Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Peraturan baru tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) tertuang dalam

Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 menyatakan bahwa ASN yang umum

disebut sebagai birokrat bukan sekedar merujuk kepada sebuah profesi yang

mengutamakan kepentingan publik namun juga memiliki tugas sebagai

pelaksana, pelayan, dan perekat persatuan dan kesatuan Negara Republik

Indonesia. Tugas dan fungsi yang dijalankan oleh seorang ASN merupakan

aktualisasi yang nyata dalam lingkungan instansi terkait. Agar tugas dan

fungsi tersebut berjalan dengan baik maka seorang ASN harus dapat

membentuk karakter dari dalam dirinya sendiri untuk menjadi ASN yang

berkompeten, profesional, berintegritas, dan berkomitmen baik.

Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) No. 12

Tahun 2018 tentang pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil pendidikan

dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi

untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi

nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan

bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi

bidang. Pelatihan Dasar CPNS bertujuan untuk mengembangkan kompetensi

CPNS yang dilakukan secara terintegrasi. Sehingga nantinya ASN ini dapat

memiliki daya saing tinggi dan hebat kedepannya dengan tetap menjaga

tanggung jawab, komitmen dan tugasnya berdasarkan nilai-nilai dasar

1
ANEKA yaitu: 1. Akuntabilitas; 2. Nasionalisme; 3. Etika Publik; 4.

Komitmen Mutu; 5. Anti Korupsi dan 3 (Tiga) mata pelatihan Whole of

government (WOG), Pelayanan Publik, serta Manajemen Aparatur Sipil

Negara. Untuk mengampu jabatan penata laporan keuangan seorang ASN

wajib memiliki nilai-nilai dasar ANEKA tersebut agar nantinya saat

menjalankan tugas tidak melakukan perbuatan-perbuatan melanggar.

Perbuatan melanggar yang dimaksud bermacam-macam seperti adanya

konflik kepentingan, pelanggaran dengan atas nama wewenang dan

memperkaya diri dengan manipulasi penyusunan laporan keuangan.

Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik untuk mengangkat isu tentang

alur penyusunan laporan keuangan dengan judul “PENERAPAN NILAI-

NILAI ANEKA PADA ALUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

DI BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK”

1.2 Tujuan Aktualisasi

Adapun tujuan dari aktualisasi ini yaitu:

1. Tujuan umum aktualisasi adalah membekali ASN agar mampu

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika

Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi serta mengamalkan Whole Of

Government, Pelayanan Publik dan peran Manajemen ASN dalam

menjalankan tugas negara ketika melakukan pelayanan kepada

masyarakat.

2. Tujuan Khusus dari aktualisasi ini adalah mengoptimalkan proses

penyusunan laporan keuangan serta memberikan pengetahuan tentang

alur penyusunan laporan yang lebih detail.

2
1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup aktualisasi ini yaitu:

1. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi Kalimantan

Tengah

2. Subbag Keuangan dan Aset Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah

3
BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1 Profil Instansi


1. Sejarah

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dulunya adalah

Direktorat Jendral Sosial politik, markas wilayah pertahanan sipil (HANSIP)

dan satuan polisi pamong praja (SATPOL PP). Kemudian pada tahun 2000

ketiga lembaga tersebut digabung menjadi 1 (satu) badan berdasarkan

peraturan daerah No. 9 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Organisasi dan

Tata Kerja Lembaga Teknisi Daerah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2001

tentang Organisasi dan Tata kerja Perlindungan Masyarakat, kesatuan bangsa

dan Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Provinsi Kalimantan Tengah

disingkat menjadi Badan Kesbanglinmas Provinsi Kalimantan Tengah.

Pada Tahun 2008 Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun

2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah dilakukan perubahan

nomenklutur sehingga berubah nama menjadi Kesatuan Bangsa, Politik Dan

Perlindungan Masyarakat disingkat menjadi Kesbangpol dan Linmas Provinsi

Kalimantan Tengah berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008

tanggal 18 april 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat. Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi

Kalimantan Tengah, berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah

Nomor 38 Tahun 2008 tanggal 1 Juli 2008 tentang Tugas Pokok dan Fungsi

Badan Kesatuan Bangsa, dan Politik Kalimantan Tengah dan Berdasarkan

Peraturan Kepala Badan Kesatuan Bangsa, dan Politik Provinsi Kalimantan

4
Tengah Nomor 566 Tahun 2008 tanggal 13 September 2008 tentang Uraian

Tugas Kepala Badan, Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Sub Bidang, Pada

Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah.

1. Kedudukan

a. Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik adalah badan yang berada di bawah

dan bertanggung jawab kepada gubernur melalui sekretaris Daerah.

b. Badan Kesatuan bangsa dan politik dipimpin Kepala Badan.

2. Visi dan Misi

Visi: Mampu menjadi poros jalannya pemerintahan dan politik di kalimantan

tengah dengan menegakkan demokrasi dan menjaga integrasi bangsa.

MISI: Berdasarkan Rencana Strategis Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Provinsi Kalimantan Tengah, misi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut :

a. Memantapkan ideologi dan wawasan kebangsaan dengan memperkuat

pengamalan terhadap Pancasila, UUD 1945, kebhinekaan, menegakkan

persatuan dan kesatuan, demokratisasi,

b. Mewujudkan efektivitas penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam

menciptakan ketentraman dan ketertiban umum.

c. Meningkatkan wawasan dan pemahaman politik masyarakat.

d. Meningkatkan ketahanan ekonomi, ketahanan sosial budaya dan organisasi

kemasyarakatan.

5
3. Tugas Pokok dan Fungsi

Adapun yang menjadi Tugas dan Fungsi Badan Kesatuan Bangsa dan

Politik Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut :

TUGAS : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai

tugas di bidang kesatuan bangsa dan politik.

FUNGSI : a. Perumusan, penyiapan kebijakan teknis dan

pengkajian di Bidang Kesatuan Bangsa dan

Politik;

b. Perumusan kebijakan dan fasilitasi peningkatan

sumberdaya manusia Badan Kesatuan Bangsa

dan Politik;

c. Perumusan penyiapan kebijakan dan pengkajian

masalah strategis;

d. Pengoordinasian penyusunan program dan

kegiatan Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik;

e. Pembinaan dan pelaksanaan kebijakan Bidang

Kesatuan Bangsa dan politik;

f. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan

kebijakan dan kegiatan bidang Kesatuan Bangsa

dan Politik;

g. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan Badan

Kesatuan Bangsa dan Politik.

6
4. Struktur Organisasi

Gambar 2.1
Struktur Organisasi

Sumber: Subbag umum dan kepegawaian KesBangPol

Tabel 2.1
Daftar PNS KesBangPol

Jenis Kelamin
Pendidikan Jumlah
Laki-Laki Perempuan

S2 5 0 5

S1 13 10 23

D3 1 0 1

SMA/Sederajat 7 2 9

SMP/Sederajat - 0 0

Total 26 12 38

Sumber: Subbag Umum Kepegawaian KesBangPol

7
2.2 Sasaran Kerja Pegawai
Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian

Sasaran Kerja Pegawai yang selanjutnya disingkat SKP adalah rencana kerja

dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS. SKP memuat kegiatan tugas

jabatan dan target yang harus dicapai dalam kurun waktu penilaian yang

bersifat nyata dan dapat diukur. Sasaran kerja Pegawai untuk Sub bagian

keuangan yaitu sebagai berikut:

1. Membuat Laporan Keuangan Akhir Tahun.

2. Menginput data Laporan Keuangan ke SIMDA Keuangan.

3. Mengadministrasikan berkas laporan keuangan.

4. Melaksanakan tugas kedinasan dari atasan baik secara lisan dan tulisan.

2.3 Kegiatan Inisiatif Sendiri


Kegiatan yang di inisiatif diri sendiri dalam aktualisasi yaitu membuat

laporan keuangan triwulan yang tidak dijalankan oleh instansi sebelumnya.

Hal ini bertujuan agar dalam pembuatan laporan semesteran dan laporan akhir

tahun tidak perlu mencari data keuangan perbulannya, cukup dengan laporan

keuangan triwulan saja.

8
BAB III

RENCANA AKTUALISASI

3.1 Nilai-Nilai Dasar ASN


Ada 5 (Lima) nilai dasar Profesi ASN/PNS yang harus di terapkan

dalam melaksanakan tugas sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat yaitu

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu dan Anti Korupsi

ditambah dengan mata pelatihan Whole Of Government, Pelayanan publik,

serta Manajemen ASN.

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau

institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya atau

kewajibanpertanggungjawaban yang harus dicapai.Adapun nilai-nilai

akuntabilitas yang terdapat pada diri seorang ASN/PNS adalah:

a. Dapat mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan;

b. Keadilan dalam pelayanan;

c. Transparansi dalam memberikan data dan informasi kepada publik yang

membutuhkan;

d. Netral dalam politik praktis;

e. Konsisten tindakan dan perilaku;

f. Pilihan tepat, jika terjadi konflik kepentingan.

9
2. Nasionalisme

Kata “Nasionalisme“ diambil dari kata nasional yang maknanya

adalah bangsa. Jadi nasionalisme adalah keadaan jiwa dimana kita merasa

memiliki kesetiaan secara alami kepada tanah air atau sering disebut Cinta

Tanah Air. Nilai-nilai Nasionalisme yang menjadi pondasi ASN/PNS dalam

melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat adalah :

a. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan

pribadi/Golongan;

b. Rela berkorban demi kepentingan Bangsa dan Negara;

c. Tidak membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan;

d. Amanah dan bertanggun jawab dalam melaksanakan tugas

e. Hormat dan santun dalam melaksanakan tugas;

f. Bekerja sesuai aturan dan etika;

g. Peduli dan sederhana serta tidak memaksakan kehendak pada orang lain.

3. Etika Publik

Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang

menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk

mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalakan tanggung jawab

pelayanan public. Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam

Undang-undang ASN, yakni sebagai berikut:

a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila;

b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang DasarNegara Kesatuan

Republik Indonesia 1945;

10
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;

d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;

e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;

f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;

g. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik;

h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program

pemerintah;

i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,

tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun;

j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;

k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama;

l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;

m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan;

n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yangdemokratis

sebagai perangkat sistem karir.

4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu adalah Melaksanakan pekerjaan yang di dasari

dengan tindakan yang efektif, efisien, inovatif dan orientasi mutu merupakan

cerminan dari kesadaran PNS untuk melkukan perbaikan mutu dalam

pelayanan. Nilai-nilai yang terdapat dalam komitmen mutu adalah:

a. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan Publik;

b. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan

memelihara agar tetap setia;

11
c. Menghasilkan produk jasa yang berkualitas tinggi tanpa cacat, tanpa

kesalahan, dan tidak ada pemborosan;

d. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan

pergeseran tuntutan kebutuhan;

e. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam memecahkan

masalah dan pengembilan keputusan;

f. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai

cara, antara lain pendidikan dan pelatihan, pengembangan ide

kreatif, kolaborasi dan benchmark.

5. Anti Korupsi

Dampak korupsi tidak hanya sekedar menimbulkan kerugian

keuangan Negara namun dapat menimbulkan kerusakan kehidupan yang

tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi dapat pula bersifat jangka

panjang.Kesadaran diri anti korupsi yang dibangun melalui pendekatan

spiritual, dengan selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di

muka bumi, dan selalu ingat bahwa seluruh ruang dan waktu kehidupannya

harus dipertanggungjawabkan, dapat menjadi benteng kuat untuk anti

korupsi. KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi nilai-

nilai dasar Anti korupsi sebagai berikut:

a. Jujur;

b. Peduli;

c. Mandiri;

d. Disiplin;

e. Tanggung Jawab;

12
f. Kerja Keras;

g. Sederhana;

h. Berani;

i. Adil.

6. Whole Of Government
Whole of Government (WoG) menjelaskan bagaimana instansi

pelayanan publik bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai tujuan

bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu tertentu.

WoG merupakan pendekatan yang menekankan aspek kebersamaan dan

menghilangkan sekat-sekat sektor yang selama ini terbangun. Beberapa cara

yang dapat dilakukan melalui pendekatan WoG, baik dari sisi penataan

institusi formal maupun informal antara lain:

1. Penguatan koordinasi antar lembaga

Penguatan koordinasi dapat dilakukan jika jumlah lembaga-lembaga

yang dikoordinasikan masih terjangkau dan manageable. Dalam

prakteknya, rentang kendali yang rasional akan sangat terbatas. Salah

satu alternatifnya adalah, mengurangi jumlah lembaga yang ada sampai

mendekati jumlah yang ideal untuk sebuah koordinasi. Dengan jumlah

lembaga yang rasional, maka koordinasi dapat dilakukan dengan lebih

mudah.

2. Membentuk lembaga koordinasi khusus

Pembentukan lembaga yang terpisah dan permanen yang bertugas dalam

mengkoordinasikan sektor atau kementerian terkait adalah salah satu cara

melakukan WoG, lembaga koordinasi ini biasanya diberikan status

13
kelembagaan setingkat lebih tinggi, atau setidaknya setara dengan

kelembagaan yang dikoordinasikannya.

3. Membentuk gugus tugas

Gugus tugas merupakan bentuk pelembagaan koordinasi yang dilakukan

di luar struktur formal yang sifanya tidak permanen. Pembentukan gugus

tugas biasanya menjadi salah satu cara agar sumber daya yang terlibat

dalam koordinasi tersebut dicabut sementara dari lingkungan formalnya

untuk berkonsentrasi dalam proses koordinasi.

4. Koalisi social

Koalisi sosial merupakan bentuk informal dari penyatuan koordinasi

antar sektor atau lembaga, tanpa perlu membentuk pelembagaan khusus

dalam koordinasi ini. Koalisi sosial mendorong adanya penyamaan nilai

dan persepsi tentang suatu hal, sehingga pada akhirnya akan terjadi

koordinasi alamiah.

Nilai-nilai WOG yaitu Kolaborasi, kerja sama, sharing, dan

koordinasi.

7. Pelayanan Publik

Dalam melaksanakan fungsinya sebagai pelayanan publik, ASN

dituntut untuk memberikan pelayanan prima dan baik.

8. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan

Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai-nilai dasar etika profesi, bebas

dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Manajemen ASN meliputi manajemen PNS dan Manajemen Pegawai tidak

14
tetap pemerintah. Penyelenggaraan manajemen ASN menganut “asas efektif

dan efisien” yakni sesuai dengan target atau tujuan dengan tepat waktu sesuai

dengan perencanaan yang yang ditetapkan.

3.2 Rancangan Kegiatan Aktualisasi

3.2.1 Identifikasi Isu dan Isu Yang Diangkat

Berdasarkan mata diklat Habituasi, sumber kegiatan yang akan

dilaksanakan berdasarkan isu yang di angkat melalui tiga hal yang bersumber

dari SKP (Sasaran Kinerja Pegawai), Penugasan atasan dan Inisiatif peserta

yang telah mendapat persetujuan dari atasan. Isu yang diambil pada

rancangan aktualisasi ini yaitu berdasarkan SKP dari jabatan Penata Laporan

Keuangan dan Inisiatif peserta tentang alur penyusunan laporan keuangan

yang lebih detail. Adapun SKP yang dimaksud adalah:

a. Membuat Laporan Keuangan Akhir Tahun.

b. Menginput data Laporan Keuangan ke SIMDA Keuangan.

c. Mengadministrasikan berkas laporan keuangan.

d. Melaksanakan tugas kedinasan dari atasan baik secara lisan dan

tulisan.

Berdasarkan SKP yang telah diuraikan, penulis mengaitkan masalah-

masalah yang terjadi di lingkungan kerja yaitu:

1. Terlambatnya input Dokumen-dokumen pembantu dalam penyusunan

laporan keuangan.

2. Kurang optimalnya dalam alur penyusunan laporan keuangan.

3. Terbatasnya software untuk membantu membuat penyusunan laporan

keuangan secara otomatis.

15
Untuk mendapatkan fokus utama dalam penulisan ini, penulis

menggunakan metode USG (Urgency,Seriousness, Growth). Metode USG

dapat digambarkan sebagai alat untuk menyusun urutan prioritas dalam

menyelesaikan isu. Setiap isu akan diberi skor dari paling rendah ke paling

tinggi yaitu dengan nilai 1 (satu) sampai dengan 5 (lima). Seperti pada tabel

berikut:

Tabel. 3.1
Skor USG

SKOR KETERANGAN
5 Sangat Penting
4 Penting
3 Cukup Penting
2 Kurang Penting
1 Tidak Penting

Sumber: Modul Habituasi (2015)

Tabel 3.2
Metode USG Dalam Penentuan Isu Utama
Total
No Isu Aktual U S G Ranking
Nilai
Kurangnya Dokumen-dokumen pembantu
1 dalam penyusunan laporan keuangan. 4 3 5 12 2

Kurang optimalnya alur penyusunan laporan


2 keuangan. 5 5 5 15 1

Terbatasnya software untuk membantu


3 membuat penyusunan laporan keuangan secara 3 3 4 10 3
otomatis.

Sumber: Modul Habituasi (2015)

16
Setelah melakukan seleksi dan skoring maka isu utama pada laporan

ini yaitu:

Isu Yang Diangkat : Kurang optimalnya alur penyusunan laporan

keuangan.

3.2.2 Rencana Kegiatan dan Rancangan Aktualisasi

Unit Kinerja : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Pemerintah Provinsi Kalimantan

Tengah

Isu Yang di Angkat : Kurang optimalnya alur penyusunan

laporan keuangan

Analisis Dampak : Adapun dampak yang bisa terjadi jika

konflik tidak segera di atasi yaitu

tidak optimalnya penyusunan laporan

keuangan dikarenakan ada beberapa

proses yang akan memberikan

kesulitan dalam pengumpulan data

keuangan.

Gagasan Pemecahan Isu : Untuk meningkatkan efisiensi dan

efektivitas dalam penyusunan laporan

keuangan, maka dilakukan

optimalisasi penyusunan laporan

keuangan secara detail.

17
Rencana Kegiatan : a. Melakukan Pendalaman materi

laporan keuangan sesuai

dengan prosedur dan ketentuan

yang berlaku untuk mencapai

hasil yang diharapkan.

b. Melakukan pendalaman teori

penggunaan Aplikasi Simda dan

menerapkan Aplikasi Simda

Keuangan.

c. Membuat Laporan Keuangan

Triwulan di Badan KesBangPol

d. Membuat Laporan Keuangan

Semesteran di Badan

KesBangPol.

e. Melakukan penertiban berkas

laporan keuangan sehingga tidak

terpisah-pisah.

18
Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada masa habituasi adalah:

a. Melakukan pendalaman materi laporan keuangan sesuai dengan

prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mencapai hasil yang

diharapkan.

TABEL 3.3
RANCANGAN AKTUALISASI
No Konten Rancangan Keterangan

1. Kegiatan Melakukan Pendalaman

materi laporan keuangan

sesuai dengan prosedur

dan ketentuan yang berlaku

untuk mencapai hasil yang

diharapkan.

2 Tahapan Kegiatan  Mengumpulkan laporan

keuangan tahun

sebelumnya.

 Mendalami teori Laporan

keuangan tahun

sebelumnya.

 Menganalisis laporan

keuangan yang meliputi

laporan realisasi

19
anggaran pendapatan,

belanja rutin, dan belanja

pembangunan.

3 Output/Hasil Kegiatan 1. Mendapatkan

pengetahuan tentang

penyusunan laporan

keuangan.

2. Mampu mengidentifikasi

akun-akun laporan

realisasi anggaran

pendapatan, belanja rutin

dan belanja

pembangunan.

4 Keterkaitan Substansi mata Pelatihan Akuntabilitas- bertanggung

jawab atas laporan yang di

analisis.

Nasionalisme- Mempelajari

dan mengidentifikasi akun-

akun di laporan keuangan

dengan bersungguh-sungguh

dan penuh kerja keras.

Etika publik- mempelajari

laporan keuangan bersama-

sama atasan.

20
Komitmen Mutu-

beradaptasi dengan

lingkungan baru.

Anti Korupsi- Mempelajari

laporan keuangan tahun

sebelumnya dengan kerja

keras.

WOG- terjalinnya kerja

sama antara penulis dengan

atasan.

Pelayanan Publik-

ketersediaan berkas laporan

keuangan tahun sebelumnya

untuk dipelajari.

Manajemen ASN-

mempelajari laporan

keuangan agar mampu

mengaktualisasinya.

5 Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi Kontibusinya sesuai dengan

misi organisasi yaitu

mewujudkan efektivitas

dalam penyelesaian tugas.

21
6 Penguatan Nilai-Nilai Organisasi Nilai Organisasi yang

menguat dengan adanya

kegiatan ini yaitu adanya

transparansi dalam

organisasi.

b. Melakukan pendalaman teori penggunaan Aplikasi Simda dan

menerapkan Aplikasi Simda Keuangan.

No Konten Rancangan Keterangan

1. Kegiatan Melakukan pendalaman teori

penggunaan Aplikasi Simda

dan menerapkan Aplikasi

Simda Keuangan.

2 Tahapan Kegiatan  Mendalami pemahaman

Buku Pedoman Penggunaan

Aplikasi Simda Keuangan

dengan bimbingan atasan.

 Melakukan Instalasi

aplikasi Simda Keuangan.

 Mencoba melakukan

penginputan data keuangan.

22
3 Output/Hasil Kegiatan Mampu menggunakan Aplikasi

Simda Keuangan untuk

keperluan penyusunan laporan

keuangan.

4 Keterkaitan Substansi mata Pelatihan Akuntabilitas-konsistensi

dalam menggunakan aplikasi

Simda.

Nasionalisme- Melakukan

diskusi bersama atasan terkait

penggunaan aplikasi Simda.

Etika Publik- mempelajari

aplikasi dengan

profesionalisme.

Komitmen mutu- Membahas

keefektifan kegiatan

penyusunan laporan keuangan

dengan menggunakan Simda.

Anti Korupsi, jujur dalam

mempelajari aplikasi dan

melakukan konsultasi kepada

atasan jika tidak memahami.

WOG-melakukan komunikasi

dengan Atasan atau rekan kerja

dalam mempelajari aplikasi.

23
Pelayanan Publik- tidak

menutup-nutupi kelemahan diri

sendiri jika tidak mampu.

Manajemen ASN- menjaga

kode etik dalam mempelajari

aplikasi.

5 Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi Kontribusinya sesuai dengan

misi organisasi yaitu

mewujudkan efektivitas dan

efisiensi dalam penyelesaian

tugas.

6 Penguatan Nilai-Nilai Organisasi Nilai Organisasi yang menguat

dengan adanya kegiatan ini

yaitu adanya transparansi

dalam organisasi.

c. Membuat Laporan Keuangan Triwulan di Badan KesBangPol

No Konten Rancangan Keterangan

1. Kegiatan Membuat Laporan Keuangan

Triwulan di Badan

KesBangPol

24
2 Tahapan Kegiatan  Mengumpulkan bukti-

bukti transaksi setiap

bulannya.

 Memverifikasi bukti-bukti

transaksi.

 Memasukkan data

verifikasi pada aplikasi

Simda Keuangan dengan

berkordinasi dengan

mentor.

 Menyampaikan laporan

keuangan ke Kepala

Badan.

3 Output/Hasil Kegiatan Mampu mengolah Laporan

keuangan triwulan dengan

menggunakan Simda

Keuangan.

4 Keterkaitan Substansi mata Pelatihan Akuntabilitas, adanya

keterbukaan dalam

penyusunan laporan keuangan.

Nasionalisme-pembuatan

laporan dengan menggunakan

bahasa indonesia dengan baik

dan benar.

25
Etika publik- berokordinasi

dengan atasan saat

penyusunan.

Komitmen Mutu-

penggunaan Simda diharapkan

dapat memberikan efisiensi

dalam penyusunan laporan

keuangan.

Anti Korupsi- bertanggung

jawab dalam penyusunan

laporan keuangan.

Manajemen ASN-

menjalankan tugas dengan

tetap memegang teguh kode

etik.

5 Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi Kontribusinya sesuai dengan

misi organisasi yaitu

mewujudkan efektivitas dan

efisiensi dalam penyelesaian

tugas.

6 Penguatan Nilai-Nilai Organisasi Nilai Organisasi yang

menguat dengan adanya

kegiatan ini yaitu adanya

transparansi dalam organisasi.

26
d. Membuat Laporan Keuangan Semesteran di Badan KesBangPol

No Konten Rancangan Keterangan

1. Kegiatan Membuat Laporan

Keuangan Semesteran di

Badan KesBangPol

2 Tahapan Kegiatan  Mengumpulkan laporan

keuangan triwulan.

 Memasukkan data

keuangan pada aplikasi

Simda Keuangan

dengan berkordinasi

dengan mentor.

 Menyerahkan Laporan

keuangan semesteran

Ke gubernur melalui

Kepala Badan.

3 Output/Hasil Kegiatan Mampu mengolah Laporan

keuangan semesteran

dengan menggunakan

Simda Keuangan.

4 Keterkaitan Substansi mata Pelatihan Akuntabilitas-

penyusunan laporan

27
keuangan yang

bertanggung jawab.

Nasionalisme- membuat

laporan keuangan

menggunakan bahasa

indonesia.

Etika Publik-

mengerjakan penyusunan

laporan keuangan dengan

penuh integritas.

Komitmen Mutu-

penggunaan Simda

diharapkan dapat

memberikan efisiensi

dalam penyusunan laporan

keuangan.

Anti Korupsi-

bertanggung jawab dalam

penyusunan laporan

keuangan.

WOG- melakukan

kordinasi dengan atasan

saat penyusunan.

28
5 Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi Kontribusinya sesuai

dengan misi organisasi

yaitu mewujudkan

efektivitas dan efisiensi

dalam penyelesaian tugas.

6 Penguatan Nilai-Nilai Organisasi Nilai Organisasi yang

menguat dengan adanya

kegiatan ini yaitu adanya

transparansi dalam

organisasi.

e. Melakukan penertiban berkas laporan keuangan sehingga tidak

terpisah-pisah.

No Konten Rancangan Keterangan

1. Kegiatan Melakukan penertiban

berkas laporan keuangan

sehingga tidak terpisah-

pisah.

2 Tahapan Kegiatan  Mengumpulkan

berkas-berkas laporan

keuangan yang telah

disusun.

29
 Koordinasi dengan

atasan untuk

penyimpanan database

laporan keuangan yang

telah disusun.

3 Output/Hasil Kegiatan - Mampu melakukan

pengadministrasian

berkas penyusunan

laporan keuangan

4 Keterkaitan Substansi mata Pelatihan Akuntabilitas-

bertanggung jawab atas

pekerjaan.

Nasionalisme-

melaporkan kepada atasan

terkait pekerjaan yang

telah dilakukan.

Etika Publik- menjunjung

tinggi etika di lingkungan

sekitar.

Komitmen Mutu-

pengadministrasian berkas

laporan keuangan dapat

memberikan efiesiensi

terhadap ruang

30
penyimpanan.

Anti Korupsi-

bertanggung jawab dalam

melakukan

pengadminstrasian.

Pelayanan Publik-

responsif terhadap

permintaan informasi

tertentu.

5 Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi Kontribusinya sesuai

dengan misi organisasi

yaitu mewujudkan

efektivitas dan efisiensi

dalam penyelesaian tugas.

6 Penguatan Nilai-Nilai Organisasi Nilai Organisasi yang

menguat dengan adanya

kegiatan ini yaitu adanya

transparansi dalam

organisasi.

31
3.2.3 Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan untuk menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA dengan

rancangan aktualisasi yaitu sebagai berikut:

TABEL 3.4
JADWAL KEGIATAN
Tempat Sasaran
No Kegiatan Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan Pelayanan

Melakukan

Pendalaman materi

laporan keuangan

sesuai dengan
Subbag
prosedur dan
1 Keuangan -
ketentuan yang
KesBangPol
berlaku untuk

mencapai hasil

yang diharapkan. 22 Mei-2 Juli 2019

Melakukan

pendalaman teori

penggunaan Subbag

2 Aplikasi Simda dan Keuangan -

menerapkan KesBangPol

Aplikasi Simda

Keuangan.

32
Membuat Laporan
Subbag
Keuangan
3 Keuangan -
Triwulan di Badan
KesBangPol
KesBangPol

Membuat Laporan

Keuangan
Subbag
Semesteran di
4 Keuangan -
Badan
KesBangPol
KesBangPol.

Melakukan

penertiban berkas
Subbag
laporan keuangan
5. Keuangan -
sehingga tidak
KesBangPol
terpisah-pisah.

33