Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

DISTANCE LEARNING
(PEMBELAJARAN JARAK JAUH)

OLEH :

KELOMPOK 3

NURWAHDANIA RUH ANISA YETHA YAKOMINA IWANGGIN


SASMITA YOHANA LOLOLUAN
SITTI RAJA YULIA FARAKNIMELA
SRI AYU ASHARI LIA NADIA LEREBULAN
SURIANTI NEY THALIA LEREBULAN
VITRALIS TANDIABANG MENTIRA BATLAYERI
WARHAMNI ARPIN SURIANI
YENNY ANGEL SAINJAKIT

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN


FAMIKA
TAHUN AJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai
salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-
masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Sungguminasa, 8 April 2018

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman judul ………………………………………………………………………… i

Kata pengantar ………………………………………………………………………... ii

Daftar isi ……………………………………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ……………………………………………………………. 1

B. Rumusan Masalah ………………………………………………………… 1

C. Tujuan Penulisan ………………………………………………………….. 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Distance Learning ……………………………………………. 3

B. Penyampaian Bahan Ajar Distance Learning …………………………….. 4

C. Menjelaskan Jenis Program Distance Learning ………………………….. 5

D. Menjelaskan Unsur-Unsur Dalam Distance Learning …………………… 5

E. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Distance Learning …………………………. 6

F. Menjelaskan Kelebihan Dan Kekurangan Distance Learning ……………. 7

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ………………………………………………………………. 8

B. Saran ……………………………………………………………………... 8

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………. 9


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan tidak mungkin berjalan secara ajeg tanpa adanya perubahan-perubahan.


Perubahan akan menuntun kita kepada tujuan awal yang ingin dicapai karena pendidikan
tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan dalam benak kita. Selalu ada liku di setiap
perjalanannya yang terkadang membuat sang pelaku pendidikan merasa kurang nyaman.
Pelaku pendidikan yang dimaksud dalam hal ini tentunya para pendidik maupun peserta didik.
Problem-problem dalam pendidikan seakan menjadi bumbu yang menghadirkan suatu dilema
yang tak kunjung usai.

Pendidikan jarak jauh atau dapat juga disebut sebagai pembelajaran jarak jauh, mungkin
sudah mulai dilirik oleh para pelaku pendidikan untuk dijadikan salah satu solusi dari sekian
banyak problem pendidikan. Lebih tepatnya lagi mulai menjadi “trend-center” dalam dunia
pendidikan kita. Sebenarnya istilah tersebut sudah lama digaungkan bahkan diterapkan oleh
para pendidik maupun peserta didik dalam suatu proses pembelajaran yang notabene dalam
hal ini lebih banyak dilakukan secara terpisah di luar kelas. Secara terpisah disini berarti
antara pendidik dan peserta didik tidak berada dalam satu ruangan yang sama bahkan
waktunyanya pun bisa berbeda. Interaksi pendidik dan peserta didik dilakukan secara
langsung maupun tidak langsung, misal dengan melakukan chatting lewat koneksi internet
(langsung) maupun dengan berkirim email untuk sekedar mengumpulkan tugas (tidak
langsung). Tentunya suatu proses pembelajaran yang seperti ini juga memiliki kekurangan
dalam pengaplikasiannya. Oleh karenanya diperlukan kecerdikan para pendidik dalam
meminimalisir kekurangan yang ada. Tentunya dengan memperhatikan kondisi ekonomi,
sosial, budaya, serta karakteristik belajar masing-masing sasaran yang akan dituju (peserta
didik). Apakah teori belajar yang sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran semacam ini?
Apakah peserta didik mudah dalam menangkap materi yang disampaikan?

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud distance learning ?
2. Bagaimana penyampaian bahan ajar distance learning ?
3. Apa saja jenis program distance learning ?
4. Apa saja unsur-unsur dalam distance learning ?
5. Bagaimana prinsip-prinsip dalam distance learning ?
6. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan distance learning ?
C. Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan pengertian distance learning
2. Menjelaskan penyampaian bahan ajar distance learning
3. Menjelaskan jenis program distance learning
4. Menjelaskan unsure-unsur dalam distance learning
5. Menjelaskan prinsip-prinsip distance learning
6. Menjelaskan kelebihan dan kekurangan distance learning
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Distance Learning

Distance Learning atau pembelajaran jarak jauh, adalah bidang pendidikan yang berfokus
pada pedagogi, teknologi, dan desain sistem instruksional yang bertujuan untuk memberikan
pendidikan kepada para siswa yang tidak secara fisik "di situs" di kelas tradisional atau
kampus. Ini telah digambarkan sebagai "suatu proses untuk membuat dan menyediakan akses
untuk belajar ketika sumber informasi dan peserta didik dipisahkan oleh waktu dan jarak, atau
keduanya". Dengan kata lain, pembelajaran jarak jauh adalah proses menciptakan pendidikan
pengalaman kualitas yang sama bagi pelajar terbaik sesuai dengan kebutuhan mereka di luar
kelas. program pendidikan Jarak Jauh yang memerlukan kehadiran fisik di tempat karena
alasan apapun (termasuk mengambil ujian) dianggap kursus hibrida atau dicampur studi.
Teknologi baru ini menjadi banyak digunakan di universitas-universitas dan lembaga di
seluruh dunia. Dengan tren baru-baru ini kemajuan teknologi, pembelajaran jarak jauh
menjadi lebih diakui untuk potensialnya dalam memberikan perhatian individual dan
komunikasi dengan siswa internasional. Kutipan teori pedagogis dari pendidikan jarak jauh
adalah "jarak transaksional".

Distant Learning yang terkenal dengan sebutan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),
merupakan sebuah model pembelajaran solutif dari kegiatan belajar mengajar yang terkendala
waktu, tempat, dan sumber daya manusia. Perlu disepakati terlebih dahulu bahwa model
pembelajaran jarak jauh bisa dibagi dalam beberapa bagian.

Bagian pertama adalah pembelajaran jarak jauh dalam lingkup e-learning, yaitu sebuah
media on-line yang memiliki sumber untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar
berbasis teknologi informasi melalui internet. Sistem ini dapat berisi materi buku, modul ajar,
soal-soal latihan, dan forum diskusi.

Bagian kedua adalah pembelajaran dalam bentuk pelatihan jarak jauh. Selain ada buku
atau modul ajar, latihan soal dan test on-line, sistem ini biasanya tetap menerapkan adanya
proses tatap muka dalam proses belajar mengajarnya, sehingga kompetensi keterampilan
dalam pelatihan ini diharapkan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal
inidilakukan sebagai bentuk penjagaan kualitas pelatihan karena diakhir pembelajaran model
tersebut akan diberikan sertifikat sebagai tanda kelulusannya.
Model yang ketiga adalah pendidikan jarak jauh (PJJ) untuk pendidikan tinggi di
perguruan tinggi (PT) dalam konteks pendidikan formal. PJJ model ini di Indonesia telah
diatur dalam KEPMEN107/U/2001. Ada beberapa pasal yang harus digaris bawahi dalam
pelaksanaan model PJJ di PT. Pada pasal 2 disebutkan:

“Tujuan penyelenggaraan program pendidikan tinggi jarak jauh adalah terwujudnya


tujuan pendidikan tinggi sebagaimana tercantum dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor
60 Tahun 1999 tentang pendidikan tinggi, serta terciptanya kesempatan mengikuti pendidikan
tinggi.

B. Penyampaian Bahan Ajar Distance Learning

Sehubungan dengan pelaksanaannya yang bersifat jarak jauh antara pengajar dan murid,
maka ada banyak pilihan metode untuk menyampaikan bahan ajar dalam penerapan sistem
PJJ yang dikelompokkan pada empat kategori besar, yaitu:

1. Voice / Audio

Alat pembelajaran yang memanfaatkan teknologi suara dengan metode interaktif seperti
telepon, audio-conferencing, dan radio. Ataupun dengan metode pasif seperti penggunaan
pembelajaran bahan ajar yang sudah direkam kedalam sebuah kaset tape-recorder.

2. Video

Alat pembelajaran yang menggunakan teknologi berbasis video atau gambar bergerak
meliputi beberapa aspek seperti adanya gambar statis,slides, film, foto, video tape, hingga
video-conferencing.

3. Data

Penggunaan kata “data” disini digambarkan sebagai beragam kategori dari penggunaan
alat pembelajaran yang menggunakan komputer. Ada beberapa kategori aplikasi komputer
untuk digunakan dalam PJJ seperti :

a. Computer-assisted instruction (CAI)

Penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam pembelajaran untuk memberikan materi
ajar pada individu.

b. Computer-managed instruction (CMI)


Komputer digunakan sebagai alat bantu pengaturan pembelajaran dan
melacak perkembangan serta hasil belajar dari peserta didik. Meskipun CMI sering
digabungkan dengan CAI, namun pengiriman bahan ajarnya tidak selalu harus menggunakan
komputer.

c. Computer-mediated education (CME)

Menggambarkan aplikasi komputer yang dapat memfasilitasi pengiriman bahanajar.


Beberapa contohnya adalah e-mail, fax, dan World-WideWeb pada internet.

4. Printout

Bentuk ini adalah cara pengiriman bahan ajar yang dikemas dalam modul-modul dan
dikirim dalam bentuk fisik berupa hard-copy. Cara pengirimannya bermacam-macam, namun
umumnya menggunakan jasa pengiriman pos untuk disebar ke berbagai tempat yang agak
sulit dijangkau oleh jalur distribusi pada umumnya terutama untuk daerahyang mengalami
kesulitan dalam aplikasi teknologi elektronik seperti cara-cara diatas.

C. Jenis Program Distance Learning

* Correspondence dilakukan melalui surat biasa


* Internet dilakukan baik sinkron atau asynchronous
* Telecourse / Penyiaran, di mana konten yang disampaikan melalui radio atau televisi
* CD-ROM, di mana siswa berinteraksi dengan konten komputer disimpan pada CD-ROM
* PocketPC / Mobile Belajar dimana mahasiswa mengakses isi kursus yang tersimpan pada
perangkat mobile atau melalui server nirkabel
* Pembelajaran jarak jauh Terpadu, integrasi hidup, pengajaran dalam kelompok atau
interaksi dengan kurikulum pembelajaran jarak jauh

D. Unsur-Unsur dalam Distance Learning


Pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut
(Hamzah B.Uno.2007:39):
a) Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learningharus mampu
menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, di mana mahasiswa dapat
menambah kemampuan, membaca materi kulia, mencari informasi,dan sebagainya.
b) Interaksi dalam grup; para siswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan
materi-materi yang diberikan guru. Guru dapat hadir dalam grup ini untuk memberikan sedikit
ulasan tentang materi yang diberikannya.
c) Sistem administrasi mahasiswa; di mana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai
status mahasiswa dll.
d) Pendalaman materi dan ujian
e) Perpustakaan digital; bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk data base.
f) Materi online diluar materi kuliah; untuk menunjang perkuliahan, diperlukan bahan bacaan
dari web lain.

E. Prinsip-Prinsip dalam Distance Learning

Pada pelaksanaannya ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan, agar sistem
pendidikan (pembelajaran) jarak jauh dapat berjalan dengan baik, yakni perhatian, percaya
diri pendidik, pengalaman, mudah menggunakan peralatan, kreatif menggunakan alat, dan
menjalin interaksi dengan peserta didik.

Seperti yang telah disinggung di atas, bahwa pembelajaran jarak jauh memungkinkan
para peserta mengambil kelas kapanpun dan dimanapun. Hal ini memungkinkan mereka
untuk menyesuaikan pendidikan dan pelatihannya dengan tanggung jawab dan komitmen-
komitmen lainnya, seperti keluarga dan pekerjaan. Ini juga memberi kesempatan kepada para
peserta didik yang mungkin tidak dapat belajar karena keterbatasan waktu, jarak atau dana
untuk ikut serta. Walaupun demikian untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh tersebut kita
juga harus memperhatikan prinsip-prinsip dalam pembelajaran jarak jauh, yaitu sebagai
berikut :

1. Tujuan yang jelas. Perumusan tujuan harus jelas, spesifik, teramati, dan terukur untuk
mengubah perilaku peserta didik.
2. Relevan dengan kebutuhan. Program belajar jarak jauh harus relevan dengan kebutuhan
peserta didik, masyarakat, dunia kerja, atau lembaga pendidikan.
3. Mutu pendidikan. Pengembangan program belajar jarak jauh upaya meningkatkan mutu
pendidikan yaitu proses pembelajaran yang ditandai dengan pembelajaran lebih aktif atau
mutu lulusan yang lebih produktif.
4. Efisiensi dan efektivitas program. Efisiensi mencakup penghematan dalam penggunaan biaya,
tenaga, sumber dan waktu, sedapat mungkin menggunakan hal-hal yang tersedia.
5. Memperhatikan hasil-hasil yang dicapai oleh lulusan, dampaknya terhadap program dan
terhadap masyarakat.
6. Hal ini berkaitan dengan pemerataan dan perluasan kesempatan belajar, khususnya bagi yang
tidak sempat mengikuti pendidikan formal karena lokasinya jauh atau sibuk bekerja.
7. Kemandirian baik dalam pengelolaan, pembiayaan, maupun dalam kegiatan belajar.
8. Keterpaduan, yang dimaksud adalah keterpaduan berbagai aspek seperti keterpaduan mata
pelajaran secara multi disipliner.
9. Penyelenggaraan belajar jarak jauh tidak insidental dan sementara, tetapi dikembangkan
secara berlanjut dan terus menerus.

F. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning)

a. Kelebihan pembelajaran jarak jauh

1. Pembelajaran dapat dilakukan dengan sifat terbuka dan fleksibel.


2. Membantu interaksi antara murid yang berada di daerah terpencil dan pengajar / instrukturnya
dengan diadakannya pertemuan berkala.
3. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas untuk meningkatkan pemerataan
pendidikan.
4. Mengurangi angka putus sekolah atau putus kuliah.
5. Meningkatkan prestasi belajar, khususnya bagi murid yang mengalami hambatan secara
geografis karena jauh dari lokasi pembelajaran.
6. Meningkatkan rasa percaya diri bagi peserta didiknya.
7. Meningkatkan wawasan keilmuan yang tidak terbatas lagi oleh jarak, waktu, maupun usia.
8. Mengatasi kekurangan tenaga pendidikan.

b. Kekurangan pembelajaran jarak jauh

Disamping adanya banyak kelebihan yang diberikan oleh model belajar distance learning,
ada juga kekurangan yang dimilikinya seperti berikut ini:

1. Biaya infrastruktur yang mahal menyebabkan imbas pada biaya pendaftaran calon peserta
didik yang juga menjadi mahal.
2. Jarak tempuh pengiriman dengan jalur darat / pos memakan waktu yang cukup lama
khususnya bagi daerah terpencil.
3. Interaksi antara peserta didik dan pengajar terbatas pada beberapa kali pertemuan, itu pun jika
situasi dan kondisi lokasi pembelajaran memungkinkan untuk dikunjungi pengajar.
4. Kualitas bahan ajar dengan jalur pos tidak dapat dipastikan tiba ditempat tujuan dengan utuh,
terutama untuk daerah yang jangkauan lokasinya harus ditempuh dengan berbagai cara baik
darat, laut, maupun udara. Hal ini berkaitan dengan cuaca dan hambatan selama di perjalanan.
5. Sulitnya menerapkan pembelajaran jarak jauh berbasis TIK bagi daerah yang masih belum
terjangkau listrik, atau belum tersentuh teknologi komputer sama sekali.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Seperti pada pembahasan di atas menerangkan bahwa pembelajaran jarak jauh


merupakan pembelajaran yang berciri khas kemandirian. Pembelajaran jarak jauh merupakan
salah satu alternatif untuk mengatasi suatu masalah dalam pembelajaran. Misalnya,
memberikan kemudahan bagi siswa yang mengalami kesulitan untuk mengakses
pembelajaran karena jarak yang yang jauh.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran jarak jauh ada beberapa faktor yang harus
diperhatikan, misalnya interaksi, pengalaman,dll. selain itu juga dalam pembelajaran jarak
jauh terdapat 9 prinsip dan unsur-unsur yang perlu diperhatikan.

Pada pembahasan di atas juga menjabarkan teori belajar mana yang ada dan sesuai untuk
diterapkan dalam pembelajaranjarak jauh, yakni teori behavioristik, kognitif, dan psikomotor.
Teori behaviorisme menjadi rujukan dalam mengembangkan desain pembelajaran khususnya
dalam bentuk pemberian umpan balik dalam latihan soal dan petunjuk praktis dalam tugas.
Teori kognitivisme menjadi acuan dalam mengembangkan dan mengorganisasi materi serta
aktivitas pembelajaran. Dan Teori konstruktivisme menjadi inspirasi dalam mengembangkan
bahan ajar, tugas dan diskusi agar mengandung muatan-muatan yang bersifat kontekstual dan
memberikan pengalaman belajar peserta didik.

B. Saran

1. E-learning virtual classroom harus terus dikembangkanterutama oleh guru mata pelajaran
yang bersangkutan.
2. Antara siswa dan pengajar harus ada komitmen yang kuat agarpenyelenggaraan e-
learning virtual classroom mencapai tujuanpembelajaran yang ditargetkan.
DAFTAR PUSTAKA

https://isnalathifah.wordpress.com/2015/06/10/makalah-distance-learning/

http://febrisabtio.blogspot.co.id/

(Hamzah B.Uno.2007:39):