Anda di halaman 1dari 39

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA NY.

DENGAN TB PARU DAN HIPERTENSI

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARBARU UTARA

Pembimbing Akademik : Dr. Suroto, SKM., M.Kes.

Pembimbing Klinik : Metha Muthi SN, S.Kep. Ns.

Oleh :

MUHAMMAD IMAM MUTA’ABID

P07120116068

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN

JURUSAN DIPLOMA III KEPERAWATAN

BANJARBARU
2019

LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Muhammad Imam Muta’abid

NIM : P07120116068

Judul : Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny. R Dengan TB Paru


dan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarbaru Utara

Mengetahui,

Pembimbing Klinik Pembimbing


Akademik

Metha Muthi S., S.Kep. Ns. Dr. Suroto, SKM. M.Kes.


ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. S PADA Ny. R DENGAN TB
PARU DAN HIPERTENSI

A. PENGKAJIAN (tanggal: Kamis, 25 April 2019, pukul 10.00 WITA )

I. Data umum

1. Kepala Keluarga (KK) : Tn. S


2. Alamat dan telepon : Jl. Amaco
3. Pekerjaan KK : Swasta
4. Pendidikan KK : SMP
5. Komposisi keluarga :

No. Nama Jenis Hub. Umur Pen- Ket.


Kel. Dg. didikan
KK

1. Tn . S Laki-laki Suami 57 SMP Sehat


Tahun

2. Nn. R Perempuan Istri 50 SMP Sakit


Tahun

3. Ny. L Perempuan Anak 37 SMA Sehat


Tahun

4. Tn. R Laki-laki Anak 35 SMA Sehat


tahun
5. An. M Perempuan Anak 19 SMP Sehat
tahun

6. An. H Laki-laki Anak 15 SD Sehat


tahun

Genogram:

Keterangan :
: Laki-laki

: Perempuan

: Klien sakit

X : Meninggal

: Hubungan dengan keluarga

: Nikah

: Tinggal serumah
6. Tipe keluarga: Tipe keluarga Tn. S adalah keluarga inti yaitu dalam satu
keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak.
7. Suku bangsa : Keluarga klien berasal dari suku Banjar dan
berkewarganegaraan Indonesia, kebudayaan yang dianut tidak bertentangan
dengan masalah kesehatan sedangkan bahasa sehari-hari yang digunakan
adalah bahasa Banjar.
8. Agama : Seluruh anggota keluarga Tn. S beragama
islam. Tn. S dan Ny. R sering mengikuti pengajian di kompleknya serta
berdoa agar dapat sembuh dari penyakit yang diderita Ny. L.
9. Status sosial ekonomi keluarga
a. Sumber pendapatan keluarga diperoleh dari Kepala Keluarga Tn. S ± Rp.
1.500.000,00/bulan.
b. Kebutuhan yang diperlukan keluarga (bulan):
Makan Rp. 750.000,00
Bayar listrik/PDAM Rp. 200.000,00
Pendidikan Rp. 200.000,00
Lain-lain Rp. 150.000,00
Total Rp. 1.300.000,00
Sisanya ditabung untuk kebutuhan yang mendadak.
c. Barang-barang yang dimiliki
1 buah TV, 2 kipas angin, 1 motor Pada ruang tengah terdapat 2 lemari
pakaian dan kulkas.
d. Pendapat keluarga
Menurut pengakuan keluarga, penghasilan yang ada cukup untuk
memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari
10. Aktivitas rekreasi keluarga
Rekreasi digunakan untuk mengisi waktu luang dengan menonton tv bersama
di rumah, selain itu kegiatan yang biasa dilakukan An. H adalah bermain di
sekitar rumah bersama teman-temannya dan Ny. R berkumpul bersama
tetangga di rumahnya.

II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga


11. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Keluarga Tn. S dalam tahap perkembangan yaitu pada tahap VI Keluarga


mulai melepas anak sebagai dewasa

Tahap ini dimulai dari sejak mulai melepas anak sebagai dewasa. Pada fase
ini pada umumnya keluarga mencapai fase jumlah anggota keluarga yang
maksimal dan mulai melepas anaknya untuk berkeluarga. Tugas
perkembangan sebagai berikut:

a. Memperluas jaringan keluarga dari keluarga inti menjadi keluarga besar


b. Mempertahankan keintiman pasangan
c. Membantu anak untuk mandiri sebagai keluarga baru di masyarakat
d. Penataan kembali peran ortu dan kegiatan rumah

12. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

Semua tugas perkembangan keluarga sudah terpenuhi

13. Riwayat kesehatan keluarga inti

Tn. S sebagai kepala keluarga jarang sakit, tidak mempunyai masalah dengan
istirahat, makan maupun kebutuhan dasar yang lain. Klien mempunyai
penyakit hipertensi dan tidak memiliki penyakit menular (TBC, Kusta, Dll).
Pada saat pengkajian TD 180/90 mmHg, N 96 x/menit, P 20 x/menit dan S
36’c.

Ny. R sejak 3 bulan yang lalu didiagnosa oleh dokter di puskesmas menderita
penyakit Tb Paru, mengeluh batuk berdahak yang kadang-kadang berdarah
sudah 3 bulan, pusing, mudah lelah dan kadang jantung terasa berdebar. Ny.
R mengatakan kurang mengetahui tentang penyakit yang dideritanya dan
merasa khawatir bila melihat darah pada dahaknya tekanan serta jika tekanan
darahnya terus naik. Ny. R rutin berobat ke puskesmas, tekanan darah naik
bila klien terlalu banyak mengonsumsi jenis daging-dagingan dan kurang
istirahat. TD 150/90 mmHg, N 110 x/menit, P 24 x/menit dan S 36,9’c.

Ny. L sebagai anak pertama, dalam keadaan sehat. Tidak mempunyai


penyakit menurun dan penyakit menular. TD 120/90 mmHg, N 90 x/menit, P
20 x/menit dan S 36,2’c.

Ny. R Sebagai anak kedua, tidak mempunyai keluhan dan penyakit menular
dan menurun .TD 130/80 mmHg, N 98 x/menit, P 22 x/menit dan S 36,4’c.

Nn. M sebagai anak ketiga, tidak mempunyai keluhan dan penyakit menular
dan menurun, TD 120/80 mmHg, N 88x menit, P 24x/menit dan S 36,9 ’c

An. H sebagai anak keempat, tidak mempunyai keluhan dan penyakit menular
dan menurun TD 120/90mmHg, N 106x/menit, P 22x/menit dan 36,3’c

14. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya


Tn. S mengatakan bahwa keluarganya tidak ada yang menderita penyakit
pernafasan seperti pasien, tidak ada riwayat diabetes, hipertensi, ataupun
penyakit menular lainnya.

III. Data lingkungan


15. Karakteristik rumah
a. Luas: ± 7 x 9 Meter Persegi terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1
WC, dapur 1 dan ruang tamu.
b. Jenis: Permanen
c. Sirkulasi udara:Kurang baik dan pencahayaan kurang baik.
d. Pemanfaatan ruangan rumah: Perabotan kurang tertata rapi
e. Kebersihan ruangan: kotor
f. Lantai: Keramik
g. Jarak septic tank dengan sumur: > 10 meter
h. Sumber air minum: PDAM namun terkadang juga menggunakan sumur
gali milik sendiri untuk kebutuhan sehari-hari.
i. Pembuangan limbah: Melalui selokan
j. Keadaan pekarangan: Bersih dan diisi dengan tanaman hias
k. Pembuangan sampah: Dibuang ke tempat pembuangan sampah

Denah rumah

2 Keterangan
1 1 : Halaman rumah
5 2 dan 4 : Kamar Tidur
1 3 3 : Ruang tamu dan keluarga
5 : Dapur
6
4 6 : WC
7
7 : Kamar Mandi

16. Karakteristik tetangga dan komunitasnya

Tetangga di sebelah kanan dan kiri rumah selalu memperhatikan keadaan


kesehatan Ny. R dengan menanyakan dan memantau kesehatannya.
Hubungan antar tetangga Tn. S baik, Ny. R dan tetangga sering berkumpul di
rumahnya untuk mengobrol di sore hari.

17. Mobilitas geografis keluarga

Tn. S berkerja dari pagi sampai sore hari, Ny, R selalu di rumah karena
seorang ibu rumah tangga, Ny. P menjadi IRT, Tn. R menjadi pekerja swasta,
Nn. M masih mencari kerja dan An. H Berangkat sekolah tiap pagi sampai
siang hari. Keluarga Tn. S selama ini sebagai penduduk asli Banjarbaru dan
pernah pindah rumah tetapi tetap di komplek yang sama yaitu Komplek
amaco Jl. Biduri.

18. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Ny. R mengatakan selalu ada di rumah karena seorang ibu rumah tangga dan
pada malam hari digunakan untuk berkumpul bersama seluruh keluarganya,
Tn. S dan Ny. R mengikuti pengajian di langgar kompleknya setiap hari
jumat.

19. Sistem pendukung keluarga

Jumlah anggota keluarga 5 orang, yaitu suami dan 4 anak.

IV. Struktur keluarga


20. Struktur peran
a. Formal: Tn. S sebagai kepala keluarga yang harus bertanggung jawab
terhadap kehidupan keluarganya, Ny. R sebagai istri dan 4 anak.
b. Informal: Tn. S sebagai pencari nafkah dengan pekerjaan swasta dan Ny.
R sebagai ibu rumah tangga.

21. Nilai atau norma keluarga

Nilai dan normal yang berlaku di keluarga menyesuaikan dengan nilai agama
yang dianut dan norma yang berlaku di lingkungannya. Keluarga percaya
bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT. Demikian pula
dengan sehat dan sakit. Keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada obatnya,
bila ada keluarga yang sakit, dibawa ke Puskesmas.

22. Pola komunikasi keluarga

Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan secara musyawarah untuk


menyelesaikan masalah dengan menggunakan bahasa banjar dan mendapat
informasi kesehatan dari televisi dan koran. Namun. Terkadang Tn. S
menegur dengan keras dan marah bila anaknya bermain di rumah teman
sampai lewat batas waktu istirahat. Waktu bertemu dengan keluarga cukup
banyak.

23. Struktur kekuatan keluarga

Pengambilan keputusan dalam keluarga dilakukan dengan cara musyawarah


seluruh anggota keluarga. Tn. S selaku kepala keluarga memiliki kekuatan
untuk mengendalikan dan memengaruhi anggota keluarga untuk merubah
perilaku.

V. Fungsi keluarga
24. Fungsi ekonomi

Keluarga dapat memenuhi kebutuhan makan 3 kali sehari, pakaian dan


pendidikan untuk anak serta biaya untuk berobat. Keluarga memanfaatkan
pendapatan yang dimiliki seefisien mungkin dan keluarga menggunakan
BPJS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

25. Fungsi mendapatkan status sosial

Keluarga tidak mempermasalahkan fungsi sosialnya dimasyarakat, dengan


kondisi yang seperti itu, Tn. S tetap berinteraksi dengan tetangga disekitar

26. Fungsi pendidikan


Keluarga memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya dan selalu
memberitahu apa yang ditanyakan anaknya. Memberitahukan apakah itu akan
berdampak posistif atau negatif kepada anaknya.

27. Fungsi sosialisasi

Setiap hari keluarga selalu berkumpul di rumah, hubungan dalam keluarga


baik dan selalu mentaati norma yang ada. Keluarga selalu mengajarkan dan
menekankan bagaimana berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang
dianutnya dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan lingkungan tempat
tinggalnya.

28. Fungsi pemenuhan (perawatan/pemeliharaan) kesehatan


a. Mengenal masalah kesehatan

Keluarga mengatakan Ny. R sering mengeluh batuk berdahak dan sedikit


mengeluarkan darah sejak 3 bulan yang lalu, pusing, mudah lelah dan kadang
jantung terasa berdebar. Keluarga mengatakan kurang mengetahui tentang
penyakit yang diderita oleh Ny. R dan merasa khawatir dan cemas jika
tekanan darahnya terus naik.

b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan

Keluarga akan di bawa ke puskesmas apabila salah satu dari mereka ada yang
sakit dan penyakitnya semakin parah. Begitu pula dengan Ny. R yang sudah
dijadwalkan rutin melakukan kunjungan ke puskesmas karena sedang
menjalani Pengobatan TB Paru.

c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit

Keluarga mengatakan tidak mengetahui cara merawat anggota keluarga yang


menderita penyakit TB Paru serta juga tidak mengetahui resiko penularan
penyakit TB Paru. Dalam merawat Ny. R, keluarga masih memberikan
makanan yang sama dengan anggota keluarga yang lainnya, dan jarang sekali
kontrol secara teratur ke Puskesmas.

d. Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan rumah yang


sehat

Keluarga membersihkan rumahnya setiap hari, mengepel 1 minggu sekali dan


lantai kamar mandi tidak licin, sedikit kotor dan kurang terawat.

e. Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan


Saat ditanya tentang menggunakan fasilitas kesehatan Keluarga terlihat
bingung, wajah tegang dan suara bergetar serta mengatakan jarang sekali
memeriksakan diri ke Puskemas bila ada anggota keluarga yang sakit namun
sejak Ny. R sakit nya semakin parah keluarga baru berani melakukan
pemeriksaan TB Paru ke puskesmas.

29. Fungsi religius


Keluarga biasanya setelah melakukan ibadah sholat 5 waktu berjamaah
berdoa untuk kesehatan dan kelancaran setiap berurusan.
30. Fungsi rekreasi
Keluarga jarang sekali berekreasi sesekali hanya berkeliling di banjarbaru
saja dan Tn. S lebih suka memancing karena itu adalah hobinya.
31. Fungsi reproduksi

Jumlah anak 4 orang, anak pertama menjadi IRT dan anak kedua sudah
bekerja, Anak ketiga masih mencari pekerjaan, Anak keempat masih sekolah
SMP.

32. Fungsi afeksi

Hubungan antara keluarga baik, saling mendukung bila ada yang sakit
langsung dibawa ke Puskesmas. Keluarga mengajarkan kepada anak pertama
untuk selalu memperhatikan keadaan adiknya yang masih sekolah untuk
membantu keluarga. Sikap saling menghormati antara anggota keluarga
masih tetap diajarkan oleh keluarga.

VI. Stres dan koping keluarga


33. Stresor jangka pendek dan panjang

Ny. R mengatakan sering mengeluh batuk berdahak kadang disertai darah,


pusing, mudah lelah dan kadang jantung terasa berdebar.

Sejak 1 tahun yang lalu menderita penyakit hipertensi dan 3 bulan yang lalu
mengalami TB Paru, Ny. R juga mengatakan bahwa ia dan keluarga kurang
mengetahui tentang penyakit yang dideritanya dan khawatir tekanan
darahnya terus bertambah tinggi.

34. Kemampuan keluarga berespons terhadap stresor

Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke Puskesmas


jika penyakit yang diderita sudah sangat parah serta obat yang dimiliki habis
dan merasa cemas dan pasrah karena sedang mendapat cobaan, berharap akan
segera mendapat kesembuhan.

35. Strategi koping yang digunakan

Keluarga menerima keadaan ini apa adanya dan selalu melibatkan anggota
keluarga dalam bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang ada.

36. Strategi adaptasi disfungsional

Ny. R apabila sedang sakit dan pusing maka memilih untuk tidur atau
istirahat.

VII. Pemeriksaan kesehatan tiap individu anggota keluarga

DATA Tn. S Ny. R Ny. L Tn. R Ny. M An. H

Tanda- TD: 160/90 TD: TD: TD: TD: TD:


tanda mmHg 150/100 120/90 120/80 110/70
N: 98
vital mmHg mmHg mmHg mmHg
N: 96 x/menit
x/menit N: 110 N: 90 N: 98 N:
P: 20
x/menit x/menit x/menit 88x/menit
P: 20 x/menit
x/menit P: 22 P: 20 P: P: 26x
S: 36,4’C
x/menit x/menit 24x/menit /menit
S: 36’C
S: 36,5’C S: S: 36,9’C S: 36,0’C
36,2’C
BB: 35 kg
TB: 152
cm

Kepala Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk


simetris, simetris, simetris, simetris, simetris, simetris,
rambut rambut rambut rambut rambut rambut
bersih, bersih, bersih, bersih, bersih, bersih,
rambut rambut rambut rambut rambut rambut
berwarna berwarna berwarna berwarna berwarna berwarna
hitam hitam hitam hitam hitam hitam dan
beruban beruban, memakai
konjungtiv semir
a tidak rambut
pucat warna
kuning

Dada Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk


dada dada dada dada dada dada
nampak nampak nampak nampak nampak nampak
simetris, simetris, simetris, simetris, simetris, simetris,
tidak ada terdapat tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
suara nafas suara suara suara suara suara
tambahan, nafas nafas nafas nafas nafas
tidak ada tambahan tambaha tambahan, tambahan, tambahan
lesi dan yaitu n, tidak tidak ada tidak ada , tidak
pembengkk ronchi di ada lesi lesi dan lesi dan ada lesi
an sebalah dan pembengk pembengk dan
kanan, pembeng kan kan pembeng
tidak ada kkan kkan
lesi dan
pembengk
akkan,
vokal
fremitus
dada
kanan dan
kiri sama,
suara
nafas
vesikuler,
bunyi
jantung S3
S4

Abdom Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk


en simetris simetris simetris simetris simetris simetris
datar, hasil datar, hasil datar, datar, hasil datar, hasil datar,
perkusi: perkusi: hasil perkusi: perkusi: hasil
timpani timpani, perkusi: timpani timpani perkusi:
bising timpani timpani
usus 12
x/menit,
tidak ada
asites,
tidak ada
mual
muntah,
nafsu
makan
kurang
baik, tidak
ada nyeri
dan tekan
Neuros Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi
ensori pengelihata pengelihat pengelih pengelihat pengelihat pengeliha
n: an: atan: an: an: tan:
penglihatan penglihata penglihat penglihata penglihata penglihat
kabur, tidak n kabur, an n normal, n normal, an
memakai tidak normal, tidak tidak normal,
alat bantu memakai tidak memakai memakai tidak
dan visus alat bantu memakai alat bantu alat bantu memakai
dan visus alat dan visus dan visus alat bantu
Fungsi
bantu dan visus
pendengara Fungsi Fungsi Fungsi
dan visus pendengar
n: pendengar pendengar Fungsi
kemampuan an: Fungsi an: an: pendenga
jelas dan kemampua pendeng kemampua kemampua ran:
tidak n jelas dan aran: n jelas dan n jelas dan kemampu
memakai tidak kemamp tidak tidak an jelas
alat bantu memakai uan jelas memakai memakai dan tidak
alat bantu dan tidak alat bantu alat bantu memakai
Fungsi
memakai alat bantu
perasa: Fungsi Fungsi Fungsi
alat
kemampuan perasa: perasa: perasa: Fungsi
baik kemampua bantu kemampua kemampua perasa:
n baik Fungsi n baik n baik kemampu
Fungsi
perasa: an baik
perabaan: Fungsi Fungsi Fungsi
kemamp
tidak ada perabaan: perabaan: perabaan: Fungsi
uan baik
kesemutan tidak ada tidak ada tidak ada perabaan:
dan kebas kesemutan Fungsi kesemutan kesemutan tidak ada
dan kebas perabaan dan kebas dan kebas kesemuta
Fungsi
: tidak n dan
penciuman: Fungsi Fungsi Fungsi
kemampuan penciuman ada penciuman penciuman kebas
kesemuta :
baik : :
kemampua n dan kemampua kemampua Fungsi
n baik kebas n baik n baik penciuma
Fungsi n:
pencium kemampu
an: an baik
kemamp
uan baik

Ekstre Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada Tidak ada Tidak ada
mitas edema, edema, ada edema, edema, edema,
atas pergerakkan pergerakk edema, pergerakk pergerakk pergerakk
baik an baik, pergerak an baik an baik an baik
akral kan baik
hangat,
CRT < 2
detik

Ekstre Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada Tidak ada Tidak ada
mitas edema, edema, ada edema, edema, edema,
bawah pergerakkan pergerakk edema, pergerakk pergerakk pergerakk
baik, akral an baik, pergerak an baik. an baik, an baik,
hangat, akral kan baik akral akral akral
tidak hangat, akral hangat, hangat, hangat,
memakai tidak hangat, tidak tidak tidak
alat bantu memakai tidak memakai memakai memakai
alat bantu memakai alat bantu alat bantu alat bantu
kekuatan
alat
otot: skala kekuatan kekuatan kekuatan kekuatan
bantu
5: bebas otot: skala otot: skala otot: skala otot:
bergerak 5: bebas kekuatan 5: bebas 5: bebas skala 5:
dan bergerak otot: bergerak bergerak bebas
melawan dan skala 5: dan dan bergerak
tahanan melawan bebas melawan melawan dan
yang tahanan bergerak tahanan tahanan melawan
setimpal yang dan yang yang tahanan
setimpal melawan setimpal setimpal yang
skala
tahanan setimpal
aktivitas: 1 : skala skala skala
mandiri aktivitas: 1 yang aktivitas: 1 aktivitas: skala
setimpal
: mandiri : mandiri 1 : mandiri aktivitas:
skala 1:
aktivitas: mandiri
1:
mandiri

Genital Tidak ada Konsistens Tidak Tidak Tidak Tidak


ia keluhan i BAB keluhan keluhan keluhan keluhan
lunak,
tidak ada
nyeri saat
BAK dan
BAB,
kemampua
n BAK
dan BAB
mandiri

VIII. Harapan keluarga

Keluarga berharap pada petugas kesehatan agar selalu meningkatkan mutu


pelayanan dan membantu masalah Ny. R. Keluarga juga berharap agar
penyakit Ny. R dapat segera sembuh.
VIII. DATA PENUNJANG

Hasil pemeriksaan mikroskopis BTA

Tanggal : (27-1-2019)

Ditemukan >10 BTA dalam 1 lapang pandang +++ (3+)

B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA


I. Analisis dan sintesis data Tanggal (Kamis, 25 April 2019. 10.00 WITA)

No. Data Masalah Penyebab

1. DS: Bersihan jalan Ketidakmampuan

mengatakan nafas tidak efektif keluarga Ny. R dalam


- pasien
melakukan perawatan
ditengggorokan ada
menejemen jalan
dahak namun tidak
nafas Pada Ny. R
mau keluar
- pasien mengatakan
saat batuk berdahak
kadang-kadang
terdapat darah

DO:

- KU lemah
- Ada bunyi nafas
tambahan ronki
- Sputum kental
kadang berdarah
- Hasil Lab: (27-1-
2019) Ditemukan
>10 BTA dalam 1
lapang pandang
+++ (3+)
- R : 24 x/ menit
- S : 36,9⁰C
- TD : 150/90
- N : 98 x/menit

2. DS: Keluarga mengatakan Ansietas Ketidakmampuan


khawatir dan cemas jika keluarga dalam
tekanan darah Ny. R terus mengenal masalah
naik

DO:

Keluarga terlihat bingung,


wajah tegang dan suara
bergetar

Keluarga sering meminta


perawat untuk mengukur
tekanan darah Ny. R

3. DS: pasien mengatakan Resiko penularan Ketidakmampuan


takut penyakitnya dapat infeksi keluarga Tn. S dalam
menularkan ke anggota memodifikasi
keluarganya lingkungan rumah
Keluarga Tn. S
DO:

- Memiliki anak
berumur 18 tahun,
dan 14 tahun
- Jendela rumah
jarang dibuka
- Banyak pakaian
yang menumpuk
dan bergantungan
II. Perumusan diagnosis keperawatan

No. Diagnosis Keperawatan (PES)

1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan Ketidakmampuan


keluarga dalam melakukan perawatan manajemen jalan nafas

2. Ansietas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal


masalah

3. Resiko penularan infeksi berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga


dalam memodifikasi lingkungan rumah

III. Penilaian (skoring) diagnosis keperawatan


1) Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d Ketidakmampuan keluarga Tn. S
dalam melakukan perawatan menejemen jalan nafas Pada Tn. S

No.
Diag.
Kep. Kriteria Skor Pembenaran

1. a. Sifat masalah: 3 Pada kasus Tn. S ketika kelurga


×1=1
aktual 3 ditanya tentang perawatan TB paru
mengatakan tidak tentang
bagaimana perawatan bersihan
jalan nafas.
b. Kemungkinan 1 Faktor-faktor yang mempengaruhi
×2=1
masalah dapat 2 masalah data diubah adalah
diubah: pengetahuan, teknologi dan
sebagian tindakan-tindakan untuk
menangani masalah, sumberdaya
keluarga, sumberdaya perawatan
dan sumberdaya masyarakat. Di
keluarga tidak pernah ada yang
terkana penyakit TB paru ini
sehingga tidak tahu perawatan apa
yang harus dilakukan.

c. Potensial 2 Hal-hal yang perlu diperhatikan


× 1 = 0,67
masalah untuk 3 dalam melihat potensi pencegahan
dicegah: masalah adalah kepelikan, lamanya
Rendah masalah, tindakan yang sudah dan
sedang dijalankan, adanya
kelompok resiko tinggi dalam
keluarga. Dengan pemberian
informasi tentang perawatan TB
Paru yang cukup jelas
, kemungkinan masalah yang akan
muncul dapat dicegah.

d. Menonjolnya 1 Masalah bersihan jalan nafas tidak


× 1 = 0,5
masalah: ada 2 efektif adalah masalah aktualyang
masalah tidak harus ditangani agar tidak
perlu menimbulkan komplikasi.
ditangani

Total skor 3,17


Dx: Ansietas
berhubungan
dengan
ketidakmampuan
keluarga dalam
mengenal masalah

2 a. Sifat masalah: 3 Masalah ansietas pada Ny. L


×1=1
Aktual 3 dirasakan dan perlu tindakan
perawatan

b. Kemungkinan 2 Pengetahuan sumber daya dan


×2=2
masalah dapat 2 fasilitas kesehatan tersedia dan
diubah: dapat dijangkau/dimanfaatkan
Mudah

c. Potensial 3 Ansietas dapat dikendalikan


×1=1
masalah untuk 3 apabila keluarga mengetahui cara
dicegah: mengatasinya
Tinggi

d. Menonjolnya 1 Masalah dirasakan oleh Ny. R


× 1 = 0,5
masalah: ada 2 tetapi merasa tidak perlu ditangani
masalah tidak
perlu
ditangani

Total skor 4,5


Dx: Resiko
penularan
infeksi b.d
Ketidakmampua
n keluarga Tn. S
dalam
memodifikasi
lingkungan
rumah Keluarga
Tn. S

3. a. Sifat masalah: 2 Masalah ancaman kesehatan dan


× 1 = 0,67
resiko 3 harus segera diatasi.

1
×2=1
b. Kemungkinan 2
Dengan penyuluhan pada keluarga
masalah dapat Tn. S paham mengenai lingkungan
diubah: yang baik untuk penderita Tb paru.
Sebagian

c. Potensial 2 Dengan keluarga paham mengenai


× 1 = 0,67
masalah 3 lingkungan yang baik diharapkan
untuk resiko infeksi pada keluarga Tn. S
dicegah: tidak terjadi yaitu dengan
cukup membuka pintu, jendela, dsb.
d. Menonjolnya 2 Menurut Tn.S dan keluarga,
×1
masalah: 2 adanya masalah dan kurangnya
masalah pengetahuan pada keluarga Tn. S
berat harus harus segera ditangani
segera
ditangani

Total skor 3,67

IV. Prioritas diagnosis keperawatan

No. Diagnosa Keperawatan Skor


1. Ansietas berhubungan dengan 4,5
ketidakmampuan keluarga dalam mengenal
masalah
2. Resiko penularan infeksi b.d 3.67
Ketidakmampuan keluarga Tn. S dalam
memodifikasi lingkungan rumah Keluarga Tn.
S
3. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d 3.17
Ketidakmampuan keluarga Tn. S dalam
melakukan perawatan menejemen jalan nafas
Pada Tn. S

C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Diag. Keperawatan:

1. Ansietas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal


masalah

Tujuan Kriteria Hasil/standar Intervensi


Setelah Pengetahuan  Keluarga dapat  Mendiskusikan

implementasi mengidentifikasi (menjelaskan,

keperawatan dang memberi

yang ke-2 mengungkapkan kesempatan

melalui gejala cemas bertanya dan

kunjungan  Keluarga menjelaskan

rumah, mampu kembali)

diharapkan menunjukkan tentang gejala

ansietas berkurangnya cemas

menghilang kecemasan  Mendorong


meliputi postur keluarga untuk
tubuh, ekspresi menemani
wajah, bahasa anggota
tubuh dan keluarga yang
tingkat aktivitas sakit
 Menganjurkan
kepada
keluarga untuk
mendengarkan
pasien dengan
penuh
perhatian
 Mengajarkan
kepada
keluarga
teknik
relaksasi nafas
dalam
 Mengajarkan
kepada
keluarga untuk
menciptakan
lingkungan
yang tenang
dan senyaman
mungkin

Tindakan  Keluarga
mampu
mengungkapkan,
menunjukkan
teknik untuk
mengontrol
cemas

2. Resiko penularan infeksi b.d Ketidakmampuan keluarga Tn. S dalam


memodifikasi lingkungan rumah Keluarga Tn. S

Tujuan Kriteria Hasil Standar Intervensi


Setelah Pengetahuan  Keluarga dapat  Beri penyuluhan
dilakukan menyebutkan
kepada keluarga
implementasi bahaya
tentang akibat
ke-2 kunjungan lingkungan yang
rumah tidak aman dan resiko terjadinya
diharapkan akibatnya
penularan
risiko  Keluarga
penyakit.
penyebaran mampu
infeksi terhadap Sifat mengidentifikasi  Jelaskan pada
keluarga intervensi untuk
keluarga tentang
tidak terjadi. mencegah atau
cara-cara
menurunkan melakukan
risiko penularan.
modifikasi
 Keluarga
lingkungan dan
mampu
membuat pencegahan
suasana terjadinya
lingkungan yang
penularan
Tindakan kondusif.
penyakit.

 Kaji ulang

pengetahuan

keluarga setelah

diberikan

penyuluhan.

 Demonstrasikan

cara membuat

sputum pot.

 Anjurkan

penderita agar

menutup mulut

ketika bersin dan

batuk.

3. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d Ketidakmampuan keluarga Tn. S dalam
melakukan perawatan menejemen jalan nafas Pada Tn. S
Setelah Pengetahuan  Keluarga dapat  Menganjurkan
dilakukan memahami
keluarga untuk
implementasi tentang penyakit
memposisikan
keperawatan TB Paru meliputi
yang ke-3 : kondisi, pasien semi
melalui prognosis, dan
fowler
kunjungan perawatan
 Berikan
rumah, bersihan  Keluarga mampu
jalan napas menjelaskan pengetahuan
kembali normal. kembali apa yang
kepada keluarga
dijelaskan oleh
tentang tindakan
penyuluh
 Keluarga mampu postural
melaksankan drignase.
prosedur yang
 Beri tahu klien
dijelaskan dengan
benar dan keluarga

bagaimana cara
Tindakan
mengeluarkan

secret dengan

batuk efektif.

IMPLEMENTASI

1. Implementasi Keperawatan
Hari, Diagnosa Keperawatan Implementasi
Tanggal,
Waktu
Kamis, Ansietas berhubungan 1. Mendiskusikan (menjelaskan,
25 April dengan ketidakmampuan memberi kesempatan bertanya dan
2019, keluarga dalam mengenal menjelaskan kembali) tentang gejala
10.00 masalah cemas
WITA Hasil DS : keluarga mengatakan
belum mengetahui gejala cemas
DO : keluarga menyimak dengan
baik informasi yang disampaikan

2. Mendorong keluarga untuk


menemani anggota keluarga yang
sakit
Hasil: keluarga kooperatif dan
mengatakan paham dengan instruksi
yang disampaikan

3. Menganjurkan kepada keluarga


untuk mendengarkan pasien dengan
penuh perhatian
Hasil: keluarga kooperatif dan
mengatakan paham dengan instruksi
yang disampaikan

4. Mengajarkan kepada keluarga teknik


relaksasi nafas dalam
Hasil DS : klien dan keluarga
bersedia diajarkan teknik relaksasi
nafas dalam
DO : klien dan keluarga dapat
mengikuti teknik relaksasi nafas
dalam yang diajarkan dan dapat
mengulang

5. Mengajarkan kepada keluarga untuk


menciptakan lingkungan yang tenang
dan senyaman mungkin
Hasil: keluarga memahami instruksi
yang disampaikan
Kamis Resiko penularan infeksi b.d  Menjelaskan tentang pengertian,
25 April Ketidakmampuan keluarga akibat, tanda dan gejala, pengobatan,
2019, Tn. S dalam memodifikasi dan pencegahan penularan.
10.15 lingkungan rumah Keluarga Hasil
WITA Tn. S DS : keluarga mengatakan mengerti
tentang penyuluhan yang diberikan
DO: Keluarga tampak paham dengan
informasi yang telah diberikan.
 Menjelaskan pada keluarga tentang
cara-cara melakukan modifikasi
lingkungan.
Hasil
DS : keluarga mengatakan akan
selalu menjaga kebersihan rumah
dan membuka jendela.
DO : Keluarga langsung
memerintah anaknya untuk
membuka jendela dan selalu
menggunakan masker.
 Mengkaji ulang pengetahuan
keluarga setelah diberikan
penyuluhan.
Hasil
DS : keluarga menyebutkan tentang
pengertian, akibat, tanda dan gejala,
pengobatan, dan pencegahan
penularan.
DO : keluarga mampu mengulang
kembali informasi yang telah
diberikan.
 Mendemonstrasikan cara membuat
sputum pot.
Hasil
DS: keluarga mengatakan ketika
membuang dahak harus ditempat ini
dan menutupnya kembali.
DO: keluarga mampu
mendemonstrasikan cara pembuatan
sputum pot, cara membersihkan dan
membuang dengan cara dikubur.
 Menganjurkan penderita agar
menutup mulut ketika bersin dan
batuk.
Hasil
DS : pasien mengatakan selalu
menggunakan 2 lapis masker saat
dirumah dan menggantinya setiap
setelah membuka masker dan
pemakaian 4 jam.
DO : Keluarga dan pasien
menggunakan tampak mengenakan
masker saat dirumah.
Kamis Bersihan jalan nafas tidak  Menganjurkan keluarga untuk
25 April efektif b.d Ketidakmampuan
memposisikan pasien semi fowler
2019, keluarga Tn. S dalam
Hasil : pasien duduk dengan posisi
10.30 melakukan perawatan
WITA menejemen jalan nafas Pada semi fowler
Tn. S
 Berikan pengetahuan kepada

keluarga tentang tindakan postural

drignase.

Hasil

DS : Keluarga mengatakan paham

dengan edukasi yang dipaparkan

DO : Keluarga kooperatif

 Beri tahu klien dan keluarga

bagaimana cara mengeluarkan secret

dengan batuk efektif.

Hasil : keluarga mampu

mempraktekan dan akan

menerapkannya.

D. EVALUASI
Tanggal Diagnosa keperawatan Evaluasi
dan
waktu
Kamis, Ansietas berhubungan dengan S : keluarga mengatakan
25 April ketidakmampuan keluarga mengerti tentang penyuluhan
2019, dalam mengenal masalah yang diberikan
10.40 O : Keluarga tampak paham
WITA dengan informasi yang telah
diberikan dan akan menerapkan
A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan
25 April Resiko penularan infeksi b.d S : keluarga mengatakan
2019, Ketidakmampuan keluarga Tn. mengerti tentang penyuluhan
10.50 S dalam memodifikasi yang diberikan
WITA lingkungan rumah Keluarga O : Keluarga tampak paham
Tn. S dengan informasi yang telah
diberikan dan akan menerapkan
A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan
27 April, Bersihan jalan nafas tidak S : keluarga mengatakan
2019, efektif b.d Ketidakmampuan paham dan mampu melakukan
11.00 keluarga Tn. S dalam tindakan melegakan jalan nafas
WITA melakukan perawatan dengan cara posisi, tepuk
menejemen jalan nafas Pada punggung, dan batuk efektif
Tn. S O : Keluarga dapat
mendemonstrasikan tindakan
yang telah diajarkan
A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan
DOKUMENTASI
LEMBAR KONSUL

Nama : Muhammad Imam Muta’abid

NIM : P07120116068

Judul : Asuhan Keperawatan Pada Keluarga Ny. R Dengan Tb Paru


Dan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarbaru Utara

No. Hari/ Tanggal Saran Paraf