Anda di halaman 1dari 7

NAMA : WAHYU ANDRIYANTO

NO PPG : 19040342710363
JURUSAN : OTOMOTIF

Tugas Akhir M6 Engine Management System


Perintah:
Hasil yang diharapkan berupa laporan dalam format PDF yang dapat diunggah pada laman
ini. Sebagai referensi, silahkan anda ikuti SOP yang ditetapkan pada servis manual
kendaraan yang tersedia / sesuai

1. Buatlah daftar beberapa perbedaan penggunaan model sensor dan actuator pada tiga merk
kendaraan yang paling anda kenal, terutama pada:
a. Sensor Utama
b. Aktuator pada system control udara
Kendaraan
Sensor
Timor DOHC Daihatsu Xenia Nissan Juke
Tekanan udara MAP sensor MAP sensor MAF sensor
Knocking Tidak ada Knock sensor Knock Sensor
Tekanan bahan Tidak ada Tidak ada Fuel Pressure
bakar Sensor
Pedal gas Mekanik (bukan Mekanik (bukan Sensor posisi pedal
sensor) sensor) gas
Gaya berkendara Tidak ada Tidak ada Adaptive sensor
system
Kendaraan
Aktuator
Timor DOHC Daihatsu Xenia Nissan Juke
Injektor Indirect Indirect Direct
Kontrol Oli Tidak ada Oil Control Valve Oil Control Valve
(OCV) (OCV)
Pengatur uap bensin Tidak ada Vacuum Switching Tidak ada
dari tangki Valve
2. Buatlah daftar pekerjaan yang dilaksakan pada saat tune up rutin sepeda motor. Lakukan
analisa komponen mana yang paling sering mendapatkan gangguan/rusak.

Gb. Chart perawatan motor HONDA

Gb. Chart penggantian fast movement parts motor HONDA


Joblist Servis Sepeda Motor HONDA
No Item Servis Frekuensi
1 Filter udara Ganti setiap 32.000 km
2 Saluran bahan bakar Periksa setiap 2000 km
3 Gas tangan Periksa setiap 2000 km
4 Pernapasan bak mesin Bersihkan setiap 2000 km
Busi Periksa setiap 4000 km
5
Ganti setiap 8000 km
6 Jarak renggang klep Periksa setiap 2000 km
7 Oli mesin Ganti setiap 2000 km
8 Saringan oli Bersihkan setiap 12000 km
9 Putaran stasioner Periksa setiap 2000 km
10 Cairan radiator Ganti setiap 12000 km
Minyak rem Periksa setiap 2000 km
11
Ganti setiap 24000 km
12 Pads rem Periksa setiap 2000 km
13 Oli gardan Ganti setiap 8000 km
Drive Belt Periksa setiap 8000 km
14
Ganti setiap 24000 km
15 Washer dan drain plug Ganti setiap 4000 km
16 Gasket L Cover Ganti setiap 4000 km
3. Buatlah daftar pekerjaan yang dilakukan untuk service berkala (Tune-Up) pada salah satu
merk kendaraan yang anda kenal. Tentukan point-point pekerjaan yang selalu menjadi
aktivitas yang paling penting untuk dilakukan seperti:
a. Pemeriksaan rutin
Pemeriksaan rutin pada Daihatsu Xenia
- Pemeriksaan pengisian dan starter test

Gb. Pemeriksaan pengisian dan starter


- Pemeriksaan sistem kontrol elektronik
- Pemeriksaan kuantitas cairan pendingin
- Pemeriksaan baterai

Gb. Pemeriksaan baterai


- Pemeriksaan kuantitas cairan wiper
- Pemeriksaan kuantitas oli mesin
- Pemeriksaan fungsi kelistrikan
- Pemeriksaan sistem rem
- Pemeriksaan roda dan ban
b. Pembersihan rutin
Pembersihan rutin pada Daihatsu Xenia
- Pembersihan saringan udara
- Pembersihan injektor dengan injector cleaner
- Pembersihan throttle body
c. Penggantian rutin
Penggantian part pada Daihatsu Xenia
- Oli mesin
- Penggantian saringan oli
- Penggantian cairan pendingin
- Penggantian timing belt
- Penggantian sabuk pengisian dan AC
4. Pada beberapa kendaraan yang mengaplikasikan Commonrail, masih kita lihat tingginya
opasitas atau jelaga yang dikeluarkan oleh knalpot. Hal ini ditengarai oleh masih besarnya
kandungan sulfur di dalam solar yang dijual di pasaran. Selanjutnya
a. Carilah informasi tentang perbandingan kandungan sulfur pada bahan bakar diesel
yang beredar dilingkungan anda. Bandingkan dengan regulasi standar yang ditetapkan
Kandungan sulfur tampak pada bahan bakar biosolar. Berdasar data dari Pertamina,
spesifikasi bahan bakar mengandung sulfur itu adalah sebagai berikut:

Batasan Pengujian
No Karakteristik Satuan
Min Maks ASTM Lain
1 Angka setana - 48 D 613
2 Indeks setana - 45 D 4737
3 Berat jenis @ 15o C Kg/m3
4 Viskositas @ 40o C mm2/sec
5 Kandungan Sulfur %m/m - 0,35 (Th. 2015) D 2622
0,30 (Th. 2016)
0,25 (Th. 2017)
0,05 (Th. 2021)
Gb. Spesifikasi Solar (pertamina.com)
b. Analisa dampak tingginya kadar sulfur terhadap komponen Commonrail

Gb. Perbadingan Dexlite dan Biosolar (iwanbanaran.com)


- Biasanya kandungan sulfur tinggi berada pada merk bahan bakar Biosolar. Bahan
ini memiliki angka setane 48. Berdasar spesifikasi dari pertamina, titik nyalanya di
atas bahan bakar rendah sulfur. Efeknya adalah bahan bakar akan lebih sulit
terbakar. Padahal karakter pada diesel berkebalikan dengan bensin. Bensin
menghindari penyalaan sebelum waktunya, kalau diesel semakin baik semakin
cepat terbakar (mengingat karakteristik bahan bakar)
Adanya bahan bakar yang lebih sulit terbakar membuat potensi tidak terbakarnya
solar semakin tinggi. Efeknya muncul sisa bahan bakar dan membuat emisi CO.
- Adanya sulfur akan membuat kerak yang menempel pada komponen sistem bahan
bakar
- Unsur kimia sulfur akan menjadi sulfur dioksida (SO2) yang akan membuat asam
dan membayakan komponen logam pada diesel