Anda di halaman 1dari 6

Dalam pekerjaan pembuatan struktur beton terdapat item pekerjaan sebagai berikut :

Pekerjaan Bekisting

Dalam pekerjaan bekisting terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni :

Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti yang disyaratkan
pada gambar kerja.

Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton basah,
beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya.

Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bagi struktur
beton sesuai yang direncanakan.

Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan pembongkaran,


kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.

Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan pengecoran dan
juga tidak merusak beton.

Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga tidak merusak beton.

Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik secara vertical maupun
horizontal

Bahan dan alat yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan bekisting adalah:

Multipleks 9 - 18 mm

Kayu kaso 5/7 - 5/7

Kayu balok

Alat Bantu lain.

Sedangkan bahan bekisting yang digunakan pada proyek ini adalah menggunakan bahan yang sesuai
dengan ketentuan yang terdapat dalam RKS, yakni multipleks dengan tebal 18 mm. Bekisting dari
multipleks/papan tersebut diperkuat dengan rangka kayu minimal ukuran 5/7, atau dari bahan lain yang
disetujui oleh konsultan pengawas untuk mendapatkan kekuatan dan kekakuan yang sempurna.
Sedangkan steiger yang digunakan adalah dari pipa - pipa besi standar pabrik atau kayu /dolken.

Pekerjaan Pembesian/Penulangan

Fungsi tulangan pada beton adalah untuk menahan gaya tarik, gaya geser dan momen torsi yang timbul
akibat beban-beban yang bekerja pada konstruksi beton tersebut. Oleh karena itu perencanaan dan
pelaksanaan pembesian harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar kerja, RKS dan
Aanvulling yang telah direncanakan oleh perencana struktur yaitu dalam hal:

Ukuran diameter baja tulangan

Kualitas baja tulangan

Kuantitas baja tulangan

Penempatan/pemasangan baja tulangan


Pemotongan dan pembengkokan besi tulangan.

Sebelum mengerjakan pemotongan dan pembengkokan bagian pembesian harus menyusun daftar
pembengkokan dan pemotongan besi tulangan berdasarkan gambar pelaksanaan ( shop drawing ). Hal-
hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun daftar pembengkokan dan pemotongan adalah sebagai
berikut :

Baja tulangan beton sebelum dipasang, harus bersih dari serpih-serpih, karat, minyak, gemuk dan zat
kimia lainnya yang dapat merusak atau mengurangi daya lekat antara baja tulangan dengan beton.

Sambungan antar tulangan harus ditempatkan sedemikian rupa pada daerah yang momennya nol atau
dengan menggunakan sambungan lewatan sehingga gaya dari batang yang satu dapat disalurkan ke
batang yang lain. Panjang sambungan lewatan diambil 40D ( D = diameter penampang baja tulangan ).

Panjang dan bentuk baja tulangan harus direncanakan secara ekonomis sehingga bagian-bagian sisa
atau yang tidak terpakai didapat seminimal mungkin. Sedemikian rupa sehingga teknik pemasangan
tulangan tidak menyulitkan dalam pelaksanaan lapangan. Penganyaman besi tulangan harus diikat kuat
dengan memakai kawat beton agar waktu pengecoran posisi tulangan tidak bergeser. Penopang,
ganjalan, jepit dan kawat beton harus berkualitas sama dengan bahan besi tulangan.
Adapun besi/tulangan yang digunakan pada proyek ini adalah menggunakan tulangan dengan mutu
baja sebagai berikut :

< ø 13 mm : BJTP U – 24

≥ ø 13 mm : BJTP U – 40 (besi ulir)

B. Pekerjaan Pemasangan Tulangan

Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke lapangan untuk dipasang
pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan pada pekerjaan pemasangan
tulangan antara lain :

Pemeriksaan diameter, panjang dan bentuk tulangan sebelum baja tulangan tersebut terpasang.

Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan, baik untuk tulangan lentur maupun tulangan geser.

Sengkang dipasang secara manual. Pemasangan sengkang dilakukan dengan kawat beton.

Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran, sambungan lewatan dan panjang
penjangkaran sesuai yang direncanakan.

Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan sesuai tebal tebal
selimut beton yang akan di cor.

C. Pekerjaan Penuangan Beton


Untuk mendapatkan hasil beton yang baik maka cara penuangan harus benar yaitu :

· Pengecoran dituang langsung dan atau dengan menggunakan talang cor.

· Beton harus dituang vertikal dan sedekat mungkin dengan bagian yang dicor.

· Beton tidak boleh dituangkan ke dalam bekisting dengan jarak yang tinggi (maksimum 1,5 m)
karena akan mengakibatkan segregasi. Apabila tinggi lebih dari 1,5 m, maka harus memakai
talang/corong/tremi

· Beton tidak boleh dicorkan pada saat hujan lebat tanpa penutup diatasnya, karena air hujan akan
menyebabkan turunya mutu beton.

D. Pekerjaan Pemadatan Beton

Disamping cara penuangan yang benar, cara pemadatan yang benar juga merupakan faktor penting
guna mencapai tujuan pembetonan. Cara pemadatan dengan vibrator yg benar yaitu :

· Besarnya kepala vibrator harus disesuaikan dengan jenis struktur beton yang akan dicor dan jarak
antar tulangan terkecil.
· Vibrator harus dapat dimasukkan ke dalam jaringan/anyaman besi beton dan harus diusahakan
sedikit mungkin menempelkan vibrator pada besi. Menggetarkan besi beton dapat mengakibatkan
mutu beton yang jelek, dimana terjadi pengumpulan pasir disekitar besi, bahkan apabila besi digetarkan
terus menerus akan berakibat lebih kritis karena getaran ini merambat kebeton disampingnya yang
sudah mulai mengeras, sehingga mengakibatkan retak atau terjadinya rongga antar besi dan beton.
Rongga ini akan mengakibatkan bahaya korosi pada tulangan.

· Tidak boleh meletakkan kepala vibrator terlalu lama dalam beton karena akan meyebabkan
segregasidan bleeding terutama untuk beton dengan slump tinggi. Lama penggetaran cukup antara 10
s/d 15 detik.

· Kepala vibrator jangan terlalu dekat dengan bekisting, keren apabila bekisting tergetar akan
terbentuk lapisan pasir lepas dan juga dapat merusakkan bekisting. Jarak minimal ke bekisting adalah
10 cm.

· Beton tidak boleh digetarkan berulang-ulang pada tempat yang sama, karena dapat mengakibatkan
rongga-rongga udara di dalam betonnya.

· Vibrator harus dimasukkan ke dalam beton yang belum terpadatkan secara tepat dan dicabut
pelan-pelan. Kecepatan memasukkan vibrator diperlukan agar tidak sempat terjadi pemadatan awal
pada beton lapisan atas sehingga menyulitkan lolosnya udara dan air yang terperangkap dibawahnya.
Sedangkan pencabutan harus dilakukan pelan-pelan untuk memberikan kesempatan vibrator
menyalurkan secara penuh energi pemadatan pada beton. Kecepatan pencabutan berkisar antara 4 s/d
8 cm/detik.

· Lapisan beton harus dicor secara rata sejak permulaan untuk memudahkan pengaturan sistem
pemadatan dengan vibrator.

· Untuk pengecoran struktur beton yang tinggi dan lebar, tiap lapisan beton yang paling efisien
adalah 50 cm. Apabila tiap lapisan dibuat tebal akan menyulitkan udara dan air yang terperagkap di
lapisan bawahnya melepaskan diri ke atas kerena tekanan beton terlelu berat. Sebaliknya apabila
terlalu tipis, tekana beton tidak dapat mengimbangi pekerjaan vibrator.

· Untuk menyambung lapisan bawah dengan lapisan diatasnya, vibrator harus dimasukkan sebagian
(kira-kira 10 s/d 15 cm) ke dalam lapisan di bawahnya agar tercipta lekatan yang monolik, padat dan
menyatu.

· Pada pengecoran plat beton yang tipis, vibrator boleh dimasukkan ke dalam beton secara miring.
Dalam hal ini vibrator akan menyentuh besi tulangan, tetapi harus diusahakan sedikit dan secepat
mungkin.

E. Perawatan (curing) beton

Untuk menjaga agar proses hidrasi beton dapat berlangsung dengan sempurna maka diperlukan curing
untuk menjaga kelembabannya. Lamanya curing sekitar 3 hari berturut-turut atau sesuai spesifikasi
mulai hari kedua setelah pengecoran. Curing dapat dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain :
a. Menyemprotkan dengan lapisan khusus (semacam vaseline) pada permukaan beton.

b. Membasahi secara terus menerus permukaan beton dengan air.

c. Menutupi permukaan beton Plat dengan karung goni basah secara terus menerus

Proses Curing Beton dengan membasahi permukaan beton