Anda di halaman 1dari 98

LAPORAN TUGAS BESAR

REKAYASA SUNGAI DAN PENGENDALIAN BANJIR

Diajukan untuk memenuhi kegiatan kulikuler mata kuliah Rekayasa Sungai dan Pengendalian Banjir

Dosen:

Ir. Dantje Kardana Natakusumah, M.Sc., Ph.D.

Banjir Dosen: Ir. Dantje Kardana Natakusumah, M.Sc., Ph.D. Oleh : Dimas Mahendra (95018007) Nurul afdhaliah (95018304)

Oleh :

Dimas Mahendra (95018007)

Nurul afdhaliah (95018304)

Ilmiadin Rasyid (15815003)

PROGRAM STUDI MAGISTER PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN

INSITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2019

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya Laporan tugas besar Rekayasa Sungai dan Pengendalian Banjir. Tugas besar ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan dalam mata kuliah ini. Penulis menyadari bahwa dalam tugas besar ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, baik dalam pengetikan maupun pengunaan kata-kata yang tidak sesuai. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan kritik dari semua pembaca guna kesempurnaan tugas ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan bagi pembaca. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Bandung, 2019

Tim

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

DAFTAR GAMBAR

v

 

DAFTAR

TABEL

viii

I. LAPORAN SMADA ONLINE

1

A. Pendahuluan

1

B. Pembahasan

1

C. Kesimpulan

6

II. HEC-HMS

7

A. Pendahuluan

7

B. Lokasi Kajian dan Gambaran Umum

8

C. Metodologi dan Pembahasan

8

 

1. Analisa Curah Hujan

9

2. Distribusi Curah Hujan

18

3. Curah Hujan Efektif

19

D. Kesimpulan

27

III.

HEC-RAS

28

A. Pendahuluan

28

B. Lokasi Kajian dan Gambaran Umum

28

C. Pembahasan

29

 

i. Pembuatan model tanpa jembatan dan tanggul

29

ii. Pembuatan model dengan jembatan dan tanpa tanggul

44

iii. Pembuatan model dengan jembatan dan tanggul

54

D. Kesimpulan

61

IV.

PENGGUNAAN SWMM

62

A. Pendahuluan

62

B. Kajian Pustaka

62

 

1. EPA SWMM

62

2. Banjir

63

C. Metodologi

66

1.

Lokasi Kajian

66

 

2. Data Lokasi Kajian

66

 

D.

Analisis dan Pembahasan

67

 

1. Analisis Hidrologi

67

2. Pemodelan Dan Simulasi EPA SWMM

67

 

D.

Kesimpulan

76

V.

TERJEMAHAN RANGKUMAN PENANGGULANGAN BANJIR NON-

STRUKTURAL

77

 

A. Pendahuluan

77

B. Pembahasan

78

 

1. Pengendalian Banjir Non-Struktural

78

2. Kesiapsiagaan Kondisi Darurat

78

3. Peramalan Banjir dan Sistem Peringatan Bencana

80

4. Flood Proofing (Penghindaran Banjir)

82

5. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

82

6. Pengendalian Pembangunan di Kawasan Bantaran Banjir

85

7. Jaminan

87

8. Perlindungan Tepi Sungai

87

9. Sistem Pengendalian Sedimen

88

 

C. Kesimpulan

90

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Tampilan awal Smada Online

2

Gambar 2. Menu pada Smada Online

2

Gambar 3. Input data curah hujan

3

Gambar 4. Hasil calculate data curah hujan

3

Gambar 5. Curah hujan rencana (logaritmit)

4

Gambar 6. Intensitas Hujan Jam-jaman berbentuk lonceng

5

Gambar 7. Model Sungai DAS Cinambo Pada Hec-HMS

8

Gambar 8. Model Sungai DAS Cinambo Pada Hec-HMS

21

Gambar 9. Hidrograf Periode Ulang 2 Tahun

21

Gambar 10. Hidrograf Periode Ulang 5 Tahun

22

Gambar 11. Hidrograf Periode Ulang 10 Tahun

22

Gambar 12. Hidrograf Periode Ulang 25 Tahun

23

Gambar 13. Hidrograf Periode Ulang 100 Tahun

23

Gambar 14. Hidrograf Periode Ulang Ke-enam Periode

24

Gambar 15. Perbandingan Hidrograf banjir rancangan Q 2th

24

Gambar 16. Perbandingan Hidrograf banjir rancangan Q 5th

25

Gambar 17. Perbandingan Hidrograf banjir rancangan Q 10th

25

Gambar 18. Perbandingan Hidrograf banjir rancangan Q 25th

26

Gambar 19. Perbandingan Hidrograf banjir rancangan Q 50th

26

Gambar 20. Perbandingan Hidrograf banjir rancangan Q 100th

27

Gambar 21 Model Sungai DAS Cinambo Pada HEC-RAS

28

Gambar 22 Shortcut HEC-RAS

29

Gambar 23 Awal Project HEC RAS

29

Gambar 24 New Project

30

Gambar 25 Simpan New Project

30

Gambar 26 Geometri Data

30

Gambar 27 Tampilan Geometri Data

31

Gambar 28 New Geometri Data

31

Gambar 29 Simpan New Geometri

32

Gambar 30 River Reach

32

Gambar 31 Cross Section

33

Gambar 32 Cross Section Coordinates

33

Gambar 33 Menambahkan Cross Section Baru

34

Gambar 34 Pilih Reach

34

Gambar 35 Menggambar Cross Section

35

Gambar 36 Menggambar Cross Section Pada Setiap River Station

35

Gambar 37 Klik Fill Plot

36

Gambar 38 Hasil Full Plot

36

Gambar 39 Steady Flow Data

37

Gambar 40 Tampilan Steady Data

37

Gambar 41 Edit Profiles Name

38

Gambar 42 Mengisi Periode Ulang Banjir

38

Gambar 43 Save Flow Data

39

Gambar 44 Pilih Lokasi Save Flow Data

39

Gambar 45 Steady Flow Analysis

39

Gambar 46 Compute

40

Gambar 47 Selesai Running

40

Gambar 48 View 3D Multiple Cross

40

Gambar 49 Debit Periode Ulang 2 Tahun

41

Gambar 50 Debit Periode Ulang 5 Tahun

41

Gambar 51 Debit Periode Ulang 10 tahun

42

Gambar 52 Debit Periode Ulang 25 tahun

42

Gambar 53 Debit Periode Ulang 50 tahun

43

Gambar 54 Debit Periode Ulang 100 tahun

43

Gambar 55 Debit Periode Ulang 200 tahun

44

Gambar 56 Debit Periode Ulang 1000 tahun

44

Gambar 57 Tombol Bridge / Curvet

45

Gambar 58 Add A Bridge atau Curvet

45

Gambar 59 Lokasi Jembatan

46

Gambar 60 Isi Deck/Roadway Editor

46

Gambar 61 Hasil Pembuatan Deck

47

Gambar 62 Klik Pier

47

Gambar 63 Isi Data Pier

48

Gambar 64 Hasil Gambar Pier

48

Gambar 65 Klik HTAB Parameter

49

Gambar 66 Isi HTAB Parameter

49

Gambar 67 Steady Flow Analysis

50

Gambar 68 Compute

50

Gambar 69 Simulasi Berhasil

50

Gambar 70 Periode Ulang 2 Tahun

51

Gambar 71 Periode Ulang 5 Tahun

51

Gambar 72 Periode Ulang 10 Tahun

52

Gambar 73 Periode Ulang 25 Tahun

52

Gambar 74 Periode Ulang 50 Tahun

53

Gambar 75 Periode Ulang 100 Tahun

53

Gambar 76 Periode Ulang 200 Tahun

54

Gambar 77 Periode Ulang 1000 Tahun

54

Gambar 78 Membuat Tanggul

55

Gambar 79 Steady Flow Data untuk Tanggul

55

Gambar 80 Compute Tanggul

56

Gambar 81 Simulasi Tanggul Berhasil

56

Gambar 82 Periode Ulang 2 Tahun

57

Gambar 83 Periode Ulang 5 Tahun

57

Gambar 84 Periode Ulang 10 Tahun

58

Gambar 85 Periode Ulang 25 Tahun

58

Gambar 86 Periode Ulang 50 Tahun

59

Gambar 87 Periode Ulang 100 Tahun

59

Gambar 88 Periode Ulang 200 Tahun

60

Gambar 89 Periode Ulang 1000 Tahun

60

Gambar 90 Perumahan lokasi kajian

66

Gambar 91 Jendela untuk menginput gambar peta lokasi yang akan dianalisis

67

Gambar 92 Hasil input gambar peta beserta koordinatnya

68

Gambar 93 Opsi untuk memodelkan saluran drainase

68

Gambar 94 Hasil pemodelan saluran drainase

69

Gambar 95 Jendela untuk mengedit parameter saluran drainase

69

Gambar 96 Jendela untuk mengubah tipe saluran

70

Gambar 97 Jendela untuk mengubah parameter rain gauge

70

Gambar 98 Jendela untuk membuat data curah hujan time series

71

Gambar 99 Jendela untuk membuat data curah hujan time series jam-jaman

72

Gambar 100 Hasil model areal subcatchment

73

Gambar 101 Jendela untuk merubah parameter subcatchment

73

Gambar 102 Opsi untuk menampilkan hasil simulasi pada intefaxe peta

74

Gambar 103 Run Status

74

Gambar 104 Interface setelah dilakukan simulasi

75

Gambar 105 Grafik perbandingan inflow dengan waktu di titik outfall

75

Gambar 106 Grafik perbandingan kedalaman muka air dengan waktu di titik outfall

76

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Curah Hujan Harian Maksimum

1

Tabel

2. Hasil analisa hujan rencana

3

Tabel

3. Intensitas Hujan Jam-jaman dengan Metode Mononobe

5

Tabel

4. Data Curah

9

Tabel

5. Rekapitulasi Curah Hujan Hasil Analisa Frekuensi

10

Tabel

6. Rekapitulasi Curah Hujan Hasil Analisa Frekuensi

13

Tabel 7. Nilai Kritis (Do) dari Smirnov-Kolmogorov

14

Tabel 8. Perhitungan Uji Smirnov-Kolmogorov untuk Distribusi Gumbel

15

Tabel 9. Perhitungan Uji Smirnov-Kolmogorov untuk Distribusi Normal

15

Tabel 10. Perhitungan Uji Smirnov-Kolmogorov untuk Distribusi

15

Tabel

11. Resume Hasil Uji Smirnov-Kolmogorov

16

Tabel 12. Perhitungan Parameter Uji Chi Square X2 untuk Distribusi

16

Tabel 13. Perhitungan Parameter Uji Chi Square X2 untuk Distribusi

16

Tabel 14. Perhitungan Parameter Uji Chi Square X2 untuk Distribusi

17

Tabel 15. Rekapitulasi Hasil Perhitungan Curah Hujan Rancangan

17

Tabel 16. Perhitungan Sebaran Curah Hujan Metoda Mononobe

18

Tabel 17. Perhitungan Curah Hujan Metoda Mononobe

19

Tabel

18. Perhitungan Curah Hujan Efektif

20

I. LAPORAN SMADA ONLINE

A. Pendahuluan

Dalam sebuah perencaan sebuah bangunan/infrastruktur bidang air, analisa hidrologi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Pengolahan berbagai data hujan menjadi debit maupun hujan jam-jaman menjadi hal biasa dilakukan. Ada berbagai cara untuk mendapatkan pendekatan nilai analisa tersebut. Baik secara analitik (excel) maupun dengan aplikasi yang tesedia.

Salah satu aplikasi berbasis web yaitu SMADA (Stormwater Management and Design Aid) adalah kumpulan tools untuk membantu dalam analisis dan desain sistem Stormwater. Aplikasi ini dapat diakses dengan alamat smadaonline.com. Didalamnya termasuk untuk melakukan perhitungan hidrolik, perhitungan hidrologi, pembuatan hidrograf, perhitungan statistik, pemilihan BMP, dan pemuatan polutan. Pada tugas Rekayasa Sungai dan Pengendalian Banjir, analisa hujan rencana yang akan digunakan menggunakan SMADA Online. Dan data yang dibutuhkan adalah data curah hujan harian maksimum dalam satu tahun selama minimal 10 tahun.

B. Pembahasan

1. Data Hujan Data hujan yang dipakai adalah data Pos Hujan Stasiun yang ada di sekitar DAS Cinambo yang berada di lokasi kajian dengan panjang data selama 10 tahun (2008 2017).

Tabel 1. Curah Hujan Harian Maksimum

kajian dengan panjang data selama 10 tahun (2008 – 2017). Tabel 1. Curah Hujan Harian Maksimum

Sumber: Data sekunder

2. Analisa Frekuensi Hujan Rencana Langkah-langkah untuk melakakukan Analisa frekuensi hujan rencana memggunakan smada online sebagai berikut:

a. Mengunjungi website smadaonline.com

sebagai berikut: a. Mengunjungi website smadaonline.com Gambar 1. Tampilan awal Smada Online b. Mengklik menu STATS

Gambar 1. Tampilan awal Smada Online

b. Mengklik menu STATS Statistics Routines, pilih Distribution Analysis > Create New Distribution

– Statistics Routines, pilih Distribution Analysis > Create New Distribution Gambar 2. Menu pada Smada Online

Gambar 2. Menu pada Smada Online

c. Masukkan Input data curah hujan pertahun, dan kala ulang yang di perlukan.

data curah hujan pertahun, dan kala ulang yang di perlukan. Gambar 3. Input data curah hujan

Gambar 3. Input data curah hujan

d. Setelah proses input data curah hujan selesai, pilih Calculate untuk mendapatkan analisa.

hujan selesai, pilih Calculate untuk mendapatkan analisa. Gambar 4. Hasil calculate data curah hujan Mengimport file

Gambar 4. Hasil calculate data curah hujan

Mengimport file kedalam tabel. Tabel 2. Hasil analisa hujan rencana

 

Periode Ulang

 

2

5

10

25

50

100

200

1000

91.78

109.057

122.65

140.82

155.60

171.45

188.52

233.52

Sumber: data sekunder

Return Period

250 200 150 100 50 0 0 200 400 600 800 1000 1200 Periode Ulang
250
200
150
100
50
0
0
200
400
600
800
1000
1200
Periode Ulang
Curah Hujan harian maksimum rencana
(mm)

Gambar 5. Curah hujan rencana (logaritmit)

3. Konversi Hujan

Untuk membuat hidrograf, hujan rencana dikonversi menjadi hujan jam - jaman.

Metode yang digunakan adalah Metode Mononobe :

jam - jaman. Metode yang digunakan adalah Metode Mononobe : Dimana : I : Intensitas hujan

Dimana :

I : Intensitas hujan (mm/jam)

R 24 : Curah hujan maksimum dalam 24 jam

t : Waktu (jam)

Pendistribusian intensitas hujan jam jaman dengan menggunakan metode

Mononobe dibuat menyerupai bentuk lonceng :

Tabel 3. Intensitas Hujan Jam-jaman dengan Metode Mononobe

Tabel 3. Intensitas Hujan Jam-jaman dengan Metode Mononobe Sumber: Hasil analisis Grafik hujan jam-jaman yang sudah

Sumber: Hasil analisis

Grafik hujan jam-jaman yang sudah terdistribusi menyerupai lonceng adalah

sebagai berikut:

Distribusi Hujan Jam-Jam an Beberapa Periode Ulang (Mononobe)

100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 0 2 4 6 8 10 12 14 Hujan
100.00
80.00
60.00
40.00
20.00
0.00
0
2
4
6
8
10
12
14
Hujan (mm)

Jam ke - n

2 Tahun

5 Tahun

10 Tahun

25 Tahun

50 Tahun

100 Tahun

200 Tahun

1000 Tahun

Gambar 6. Intensitas Hujan Jam-jaman berbentuk lonceng

C. Kesimpulan Hasil analisa hujan rencana periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100, 200, dan 1000 di pos curah hujan daerah Cinambo dapat dihasilkan dengan menggunakan smada online. Dan Hasil yang didapatkan berturut-turut: 91.78 mm, 109.057 mm, 122.65 mm, 140.82 mm, 155.60 mm, 171.45 mm, 188.52 mm, dan 233.52 mm.

II.

HEC-HMS

A. Pendahuluan HEC-HMS merupakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh U.S Army Corps of Engineering yang digunakan untuk analisa hidrologi melalui simulasi proses curah hujan dan limpasan langsung (Run-Off) dari suatu wilayah sungai. Perangkat lunak ini di desain untuk diaplikasikan dalam area geografik yang sangat luas untuk menyelesaikan masalah. Permasalahan yang dapat disimulasikan dengan perangkat lunak ini ialah suplai air daerah pengaliran sungai, hidrologi banjir, dan limpasan air pada daerah kota kecil ataupun kawasan tangkapan air alam. Output dari perangkat lunak ini dapat berupa hidrograf. Model pada Hec-HMS dapat memberikan gambaran simulasi hidrologi dari puncak aliran harian untuk perhitungan debit banjir rencana dari suatu daerah aliran sungai. Dalam pemodelannya, Hec-HMS menggunakan berbagai macam metode dan teori klasik seperti hidrograf satuan sintetik Snyder, Clark, dan SCS. Hidrograf merupakan suatu grafik atau kurva yang digunakan untuk menggambarkan fluktuasi naik dan turunnya aliran air pada lokasi tertentu di Sungai terhadap fungsi waktu. Hidrograf dapat didefisikan juga sebagai grafik yang menunjukan hubungan antara tinggi muka air, debit, kecepatan, atau karaktersitik aliran air terhadap waktu. Secara umum sumbu Y menggambarkan karakteristik aliram air dan sumbu X menunjukan waktu pengamatan. DAS Cinambo merupakan salah satu DAS yang berada di Provinsi Jawa Barat. Kondisi Sungai ini sering meluap dan menyebabkan banjir. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya sampah yang menumpuk, vegetasi penutup lahan yang dinilai kurang, serta perubahan penggunaan lahan di sekitar sungai. Sehingga diperlukan pemodelan menggunakan perangkat lunak Hec-HMS untuk mengetahui kondisi sungai melalui model hidrograf yang diperoleh dari simulasi menggunakan perangkat lunak Hec-HMS.

B. Lokasi Kajian dan Gambaran Umum

B. Lokasi Kajian dan Gambaran Umum Gambar 7. Model Sungai DAS Cinambo Pada Hec-HMS Daerah Aliran

Gambar 7. Model Sungai DAS Cinambo Pada Hec-HMS

Daerah Aliran Sungai Cinambo dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk sumber irigasi pertanian khususnya daerah pesawahan dan tanaman budidaya lainnya. Kondisi sungai pada DAS Cinambo menurut observasi kawasan sekitar sungai dinilai kurang bervegetasi, hal ini disebabkan oleh penggunaan lahan disekitar sungai berupa lahan budidaya yang dikelola oleh masyarakat sekitar, selain itu terdapat rel kereta api di samping sungai. Di beberapa daerah sungai pada DAS Cinambo masih terdapat beberapa bagian sungai yang tidak dibangun tanggul, selain itu kondisi bantaran sungai yang terdapat di sekitar sawah terdapat banyak sampah dan limbah rumah tangga.

C. Metodologi dan Pembahasan Sehubungan dengan laporan ini, maka perlu dilakukan analisis hidrologi yang

antara lain untuk mengetahui kondisi besarnya curah hujan maksimum untuk durasi frekuensi hujan setempat. Untuk keperluan analisis tersebut diperlukan data pendukung berupa data curah hujan harian maksimum. Stasiun yang dianggap mewakili lokasi yang digunakan untuk analisa hidrologi adalah Stasiun Cibiru, Rancaekek, dan Cidurian dengan periode pencatatan tahun 2008 sampai dengan tahun 2017.

1.

Analisa Curah Hujan a. Data Curah Hujan

Salah satu data hidrologi yang diperlukan untuk analisa banjir adalah data

curah hujan harian maksimum yaitu sebagai berikut :

Tabel 4. Data Curah

No

Tahun

Cibiru

Rancaekek

Cidurian

1

2008

89.5

110

-

2

2009

137

93

-

3

2010

94

115

-

4

2011

56

89

-

5

2012

55

130

55

6

2013

70

130

70

7

2014

132

95

65.5

8

2015

77.5

90

83

9

2016

128

164

120

10

2017

60

116

75.5

75.5

Sumber: data sekunder

b. Pengisian Data Yang Hilang

Data curah harian maksimum untuk stasiun curah hujan Cidurian dari

tahun 2008-2011 dihitung dengan menggunakan metode rata-rata aljabar.

Rumus :

P = P1 + P2 + P3 + …. + Pn / n

Dimana :

P = Data curah hujan yang hilang

P1,P2, Pn

n = Jumlah stasiun hujan

= Data curah hujan stasiun 1,2,3

,n

(a)

Data yang hilang tersebut akan digunakan dalam menentukan curah hujan

harian maksimum rencana. Hasil perhitungan pengisian data yang kosong

dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5. Rekapitulasi Curah Hujan Hasil Analisa Frekuensi

No

Tahun

Cibiru

Rancaekek

Cidurian

1

2008

89.5

110

99.75

2

2009

137

93

115

3

2010

94

115

104.5

4

2011

56

89

72.5

5

2012

55

130

55

6

2013

70

130

70

7

2014

132

95

65.5

8

2015

77.5

90

83

9

2016

128

164

120

10

2017

60

116

75.5

Sumber : Perhitungan

c. Curah Hujan Harian Maksimum Rencana Dari data hujan harian maximum dilakukan analisa curah hujan maksimum rencana. Data ini selanjutnya akan digunakan untuk perhitungan debit banjir rencana. Curah hujan rencana diambil untuk periode ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun.

1)

Metoda distribusi Gumbel

Data untuk metode ini yang harus tersedia adalah data-data hujan tahunan yang lama pengamatannya minimum 10 tahun. Rumus :

X

t

X

a

K.S

x

…….(a)

Dimana :

Xt

= Besarnya curah hujan dalam periode ulang t tahun

t

= Return period

Xa

=

Curah hujan harian maksimum rata-rata

K

= Koefisien faktor tergantung dari jumlah tahun pengambilan

 

dan periode ulang (T)

Sx

= Standar deviasi

Harga faktor frekuensi K tergantung dari banyaknya data yang dianalisa, dan

tergantung dari return periode yang dikehendaki, sehingga dapat dirumuskan

sebagai berikut :

K

y

t

y

n

S

n

……………

(b)

Dan persamaan (a) menjadi :

X X

t

a

Y

t

Y

n

S

n

. S

x ……………(c)

Dimana :

Yt = Reduced variated (tabel hubungan antara Y1 dan t, )

Yn= Reduced mean (tabel hubungan antara Yn dan n, n adalah banyaknya pengamatan)

Sn = Reduced standar deviation (tabel hubungan antara Sn dan n) Ada dua rumus untuk Sx

dan

S

S

 2   X  X  i a x n  1 
2
X
X
i
a
x n  1
 X
2
i
X
.
X
x
n  1
a
i

…………… (d)

…… (e)

hasil (d) dan (e) akan sama, dimana besaran-besaran diatas adalah :

Xi

= Harga besaran n pengamatan tertentu

N

= Banyaknya pengamatan

Penggabungan persamaan (a) sampai dengan (b), atau (c) sampai dengan (d) menjadi :

Y  Y  2  X  X  X  X  t
Y
 Y
2
X
X
X
X
t
n
i
a
. ……
(f)
t
a
S
n  1
n
Y
Y
X
X
t
n
.
X i
2
X
X
t
a
S
a
i
… (g)
n

2) Metoda distribusi Normal Merupakan fungsi distribusi kumulatif (CDF) Normal atau dikenal dengan distribusi Gauss (Gaussian Distribution). Distribusi normal memiliki fungsi kerapatan probabilitas yang dirumuskan:

Di mana:

f

(

x

)

1

 . 2. 
.
2.
  2  1  x    .exp  .  2
2
1
 x  
.exp 
. 
2
 
    

 x 

dan adalah parameter statistik, yang masing-masing adalah nilai rata-rata

dan standar deviasi dari variat.

Persamaan umum yang digunakan :

Dimana :

X = X K.S

X

X

S

K

3)

:

Perkiraan nilai yang diharapkan terjadi dengan besar peluang tertentu atau periode ulang tertentu

:

Standar Deviasi Variat Faktor frekuensi, merupakan fungsi dari peluang atau periode ulang dan type model matematil dari distribusi peluang yang digunakan untuk analisis peluang Metoda distribusi Log Pearson Type III

:

:

Rata-rata hitung variat

Secara sederhana fungsi kerapatan peluang distribusi Pearson Type III adalah

sebagai berikut :

 

Xt

= Xi + KT.Si

Dimana:

Xi

= Data ke-i

Si

= Standar deviasi

Cs

= Koefisien kemencengan (skewness)

KT

= Faktor sifat distribusi Pearson Type III, yang merupakan fungsi dari besarnya Cs yang ditunjukan pada table.

Metoda yang dipakai nantinya harus ditentukan dengan melihat

karakteristik distribusi hujan daerah setempat. Periode ulang yang akan dihitung

pada masing-masing metoda adalah untuk periode ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50 dan

100 tahun. Hasil analisis hujan rancangan dapat dilihat pada Tabel dibawah ini:

Tabel 6. Rekapitulasi Curah Hujan Hasil Analisa Frekuensi

Periode

Ulang (T)

( tahun )

Distribusi Gumbel Metoda Distribusi Normal Distribusi Log Pearson Type III 94.60 96.39 92.87 110.35
Distribusi Gumbel Metoda Distribusi Normal Distribusi Log Pearson Type III 94.60 96.39 92.87 110.35
Distribusi Gumbel Metoda Distribusi Normal Distribusi Log Pearson Type III 94.60 96.39 92.87 110.35
Distribusi Gumbel Metoda Distribusi Normal Distribusi Log Pearson Type III 94.60 96.39 92.87 110.35

Distribusi

Gumbel

Metoda

Distribusi

Normal

Distribusi Log

Pearson Type III

94.60 96.39 92.87 110.35 107.47 110.82 120.77 113.27 122.78 133.94 118.92 138.12 143.71 123.43 149.40
94.60
96.39
92.87
110.35
107.47
110.82
120.77
113.27
122.78
133.94
118.92
138.12
143.71
123.43
149.40
153.40
127.12
160.89

2

5

10

25

50

100

Sumber : Perhitungan

d. Uji Kesesuaian Pemelihan Distribusi

Untuk mengetahui apakah data tersebut benar sesuai dengan jenis sebaran

teoristis yang dipilih maka perlu dilakukan pengujian lebih lanjut. Untuk

keperluan analisis uji kesesuaian dipakai dua Metoda statistik sebagai berikut :

a) Uji Smirnov-Kolmogorof

Prosedur pengujian ini adalah sebagai berikut :

1. Urutkan data (dari besar ke kecil atau sebaliknya) dan tentukan besarnya

peluang dari masing-masing data tersebut :

X 1

X 2 P(X 2 )

X N P(X N )

P(X 1 )

2. Tentukan nilai masing-masing peluang teoritis dari hasil penggambaran

data.

X

X

X

N

2

1

P’(X

P’(X

P’(X

1 )

2 )

N )

3. Dari kedua nilai peluang tersebut tentukan selisih terbesar antara peluang

pengamatan dengan peluang teoritis.

D = Maksimum [ P (Xm) – P’(Xm) ]

4. Berdasarkan tabel nilai kritis (Smirnov-Kolmogorov test) tentukan nilai Do (lihat tabel 2-3) Tabel 7. Nilai Kritis (Do) dari Smirnov-Kolmogorov

n

 

 

0.20

0.10

0.05

0.01

5

0.45

0.51

0.56

0.67

10

0.32

0.37

0.41

0.49

15

0.27

0.30

0.34

0.40

20

0.23

0.26

0.29

0.36

25

0.21

0.24

0.27

0.32

30

0.19

0.22

0.24

0.29

35

0.18

0.20

0.23

0.27

40

0.17

0.19

0.21

0.25

45

0.16

0.18

0.20

0.24

50

0.15

0.17

0.19

0.23

N>50

1.07

1.22

1.36

1.63

(n)

0.5

(n)

0.5

(n)

0.5

(n)

0.5

Sumber : Perhitungan Apabila D lebih kecil dari Do maka distribusi teoritis yang digunakan untuk menentukan persamaan distribusi dapat diterima, tetapi apabila D lebih besar dari Do maka distribusi teoritis yang digunakan untuk menentukan distribusi tidak dapat diterima. Hasil perhitungan uji Smirnov Kolmogorov dapat dilihat pada Tabel 2.4, 2.5 dan 2.6 masing-masing untuk distribusi Gumbel, Normal dan Log person III. Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 2.7 tersebut didapatkan nilai max = 0.873, 0.168 dan 0.095 masing-masing untuk distribusi Gumbel, Normal dan Log person III, sedangkan nilai CR = 0.290. Dari hasil ini menunjukkan bahwa distribusi Gumel tidak dapat diterima sedangkan distribusi Normal dan Log Pearson III dapat diterima.

Tabel 8. Perhitungan Uji Smirnov-Kolmogorov untuk Distribusi Gumbel

m (1) X (2) P(x)=m/(n+1) (3) P(x<) (4) = 1 - (3) f(t) = (X-Xa)/Sx
m (1) X (2) P(x)=m/(n+1) (3) P(x<) (4) = 1 - (3) f(t) = (X-Xa)/Sx
m (1) X (2) P(x)=m/(n+1) (3) P(x<) (4) = 1 - (3) f(t) = (X-Xa)/Sx
m (1) X (2) P(x)=m/(n+1) (3) P(x<) (4) = 1 - (3) f(t) = (X-Xa)/Sx
m (1) X (2) P(x)=m/(n+1) (3) P(x<) (4) = 1 - (3) f(t) = (X-Xa)/Sx
m (1) X (2) P(x)=m/(n+1) (3) P(x<) (4) = 1 - (3) f(t) = (X-Xa)/Sx

m

m (1)

(1)

m (1)

X

(2)

m (1) X (2)

P(x)=m/(n+1)

(3)

P(x<)

(4) = 1 - (3)

f(t) = (X-Xa)/Sx

y

P'(x<) = e^(-e)^(-y)

D

(3) P(x<) (4) = 1 - (3) f(t) = (X-Xa)/Sx y P'(x<) = e^(-e)^(-y) D (5)
(5) (6) (7) (8) = (4) - (7)

(5)

(6) (7) (8) = (4) - (7)
(6) (7) (8) = (4) - (7)

(6)

(7)

(8) = (4) - (7)

(6) (7) (8) = (4) - (7)

1

72.50

0.091

0.909

-1.811

-1.225

0.036

0.873

2

80.00

0.182

0.818

-1.243

-0.685

0.155

0.663

3

83.50

0.273

0.727

-0.977

-0.433

0.308

0.419

4

83.83

0.364

0.636

-0.952

-0.409

0.329

0.307

5

90.00

0.455

0.545

-0.485

0.035

1.100

-0.554

6

97.50

0.545

0.455

0.084

0.575

4.773

-4.319

7

99.75

0.636

0.364

0.255

0.737

7.414

-7.050

8

104.50

0.727

0.273

0.615

1.079

18.784

-18.512

9

115.00

0.818

0.182

1.411

1.835

146.648

-146.466

10

137.33

0.909

0.091

3.104

3.443

11602.984

-11602.893

D max =

0.873

Sumber : Perhitungan

Tabel 9. Perhitungan Uji Smirnov-Kolmogorov untuk Distribusi Normal

m

X P(x)=m/(n+1)

P(x<)

f(t) = (X-Xa)/Sx

P'(x)

P'(x<)

D

m X P(x)=m/(n+1) P(x<) f(t) = (X-Xa)/Sx P'(x) P'(x<) D
m X P(x)=m/(n+1) P(x<) f(t) = (X-Xa)/Sx P'(x) P'(x<) D
m X P(x)=m/(n+1) P(x<) f(t) = (X-Xa)/Sx P'(x) P'(x<) D
(2) (3) (4) = 1 - (3) (5) (6) (7) = 1 - (6) (8)
(2)
(3)
(4) = 1 - (3)
(5)
(6)
(7) = 1 - (6)
(8) = (4) - (7)
(1)
1
72.50
0.091
0.909
-1.81
0.049
0.952
-0.042
2
80.00
0.182
0.818
-1.24
0.125
0.875
-0.057
3
83.50
0.273
0.727
-0.98
0.159
0.841
-0.114
4
83.83
0.364
0.636
-0.95
0.174
0.826
-0.190
5
90.00
0.455
0.545
-0.48
0.198
0.802
-0.257
6
97.50
0.545
0.455
0.08
0.201
0.800
-0.345
7
99.75
0.636
0.364
0.25
0.218
0.782
-0.419
8
104.50
0.727
0.273
0.61
0.218
0.782
-0.510
9
115.00
0.818
0.182
1.41
0.409
0.591
-0.409
10
137.33
0.909
0.091
3.10
0.496
0.504
-0.413
-0.042
D max =

Sumber : Perhitungan

Tabel 10. Perhitungan Uji Smirnov-Kolmogorov untuk Distribusi Log Pearson Type III

m X Log X P(x)=m/(n+1) P(x<) f(t) = (Log X-Log Xa)/Sx P'(x) P'(x<) D
m
X
Log X
P(x)=m/(n+1)
P(x<)
f(t) = (Log X-Log Xa)/Sx
P'(x)
P'(x<)
D
(1) (2) (3) (4) (5) = 1 - (4) (6) (7) (8) = 1 -
(1) (2) (3) (4) (5) = 1 - (4) (6) (7) (8) = 1 -
(1) (2) (3) (4) (5) = 1 - (4) (6) (7) (8) = 1 -
(1) (2) (3) (4) (5) = 1 - (4) (6) (7) (8) = 1 -
(1) (2) (3) (4) (5) = 1 - (4) (6) (7) (8) = 1 -
(1) (2) (3) (4) (5) = 1 - (4) (6) (7) (8) = 1 -

(1)

(2)

(3)

(4)

(5) = 1 - (4)

(6)

(7)

(8) = 1 - (7)

(9) = (5) - (8)

1

72.50

1.86

0.091

0.909

-1.42

0.016

0.984

-0.075

2

80.00

1.90

0.182

0.818

-0.90

0.109

0.891

-0.073

3

83.50

1.92

0.273

0.727

-0.67

0.156

0.844

-0.117

4

83.83

1.92

0.364

0.636

-0.65

0.179

0.821

-0.185

5

90.00

1.95

0.455

0.545

-0.27

0.212

0.788

-0.243

6

97.50

1.99

0.545

0.455

0.15

0.218

0.782

-0.328

7

99.75

2.00

0.636

0.364

0.27

0.239

0.761

-0.397

8

104.50

2.02

0.727

0.273

0.51

0.242

0.758

-0.485

9

115.00

2.06

0.818

0.182

1.02

0.472

0.528

-0.346

10

137.33

2.14

0.909

0.091

1.96

0.560

0.440

-0.349

 

D max =

-0.073

Sumber : Perhitungan

15

Tabel 11. Resume Hasil Uji Smirnov-Kolmogorov

Metode Distribusi

D max

Kondisi

D o(5%)

Keterangan

Gumbel

Normal

Log Pearson Type III

0.873

> 0.290

Tidak Diterima

-0.042

< 0.290

Diterima

-0.073

< 0.290

Diterima

D max terkecil = -0,073 terjadi pada Distribusi Log Pearson Type III

Sumber : Perhitungan

b) Uji Chi Square

Uji Chi Square digunakan untuk menguji apakah distribusi pengamatan

dapat disamai dengan baik oleh distribusi teoritis. Tabulasi perhitungan uji Chi

Square ditabelkan pada Tabel 2.8, 2.9 dan 2.10 masing-masing untuk untuk

distribusi Gumbel, Normal dan Log person III.

Tabel 12. Perhitungan Parameter Uji Chi Square X2 untuk Distribusi Gumbel

Sub

Kelompok

Probabilitas (P)

Nilai Batas Sub Kelompok

Jumlah Data

Ef-Of

(Ef-Of) 2 /Ef

Ef

Of

1

2

0

<P<

20

X

>

110.35

2.0

3 -1

0.5

20

<P<

40

98.84

< X ≤

110.35

2.0

4 -2

2.0

3 <P<

40

60

90.73

< X ≤

98.84

2.0

4

4 <P<

60

80

82.90

< X ≤

90.73

2.0

1

80

5 <P<

100

X

<

82.90

2.0

6

Jumlah (n)

10

18

-2

-4

2
X

2.0

1 0.5

8.0

13.0

Sumber : Perhitungan

Tabel 13. Perhitungan Parameter Uji Chi Square X2 untuk Distribusi Normal

Sub

Kelompok

Probabilitas (P)

Nilai Batas Sub

Jumlah Data

Ef-Of

(Ef-Of) 2 /Ef

 

Kelompok

Ef

Of

Probabilitas (P) Nilai Batas Sub Jumlah Data Ef-Of (Ef-Of) 2 /Ef   Kelompok Ef Of
Probabilitas (P) Nilai Batas Sub Jumlah Data Ef-Of (Ef-Of) 2 /Ef   Kelompok Ef Of
1 0 <P< 20 X > 110.28 2.0 4 -2 2.0 2 <P< 20 40
1 0
<P<
20
X >
110.28
2.0
4
-2
2.0
2 <P<
20
40
103.25
< X ≤
110.28
2.0
3
-1
0.5
3 <P<
40
60
96.39
< X ≤
103.25
2.0
3
-1
0.5
4 <P<
60
80
87.88
< X ≤
96.39
2.0
2
0 0.0
5 <P<
80
100
81.62
X <
87.88
2.0
6
-4
8.0
6 100
<P<
120
X <
81.62
2.0
2
0 0.0
Jumlah (n)
10
20
2
X
11.0

Sumber : Perhitungan

16

Tabel 14. Perhitungan Parameter Uji Chi Square X2 untuk Distribusi Log Pearson Type III

Sub

Probabilitas (P)

Nilai Batas Sub

Jumlah Data

Ef-Of

(Ef-Of) 2 /Ef

Kelompok

Kelompok

Ef

Of

1 0

 

<P<

20

 

X

>

113.11

2.0

4

-2

2.0

2 20

 

<P<

40

98.51

< X ≤

113.11

2.0

3

-1

0.5

3 40

 

<P<

60

92.87

< X ≤

98.51

2.0

4

-2

2.0

4 60

 

<P<

80

84.26

< X ≤

92.87

2.0

1

1

0.5

5 80

 

<P<

100

78.35

X

<

84.26

2.0

5

-3

4.5

6 100

 

<P<

120

 

X

<

78.35

2.0

3

-1

0.5

 

Jumlah (n)

 

10

20

X

2

9.5

Sumber : Perhitungan

Berdasarkan hasil Tabel 14 di dapatkan nilai X 2 Hitung masing masing 13, 11

dan 9.5 masing-masing untuk metoda Gumbel, Normal dan Log Pearson III

(untuk nilai n = 10 dengan derajat signifikasi sebesar 5%) dan X 2 kritis = 5.991

(untuk nilai n = 10 dengan derajat signifikasi sebesar 5%). Karena nilai X 2 hitung

ketiganya lebih besar disbanding X 2 kritis maka distribusi tidak dapat diterima.

Dari hasil uji kesesuain didapat bahwa hit yang paling kecil adalah

metode Log Pearson III. Kesemua hasil tersebut masih dibawah cr sehingga

layak untuk digunakan dalam perhitungan selanjutnya.

Tabel 15. Rekapitulasi Hasil Perhitungan Curah Hujan Rancangan

 

Periode Ulang

No.

(Tahun)

Metode

Gumbel

Hujan Rancangan ( mm )

Metode

Normal

Metode

Log Pearson Type III

   
 

UJI SMIRNOV KOLMOGOROF

Sumber : Perhitungan

17

2. Distribusi Curah Hujan Untuk menghitung hidrograf banjir rencana dengan hidrograf satuan tertentu perlu diketahui terlebih dahulu distribusi curah hujan jam-jaman dengan interval tertentu. Prosentase distribusi hujan yang terjadi dihitung dengan rumus Mononobe, hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 2.12 berikut ini. intensitas curah hujan sebagai berikut :

I =

R

24

24

t

24

2 / 3

dimana :

I = intensitas curah hujan (mm/jam)

t

= lamanya curah hujan (jam) = curah hujan maksimum dalam 24 jam (mm) Tabel 16. Perhitungan Sebaran Curah Hujan Metoda Mononobe

R 24

Durasi (Jam)

2 Tahun

5 Tahun

10 Tahun

25 Tahun

50 Tahun

100 Tahun

92.87

110.82

122.78

138.12

149.40

160.89

 

1 32.20

38.42

42.56

47.88

51.80

55.78

 

2 20.28

24.20

26.81

30.16

32.63

35.14

 

3 15.48

18.47

20.46

23.02

24.90

26.82

 

4 12.78

15.25

16.89

19.00

20.56

22.14

 

5 11.01

13.14

14.56

16.38

17.71

19.08

 

6 9.75

11.64

12.89

14.50

15.69

16.89

 

7 8.80

10.50

11.63

13.09

14.15

15.24

 

8 8.05

9.60

10.64

11.97

12.95

13.94

 

9 7.44

8.88

9.84

11.07

11.97

12.89

 

10 6.94

8.28

9.17

10.32

11.16

12.02

 

11 6.51

7.77

8.61

9.68

10.47

11.28

 

12 6.14

7.33

8.12

9.14

9.88

10.64

 

13 5.82

6.95

7.70

8.66

9.37

10.09

 

14 5.54

6.61

7.33

8.24

8.92

9.60

 

15 5.29

6.32

7.00

7.87

8.52

9.17

 

16 5.07

6.05

6.70

7.54

8.16

8.78

 

17 4.87

5.81

6.44

7.24

7.83

8.44

 

18 4.69

5.59

6.20

6.97

7.54

8.12

 

19 4.52

5.40

5.98

6.72

7.27

7.83

 

20 4.37

5.21

5.78

6.50

7.03

7.57

 

21 4.23

5.05

5.59

6.29

6.80

7.33

 

22 4.10

4.89

5.42

6.10

6.60

7.10

 

23 3.98

4.75

5.26

5.92

6.40

6.90

 

24 3.87

4.62

5.12

5.75

6.23

6.70

6.70

Sumber : Perhitungan

3. Curah Hujan Efektif Perhitungan curah hujan efektif dilakukan dengan mengubah urutan sebaran curah hujan mononobe menjadi bentuk distribusi normal, seperti pada tabel dibawah berikut.

Tabel 17. Perhitungan Curah Hujan Metoda Mononobe

2 Tahun

5 Tahun

10 Tahun

25 Tahun

50 Tahun

100 Tahun

3.98

4.75

5.26

5.92

6.40

6.90

4.23

5.05

5.59

6.29

6.80

7.33

4.52

5.40

5.98

6.72

7.27

7.83

4.87

5.81

6.44

7.24

7.83

8.44

5.29

6.32

7.00

7.87

8.52

9.17

5.82

6.95

7.70

8.66

9.37

10.09

6.94

8.28

9.17

10.32

11.16

12.02

8.05

9.60

10.64

11.97

12.95

13.94

9.75

11.64

12.89

14.50

15.69

16.89

12.78

15.25

16.89

19.00

20.56

22.14

20.28

24.20

26.81

30.16

32.63

35.14

32.20

38.42

42.56

47.88

51.80

55.78

15.48

18.47

20.46

23.02

24.90

26.82

11.01

13.14

14.56

16.38

17.71

19.08

8.80

10.50

11.63

13.09

14.15

15.24

7.44

8.88

9.84

11.07

11.97

12.89

6.51

7.77

8.61

9.68

10.47

11.28

6.14

7.33

8.12

9.14

9.88

10.64

5.54

6.61

7.33

8.24

8.92

9.60

5.07

6.05

6.70

7.54

8.16

8.78

4.69

5.59

6.20

6.97

7.54

8.12

4.37

5.21

5.78

6.50

7.03

7.57

4.10

4.89

5.42

6.10

6.60

7.10

3.87

4.62

5.12

5.75

6.23

6.70

6.70

Sumber : Perhitungan

Setelah dikurangi dengan nilai infiltrasi dengan menggunakan metode Horton, diperoleh nilai curah hujan efektif sebagai berikut Tabel 18. Perhitungan Curah Hujan Efektif

No.

Rtot (mm)

Infiltrasi (mm)

Reff (mm)

 

1 3.98

38.33

0.00

 

2 4.23

15.24

0.00

 

3 4.52

8.77

0.00

 

4 4.87

6.39

0.00

 

5 5.29

5.51

0.00

 

6 5.82

5.19

0.64

 

7 6.94

5.07

1.87

 

8 8.05

5.03

3.02

 

9 9.75

5.01

4.74

 

10 12.78

5.00

7.77

 

11 20.28

5.00

15.28

 

12 32.20

5.00

27.20

 

13 15.48

5.00

10.48

 

14 11.01

5.00

6.01

 

15 8.80

5.00

3.80

 

16 7.44

5.00

2.44

 

17 6.51

5.00

1.51

 

18 6.14

5.00

1.14