Anda di halaman 1dari 8

Lampiran Surat Nomor : PR.01.

02/1/ /2019

Rancangan Menu
Kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tingkat Provinsi,
Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Puskesmas

A. Kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian


Penyakit Tingkat Provinsi.
Dana BOK Upaya P2P tingkat provinsi digunakan untuk kegiatan antara lain :
1) Orientasi/Sosialisasi dan OJT dalam rangka pencegahan dan pengendalian
penyakit.
2) Rujukan pengujian sample dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB), termasuk yang
dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dinas kesehatan provinsi.
3) Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi tenaga kesehatan
dinas kesehatan kabupaten/kota dalam rangka penyelidikan epidemiologi dan
surveilans pengendalian penyakit.
4) Penyelidikan Epidemilogi dugaan KLB yang tidak dapat diatasi oleh Kabupaten
Kota
5) Pembinaan dan pengawasan program P2P bagi tenaga P2P dinas kesehatan
kabupaten/kota.
6) Penyusunan dan penyedian media KIE Pengendalian Penyakit dalam rangka
kegiatan promotif dan preventif penyakit menular dan tidak menular.

Jenis Pembiayaan Dana BOK Upaya P2P tingkat provinsi dimanfaatkan untuk
pembiayaan program, meliputi :
1) Belanja transport lokal;
2) Belanja perjalanan dinas dalam dan luar daerah bagi ASN dan non ASN;
3) Belanja penggandaan dan pencetakan;
4) Belanja pembelian material pendukung kegiatan Upaya P2P;
5) Belanja kegiatan pertemuaan /rapat;
6) Belanja makan dan minum kegiatan rapat-rapat;
7) Belanja honor narasumber/tenaga ahli;
8) Belanja pemeriksaan sampel; dan
9) Belanja jasa pengiriman sampel.
Dana BOK Upaya P2P tingkat provinsi tidak boleh dimanfaatkan untuk membiayai
kegiatan: belanja Modal, bayar Retribusi, perawatan bangunan, kendaraan, sarana
dan prasarana
B. Kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tingkat Kabupaten/Kota.
Dana BOK Upaya P2P tingkat Kabupaten/Kota digunakan untuk kegiatan antara
lain :
1) Rujukan pengujian sample dugaan KLB, termasuk yang dilaksanakan oleh UPT
dinas kesehatan kabupaten/kota.
2) Peningkatan kapasitas SDM bagi tenaga puskesmas dalam rangka penyelidikan
epidemiologi dan surveilans pengendalian penyakit.
3) Pembinaan, pendampingan dan bimbingan teknis terpadu P2P, serta
penyelidikan epidemiologi, pelacakan kasus, rumor dan surveilans penyakit bagi
tenaga Puskesmas.
4) Kampanye, sosialisasi, advokasi tentang penyakit menular dan penyakit tidak
menular di tingkat kabupaten/kota.
5) Penanggulangan KLB
6) Pemberdayaan masyarakat dalam rangka pembentukan kader P2P.
7) Koordinasi terpadu lintas program/lintas sektor tentang pencegahan dan
pengendalian penyakit yang berpotensi KLB.
8) Penyusunan dan penyedian media KIE Pengendalian Penyakit dalam rangka
kegiatan promotif dan preventif penyakit menular dan tidak menular.
Dana BOK Upaya P2P tingkat Kabupaten/Kota dimanfaat untuk pembiayaan
program dan kegiatan meliputi :
1) Belanja transport lokal;
2) Belanja perjalanan dinas dalam dan luar daerah bagi ASN dan non ASN;
3) Belanja penggandaan dan pencetakan;
4) Belanja pembelian material pendukung kegiatan Upaya P2P tingkat kabupaten;
5) Belanja kegiatan pertemuan /meeting;
6) Belanja makan dan minum kegiatan rapat-rapat;
7) Belanja honor narasumber/tenaga ahli;
8) Belanja pemeriksaan sampel; dan
9) Belanja jasa pengiriman sampel.
Dana BOK Upaya P2P tingkat Kabupaten/Kota tidak boleh dimanfaatkan untuk
membiyaan kegiatan belanja modal, bayar retribusi, perawatan bangunan,
kendaraan, sarana dan prasarana.
C. Kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tingkat Puskesmas.
Rincian Menu Kegiatan Penggunaan BOK di Puskesmas
N Upaya
Jenis Pelayanan Jenis Kegiatan
o Kesehatan
1 Imunisasi 1 Pelaksanaan 1 Pembekalan Kader
imunisasi rutin, Imunisasi tentang Pengenalan
Introduksi program imunisasi, strategi
Vaksin Baru, komunikasi, pelaksanaan imunisasi,
Crash pencatatan dan pelaporan dan lain-
Program, lain sesuai kebutuhan di lapangan
Backlog 2 Pelayanan imunisasi di pos-pos
Fighting, Drop pelayanan imunisasi dan sekolah,
Out Follow Up termasuk sweeping jika diperlukan
(DOFU) dan
Imunisasi 3 a. Surveilans KIPI pelaksanaan
Dalam Rangka imunisasi dasar dan imunisasi
Penanganan lanjutan
KLB (Outbreak b. Analisis hasil investigasi kasus
Respon KIPI pelaksanaan imunisasi dasar
Immunization / dan
ORI) imunisasi lanjutan
4 Forum komunikasi imunisasi dan
masyarakat peduli imunisasi
5 Validasi sasaran, hasil cakupan
imunisasi dan Rapid Convinience
Assessment (RCA).
6 Distribusi logistik imunisasi (Sudah
dimasukkan ke dalam BOK Farmasi
dan E Logistik)
7 Sosialisasi pelaksanaan imunisasi
rutin kepada orangtua dan BIAS
kepada guru dan wali murid.
2 Upaya 1 Pencegahan 1 Orientasi kepada kader kesehatan
Pencegahan dan dan
pengendalian pengendalian 2 Orientasi tes dan pengobatan pada
Penyakit Menular penyakit petugas kesehatan PKM
Langsung (antara 2 Penemuan 1 Pemberian obat pencegahan
lain: TB, dan (individu atau massal)
HIV/AIDS, pencegahan
IMS, Hepatitis, 2 Pengambilan dan pengiriman
dini secara spesimen
Diare, Tipoid, aktif
ISPA/Pneumonia, 4 Deteksi dini HIV/AIDS, TB, Hepatitis
Kusta, Frambusia, pada ibu hamil dan populasi berisiko
dan lain-lain)
5 Pelacakan kasus kontak dan kasus
mangkir
6 Kunjungan rumah untuk
pemeriksaan kasus kontak, follow
up tata laksana dan pencegahan
cacat
3 SKD KLB 1 Verifikasi rumor dugaan KLB
2 Penanggulangan KLB
3 Pengambilan dan pengiriman
spesimen

3 Upaya 1 Intervesi 1 Pemberantasan larva (larvasidasi)


Pencegahan dan Pengenda
2 Pengendalian vektor (fogging, IRS)
Pengendalian lian
Penyakit Tular Vektor Terpadu
Vektor dan 2 Pemberian 1 Advokasi/Sosialisasi/lokakarya/rapat
Zoonotik (antara Obat koordinasi dengan lintas program
lain : Malaria, Pencegahan dan lintas sektor terkait kegiatan
DBD, Massal POPM filariasis/
Chikungunya, (POPM) cacingan/schistosomiasis termasuk
Japanese Kampanye Bulan Eliminasi Kaki
Enchephalitis, Gajah (BELKAGA) dan penyediaan
Zika, bahan media komunikasi, informasi,
Filariasis, edukasi pendukung kegiatan
Schistosomiasis,
2 Pendataan sasaran POPM
filariasis/cacingan/schistosomiasis
3 Transport/perjadin Pemberian
distribusi obat POPM ke pos minum
obat/penduduk sasaran POPM
Massal/POPM Filariasis/
Cacingan/Schistosomiasis
4Transport/perjadin pengambilan obat
dalam rangka POPM Filariasis/
cacingan/ schistosomiasis dari
puskesmas ke kab/kota
5 Sweeping untuk meningkatkan
cakupan POPM Filariasis/ Cacingan/
schistosomiasis
6 Pelacakan/penanganan kejadian
ikutan atau Hasil reaksi minum obat
pada POPM Filariasis/Cacingan/
Schistosomiasis
7 Validasi data laporan hasil POPM
dan manajemen kasus filariasis

3 Penemuan dan 1 Kunjungan rumah dalam rangka


pencegahan penemuan/Penyelidikan
dini secara aktif epidemiologis kasus baru /
pemantauan tatalaksana/manajemen
kasus filariasis
2 Orientasi petugas puskesmas dalam
rangka surveilans schistosmiasis dan
manajamen kasus schistosomiasis
3 Penyelidikan Epidemiologi
Penyakit Tular Vektor dan
Zoonotik
4 Pengambilan dan pengiriman
specimen (termasuk sediaa darah)
5 Pelaksanaan Surveilans migrasi
malaria

4 Intervesi 1 Pemberantasan Sarang Nyamuk


Pengenda (PSN)
lian 3. Pelacakan Hasil reaksi minum obat
Vektor Terpadu pada POPM Filariasis/Cacingan/
Schistosomiasis
4. Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN)
5. Pemantauan Jentik Berkala
6. Pemberantasan larva (larvasidasi)

7. Pengendalian vektor (fogging)


8 Modifikasi Lingkungan (Pengendalian
Fisik)
5 Sosialisasi dan 1. Pemberian Obat Pencegahan
pembentu Massal/POPM Filariasis/
kan kader Cacingan/Schistosomiasis

2 Pembentukan dan pembekalan


. kader (POPM
Filariasis, Cacingan,
Schistosomiasis, Jumantik,
Juru Malaria Desa, dan
lain-lain)
3 Pembentukan Kader Terpadu
P2PTVZ
6 SKD KLB 1. Verifikasi rumor dugaan KLB

2. Penanggulangan KLB
7 Pencegahan 1 Distribusi Kelambu
Faktor Risiko
Penular 2 Monitoring penggunaan kelambu
Penyakit malaria
3 Pemberantasan Larva (Larvasidasi)

4 Pengendalian 1 Pemetaan dan 1 Pengambilan dan pengiriman


Vektor deteksi vektor spesimen
(termasuk sediaan
darah)
2 Pemeriksaan mikroskopis
filariasis/cacingan/schistosomiasis
termasuk penyediaan bahan habis
pakai untuk pemeriksaan tersebut.
3 Survei Habita Jentik dan Nyamuk
Dewasa
4 Surveilan Binatang Pembawa
Penyakit
5 Pengiriman Spesimen laboratorium
untuk komfirmasi vektor dan binatang
pembawa penyakit
6 Pengawasan Standar Baku mutu
Vektor dan Binatang Pembawa
Penyakit
2 Intervensi 1 pembentukan dan pembekalan kader
pengenda
lian vektor 2 Pemberdayaan masyarakat dalam
terpadu pengendalian vektor
3 Evaluasi Pengendalian Vektor
5 Upaya 1 Deteksi dini 1 Deteksi dini kanker serviks dengan
Pencegahan dan dan tindak IVA test
Pengendalian lanjut Surveilans penyakit tidak menular di
Penyakit Tidak masyarakat
Menular
Pembekalan kader Posbindu/Institusi
Monitoring/Bimtek Pelaksanaan
Kegiatan Posbindu oleh Petugas
Puskesmas
1 Upaya berhenti Pelatihan petugas konseling UBM di
merokok FKTP
Penerapan Kawasan Tanpa Rokok
Surveilans dan 1 Surveilans 1 Penemuan Kasus Penyakit yang
Respon KLB penyakit dan Dapat Dicegah Dengan Imunisasi
masalah (PD3I)
kesehatan
2 Pengambilan dan Pengiriman
dalam rangka
Spesimen penyakit berpotensi KLB
kewaspa
serta pengembalian spesimen
daan
carrier
dini
3 Surveilans Aktif Rumah Sakit dan
Yankes Swasta Kasus PD3I

4 Kunjungan ulang 60 hari kasus AFP


5 Verifikasi rumor dan sinyal masalah
kesehatan serta komunikasi cepat
Sistem
Kewaspadaan Dini dan
Respon (SKDR)

6 Pertemuan kewaspadaan dini


penyakit infeksi emerging dan
penyakit berpotensi KLB lainnya
melalui surveilans berbasis
masyarakat
7 Asistensi Teknis SKDR ke
puskesmas
2 Penyelidikan 1 Pemantauan kontak
epidemio
2 Penyelidikan Epidemiologi
logi KLB
(PE) penyakit berpotensi
KLB
3 Pengambilan dan pengiriman
spesimen kasus potensial KLB serta
pengembalian spesimen
Carrier
4 Analisa hasil PE dan
diseminasi Informasi
3 Pengendalian 1 Surveilans penyakit pada situasi
KLB penyakit, KLB, situasi khusus dan bencana
situasi khusus
dan bencana 2 Pengendalian faktor risiko penyakit
pada situasi KLB, situasi khusus
dan dampak bencana
3 Komunikasi risiko pada
pengendalian KLB, situasi khusus
dan dampak bencana
6 Upaya 1 Pencegahan 1 Konseling , Deteksi dini masalah
Pencegahan dan Masalah keswa dan Napza antara lain :
Pengendalian Keswa dan gangguan Depresi dan Cemas,
Masalah Keswa Napza Gangguan Psikotik, Penyalahgunaan
dan Napza Napza
(Alkohol dan Zat Psikoaktif
lainnya), Masalah Keswa lainnya
2 Pengenda 1 Pendampingan penderita gangguan
lian masalah jiwa dan napza antara lain:
keswa gangguan depresi dan cemas,
dan napza gangguan psikotik, penyalahgunaan
napza
(alkohol dan zat psikoaktif
lainnya),dan masalah keswa lainnya

2 Kegiatan dalam rangka Bebas


Pasung antara lain : pencarian
kasus, Penemuan kasus secara
dini,
Pemberian obat pencegahan
kekambuhan dalam bentuk
pendampingan
Dana BOK di Puskesmas dimanfaatkan untuk pembiayaan berbagai
kegiatan prioritas yang telah ditetapkan oleh Puskesmas. Jenis pembiayaan
tersebut meliputi :
a. Belanja transport petugas kesehatan dan kader serta lintas sektor;
b. Belanja perjalanan dinas dalam dan luar wilayah kerja puskesmas bagi
ASN dan non ASN;
c. Belanja bahan pakai habis;
d. Belanja material pendukung kegiatan;
e. Belanja pencetakan dan penggandaan;
f. Belanja makan dan minum rapat;
g. Belanja kegiatan pertemuaan;
h. Belanja pemeriksaan sampel; dan
i. Belanja jasa pengiriman sampel.

Dana BOK di Puskesmas tidak boleh untuk membiayai kegiatan dalam


bentuk Belanja Modal, kegiatan kuratif dan rehabilitative, pengadaan obat,
vaksin, alat kesehatan, retribusi, pemeliharaan bangunan, kendaraan,
sarana dan prasarana