Anda di halaman 1dari 18

PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PENERAPAN

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN, SISTEM PENGENDALIAN


INTERN DAN DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK TERHADAP
KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
(PERSEPSI APARATUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH
KABUPATEN KARANGANYAR)

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Oleh:

TRI WAHYUNI
B200140292

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2018

i
PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PENERAPAN
STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN, SISTEM PENGENDALIAN
INTERN DAN DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK TERHADAP
KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
(Persepsi Aparatur Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Karanganyar)

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi sumber daya
manusia, penerapan standar akuntansi pemerintahan, sistem pengendalian intern,
dan dukungan manajemen puncak terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah
daerah di OPD Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner.
Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dan memperoleh 93
responden. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan
software SPSS Versi 20.00. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan
standar akuntansi pemerintahan dan dukungan manajemen puncak berpengaruh
terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, sementara kompetensi
sumber daya manusia dan penerapan sistem pengendalian intern tidak
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

Kata kunci: kompetensi sumber daya manusia,penerapan standar akuntansi


pemerintah,sistem pengendalian intern, dukungan manajemen
puncak dan kualitas laporan keuangan.

Abstract

This research aims to analyzed the influence of human resources competences,the


application of government accounting standards, the internal control systems, and
the top management support toward the quality of the financial statement of local
government in OPD of Karanganyar Regency. This research use quantitative
research with primary data that collecting questionnaire. The sample of this
research was determined by purposive sampling technique and it was obtained 93
respondents. The data analyzed by using multiple linier regression with SPSS
software 20.00 version. The result of this research showed thatthe application of
accounting standards and the top management support, gave influence on the
quality of the local Government financial statement, whilethe competence of
human resources and the internal control systems did not give affect on the
quality of the local Government financial’s statement.

Keywords: competence of human resources,application of government


accountingstandard,internal control system,top management support
and quality of financial report.

1
1. PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan pada saat ini, pemerintahan yang baik
merupakan prasyarat bagi setiap pemerintah untuk mewujudkan tujuan serta
cita-cita bangsa bernegara. Pemerintahan merupakan entitas publik yang harus
mempertanggungjawabkan kinerjanya dalam bentuk laporan keuangan. Guna
mewujudkan kinerja pemerintah daerah yang baik, pemerintah daerah harus
terus melakukan upaya perbaikan dalam laporan keuangan. Laporan keuangan
yang berkualitas tentunya dapat berguna bagi para pengguna atau stakeholder,
terutama transparansi kepada masyarakat. Laporan keuangan yang berkualitas
menunjukkan bahwa kepala daerah bertanggungjawab sesuai dengan
wewenang yang dilimpahkan kepadanya dalam pelaksanaan tanggungjawab
pengelola organisasi.
Laporan keuangan merupakan media bagi sebuah entitas, dalam hal ini
pemerintah daerah untuk mempertanggungjawabkan kinerja keuangannya
kepada publik. Pemerintah daerah harus mampu menyajikan laporan keuangan
yang mengandung informasi keuangan yang berkualitas. Terdapat empat
karakteristik kualitas laporan keuangan menurut Undang-Undang No.71 tahun
2010 tentang Standar Akuntansi Keuangan yaitu relevan, andal, dapat
dibandingkan, dan dapat dipahami.
Dalam suatu pemerintahan, tentunya membutuhkan sumber daya manusia
yang handal dan berkompeten guna memperoleh laporan keuangan
pemerintahan yang berkualitas. Kompetensi sumber daya manusia sangat
diperlukan agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat memenuhi
karakteristik kualitatif laporan keuangan. Menurut Mardiasmo (2002:146)
sumber daya manusia telah memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai
hal-hal yang harus dikerjakan, sehingga laporan keuangan yang disusun dapat
diselesaikan dan disajikan tepat pada waktunya . Semakin cepat laporan
keuangan disajikan maka akan semakin baik untuk pengambilan keputusan.
Dalam penyusunan laporan keuangan diharapkan berpedoman pada
standar yang telah ditentukan yaitu Standar Akuntansi Pemerintahan. Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP) merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang

2
harus diterapkan untuk memperoleh hasil laporan keuangan yang berkualitas
baik. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan laporan yang
terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan
oleh suatu entitas pelaporan. Dengan demikian, SAP merupakan persyaratan
yang mempunyai kekuatan hukum dalam upaya meningkatkan kualitas laporan
keuangan pemerintah di Indonesia.
Selain SAP, kualitas laporan keuangan pemerintah daerah juga
dipengaruhi oleh Sistem Pengendalian Intern (SPI). Sistem Pengendalian Intern
berfungsi memberikan keyakinan tercapainya efektifitas dan efisiensi dalam
proses akuntansi terutama dalam menciptakan kualitas laporan keuangan. Oleh
karena itu, penerapan sistem pengendalian intern mampu meningkatkan
reliabilitas, objektivitas informasi, dan memudahkan proses audit laporan
keuangan. Tingginya kualitas laporan keuangan pemerintah daerah juga
ditentukan oleh seberapa baik pengendalian internalnya. Jika pengendalian
intern lemah, maka akan sulit mendeteksi kecurangan proses akuntansi
sehingga dapat menyebabkan bukti audit yang diperoleh dari data akuntansi
tersebut menjadi tidak relevan. (Herawati, 2014)
Dalam menyusun laporan keuangan maka dibutuhkan dukungan atasan.
Dukungan manajemen puncak merupakan faktor penting yang menentukan
efektivitas penerimaan sistem informasi dalam organisasi. Seorang pegawai
yang bekerja dalam pembuatan laporan keuangan tidak lepas dari dukungan.
Apabila tidak ada dukungan dari atasan, maka akan terjadi rendahnya kualitas
dalam pembuatan laporan keuangan begitu pula sebaliknya. Dukungan dari
atasan yang diberikan kepada pegawai bisa berupa motivasi, pengawasan kerja,
maupun pelatihan kepada pegawai.Semakin baik dukungan yang diberikan
atasan kepada pegawai diharapkan semakin baik pula laporan keuangan
pemerintah.
Penelitian ini terpacu pada penelitian yang dilakukan Sudiarianti, Ni
Made, dkk (2015) terdapat perbedaan antara penelitian ini dengan sebelumnya
yaitu penelitian ini menambahkan satu variabel independen yaitu dukungan

3
manajemen puncak, serta lingkup penelitian ini adalah pada Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian yang berjudul “ PENGARUH KOMPETENSI
SUMBER DAYA MANUSIA, PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI
PEMERINTAHAN, SISTEM PENGENDALIAN INTERN, DAN
DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK TERHADAP KUALITAS
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH ( Persepsi Aparatur
Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Karanganyar)”.

2. METODE
2.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data dalam penelitian ini
menggunakan data primer yang digunakan untuk mengetahui pengaruh
kompetensi sumber daya manusia, penerapan standar akuntansi pemerintahan,
sistem pengendalian intern, dan dukungan manajemen puncak terhadap kualitas
laporan keuangan pemerintah daerah.
2.2 Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) di Kabupaten Karanganyar. Sampel pada penelitian ini adalah pegawai
yang bekerja pada bagian keuangan/ anggaran/ perbendaharaan pada OPD di
Kabupaten Karanganyar. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel
dengan pertimbangan atau kriteria tertentu. Kriteria pemilihan sampel dalam
penelitian ini meliputi Pegawai yang bekerja pada bagian keuangan/ anggaran/
perbendaharaan Organisasi Perangkat Derah (OPD) Kabupaten Karanganyar
yang meliputi Dinas dan Badan. Dalam penelitian ini alat analisis yang
digunakan adalah Uji Kualitas Data, Uji Asumsi Klasik, Analisis Regresi
Berganda dengan Pengujian Hipotesis.

4
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Uji Asumsi Klasik

Tabel 1. Hasil Uji Normalitas


Kolmogorove
Variabel Sig Keterangan
Smirnov
Unstandardized 0,807 0,533 Data terdistribusi
Residual normal
Sumber: Data diolah 2018
Dari hasil pengujian Kolmogorove Smirnov menunjukkan nilai
siglebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model persamaan
regresi dalam penelitian ini memiliki distribusi data yang normal.
Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas

Variabel Tolerance VIF Keterangan


KSDM 0,738 1,356 Bebas Multikolinearitas
PSAP 0,782 1,278 Bebas Multikolinearitas
SPI 0,571 1,752 Bebas Multikolinearitas
DMP 0,566 1,766 Bebas Multikolinearitas
Sumber: Data diolah 2018
Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa masing-masing nilai VIF
berada < 10, demikian juga hasil nilai Tolerance > 0,10 maka dapat
disimpulkan bahwa penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas.

Tabel 3. Hasil Uji Heterokedastisitas


Variabel Sig Keterangan
KSDM 0,109 Bebas Heterokedastisitas
PSAP 0,210 Bebas Heterokedastisitas
SPI 0,264 Bebas Heterokedastisitas
DMP 0,774 Bebas Heterokedastisitas
Sumber: Data diolah 2018

5
Berdasarkan hasil yang ditunjukkan dalam tabel IV.17 tersebut
dapat dijelaskan bahwa semua variabel independen memiliki nilai
signifikan lebih besar dari 0,05. Dengan demikian bebas dari masalah
heteroskedastisitas.
3.2 Hasil Uji Hipotesis
Analisis Regresi Linier Berganda
Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Variabel Koefisien thitung Sig Keterangan
Regresi
Konstanta 9,056 1,717 0,089
KSDM 0,050 0,422 0,674 Tidak
Berpengaruh
PSAP 0,664 5,150 0,000 Berpengaruh
SPI -0,013 -0,075 0,940 Tidak
Berpengaruh
DMP 1,179 3,220 0,002 Berpengaruh
R2 = 0,449 Fhitung = 17,955
Adjusted R2 = 0,424 Sig = 0,000
Sumber: Data diolah 2018
Berdasarkan hasil dari tabel IV.17 dapat diperoleh model
persamaan regresi sebagai berikut :
KLKPD = 9,056 + 0,050 KSDM + 0,664 PSAP – 0,013 SPI + 1,179 DMP

3.3 Uji Statistik (Uji T)
Tabel 5. Hasil Uji t
Variabel thitung ttabel Sig Keterangan
KSDM 0,422 1,987 0,674 H1 ditolak
PSAP 5,150 1,987 0,000 H2 diterima
SPI -0,075 1,987 0,940 H3 ditolak
DMP 3,220 1,987 0,002 H4 diterima
Sumber: Data diolah 2018

6
H1: Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi sumber daya
manusia memiliki nilai thitung (0,422) lebih besar dari pada ttabel (1,987)
atau dapat dilihat dari nilai signifikansi 0,674 > α = 0,05. Hal ini berarti
H1ditolak, yang artinya kompetensi sumber daya manusia tidak
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Hal ini dapat dijelaskan bahwa kompetensi sumber daya manusia
masih lemah, sehingga tidak mempengaruhi kualitas laporan keuangan.
Kelemahan kompetensi sumber daya manusia pada pemerintah daerah
umumnya terjadi karena kondisi tingkat pendidikan pegawai yang tidak
sesuai dengan bidangnya, sehingga pegawai tidak dapat dengan cepat
memahami apa yang harus dikerjakan. Dapat disimpulkan bahwa
kompetensi sumber daya manusia belum diterapkan secara efektif,
sehingga menyebabkan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan belum
memuaskan.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Kalumata,dkk (2016) dan Nugraheta (2017) namum hasil ini tidak sesuai
dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sudiarianti, dkk
(2015), Kiranayanti (2016),dan Cahyandari(2017) yang menunjukkan
hasil penelitian bahwa kompetensi sumber daya manusiaberpengaruh
terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
H2: Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Terhadap
Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penerapan standar
akuntansi pemerintahan mempunyai nilai thitung (5,150) lebih besar dari
pada ttabel (1,987) atau dapat dilihat dari nilai signifikansi 0,000 < α = 0,05.
Hal ini berarti H2diterima, yang artinya penerapan standar akuntansi
pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah
daerah.

7
Hasil ini dapat dijelaskan bahwa, semakin baik penerapan
standar akuntansi pemerintahan akan dapat menghasilkan laporan
keuangan yang berkualitas, karena semua transaksi dilaporkan dalam
laporan keuangan sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku
dan disajikan secara jujur dan lengkap. Selain itu, standar akuntansi
diperlukan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan yaitu
meningkatkan konsistensi, daya banding, keterpahaman, relevansi, dan
keandalan laporan keuangan.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang sebelumnya yang
dilakukan oleh Sudiarianti,dkk (2015), Manaf (2014) dan Cahyandari
(2017) yang menunjukkan hasil penelitian bahwa penerapan standar
akuntansi pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan
pmerintah daerah, namun hasil ini tidak sesuai dengan penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh Jannah (2016) yang menunjukkan hasil
penelitian bahwa penerapan standar akuntansi pemerintah tidak
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
H3: Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sistem pengendalian
intern mempunyai nilai thitung (-0,075) lebih kecil dari pada ttabel (1,987)
atau dapat dilihat dari nilai signifikansi 0,940 > α = 0,05. Hal ini berarti
H3ditolak, yang artinya penerapan sistem pengendalian intern tidak
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Hasil ini dapat dijelaskan bahwa penerapan sistem pengendalian
intern masih lemah, sehingga tidak mempengaruhi kualitas laporan
keuangan. Kelamahan sistem pengendalian intern pada pemerintah daerah
umumnya terjadi karena: a) pejabat/petugas yang tidak optimal dalam
menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, b) lemah dalam pengawasan
dan pengendalian, c) kurang koordinasi antara pejabat terkait, dan d)
belum menindaklanjuti rekomendasi BPK hasil audit tahun sebelumnya.
Dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian intern yang telah

8
ditetapkan baik-baik saja, namum belum ditetapkan secara efektif.Hal ini
menyebabkan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan belum
memuaskan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Manaf
(2014) dan Muteh (2013), namun hasil ini tidak sesuai dengan penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh Sudiarianti,dkk (2015), Kiranayanti
(2016) dan Herawati (2014) yang menunjukkan hasil penelitian bahwa
penerapan sistem pengendalian intern berpengaruh terhadap kualitas
laporan keuangan pemerintah daerah. Semakin tinggi penerapan sistem
pengendalian intern dilaksanakan, maka kualitas laporan keuangan
pmerintah daerah cenderung semakin baik.
H4: Pengaruh Dukungan Manajemen PuncakTerhadap Kualitas
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel dukungan manajemen
puncak mempunyai nilai thitung (3,220) lebih besar dari pada ttabel (1,987)
atau dapat dilihat dari nilai signifikansi 0,002 < α = 0,05. Hal ini berarti
H4diterima, yang artinya dukungan manajemen puncak berpengaruh
terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Hasil ini dapat dijelaskan bahwa, semakin baik dukungan
manajemen puncak akan dapat menghasilkan laporan keuangan yang
berkualitas, dukungan manajemen puncak salah satu tugasnya melakukan
pengawasan, evaluasi dan pengendalian terhadap kinerja pegawai yang
dipimpinya serta dukungan manajemen terhadap kualitas laporan
keuangan. Dapat dijelaskan bahwa seorang atasan memberikan
pengarahan yang baik pada karyawannya dalam bekerja, memaksimalkan
komunikasi dua arah sehingga memyebabkan tidak terjadinya kesalahan
komunikasi antara atasan dan bawahan dan atasan mengoptimalkan dalam
membangun motivasi dan rasa percaya diri bawahan sehingga
menyebabkan kesiapan bawahan dalam bekerja tinggi. Hasil penelitian ini
sejalan dengan penelitian yang sebelumnya yang dilakukan oleh Dewi
(2013) dan Ningsih (2014) yang menunjukkan hasil penelitian bahwa
dukungan manajemen puncak berpengaruh terhadap kualitas laporan

9
keuangan pmerintah daerah, namun hasil ini tidak sesuai dengan penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh Alfian (2015) dan Alfiani (2017) yang
menunjukkan hasil penelitian bahwa dukungan manajemen puncak tidak
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

4. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kompetensi sumber daya
manusia tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan
pemerintah daerah Kabupaten Karanganyar, dibuktikan dengan nilai thitung
(0,422) lebih besar dari pada ttabel (1,987) atau dapat dilihat dari nilai
signifikansi 0,674 > α = 0,05 yang berarti H1ditolak. Penerapan standar
akuntansi pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan
pemerintah daerah Kabupaten Karanganyar, dibuktikan dengan thitung
(5,150) lebih besar dari pada ttabel (1,987) atau dapat dilihat dari nilai
signifikansi 0,000 < α = 0,05 yang berarti H2diterima. Sistem
pengendalian intern tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan
pemerintah daerah Kabupaten Karanganyar, dibuktikan dengan thitung (-
0,075) lebih kecil dari pada ttabel (1,987) atau dapat dilihat dari nilai
signifikansi 0,940 > α = 0,05 yang berarti H3ditolak. Dukungan
manajemen puncak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan
pemerintah daerah Kabupaten Karanganyar, dibuktikan dengan thitung
(3,220) lebih besar dari pada ttabel (1,987) atau dapat dilihat dari nilai
signifikansi 0,002 < α = 0,05 yang berarti H4diterima.

4.2 Keterbatasan
1) Objek penelitian ini hanya fokus pada OPD Dinas dan Badan
Kabupaten Karanganyar, sehingga hasil penelitian hanya berlaku pada
daerah yang bersangkutan saja.

10
2) Penelitian ini terbatas pada variabel yang telah digunakan peneliti
terdahulu, sehingga belum menemukan ada faktor lain yang
mempengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
4.3 Saran
1) Penelitian selanjutnya diharapkan untuk memperluas objek penelitian,
sehingga hasil penelitian lebih bisa mewakili secara keseluruhan.
2) Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambah variabel lain yang
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

DAFTAR PUSTAKA

Adhi, Daniel. K dan Yohanes Suhardjo. 2013. Pengaruh Penerapan Standar


Akuntansi Pemerintahan dan Kualitas Aparatur Pemerintah
Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi Kasus pada
Pemerintah Kota Tual). Jurnal Stie Semarang, Vol 5, No 3, ISSN:
2252-7826.

Alfian, Mohammad. 2015. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Implementasi


SIMDA dan Kualitas Laporan Keuangan SKPD. Jurnal Akuntansi
dan Investasi, 16(1), 1-11.

Alfiani, Nur dan Atwal Arifin. 2017. Pengaruh Implementasi Sistem Informasi
Manajemen Keuangan Daerah (Simda), Kualitas Sumber Daya
Manusia, dan Dukungan Manajemen Puncak Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Penelitian pada
Pemerintah Kabupaten Tegal). Publikasi Ilmiah. Universitas
Muhammadiyah Surakarta.

Bastian, Indra. 2010. Akuntansi Sektor Publik Suatu Pengantar, Edisi Ketiga.
Jakarta: Penerbit Erlangga.

Cahyandari, Devie. Amelia. 2017. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya


Manusia, Penerapan Sistem Pengendalian Intern, Penerapan
Standar Akuntansi Pemerintah dan Pemanfaatan Teknologi
Informasi terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
Daerah (Studi Empiris pada SKPD Kabupaten Sukoharjo).
Publikasi Ilmiah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah
Surakarta.

Dewi, Sang Ayu. N. T dan AANB Dwirandra. 2013. Pengaruh Dukungan


Manajemen Puncak, Kualitas Sistem, Kualitas Informasi,
Pengguna Aktual dan Kepuasan Pengguna terhadap Implementasi

11
Sistem Informasi Keuangan Daerah di kota Denpasar. E-Jurnal
Akuntansi Universitas Udayana, ISSN: 2302-8556.

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM


SPSS 19. Edisi 5. Semarang: Universitas Diponegoro.

Hafiz, Saputro. 2017. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia,


Penerapan Sistem Akuntansi, Pemanfaatan Teknologi Informasi,
dan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Daerah Sukoharjo (Studi Empiris pada SKPD
Kabupaten Sukoharjo Periode 2015-2016). Publikasi Ilmiah.
Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Herawati, Tuti. 2014. Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas


Laporan Keuangan (Survei pada Organisasi Perangkat Daerah
Pemda Cianjur). STAR– Study & Accounting Research Vol XI,
ISSN: 1693-4482.

James A.F Stoner. 1992. Manajemen.Jilid 1, Jakarta: Erlangga

Jannah, Miftahul. 2016. Kompetensi Sumber Daya Manusia, Pemahaman


Standar Akuntansi Pemerintahan, Sistem Pengendalian Internal
dan Peran Sarana Prasarana Pendukung terhadap Kualitas
Laporan KeuanganPemerintah Daerah (Studi Empiris pada
Instansi Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul). Publikasi Ilmiah.
Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Kalumata, Merlyn C. T, dkk. 2016. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya


Manusia, Teknologi Informasi, Reviu Laporan Keuangan dan
Sistem Pengendalian Internal terhadap Kualitas Laporan
Keuangan pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Kiranayanti, Ida.A.E dan Ni Made, A. E. 2016. Pengaruh Sumber Daya


Manusia, Sistem Pengendalian Intern, Pemahaman Basis Akrual
Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah. E-Jurnal
Akuntansi Universitas Udayana, Bali. ISSN: 2302-8556 Vol.16.2.

Mahmudi. 2011. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: UII Press Yogyakarta.

Mardiasmo. 2002. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: C.V. Andi Offset.


Yogyakarta: Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang
Standar Akuntansi Pemerintahan.

12
Manaf, Iqlima. A, dkk. 2014. Pengaruh Pemahaman tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan dan Sistem Pengendalian Intern terhadap
Proses Reviu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah oleh
Inspektorat dan Implikasinya terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah pada Inspektorat Kabupaten/ Kota
di Provinsi Aceh. Jurnal Magister Akuntansi Pascasarjana
Universitas Syiah Kuala ISSN: 2302-0164 pp.23-35.

Matindas. 2002. Kualitas Sumber Daya Manusia. Jakarta: Pustaka Utama


Grafiti.

Munteh, R. Z. 2013. AnalisisFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas


Informasi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten
Labuhanbatu. Medan:Universitas Negeri Medan.Nadir, R dan
Hasyim. 2017. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi,
Kompetensi Sumber Daya Manusia, terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah Dengan Variabel Intervening
Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual (Studi Empiris
di PEMDA Kabupaten Barru). E-Jurnal AKUNTABEL Volume
14, No 1 2017. ISSN: 2302-8556. Bali: Universitas Udayana.

Ningsih, S. 2014. “Pengaruh Kejelasan Tujuan, Dukungan Atasan,


Pendidikan dan Pelatihan terhadap Kualitas Informasi Laporan
Keuangan Pemerintah (Studi Empiris pada SKPD Kota Pariaman)".
Jurnal Akuntansi 2. 3.

Nordiawan, Deddi. 2006. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.

Nugraheta, Ulfa Rima. 2017. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia,


Sistem Pengendalian Intern, dan Penerapan Standar Akuntansi
Pemerintahan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
Daerah (Studi Empiris pada SKPD Kota Surakarta). Publikasi
Ilmiah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nurillah, As Syifa 2014. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia,


Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD),
Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Sistem Pengendalian Intern
terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah ( Studi
Empiris Pada SKPD Kota Depok).Skripsi .Semarang: Universitas
Diponegoro Semarang.

Rosalin, Faristina. 2011. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Keandalan dan


Timeliness Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum( Studi pada

13
BLU di Kota Semarang).Skripsi . Semarang: Universitas Diponegoro
Semarang.

Ryan, Chrisna Hadi. 2017. Interaksi Sistem Pengendalian Intern Dengan


Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah Kabupeten Klaten. Publikasi Ilmiah.
Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sudiarianti, Ni Made, dkk . 2015. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya
Manusia pada Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
dan Standar Akuntansi Pemerintah Serta Implikasinya pada
Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Simposium
Nasional Akuntansi XVIII. Medan.

Siagian. 2002. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta : Rineka


Cipta.Sukmaningtyas, Shinta. 2017. Pengaruh Sistem Pengendalian
Intern, Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan
Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah ( Studi Empiris pada Dinas Pendapatan
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah / DPPKAD Kabupaten
Boyolali). Publikasi Ilmiah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah
Surakarta.

Windiastuti, Ruri. 2013. Pengaruh Sumber Daya Manusia Bidang Akuntansi


dan Sistem Pengendalian Internal terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah ( Studi Kasus pada Dinas
Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kota Bandung). Skripsi.
Universitas Widyatama.

14