Anda di halaman 1dari 26

INSTRUMEN MONITORING

DAN EVALUASI
PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG GUBERNUR
SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH PUSAT

DIREKTORAT DEKONSENTRASI, TUGAS PEMBANTUAN DAN


KERJA SAMA
DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEWILAYAHAN
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
2019

1
KATA PENGANTAR

Diterbitkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang


Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Tugas
dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat telah menempatkan
gubernur pada posisi strategis yaitu sebagai kepala daerah dan wakil pemerintah
pusat. Sebagai kepala daerah gubernur melaksanakan tugas dan wewenangnya
dalam menyelenggarakan urusan yang telah didesentralisasikan, sedangkan
sebagai wakil pemerintah pusat gubernur membantu Presiden untuk membina
dan mengawasi penyelenggaraan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan
oleh Kabupaten/Kota.
Dalam hal peningkatan peran gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat
sebagaimana mandat UU Nomor 23 Tahun 2014 dan PP Nomor 33 Tahun 2018,
tentu saja diikuti dengan meningkatnya kinerja gubernur sebagai wakil
Pemerintah Pusat. Oleh karena itu diperlukan data dan informasi yang
memberikan gambaran kinerja gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat.
Adapun maksud dan tujuan disusunnya instrument monitoring evaluasi ini
adalah sebagai salah satu metode pengumpulan data dan informasi dalam hal
melihat pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah
pusat, termasuk output, tahapan, serta kendala dan rekomendasinya. Lebih lanjut
hasil yang diperoleh diharapkan dapat meningkatnya peran gubernur sebagai
wakil pemerintah pusat sebagaimana mandat UU Nomor 23 Tahun 2014 dan PP
Nomor 33 Tahun 2018.

Jakarta, April 2019

2
1. Latar Belakang

Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam penyelenggaraan


pemerintahannya menganut asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas
pembantuan. Dekonsentrasi dan tugas pembantuan diselenggarakan karena
tidak semua wewenang dan tugas pemerintahan dapat dilakukan dengan
menggunakan asas desentralisasi. Pemerintah dapat menyelenggarakan
sendiri urusan yang menjadi wewenangnya, dan Pemerintah juga dapat
melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada perangkat Pemerintah
atau wakil Pemerintah di daerah berdasarkan asas dekonsentrasi atau
menugaskan kepada daerah otonom berdasarkan asas tugas pembantuan.
Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada wilayah provinsi dalam
kedudukannya sebagai wilayah administrasi untuk melaksanakan
kewenangan Pemerintah Pusat yang dilimpahkan kepada gubenur sebagai
wakil pemerintah di wilayah provinsi, dan kepada daerah provinsi dan daerah
kabupaten/kota dalam kedudukannya sebagai wilayah administrasi untuk
urusan pemerintahan umum. Sementara itu, tugas pembantuan yang
diberikan oleh Pemerintah kepada daerah otonom meliputi sebagian tugas-
tugas Pemerintah yang apabila dilaksanakan oleh daerah akan lebih efisien
dan efektif. Pemberian tugas pembantuan dimaksudkan untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan
pembangunan, pelayanan umum, dan memperlancar pelaksanaan tugas dan
penyelesaian permasalahan.
Kedudukan Gubernur berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun
2014 tentang Pemerintahan Daerah memiliki 2 (dua) peran yaitu sebagai
Kepala Daerah dan sebagai Wakil Pemerintah Pusat. Gubernur sebagai Kepala
Daerah melaksanakan urusan pemerintahan yang telah didesentralisasikan
dan lintas Kabupaten/Kota, sedangkan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah
Pusat membantu Presiden khususnya dalam hal pembinaan dan pengawasan
penyelenggaraan terhadap lebih dari 500 Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota, karena Presiden adalah penanggungjawab akhir
pemerintahan berdasarkan UUD 1945.
Pasal 91 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018 tentang
Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat
memberikan mandat bahwa dalam rangka melaksanakan pembinaan dan

3
pengawasan terhadap penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi
kewenangan Daerah Kabupaten/Kota dan Tugas Pembantuan oleh Daerah
Kabupaten/Kota, Presiden dibantu oleh Gubernur sebagai Wakil Pemerintah
Pusat.
Lebih lanjut tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah
Pusat disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Kategori Tugas dan Wewenang
Tugas 1. Mengoordinasikan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan
pembinaan Tugas Pembantuan di Daerah Kabupaten/Kota (Pasal 91 ayat (2)
dan huruf a UU 23 Tahun 2014);
pengawasan 2. Melakukan monitoring, evaluasi, dan supervisi terhadap
penyelenggaran Pemerintahan Daerah Kabupaten/kota yang ada
di wilayahnya (Pasal 91 ayat (2) huruf b UU 23 Tahun 2014);
Binwas Teknis : pelaksanaan 32 urusan pemerintahan di
Kabupaten/Kota berdasarkan SPM dan NSPK
Binwas Umum : pelaksanaan 32 urusan pemerintahan di
Kabupaten/Kota berdasarkan aspek pembagian urusan,
kelembagaan, kepegawaian dan penganggaran
3. Memberdayakan dan memfasilitasi Daerah Kabupaten/Kota di
wilayahnya (Pasal 91 ayat (2) huruf c UU 23 Tahun 2014);
4. Melakukan evaluasi terhadap rancangan Perda Kabupaten/Kota
tentang RPJPD, RPJMD, APBD, Perubahan APBD,
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, tata ruang daerah,
pajak daerah, dan retribusi daerah (Pasal 91 ayat (2) huruf d UU
23 Tahun 2014);
5. Melakukan pengawasan terhadap Perda Kabupaten/Kota (Pasal
91 ayat (2) huruf e UU 23 Tahun 2014); dan
6. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan (Pasal 91 ayat (2) huruf f UU 23 Tahun
2014).

Wewenang 1. Membatalkan Peraturan Bupati/Wali Kota (Pasal 91 ayat (3)


pembinaan huruf a UU 23 Tahun 2014);
dan 2. Memberikan penghargaan atau sanksi kepada Bupati/Wali Kota
pengawasan terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah (Pasal 91
ayat (3) huruf b UU 23 Tahun 2014);
3. Menyelesaikan perselisihan dalam penyelenggaraan fungsi
pemerintahan antar daerah Kabupaten/Kota dalam 1 (satu)
daerah Provinsi (Pasal 91 ayat (3) huruf c UU 23 Tahun 2014);
4. Memberikan persetujuan terhadap Rancangan Perda
Kabupaten/Kota tentang pembentukan dan susunan Perangkat
Daerah Kabupaten/Kota (Pasal 91 ayat (3) huruf d UU 23 Tahun
2014);
5. Melaksanakan wewenang lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan (Pasal 91 ayat (3) huruf e UU 23
Tahun 2014).

4
Tugas dan 1. Menyelaraskan perencanaan pembangunan antar daerah
wewenang Kabupaten/Kota dan antara daerah Provinsi dan daerah
selain Kabupaten/Kota di wilayahnya (Pasal 91 ayat (4) huruf a UU 23
pembinaan Tahun 2014);
dan 2. Mengoordinasikan kegiatan pemerintahan dan pembangunan
pengawasan antara Daerah provinsi dan Daerah kabupaten/kota dan antar
Daerah kabupaten/kota yang ada di wilayahnya (Pasal 91 ayat
(4) huruf b UU 23 Tahun 2014);
3. Memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat atas usulan
DAK pada daerah Kabupaten/Kota di wilayahnya (Pasal 91 ayat
(4, huruf c UU 23 Tahun 2014);
4. Melantik Bupati/Wali Kota (Pasal 91 ayat (4) huruf d UU 23
Tahun 2014);
5. Memberikan persetujuan pembentukan Instansi Vertikal di
wilayah provinsi kecuali pembentukan Instansi Vertikal untuk
melaksanakan urusan pemerintahan absolut dan pembentukan
Instansi Vertikal oleh kementerian yang nomenklaturnya secara
tegas disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 (Pasal 91 ayat (4) huruf e UU 23 Tahun
2014);
6. Melantik Kepala Instansi Vertikal dari kementerian dan lembaga
pemerintah nonkementerian yang ditugaskan di wilayah Daerah
provinsi yang bersangkutan kecuali untuk kepala Instansi
Vertikal yang melaksanakan urusan pemerintahan absolut dan
kepala Instansi Vertikal yang dibentuk oleh kementerian yang
nomenklatur secara tegas disebutkan dalam Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Pasal 91 ayat (4)
huruf f UU 23 Tahun 2014); dan
7. Melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan (Pasal 91 ayat (4)
huruf g UU 23 Tahun 2014).

Tugas dan 1. Menerima pertanggungjawaban Bupati/Wali Kota dalam


wewenang melaksanakan urusan pemerintahan umum untuk diteruskan
lainnya kepada Menteri (Pasal 25, ayat (4) UU 23 Tahun 2014);
berdasarkan 2. Memberikan sanksi administrasi berupa teguran tertulis kepada
UU Nomor Bupati/Wali Kota yang tidak menyampaikan laporan
23 Tahun penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Pasal 73 UU 23 Tahun
2014 2014);
3. Memberikan teguran dan sanksi tertulis kepada Bupati/Wali
Kota atas laporan DPRD terkait tidak diterimanya penjelasan
Kepala Daerah terhadap penggunaan hak interpelasi (Pasal 73
ayat (5) UU 23 Tahun 2014);
4. Mengusulkan pemberhentian Bupati/Walikota kepada Menteri
atas laporan dari DPRD Kabupaten/Kota (Pasal 79 ayat (2) UU
23 Tahun 2014);
5. Mengusulkan penjabat Bupati/Wali Kota kepada Menteri apabila
Bupati/Wali Kota Kota diberhentikan sementara dan tidak ada
Wakil Bupati/Wali Kota (Pasal 86 ayat (3) UU 23 Tahun 2014);
6. Menyampaikan usul pemberhentian anggota DPRD Provinsi
kepada Menteri dan memberhentikan anggota DPRD
Kabupaten/Kota atas usul pimpinan DPRD Kabupaten/Kota
(Pasal 140 ayat (2) dan Pasal 194 ayat (4) UU 23 Tahun 2014);

5
7. Menyampaikan nama anggota DPRD provinsi yang diberhentikan
dan nama calon pengganti antarwaktu kepada Menteri, serta
meresmikan pemberhentian anggota DPRD Kabupaten/Kota dan
pengangkatan pengganti antarwaktu anggota DPRD
Kabupaten/Kota (Pasal 144 ayat (4) dan Pasal 198 ayat (5) UU
23 Tahun 2014);
8. Melakukan pembinaan dan pengendalian penataan Perangkat
Daerah Kabupaten/Kota (Pasal 211 UU 23 Tahun 2014);
9. Menunjuk penjabat Sekretaris Daerah Provinsi atas persetujuan
Menteri dan menyetujui penjabat Sekretaris Daerah
Kabupaten/Kota yang ditunjuk Bupati/Wali Kota (Pasal 214 ayat
(1) dan (2) UU 23 Tahun 2014);
10.Mengajukan Perda Kabupaten/Kota tentang pembentukan
kecamatan kepada Menteri untuk mendapat persetujuan (Pasal
221 ayat (3) UU 23 Tahun 2014);
11.Membatalkan keputusan Bupati/Wali Kota tentang
pengangkatan camat yang tidak sesuai dengan ketentuan (Pasal
224 ayat (3) UU 23 Tahun 2014);
12.Mengangkat dan/atau melantik Kepala Perangkat Daerah
Kabupaten/Kota yang ditolak diangkat dan/atau dilantik oleh
Bupati/Wali Kota (Pasal 235 ayat (2) UU 23 Tahun 2014);
13.Memberikan nomor register terhadap Raperda Kabupaten/Kota
yang diajukan oleh Bupati/Wali Kota (Pasal 242 ayat (2) UU 23
Tahun 2014);
14.Menyampaikan laporan Perda Kabupaten/Kota yang telah
mendapat nomor register secara berkala kepada Menteri (Pasal
243 ayat (2) UU 23 Tahun 2014);
15.Memberikan sanksi kepada Penyelenggara Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota yang masih memberlakukan Perda yang telah
dibatalkan (Pasal 252 ayat (1) UU 23 Tahun 2014);
16.Memberi sanksi kepada Bupati/Wali Kota yang tidak
menyebarluaskan Perda dan Perkada yang telah diundangkan
(Pasal 254 ayat (2) UU 23 Tahun 2014);
17.Melakukan pengendalian atas defisit APBD Kabupaten/Kota
dengan berdasarkan batas maksimal defisit APBD dan batas
maksimal jumlah kumulatif pinjaman Daerah (Pasal 306 ayat (2)
UU 23 Tahun 2014);
18.Memberikan sanksi administrasi berupa teguran tertulis kepada
Bupati/Wali Kota yang tidak mengumumkan informasi tentang
pelayanan publik (Pasal 348 ayat (1) UU 23 Tahun 2014);
19.Memberikan sanksi administratif kepada Bupati/Wali Kota yang
tidak memberikan pelayanan perizinan (Pasal 350 ayat (5) UU 23
Tahun 2014);
20.Melakukan evaluasi kinerja pelayanan publik yang dilaksanakan
oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Pasal 352 ayat (2) UU
23 Tahun 2014);
21.Mengoordinasikan pelaksanaan pembangunan kawasan
perbatasan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh
Pemerintah Pusat (Pasal 361 ayat (4) UU 23 Tahun 2014);
22.Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kerjasama yang
dilakukan daerah Kabupaten/Kota dalam satu provinsi (Pasal
368 ayat (1) UU 23 Tahun 2014);

6
23. Melakukan fasilitasi khusus kepada penyelenggaraan
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang telah dibina namun
tidak menunjukkan perbaikan kinerja (Pasal 382 ayat (5) UU 23
Tahun 2014);
24.Memberikan sanksi administratif kepada Bupati/Wali Kota yang
tidak melaksanakan program strategis nasional (Pasal 68 ayat (1)
UU 23 Tahun 2014);
25.Memberikan sanksi administratif kepada Bupati/Wali Kota yang
tidak mengumumkan informasi pembangunan Daerah dan
informasi keuangan Daerah (Pasal 394 ayat (3) UU 23 Tahun
2014);
26.Meresmikan Ketua, Wakil Ketua dan Keanggotaan DPRD
Kabupaten/Kota (Pasal 165 ayat (4) dan Pasal 155 ayat (2) UU
23 Tahun 2014); dan
27.Melakukan pembinaan dan pengawasan umum dan teknis
terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota (Pasal 375 ayat (3) UU 23 Tahun 2014).

Selanjutnya melalui kuesioner ini, Gubernur sebagai Wakil Pemerintah


Pusat diharapkan dapat memberikan gambaran riil terhadap kondisi
pelaksanaan tugas dan wewenangnya berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014
dan PP Nomor 33 Tahun 2018.

2. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
b. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Tugas
dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat

3. Tujuan
Secara umum kuesioner ditujukan untuk memperoleh gambaran umum
terkait pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah
Pusat di wilayah provinsi..
Secara khusus kuesioner ini ditujukan untuk:
a. Memperoleh data dan informasi kinerja Gubernur sebagai Wakil Pemerintah
Pusat di 34 Provinsi.
b. Mengidentifikasi berbagai masalah terkait dengan penyelenggaraan tugas
dan wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat.
c. Mengidentifikasi kendala dan rekomendasi dalam upaya peningkatan peran
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat.

7
4. Manfaat

Manfaat dari kuesioner pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai


Wakil Pemerintah Pusat adalah sebagai berikut:
Bagi Pemerintah Daerah Provinsi:
a. Meningkatkan pemahaman terkait peran Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 dan PP Nomor
33 Tahun 2018 yang selama ini tugas dan wewenangnya secara rutin telah
dilaksanakan oleh OPD Provinsi.
b. Meningkatkan koordinasi antar OPD Provinsi yang melaksanakan tugas
dan wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat yang dalam hal
ini dikoordinasikan oleh Biro Pemerintahan sebagai Sekretariat GWPP di
Provinsi.
Bagi Pemerintah Pusat:
a. Mengetahui kondisi riil pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur
sebagai Wakil Pemerintah Pusat di 34 Provinsi.
b. sebagai input dalam pengambilan kebijakan lebih lanjut terkait peran
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat.

5. Ruang Lingkup

Lingkup kuesioner pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil


Pemerintah Pusat diharapkan dapat memberikan gambaran terhadap hal-hal
sebagai berikut:
Relevansi Sejauh mana tujuan pelaksanaan tugas dan wewenang
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat sejalan
dengan peraturan perundang-undangan

Efektivitas Sejauh mana tujuan pelaksanaan tugas dan wewenang


Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dapat
dicapai atau diharapkan

Efisiensi Mengukur output dan outcome pelaksanaan tugas dan


wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat

Dampak Dampak yang dihasilkan baik positif maupun negatif,


jangka pendek atau jangka panjang, langsung atau
tidak langsung, direncanakan atau tidak direncanakan

8
Sustainability Apakah manfaat pelaksanaan tugas dan wewenang
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat
berkelanjutan atau tidak

6. Sasaran

Sasaran kuesioner pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil


Pemerintah Pusat adalah OPD Provinsi yang memiliki tugas dan fungsi
bersesuaian dengan tugas dan fungsi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah
Pusat.

7. Pelaporan
Kuesioner pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dapat disampaikan per semester Tahun 2019 melalui email:
subditfasgub@gmail.com
Pada Semester ke-2 (Bulan Desember) dilaporkan secara keseluruhan melalui
Biro Pemerintahan Provinsi (Sekretariat Perangkat Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat) dengan format sebagai berikut:

Bab I Dasar Hukum


Gambaran umum/Profil Daerah

Bab II Gambaran umum pelaksanaan tugas dan wewenang


Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat di wilayah
Provinsi
Kendala
Kendala di setiap tugas maupun secara keseluruhan

Bab III Kesimpulan


Rekomendasi
Rekomendasi di setiap tugas maupun secara
keseluruhan
Lampiran Tabel Kuesioner

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdri Astriani Mukti


(081381099864), Sdr Amirullah (085280623150), dan Sdr Edwin Zulkarnain
(081298414796).

8. Pengisian Kuesioner

Kuesioner pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil


Pemerintah Pusat terdiri atas bagian umum dan khusus sebagaimana

9
terlampir. Selain itu secara khusus terdapat tabel kuesioner terkait pembinaan
dan pengawasan tugas pembantuan di Kabupaten/Kota yang menjadi sasaran
pelaksanaan tugas GWPP TA 2019.
Pengisian kuesioner pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat oleh Kepala Unit Kerja yang dibantu para anggota
yaitu OPD (Biro, Badan atau Dinas) Provinsi yang memiliki tugas dan fungsi
bersesuaian dengan tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah
Pusat, yaitu sebagai berikut:
a. Unit Kerja Pemerintahan oleh Asisten yang membidangi pemerintahan
b. Unit Kerja Keuangan oleh Asisten yang membidangi keuangan dan
pembangunan
c. Unit Kerja Hukum dan Organisasi oleh Asisten yang membidangi Organisasi
d. Unit Kerja Perencanaan oleh Bappeda Provinsi
e. Unit Kerja Pengawasan oleh Inspektorat Provinsi

10
LAMPIRAN A. UMUM

1. Apakah pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil


Pemerintah Pusat di Provinsi telah optimal atau belum dilihat dari aspek
sebagai berikut: Jelaskan
a. Tugas dan Wewenangnya
b. Kelembagaannya
c. SDM
d. Sarana dan prasarana
e. Pendanaannya

2. Jika ada, kendala apa yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas dan
wewenang Gubernur sebagai Waki Pemerintah Pusat? (kendala pada setiap
tugas maupun secara keseluruhan)

3. Rekomendasi dan masukan dalam mengatasi permasalahan sebagaimana


dimaksud pada angka 2 (rekomendasi dan masukan pada setiap tugas
maupun secara keseluruhan)

11
LAMPIRAN B. KHUSUS (UNIT KERJA BIDANG PEMERINTAHAN)

KUESIONER
PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG
GUBERNUR SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH PUSAT (GWPP)
OLEH
UNIT KERJA BIDANG PEMERINTAHAN (ASISTEN I)

DILAKSANAKAN OUTPUT
SUMBER (JUMLAH
TUGAS DAN WEWENANG GUBERNUR SEBAGAI RINCIAN KEGIATAN
NO. ANGGARAN DOKUMEN
WAKIL PEMERINTAH PUSAT YA TIDAK (Rapat, Dinas, dll)
APBN/APBD DAN/ATAU
DAERAH YANG
DIFASILITASI)
1 2 3 4 5 6 7
1 Memberikan persetujuan pembentukan Instansi
Vertikal di wilayah provinsi kecuali pembentukan
Instansi Vertikal untuk melaksanakan urusan
pemerintahan absolut dan pembentukan Instansi
Vertikal oleh kementerian yang nomenklaturnya
secara tegas disebutkan dalam Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2 Melantik Kepala Instansi Vertikal dari kementerian
dan lembaga pemerintah nonkementerian yang
ditugaskan di wilayah Daerah provinsi yang
bersangkutan kecuali untuk kepala Instansi
Vertikal yang melaksanakan urusan pemerintahan
absolut dan kepala Instansi Vertikal yang dibentuk
oleh kementerian yang nomenklatur secara tegas
disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945

12
3 Melantik Bupati/Wali Kota
4 Menyelesaikan perselisihan dalam penyelenggaraan
fungsi pemerintahan antar daerah Kabupaten/Kota
dalam 1 (satu) daerah Provinsi
5 Menerima pertanggungjawaban bupati/wali kota
dalam melaksanakan urusan pemerintahan umum
untuk diteruskan kepada Menteri
6 Mengevaluasi kinerja pelayanan publik yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah
kabupaten/kota
7 Memberikan usulan pemberhentian bupati/wali
kota kepada Menteri atas laporan dari DPRD
kabupaten/kota
8 Memberikan usulan penjabat bupati/wali kota
kepada Menteri apabila bupati/wali kota kota
diberhentikan sementara dan tidak ada wakil
bupati/wali kota
9 Memberikan usulan pemberhentian anggota DPRD
provinsi kepada Menteri dan pemberhentian
anggota DPRD kabupaten/kota atas usul pimpinan
DPRD kabupaten/kota
10 Menyampaian nama anggota DPRD provinsi yang
diberhentikan dan nama calon pengganti
antarwaktu kepada Menteri, serta rekomendasi
pengangkatan pengganti antarwaktu anggota DPRD
kabupaten/kota
11 Peresmian ketua, wakil ketua dan keanggotaan
DPRD kabupaten/kota
12 Menunjuk penjabat sekretaris daerah provinsi
untuk persetujuan Menteri dan persetujuan
penjabat sekretaris daerah kabupaten/kota yang
ditunjuk bupati/wali kota
13 Pengangkatan dan/atau pelantikan kepala
perangkat daerah kabupaten/kota yang ditolak

13
diangkat dan/atau dilantik oleh bupati/wali kota

14 Pemantauan dan evaluasi terhadap kerjasama yang


dilakukan Daerah kabupaten/kota dalam satu
provinsi
15 Melaksanakan fungsi lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan

14
LAMPIRAN B. KHUSUS (UNIT KERJA BIDANG KEUANGAN)

KUESIONER
PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG
GUBERNUR SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH PUSAT (GWPP)
OLEH
UNIT KERJA BIDANG KEUANGAN (ASISTEN II)

DILAKSANAKAN OUTPUT
(JUMLAH
SUMBER
TUGAS DAN WEWENANG GUBERNUR DOKUMEN RINCIAN KEGIATAN
NO. SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH PUSAT YA TIDAK ANGGARAN DAN/ATAU (Rapat, Dinas, dll)
APBN/APBD DAERAH YANG
DIFASILITASI)
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan evaluasi terhadap rancangan perda
kabupaten/kota tentang APBD, perubahan
APBD, pertanggungjawaban pelaksanaan
APBD, tata ruang daerah, pajak daerah dan
retribusi daerah sesuai peraturan perundang-
undangan
2 Memberikan rekomendasi atas usulan DAK
pada Daerah kabupaten/kota di wilayahnya
3 Memberdayakan dan memfasilitasi Daerah
kabupaten/kota
4 Melakukan fasilitasi khusus kepada
penyelenggaraan Pemerintah Daerah
kabupaten/kota yang telah dibina namun tidak
menunjukkan perbaikan kinerja yang ada di
wilayahnya

15
5 Melakukan pengendalian atas defisit APBD
kabupaten/kota dengan berdasarkan batas
maksimal defisit APBD dan batas maksimal
jumlah kumulatif pinjaman Daerah
6 Melaksanakan fungsi lain sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan

16
LAMPIRAN B. KHUSUS (UNIT KERJA BIDANG HUKUM DAN ORGANISASI)

KUESIONER
PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG
GUBERNUR SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH PUSAT (GWPP)
OLEH
UNIT KERJA BIDANG HUKUM DAN ORGANISASI (ASISTEN III)

DILAKSANAKAN OUTPUT
SUMBER (JUMLAH
TUGAS DAN WEWENANG GUBERNUR SEBAGAI ANGGARAN DOKUMEN RINCIAN KEGIATAN
NO. WAKIL PEMERINTAH PUSAT YA TIDAK APBN/APB DAN/ATAU (Rapat, Dinas, dll)
D DAERAH YANG
DIFASILITASI)
1 2 3 4 5 6 7
1 Membatalkan peraturan bupati/wali kota
2 Memberikan persetujuan terhadap rancangan perda
kabupaten/kota tentang pembentukan dan susunan
perangkat daerah kabupaten/kota
3 Melakukan pengawasan terhadap perda
kabupaten/kota
4 Pembinaan dan pengendalian penataan perangkat
daerah kabupaten/kota
5 Memberikan rekomendasi perda kabupaten/kota
tentang pembentukan kecamatan kepada Menteri
untuk mendapat persetujuan
6 Membatalkan keputusan bupati/wali kota tentang
pengangkatan camat yang tidak sesuai dengan
ketentuan
7 Memberikan nomor register terhadap raperda
kabupaten/kota yang diajukan oleh bupati/wali kota

17
8 Menyampaikan laporan perda kabupaten/kota yang
telah mendapat nomor register secara berkala kepada
Menteri
9 melaksanakan fungsi lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan

18
LAMPIRAN B. KHUSUS (UNIT KERJA BIDANG PERENCANAAN)

KUESIONER
PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG
GUBERNUR SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH PUSAT (GWPP)
OLEH
UNIT KERJA BIDANG PERENCANAAN (BAPPEDA)

DILAKSANAKAN OUTPUT
SUMBER (JUMLAH
TUGAS DAN WEWENANG GUBERNUR SEBAGAI RINCIAN KEGIATAN
NO. ANGGARAN DOKUMEN
WAKIL PEMERINTAH PUSAT YA TIDAK (Rapat, Dinas, dll)
APBN/APBD DAN/ATAU
DAERAH YANG
DIFASILITASI)
1 2 3 4 5 6 7
1 Menyelarasan perencanaan pembangunan antar
Daerah kabupaten/kota dan antara Daerah provinsi
dan Daerah kabupaten/kota di wilayahnya
2 Mengoordinasikan kegiatan pemerintahan dan
pembangunan antara Daerah provinsi dan Daerah
kabupaten/kota dan antar Daerah kabupaten/kota
yang ada di wilayahnya
3 Melakukan evaluasi terhadap rancangan perda
kabupaten/kota tentang RPJPD dan RPJMD
4 Mengoordinasikan pembinaan dan pengawasan
penyelenggaraan tugas pembantuan di daerah
Kabupaten/Kota
5 Mengoordinasikan pelaksanaan pembangunan
kawasan perbatasan berdasarkan pedoman yang
ditetapkan oleh Pemerintah Pusat

19
6 Mengoordinasikan teknis pembangunan antara
Daerah provinsi dan Daerah kabupaten/kota dan
antar Daerah kabupaten/kota lingkup Daerah
provinsi
7 Melaksanakan fungsi lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan

Pembinaan dan Pengawasan Tugas Pembantuan di Kabupaten/Kota


No Kementerian Dasar Program, Kegiatan, Lokasi OPD Alokasi Realisasi (%) Realisasi Capaian (%) Keterangan
/LPNK Penugasan Output dan Pelaksana Anggaran Anggaran Kegiatan
(TP) Rincian Kegiatan

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)

KETERANGAN:
Kolom (1) diisi nomor urut
Kolom (2) diisi Kementerian/LPNK yang memberikan penugasan
Kolom (3) diisi Peraturan Menteri/Kepala LPNK (dasar pelaksanaan TP)
Kolom (4) diisi nama program, kegiatan, output dan kegiatan TP sesuai Juklak/Juknis
Kolom (5) diisi daerah Kabupaten/Kota kegiatan TP
Kolom (6) diisi OPD Kabupaten/Kota pelaksana TP

20
Kolom (7) diisi jumlah anggaran TP sesuai Juklak/Juknis
Kolom (8) diisi realisasi anggaran
Kolom (9) diisi prosentase realisasi anggaran
Kolom (10) diisi realisasi capaian kegiatan
Kolom (11) diisi prosentase realisasi capaian kegiatan
Kolom (12) diisi hambatan, saran dan masukan

21
LAMPIRAN B. KHUSUS (UNIT KERJA BIDANG PENGAWASAN)

KUESIONER
PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG
GUBERNUR SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH PUSAT (GWPP)
OLEH
UNIT KERJA BIDANG PENGAWASAN (INSPEKTORAT)

DILAKSANAKAN OUTPUT
SUMBER (JUMLAH
TUGAS DAN WEWENANG GUBERNUR SEBAGAI RINCIAN KEGIATAN
NO. ANGGARAN DOKUMEN
WAKIL PEMERINTAH PUSAT YA TIDAK (Rapat, Dinas, dll)
APBN/APBD DAN/ATAU
DAERAH YANG
DIFASILITASI)
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi
terhadap penyelenggaraan pemerintahan
kabupaten/kota yang ada diwilayahnya
Binwas Teknis : pelaksanaan 32 urusan
pemerintahan di Kabupaten/Kota berdasarkan SPM
dan NSPK
Binwas Umum : pelaksanaan 32 urusan
pemerintahan di Kabupaten/Kota berdasarkan
aspek pembagian urusan, kelembagaan,
kepegawaian dan penganggaran
2 Memberikan penghargaan atau sanksi kepada
bupati/wali kota terkait dengan penyelenggaraan
pemerintahan daerah
3 Pemberian sanksi:
Memberikan sanksi administrasi berupa teguran
tertulis kepada bupati/wali kota yang tidak

22
menyampaikan laporan penyelenggaraan
pemerintahan daerah
Memberikan teguran dan sanksi tertulis kepada
bupati/wali kota atas laporan DPRD terkait tidak
diterimanya penjelasan kepala daerah terhadap
penggunaan hak interpelasi
Memberikan sanksi kepada penyelenggara
pemerintahan daerah kabupaten/kota yang masih
memberlakukan perda yang telah dibatalkan
Memberikan sanksi kepada bupati/wali kota yang
tidak menyebarluaskan perda dan perkada yang
telah diundangkan
Memberikan sanksi administrasi berupa teguran
tertulis kepada bupati/wali kota yang tidak
mengumumkan informasi tentang pelayanan publik
Memberikan sanksi administratif kepada bupati/wali
kota yang tidak memberikan pelayanan perizinan
Memberikan sanksi administratif kepada bupati/wali
kota yang tidak melaksanakan program strategis
nasional
Memberikan sanksi administratif kepada bupati/wali
kota yang tidak mengumumkan informasi
pembangunan daerah dan informasi keuangan
daerah
4 Melaksanakan fungsi lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan

23
24