Anda di halaman 1dari 5

PRE FORMULASI

N Nama Bahan Fungs % % Jumlah Juml


o. i Rentang Yang Pertablet (mg) ah 400
Pamakaian Dibuat Tablet
1 Asam Baha 50 mg 20
karboksilat n aktif gr
2 SDL Pengi 141 352,8 141,
si (80%) mg 12 gr
3 AVICEL Desin 5- 141 88,2 mg 35,2
tegran 15% (20%) 8 gr
4 Mg-stearat Lubri 0,25 1,3 7,5 mg 3 gr
kan % %
5 Cab-O-Sil Gelid 0,1- 0,3 1,5 mg 0,8
an 1,0% % gr
jumlah 500 mg

I. TINJAUAN TENTANG BAHAN OBAT.

1. LATAR BELAKANG BAHAN OBAT.


Nama bahan obat : Asam askorbat, Vitamin C
Nama kimia : Acidum asorbacum
Struktur kimia :

B.M : 176,3

Kemurnian : asam askorbat mengandung tidak kurang dari95,0% dan


tidak lebih dari 100,5% C6H8O6

Efek terpeutik : anti askorbat (FI III : 47)

Dosis pemakaian : DL : -/75mg-1g (dewasa) , DL : -/30mg-40mg (anak-anak)

2. TINJAUAN FARMAKOLOGI BAHAN OBAT.


Vitamin C bekerja sebagai sesuatu koenzim dan pada keadaan tertentu
merupakan reduktor dan anti oksidan, vitamin C dapat secara langsung maupun tidak
langsung memberikan dektron koenzim yang membutuh kan ion-ion logam tereduksi
dan bekerja sebagai kofaktor profil dan lisin hidroksilase dalam biosintesis kalogen
(farmakologi dan terapi III ; 777)
3. ORGANOLEPTIS.
Warna : serbuk dan hablur putih atau agak kekuningan
Bau : tidak berbau
Rasa : asam (FI IV : 39)

4. MIKROSKOPIS.
Bentuk Kristal : kristal jarum, biasanya jarang, biasanya kadang-kadang
jarum.

5. KARAKTERISTIK FISIK/FISIKOMEKANIK.
1. Titik lebur : 190°c (FI IV:39)
𝑔
2. Bobot jenis :1,688 ⁄𝑐𝑚2 (HPE : 44)
3. Ukuran/distribusi ukuran partikel :
4. Sifat alir : baik
5. Kompaktibilitas :baik sampai sedang

SAMPEL KEKERASAN KESIMPULA


N
A
B
C
6. Higroskopisitas : tidak higroskopis,stabil diudara dalam
keadaan kering dalam larutan mudah teroksidasi.
7. Polimorfise :bentuk jarum (HPE:44)

6. KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA.
1. Kelarutan : mudah larut dalam air ; agak sukar larut dalam etanol
; tdak larut dalam kloroform,dalam eter dan dalam benzena
2. pKa : 4,17-11,57 (25°c)
3. profil kelarutan terhadap pH : 2,2-2,5
4. laju disolusi :
5. koefisien partisi :

7. STABILITAS.

1. Stabilitas bahan padat .

 terhadap suhu : meleleh pada suhu 190°c


 terhadap cahaya : lambat laun berwarna gelap
 terhadap kelembapan : stabil diudara (dalam keadaan kering)

2. STABILITAS LARUTAN.

 Terhadap pelarut : tidak stabil dalam larutan (mudah terdegradasi)


 Terhadap pH : stabil pada pH 5,4
 Terhadap cahaya : lambat aun menjadi warna gelap
 Terhadap oksigen : tidak stabi/mudah teroksidasi (HPE : 49)(FI IV:39)

8. INKOMPAKTIBILITAS DENGAN EKSIPIEN.


Tidak kompaktibel dengan alkali, ion logam berat, terutama tembaga dan besi, bahan
pengoksidasi, methenamin, phnilphrine, hidroklorida,pyrilamine maleat , salisitamid natriu
nitril, natrium salisilat, theobromine salisilat, dan pichothamida. (HPE:6th.45)

9. PROSEDUR PENETAPAN KADAR.


Timbang seksama lebih kurang 400mg,larutan dalam,campuran 100ml air dn 25ml
asam sulfat 2N, tambahkan 3ml kanji lp,titrasi segera dengan iodium 0,1N IV
1ml iodium 0,1N setara dengan 8,806g C6H8O2 (FI IV : 39)

10. RANCANGAN KEMASAN PRIMER DAN SEKUNDER.


 Nama obat jadi
 Bobot netto
 Komposisi obat
 Indikasi
 Nama pabrik
 Kontra indikasi
 Dosis
 Aturan pakai
 Nomor batch
 Tanggal kedeluarsa
 Nomor registrasi
 Cara penyimpanan
 Bentuk sediaan
 Logo golongan obat
 Peringatan

11. RANCANGA BROSUR.


 Komposisi
 Dosis
 Nama obat jadi
 Farmakologi
 Nomor registrasi
 Nama pabrik
 Logo golongan obat
 Berat netto
 Cara kerja obat
 Indikasi
 Kontra indikasi
 Efek samping
 Peringatan
 Aturan pakai
 Interaksi obat
 Penyimpanan
 Kemasan

Dari sifat vitamin c di atas maka pencatakan tablet vitamin C pada praktikum ini
menggunakan metode cetak langsung
DOSI
S
Kecil < Besar >
50 mg 50 mg
kompaktibili
CL GB
tas

Baik Buru
k
Alira Stabilitas terhadap air dan
n suhu
Baik Buru Baik Buru
k k
CL GB GB Aqua GB non Aqua

1. Vitamin C
Pemerian : hablur atau serbuk putih atau agak kuning. Oleh pengaruh cahaya,
lambat laun, menjadi berwarna gelap. Dalam keadaan kering stabil diudara, dalam
larutan cepat teroksidasi. Melebur pada suhu +_ 109 C.
Kelarutan : mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, tidak larut
dalam kloroform, eter, dan dalam benzena.
Khasiat : sebagai zat aktif, ( Antiscorbut ). ( Depkes RI, 1979 )
Penggunaan : 50mg
Alasan : tidak tahan pemanasan, stabil diudara kering, kurang cocok dalam
bentuk larutankarena cepat teroksidasi sehingga tidak digunakan dengan metode
granulasi basah, dan karena dosisnya kecil ditambah dengan eksipien yang
kompresibel dan mudah mengalir maka dapat dibuat dengan metode kempa
langsung.

2. Lactosa spried dried


Pemerian : serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa agak manis.
Kelarutan : larut dalam 6 bag.air, larut dalam 1 bag.air mendidih, sukar larut
dalam etanol 96% P, praktis tidak larut dalam kloroform P dan dalam eter P.
Khasiat : zat tambahan (sebagai bahan pengisi). ( Depkes RI, 1979 )
Penggunaan : ad 100%.
Alasan : Memiliki rasa yang manis sehingga memperbaiki rasa
sediaan. Dan juga memiliki sifat alir yang baik sehingga dapat memperkuat sifat
lubrikan pada campuran sediaan.

3. Avicel
Pemerian : berupa serbuk kristal poros, putih, tidak berbau, tidak berasa
dan memiliki aliran yang baik.
Kelarutan : praktis tidaklarut dalam air, cairan asam dan kebanyakan
pelarut organik, sedikit larut dalam larutan NaOH 5% b/v.
Khasiat : zat tambahan (sebagai disintegran dan pengikat).
Penggunaan : 5-15% b/b.
Alasan : karena avicel meskipun higroskopis tetapi stabil dan juga
kompresibel dengan vitamin C.

4. Mg stearat
Pemerian : serbuk halus, putih dan voluminus, bau khas lemah, mudah
melekat dikulit, bebas dari butiran.
Kelarutan : tidak larut dalam air, dalam etanol dan dalam eter.
Khasiat : zat tambahan (sebagai pelincir). ( Depkes RI, 1979 )
Penggunaan : 0,25-5%.
Alasan : bersifat seperti lemak dan tersedia dalam ukuran partikelkecil.
Mg stearat paling efisien dan lazim digunakan sebagai antiadheren dan pelincir.

5. Aerosil

Fungsi : sebagai glidant


Sinonim : Aerosil; Cab-O-Sil; Cab-O-Sil M-5P; colloidal silica; fumed
silica; fumed silicon dioxide; hochdisperses silicum dioxid;
SAS; silica colloidalis anhydrica; silica sol; silicic anhydride;
silicon dioxide colloidal; silicon dioxide fumed; synthetic
amorphous silica; Wacker HDK.
Struktur formula : SiO2 (BM = 60.08)
Fungsi : Adsorbent; anticaking agent; emulsion stabilizer; glidant;
suspending agent; tablet disintegrant; thermal stabilizer;
viscosity-increasing agent.
Cab-O-Sil digunakan secara luas dalam farmasi, kosmetik dan produk
makanan. Cab-O-Sil memiliki ukuran partikel kecil dan luas area permukaan
spesifiknya besar sehingga memberikan karakter aliran yang diinginkan yang
dieskplorasi untuk memperbaiki aliran serbuk kering pada proses pembuatan tablet.