Anda di halaman 1dari 1

Tragedi sahabat

Perkenalkan nama saya pratiwi saya sering dipanggil tiwi saya lahir di Sungai lilin, 25 Maret 2000, dahulu
saya tinggal disebuah kecamatan yaitu sungai lilin karena pekerjaan orang tua saya kami pun sekeluarga pindah ke
Prabumulih. Waktu itu usia saya 2 tahun pindah ke Prabumulih, saya mempunyai sahabat kecil sahabat itu tinggal
bertetangga dengan rumah kami. Namanya Hanif fitriyani dia sering dipanggil dengan sebutan pipit.

Kami berdua mempunyai kejadian yang tragis pada tahun 2009 kami berdua menginjak usia 9 tahun. Saya
dan teman teman saya senang sekali dengan bersepeda mengelilingi prabumulih untuk berjalan jalan, suatu hari
saya mengajak teman saya untuk bersepeda dipagi hari waktu itu kami sedang libur sekolah, saya dan teman-teman
saya memutuskan untuk pergi kesuatu tempat yang jaraknya lumayan jauh dari rumah kami. Kami pun bersepeda
melewati rumah-rumah melewati gang-gang kecil, melewati rumah yang mempunyai penjaga yang ganas yaitu
anjing sampai sampai kami dikejar, dan melewati tanjakan yang sangat tinggi, diprabumulih itu banyak tanjakan
yang tinggi tinggi. saat kami sampai disuatu tempat kami beristirahat disebuah taman didekat tk yang ada disana
kami bermain main sampai kelelahan

waktu sudah menunjukan pukul 12:30 WIB kurang lebih. Saat matahari sedang panas panasnya , saya dan
teman saya pulang menuju rumah, saat itu kami sedang kelelahan sekali jadi saya menuntun sepeda saya dan teman
saya. Teman saya pipit menaikin sepedanya. Tadi kami menaikin tanjakan sekarang kami pulang menuruni tanjakan
yang sangat juram. Teman saya pipit mulai mengayuh sepedanya saat menuruni tanjakan yang sangat juram itu,
saya sudah mengingatkannya bahwa jangan menuruni tanjakan dengan menaikin sepeda saya menyuruhnya untuk
menuntun sepeda saja tetapi dia tidak mendengarkan saya. Saat teman saya menuruni dengan kecepatan tinggi
sekali dia kehilangan kendali saat bersepeda, awalnya saya tidak tahu lagi dengan dia menuju kemana sangkin
cepatnya dia bersepeda . saya masi menuntun sepeda saya sampai turun tanjakan. saat saya melihat ada keramaian
dibawa tanjakan dekat dengan rumah orang, saya melihat orang orang berlari menuju tempat kejadian tersebut dan
saya penasaran disana saya lihat teman saya tadi sudah berlumuran darah kepalanya berdarah ditubuhnya luka luka,
sepedanya sudah tidak terbentuk seperti semula, tangan saya sudah bergetar tidak tahu harus apa. Teman saya
melihat saya ada disana dia menangis, saya bertanya ada apa dia tidak menjawab apa apa dia masih menangis
dituntun seorang bidan, saya mendengar dari bapak bapak yang melihat kejadiannya bahwa teman saya tadi
menabrak pagar besi yang tajam yang ada dibawah tanjakan. Saya segera menuju rumah bidan tersebut untuk
melihat keadaan teman saya disana saya melihat teman saya dia sedang dibersihkan oleh bidan tersebut. Tak lama
kemudian bidan tersebut mendekati saya dan dia menyuruh saya untuk memanggil keluarga dari teman saya, dan
saya segera mencari sepeda saya untuk segera pergi kerumah teman saya untuk memanggil keluarga dari teman
saya.

Saya segera mencari sepeda saya untuk segera pergi kerumah teman saya untuk memanggil keluarganya
saat tiba ddirumah teman saya, saya menjelaskan tentang kejadian yang dialami oleh pipit tetapi keluarganya
memarahi saya. Saya tidak tahu lagi harus apa dan saya pulang menuju rumah. Rumah kami berdua dekat jadi tidak
terlalu jauh untuk pulang

Saat kejadian tersebut yang disalahkan dikeluarga teman saya adalah saya, jadi saya tidak pernah lagi
bertemu teman saya, bertemu saja tidak apalagi bermain, saya hanya bermain dengan keluarga atau dengan teman
sekelas saya saja. Kejadian tersebut selalu saya ingat karena kejadian yang mengerikan sekali dihidup saya.