Silver mahasiswa Drexel Institute of Technology pada akhir 40-an. Implementasi Barcode
dimungkinkan atas kerja keras dua orang insinyur yaitu Raymond Alexander dan Frank Stietz.
Sampai akhirnya pada tahun 1966 Barcode digunakan untuk kepentingan komersial meskipun
belum terlalu dirasakan keberhasilannya sampai tahun 80-an.
Barcode dibaca dengan menggunakan sebuah alat baca barcode atau lebih dikenal
dengan Barcode Scanner. Merk Barcode Scanner yang terkenal diantaranya DATALOGIC PSC,HHP,
CHIPERLAB, ZEBEX, dan lain-lain. Seiring semakin bertambahnya penggunaan barcode, kini
barcode tidak hanya bisa mewakili karakter angka saja tapi sudah meliputi seluruh kode ASCII.
Kebutuhan akan kombinasi kode yang lebih rumit itulah yang kemudian melahirkan inovasi baru
berupa kode matriks dua dimensi (2D barcodes) yang berupa kombinasi kode matriks bujur
sangkar. 2D Barcode ini diantaranya adalah PDF Code, QRCode, Matrix Code dan lain-lain.
Dengan menggunakan 2D code karakter yang bisa kita masukkan ke Barcode bisa semakin
banyak, dengan 1D Barcode biasanya kita hanya memasukkan kode 5-20 digit tetapi dengan 2D
Barcode kita bisa memasukkan sampai ratusan digit kode. Saya sendiri pernah menangani
pembuatan program di Toyota Tsuhsho Logistic Centre yang menggunakan 2D Code sampai 200
digit karakter.

2
Perkembangan barcode sendiri dimulai dari tahun 1932, saat ​Wallace Flint​ membuat
sistem pemeriksaan barang di sebuah perusahaan retail yang kemudian diikuti oleh perusahaan
industri. Pada tahun 1948 sampai 1949 ​Bernard Silver​ dan ​Norman Joseph
Woodland​mengembangkan teknologi barcode ini menjadi lebih baik. Sampai akhirnya di tahun
1952, mereka mendapatkan hak paten dari hasil penelitian tersebut. Penggunaan barcode untuk
keperluan komersial dimulai sejak tahun 1966.
Terdapat beberapa standar kode dalam barcode sesuai dengan kegunaan dan tujuan
pemakaian barcode, seperti pada daftar berikut :
● Uniform Product Code (UPC)​ : untuk checkout penjualan, persediaan, dan sebagainya pada
toko retail.
● Code 39 (Code 3 of 9)​ : identifikasi, inventarisasi, dan pengiriman pelacakan.
● POSTNET​ : kode pos encoding di US mail.
● European Article Number (EAN)​ : sebuah superset dari UPC yang memungkinkan digit ekstra
untuk identifikasi negara.
● Japanese Article Number (JAN)​ : serupa dengan EAN, digunakan di Jepang.
● Bookland​ : berdasarkan nomor ISBN dan digunakan pada sampul buku.
● ISSN bar code​ : berdasarkan nomor ISSN, digunakan pada majalah di luar AS.
● Code 128​ : digunakan dalam preferensi untuk Code 39 karena lebih kompak.
● Interleaved 2 of 5​ : digunakan dalam industri pelayaran dan gudang.
● Codabar​ : digunakan oleh Federal Express, di perpustakaan dan bank darah.
● MICR (Magnetic Ink Character Recognition)​ : sebuah font khusus yang digunakan untuk
nomor di bagian bawah cek bank.
● OCR-A ​: format pengenalan karakter optik yang digunakan pada sampul buku, untuk nomor
ISBN agar bisa dibaca oleh manusia.
● OCR-B​ : digunakan untuk mempermudah pembacaan barcode versi UPC, EAN, JAN,
Bookland, dan ISSN dan Code 39.
● Maxicode​ : digunakan oleh United Parcel Service.
● PDF417​ : suatu jenis barcode 2-D baru yang dapat encode sampai 1108 byte informasi; dapat
terkompresi seperti pada sebuah portabel file data (PDF).
● UPC-E​, terdiri dari 7 digit, yaitu 6 digit data, 1 check digit : untuk bisnis retail skala kecil.
● EAN-13 atau UPC-A versi Eropa​, terdiri dari 13 digit, yaitu 12 digit data, 1 check digit
● European Articles Numbering (EAN)-8​, terdiri dari 8 digit, yaitu 2 digit kode negara, 5 digit
data, 1 check digit.
● CODE 39​, sebagai simbolik yang paling populer di dunia barcode non-retail, dengan variabel
digit yang panjang. Namun saat ini code 39 makin sedikit dipergunakan dan digantikan
dengan Code 128 yang lebih mudah dibaca oleh pemindai.

Tipe ​Barcode Product​ yang banyak di Indonesia adalah EAN 13, yaitu kode ​Ink Barcode​ dengan 13
digit. Dimana 3 kode awalnya merupakan kode negara Indonesia (899). Kemudian empat angka
berikutnya menunjukkan kode perusahaan. Selanjutnya lima angka secara berturut-turut
merupakan kode produk (​Ink Barcode​) dan angka terakhir berupa validasi atau cek digit.

Cara Kerja Barcode


Barcode merupakan instrumen yang bekerja berdasarkan asas kerja digital. Pada konsep digital,
hanya ada 2 sinyal data yang dikenal dan bersifat boolean, yaitu 0 atau 1. Ada arus listrik atau

3
tidak ada (dengan besaran tegangan tertentu, misalnya 5 volt dan 0 volt). Barcode
menerapkannya pada batang-batang baris yang terdiri dari warna hitam dan putih. Warna hitam
mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1. Mengapa demikian? Karena warna
hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan oleh alat pembaca barcode, sedangkan warna
putih akan memantulkan balik cahaya tersebut. Selanjtnya, masing-masing batang pada barcode
memiliki ketebalan yang berbeda. Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai.
Demikian, karena ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca
yang dipancarkan oleh alat pembaca. Dan sebab itu, batang-batang barcode harus dibuat
demikian sehingga memiliki kontras yang tinggi terhadap bagian celah antara (yang menentukan
cahaya). Sisi-sisi batang barcode harus tegas dan lurus, serta tidak ada lubang atau noda titik
ditengah permukaannya. Sementara itu, ukuran titik sinar pembaca juga tidak boleh melebihi
celah antara batang barcode. Saat ini, ukuran titik sinar yang umum digunakan adalah 4 kali titik
yang dihasilkan printer pada resolusi 300dpi.

MATERI AJAR 2

1) Simbol-simbol Listrik dan Elektronika


Diagram skematik adalah suatu susunan tata letak perkawatan elektronika dalam bentuk
yang paling sederhana serta mempergunakan simbol-simbol baku (standar) elektronika. Dengan
kata lain diagram skematik menunjukkan perkawatan rangkaian dalam format grafis. Skema tidak
mengindikasikan posisi atau ukuran komponen maupun memperlihatkan titik sebenarnya pada
penyambungan Sebelum menggambarkan skema suatu rangkaian listrik maupun elektronika

4
terlebih dahulu harus dipahami gambar-gambar simbul dari komponen-komponen elektronika
maupun listrik.
Simbol yang digunakan pada skema menggambarkan komponen dan penghubung pada
rangkaian, tetapi sekali lagi bahwa simbol tidak memperlihatkan bentuk fisik atau ukuran nyata
dari komponen.
Gambar 1 dan gambar 2 menunjukan sejumlah simbol komponen listrik dan elektronika yang
banyak digunakan.

N NAMA N NAMA
SIMBUL SIMBOL
O KOMPONEN O KOMPONEN
1 Battery 11 Saklar DPST

2 Ground 12 Saklar DPDT

3 Lampu pijar 13 Push Button

4 Fuse 14 Saklar SPST

5 Saklar tukar 15 Saklar SPDT

6 Circuit Breaker 16 Saklar Tunggal

7 Sumber tegangan 17 Saklar kutub


AC ganda

8 Sumber tegangan 18 Kotak-kontak


DC

9 Saklar Serie 19
Pengaman lebur

10 Arus bolak-balik 20 Arus Searah

Gambar 1 Simbol-simbol beberapa komponen kelistrikan

5
N NAMA N NAMA
SIMBUL SIMBOL
O KOMPONEN O KOMPONEN
1 Transistor NPN 11 Potensiometer

2 Transistor PNP 12 Kapasitor

3 Dioda 13 Kapasitor
Variabel

4 Dioda Zener 14 Kumparan

5 LED 15 Transformator

6 SCR 16 Sumber arus DC

7 Digital To Analog 17 Sumber tegangan


Konverter AC

8 TRIAC 18 Kristal

9 N chanel J FET 19 Motor DC

10 Op-Amp 20 Resistor

Gambar 2 Simbol-simbol beberapa komponen elektronika

1. Blok Diagram dan Skema Rangkaian


Dalam suatu sistim elektronika terdiri dari beberapa rangkaian yang disusun sesuai
fungsinya sehingga membentuk suatu kesatuan perangkat yang dapat dipergunakan atau
dioperasikan. Sebagai contoh adalah rangkaian Power Suplay Agar dapat berfungsi sebagai
penyedia daya maka rangkaian power suplay tersebut harus disusun dari beberapa bagian
diantaranya Trafo penurun tegangan, rangkaian penyearah, rangkaian penapis (filter) dan juga

6
dilengkapi dengan rangkaian regulator untuk mendapatkan sumber tegangan DC yang stabil. Dari
beberapa rangkaian tersebut dapat digambarkan secara blok diagramnya. Hal ini dimaksudkan
juga untuk mempermudah dalam perbaikan bila perangkat tersebut mengalami kerusakan.
Dari contoh diatas dapat digambarkan blok diagram sistim power suplay seperti berikut

input AC 220 V

output
Gambar 24. Blok diagram rangkaian power suplay
Pada gambar 22 fungsi dari masing-masing blok adalah
1. Trafo penurun tegangan berfungsi untuk menurunkan tegangan AC dari 220 V menjadi
tegangan yang dikehendaki misalnya 3 V, 6 V , 9 V, 12 V, 15 V atau sesuai kebutuhan.
2. Rangkaian penyearah berfungsi untuk menghasilkan tegangan AC menjadi tegangan DC
walaupun masih bergelombang.
3. Rangkaian Filter berfungsi untuk menghasilkan tegangan DC yang lebih rata/halus.
4. Rangkaian regulator berfungsi untuk menghasilkan tegangan keluaran yang konstan
walaupun tegangan input ataupun bebannya berubah ubah.
Gambar diagram blok diatas dapt dibuat skema rangkaiannya seperti berikut :

Gambar. 25. skema Rangkaian Power suplay


Pada gambar rangkaian tersebut bagian penurun tegangan adalah transformator, bagian
penyerahnya adalah empat buah dioda yang dirangkai sebagai penyearah sistem jembatan,
kapasitor dipasang sebagai filter dan dioda zener beserta transistornya digunakan sebagai
regulatornya.
Dari gambar skema rangkaian tersebut dapat ditentukan ttitik–titik uji untuk memeriksa dan
menganalisa rangkaian saat dilakukan troubleshooting.
Disamping gambar skema, yang perlu dipahami juga adalah alur pengawatan yang dibuat
pada papan rangkaian tercetak atau PCB (printed circuit board). PCB merupakan jalur hubungan

7
rangkaian elektronika yang terpasang pada suatu bahan alas. Pada papan itu natinya akan
dipasang komponen elektronika. Ada beberapa macam PCB yang sering kita jumpai yaitu: Single
sided (satu sisi), double sided (dua sisi) dan multi layer.

Gambar 26 Alur pengawatan pada PCB


PCB jenis single-sided terdiri dari satu sisi konduktor yang kita kenal sebagai solder side
dan untuk menempatkan komponen yang terdiri dari komponen axial (tidur) dan radial (berdiri),
kita kenal sebagai component side.
PCB double sided dibagi menjadi dua macam berdasarkan komponen yang digunakan
yaitu:
PCB double-side menggunakan teknologi Hybrid yaitu menggunakan komponen jenis axial atau
radial bercampur dengan jenis komponen chip, SOIC (Small Outline Integrated Circuit), PLCC
(Plastic Leaded Chip Carrier) serta jenis komponen semikonduktor yang berfisik kecil lainnya.
PCB double-side menggunakan Surface mounting
Teknologi surface mounting hanya menggunakan komponen jenis chip, SOIC (Small
Outline Integrated Circuit), PLCC (Plastic Leaded Chip Carrier) serta jenis komponen
semikonduktor yang berfisik kecil lainnya.
Multilayer board terdiri dari dua layer outer rangkaian dan dua atau lebih layer inner. Layer outer
berisi jalur konduktor dan pad-pad terminal dan diidentfikasikan sama dengan dua jalur board.
Sedangkan pada layer iner terdiri dari beberapa lapisan yang berisi jalur dan terminal.

8
MATERI AJAR 3

UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

KESELAMATAN PRIBADI

Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka ditempat kerja. Keselamatan pribadi
ditempat kerja dapat terjamin dengan dihindarinya faktor bahaya sebelum menyebabkan cedera.
Bila bahaya tidak dapat dihindari langkah yang harus diambil adalah mengurangi risiko cedera.
Perlengkapan dan pakaian pelindung harus selalu dipakai untuk keselamatan ditempat kerja, atau
khususnya saat perawatan dan situasi darurat.

a. Tindakan Keamanan Kerja


Banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan untuk bekerja dengan aman
- Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan;
- Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk dilakukan;
- Melakukan pekerjaan yang keterampilannya atau kewenangan tidak dipunyai;
- Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi
penghambat dalam melakukan pekerjaan.
- Melakukan pekerjaan selalu dengan cara sendiri, walaupun metoda bekerja dengan aman
telah dikembangkan.
- Mengambil jalan pintas dalam melaksanakan, walaupun jalan pintas tersebut melanggar
petunjuk prosedur bekerja yang aman.
- Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan.
Jadi jelaslah bahwa semua aktivitas tersebut tidak aman dan sangat potensial menimbulkan
bahaya. Ini adalah daftar untuk bekerja dengan aman. Hal berikut ini seharusnya dipelajari
dengan seksama dan dipraktikan secara rutin.
- Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya.
- Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain.
- Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja.
- Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang disarankan.
- Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman.
- Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman.
- Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi.
- Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih, tidak punya keterampilan atau
kewenangan melakukannya.
- Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman.
- Berikan gagasan tentang bagaimana mesin, perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat
aman.

b. Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja serta Program di Tempat Kerja


1) Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja​Perlengkapan dan pakaian pelindung
digunakan untuk melindungi pekerja dari kontak langsung dengan bahan kimia atau
perantaranya yang dapat membahayakan kesehatan.

9
2) Pelindung telinga​ : ​Pelindung telinga atau sumbat melindungi ​pendengaran​dari bahaya
tingkat kebisingan. Bentuk pelindung pendengaran, sesuai untuk tempat kerja dan
pekerjaan, dan seharusnya dipilih berdasarkan ukuran tingkat kebisingan pada lokasi kerja.
3) Pelindung mata​ : K​ aca mata, kaca pengaman, perisai muka dan helm dapat melindungi
sensitif area mata dari kerusakan. Kaca plastik yang tahan tumbukan dan perisai muka
akan melindungi dari pecahan yang beterbangan serta perisai tahan zat kimia diperlukan
ketika menangani bahan kimia. Masker las dipakai dengan benar untuk pengelasan.
Masker las dan perisai seharusnya tidak berkabut.
4) Pelindung kulit :​ S​ arung tangan pengaman dan krim pelapis melindungi kulit dari
kerusakan dan menahan peresapan bahan kimia kedalam tubuh.Pakaian kerja dari kulit
atau metalik cocok melindungi seluruh tubuh dan jas kerja digunakan untuk
melindungi badan. Pakaian harus di pas dengan baik.
5) Pelindung pernafasan :​ ​Penutup muka, saringan udara dan alat pernafasan dengan
pembersih udara digunakan untuk melindungi paru-paru dan sistim pernafasan. Alat
pernafasan harus dipaskan secara perorangan dan dipilih sesuai kondisi tempat kerja.
Penyaring yang benar diperlukan pada alat pernafasan, tergantung apakah pekerja kontak
dengan bahan kimia, debu, serat atau jenis kotoran lainnya. Alat pernafasan seharusnya
diperiksa setiap waktu sebelum digunakan. Alat pernafasan seharusnya diperiksa secara
tetap untuk kebersihan umumnya dan khususnya kerusakan katup, lembaran penutup,
seal, peluru, tali pengikat dan penjepit. Alat ini harus dibersihkan sesudah digunakan
untuk menghindari penularan dan disimpan pada kantong plastik tertutup.
6) Pelindung kaki : ​Sepatu boot (safety boots) melindungi kaki
7) Pelindung kepala : ​Jaring rambut dan penutup, menjaga rambut pada tempat kerja
sehingga tidak membahayakan.
8) Tempat lemari uap (fume cabinets), pancuran air untuk keselamatan (safety showers) dan
pencuci mata darurat (emergency eye wash) juga disediakan sebagai penjagaan pertama
dalam kasus kegagalan pelindung. Pakaian pelindung, perlengkapan (seperti alat
pernafasan dan lemari uap) dan fasilitas dasar pertolongan pertama seharusnya tersedia
ditempat kerja.

Program Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja di Tempat kerja


Perlengkapan dan pakaian pelindung ditempat kerja selalu diprogram agar benda tersebut secara
pasti dipergunakan untuk mengoptimalkan faktor keselamatan.
Berikut ini hal penting sebagai pertimbangan :
- Benda-benda pelindung penggunaannya harus sesuai dengan persyaratan pekerjaan
seteliti mungkin. Untuk contoh, penggunaan alat pernafasan dengan saringan debu tidak
akan melindungi pekerja yang menangani bahan kimia.
- Benda-benda pelindung seharusnya sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku
- Pekerja seharusnya dilatih secara benar dalam penggunaan dan perawatan perlengkapan
dan pakaian pelindung.
- Perlengkapan perlu dirawat sebagaimana mestinya : yaitu disimpan dengan aman dan
dijaga kebersihan serta direparasi dengan baik.
- Semua perlengkapan dan pakaian pelindung harus dipakai sebagaimana mestinya; untuk
contoh, alat pernafasan dan pelindung telinga perlu tertutup dengan rapat dan sesuai
tubuh sehingga terpakai dengan baik.
- Kenyamanan pekerja menggunakan perlengkapan dan pakaian adalah penting; berarti
ketidaknyamanan atau ketidakcocokan dapat menyebabkan pekerja menolak
menggunakan alat keselamatan.
- Memonitor lingkungan tempat kerja dan memonitor kesehatan seharusnya dilakukan
secara tetap untuk meyakinkan program perlindungan memadai.

C. ​Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran


Bebarapa hal yang harus diketahui tentang kebakaran dan perlindungannya adalah :
1) Golongan Kebakaran

10
- Api kelas A​; kebakaran benda padat yang mengandung karbon; seperti papan, kertas, batu
bara dan serbuk gergaji.
- Api kelas B​; kebakaran benda cair mengandung bahan yang mudah terbakar seperti
bensin, minyak cat, solar, dll.
- Api kelas C​; kebakaran bahan gas yang mudah terbakar seperti asitelin, LPG.
- Api kelas D​; kebakaran dari bahan logam
- Api kelas E​; kebakaran kelistrikan dan meliputi perlengkapannya.
2) Bahan dasar untuk pemadam kebakaran​ :
- Air - di cat merah
- Karbon dioksida (CO2) - di cat merah dengan adanya pita hitam
- Cairan uap BCF (Bromo Chloro di Fluoromethane) - di cat kuning
- Busa - di cat biru
- ​Serbuk kering - di cat merah dengan adanya pita putih.
3) Penggunaan bahan /alat pemadam
Untuk kebakaran kelas A, gunakan :
- Pasir, air jika tidak dekat aliran listrik
Untuk kebakaran kelas B, gunakan :
- BCF, Busa, Karbon dioksida atau Busa kering
Dilarang menggunakan air untuk memadamkan kebakaran bahan cair!
- Untuk kebakaran kelas C, :
- Alat pemadam kebakaran untuk bahan gas yang mudah terbakar, seharusnya dijaga agar
tabung gas tetap dingin dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam, dan
bila mungkin matikan suplai (kiriman) gas.
Untuk kebakaran kelas D, gunakan :
- Serbuk kering - di cat merah dengan adanya pita putih
Untuk kebakaran kelas E, gunakan :
- BCF, Karbon dioksida, Bahan kimia kering.
Jika mungkin, pertama matikan sumbertenaga.
Jangan mengunakan air atau busa pemadam untuk kebakaran kelistrikan.

4) Mengenal Alat Pemadam ​Portable


Alat pemadam portable (yang mudah dipindah) biasanya mudah ditempatkan pada tempat
rawan kebakaran. Adapun jenis dan simbol pada tabungnya adalah sbb. :
- Tabung bersimbol huruf A terletak dalam segi tiga warna hijau, dipakai untuk kebakaran
kelas A (kebakaran bahan padat mengandung karbon)
- Tabung bersimbol huruf B terletak dalam persegi panjang warna merah, dipakai untuk
kebakaran kelas B (kebakaran bahan cair mudah terbakar)
- Tabung bersimbol huruf C terletak dalam lingkaran warna biru, dipakai untuk kebakaran
kelas E (kebakaran kelistrikan)
- Tabung bersimbol huruf D terletak dalam bintang warna kuning, dipakai untuk kebakaran
kelas D (kebakaran bahan logam)

5) Kesiapan menghadapi kebakaran


Semua bahan yang mudah terbakar harus dinamai, disimpan dan ditangani sebagaimana
mestinya. Secara tetap latihan pemadaman seharusnya dilaksanakan sehingga pekerja terbiasa
dengan prosedur keselamatan kebakaran dan mengetahui apa yang dilakukan jika terjadi
kebakaran. Adapun yang diperlukan adalah :
- Pahami prosedur pencegahan kebakaran dimana anda bekerja - petugas keadaan darurat,
prosedur pengungsian. Semua pekerja seharusnya mengetahui prosedur untuk
pengungsian darurat dan dimana pintu keluar .
- Ketahui tempat semua perlengkapan untuk menghadapi kebakaran.
- Pelajari tempat semua alarm (sirine) kebakaran.
- Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti latihan kebakaran dengan keyakinan.
- Menjaga peralatan menghadapi kebakaran dan rute jalan keluar bebas dari hambatan.

11
- Menjaga jalan masuk untuk tangga dan perancah/penyangga (scaffolding) bebas, dimana
jalan ketangga tidak terhalang.

6) Pengkondisian alat pemadam kebakaran


Secara lengkap peralatan pemadam harus terjaga dan mudah diambil. Menurut peraturan, alat
pemadam harus dinamai dan dirawat sebagaimana mestinya.
- Jaga alat pemadam kebakaran dari pengaruh panas dan dingin yang ekstrim (perbedaan
yang mencolok).
- Jangan pernah mengembalikan alat pemadam kebakaran setelah digunakan ketempatnya,
sebelum dinamai dan diisi kembali.
- Pastikan berfungsinya alat pemadam kebakaran, dan segera ditempatkan dengan seksama
pada tempat yang mudah diraih agar dapat melayani reaksi bahaya kebakaran.

7) Menghadapi kebakaran
Jika kebakaran terjadi, segera lakukan tindakan yang tepat dan segera keluar, kurangi bahaya
untuk kehidupan dan jaga kerusakan agar minimum. Jika menemukan kebakaran, ingat enam
langkah ​KESELAMATAN​ ini :

· ​Bunyikan ​alarm​ segera


Beberapa menit pertama setelah kebakaran mulai,
adalah vital untuk mengontrolnya

· ​Beritahu pasukan pemadam kebakaran


Yang terbaik pasukan pemadam datang ketika ap
masih terkontrol dibandingkan setelah api besar
tidak terkontrol

· ​Beritahu setiap orang untuk mengamankan


Seseorang menyaksikan pasukan pemadam dapat
langsung memadamkan api tanpa menunda

· ​Hadapi kebakaran dengan peralatan yang


tersedia
Kebakaran kecil dapat segera dikontrol

· ​Mengungsi jika perlu


Kebakaran besar bisa membahayakan hidup

12
· ​Jangan memasuki kembali gedung yang
sedang terbakar
Asap dan gas didalam gedung yang sedang
terbakar adalah berbahaya dan sering mematikan

Catatan​: Ketika bocoran gas terbakar, jangan coba untuk memadamkannya sebelum
kebocoran dihentikan.

Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Kimia


Pembimbing anda akan menyajikan beberapa lembaran data keselamatan bahan (Material Safety
Data Sheet / MSDS) dari tempat kerja anda. Bicarakan dengan pembimbing dan grup belajar anda
tentang zat apa yang dikandungnya, apa efeknya kepada kesehatan dan apa tindakan
pengamanan yang dilakukan ketika menggunakannya.
Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda, untuk mendata semua cara berdasarkan
pemikiran anda untuk pencegahan atau pengontrolan bahaya bahan kimia. Gunakan kategori
berikut (lihat kembali bagian gagasan 'Pencegahan dan pengontrolan bahaya')
- Mengeliminir bahaya
- Cara bekerja yang aman dari bahaya
- Prosedur dan sistim kerja yang aman
- Penggunaan peralatan dan pakaian pelindung
- Minta pembimbing anda memutarkan video tentang penanganan bahan kimia atau
mengunjungi tempat kerja dan amati tentang penanganan bahan kimia. Apa yang
disarankan untuk peningkatan diarea tempat kerja anda ?
- Diskusikan hal itu dengan grup belajar anda
- Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda untuk mendata kemungkinan efek
penyalah-gunaan obat bius atau alkohol pada tempat kerja anda.

MATERI AJAR 4

Menyolder adalah proses membuat sambungan logam secara listrik dan mekanis
menggunakan logam tertentu (timah) dengan
menggabung-kannya dengan alat khusus (solder). Alat
ini berfungsi untuk memanaskan sambungan pada suhu
tertentu. Solder memiliki sebuah elemen pemanas yang
menghasilkan panas. Pada ujung elemen pemanas terdapat “bit”, bagian inilah yang memegang
peran penting dalam pemanasan dan penyolderan.
Bagian pada elemen pemanasan dapat mencapai suhu 190 0​​ C dan bagian “bit” dapat
mencapai 250 0​​ C. Agar tidak menimbulkan kerusakan pada komponen atau kerusakan pada jalur
PCB sebaiknya proses penyolderan dilakukan tidak terlalu lama. Juga dipilih solder maupun timah

13
solder yang sesuai misalnya daya solder 25 W. Untuk menyolder komponen yang tidak tahan
panas sebaiknya dilengkapi dengan alat penetral panas (heat sink) pada kaki komponen yang
disolder. Disamping itu apabila lalai dalam penggunaan dapat menyebabkan terjadinya luka
bakar yang cukup serius. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya solder ditaruh pada penyangga
solder apabila tidak digunakan untuk beberapa saat. Selain itu untuk membersihkan bit (ujung
solder) perlu menggunakkan busa.
Solder yang umum digunakan untuk keperluan di bengkel elektronika adalah solder dengan
daya yang rendah berkisar antara 25 W.
Dalam pekerjaan menyolder kualitas penyolderan yang diharapkan haruslah memenuhi
kriteria seperti berikut:
● Daya hantar listrik yang baik
● Mempunyai ketahanan mekanik
● Daya hantar panas yang baik
● Mudah dibuat
● Mudah diperbaiki
● Mudah diamati
1. Bahaya Menyolder
Hampir semua kegiatan kerja praktek dibengkel maupun dilapangan beresiko kecelakaan
dan gangguan kesehatan. Demikian juga dalam pengerjaan penyolderan seberapapun
kecilnya kecelakan tetap ada dan itu haruslah dilakukan tindakan pencegahannya. Karena
kecelakaan kerja merupakan suatu kerugian baik terhadap manusia, alat kerja, bahan dan
lingkungan kerja.
Ada tiga jenis kecelakaan dalam melakukan penyolderan, yaitu : kecelakaan karena ​panas,​
karena ​sengatan listrik(​ ​electric schoc​), dan karena ​keracunan bahan kimia.​
Kecelakaan karena panas​: Yaitu kecelakaan yang ditimbulkan dari pemanasan baut solder
dan timah solder, Untuk tindakan pencegahannya yaitu, memakai pakaian kerja yang
benar( memakai apron, sarung tangan-kulit dan sepatu kerja(​booth)​ .
Sebagai tindakan untuk mencegah terjadinya bahaya api/panas, jauhkan benda-benda
yang mudah terbakar/menyala (seperti : kertas, kain, oli, minyak, gas dan bahan-bahan
ekplosip lainnya) dari dekat lingkungan kerja. Selalu tersedia tabung pemadam kebakaran
(fire extinguiser) yang berisi penuh dan siap pakai, mudah terlihat dan mudah diraih.
Kecelakaan karena sengatan listrik​: yaitu kecelakaan akibat hubungan pendek(​elektric
short​), akibatnya akan menimbulkan kerusakan pisik maupun psikis bagi seseorang,
kerusakan alat dan kerusakan pekerjaan. Pencegahan kecelakaan akibat listrik, yaitu kita
harus berhati-hati memeriksa keadaan instalasi maaupun paralatan listrik jangan sampai
terjadi kebocoran (​uninsulation​) pada jaringan listrik, selalu mengikuti aturan/prosedur

14
pemasangan listrik yang benar. Apabila dijumpai kebocoran pada sambungan kabel
segera diisolasi dengan bahan dan cara yang benar. Bila ada sambungan (​conecting-screw)
yang longgar atau lepas, segera kencangkan dengan alat yang benar dan aman.
Kecelakaan karena keracunan​: Kecelakaan ini diakibatkan karena kontaminasi
bahan-bahan kimia beracun (​poison mater)​ yang berasal dari logam dasar (​base metal)​
dari bahan solder terlebih lagi dari bahan tambah (​fluxes​). Bahan-bahan berbahaya ini
berupa uap solder, cairan, serbuk atau pasta, apabila terhirup, terkena anggota badan
secara langsung maka akan menimbulkan akibat yang patal.
Sebagai upaya pencegahan kecelakaan terhadap keracunan, yaitu kita selalu berupaya
melindungi anggota badan dengan peralatan yang sesuai dan standar dan bertindak
hati-hati dan waspada. Perlu diperhatikan pula tidak hanya kita yang bekerja langsung
tetapi orang lain yang tidak terlibat langsung harus terlindungi, yaitu dengan memasang
perhatian atau tanda-tanda daerah berbahaya.
2. Timah Solder dan Bahan Tambah Menyolder
Timah solder adalah bahan logam yang digunakan untuk
merekatkan sambungan antar komponen. Timah solder
terdiri dari campuran dari ​Tin dan ​Lead (​ timah hitam).
Campuran umum yang biasa digunakan adalah ​60% Tin dan
40% Lead​ dengan titik leleh ​190 0​​ C

Tabel di bawah ini menampilkan berbagai perbandingan campuran lain disertai suhu
lelehnya.

Tin/Lead Titik Leleh (​0​C)

40/60 230
50/50 214
60/40 190
63/37 183
95/5 224

Melapisi permukaan ujung solder dengan timah biasa disebut dengan istilah ​‘t​ inning’
Penimahan (​tinning)​ ini sangat perlu terutama untuk-baut-solder yang baru, gunanya agar
timah patri mudah melekat pada ujung baut solder. Untuk menghasilkan pekerjaan yang
baik penimahan harus mengikuti prosedur yang benar agar timah patri sebagai bahan
penyambung dapat melekat pada permukaan ujung baut-solder.

15
Langkah-langkah melakukan penimahan adalah sebagai berikut :
● Siapkan perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan tinning, seperti; alat
pemanas, kikir kasar dan kikir sedang, cairan air keras (NHCl), resin (arpus), dan bila
perlu lap kain-pernel atau majun
● Bersihkan permukaan ujung kepala-baut solder dengan kikir hingga rata dan halus
● Bersihkan serbuk bekas kikir sampai bersih dengan kain atau majun
● Panaskan kepala-baut solder sampai kira-kira 170o C (berwar merah kelabu)
● Celupkan pada larutan air-keras atau arpus
● Gosokan pada timah padat sampai timahnya mencair danmelekat dengan rata pada
seluruh permukaan ujung kepala baut-solder
● Bersihkan kembali permukaan kepala baut-solder dengan majun
● Selanjutnya kita coba hasil penimahan tersebut dengan memanaskan kembali
baut-solder sampai kira-kira 210o C
● Gosokan kembali pada timah dingin, apabila cairan timah melekat pada seluruh
permukaan kepala baut-solder itu berarti pekerjaan penimahan(​tinning​) berhasil.
Akan tetapi bila tidak tandanya tidak/belum maka pekerjaan penimahan itu harus
diulang sampai berhasil.

Urutan penyolderan beberapa jenis komponen yang baik adalah :

No Komponen Gambar Keterangan

● Pastikan Sambungkan sesuai


urutan kaki IC yang benar
1 Tempat IC (soket)
● Jangan pasang Chip IC terlebih
dahulu.
Tidak ada perhatian khusus yang
2 Resistors
dibutuhkan.
Bisa dipasang dengan kaki
terbolak balik
Kapasitor non
3 Hati hati dengan kapasitor
elko (< 1µF)
polyster karena tidak tahan
panas.
Elektrolit Pasangkan pada kaki yang tepat
4
Kapasitor​(>1µF) biasanya ditandai dengan + dan -
Pasangkan pada kaki yang tepat
(Biasanya Katoda ditandai dengan
gelang warna putih)
5 Dioda
Hati hati dengan dioda
germanium karena tiidak tahan
panas.
Pasangkan pada kaki yang tepat
6 LED Biasanya kaki katoda (-) lebih
pendek dari kaki anoda (+).
16
Pasangkan pada kaki yang tepat
Hati-hati memasangkan karena
7 Transistor
jarak antar kaki sempit dan tidak
tahan panas.

Gunakan kawat tunggal dengan


8 Sambungan kabel lapisan plastik
single core wire
Klip Baterai,
buzzers dan Pasangkan dengan hubungan
9 bagian lain yang yang tepat
memiliki kabel
sendiri
Kabel yang
Gunakan kawat beruntai yang
menyatu pada
lebih fleksibel/lentur .
PCB termasuk
10 Jangan gunakan kawat tunggal
saklar, variable stranded wire karena bisa patah jika sering
resistor dan
bergerak.
speaker
Pasangkan IC pada tempatnya
dengan benar.
Hati-hati memasukkan kaki IC ke
11 Chip (IC)
soketnya dan pastikan semua
kakinya sudah masuk kemudian
ditekan kedalam dengan ibu jari.

Desoldering
Suatu saat Anda mungkin ingin agar hasil sambungan solder bisa dilepas/dipisahkan atau
kita ingin mengatur posisi kabel maupun komponen, untuk itulah kita perlu melakukan kegiatan
yang disebut ​Desoldering.
Ada dua cara untuk melakukannya yaitu :
a. Memakai ​Attracktor​ (Penyedot Timah)
● Tekan pompa/pegas sampai terkunci
● Setelah sambaungan dipa-naskan dengan
solder dan timahnya mencair, Arahkan ujung
Atraktor ke titik sambungan .
● Tekan tombol untuk melepaskan pegas
sehingga menyedot timah yang telah cair tadi ke dalam Atraktor
● Ulangi cara di atas untuk menghilangkan atau membersihkan sisa timah yang masih
menempel pada sambungan
● Atraktor mungkin perlu dikosongkan isinya dengan membuka sekrup jika sudah penuh
b. Memakai ​Solder Remover Wick (​ Pita Tembaga )
● Arahkan pita tembaga ke arah sambungan beserta ujung solder yang sudah panas

17
● Seketika timah meleleh, dan timah tersebut akan langsung
tertarik ke pita tembaga
● Angkat pita tembaga terlebih dahulu baru kemudian solder
juga diangkat.
● Potong dan buang ujung pita tembaga yang terkena timah .
● Ulangi cara di atas untuk menghilangkan atau membersihkan sisa timah yang masih
menempel pada sambungan
Setelah menghilangkan hampir seluruh timah dari sambungan, Anda bisa melepas atau
membetulkan kabel atau komponen dari papan PCB . Jika sambungan tidak mudah terpisah,
coba untuk memanaskan sambungan lagi dengan solder, lalu tarik kabel atau komponen tersebut
begitu timah meleleh.
Hati-hati karena panas dapat merambat melalui komponen sehingga dapat membakar
tangan Anda sendiri.

18