Anda di halaman 1dari 2

Seminar dan Workshop

“Nursepreneurship: Praktek Mandiri Keperawatan di Era Revolusi Industri 4.0”

Dasar Pemikiran

Revolusi industri 4.0 merupakan tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi
dengan teknologi cyber. Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan
pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan
komputasi kognitif. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi,
dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi
cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mendorong para perawat meningkatkan daya saing dalam
menyongsong era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu upaya yang didorong ialah
pengelolaan praktik keperawatan mandiri. Namun, upaya ini belum banyak dijalankan para perawat di
Indonesia.

Lemahnya peningkatan pembukaan praktik perawat mandiri didasarkan pada belum beraninya perawat
dalam membuka praktik mandiri. Selain itu, pemahaman tentang prosedur dan aspek legal dalam
membuka praktik keperawatan mandiri. Padahal praktik keperawatan mandiri telah dilindungi Undang-
undang, yaitu UU No. 38 Tahun 2014. Dalam UU tersebut disebutkan praktik keperawatan adalah
pelayanan yang diselenggarakan perawat dalam bentuk asuhan keperawatan, dimana asuhan
keperawatan merupakan rangkaian interaksi perawat dengan klien dan lingkungannya untuk mencapai
tujuan pemenuhan kebutuhan dan kemandirian klien dalam merawat dirinya.

Di era revolusi industri 4.0 mulai banyak bermunculan startup teknologi kesehatan, hal ini kedepannya
akan menjadi hambatan besar bagi para perawat yang masih membuka praktek mandiri keperawatan
dengan sistem yang konvensional. Dimana arus informasi dan kebutuhan pelayanan sudah dilakukan
dengan sistem teknologi yang terdepan. Maka, pendampingan dan penguatan teknologi pelayanan untuk
mendukung praktek mandiri keperawatan di Indonesia dibutuhkan untuk mengintegrasikan semua sistem
pelayanan agar lebih paripurna.

Selain teknologi, konsep enterprenur untuk perawat perlu ditumbuhkan. Hal ini berdasarkan pada
kepemilikan surat ijin praktek perawat (SIPP) yang dapat digunakan maksimal di dua tempat pelayanan
kesehatan. Perawat yang sudah bekerja di rumah sakit ini masih ada kesempatan untuk menggunakan
SIPP-nya untuk keperluan praktek mandiri di rumah. Oleh karena itu, selain mereka memiliki penghasilan
dari bekerja di rumah sakit. Mereka juga mendapatkan penghasilan dari praktek mandiri yang dijalankan
dirumahnya masing-masing. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan perawat maupun
meningkatkan akses layanan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Nama Kegiatan

Seminar dan Workshop “Nursepreneurship: Praktek Mandiri Keperawatan di Era Revolusi Industri 4.0”

Tujuan

 Melakukan sosialisasi tentang praktek mandiri keperawatan


 Memberikan pengetahuan tentang aspek legal praktek mandiri keperawatan
 Memotivasi perawat untuk membuka praktek mandiri keperawatan
 Mensosialisasikan tantangan pelayanan kesehatan di industri 4.0
 Memberikan penjelasan tentang teknologi kesehatan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung
akses pelayanan praktek mandiri keperawatan
 Melatih penggunaan sistem informasi manajemen kesehatan untuk praktek mandiri keperawatan

Waktu dan Tempat

Waktu :

Jam :

Tempat :

Pemateri

 Pemateri dari pemerintah pembuat kebijakan (Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota/Provinsi)


 Pemateri dari Organisasi Profesi (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)
 Pemateri dari Kementrian Komunikasi dan Informatika
 Praktisi Startup Healthtech (CEO KlinikGo dan CEO Prosehat)

Peserta

 Praktisi Perawat
 Dosen Keperawatan
 Mahasiswa

Fasilitas Peserta

 Sertifikat
 Seminar Kit
 Snack