Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM KLINIK
PERALATAN LABORATORIUM KLINIK I
PH METER

Dosen Pembimbing:
Hj. Her Gumiwang Ariswati, ST, MT
Dyah Titisari, ST, M.Eng
Wahyu Prihastono, SST

Disusun oleh :
Kelompok 1
1. Nila Nurmala Apriana (P27838117022)
2. Annastadia Afifah (P27838117024)
3. Hilda Rifky Sulistyo Wibowo (P27838117027)
4. Rifqi Ananda Agustian (P27838117028)
2B2

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK

TAHUN AJARAN 2018/2019


1.Landasan Teori

1.1 Teori pH Meter


PH meter merupakan sebuah alat elektronik yang berfungsi untuk mengukur
pH (derajat keasaman atau kebasaan) suatu cairan (ada elektroda khusus yang
berfungsi untuk mengukur pH bahan-bahan semi-padat). Sebuah pH meter terdiri dari
sebuah elektroda (probe pengukur) yang terhubung ke sebuah alat elektronik yang
mengukur dan menampilkan nilai pH. Prinsip kerja dari alat ini yaitu semakin banyak
elektron pada sampel maka akan semakin bernilai asam begitu pun sebaliknya, karena
batang pada pH meter berisi larutan elektrolit lemah. pH meter banyak digunakan
dalam analisis kimia kuantitatif.
Untuk pengukuran yang sangat presisi dan tepat, pH meter harus dikalibrasi
setiap sebelum dan sesudah melakukan pengukuran. Untuk penggunaan normal
kalibrasi harus dilakukan setiap hari. Alasan melakukan hal ini adalah probe kaca
elektroda tidak diproduksi e.m.f. dalam jangka waktu lama. Kalibrasi harus dilakukan
setidaknya dengan dua macam cairan standard buffer yang sesuai dengan rentang nilai
pH yang akan diukur. Untuk penggunaan umum buffer pH 4 dan pH 10
diperbolehkan. pH meter memiliki pengontrol pertama (kalibrasi) untuk mengatur
pembacaan pengukuran agar sama dengan nilai standard buffer pertama dan
pengontrol kedua (slope) yang digunakan menyetel pembacaan meter sama dengan
nilai buffer kedua Pengontrol ketiga untuk men-set temperatur
Sebagaimana alat yang lain, untuk mendapatkan hasil pengukuran yang baik,
maka diperlukan perawatan dan kalibrasi pH meter. Pada penggunaan pH meter,
kalibrasi alat harus diperhatikan sebelum dilakukan pengukuran, Seperti diketahui
prinsip utama pH meter adalah pengukuran arus listrik yang tercatat pada sensor pH
akibat suasana ionik di larutan, Stabilitas senisor harus selalu dijaga dan caranya
adalah dengan kalibrasi alat. Kalibrasi terhadap pHmeter dilakukan dengan Larutan
buffer standar pH 4,01 7,00 10,01

Gambar 1.1 pH Meter


1.2 Konsep Dasar pH
Elektroda pH secara ideal berperilaku sebagai sel elektrokimia dan bereaksi
terhadap konsentrasi ion [H]. Ini menghasilkan gaya gerak listrik (EMF), menurut
hukum Nernst, dihitung menggunakan persamaan berikut:

E= Eo+ ln. ᵅ (H+)

Keterangan:
E= Tegangan elektroda ukur
Eo= Tegangan elektroda referensi
T= suhu
R= Konstanta polaritas
F= konstanta faraday
N= jumlah mol electron yang ditransfer oleh reaksi sel

Mengingat bahwa:

pH = - ln. ᵅ(H+), konsentrasi ion yang efektif (Aktivitas)


Jika n = 1, persamaan kemudian ditulis ulang sebagai:

E= Eo - pH

E= Eo - pH

pH =
1.3 Bagian dan Fungsi pH Meter

Gagang

Gelas Kimia
Layar PH
Meter

Tombol
Fungsi

Gambar 1.2 Bagian-bagian pH Meter

Berikut bagian-bagian pH meter, anda dapat memperhatikan pada gambar diatas :


1. Layar pH meter berfungsi untuk menampilkan hasil pengukuran/pembacaan
dari pH. Selain pH, juga ditampilkan suhu dari sampel dan jam analisa.
2. Tombol fungsi ini ada beberapa macam berfungsi untuk mengatur/membuka
menu dari pH meter.
3. Gagang berfungsi untuk sebagai tempat bersandar probe pH meter.
4. Gelas kimia untuk perendaman probe pH meter. Probe harus tetap direndam
agar tetap sensitif terhadap sampel dan tidak mengalami kekeringan, ini akan
menyebabkan probe/elektrode rusak.

1.4 Prinsip Kerja pH Meter


Prinsip kerja pH meter adalah didasarkan pada potensial elektro kimia yang
terjadi antara larutan yang terdapat di dalam elektroda gelas yang telah diketahui
dengan larutan yang terdapat di luar elektroda gelas yang tidak diketahui. Hal ini
dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi dengan ion hidrogen
yang ukurannya relatif kecil dan aktif. Elektroda gelas tersebut akan mengukur
potensial elektrokimia dari ion hidrogen atau di istilahkan dengan potential of
hidrogen. Untuk melengkapi sirkuit elektrik dibutuhkan suatu elektroda pembanding.
Sebagai catatan, alat tersebut tidak mengukur arus tetapi hanya mengukur tegangan.
Skema elektroda pH meter akan mengukur potensial listrik antara Merkuri
Klorid (HgCl) pada elektroda pembanding dan potassium chloride (KCl) yang
merupakan larutan didalam gelas elektroda serta petensial antara larutan dan elektroda
perak. Tetapi potensial antarasampel yang tidak diketahui dengan elektroda gelas
dapat berubah tergantung sampelnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan kalibrasi
dengan menggunakan larutan yang equivalent yang lainnya untuk menetapkan nilai
pH.
Elektroda pembanding calomel terdiri dari tabung gelas yang berisi potassium
kloride (KCl) yang merupakan elektrolit yang berinteraksi dengan HgCl diujung
larutan KCl. Tabung gelas ini mudah pecah sehingga untuk menghubungkannya
digunakan keramik berpori atau bahan sejenisnya. Elektroda semacam ini tidak
mudah terkontaminasi oleh logam dan unsure natrium.Elektroda gelas terdiri dari
tabung kaca yang kokoh dan tersambung dengan gelembung kacayang tipis. Di
dalamnnya terdapat larutan KCl yang buffer ph 7. Elektroda perak yang ujungnya
merupakan perak kloride (AgCl2) dihubungkan ke dalam larutan tersebut. Untuk
meminimalisir pengaruh elektrik yang tidak diinginkan, alat tersebut dilindungi oleh
suatu lapisan kertas pelindung yang biasanya terdapat di bagian dalam elektroda gelas.
Pada kebanyakan pH meter modern sudah dilengkapi dengan thermistor temperature,
yakni suatu alat untuk mengkoreksi pengaruh temperature. Antara elektroda
pembanding dengan elektroda gelas sudah disusun dalam satu kesatuan.

2.Kompetensi
2.1 Penyimpanan dan Penempatan
Penempatan atau safety:
1. Ketika tidak dipakai, elektroda terutama bagian gelembung gelasnya harus selalu
berada pada keadaan lembab. Oleh karena itu penyimpanan elektroda disarankan
selalu direndam dengan menggunkan air DI. Penyimpanan pada posisi kering akan
menyebabkan membrane gelas yang terdapat pada gelembung elektroda akan
mudah rusak dan pembacaannya tidak akurat.
2. Ketika disimpan, pH meter tidak boleh berada pada suhu ruangan yang panas
karena akan menyebabkan sensor suhu pada alat cepat rusak.
2.2 Instalasi
Ph meter menggunakan listrik dengan ketentuan:
- Power = single phase voltage : 110 v or 220 -230 v frekuensi; 50-60 Hz
- Ada juga Ph meter yang menggunakan batrai

2.3 Maintenance
a) Pemeliharaan pada body pH meter
Frekuensi setiap enam bulan :
1. Periksa bagian luar dari pH meter dan evaluasi kondisi fisik. Pastikan
kebersihan penutup dan setelan mereka.
2. Uji kabel konektornya dan system dari konektornya. Cek bahwa mereka dalam
keadaan baik dan bersih.
3. Periksa perlengkapan kontrolnya. Pastikan bahwa mereka dalam kondisi baik
dan telah aktif tanpa adanya kesulitan.
4. Periksa meteran dalam kondisibaik. Untuk melakukan ini pastikan bahwa alat
telah terlepas dari jala2 listik. Atur jarum indikator ke nol menggunakan mur
dari peralatan yang secara umum ditemukan di bawah poros dari ujung
indikator. Jika peralatan tersebut mempunyai layar indikator, cek apakah
berfungsi dengan normal.
5. Pastikan bahwa indikator (gelembung/dioda) beroperasi dengan normal.
6. Pastikan bahwa elektroda dalam keadaan membawa lengan. Periksa bahwa
pelengkap elektoda dan pemasangan mekanik untuk mencegah elektroda
lepas.
7. Cek baterai (jika dapat dipakai) ganti jika perlu.
8. Uji fungsinya dengan mengukur pH dari larutan yang diketahui.
9. Periksa koneksi ground dan cek arus yang keluar.
b) Pemeliharaan elektroda
Frekuensi setiap 4 bulan sekali :
1. Hilangkan pendeteksi elektroda dari penyimpanan larutan buffer
2. Bilas pendeteksi elektroda dengan air sulingan.
3. Hilangakan pembungkus pendeteksi elektroda bagian atas
4. Isi keliling pipa dari bagian dalam elektroda dengan larutan jenuh KCl.
Gunakan semprotan/aplikasi persediaan dengan larutan KCl. Pastikan ujung
semprotan tidak menyentuh bagian elektroda
5. Tutup elektroda dengan penutup. Bilas eletroda dengan air aquades
6. Simpan elektroda dalam larutan buffer selama tidak digunakan.
c) Pembersihan elektroda :
1. Pembersihan umum :Rendam elektroda dalam 0.1 M HCl/0.1 M HNO3
selama 20 menit. Bilas dengan air.
2. Menghapus bakteri :Rendam elekroda pH dalam larutan cairan pemutih 1%
selama 10 menit. Bilas dengan air
3. Membersihkan dari minyak dan pelumas : bila sel ektroda pH dengan
deterjen/methilalkohol. Bilas dengan air.
4. Membersihkan dari protein : rendam elektroda pH dengan 1% pepsin 0.1 M
HCl selama 5 menit. Bilas dengan air.
d) Beberapa tindakan pencegahan :
1. Jangan membenturkan elektroda. Diketahui bahwa strukturnya terbuat dari
kaca dan sangat mudah pecah. Itu membutuhkan pergerakan sangat hati2 dan
jaga dari benturan.
2. Ingat bahwa elektroda mempunyai batas lifetime
Selama itu tidak digunakan, simpan elektroda di dalam penyimpanan larutan buffer.

2.4 Troubleshooting
No. Masalah Penyebab Penanganan

Mencelupkan elektroda untuk


mengeluarkan gelembungnya,
Ph meter Ada gelembung di
bersihkan elektroda dan
menunjukkan elektrodanya, elektrodanya
kalibrasi ulang elektrodanya,
1. pembacaan kotor, elektroda tidak
pastikan sample menutup
yang tidak tercelup, elektrodanya
ujung elektroda dengan
stabil. rusak.
benar/sempurna, ganti
eleltrodanya.

Elektroda Elektroda kotor dan


Bersihkan elektroda dan
2. merespon berminyak.
kalibrasi ulang lagi.
dengan lambat

3. Layar Tidak benar dalam Pastikan operasi mode yang


menunjukkan pengoperasian mode yang dipilih. Pilih mode/operasi
pesan error. dipilih yang benar.

Layar Ada kalibrasi yang error, Kalibrasi kembali pH meter,


menunjukkan nilai kalibrasi buffernya pastikan nilai buffer yang
4.
kalibrasi atau salah, elektroda kotor digunakan , bersihkan dan
pesan error kalibrasi elektrodanya

pH meter
nyala, tapi
Baterai diinstal dengan Periksa kutub dari baterai,
5. tidak ada
buruk, baterainya habis. ganti baterainya
sinyal pada
layar.

Indikator
baterai Baterainya habis Mengganti baterai
6.
menyala hanya
sebentar.

2.5 Perencanaan Pemeliharaan


1. Letakkan selalu timbangan di tempat yang datar. Periksa bagian luar peralatan
dan evaluasilah kondisi fisik umum. Verifikasi kebersihan penutup dan
penyesuaiannya.
2. Uji kabel koneksi dan sistem koneksinya. Pastikan mereka dalam kondisi baik
dan bersih.
3. Periksa kontrol peralatan. Pastikan ini dalam kondisi baik dan diaktifkan tanpa
kesulitan.
4. Pastikan meter dalam kondisi baik. Untuk melakukan ini,instrumen harus
diputuskan dari umpan listrik baris. Sesuaikan jarum indikator ke nol (0)
menggunakan sekrup penyesuaian umumnya ditemukan di bawah poros jarum
indikator. Jika peralatan memiliki indikator layar, periksa apakah berfungsi
normal.
5. Konfirmasikan bahwa indikator hidup (bohlam atau dioda) beroperasi biasanya.
6. Periksa keadaan lengan pembawa elektroda. Memeriksa lampiran elektroda dan
mekanisme perakitan untuk mencegah elektroda menjadi longgar. Periksa itu
penyesuaian ketinggian beroperasi dengan benar.
7. Periksa baterai (jika ada); ubah jika perlu.
8. Uji fungsinya dengan mengukur pH yang diketahui larutan.
9. Periksa koneksi ground dan periksa apakah ada yang melarikan diri arus.

2.6 Pencatatan
1. Nama Alat : PH Meter
2. Merk : WinLab
3. Spesifikasi Teknik :
 Range pH : -1.00 pH….. 15.00 pH
 Resolution :0.01 pH
 Accuracy :0.01 pH (T= +25ºC)
0.04 pH (T= 0ºC…+50ºC)
 pH Measurements with temperature compensation:
-5.0ºC….+100ºC
(with 0.1ºC steps while sensor connected)
(with 0.5º C steps using keyboard arrows)
 Calibration : 2- and 1-points
 Offset range : -30mV….+30mV
 Slope range : 85% ….105%
 Buffer value automatic recognition :
 NBS set : 1.68, 4.01, 6.86, 9.18, 12.45
 WinLab set : 2.00, 4.00, 7.00, 10.00, 12.45
 Manual set : 2.00, 4.00, 7.00, 9.00, 12.00
With free adjusting
 Built-in temperature buffer characteristics:
NBS and WinLab in temperature range from 0ºC to 50ºC
 Range mV : -399.9 mV…+399,9 mV
 Resolution : 0,1 mV
 Accuracy : 0.4 mV (T= +25ºC)

0.4 mV +0.2% v.m. (T= 0ºC…+50ºC)


 Range temperature
NTC (pH/30 electrode) : -5.0ºC….+105ºC
 Resolution : 0.1ºC
 Accuracy : 0.2ºC
 Range temperature PTC : -50ºC ….. 150ºC
 Resolution : 0.1ºC
 Accuracy : 0.2ºC +0.2 % v.m
 Range temperature PTC 100 : -100ºC….+399.9 ºC
 Resolution : 0.1ºC
 Accuracy : 0.2ºC +0.4 % v.m
 Auto POWER OFF :programmable 1…59 min
 Automatic Temperature sensor type recognition range:
0.0ºC….+50 ºC
 Working temperature range : 0 ºC…+50 ºC
 Storage temperature range : -20 ºC…+60 ºC
 Built-in clock and calendar with automatic summer/winter time switch
 Internal logger capacity : 250 records (position, measured values,
time, date)
 Automatic measurement period : 1,2,3,5,10,20,30 minutes
And 1,2,3,4 hours
 Power : 4 x AA alkaline type batteries
 Dimensions : 170 x 79 x 39 mm
 Weight (with batteries) : 350g
 Display : LCD, custom made, 58x32 mm
Viewing area
 Interface : serial with opto-barrier a via

Special cable
 Transmission parameters : 2400, 8, P, 1 eithout flow
Controll
 Protocol : ASCII

2.7 Pengoperasian
a. Calibrasi 1, 2
a. Siapkan larutan buffer Ph diangka Ph 7 dan Ph 9
b. Buka tutup plastik elektroda yang ada
c. Bersihkan elektroda memakai air khusus atau air tanpa ion, lalu keringkan
memakai tisu bersih
d. Aktifkan tombol ON/OFF pada Ph meter
e. Elektroda yang sudah higenis dimasukkan kedalam larutan buffer dengan Ph 7
f. Selanjutnya, tekan tombol CAL dua kali yang dilanjutkan memutar elektroda,
tujuannya agar larutan buffer menjadi homogen
g. Layar display akan bergerak angka. Tunggulah hingga angka tersebut berhenti
bergerak atau tak berubah angka lagi
h. Lanjutkan dengan menekan tombol CAL sekali hingga tulisan CAL pada layar
display tak berkedip lagi
i. Setelah itu, keluarkan elektroda dari buffer Ph 7 dan bersihkan dengan air
khusus dan keringkan dengan tisu
j. Lanjutkan dengan memasukkan elektroda kedalam larutan buffer yang
mempunyai Ph 9
k. Tekan tombol CAL dua kali dan putar elektroda agar larutan menjadi
homogen
l. Angka pada display akan bergerak dan tunggu hingga angka diam
m. Teruskan dengan menekan tombol CAL sekali lagi dan biarkan sampai display
tulisan CAL berhenti berkedip
n. Angka elektroda dari larutan Ph 9, bilas dengan air khusus, lalu keringkan
dengan tisu
o. Setelah itu, akan melihat sebelah bawah Ph meter menunjuk angka 7 dan 9.
Jika tampilannya seperti itu, maka proses kalibrasi sukses dengan buffer Ph 7
dan Ph 9
b. Pengukuran
 Sediakan larutan yang akan dicari derajat keasamannya
 Sebelum diukur, pa i an lar an i ama engan lar an ang
a i alibra i ebel mm a. i aln a i a alibra i ila an engan
lar an 21 C, ma a emi ian p la peng ran mema ai lar an engan
suhu yang sama
 Buka penutup elektroda, bersihkan dengan air khusus, lalu keringkan
elektroda memakai tisu
 Hidupkan Ph meter dan masukkan elektroda kelarutan sampel yang akan
diukur. Lalu putar elektroda agar larutan menjadi homogem
 Teruskan dengan menekan tombol MODE buat menngukur. Sementara itu,
pada display muncul tulisan READY yang berkedip. Tunggu hingga tulisan
berhenti berkedip.
 Setelah itu, angka Ph akan muncuk dilayar. Pengukuran selesai dan ph meter
dapat dimatikan
c. Menyimpan, memanggil, dan menghapus
 Saving
1. Apabila sudah melakukan pengukuran,maka simpan data dengan menekan
tombol enter.
2. Tekan tombol mode sampai muncul tulisan LOG dan di bawah tulisan
LOG terdapat n004 yang merupakan nmor penyimpanan dari hasil
pengukuran.
 Recall (Memanggil Data)
1. Tekan tomobol mode sampai muncul tulisan LOG n4 lalu tekan enter
sampai bunyi beep maka akan muncul nilai pengukuran pertama
2. Tekan tanda scroll up sampai muncul n004 selanjutnya tekan mode sampai
muncul tulisan lalu tekan enter maka akan muncul hasil pengukuran
pertama ,jika keluar tulisan NOT LOG tekan ENTER satu kali kemudian
cari Mode LOG lagi.
 Menghapus
1. Untuk menghapus data tekan enter sampai berbunyi beep, akan muncul
tulisan LOG Ger kemudian tekan enter lagi muncul LOG Clr kemudian
tekan enter dua kali muncul n 0 maka data sudah terhapus semua.

2.8 Diagram Blok

3. Daftar Pustaka

[1]. Unknown. 2018. “pH Meter, Alat Instrumen Kimia”.


https://www.kimiapost.net/2018/04/ph-meter.html?m=1/
Diakses pada : 08 Mei 2019.
[2]. Haryadi, Ade Ariswan. 2017. “pH e er”.
http://adearisone.blogspot.com/2017/01/sensor-tranduser-ph-meter-d-i-s-u-s-u-
n.html?m=1/
Diakses pada : 08 Mei 2019.
[3]. WHO Laboratory.pdf
Diakses pada : 08 Mei 2019.