Anda di halaman 1dari 2

Sprain dan Strain

Umum Sabtu, 4 Juni 2011 @ 10:50 PM Tinggalkan Komentar

Sprain dan strain merupakan bentuk cedera pada sistem musculoskeletal. Meskipun ini
merupakan dua kata yang dapat dipertukarkan dalam penggunaannya, sprain dan strain
merupakan dua tipe cedera yang berbeda.

Sprain

Sprain adalah bentuk cedera berupa penguluran atau kerobekan pada ligament (jaringan yang
menghubungkan tulang dengan tulang) atau kapsul sendi, yang memberikan stabilitas sendi.
Kerusakan parah pada ligament atau kapsul sendi dapat menyebabkan ketidakstabilan pada
sendi. Gejalanya dapat berupa nyeri, inflamasi/peradangan, dan pada beberapa kasus terjadi
ketidakmampuan menggerakkan tungkai. Sprain terjadi ketika sendi dipaksa melebihi
lingkup gerak sendi yang normal, seperti melingkar atau memutar pergelangan kaki.

Strain

Strain adalah bentuk cedera berupa penguluran atau kerobekan pada struktur muskulo-
tendinous (otot dan tendon). Strain akut pada struktur muskulo-tendinous terjadi pada
persambungan antara otot dan tendon. Strain terjadi ketika otot terulur dan berkontraksi
secara mendadak, seperti pada pelari atau pelompat. Tipe cedera ini sering terlihat pada pelari
yang mengalami strain pada otot-otot hamstring-nya. Beberapa kali cedera terjadi secara
mendadak ketika pelari dalam langkah penuh. Gejala pada strain otot yang akut bisa berupa
nyeri, spasme otot, kehilangan kekuatan, dan keterbatasan lingkup gerak sendi. Strain kronis
adalah cedera yang terjadi secara berkala oleh karena penggunaan berlebihan atau tekakan
berulang-ulang, menghasilkan tendonitis (peradangan pada tendon). Sebagai contoh, pemain
tennis bisa mendapatkan tendonitis pada bahunya sebagai hasil tekanan yang terus-menerus
dari servis yang berulang-ulang.

Derajat sprain dan strain


Therapist mengkategorikan sprain dan strain berdasarkan berat ringannya cidera. Derajat I
(ringan) berupa beberapa stretching atau kerobekan ringan pada otot atau ligament. Derajat II
(sedang) berupa kerobekan parsial tetapi masih menyambung. Derajat III (berat) berupa
kerobekan penuh pada otot dan ligament, yang menghasilkan ketidakstabilan sendi.

Terapi
Cedera derajat I biasanya sembuh dengan cepat dengan pemberian istirahat, es, kompresi, dan
elevasi (RICE). Terapi latihan dapat membantu mengembalikan kekuatan dan fleksibilitas.
Cedera derajat II terapinya sama hanya saja ditambah dengan immobilisasi pada daerah yang
cidera. Dan derajat III biasanya dilakukan immobilisasi dan kemungkinan pembedahan untuk
mengembalikan fungsinya.

The key to recovery is an early evaluation by a medical professional. Once the injury has
been determined, a treatment plan can be developed. With proper care, most sprains and
strains will heal without long-term side effects.

Kunci dari penyembuhan adalah evaluasi dini dengan professional medis. Sekali cidera telah
ditentukan, rencana terapi dapat dikembangkan. Dengan perawatan yang tepat, kebanyakan
sprain dan strain akan sembuh tanpa efek samping.
About these ads

<a href="http://psa-d.openx.com/w/1.0/rc?cs=4ec6d94f14679&cb=0kO5z2TKya" ><img


src="http://psa-
d.openx.com/w/1.0/ai?auid=34589&cs=4ec6d94f14679&amp;cb=HBgVn7CSBv"
border="0" alt=""></a>

Rate this: