Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

BIDANG PENDARATAN DAN IZIN MASUK


PADA KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS NGURAH RAI
TENTANG
“EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PEMERIKSAAN KEIMIGRASIAN ORANG ASING
GUNA MEMINIMALISIR PANJANGNYA ANTRIAN DI AREA KEDATANGAN”

Disusun Sebagai Prasyarat Memenuhi Kelulusan


Latihan Dasar CPNS Golongan II

oleh:
NAMA : BRYAN RAKASIWI HARYONO, A.Md. Im
NIP : 199408242016081002
JABATAN : PENGELOLA DATA KEIMIGRASIAN
UNIT KERJA : KANIM KELAS I KHUSUS NGURAH RAI
MENTOR/ATASAN : I WAYAN PUTU WIADNYA, S.H
COACH : SYARIFAH HERLINA
ANGKATAN/NO.Absen : IV/09

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM


KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
2017
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN
BIDANG PENDARATAN DAN IZIN MASUK
KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS NGURAH RAI

OLEH :

BRYAN RAKASIWI HARYONO, A.Md.Im


Peserta Latihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan IV
NIP. 199408242016081002

Telah diseminarkan pada tanggal 2017


Di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM

PENGUJI, MENTOR,

(___________________) (I WAYAN PUTU WIADNYA, S.H )


NIP. NIP. 197304231998031001

IF

COACH,

(SYARIFAH HERLINA,SH.,MH)
NIP. 196306161983032002)

i
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Pejabat Negeri Sipil (PNS) sebagai aparatur sipil negara yang diatur dalam
Undang-Undang No 5 tahun 2014 adalah sebuah profesi dalam instansi pemerintahan
yang mempunyai peranan penting dalam menyelenggarakan tugas-tugas umum
pemerintahan dan pembangunan. Untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan dan
pembangunan tersebut diperlukan PNS yang berprofesional yaitu PNS yang mampu
memenuhi standar kompetensi jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas
jabatannya secara efektif dan efisien. Untuk dapat membentuk sosok PNS professional
seperti tersebut diatas perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur pelatihan. Selama ini
pelatihan pembentukan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilakukan melalui
pendidikan dan pelatihan Prajabatan (Diklat Prajanatan), dimana praktik penyelenggaraan
pelatihan dan pembelajarannya didominasi oleh ceramah sehingga dirasa sulit
membentuk PNS yang kuat dan profeisonal. Maka berdasarkan Undang-Undang No 5
Tahun 2014 pasal 63 ayat (3) dan (4), CPNS diharuskan melalui masa percobaan dan
diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal
dan non-klasikal di tempat Pelatihan dan di tempat kerja sehingga memungkinkan peserta
mampu menginternalisasi, menerapkan dan mengaktualisasikan, serta membuatnya
menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam
dirinya sebagai karakter PNS professional.
Berdasarkan hal di atas, penyempurnaan dan pengayaan konsep Diklat Prajabatan
berganti menjadi pelatihan dasar CPNS yang diatur pada Peraturan Kepala Lembaga
Administrasi Negara Nomor 21 Tahun 2016. Dengan mengikuti latihan dasar dengan
pola baru ini menuntut para calon PNS dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi
PNS yang bisa disingkat ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, Anti Korupsi) dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Setelah peserta menjalani
latihan dasar dapat menjadikan nilai nilai dasar ANEKA menjadi kebiasaan dalam
bekerja di masing masing organisasi pemerintahan.

1
a) Profil Organisasi
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai adalah Unit Pelayanan Teknis
di bidang keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan
Ham Bali. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai berlokasi di Jalan
Perumahan Taman Jimbaran Asri No. 1, Jimbaran, Kuta Selatan, Jimbaran, Kuta
Selatan dengan jumlah pegawai sebanyak 320 orang. Susunan Organisasi Kantor
Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai terdiri dari 5 bidang yaitu Bidang Informasi
dan Sarana Komunikasi Keimigrasian (Bidang Insarkomkim), Bidang Lalu Lintas
dan Status Keimigrasian (Bidang Lalintuskim), Bidang Pengawasan dan
Penindakan Keimigrasian (Bidang Wasdakim), Bagian Tata Usaha (Bagian TU)
dan Bidang Pendaratan dan Izin Masuk (Darinsuk). Bidang Pendaratan dan Izin
Masuk (Darinsuk) memiliki 1 Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yaitu TPI
Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.
Bidang Pendaratan dan Izin Masuk terdiri dari 3 seksi unit (Alpha, Bravo,
Charlie) dan di masing masing unit terdapat kurang lebih 18 anggota petugas
pendaratan. Pada bidang ini mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan
keimigrasian terhadap setiap orang keluar atau masuk wilayah Indonesia melalui
Tempat Pemeriksaan Imigrasi di lingkungan Kantor Imigrasi yang bersangkutan
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan untuk
menyelenggarakan tugasnya, Bidang Pendratan dan Izin Masuk mempunyai
fungsi sebagai berikut :
 Melakukan penelitian terhadap penggunaan dokumen perjalanan oleh setiap
orang yang masuk/keluar wilayah Indonesia;
 Melakukan pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap orang
yang akan meninggalkan atau masuk wilayah Indonesia;
 Melakukan penolakan pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi
setiap orang yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

b) Visi dan misi organisasi


Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bernaung dibawah
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kantor Imigrasi dalam pelaksanaan

2
tugas sehari-hari juga berpedoman pada visi dan misi Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia disamping visi dan misi Direktorat Jenderal Imigrasi itu
sediri.
Adapun visi dan misi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
adalah sebagai berikut :
Visi :
- Masyarakat Memperoleh Kepastian Hukum
Misi :
- Mewujudkan Peraturan Perundang-undangan yang berkualitas;
- Mewujudkan Pelayanan Hukum yang berkualitas;
- Mewujudkan Penegakkan Hukum yang berkualitas;
- Mewujudkan Penghormatan, Pemeneuhan, dan Perlindungan Hak
Asasi Manusia;
- Mewujudkan Layanan Manajemen Adimistrasi Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia;
- Mewujudkan Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
yang Profesional dan Berintegritas.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga memiliki tata nilai yang
disingkat menjadi PASTI dengan penjelasan sbb :
P = professional
A = Akuntabel
S = Sinergi
T = Transparan
I = Inovatif
Sedangkan visi dan misi dari Direktorat Jenderal Imigrasi adalah :
Visi :
- Masyarakat memperoleh kepastian pelayanan dan penegakan hukum
keimigrasian.
Misi :
- Memperkuat penegakan hukum keimigrasian yang adil da akuntabel
- Mendukung terciptanya keamanan negara yang stabil

3
- Meningkatkan pelayanan keimigrasian yang prima
- Mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat yang
berkesinambugan
c. Struktur organisasi

d. Isu actual.
Saat peserta berada di lapangan, peserta merasa jumlah antrian penumpang
semakin lama semakin menumpuk dan ini bisa menjadi celah bagi penumpang
untuk menyampaikan pengaduan terhadap layanan keimigrasian di Tempat
Pemeriksaan Imigrasi. sehingga peserta merasa perlu adanya suatu gagasan
tentang efektifitas dan efesiensi dalam pemeriksaan dokumen perjalanan demi
meminimalisirkan antrian penumpang yang semakin menumpuk.

4
2. Tujuan dan Manfaat
Dalam penulisan laporan rancangan aktualisasi ini mempunyai tujuan dan
manfaat bagi peserta maupun organisasi diantaranya
a. Bagi peserta
Tujuan :
- Persyaratan untuk kelulusan latihan dasar CPNS.
- Membentuk peserta sebagai PNS yang professional yang karakternya
dibentuk oleh nilai-nilai dasar profesi PNS.

Manfaat :

- Mampu menerapkan nilai-nilai akuntabilitas sehingga dapat lebih


bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.
- Mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme sehingga bekerja atas dasar
nilai nilai pancasila dan berkontribusi penuh terhadap NKRI.
- Mampu menerapkan nilai-nilai etika public sehingga bekerja secara ikhlas
dalam melayani masyarakat mengingat salah satu fungsi ASN sebagai
pelayan masyarakat.
- Mampu menerapkan nilai-nilai komitmen mutu sehingga mewujudkan
pelayanan prima dan professional dilingkungan kerja.
- Mampu menerapkan nilai-nilai anti korupsi sehingga dapat mewujudkan
lingkungan kerja yang bebas dari korupsi serta lebih menjaga lagi
kedisiplinan.
b. Bagi Organisasi
Tujuan :
- Terwujudnya ASN di lingkungan kerja yang dapat menerapkan nilai-nilai
dasar ASN yaitu ANEKA (Akuntabel, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, Anti Korupsi)
- Tercapainya nilai-nilai organisasi kementerian hukum dan hak asasi
manusia yaitu PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Tranparan, Inovasi)

5
3. Ruang Lingkup
Rancangan aktualisasi ini dibatasi pada pelaksanaan kegiatan sesuai dengan
tempat saya bekerja yaitu di Kanim Kelas I Khusus Ngurah Rai bidang pendaratan dan
izin masuk sebagai petugas pendaratan.
Dengan mengambil dasar pada kegiatan yang bersumber dari :

a. Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), yaitu meliputi :

1) Mengatur penumpang WNA/WNI yang tiba atau berangkat menuju counter


imigrasi.
2) Mengatur dan mengawasi penumpang yang memerlukan pengamatan khusus ke
ruang Kepala Unit.
3) Menjaga, mengawasi, mengantar penumpang yang ditolak masuk wilayah
Indonesia.
4) Mengatur ketertiban antrian penumpang yang tiba/berangkat.
5) Menerima, menjaga, mengawasi penumpang dalam rangka deportasi.
6) Mencegah penumpang yang menghindar dari pemeriksaan imigrasi saat
tiba/berangkat.
7) Melaksanakan tugas lain sesuai perintah atasan.

b. Perintah Atasan, yang meliputi :

1) Melakukan identifikasi untuk memastikan kesesuaian identitas setiap orang yang


akan masuk atau keluar wilayah Indonesia berdasarkan dokumen perjalanannya
2) Melakukan pemeriksaan keabsahan dan masa berlaku dokumen perjalanan, visa
serta persyaratan tertentu bagi setiap orang asing yang akan melakukan perjalanan
keluar atau masuk wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3) Melakukan wawancara singkat kepada setiap orang yang akan masuk atau keluar
wilayah Indonesia.

6
4) Memeriksa dokumen perjalanan setiap orang yang akan keluar atau masuk
wilayah Indonesia untuk menemukan kejanggalan pada dokumen, visa atau tidak
memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5) Melakukan pemindaian dokumen perjalanan serta perekaman data perlintasan
bagi setiap orang yang akan keluar atau masuk wilayah Indonesia.
6) Menerakan Tanda Keluar atau Tanda Masuk pada dokumen perjalanan sebagai
tanda pemberian persetujuan bagi setiap orang yang akan keluar atau masuk
wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

7
4. Data Diri
a. Mentor / Atasan
Nama : I WAYAN PUTU WIADNYA, S.H
NIP : 197304231998031001
Pangkat / Gol. Ruang : Penata Tingkat I / III d
Jabatan : Kasi Unit Alpha
Unit Kerja : Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai

b. Coach / Pembimbing
Nama : SYARIFAH HERLINA, SH., MH
NIP : 19630616 1983 032002
Pangkat / Gol. Ruang : Pembina Tk.I ( IV/B)
Jabatan : Widyaiswara Madya
Unit Kerja : BPSDM Hukum dan Hak Asasi Manusia

c. Peserta
Nama : BRYAN RAKASIWI HARYONO, A.Md.Im
NIP : 19940824 201608 1002
Pangkat / Gol. Ruang : Pengatur / II c
Jabatan : Pengelola Data Keimigrasian
Unit Kerja : Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai

Lembar Pengesahan
Persetujuan Coach dan Mentor

Coach Mentor

(RASONA SUNARA AKBAR, S.PD., M.M.) (I WAYAN PUTU WIADNYA, S.H)


NIP. 19791103 200604 1 001 NIP. 197304231998031001

5. Judul
“EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PEMERIKSAAN KEIMIGRASIAN ORANG
ASING GUNA MEMINIMALISIR PANJANGNYA ANTRIAN DI AREA
KEDATANGAN”

8
BAB II
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Rancangan Kegiatan
Dalam membuat penyusunan rancangan aktualisasi ini, saya mengambil sumber dari perintah atasan dikarenakan
kurangnya Sumber Daya Manusia. Pelaksanaan aktualisasi saat di tempat tugas dengan rincian sebagai berikut :
Unit Kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai
Identifikasi Isu Pemeriksaan Dokumen Perjalanan Setiap Orang Asing yang Masuk Wilayah Indonesia
Melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi Ngurah Rai
Isu yang diangkat Antrian yang panjang di kedatangan Orang Asing pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi
Ngurah Rai
Gagasan isu Efektifitas dan Efisiensi dalam pemeriksaan dokumen perjalanan dalam meminimalisir
antrian yang panjang

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-nilai Dasar


Kontribusi Penguatan Nilai-
Terhadap Visi nilai Organisasi
dan Misi
Organisasi
1 Melakukan a. Memeriksa kesamaan  Pertama saya sebagai ASN a) Akuntabilitas : Dengan kualitas Dengan
identifikasi bentuk fisik asli yang profesional meminta Tanggung pelaksanaan yang Pelaksanaan
untuk penumpang warga dokumen perjalanan yang jawab tinggi dan kegiatan yang
memastikan negara asing dengan dimiliki penumpang WNA terhadap mengedepankan diawali dengan
kesesuaian foto yang terdapat dengan bahasa internasional pekerjaannya ketelitian dan 3S dan dengan
identitas orang dalam dokumen (Inggris) dan dengan sikap tanggung jawab penuh tanggung

9
asing yang akan perjalanannya. 3S (Senyum, Sapa, Salam) b) Etika publik : tanpa mengurangi jawab,
masuk wilayah kemudian saya memeriksa Senyum, Sapa, sikap ramah dan berintegritas
Indonesia kesamaan bentuk fisik Salam sopan maka visi terhadap waktu
berdasarkan wajah aslinya dengan yang Imigrasi yaitu : maka nilai
dokumen ada di foto dokumen c) Komitmen masyarakat organisasi
perjalanannya perjalanan mutu : memperoleh Kementerian
Teliti kepastian Hukum dan Ham
b. Mencocokkan identitas  Selanjutnya saya pelayanan dan terutama
penumpang warga mencocokkan identitas yang d) Anti korupsi: penegakkan hukum Profesional dan
negara asing yang ada di dokumen perjalanan Bekerja keimigrasian dapat Akuntabel dapat
terdapat di dokumen secara teliti dengan sesuai SOP terwujud. diperkuat
perjalanan dengan melakukan wawancara
identitas lainnya. singkat mengenai identitas
nama, tanggal / tempat lahir,
dan jenis kelamin. Apabila
sedikit meragukan saya
meminta identitas lainnya
yang sah dan berlaku. Dari
kegiatan ini saya laksanakan
se-effisien mungkin untuk
meminilalisir antrian yang
panjang dengan penuh
tanggung jawab.
2 Melakukan b. Memeriksa masa a. Ketika saya menerima a) Akuntabilitas : Dengan kualitas Dengan
pemeriksaan berlaku dokumen dokumen perjalanan, saya Tanggung pelaksanaan yang Pelaksanaan
keabsahan dan perjalanan, visa maupun pastikan dengan teliti jawab terhadap tinggi dan kegiatan yang
masa berlaku persyaratan lainnya paspor tersebut sah dan pekerjaannya mengedepankan diawali dengan
dokumen bagi WNA masih berlaku. saya juga ketelitian dan 3S dan dengan
perjalanan, visa pastikan paspor tersebut b) Komitmen tanggung jawab penuh tanggung
serta tersmasuk subjek visa atau mutu : tanpa mengurangi jawab,
persyaratan bebas visa. Apabila Teliti. sikap ramah dan berintegritas
tertentu bagi terdapat visa, saya periksa sopan maka visi terhadap waktu
setiap orang visa tersebut masih valid Imigrasi yaitu : maka nilai

10
asing yang akan atau tidak. Apabila c) Etika Publik : masyarakat organisasi
melakukan ditemukan hal yang janggal Senyum, Sapa, memperoleh Kementerian
perjalanan dalam pemeriksaan maka Salam kepastian Hukum dan Ham
masuk wilayah saya akan meminta polsus pelayanan dan terutama
Indonesia sesuai untuk diarahkan ke SPV d) Anti korupsi : penegakkan hukum Profesional,
dengan sehingga meminimalisir Bekerja sesuai keimigrasian dapat Akuntabel dan
ketentuan yang antrian yang diakibatkan SOP terwujud. Transparan
berlaku. lamanya proses dapat diperkuat
pemeriksaan. Saya
melakukan kegiatan ini
dengan penuh tanggung
jawab dan tetap tidak
melupakan sikap 3S
(Senyum, Sapa, Salam)
3 Melakukan a. Menanyakan kepada a. Saya akan melakukan a) Akuntabilitas Dengan kualitas Dengan
wawancara setiap warga negara wawancara singkat dengan Tanggung pelaksanaan yang Pelaksanaan
singkat kepada asing yang akan masuk professional menggunakan jawab tinggi dengan kegiatan yang
setiap orang ke wilayah indonesia bahasa Inggris yang baik terhadap mengedepankan diawali dengan
asing yang akan dan benar dan sikap yang pekerjaan. ketelitian dan 3S dan dengan
masuk wilayah Senyum, Sapa, Salam dan tanggung jawab penuh tanggung
Indonesia. berwibawa. b) Etika public : maka visi Imigrasi jawab,
Senyum, yaitu : masyarakat berintegritas
Sapa, Salam memperoleh terhadap waktu
b. Dalam wawancara singkat kepastian maka nilai
tersebut saya lebih teliti c) Komitmen pelayanan dan organisasi
dan cermat mengenai mutu : penegakkan hukum Kementerian
maksud,tujuan dan jangka Teliti dan keimigrasian dapat Hukum dan Ham
waktu berada di wilayah Cermat terwujud. terutama
Indonesia dengan Profesional,
memperhatikan mimik d) Nasionalisme: Akuntabel dan
wajah, apabila dirasa ada Berwibawa Sinergi dapat
kejanggalan saya akan diperkuat
minta polsus untuk

11
diarahkan ke SPV untuk di
wawancara lebih lanjut.
Dengan begitu saya sebagai
petugas pendaratan tetap
sinergi dengan petugas di
office sehingga tetap
memperhatikan efektif dan
guna meminimalisir
antrian.
4 Memeriksa a) Memeriksa fitur c. Saya memeriksa fitur a) Akuntabilitas Dengan kualitas Dengan
dokumen pengaman pada setiap pengaman dengan, teliti Tanggung pelaksanaan yang Pelaksanaan
perjalanan dokumen perjalanan dan cermat tanpa jawab tinggi dengan kegiatan dengan
setiap orang dan visa yang dimiliki mengabaikan fungsi mengedepankan penuh tanggung
asing yang akan penumpang Warga pengawasan karena tugas b) Komitmen ketelitian dan jawab, dan
masuk wilayah Negara Asing saya sebagai petugas mutu : tanggung jawab berintegritas
Indonesia untuk pendaratan, saya harus Teliti, dan maka visi Imigrasi terhadap waktu
menemukan bertanggung jawab Cermat yaitu : masyarakat maka nilai
kejanggalan apabila saya rasa memperoleh organisasi
pada dokumen, menemukan adanya kepastian Kementerian
visa atau tidak kejanggalan akan saya pelayanan dan Hukum dan Ham
memenuhi tolak dengan mengajukan penegakkan hukum terutama
persyaratan penolakan kepada office. keimigrasian dapat Profesional,
sesuai dengan terwujud. Akuntabel dan
ketentuan yang Sinergi dapat
berlaku. diperkuat
5 Melakukan a) Melakukan kegiatan a. Saya tetap disiplin dalam a) Akuntabilitas: Dengan kualitas Dengan
pemindaian scan ke sistem BCM memastikan dokumen Tanggung pelaksanaan yang Pelaksanaan yang
dokumen terhadap dokumen perjalanan dari setiap Jawab tinggi dengan penuh dengan
perjalanan serta perjalanan yang penumpang Warga Negara mengedepankan tanggung jawab
perekaman data dimiliki penumpang Asing yang akan masuk b) Komitmen ketelitian dan dan berintegritas
perlintasan bagi WNA wilayah Indonesia terekam mutu : tanggung jawab maka nilai
setiap orang data perlintasannya di Disiplin maka visi Imigrasi organisasi
asing yang akan sistem BCM. untuk yaitu : masyarakat kemenkumham

12
masuk wilayah mempersingkat waktu memperoleh Professional,
Indonesia pemeriksaan dokumen kepastian Akuntabel dan
perjalanan pada tahap ini pelayanan dan Inovatif dapat di
saya berinovasi melakukan penegakkan hukum perkuat
bersamaan dengan keimigrasian dapat
wawancara singkat tanpa terwujud.
mengurangi rasa tanggung
jawab saya dalam scan ke
sistem BCM.
6 Menerakan a. Menerakan tanda d. Ketika saya selaku ASN a) Akuntabilitas: Dengan kualitas Dengan
Tanda Masuk masuk berupa cap yang Profesional merasa Tanggung pelaksanaan yang Pelaksanaan yang
pada dokumen kedatangan terhadap penumpang sudah sesuai jawab tinggi dengan penuh dengan
perjalanan penumpang Warga prosedur / criteria dapat mengedepankan tanggung jawab
sebagai tanda Negara Asing dan masuk atau keluar di b) Komitmen ketelitian dan dan berintegritas
pemberian Warga Negara wilayah indonesia saya mutu : tanggung jawab maka nilai
persetujuan bagi Indonesia terakan cap sesuai dengan Disiplin maka visi Imigrasi organisasi
setiap orang tujuan penumpang baik di yaitu : masyarakat kemenkumham
asing yang akan kedatangan sebagai izin memperoleh Professional,
masuk wilayah masuk wilayah Indonesia kepastian Akuntabel,
Indonesia sesuai yang dapat pelayanan dan Sinergi,
dengan dipertanggungjawabkan penegakkan hukum Transparan,
ketentuan yang dan saya menerakan cap keimigrasian dapat Inovatif dapat di
berlaku. tersebut selalu disiplin di terwujud perkuat.
tempat yang kosong dalam
dokumen perjalanannya
dengan rapi (cap
kedatangan bisa sinergi
dengan cap keberangkatan)

13
Kegiatan Tahapan Kegiatan Peran ASN Fungsi ASN
No.

1 2 3 4 5

1. Melakukan a. Memeriksa  Melaksanakan tugasnya  Melaksanakan kebijakan


identifikasi untuk kesamaan bentuk dengan cermat dan disiplin publik dengan dasar
memastikan fisik asli peraturan perundang-
kesesuaian identitas penumpang warga undangan atau kebijakan
pimpinan seperti UU
orang asing yang negara asing
No. 6 Tahun 2011
akan masuk wilayah maupun warga Tentang Keimigrasian,
Indonesia negara Indonesia PP Nomor 31 Tahun
berdasarkan dokumen dengan foto yang 2014 Tentang
perjalanannya terdapat dalam Pemberian Cap, Permen
dokumen Nomor 42 Tahun 2014
tentang Tempat
perjalanannya.
Pemeriksaan Imigrasi.
 Memberikan pelayanan
b. Mencocokkan  Melaksanakan dengan cermat publik yang professional
identitas dan disiplin dan berkualitas
penumpang warga menjalankan pelayanan
negara asing dan publik sesuai dengan
warga negara UU Nomor 25 Tahun
Indonesia yang 209 Tentang Pelayanan
terdapat di Publik
dokumen  Mempererat persatuan
perjalanan dengan dan kesatuan Negara
identitas lainnya. Republik Indonesia
berdasarkan UUD 1945

14
2. Melakukan c. Menerima dokumen  Melayani dengan sikap
pemeriksaan perjalanan, baik Warga hormat, sopan, dan tanpa
keabsahan dan masa Negara Asing atau tekanan.
Warga Negara Indonesia
berlaku dokumen
pada saat berada didepan
perjalanan, visa serta konter.
persyaratan tertentu
bagi setiap orang c. Memeriksa masa berlaku  Melaksanakan tugasnya
asing yang akan dokumen perjalanan, dengan cermat dan disiplin
melakukan perjalanan visa maupun persyaratan
masuk wilayah lainnya bagi WNA
Indonesia sesuai
dengan ketentuan d. Memeriksa dokumen  Melaksanakan tugasnya
yang berlaku. perjalan bagi WNI dengan cermat dan disiplin

15
3 . Melakukan e. Menanyakan hal-  Melaksanakan tugasnya sesuai
wawancara singkat hal yang diperlukan dengan ketentuan peraturan
kepada setiap orang bagi Warga Negara perundang-undangan.
asing yang akan
Indonesia.
masuk wilayah
Indonesia.

f. Menanyakan  Melaksanakan tugasnya sesuai


kepada setiap warga dengan ketentuan peraturan
negara asing yang perundang-undangan
akan masuk ke
wilayah indonesia

4 Memeriksa dokumen g. Memeriksa fitur  Melaksanakan tugasnya


perjalanan setiap pengaman pada dengan cermat dan disiplin
orang asing yang setiap dokumen
akan masuk wilayah
perjalanan dan visa
Indonesia untuk
menemukan yang dimiliki
kejanggalan pada penumpang Warga
dokumen, visa atau Negara Asing
tidak memenuhi h. Memeriksa fitur  Melaksanakan tugasnya
persyaratan sesuai pengaman dokumen dengan cermat dan disiplin
dengan ketentuan perjalanan Warga
yang berlaku.
Negara Indonesia
yang akan masuk
wilayah Indonesia.

16
5 Melakukan i. Melakukan  Melaksanakan tugasnya sesuai
pemindaian dokumen kegiatan scan ke dengan perintah atasan atau
perjalanan serta sistem BCM Pejabat
perekaman data terhadap dokumen
perlintasan bagi perjalanan yang
setiap orang asing dimiliki penumpang
yang akan masuk baik Warga Negara
wilayah Indonesia Asing dan Warga
Negara Indonesia.
6 Menerakan Tanda j. Menerakan tanda  Melaksanakan tugasnya sesuai
Masuk pada masuk berupa cap dengan ketentuan peraturan
dokumen perjalanan kedatangan perundang-undangan.
sebagai tanda
terhadap
pemberian
persetujuan bagi penumpang Warga
setiap orang asing Negara Asing dan
yang akan masuk Warga Negara
wilayah Indonesia Indonesia
sesuai dengan
ketentuan yang
berlaku.

17
B. Jadwal Kegiatan

KEGIATAN WAKTU TEMPAT OUTPUT

1. Melakukan Mengidentifikasi
identifikasi untuk kesesuaian
memastikan identitas antara
dokumen
kesesuaian
perjalanan dengan
identitas orang pemegang
asing yang akan dokumen
masuk wilayah perjalanan tersebut
Indonesia dengan cepat, teliti
berdasarkan dan cermat untuk
dokumen meminimalisir
menumpuknya
perjalanannya
antrian
2. Melakukan Mengidentifikasi
pemeriksaan dokumen perjalanan
keabsahan dan dan visa yang sah dan
Tempat masih dapat
masa berlaku Pemeriksaan
Rabu, digunakan dengan
dokumen Imigrasi cepat, teliti dan cermat
23 Agustus 2017
perjalanan, visa s/d
Bandara I Gusti untuk meminimalisir
serta persyaratan Ngurah Rai, menumpuknya antrian
Sabtu,
tertentu bagi setiap 25 Novmber 2017 Kantor Imigrasi
Kelas I Khusus
orang asing yang
Ngurah Rai
akan melakukan
perjalanan masuk
wilayah Indonesia
sesuai dengan
ketentuan yang
berlaku.

3. Melakukan Menyeleksi dengan


wawancara singkat cepat, teliti dan cermat
kepada setiap maksud dan tujuan
orang asing yang beserta jangka waktu
akan masuk tinggal di Indonesia
wilayah Indonesia.
4. Memeriksa Mencegah terjadinya
dokumen pemalsuan dan

18
perjalanan setiap penyalahgunaan
orang asing yang dokumen perjalanan
akan masuk dan visa serta
wilayah Indonesia kelengkapan
untuk menemukan persyaratan orang
kejanggalan pada yang akan keluar atau
dokumen, visa masuk wilayah
atau tidak Indonesia dengan
memenuhi cepat, teliti dan cermat
persyaratan sesuai untuk meminimalisir
dengan ketentuan panjangnya antrian.
yang berlaku.
5. Melakukan Tercatatnya dokumen
pemindaian perjalanan, visa yang
dokumen digunakan, dan waktu
perjalanan serta orang yang keluar
perekaman data atau masuk wilayah
perlintasan bagi Indonesia pada sistem
setiap orang asing Border Control
yang akan masuk Management (BCM)
wilayah Indonesia. dengan cepat, teliti
dan cermat untuk
meminimalisir
panjangnya antrian.
6. Menerakan Tanda Terteranya tanda
Masuk pada keluar atau tanda
dokumen masuk pada dokumen
perjalanan sebagai perjalanan orang yang
tanda pemberian keluar atau masuk
persetujuan bagi wilayah Indonesia
setiap orang asing dengan jelas dan tepat
yang akan masuk sesuai tanggal masuk
wilayah Indonesia atau keluar dan visa
sesuai dengan yang digunakan.
ketentuan yang
berlaku.

19
BAB III

DESKRIPSI CAPAIAN

A. Kegiatan 1

Nama Kegiatan Melakukan identifikasi untuk memastikan


kesesuaian identitas orang asing yang akan
masuk wilayah Indonesia berdasarkan
dokumen perjalanannya

Indikator Keberhasilan  Sesuainya identitas orang asing yang


terdapat di dokumen perjalanannya baik
gestur fisik wajah penumpang dengan
foto yang tertera di dokumen
perjalanannya maupun identitas data
lain.
 Dipastikannya bukan impostor.
 Pelaksanaan lebih efektif dan efisien
dalam meminimalisir antrian panjang.
Tingkat Capaian Terlaksana 100%
Deskripsi Kualitas Capaian Dengan memprioritaskan ketelitian dalam
memastikan kesesuaian identitas yang ada
di dokumen perjalanan orang asing dan
dengan menggunakan bahasa internasional
(bahasa Inggris) untuk menanyakan lebih
lanjut tentang kebenaran identitasnya maka
dapat dipastikan orang asing yang masuk
ke wilayah indonesia bukan impostor
Manfaat kegiatan bagi stakeholder Pelayanan yang cepat dan teliti terhadap
orang asing yang masuk wilayah Indonesia
sehingga mencegahnya impostor dan
diharapkan dapat lebih efektif dan efisiensi
dalam meminimalisir antrian tanpa
mengurangi fungsi pengawasan
keimigrasian dan terwujudnya pula misi
Stakeholder yakni pelayanan keimigrasian
yang prima.
Hambatan  Terdapatnya penumpang yang mengalami
sedikit perubahan di wajahnya sehingga
Nampak sedikit perbedaan dengan yang
tertera pada dokumen perjalanannya,
 Masih terdapat pula penumpang yang
tidak mengerti bahasa inggris.

20
Solusi  Memintakan identitas lainnya yang
dimiliki penumpang.
 Memberikan pelatihan bahasa tambahan
kepada petugas pemeriksa
Bukti Fisik Foto kegiatan terlampir dalam lembar
lampiran kegiatan

B. Kegiatan II

Nama Kegiatan Melakukan pemeriksaan keabsahan dan


masa berlaku dokumen perjalanan, visa
serta persyaratan tertentu bagi setiap orang
asing yang akan melakukan perjalanan
masuk wilayah Indonesia sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Indikator Keberhasilan  Orang asing yang masuk wilayah
indonesia menggunakan dokumen
perjalanan yang sah dan masih berlaku.
 Orang asing yang masuk wilayah
Indonesia menggunakan visa dan/
persyaratan lainnya yang sah dan masih
berlaku.

Tingkat Capaian Terlaksana 100%


Deskripsi Kualitas Capaian  Dapat dipastikan dengan benar setiap
orang asing yang perlu memakai visa
untuk masuk ke wilayah Indonesia
menggunakan visa yang sah dan masih
berlaku dan begitu pula persyaratan
lainnya.
 Kegiatan yang dilakukan ini diharapkan
dapat dilakukan dengan cepat dan
cermat guna meminimalisir antrian yang
panjang.

Manfaat kegiatan bagi stakeholder Pelayanan yang cepat dan teliti terhadap
orang asing yang masuk wilayah Indonesia
sehingga mencegahnya impostor dan
diharapkan dapat lebih efektif dan efisiensi
dalam meminimalisir antrian tanpa
mengurangi fungsi pengawasan
keimigrasian.
Hambatan  Kurangnya pengetahuan pegawai
terhadap security feature visa Indonesia.

21
 Tidak selalu adanya petugas polisi
khusus yang standby untuk membantu
mengantarkan penumpan yang
bermasalah ke Office.
Solusi  Diberikan pelatihan / sosialisasi tentang
security feature visa Indonesia.
 Perlu adanya petugas polisi khusus
keimigrasian yang standby di sekitaran
konter imigrasi
Bukti fisik Foto kegiatan terlampir dalam lembar
kegiatan
C. Kegiatan III.

Nama Kegiatan Melakukan wawancara singkat kepada setiap


orang asing yang akan masuk wilayah
Indonesia.
Indikator Keberhasilan Orang asing yang akan masuk wilayah
Indonesia dapat memberikan keterangan
tentang maksud dan tujuan mereka
Tingkat Capaian Terlaksana 100%
Deskripsi Kualitas Capaian  Orang asing dapat memberikan
keterangan tentang maksud dan tujuan
mereka datang ke Indonesia dan
identitas lainnya yang mereka punya
apabila dirasa terdapat kejanggalan.
Keterangan tersebut diharapkan dapat
dipastikan kebenarannya.
 Kegiatan ini dilakukan bersamaan
dengan kegiatan lainnya dengan tujuan
dapat lebih efektif dan efisien dalam
proses pemeriksaan dokumen perjalanan
Manfaat kegiatan bagi stakeholder Dikarenakan palaksanaan yang bersamaan
dengan kegiatan lain diharapkan dapat lebih
efektif dan efisien pemeriksaan keimigrasian
sehingga meminimalisir panjangnya antrian
Hambatan  Tidak semua orang asing dapat mengerti
bahasa inggris.
 Tidak selalu adanya petugas polisi
khusus yang standby untuk membantu
mengantarkan penumpan yang
bermasalah ke Office.
Solusi  Diberikan pelatihan bahasa negara
negara yang relative kurang mengerti
bahasa inggris.
 Perlu adanya petugas polisi khusus

22
keimigrasian yang standby di sekitaran
konter imigrasi.
Bukti Fisik Foto kegiatan terlampir pada lampiran
kegiatan

D. Kegiatan IV

Nama Kegiatan Memeriksa dokumen perjalanan setiap orang


asing yang akan masuk wilayah Indonesia
untuk menemukan kejanggalan pada
dokumen, visa atau tidak memenuhi
persyaratan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Indikator Keberhasilan  WNA yang akan masuk wilayah Indonesia
menggunakan paspor yang sah dan masih
berlaku.
 Visa yang digunakan oleh WNA untuk
masuk ke wilayah Indonesia merupakan
visa yang sah dan masih berlaku (Negara
subjek visa maupun WNA yang harus
menggunakan visa berdasarkan maksud
dan tujuannya)
Tingkat Capaian Terlaksana 100%
Deskripsi Kualitas Capaian Dengan memeriksa lebih lanjut tentang fitur
pengaman pada keabsahan dokumen
perjalanan dan visa yang digunakan WNA
maka dapat dipastikan WNA yang masuk
wilayah Indonesia menggunakan dokumen
perjalana dan visa yang sah.
Manfaat kegiatan bagi Stakeholder Mewujudkan salah satu fungsi keimigrasian
yaitu sebagai keamanan negara
Hambatan  Kurangnya peralatan pada Counter
Imigrasi untuk mengecek keabsahan pada
dokumen perjalanan dan visa.
 Tidak selalu adanya petugas polisi khusus
yang standby untuk membantu
mengantarkan penumpan yang bermasalah
ke Office.
Solusi  Melakukan pemeriksaan dengan
menggunakan panca indra apabila masih
terdapat kejanggalan, diserahkan ke office
untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.
 Perlu adanya petugas polisi khusus

23
keimigrasian yang standby di sekitaran
konter imigrasi
Bukti fisik Foto kegiatan terlampir dalam lembar
lampiran kegiatan

E. Kegiatan 5

Nama Kegiatan Melakukan pemindaian dokumen perjalanan


serta perekaman data perlintasan bagi setiap
orang asing yang akan masuk wilayah
Indonesia.
Indikator Keberhasilan WNA yang masuk wilayah Indonesia
terekam data perlintasannya di BCM
Tingkat Capaian Terlaksana 100%
Deskripsi Kualitas Capaian Setiap WNA yang akan masuk wilayah
Indonesia dapat saya pastikan terekam di
BCM. Sehingga Stakeholder mempunyai
data setiap WNA yang masuk wilayah
Indonesia beserta maksud dan tujuannya
datang ke Indonesia.
Manfaat Kegiatan Bagi Stakeholder Mewujudkan misi Stakeholder yakni
mendukung keamanan Negera yang stabil.
Hambatan  Terdapatnya negara yang paspornya tidak
bisa terpindai otomatis.
 Terkadang sistem down.
Solusi  Saya tetap melakukan pindai dengan input
data secara manual.
 Secepatnya melapor ke office untuk
dilaporkan ke pusat mengenai sistem down
untuk segera normal kembali
Bukti Fisik Foto kegiatan terlampir pada lampiran
kegiatan

F. Kegiatan VI

Nama Kegiatan Menerakan Tanda Masuk pada dokumen


perjalanan sebagai tanda pemberian
persetujuan bagi setiap orang asing yang
akan masuk wilayah Indonesia sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Indikator Keberhasilan  Diterakannya tanda masuk berupa cap
kedatangan yang merupakan simbol

24
bahwa WNA tersebut diperbolehkan
masuk ke wilayah Indonesia.
 Diterakannya tanda masuk di bagian yang
kosong dan rapi di bagian lembar halaman
untuk visa dalam paspor
Tingkat Capaian Terlaksana 100%
Deskripsi Kualitas Keberhasilan Dengan diberikannya tanda masuk
merupakan tanda bahwa WNA tersebut
masuk ke wilayah Indonesia dengan
menggunakan dokumen perjalanan dan visa
yang sah dan masih berlaku. dalam peneraan
tanda masuk juga tersusun rapi di bagian
lembar halaman visa dalam paspor.
Manfaat kegiatan bagi Stakeholder Mewujudkan misi Stakeholder yakni
meningkatkan pelayanan imigrasi yang prima
Hambatan Terkadang kurang jelas dalam peneraan
tanda masuk dan bisa juga salah dalam
pereraan tanda masuk
Solusi Memeriksa kembali kejelasan tinta pada
setiap cap sebelum naik konter dan memberi
tanda tersendiri pada masing masing cap.
Bukti Fisik Foto kegiatan terlampir pada lampiran
kegiatan.

25
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Rancangan aktualisasi ini dibuat sebagai syarat kelulusan latihan dasar cpns
berdasarkan peraturan kepala LAN No 21 Tahun 2016 dimana dalam rancangan ini saya
menerapkan nilai nilai ANEKA dalam fungsi dan peran ASN berdasarkan tugas saya di
tempat saya bekerja yaitu di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Imigrasi bidang Pendaratan
dan Izin Masuk Keimigrasian.
Dalam pelaksanaannya dilapangan, rancangan aktualisasi dapat terlaksana dengan
baik karena setiap kegiatan yang dilakukan sudah mengandung nilai nilai ANEKA.
Mengenai isu actual yang peserta bahas yaitu antrian yang panjang, peserta dapat
memimalisir panjangnya antrian tersebut namun masih ditemukannya beberapa kendala
selama peserta melakukan kegiatan yaitu :
1. Masih dirasa kurangnya petugas pemeriksa dokumen dan petugas polisi khusus
keimigrasian yang ada di lapangan pekerjaan.
2. Masih dijumpai sistem down sehingga sedikit memakan waktu dalam proses
pemeriksaan.
3. Kurangnya peralatan pendukung yang ada di konter untuk melakukan
pengecekan keabsahan dokumen perjalanan dan visa.
4. Belum terkordinasi dengan benar dari pihak bandara dengan imigrasi dalam hal
penambahan pesawat yang mendarat dan penurunan penumpang dari pesawat.
B. Saran
Dalam menangani permasalahan yang penulis angkat dari isu actual yaitu antian yang
panjang ini penulis merasa perlu adanya :
1. Penambahan petugas pemeriksa dokumen dan petugas polisi khusus
keimigrasian yang ada di lapangan pekerjaan.
2. Petugas yang selalu standby untuk menangani sistem down.
3. Adanya penambahan peralatan pendukung di konter imigrasi seperti alat sinar
UV yang sebelumnya pernah disediakan di konter untuk disediakan kembali.
4. Kordinasi lagi mengenai penambahan pesawat yang akan mendarat di bali dan
peserta menyarankan dalam hal penurunan penumpang dari pesawat ke area
kedatangan imigrasi dilakukan secara bergiliran. Tidak dilakukan secara
bersamaan sehingga dapat mencegah terjadinya antrian yang panjang.

Sekian saran dari penulis dan penulis mengharapkan saran dari pembaca untuk
menyempurnakan laporan ini terima kasih.

26
LAMPIRAN

1. Foto Kegiatan.

Gambar 1.1

Gambar 1.2

27
Gambar 1.3

Gambar 1.4

Gambar 1.5

28
Gambar 1.6
 Gambar 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, 16 menjelaskan ketika penumpang datang bersamaan
ke area imigrasi maka terjadi antrian yang panjang di area kedatangan imigrasi.

Gambar 1.7
 Gambar 1.7 menjelaskan ketika peserta sedang meminta dokumen perjalanan dan
persyararatan lainnya yang dimiliki orang asing.

29
Gambar 1.8
 Gambar 1.8 menggambarkan ketika peserta sedang mengidentifikasikan kesaaman
bentuk fisik wajah penumpang dengan yang tertera di foto paspor.

Gambar 1.9
 Gambar 1.9 menjelaskan ketika peserta sedang memeriksa keabsahan dan masa berlaku
paspor penumpang yang akan masuk ke wilayah Indonesia.

30
Gambar 1.10

 Gambar 1.10 menjelaskan peserta sedang melakukan identifikasi keabsahan dan masa
berlaku visa yang digunakan untuk masuk ke wilayah Indonesia (bagi negara negara yang
perlu menggunakan visa untuk masuk ke wilayah Indonesia). Apabila masih berlaku
maka peserta melanjutkan kegiatan selanjutnya.

Gambar 1.11
 Gambar 1.5 menjelaskan ketika peserta sedang melakukan wawancara singkat mengenai
identitas, maksud dan tujuan penumpang datang ke Indonesia kegiatan ini dilakukan
bersamaan dengan kegiatan lainnya agar lebih efisien dalam pemeriksaaan.

31
Gambar 1.12

Gambar 1.14
Gambar 1.13

 Gambar 1.12 menjelaskan peserta sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk
menemukan kejanggalan terhadap security feature yang terdapat pada dokumen
perjalanan orang asing.
 Gambar 1.13 dan 1.14 menjelaskan bahwa peserta menemukan emergency paspor
yang bentuk fisiknya hampir menyerupai paspor dan hanya bisa dilihat dengan sinar
UV, untuk dokumen perjalanan seperti ini harus mempunyai visa untuk masuk ke
wilayah Indonesia.

32
Gambar 1.15
 Gambar 1.15 menjelaskan ketika peserta sedang melakukan scan paspor ke dalam sistem
BCM.

Gambar 1.16
 Gambar 1.16 menjelaskan ketika peserta sedang melakukan perekaman data perlintasan
orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia.

33
Gambar 1.17

 Gambar 1.17 menjelaskan ketika paspor tidak dapat terbaca oleh scan maka peserta
harus input data secara manual.

Gambar 1.18
 Gambar 1.18 menjelaskan peserta sedang melakukan peneraan cap tanda masuk
yang berarti Orang Asing tersebut dapat masuk ke wilayah Indonesia dalam jangka
waktu yang telah ditentukan.

34
 Gambar 1.19 menjelaskan ketika sistem
down terjadi dan memakan waktu yang
cukup lama dalam hal pemeriksaan. Hal
ini juga mengakibatkan sistem ECS tidak
berfungsi.

Gambar 1.19

Gambar 1.20 menjelaskan ketika peserta


memberikan paspor orang asing ke polsus
dan meminta polsus mengarahkan orang
asing tersebut ke Office untuk diperiksa
lebih lanjut.

Gambar 1.20

35
FORMULIR KENDALI AKTUALISASI PESERTA DIKLAT PRAJABATAN GOL II
PADA TAHAP RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KEGIATAN

2. Nama Peserta : Bryan Rakasiwi Haryono, A.Md.Im.


3. Unit Kerja / Instansi : Imigrasi
4. Tempat Aktualisasi : Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai

No. Kegiatan Output


1 Melakukan identifikasi untuk Mengidentifikasi kesesuaian identitas antara
memastikan kesesuaian identitas dokumen perjalanan dengan pemegang
orang asing yang akan masuk dokumen perjalanan tersebut dengan cepat,
wilayah Indonesia berdasarkan teliti dan cermat untuk meminimalisir
dokumen perjalanannya menumpuknya antrian.

2 Melakukan pemeriksaan keabsahan Mengidentifikasi dokumen perjalanan dan


dokumen perjalanan, visa serta visa yang sah dan masih dapat digunakan
persyaratan tertentu bagi setiap orang dengan cepat, teliti dan cermat untuk
asing yang akan melakukan meminimalisir menumpuknya antrian.
perjalanan masuk wilayah Indonesia
sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.

3 Melakukan wawancara singkat Menyeleksi dengan cepat, teliti dan cermat


kepada setiap orang asing yang akan maksud dan tujuan beserta jangka waktu
masuk wilayah Indonesia. tinggal di Indonesia
4 Memeriksa dokumen perjalanan Mencegah terjadinya pemalsuan dan
setiap orang asing yang akan masuk penyalahgunaan dokumen perjalanan dan visa
wilayah Indonesia untuk menemukan serta kelengkapan persyaratan orang yang
kejanggalan pada dokumen, visa atau akan keluar atau masuk wilayah Indonesia
tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan cepat, teliti dan cermat untuk
dengan ketentuan yang berlaku. meminimalisir panjangnya antrian.
5 Melakukan pemindaian dokumen Tercatatnya dokumen perjalanan, visa yang
perjalanan serta perekaman data digunakan, dan waktu orang yang keluar atau
perlintasan bagi setiap orang asing masuk wilayah Indonesia pada sistem Border
yang akan masuk wilayah Indonesia. Control Management (BCM) dengan cepat,
teliti dan cermat untuk meminimalisir
panjangnya antrian.
6 Menerakan Tanda Masuk pada Terteranya tanda keluar atau tanda masuk
dokumen perjalanan sebagai tanda pada dokumen perjalanan orang yang keluar
pemberian persetujuan bagi setiap atau masuk wilayah Indonesia dengan jelas
orang asing yang akan masuk dan tepat sesuai tanggal masuk atau keluar
wilayah Indonesia sesuai dengan dan visa yang digunakan.
ketentuan yang berlaku.

36
Jenis Kegiatan Paraf Mentor
No. Hari/Tanggal
1 2 3 4 5 6
1 Rabu, 23 Agustus 2017
2 Kamis, 24 Agustus 2017
3 Jumat, 25 Agustus 2017
4 Sabtu, 26 Agustus 2017
5 Selasa, 29 Agustus 2017
6 Rabu, 30 Agustus 2017
7 Kamis, 31 Agustus 2017
8 Jumat, 1 September 2017
9 Senin, 4 September 2017
10 Selasa, 5 September 2017
11 Rabu, 6 September 2017
12 Kamis, 7 September 2017
13 Minggu, 10 September 2017
14 Senin, 11 September 2017
15 Selasa, 12 September 2017
16 Rabu, 13 September 2017
17 Sabtu, 16 September 2017
18 Minggu, 17 September 2017
19 Senin, 18 September 2017
20 Selasa, 19 September 2017
21 Jumat, 22 September 2017
22 Sabtu, 23 September 2017
23 Minggu, 24 September 2017
24 Senin, 25 September 2017
25 Kamis, 28 September 2017
26 Jumat, 29 September 2017
27 Sabtu, 30 September 2017
28 Minggu, 1 Oktober 2017
29 Rabu, 4 Oktober 2017
30 Kamis, 5 Oktober 2017
31 Jumat, 6 Oktober 2017
32 Sabtu, 7 Oktober 2017
33 Selasa, 10 Oktober 2017
34 Rabu, 11 Oktober 2017
35 Kamis, 12 Oktober 2017
36 Jumat, 13 Oktober 2017
37 Senin, 16 Oktober 2017
38 Selasa, 17 Oktober 2017
39 Rabu, 18 Oktober 2017
40 Kamis, 19 Oktober 2017

37
41 Minggu, 22 Oktober 2017
42 Senin, 23 Oktober 2017
43 Selasa, 24 Oktober 2017
44 Rabu, 25 Oktober 2017
45 Sabtu, 28 Oktober 2017
46 Minggu, 29 Oktober 2017
47 Senin, 30 Oktober 2017
48 Selasa, 31 Oktober 2017
49 Jumat, 3 November 2017
50 Sabtu, 4 November 2017
51 Minggu, 5 November 2017
52 Senin, 6 November 2017
53 Kamis, 9 November 2017
54 Jumat, 10 November 2017
55 Sabtu, 11 November 2017
56 Minggu, 12 November 2017
57 Rabu, 15 November 2017
58 Kamis, 16 November 2017
59 Jumat, 17 November 2017
60 Sabtu, 18 November 2017
61 Selasa, 21 November 2017
62 Rabu, 22 November 2017
63 Kamis, 23 November 2017
64 Jumat, 24 November 2017

Badung, 24 November 2017

COACH, MENTOR,

(Syarifah Herlina,SH.MH) (I Wayan Putu Wiadnya, S.H)


NIP.196306161983032002 NIP. 197304231998031001

38