Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

Latar belakang

Serangga adalah binatang terbanyak di dunia. Serangga mempuyai nama lain insekta dan

hexapoda. Kata insekta atau insect berasal dari kata insecare. Kata tersebut mengandung dua

arti, yaitu in berarti “menjadi” dan secare berarti “memotong” atau “membagi”. Jadi, insekta

berarti binatang yang mempunyai tubuh terbagi-bagi atau bersegmen-segmen. Sedangkan

hexapoda terdiri dari dua kata hexa dan poda. Hexa mempunyai arti “enam” dan poda

mempunyai arti “kaki” sehingga hexapoda berarti binatang berkaki enam. Golongan binatang

secara berurutan akan terdiri atas beberapa phyila, satu phyila terdiri atas beberapa klas,

demikian seterusnya yang berarti jumlahnya akan terus meningkat dalam setiap kelompok.

Kelompok spesies/ jenis terdiri atas sekitar satu juta nama. Kajian mengenai peri kehidupan

serangga disebut entomologi Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang

dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera (misalnya

kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya kupu-

kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya

tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki

sayap. Serangga di bidang pertanian banyak dikenal sebagai hama. Sebagian bersifat sebagai

predator, parasitoid, atau musuh alami. Kebanyakan spesies serangga bermanfaat bagi manusia.

Sebanyak 1.413.000 spesies telah berhasil diidentifikasi dan dikenal, lebih dari 7.000 spesies

baru di temukan hampir setiap tahun. Karena alasan ini membuat serangga berhasil dalam

mempertahankan keberlangsungan hidupnya pada habitat yang bervariasi, kapasitas reproduksi


yang tinggi, kemempuan memakan jenis makanan yang berbeda, dan kemampuan

menyelamatkan diri dari musuhnya (Pracaya, 2004).

Tujuan

Mengenal jenis-jenis serangga dan mengenal morfologi serangga.


TINJAUAN PUSTAKA

Serangga (disebut pula Insecta) adalah kelompok utama dari hewan beruas

(Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang) karena itulah mereka disebut pula

Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti “berkaki enam”). Serangga termasuk kedalam

kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera

(misalnya lalat), Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah dan

tabuhan) dan memiliki sayap. Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi

yang sangat tinggi. ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di

bumi (Pracaya, 2004).

Salah satu alasan mengapa serangga memiliki keanekaragaman dan kelimpahan

yang tinggi adalah kemampuan reproduksinya yang tinggi, serangga bereproduksi dalam

jumlah yang sangat besar dan pada beberapa jenis spesies bahkan mampu menghasilkan

beberapa generasi dalam satu tahun. Kemampuan serangga lainnya yang dipercaya telah

mampu menjaga eksistensi serangga hingga kini adalah kemampuan terbangnya. Hewan

yang dapat terbang dapat menghindari banyak predator, menemukan makanan dan

pasangan kawin dan menyebar ke habitat baru jauh lebih cepat dibandingkan hewan lain

yang harus bergerak di atas permukaan tanah (Subyanto, 1997).

Ordo Orthoptera (bangsa belalang) Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan

tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain.

Anggota dari ordo ini umumnya memilki sayap dua pasang. Sayap depan lebih sempit dari pada

sayap belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina. Sayap belakang

membranus dan melebar dengan vena-vena yang teratur. Pada waktu istirahat sayap belakang

melipat di bawah sayap depan. Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain : dua buah
(sepasang) mata facet, sepasang antene, serta tiga buah mata sederhana (occeli). Dua pasang

sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada thorax. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat

suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum. Spiralukum yang merupakan alat

pernafasan luar terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax. Anus dan alat genetalia

luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen). Ada mulutnya bertipe penggigit

dan penguyah yang memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla

dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya

(Jumar, 2000).

Pada umumnya antena serangga terbagi menjadi 3 ruas utama yaitu :

a. Scape yang melekat pada kepala

b. Pedisel

c. Flagellum

Bentuk dan ukuran antena pada setiap jenis serangga berbeda beda. Beberapa bentuk

antena tersebut adalah : filiform yaitu bentuknya menyerupai benang dan pada setiap ruas

mempunyai ukuran bentuk silindris yang sama (Jumar, 2000).

Fungsi antena pada setiap jenis serangga sangat beragam, namun pada umumnya fungsi

utama dari antena tersebut adalah sebagai alat peraba dan pencium (Jumar, 2000).

Bagian-bagian mulut serangga diklasifikasikan menjadi dua tipe, yaitu :

a. Mandibulata (pengunyah) dan haustelata (penghisap).

b. Tipe alat mulut pengunyah.

c. Mandibel bergerak secara transversal dari sisi ke sisi (Jumar, 2000).

Serangga tersebut biasanya mampu menggigit dan mengunyah makanannya. Tipe mulut

penghisap memiliki bagian-bagian dengan bentuk seperti probosis yang memanjang atau paruh
dan melalui alat itu makanan cair dihisap. Tipe mulut penggigit yaitu Mulut tipe penggigit

dilengkapi dengan rahang atas dan bahwa yang sangat kuat, contohnya mulut belalang dan

jangkrik. Tipe mulut penusuk-penghisap yaitu Mulut tipe penusuk-penghisap mempunyai rahang

yang panjang dan runcing . Contohnya nyamuk. Mulut penghisap yaitu Mulut tipe penusuk-

penghisap dilengkapi dengan alat seperti belalai panjang yang dapat digulung, contohnya mulut

kupu kupu. Dan Mulut penjilat yaitu Mulut tipe penjilat dilengkapi dengan alat untuk menjilat.

Contohnya mulut lebah madu dan lalat (Jumar, 2000).

Toraks adalah bagian yang menghubungkan antara caput dan abdomen. Pada dasarnya tiap

ruas toraks pada serangga dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

a. Prothorax : bagian depan dari thoraks dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang tungkai

depan.

b. Mesothorax : bagian tengah dari thorax dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang tungkai

tengah dan sepasang sayap depan.

Metathorax : bagian belakang dari thorax dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang

tungkai belakang dan sepasang sayap belakang (Pracaya, 2004).

Karena pada torak terdapat tiga pasang kaki dan dua atau satu pasang sayap (kecuali ordo

Thysanura tidak bersayap). Torak bagian dorsal disebut notum (Pracaya, 2004).

Abdomen serangga merupakan bagian tubuh yang memuat alat pencernaan, ekskresi, dan

reproduksi. Abdomen serangga terdiri dari beberapa ruas, rata-rata 9-10 ruas. Bagian dorsal dan

ventral mengalami sklerotisasi sedangkan bagian yang menghubungkannya berupa membran.

Bagian dorsal yang mengalami sklerotisasi disebut tergit, bagian ventral disebut sternit, dan

bagian ventral berupa membran disebut pleura. Perkembangan evolusi serangga menunjukkan

adanya tanda-tanda bahwa evolusi menuju kepengurangan banyaknya ruas abdomen. Serangga
betina dewasa yang tergolong apterygota, seperti Thysanura, memiliki ovipositor yang primitive

dimana bentuknya terdiri dari dua pasang embelan yang terdapat pada bagian bawah ruas

abdomen kedelapan dan kesembilan. Sesungguhnya, terdapat sejumlah serangga yang tidak

memiliki ovipositor, dengan demikian serangga ini menggunakan cara lain untuk meletakkan

telurnya. Jenis serangga tersebut terdapat dalam ordo Thysanoptera, Mecoptera, Lepidoptera,

Coleoptera, dan Diptera. Serangga ini biasanya akan menggunakan abdomennya sebagai

ovipositor. Beberapa spesies serangga dapat memanfaatkan abdomennya yang menyerupai

teleskop sewaktu meletakkan telur-telurnya (Jumar, 2000).

Sejumlah bentuk tungkai serangga yang khas beserta fungsinya dijelaskan sebagai berikut :

a. Saltatorial : Tungkai belakang belalalng yang digunakan untuk meloncat, dengan bentuk femur

tungkai belakang lebih besar bila dibandingkan dengan femur tungkai depan dan tungkai

tengah. Contoh : Valanga nigricornis (belalang)

b. Raptorial : Tungkai depan digunakan untuk menangkap dan memegang mangsa, sehingga

ukurannya lebih besar bila dibandingkan dengan tungkai yang lainnya. Contoh : Stagmomantis

carolina (belalang sembah).

c. Kursorial : Tungkai ini digunakan untuk berjalan cepat atau berlari. Contoh : Periplaneta

australasiae (kecoa)

d. Fosorial : Tungkai depan berubah bentuk sebagai alat penggali tanah. Contoh : Gryllotalpa

africana (orong-orong).

e. Natatorial : Tungkai jenis ini terdapat pada serangga air yang berfungsi untuk berenang. Contoh

: Hydrophilus triangularis (kumbang air).

f. Korbikulum : Tungkai tipe ini berfungsi untuk mengumpulkan tepung sari. Contoh : Apis

cerana (lebah madu) (Jumar, 2000).


Secara garis besar peranan serangga dalam kehidupan manusia ada dua, yakni

menguntungkan dan merugikan. Peranan serangga yang menguntungkan (berguna) tersebut

antara lain :

a. Serangga sebagai penyerbuk tanaman.

b. Serangga sebagai penghasil produk (seperti: madu, lilin, sutra, bahan lac, dan lain-lain).

c. Serangga yang bersifat entomofagus (predator dan parasitoid).

d. Serangga pemakan bahan organik.

e. Serangga pemakan gulma.

f. Serangga sebagai bahan penelitian (Jumar, 2000).

Sedangkan peranan serangga yang merugikan (merusak), antara lain :

a. Serangga perusak tanaman di lapangan, baik buah, daun, ranting, cabang, batang akar maupun

bunga.

b. Serangga perusak produk dalam simpanan (hama gudang).

c. Serangga sebagai vektor penyakit bagi tanaman, hewan maupun manusia (Jumar, 2000).
BAHAN DAN METODE

Alat dan Bahan

Alat

Alat yang di gunakan dalam praktikum ini adalah :

a. Alat tulis, digunakan untuk menggambar hasil pengamatan.

b. Buku gambar, digunakan sebagai media untuk menggambar objek yang diteliti

c. Pensil warna, digunakan untuk menggambar media yang diamati.

Bahan

Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah:

a. Kupu-kupu

b. Lebah

c. Belalang

d. Capung.

Waktu dan tempat

Praktikum ini dilakukan pada hari Rabu 3 Desember 2014 di Laboratorium Fisiologi

Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat pukul 14.00-16.00 WITA.

Prosedur kerja

1. Menyiapkan alat yang digunakan dan bahan yang akan diamati.

2. Mengamati bagian-bagian serangga (Kepala (caput), Dada (Thorax), Perut (Abdomen).

3. Mengamati perbedaan yang dimiliki Serangga

4. Menggambarkan hasil pengamatan dengan keterangan yang jelas dan cari klasifikasi masing-masing.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Hasil dari praktikum ini berupa beberapa data pengamatan yang dapat dilihat pada

beberapa tabel berikut :

Gambar 1. Hasil pengamatan kupu-kupu (Appias libythea)

Kupu-kupu (Appias libythea) Keterangan


1. Antenna
2. Mata
3. Belalai
4. Dada
5. Kaki pendek
6. Kaki panjang
7. Sayap atas
8. Pembuluh sayap
9. Sayap bawah
10. Perut

Gambar 2. Hasil pengamatan belalang (Dissosteira carolina)


Belalang (Dissosteira carolina) Keterangan
1. Kepala
2. Antenna
3. Kaki depan
4. Kaki belakang
5. Prontum
6. Dada
7. Abdominal segment
8. Sayap depan
9. Spirakel
10. Kaki belakang
11. Perut

Gambar 3. Hasil pengamatan capung (Neurothemis sp)


Capung (Neurothemis sp) Keterangan

1. Kepala
2. Sayap
3. Kaki
4. Dada
5. Perut

Gambar 4. Hasil pengamatan lebah (Apis andreniformis)

Lebah (Apis andreniformis) Keterangan


1. Kepala
2. Mata sederhana
3. Mata majemuk
4. Antenna
5. Rahang
6. Dada
7. Sayap
8. Perut
9. Kaki
10. Sengat

Pembahasan

Kupu-kupu memiliki bagian-bagian seperti antenna, senyawa mata, kepala, belalai, perut,

tarsus, femur, abdomen, sayap belakang, sayap depan, outer margin, margin pesisir, saraf, dan

sel. Antenna pada kupu-kupu adalah embel sensorik yang melekat pada kepala serangga

dewasa. Antenna digunakan untuk

indera penciuman dan keseimbangan. Kupu-kupu memiliki dua antenna dengan sedikit bola

bundar di ujungnya. Senyawa mata, mata majemuk kupu-kupu terdiri dari banyak lensa

hexagonal seperti mata majemuk serangga lainnya. Kepala adalah bagian dari serangga yang

berisi otak,, dua mata majemuk, belalai dan faring (awal sistem pencernaan). Dua antennanya

melekat pada kepala.

Kupu-kupu dewasa siap menghisap nektar dan cairan lainnya menggunakan spiral, belalai

jerami seperti yang terletak di kepala mereka. Bila tidak digunakan, belalai yang melingkar

seperti pipa selang taman. Kaki dan sayap melekat pada perut tulang kering. Tulang kering
adalah lebih besar dari dua tulang di kaki dibawah lutut dalam vertebrata. Tarsus adalah

kompleks kaki terhubung pada akhirtulang kering. Femur adalah tulang paha. Perut adalah area

ekor tersegmentasi dari serangga yang berisi organ-organ vital seperti jantung, tabulus malphigi,

organ reproduksi dan sebagian besar sistem pencernaan. Sayap belakang adalah dua sayap yang

lebih rendah. Sayap depan adalah dua sayap atas. Outer margin adalah bagian luar dari sayap.

Margin pesisir memproyeksikan garis di sisi sayap kupu-kupu. Saraf memproyeksikan garis

pada sayap. Sel adalah bagian dari sayap kupu-kupu digariskan oleh vena sayap.

Kaki belakang belalang panjang digunakan untuk melompat,kaki depan pendek digunakan

untuk menahan mangsa dan berjalan. Abdomen, daerah ekor tersegmentasi dari belalang, yang

berisi jantung, organ reproduksi, dan sebagian besar sistem pencernaan. Belalang memiliki dua

antenna tersegmentasi yang merasakan sentuhan dan bau. Belalang memiliki dua mata faceted

terdiri dari banyak lensa heksagonal. Kepala belalang terletak di ujung depan tubuh dan

merupakan lokasi otak, dua mata majemuk, bagian-bagian mulut, dan titik-titik penempelan dua

antennanya. Rahang terletak dekat dengan ujung kepala, oleh palps, rahang menghancurkan

makanan. Spirakel adalah serangkaian lubang yang terletak di sepanjang kedua sisi perut,

digunakan untuk bernafas. Thorax terletak pada daerah tengah tubuh belalang, dimana kaki dan

sayap yang terpasang.

Kepala capung capung memiliki sepasang mata yang cukup besar. Bagian dada atau thorax

dilengkapi dengan empat sayap dan tiga kaki. Lalu, perut atau abdomen yang memiliki 10

segmen. Meskipun capung memiliki kaki, namun kaki capung tidak dapat digunakan untuk

berjalan.

Kepala lebah berbentuk segitiga, mengemban berbagai fungsi organ yaitu, mata, antenna,

dan mulut. Dada lebah merupakan pusat pergerakan, mengemban 3 pasang kaki dan 2 pasang
sayap. Fungsi perut lebah sebagai pompa untuk mensirkulasikan darah dan oksigen ke seluruh

tubuh. Dan sebagai tempat 3 macam kelenjar penting. Kelenjar tersebut yaitu:

- Kelenjar malam (wax glands) untuk menghasilkan malam sebagai bahan untuk membuat sarang

yang sebelumnya dikunyah terlebih dahulu oleh lebah setelah di sekresikan dari kelenjar malam.

- Kelenjar bau (scent glands), untuk menghasilkan bau sebagai alat pertahanan koloni, dan

petunjuk bagi lebah pekerja sewaktu pulang dari mencarimakan.

- Kelenjar racun (apitoxin, beevenom), untuk menghasilkan racun sebagai alat pembela diri

dari serangan musuh.


KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dalam penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa:

1. Serangga dibedakan menjadi dua yaitu insecta dan hexapoda, insecta berarti memiliki tubuh

beruas-ruas, dan hexapoda berarti berkaki enam.

2. Masing-masing serangga memiliki ciri khas dan kelebihan masing-masing.

3. Bagian utama pada serangga hanya ada tiga yaitu kepala, dada, dan perut.

4. Meskipun capung memiliki kaki namun capung tidak bisa berjalan.

5. Dalam ke empat bahan yang di teliti, hanya lebah dan kupu-kupu yang melakukan metamorfosis

sempurna.

Saran

Sebaiknya dalam praktikum kali ini agar lebih detail menjelaskan tentang morfologi

serangga, karena saya rasa terlalu singkat penjelasannya sehingga praktikan kurang dapat

memahami materi.
DAFTAR PUSTAKA

Jumar, 2000. Entomologi Pertanian. Rineka Cipta. Jakarta.

Pracaya. 2004. Hama dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya. Jakarta.

Riordi, 2009. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Tri ganda karya, Bandung.

Subyanto. 1997. Kunci Determinasi Serangga. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.