Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

TEHNO PADAT

“TABLET EFFERVESCENT”

DI SUSUN OLEH

KELOMPOK I

AGNES UTAMI ARNISA (150 2015 0142)


NURUL HAFNI (150 2015 0133)
RUSFIANA KUMALA DEVI (150 2015 0135)
RISKA DAMAYANTI (150 2015 0145)
YULINAR HI ARIES (150 2015 0148)
SUSIYANTI SAMSUDDIN (150 2015 0152)
KARINA YUSUF (150 2015 0138)

KELAS
C7

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas berkat

limpahan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini

tentang “Tablet Effervescent”.

Tak lupa Penulis haturkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing

pada mata kuliah Teknologi Sediaan Padat Farmasi yang dengan

senantiasa membimbing serta membagi ilmunya kepada penulis dan juga

teman-teman yang telah membantu dalam penulisan makalah ini karena

atas pengarahan dan bimbingannya penulis dapat menyelesaikan

makalah ini.

Oleh karena itu, pastinya dalam penulisan makalah ini tidak luput

dari kesalahan. Penulis harap agar pembaca dapat memberikan kritik dan

saran kepada penulis dalam rangka mencapai kesempurnaan dari

makalah ini. Agar nantinya dapat bermanfaat bagi penulis dan rekan-

rekan kita lainnya.

Makassar, 29 Maret 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

SAMPUL

KATA PENGANTAR............................................................................. 1

DAFTAR ISI.......................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 3

A. Latar belakang ........................................................................... 3


B. Rumusan Masalah ..................................................................... 3
C. Tujuan penulisan ....................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN ......................................................................... 4


A. Definisi ....................................................................................... 4
B. Kekurangan dan kelebihan ........................................................ 4
C. Bahan yang digunakan dalam pembuatan ................................ 6
D. Metode/Proses pembuatan...................................................... 10
E. Mengevaluasi .......................................................................... 12

BAB III PENUTUP .............................................................................. 13


A. Kesimpulan .............................................................................. 13
B. Saran ....................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 15


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Effervescent didefenisikan sebagai bentuk sediaan yang
menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia larutan. Gas
yang dihasilkan saat pelarutan Effervescent adalah karbon dioksida
sehingga dapat memberikan efek sparkling
Tablet effervescent dibuat dengan cara mengempa bahan –
bahan aktif dengan campuran bahan – bahan organik seperti asam
sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat. Bila tablet dilarutkan di
dalam air maka akan menghasilkan gas karbondioksida yang akan
memecah tablet sehingga tablet dapat melarut dengan cepat. Tablet
effervescent memiliki rasa yang enak karena adanya karbonat yang
dapat memperbaiki rasa dari si tablet effervescent tersebut sehinggan
dapat memberikan rasa yang baik ketika konsumen menggunakannya.
B. Rumusan masalah
a) Apa itu tablet effervescent ?
b) Apa kelebihan dan kekurangan tablet effervescent ?
c) Apa saja bahan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan
tablet effervescent ?
d) Bagaimana cara pembuatan tablet effervescent ?
e) Bagaimana cara mengevaluasi tablet effervescent ?
C. Tujuan penulisan
a) Untuk mengetahui apa itu tablet effervescent
b) Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian tablet effervescent
c) Untuk mengetahui bahan yang digunakan pada pembuatan tablet
effervescent
d) Untuk mengetahui proses pembuatan tablet effervescent
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi tablet effervescent


Effervescent didefenisikan sebagai bentuk sediaan yang
menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia larutan. Gas
yang dihasilkan saat pelarutan Effervescent adalah karbon dioksida
sehingga dapat memberikan efek sparkling.
Tablet Effervescent dibuat dengan cara mengempa formulasi
sari buah dan bahan-bahan aktif berupa sumber asam dan sumber
karbonat. Bila tablet effervescent dimasukkan ke dalam air, akan
terjadi reaksi kimia antara sumber asam dan sumber karbonat tersebut
sehingga membentuk garam natrium dari asam kemudian
menghasilkan larutan gas dalam bentuk karbon dioksida (CO2).
Reaksinya berjalan cukup cepat dan biasanya dalam waktu kurang dari
satu menit. Di samping menghasilkan larutan yang jernih, tablet juga
memberikan rasa yang enak karena adanya karbonat yang membantu
memperbaiki rasang (rasa seperti air soda).
Reaksi di atas tidak dikehendaki terjadi sebelum effervescent
dilarutkan, oleh karena itu kadar air bahan baku dan kelembaban
lingkungan perlu dikendalikan tetap rendah untuk mencegah
ketidakstabilan produk. Pengendalian akan berlangsung terus secara
cepat karena hasil reaksi adalah air. Kelarutan dari bahan baku
merupakan salah satu hal yang penting dalam pembuatan tablet
effervescent jika kelarutannya kurang baik, maka reaksi tidak akan
terjadi dan tablet tidak larut dengan cepat.
B. Kekurangan dan kelebihan tablet effervescent
a. Kelebihan
Kelebihan tablet effervescent adalah penyiapan larutan
dalam waktu seketika yang mengandung dosis obat yang tepat.
Selain itu tablet effervescent dapat menghasilkan gas
karbondioksida yang memberikan rasa yang enak karena ada
karbonat yang membantu memperbaiki rasa pada beberapa obat
tertentu.
Selain praktis dan mudah dibawa, cara penyajiannya lebih
menarik bila dibandingkan dengan dengan tablet konvensional,
dapat diberikan kepada pasien yang mengalami kesulitan dalam
menelan tablet atau kapsul, pada saat dikonsumsi zat aktif dalam
keadaan terlarut sehingga absorpsinya lebih mudah, dan berguna
untuk obat-obat yang tidak stabil apabila disimpan dalam bentuk
larutan, jadi obat dapat dibuat dalam bentuk sediaan tablet
effervescent agar stabil.
b. Kekurangan
Disamping mempunyai beberapa keuntungan, tablet
effervescent juga memiliki beberapa kekurangan, baik dalam
produksi maupun dalam pengemasannya. Ditinjau dari segi
produksi, tablet effervescent harus dibuat dalam ruangan khusus
yang mempunyai kelembaban relatif 20-25% jadi sulit untuk
menghasilkan produk yang stabil secara kimia. Kelembaban udara
selama proses pembuatan sudah cukup memulai reaktivitas
effervescent, dengan demikian seluruh peralatan termasuk mesin
cetak tablet harus berada dalam ruangan khusus. Sedangkan
dalam segi pengemasannya, tablet effervescent harus dikemas
dalam wadah yang kedap udara sehingga dapat melindungi tablet
tersebut dari kelembaban, kelembaban udara di sekitar tablet
sesudah wadahnya terbuka juga dapat menyebabkan penurunan
kualitas produk, setelah sampai di tangan konsumen, harga yang
relatif mahal.
C. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan tablet
effervescent
Tablet effervescent dibuat dengan cara mengempa bahan –
bahan aktif dengan campuran bahan – bahan organik seperti asam
sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat. Bila tablet dilarutkan di
dalam air maka akan menghasilkan gas karbondioksida yang akan
memecah tablet sehingga tablet dapat melarut dengan cepat. Tablet
effervescent memiliki rasa yang enak karena adanya karbonat yang
dapat memperbaiki rasa dari si tablet effervescent tersebut sehinggan
dapat memberikan rasa yang baik ketika konsumen menggunakannya.
Sediaan effervescent biasanya dibuat dan diolah dari suatu
kombinasi asam sitrat dan asam tartrat, karena pemakaian asam
tunggal saja akan menimbulkan kesulitan pada pembentukkan granul.
Bila asam sitrat saja yang digunakan maka akan menghasilkan
campuran lekat dan sukar menjadi granul. Perbandingan asam
sitrat,asam tartrat dan natrium bikarbonat yang digunakan yang biasa
digunakan adalah 1 : 2 : 3,4.
Bahan-bahan yang dipakai umunya harus tahan panas, mudah
dikempa, dan larut dalam air. Bahan baku yang dipakai seperti
1) Sumber asam meliputi bahan bahan yang mengandung asam atau
yang dapat membuat suasana menjadi asam seperti asam sitrat,
asam tartrat, asam karbonat, asam malat, asam fumarat , dan
asam suksinat. Garam asam merupakan sumber asam tetapi hanya
sebagai pengganti bahan asam bila ternyata sediaan tidak dapat
dibuat dengan asam saja, seperti natrium dihidrogen fosfat.
Sedangkan asam anhidrat merupakan asam lain yang merupakan
asam yang tidak mengandung air seperti suksinat anhidrat dan
sitrat anhidrat.
2) Senyawa karbonat dibutuhkan dalam pembuatan sediaan
effervescent untuk menimbulkan gas karbondioksida bila
direaksikan dengan asam. Bentuk karbonat maupun bikarbonat
keduanya diperlukan untuk menimbulkan reaksi yang menghasilkan
karbondioksida seperti natrium karbonat, natrium bikarbonat, dan
kalium bikarbonat.
3) Bahan pengisi, biasanya dibutuhkan sedikit dalam pembuatan
tablet effervescent ini karena tablet telah mengandung effervesent
mix ( bahan bahan tambahan lain sebagai bahan baku pembuatan
tablet effervesent. Bahan pengisi yang umum yang dipakai antara
lain, glukosa, laktosa, dan maltodekstrin. Namun natrium bikarbonat
dapat pula sebagai [engisi yang baik. Syarat yang harus dipenuhi
bahan pengisi dalam sediaan tablet effervescent adalah mudah
larut dalam air sehingga dapat membentuk larutan yang jernih.
4) Bahan tambahan lain, meliputi bahan obat, bahan pewarna,
lubrikan serta bahan perisa. Bahan bahan tambahan lain seperti
pemanis , pewarna dll digunakan untuk memberikan penampilan
tablet yang menarik dan memberikan rasa nyaman ketika
dikonsumsi. Namun syaratnya bahan bahan tersebut larut dalam
air.
Contoh bahan-bahan yang digunakan pada tablet effervescent
adalah sebagai berikut:
1. Instan jahe merah
Pada pembuatan tablet effervescent ini digunakan sebagai
bahan aktif. Jahe merupakan sumber antioksidan dan obat
tradisional yang sudah banyak tersebar di Indonesia dan
berpotensi untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian dan
pengalaman, jenis rempah ini telah terbukti berkhasiat dalam
menyembuhkan berbagai penyakit. amasi dan Selain itu, rempah
ini juga digunakan sebagai obat antiin penamba nafsu makan
2. Asam sitrat
Sumber asam yang paling umum digunakan dalam
pembuatan tablet effervescent adalah asam sitrat dan asam
tartarat. Asam sitrat terdapat dalam bentuk serbuk hablur, anhidrat,
dan bentuk monohidrat. Asam sitrat bersifat higroskopis sehingga
harus dijaga dari masuknya udara terutama bila disimpan dalam
ruang dengan kelembaban udara yang tinggi.
Asam sitrat merupakan asam yang umum digunakan
sebagai asam makanan dan harganya relatif murah. Asam ini
memiliki kelarutan yang tinggi, mempunyai kekuatan asam yang
tinggi dan tersedia dalam bentuk granular, anhidrat dan bentuk
monohidrat. Selain itu, tersedia juga dalam bentuk serbuk. Asam ini
sangat higroskopis, oleh karena itu penanganan dan
penyimpanannya memerlukan perhatian khusus.
3. Natrium bikarbonat
Natrium bikarbonat merupakan sumber utama
karbondioksida dalam sistem effervescent. Senyawa ini larut
sempurna dalam air, tidak higroskopis, tidak mahal, banyak
tersedia di pasaran dalam lima tingkat ukuran partikel (mulai dari
serbuk halus sampai granula seragam yang mengalir bebas), dapat
dimakan dan digunakan secara luas dalam produk makanan
sebagai soda kue. Natrium bikarbonat merupakan alkali natrium
yang paling lemah, mempunyai pH 8,3 dalam larutan air dalam
konsentrasi 0,85%. Zat ini menghasilkan kira-kira 52%
karbondioksida.
Sumber karbonat, digunakan sebagai bahan penghancur
dan sumber timbulnya gas yang berupa CO2 pada tablet
effervescent. Sumber karbonat yang biasa digunakan dalam
pembuatan tablet effervescent adalah natrium karbonat dan natrium
bikarbonat. Keduanya adalah yang paling reaktif. Dalam tablet
effervescent, sodium bikarbonat merupakan sumber karbon yang
paling utama yang dapat larut sempurna, nonhigroskopik, murah,
banyak, dan tersedia secara komersial mulai dari bentuk bubuk
sampai bentuk granul. Sehingga natrium bikarbonat lebih banyak
dipakai dalam pembuatan tablet effervescent.
4. Asam tartrat
Memiliki bentuk hablur, tidak berwarna, tidak berbau, berasa
asam, stabil di udara, serta memiliki daya larut yang tinggi dalam
air.
5. Mannitol
Manitol dengan rumus kimia C6H14O6 atau D-mannitol:
1,2,3,4,5,6 hexane hexol merupakan monosakarida poliol dengan
nama kimia manitol berbentuk kristal berwarna putih, tidak berbau,
larut dalam air, sangat sukar larut dalam alkohol dan tidak larut
hampir dalam semua pelarut organik.
Meskipun manitol memiliki gula alkohol yang relatif rendah
yang mempunyai efek pendingin yang biasanya ditemukan dalam
permen mint. Namun, ketika manitol benar-benar di larutkan dalam
produk menginduksi efek pendinginan yang kuat. Selain itu
mempunyai sifat higroskopis yang sangat rendah yang tidak akan
mengambil air dari udara sampai tingkat kelembaban 98%. Rasa
yang menyenangkan dan mouthfeel dari manitol juga membuatnya
menjadi populer untuk tablet kunyah.
6. Polietilenglikol 8000
PEG 8000 merupakan suatu lubrikan tablet effervescent
yang paling efisien karena dapat terdispersi dengan air sehingga
menghasilkan larutan effervescent yang jernih saat dilarutkan ke
air. Konsentrasi yang dipakai berkisar 1,5 %. Mempunyai pemerian
serbuk putih hablur , larut dalam air, dam memounyai tingkat ke-
higroskopisan yang rendah dibandng jenis PEG lain.
7. Polyvinil Alkohol ( PVA )
Pada formulasi tablet banyak dipakai sebagai bahan matriks
tablet lepas lambat, pengikat, dan sebagai bahan salut film pada
tablet. Konsentrasi yang dipakai antara 5-7 % .
D. Cara pembuatan tablet effervescent
Secara sederhana proses pembuatan tablet effervescent dibagi
menjadi dua tahap yaitu :
1. Proses pencampuran
Proses pencampuran ini bertujuan untuk mendapatkan
massa tablet yang homogen. Tujuan ini dapat dicapai bila sifat
partikel penyusun campuran dan faktor lainnya yang
mempengaruhi proses pencampuran adalah sama. Sifat fisisdari
partikel yang mempengaruhi proses pencampuran adalah ukuran,
bentuk, densitas dan kelembaban partikel, sedangkan faktor
lainnya adalah kadar partikel. Pada proses pencampuran ini bahan-
bahan yang dicampurkan meliputi sumber karbonat, sumber asam,
bahan pengikat, bahan pengisi, bahan pelincir, bahan cita rasa dan
bila perlu ditambahkan pewarna.
2. Proses pencetakan tablet
Pada prinsipnya, tablet dapat dibuat melalui kempa langsung
atau granulasi, baik granulasi basah atau granulasi kering. Untuk
menentukan metoda pembuatannya apakah dibuat kempa
langsung atau granulasi sangat tergantung pada dosis dan sifat zat
aktifnya. Dibandingkan dengan metoda granulasi, metoda kempa
langsung dinilai lebih menguntungkan dalam hal penghematan
waktu, peralatan, ruangan maupun energi yang dibutuhkan. Namun
demikian, untuk metoda kempa langsung ini semua komponen
tablet baik zat aktif, bahan pengisi, pengikat dan penghancur harus
memiliki sifat alir dann kompresibilitas yang baik. Pada proses
pengempaan untuk zat aktif dengan dosis kecil hal ini tidak akan
menjadi masalah selama homogenitasnya diperhatikan. Tetapi
untuk zat aktif dengan dosis besar, jika sifat alir dan
kompresibilitasnya tidak baik diperlukan bahan tambahan yang
efektif untuk mengatasi sifat alir dan kompresibilitas.
Pada pembuatan tablet effervescent suhu dan RH (relative
humidity) merupakan salah satu faktor yang sangat penting. RH yang
rendah dan suhu yang rendah (cool) sangat penting untuk mencegah
proses granulasi dan pembentukan tablet dari penyerapan uap air,
yang menyebabkan ketidakstabilan tablet. Ruangan ber-RH maksimal
25% dan bersuhu 25oC, merupakan kondisi yang baik untuk proses
pembuatan tablet effervescent.
Metode pembuatan tablet effervescent terbagi atas dua yaitu :
a) Metode kering
Umumnya digunakan untuk zat zat yang tak tahan lembap
atau panas serta rusak bila berinteraksi dengan air. Metode ini
meliputi metode pembuatan secra kempa langsung dan granulasi
kering yang dilakukan sama seperti pembuatan tablet biasa.
b) Metode basah
Yang termasuk metode ini adalah metode granulasi basah.
Metode ini biasa digunakan untuk bahan bahan yang tahan air.
Metode granulasi basah juga digunakan untuk bahan bahan
pembuatan tablet yang tidak dapat dikempa langsung. Prinsip dari
metode ini adalah membasahi masaa tablet dengan larutan
pengikat sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu, kemudia
massa basah digranulasi kemudian granul yang dihasilkan barulah
dicetak.
Prosesnya :
1. Cara Pemanasan.
Biasanya komponen asam yang dipanaskan. Karena proses
ini sangat tidak konstan dan sulit dikendalikan jarang digunakan.
2. Granulasi dengan Cairan Reaktif.
Bahan penggranulasi yang efektif adalah air. Proses
berdasarkan penambahan sedikit air (0,1-0,5%) yang disemprotkan
pada campuran sehingga terjadi reaksi menghasilkan granul.
Granul yang masih lembab ditransfer ke mesin tablet kemudian
dikempa lalu tablet masuk ke dalam oven terjadi proses
pengeringan untuk menghilangkan air sehingga tablet menjadi
stabil.
3. Granulasi dengan Cairan Non Reaktif.
Cairan yang digunakan adalah etanol atau isopropanol.
Cairan ditambahkan perlahan-lahan ke dalam campuran pada
mesin pencampur. Dalam hal ini perlu ditambahkan pengikat kering
seperti PVP. Setelah itu masa granul dimasukkan ke dalam oven
lalu dikeringkan. Kemudian dihaluskan lagi baru dicetak.
E. Mengevaluasi tablet effervescent
Beberapa evaluasi perlu dilakukan untuk menguji tablet yang
telah diproduksi demi mengetahui kualitasnya sebelum dijual dan
sampai ke tangan konsumen. Evaluasi terbagi atas dua tahap yaitu
saat fase granul dan saat fase tablet. Prosedur yang dilakukan dan
ketentuannya sama persis dengan pembuatan tablet biasa.
1) Evaluasi massa tablet
a) Waktu alir (ideal 10 gram/s)
b) Sudut diam (ideal 20-40 derajat)
c) Bobot jenis
d) Uji kompresibilitas (Dengan mengukur tap dan bulk density)
e) Uji kadar air (Maksimum 10 % untuk tablet effervescent)
2) Evaluasi tablet
a) Pemeriksaan organoleptis
b) Waktu hancur (ideal 5 menit pada suhu 25 derajt celcius untuk
tablet effervescent)
c) Keseragaman ukuran (Menggunakan jangka sorong)
d) Keseragaman bobot (Dengan menimbang bobot 20 tablet)
e) Kekerasan tablet (Dengan alat Hardness tester)
f) Uji friabilitas (Dengan alt Friability tester)
g) Uji pH (pH harus mendekati netral untuk tablet effervescent)
h) Uji kadar air (maksimum 10 % untuk tablet efferv
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Effervescent didefenisikan sebagai bentuk sediaan yang
menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia larutan. Gas
yang dihasilkan saat pelarutan Effervescent adalah karbon dioksida
sehingga dapat memberikan efek sparkling.
Tablet effervescent dibuat dengan cara mengempa bahan –
bahan aktif dengan campuran bahan – bahan organik seperti asam
sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat dan juga bahan bahan
pendukung tablet lainnya seperti lubrikan, disintegran, dan lain-lain.
Bila tablet dilarutkan di dalam air maka akan menghasilkan gas
karbondioksida yang akan memecah tablet sehingga tablet dapat
melarut dengan cepat.
Metode pembuatan tablet effervescent terbagi atas dua yaitu
metode kering dan metode basah. Metode kering terdiri atas kempa
langsung dan granulasi kering, sementara metode basah yaitu dengan
granulasi basah.
Kelebihan tablet effervescent adalah penyiapan larutan dalam
waktu seketika yang mengandung dosis obat yang tepat. Selain itu
tablet effervescent dapat menghasilkan gas karbondioksida yang
memberikan rasa yang enak karena ada karbonat yang membantu
memperbaiki rasa pada beberapa obat tertentu. Disamping mempunyai
beberapa keuntungan, tablet effervescent juga memiliki beberapa
kekurangan, baik dalam produksi maupun dalam pengemasannya.
Ditinjau dari segi produksi, tablet effervescent harus dibuat dalam
ruangan khusus yang mempunyai kelembaban relatif 20-25% jadi sulit
untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia
B. Saran
Diharapkan dalam penulisan makalah selanjutnya dapat
melakukan kerja sama yang baik untuk menghasilkan hasil yang baik
pula.

\
DAFTAR PUSTAKA

Ansel, H., 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi ke – 4. UI


Press. Jakarta

Harler. 1997. Tea Manufacturing. Oxford University Press. London

Hui, Y.H., 1992. Encyclopedia of Food Science and Technology. Jhon


Wiley and Sons Inc. New York

Voight, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi Kedua.


Penerjemah Soendari. Gajah Mada University Pers. Yogyakarta