Anda di halaman 1dari 4

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pada tanggal 12 juni 2019 telah dilaksanakan penyuluhan usia aman untuk

hamil di Posyandu Melati Puskesmas Teluk Tiram dengan jumlah peserta 21

orang. Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan peserta mengenai usia aman

untuk hamil yang bermakna secara statistik sebelum dan setelah penyuluhan

diberikan.

B. SARAN
1. Bagi Puskesmas

 Merutinkan acara penyuluhan tentang usia aman untuk hamil, kehamilan

berisiko dan tanda bahaya saat kehamilan, persalinan, dan masa nifas.

 Memaksimalkan sarana dan prasarana yang terdapat di puskesmas untuk

promosi kesehatan, seperti membuat berbagai leaflet inovatif yang dapat

meningkatkan pengetahuan Ibu hamil tentang kehamilannya dan risiko-

risikonya.

 Melakukan pembekalan khusus kepada kader posyandu atau tokoh

masyarakat mengenai usia aman untuk hamil dan kehamilan beresiko.

 Melakukan acara penyuluhan tentang Program Keluarga Berencana (KB)

sebagai salah satu upaya pencegahan kehamilan beresiko.

30
2. Bagi Dinas Kesehatan

 Pembuatan media promosi kesehatan seperti buku atau video resmi

mengenai resiko tinggi kehamilan dan usia aman untuk hamil serta

komplikasi yang dapat terjadi, kemudian dibagikan ke masing-masing

puskesmas.

 Menggunakan media broadcasting siaran televisi lokal dengan cara bekerja

sama dengan dinkes tingkat provinsi.

31
DAFTAR PUSTAKA

1. World Health Organization. Maternal Mortality [cited on June 1th 2019].

Available on: https://www.who.int/news-room/factsheets/detail/maternal-

mortality)

2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia

Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2018.

3. Puti SH, Dwi H, Ika D, dkk. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap

Risiko Kehamilan “4 terlalu (4-t)” pada Wanita Usia 10-59 Tahun (Analisis

Riskesdas 2010). Media Litbangkes. Jakarta. 2014: 24(3); 143 – 152.

4. Pancaningtyas EW, Suharni. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Faktor

Resiko Kehamilan Dengan Keteraturan ANC pada Ibu Hamil di Puskesmas

Ngampillan Yogyakarta. Jurnal STIKES Aisyiyah. Yogyakarta. 2009.

5. Syahda S. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Risiko

Tinggi Dalam Kehamilan Dengan Kejadian Risiko Tinggi Dalam Kehamilan

di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Jurnal Doppler Universitas Pahlawan

Tuanku Tambusai. Riau. 2018: 2(2); 54-61.

6. Sibuea MD, Hermie MM, Freddy W. Persalinan Pada Usia >=35 Tahun di

RSU. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal e-Biomedik (eBM). Manado.

2013: 1(1); 484-489.

7. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat

Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA). Jakarta: Dirjen Kesehatan Masyarakat

dan Dirjen Kesehatan Ibu, 2010.

8. Notoatmodjo, Soekidjo. Ilmu Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010

32
9. Mubarak dkk. Promosi kesehatan. Jakarta Graha Media; 2007

10. Notoatmodjo, Soekidjo. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka


Cipta; 2007

11. Notoatmodjo, Soekidjo. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka

Cipta; 2003

12. Perangin-angin M. Efektifitas promosi kesehatan dengan media vidio dan

booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu

Dini (IMD) dan ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Stabat Kabupaten

Langkat Tahun 2013 (Abstrak). 2013

33