Anda di halaman 1dari 15

RENCANA KONTIJENSI

BIDANG KESEHATAN

PENANGGULANGAN GEMPA BUMI


DI KABUPATEN SOLOK
TAHUN 2012

DINAS KESEHATAN KABUPATEN SOLOK


TAHUN 2012

1
Kata Pengantar

Ancaman bencana adalah suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana
(pasal 1 UU No.24/2007 tentang Penanggulangan Bencana). Definisi yang lain, ancaman
merupakan gejala, peristiwa dan kejadian, atau kegiatan manusia yang berpotensi
menyebabkan kematian, luka-luka, kecacatan pada manusia, kesusahan harta benda, kehidupan
sosial dan kerusakan lingkungan. Sesuai dengan Undang-Undang RI No. 24 Tahun 2007,
bahwa Penanggulangan Bencana bertujuan untuk :
a. Memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana;
b. Menyelaraskan peraturan perundang-undangan yang sudah ada;
c. Menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu,
terkoordinasi dan menyeluruh;
d. Menghargai budaya lokal;
e. Membangun partisipasi dan kemitraan publik serta swasta;
f. Mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawanan serta;
g. Menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pemerintah Kabupaten Solok, mempunyai kewajiban untuk menyusun suatu rencana


penanggulangan bencana yang bisa dipakai dan dipahami oleh semua pemangku kepentingan.
Penyusunan Perencanaan Kontijensi Penanggulangan Bencana Gempa, merupakan komitmen
kita untuk mewujudkan suatu perencanaan yang baik. Perencanaan yang baik adalah
perencanaan yang menyeluruh dan dapat menyeimbangkan isu-isu penting. Untuk itu perlu
dilakukan inventarisasi sumber daya yang dimiliki oleh semua pihak.

Satu yang mendasar dan sangat diperlukan dalam strategi penanggulangan bencana
adalah adanya dokumen perencanaan kontijensi yang dapat digunakan sebagai pedoman pada
saat terjadi bencana (saat darurat) bagi para pemangku kepentingan penanggulangan bencana.
Pada saat tanggap darurat semua sumber daya yang ada di Kabupaten Pasaman Barat dapat
dimobilisasi untuk memberikan perlindungan serta penyelamatan bagi masyarakat yang
terkena dampak bencana

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sebagaimana kita ketahui Kabupaten Solok mempunyai tofografi daerah sangat
bervariasi antara dataran rendah, lembah dan berbukit-bukit bahkan memiliki satu buah
gunung aktif yaitu Gunung Talang dan memiiki 5 buah danau yaitu : Danau Singkarak,
Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Talang dan Danau Kaciek serta 2 buah sungai yang
besar yaitu Sungai Batang Hari dan Batang Lembang. Luas wilayah Kabupaten Solok
3.738 Km², mempunyai penduduk sebanyak 342.940 jiwa. Terdiri dari 14 Kecamatan, 74
Nagari dan 410 Jorong, Dengan batas wilayah sebagai berikut :
a. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Tanah Datar
b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Solok Selatan
c. Sebelah Barat berbatasan dengan Kota Padang
d. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sijunjung
Gambaran wilayah dapat dilihat pada peta wilayah Kabupaten Solok sebagai berikut :

3
Jumlah penduduk Solok sebesar 334.868 jiwa yang terdiri dari 7.046 jiwa Bayi
dan 8038 bumil.Wilayah Kabupaten Solok terdiri atas 14 kecamatan, 74 Nagari, 410
Jorong,

Kita dapat belajar banyak dari Gempa tahun 2009 yang lalu, bagaimana cara
menyikapi kegiatan sebelum terjadi gempa, kegiatan saat terjadi gempa dan kegiatan
setelah terjadi gempa. Pengalaman itu kita ambil hikmahnya, sehingga diawali
dengan Penyusunan Rencana Kontijensi ini, kita mempunyai wadah untuk
menyatukan kekuatan-kekuatan, menjembatani komunikasi antar pelaku dalam
melaksanakan kegiatan pengurangan risiko bencana secara efektif, efisien dan terpadu.
Dengan harapan dapat menciptakan aparat penanggulangan bencana dan masyarakat
yang memiliki ketangguhan dalam rangka menghadapi dan mengurangi resikio
bencana Gempa.
.
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN

A. TUJUAN
Dokumen rencana kontijensi ini disusun sebagai landasan operasional, strategi dan
pedoman dalam penanganan bencana pada saat tanggap darurat, yang melibatkan
para pemangku kepentingan, sehingga pelaksanaannya lebih jelas, terkoordinasi dan
terpadu.
Adapun tujuan penyusunan Rencana Kontijensi ini adalah :
1. Memberikan pemahaman bagi para pemangku kepentingan mengenai upaya-
upaya Penanggulangan Bencana saat terjadi kedaruratan;
2. Meningkatkan upaya Penanggulangan Bencana saat terjadi kedaruratan bagi
para pemangku kepentingan secara maksimal.

B. RUANG LINGKUP

Rencana Kontijensi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di Kabupaten


Solok, merupakan dokumen daerah yang memuat tentang kebijakan, strategi,
manajemen, upaya-upaya dan aspek koordinasi dalam penanggulangan bencana
gempa dan bencana lainnya saat terjadi bencana (Darurat)
BAB III
KEBIJAKAN UMUM

1. Potensi Bencana Gempa

Melihat pengalaman Gempa yang terjadi pada tanggal 30 September tahun


2009 potensi bencana Kabupaten Solok termasuk daerah yang rawan bencana
gempa yaitu

2. Skenario Kejadian.

Terjadi gempa pada tanggal 29 Oktober 20xx di wilayah Kabupaten Solok dengan
kekuatan 7,6 SR pada 17.00 WIB, dengan pusat Gempa berada pada Patahan
Sumatera Barat. Daerah yang terkena terkena dampak dari gempa bumi tersebut
sebanyak 4 kecamatan yaitu Kecamatan X Koto Diatas, IX Koto Singakarak,
Kubung, Junjung Sirih dan Bukit Sundi.
Dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut mengakibatkan penduduk
meninggal sebanyak 11 orang, luka berat sebanyak 20 orang, luka ringan sebanyak
43 orang, sarana dan prasarana serta fasilitas atau asset yang mengalami kerusakan
terdiri dari Puskesmas yang rusak berat sebanyak 2 puskesmas, 4 unit puskesmas
pembantu dan 11 unit Polindes, sedangkan rusak sedang dan ringan puskesmas
sebanyak 5 unit, Puskesmas Pembantu (Pustu) sebanyak 4 unit, dan 10 unit polindes.
Kerusakan rumah penduduk yaitu rusak berat sebanyak 74 unit berat dan 115 rusak
sedang dan ringan. Sektor ekonomi yang terkena dampak gempak mengalami
kemacetan. Sarana transportasi jembatan mengalami rusak berat sebanyak 26 unit.,
kerusakan lingkungan dilihat dari banyak puing – puing berserakan serta banyaknya
tumpukan sampah dan sektor pemerintah masih dapat berjalan.
Jumlah pengungsi sebanyak 1.000 orang, tempat pengungsian yang
disiapkan Lapangan sepak bola yang ada di Kecamatan Kecamatan X Koto Diatas,
IX Koto Singakarak, Kubung, Junjung Sirih dan Bukit Sundi.
3. KEBIJAKAN DAN STRATEGI

Dalam rangka penanganan terhadap korban yang timbul akibat gempa bumi maka
perlu diambil beberapa kebijakan agar semua korban dapat segera tertolong dan
berbagai fasilitas dan infrastruktur dapat diperbaiki sehingga nantinya semua
aktifitas masyarakat dapat berjalan normal kembali.
Beberapa kebijakan penting yang harus diambil adalah :
1. Mengerahkan semua sumber daya bidang kesehatan yang ada untuk dapat
dipergunakan dalam penanggulangan bencana gempa bumi.
2. Mengaktifkan semua tim penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana.
3. Memastikan semua korban manusia mendapat pelayanan kesehatan.
4. Memantau dan melaporkan kerugian di bidang kesehatan yang ditimbulkan
oleh bencana gempa bumi.
5. Menyiapkan dan menunjuk RSUD Aro suka dan RSU Solok sebagai pusat
rujukan korban bencana gempa bumi.
6. Menyediakan logistik medis dan non medis

Adapun untuk merealisasikan kebijakan yang telah ditetapkan diatas, maka perlu
dioperasionalkan dalam beberapa strategi yaitu :
1. Menegakkan posko kesehatan utama sebagai fungsi pelayanan dan koordinasi.
2. Mendistribusikan petugas TRC dan RHA ke daerah bencana gempa bumi.
3. Distribusi alat medis dan obat sesuai dengan kebutuhan
4. Melaksanakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan prosedur tetap
5. Melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi.
6. Menginventarisir semua kerugian/korban yang ditimbulkan oleh bencana gempa
bumi tersebut
7. Menyediakan mobilisasi korban antara lain Ambulans, tenaga medis/ Para
medis, obat – obatan, tenda dan Logistik
8. Memberikan laporan pertanggung jawaban tugas yang diberikan
9. Mengevaluasi seluruh pelaksanaan kegiatan yang sudah dilaksaan serta tindak
lanjut yang direncanakan.
BAB IV
URAIAN KEGIATAN

a. Kegiatan
BIAYA
N KEGIATAN PELAKU WAKTU
O
1. Memberangkatkan Tim TRC Dinas Kesehatan dan Tgl 29 Okt 20xx 4.000.000
dan RHA ke dareah bencana Puskesmas
2 Distribusi Logistik Dinas Kesehatan Tgl 29 Oktober 20xx

3 Mendirikan Posko Kesehatan Dinas Kesehatan / Tgl 29 Okt 20xx 2.000.000


Puskesmas
4 Briefing lapangan Dinas Kesehatan Tgl 30 Okt 20xx

5 Melaksanakan Evakuasi & Tim TRC Tgl 30 s/d 7 Nov 20xx 12.000.000
pelayanan kesehatan
6 Melaksanakan investigasi & Tim RHA Tgl 30 s/d 5 Nov 20xx 2.000.000
pengumpulan data
7 Menerima dan menyampaikan Sekretariat Posko Setiap hari 1.500.000
informasi tentang (Ketua Posko)
8 pertkembangan
Mobilisasi situasi
rujukan korban Tim TRC Puskesmas Tgl 30 s/d 31 Okt 3.000.000

9 bencana
Mengkoordinasikan kegiatan Sekretariat Posko Setiap hari
lintas program (Ketua Posko)
10 Membuat laporan menyeluruh Sekretariat Posko Setiap hari 1.000.000
bidang kesehatan (Ketua Posko)
11 Promosi Kesehatan Promosi Dinkes Tgl 4 Nov 20xx 1.600.000

12 Inspeksi Sanitasi Sanitarian Puskesmas Tgl 31 Okt 20xx 500.000

b. Proyeksi Kebutuhan
Sektor Pos Komando (Posko)
a. Situasi :

Diperkirakan akan ada penduduk yang meninggal dunia, menderita luka


bakar, penyakit ISPA, Conjuctivitis, Diare dan kejadian luar biasa selama
pengungsian. Di samping itu juga akan mengakibatkan rusaknya sarana dan
prasarana pelayanan kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan
secara optimal.

b. Sasaran
 Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi pengungsi
 Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi korban
 Terlaksananya rujukan kesehatan secara optimal

Uraian Kebutuhan
Koordinator : Pos Komando Sektor Kesehatan

Jml yg Per
No Jenis Keterangan atau
Satuan dibutuh sedi Lokasi Fungsi
. Kebutuhan rasio kecukupan
kan aan
1 2 3 4 5 6 7 8
Assesment,
olah data,
Untuk 4 posko
manajemen
Olah Data 8 org,
administras
Pengurus Logistik
Oran Poskes i,
1. Personil 48 48 16 org
g bencana manajemen
Sekretariat 8 orang
distribusi
Yankes 24 org
bantuan
” Sangat Cukup ”
Sekretariat
Pos Kes
Tersedia 2 unit,
6
2 Tenda buah 12 2 rasio
Posko
tdk mencukupi
Tersedia 9 unit,
Ambulance 2/Posk
3 buah 12 9 rasio tdk Mobilisasi
/ Puskel o
mencukupi
Tersedia 30 unit,
1/Posk
4 Bed Unit 60 30 rasio sangat Yankes
o
mencukupi
2/posk Tdk Tersedia, rasio
5 Tandu Unit 24 9 Yankes
o tdk mencukupi
Ambulance 2/posk Tdk Tersedia, rasio
5. Unit 12 0 Yankes
Kit o tdk mencukupi
Tersedia 4 unit,
Obat 1/posk
6 Paket 12 4 rasio sangat Yankes
Obatan o
mencukupi
Tersedia 30 unit,
Kantong 1/May Cover
7 Buah 2 30 rasio sangat
Mayat at Mayat
mencukupi
1/posk Tdk Tersedia, rasio Peneranga
8 Genset Buah 4 0
o tdk mencukupi n
Sanitarian 1/posk Tdk Tersedia, rasio Inspeksi
9 Set 4 0
Kit o tdk mencukupi Sanitasi
1/posk Tdk Tersedia, rasio Yankes
10 Bidan Kit Set 4 4
o tdk mencukupi KIA
Tersedia 4 unit,
Kursi 4/posk Perlengkap
11. Buah 20 20 rasio sangat
Lapangan o an
mencukupi
Tersedia 4 unit,
1/posk
12. Papan Data Buah 4 4 rasio sangat Saji Data
o
mencukupi
1/posk Tdk Tersedia, rasio Komunikas
13 HT Buah 4 0
o tdk mencukupi i
BAB V
KEBUTUHAN PRA BENCANA

Rencana Kontijensi di gunakan sewaktu terjadi darurat bencana yang mungkin saja
tidak terjadi selama tahun 2012. Kontijensi di buat untuk selama tahun 2012, selanjutnya
akan di evaluasi untuk tahun 2013. Menyikapi Bencana yang tidak dapat di prediksi secara
tepat dan untuk segera mempersiapkan sarana kesehatan yang tepat dan tepat. Maka perlu
di segerakan kebutuhan sarana untuk mengoptimalkan penanggulangan bencana gempa di
tahun – tahun yang akan datang. Kebutuhan yang perlu disegerakan sebagai berikut :
Jml yg Per
No Jenis Keterangan atau
Satuan dibutuh sedi Lokasi Fungsi
. Kebutuhan rasio kecukupan
kan aan
1 2 3 4 5 6 7 8
Pelatihan
dan
Kesiapsiag
Simulasi Dinkes
aan dan
1. Penanggula Paket 5 - BPBD
Mitigasi
ngan bencana
Bencana
Bencana di
Kecamatan
Tersedia 2 unit,
6
2 Tenda buah 12 2 rasio
Posko
tdk mencukupi
2/posk Tdk Tersedia, rasio
3 Tandu Unit 24 9 Yankes
o tdk mencukupi
Ambulance 2/posk Tdk Tersedia, rasio
4 Unit 12 0 Yankes
Kit o tdk mencukupi
1/posk Tdk Tersedia, rasio Komunikas
5 HT Buah 4 0
o tdk mencukupi i
BAB VI
EVALUASI

Evaluasi rencana kontijensi dimaksudkan untuk melihat secara komprehensif


dukungan sumber daya yang ada untuk menangggulangi dampak bencana dibandingkan
jumlah masyarakat yang terancam bencana gempa bumi di Kabupaten Solok. Perhitungan
yang dilakukan didasarkan pada beberapa prioritas kebutuhan mendasar agar
penanggulangan bencana bidang kesehatan dapat berjalan normal.
BAB VII
PEMANTAUAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT

1. Hasil Rencana Kontinjensi ini akan dilaporkan kepada Kepala Dinas Kesehatan
Kabuapten Solok dengan harapan mendapat persetujuan dan ditandatanganinya
Rencana kontinjensi tersebut.
2. Rencana Kontijensi ini akan dipakai sebagai acuan apabila terjadi gempa bumi.
3. Melakukan sosialisasi pada tim bencana sehubungan dengan rencana kontinjensi
yang telah dibuat
4. Apabila terjadi bencana gempa bumi, segera saat itu juga rencana kontijensi
ditetapkan menjadi rencana operasi tanggap darurat yang disesuaikan dengan
kejadian.
BAB VIII.
PENUTUP

Demikianlah Dokumen Rencana Kontinjensi bidang kesehatan ini dibuat sebagai


pedoman dan langkah awal untuk pelaksanaan penanggulangan gempa di Kabupaten Solok,
mudah-mudahan dengan harapan pelaksanaan penanggulangan gempa di Kabupaten Solok
dapat berjalan sebaagaimana mestinya.

Aro Suka, 3 Februari 2012


KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN SOLOK

= Dr.MIRSAL B. M.Epid =
NIP. 195902061987011001