Anda di halaman 1dari 1

Frekuensi Nyquist

Adalah frekuensi tertinggi yang dimiliki oleh gelombang seismik.


Secara matematis Frekuensi Nyquist dituliskan sbb:

FN=1/(2 x interval sampling)

Sehingga jika interval sampling 0.0025 mili detik (2.5 detik) , maka Frekuensi Nyquist adalah 200Hz.

frekuensi nyquist itu merupakan frekuensi hasil cuplikan yang kita inginkan dalam data sesimik.

rumus nya Fn = 1 / 2x(SI)


SI=Sampling Interval

jadi jika SI=2 ms maka frekuensi Nyquistnya Fn=250Hz

jadi data seismik itu diolah dalam rentang sumbu y kebawah 4 ms. dan frekuensi maksimum yang
dikandung oleh data sesimik adalah 250 hz.

jika pemilihan SI terlalu kasar atau lerlalu besar makan akan menimbulkan efek aliasing. Efek aliasing itu
menyebabkan frekuensi data maksimum yang dikandung menjadi kecil. coba anda hitung Fn jika SI nya
anda pilih 16 ms.. jangan heran kalo frekuensi maksimumnya jadi turun. padahal data seismik yang kita
olah itu kan terdiri dari berbagai macam frekuensi. bagaimana mungkin kita mau mengoalh data kalau
frekuensi mak nya cuma 20 Hz, sedangakn target reflektor menurut Yilmaz (1987) frekuensi data seismik
itu berada di sekitar 30 Hz. Jangan lupa tujuan kita untuk memproses data seismik salah satunya adalah
untuk mengembalikan frekuensi data yang telah ter-filter oleh bumi pada saat penjalaran gelombang
seismik. Dimana frekuensi kita yang seharusnya tinggi begitu melewati lapisan di bawah permukaan,
begitu samapai geophone atau receiver nilainya jadi kecil.

oh iya sebagai tambahan informasi ternyata dalam pengolahan data seismik besarnya frequensi yang
kita oleh hanya berpengaruh pada rentang 3/4 x Fmax data , artinya jika kita punya fmax=250 Hz maka
data yang dapat dioalh hanya samapai pada frekuensi (250 Hz x 3/4) = 187,5 jadi diatas frekuensi 187,5
sampai 250 Hz itu tidak akan mempengaruhi nilai frekuensinya.