Anda di halaman 1dari 10

HUBUNGAN ANTARA USIA, INDEKS MASA TUBUH DAN POSISI

KERJA TIDAK ERGONOMIS DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN


PADA PENGRAJIN SULAM USUS
DI RAHAYU GALERY BANDAR LAMPUNG

ANINDYA ALEXIS
61117013

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM
2017
ABSTRAK

Anindya Alexis, 61117013, Hubungan Antara Usia, Indeks Massa Tubuh Dan
Posisi Kerja Tidak Ergonomis Dengan Diagnosa Low Back Pain Pada Pengrajin
Sulam Usus Di Rahayu Galeri Bandar Lampung.

Latar Belakang: Low Back Pain termasuk salah satu gangguan muskuloskeletal
yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik, yang sering diderita oleh
usia lanjut, namun tidak tertutup kemungkinan dialami oleh orang usia muda.
Low back pain merupakan salah satu muskuloskeletaldisorder akibat dari
ergonomi yang salah. Salah satu contoh pekerjaan yang dapat menyebabkan
muskuloskeletal disorders adalah menjahit dikarenakan aktifitas yang dilakukan
merupakan pekerjaan statis dan membutuhkan waktu yang lama.

Metode Penelitian: Penelitian ini berjenis kualitatif dengan desain penelitian


survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan
november 2017. Sampel pada penelitian ini adalah pengrajin sulam usus di
Rahayu Galery sebanyak 49 orang dengan menggunakan teknik total sampling.
Data dikumpulkan dengan menggunakan pengukuran berat dan tinggi badan,
wawancara menggunakan kuesioner RMDQ (Rolland Morris disability
questionnaire) dan RULA (Rapid upper limb assesement). Data dianalisis secara
univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square.

Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat 33 pekerja


(67,3%) pada usia dewasa dan 16 pekerja (32,7%) pada usia remaja. Mengalami
low back pain 32 (65,3%), dan yang tidak mengalami low back pain 13 (34,7%)
dengan dengan P value =0,31 (p<0,05). Terdapat 24 pekerja (49,0%) pada IMT
normal dan 25 pekerja (51,0%) pada IMT overweight mengalami low back pain,
dengan P value = 0,014 (p<0,05). Terdapat 16 pekerja (32,7%) yang bekerja
dengan posisi ergonomis dan 33 pekerja (67,3%) yang tidak bekerja dengan
ergonomis mengalami low back pain, dengan P value 0,000 (p<0,05).
Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji chi square didapatkan adanya
hubungan antara usia, indeks masa tubuh dan posisi kerja tidak ergonomis dengan
diagnosa low back pain pada pengrarijn sulam usus di Rahayu Galeri Bandar
Lampung (P value < 0,05).

Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan adanya hubungan antara


usia, indeks masa tubuh dan posisi kerja tidak ergonomis dengan diagnosa low
back pain pada pengrarijn sulam usus di Rahayu Galeri Bandar Lampung.

Kata Kunci : Low back Pain, RMDQ, RULA


ABSTRACT

Anindya Alexis, 61117013, The Correlation Of Age, Body Mass Index, And Not
Ergonomic Positition With Diagnostic Of Low Back Pain In Craftsmen Of Sulam
Usus In Rahayu Gallery Bandar Lampung

Background: low back pain is one of musculoskeletal disoreder caused by poor of


body activity, often suffered by the elderly, and maybe by young people. Low back
pain is one of the musculoskeletal disorders resulting from incorrect ergonomics.
Example of work can cause musculoskeletal disorders is sewing because the
activity is static and takes long time.

Resesarch methodology: this research used qualitative type with analytic survey
with cross sectional study conducted in november 2017. The sample in this
research is craftsmen of sulam usus in rahayu gallery as many as 49 people and
using total sampling technique. Collected data by using weight and height
measurement, interviews using RMDQ (Rolland Morris disability questionnaire)
questionnaires and RULA (Rapid upper limb accesement). Analyzed data by
univariate and bivariate using chi square statistic test.

Results: based on the research, there are 33 workers (67,3%) in adulthood and
16 workers (32,7%) in adolescent had low back pain, with p value = 0,31
(p<0,05). There are 24 workers (49,0%) in normal body mass index and 25
workers (51,0%) in overweight body mass index had low back pain, with p value
= 0,014 (p<0,05). There are 16 workers (32,7%) in ergonomic position and 33
(67,3%) workers nor ergonomic position had low back pain, with p value 0,000
(p<0,05). Based on the result of statistical test using chi square test, there is
correlation of age, body mass index, and not ergonomic positition with diagnostic
of Low Back Pain in craftsmen of sulam usus in Rahayu Gallery Bandar Lampung
(p value <0,05)

Conclusion : the result of this study concluded that there was correlation of age,
body mass index, and not ergonomic positition with diagnostic of Low Back Pain
in craftsmen of sulam usus in Rahayu Gallery Bandar Lampung.

Keywords: Low back Pain, RMDQ, RULA


PENDAHULUAN disorders adalah menjahit (Susanti,
Nyeri punggung (Low Back Pain) 2014). Salah satu bentuk gangguan
dirasakan di bagian punggung yang musculosceletal disorder terutama
berasal dari otot, persarafan, tulang, pada bidang usaha jahitan pakaian
sendi atau struktur lain di daerah adalah low back pain atau nyeri
tulang belakang. Tulang belakang punggung bawah (Widyasari, 2014).
adalah suatu kompleks yang Permasalahan ergonomi kerja di
menghubungkan jaringan saraf, bagian penjahitan sangat terkait
sendi, otot, tendon, dan ligamen, dan dengan posisi postur tubuh dan harus
semua struktur tersebut dapat melakukan pekerjaan yang berulang-
menimbulkan rasa nyeri. Nyeri ulang pada hanya satu jenis otot.
punggung diakibatkan oleh regangan Perubahan gerakan ini berlangsung
otot atau tekanan pada akar saraf sangat cepat tergantung posisi duduk
(Huldani, 2012). dan tingginya frekuensi pengulangan
gerakan untuk kurun waktu yang
Hasil yang dipublikasikan oleh lama akan mendorong timbulnya
National Institute for Occupational gangguan intrabdominal, mengalami
Safety and Health (NIOSH) tekanan inersia, tekanan pada
menunjukkan bahwa biaya pinggang dan tulang punggung serta
kompensasi untuk keluhan otot tengkuk (Putranto, 2014)
skeletal sudah mencapai 13 milyar
US dollar setiap tahun. Sementara itu Salah satu bentuk industri jahitan
National Safety Council melaporkan yang memiliki potensi risiko
bahwa sakit akibat kerja yang terjadinya gangguan LBP yaitu
frekuensi kejadiannya paling tinggi kerajinan sulam usus, dikarenakan
adalah nyeri punggung, yaitu 22% aktifitas yang dilakukan merupakan
dari 1.700.000 kasus (Tarwaka, pekerjaan statis dan membutuhkan
2004). Prevalensi penyakit waktu yang lama. Waktu untuk
muskuloskeletal di Indonesia menyelesaikan agar menjadi sebuah
berdasarkan diagnosis oleh tenaga gaun, prosesnya memakan waktu
kesehatan yaitu 11,9% dan satu sampai tiga bulan. Proses
berdasarkan diagnosis atau gejala menyulam dilakukan dalam posisi
yaitu 24,7%. Sedangkan di provinsi duduk yang lama, sehingga dapat
Lampung angka prevalensi penyakit menimbulkan pegal bahkan nyeri
muskuloskeletal berdasarkan pada punggung penjahit sulam usus.
diagnosis dan gejala yaitu 18,9%
(Riskesdas, 2013). Penelitian yang Kerajinan sulam usus ini mulai
dilakukan oleh Olviana (2014) pada diminati, mengingat kerajinan sulam
pekerja pembersih kulit bawang di usus digunakan di upacara adat
Kota Metro, menunjukkan pekerja masyarakat Lampung yang
yang mengeluhkan nyeri pinggang merupakan bagian dari warisan asli
sangat banyak yaitu 72,7% sehingga budaya Lampung yang harus
ini mempengaruhi proses kerja dan dilestarikan (Okhtiara dkk, 2014).
menyebabkan terganggunya proses Sulam usus yang merupakan salah
produksi dan pendapatan pekerja satu dari kerajinan sulaman warisan
(Olviana, 2014). nenek moyang suku Lampung
Pepadun masyarakat yang mendiami
Low back pain merupakan salah satu dataran tinggi dan pedalaman daerah
muskuloskeletal disorder akibat dari Menggala, Kabupaten Tulang
ergonomi yang salah (Umami, 2014). Bawang. Awal mulanya sulam usus
Salah satu contoh pekerjaan yang dipakai pertama kali sebagai penutup
dapat menyebabkan muskuloskeletal dada pada pakaian pesta adat yang
biasanya dikenakan saat upacara adat sebanyak 33 orang pekerja atau
pengantin Lampung. sebesar 67,3 % responden berada
pada usia dewasa.
Hubungan Antara Usia, Indeks
Masa Tubuh Dan Posisi Kerja Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi
Tidak Ergonomis Dengan Karakteristik Indeks Masa Tubuh
Diagnosa Low Back Pain Pada Pekerja di Rahayu Galeri
Pengrajin Sulam Usus Di Rahayu
Presentase
Galeri Bandar Lampung. IMT Jumlah
(%)
METODE PENELITIAN Normal 24 49,0
Penelitian ini merupakan penelitian Overweight 25 51,0
survei analitik dengan desain studi Total 49 100
cross sectional. Pada penelitian ini, Dari data diatas menunjukkan
variabel independen dan variabel bahwa sebanyak 24 orang pekerja
dependen diukur pada waktu yang atau sebesar 49 % responden berada
sama (Notoatmodjo, 2010). pada kategori IMT normal,
Penelitian ini bertujuan untuk Sedangkan sebanyak 25 orang
mengetahui hubungan antara usia, pekerja atau sebesar 51 % responden
indeks masa tubuh, dan faktor tidak berada pada Kategori IMT
ergonomi dengan kejadian low back overweight.
pain pada pekerja sulam usus di
Rahayu Galeri Bandar Lampung. Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi
Penelitian ini dilakukan pada bulan Karakteristik Posisi
Oktober sampai November di Kerja Pekerja di Rahayu
Rahayu Galeri Bandar Lampung. Galeri
Teknik penelitian ini Penelitian ini Posisi Presentase
merupakan penelitian survei analitik Jumlah
Kerja (%)
dengan desain studi cross sectional. Ergonomis 16 32,7
Pada penelitian ini, variabel Tidak
33 67,3
independen dan variabel dependen Ergonomis
diukur pada waktu yang sama Total 49 100
(Notoatmodjo, 2010). Seluruh data Dari data diatas menunjukkan
diambil secara langsung dengan cara bahwa sebanyak 16 orang pekerja
menemui dan meminta pekerja untuk atau sebesar 32,7 % responden
mengisi kuisioner yang telah berada pada kategori posisi kerja
disediakan. Setelah itu dilakukan yang ergonomis, Sedangkan
pencatatan langsung ke dalam tabel sebanyak 33 orang pekerja atau
yang telah disediakan dandilakukan sebesar 67,3 % responden berada
uji statistik. pada Kategori posisi kerja yang tidak
HASIL PENELITIAN ergonomis.Tabel 4.4. Distribusi
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Frekuensi Karakteristik Diagnosa
Karakteristik Usia Pekerja di Rahayu Low Back Pain Pekerja di Rahayu
Galeri Galeri
Presentase Diagnosa Jumlah Presentase
Usia Jumlah
(%) (%)
Remaja 16 32,7 Low Back 31 63,3
Dewasa 33 67,3 Pain
Total 49 100 Tidak Low 18 36,7
Dari data diatas menunjukkan Back Pain
bahwa sebanyak 16 orang pekerja Total 49 100
atau sebesar 32,7 % responden Dari data diatas menunjukkan
berada pada usia remaja, Sedangkan bahwa sebanyak 33 orang pekerja
atau sebesar 67,3 % responden dependent yang diteliti yaitu
mengalami Low Back Pain, hubungan usia dengan diagnosa Low
Sedangkan sebanyak 16 orang Back Pain, hubungan indeks masa
pekerja atau sebesar 32,7% tubuh dengan diagnosa Low Back
responden tidak mengalami Low Pain, hubungan posisi kerja dengan
Back Pain . diagnosa Low Back Pain pada
Analisis Bivariat pengrajin sulam usus sehingga
Analisis bivariat ini dilakukan untuk diketahui kemaknaannya dengan
mengetahui hubungan variabel melakukan uji statistik chi-square.
independent dengan variabel

Tabel 4.5. Analisis Bivariat Usia Dengan Diagnosa Low Back Pain
Diagnosa
Persen
Variabel Persen Tidak Persen Total Nilai p
LBP (%)
(%) LBP (%)
Remaja 7 14,3 9 18,4 16 32,7
Dewasa 25 51,0 8 16,3 33 67,3 0,031
Total 32 17 49 100
Data diatas menunjukkan hasil dewasa, sebanyak 25 orang
penelitian dari 49 responden. responden (51,0 %) mengalami low
Didapatkan bahwa diantara 16 orang back pain dan sebanyak 8 orang
pekerja (32,7%) yang termasuk responden (16,3%) tidak mengalami
dalam kategori usia remaja, sebanyak low back pain. Hasil uji statistik
7 orang responden (14,3 %) dengan menggunakan uji chi-square
mengalami low back pain dan didapatkan p-value = 0,031 yang
sebanyak 9 orang responden (18,4%) berarti ada hubungan antara usia
tidak mengalami low back pain. dengan diagnosa low back pain pada
Sedangkan dari 33 orang reponden pengrajin sulam usus di Rahayu
yang termasuk dalam kategori usia Galeri Bandar Lampung.

Tabel 4.6. Analisis Bivariat Indeks Masa Tubuh Dengan Diagnosa Low
Back Pain

Diagnosa
Persen
Variabel Persen Tidak Persen Total Nilai p
LBP (%)
(%) LBP (%)
Normal 11 22,4 13 26,5 24 49,0
Overweight 20 40,8 5 10,2 25 51,0 0,014
Total 31 18 49 100
Data diatas menunjukkan hasil overweight, sebanyak 20 orang
penelitian dari 49 responden. responden (40,8 %) mengalami low
Didapatkan bahwa diantara 24 orang back pain dan sebanyak 5 orang
pekerja (49,0%) yang termasuk responden (10,2 %) tidak mengalami
dalam kategori indeks masa tubuh low back pain. Hasil uji statistik
normal, sebanyak 11 orang dengan menggunakan uji chi-square
responden (22,4%) mengalami low didapatkan p-value = 0,014 yang
back pain dan sebanyak 13 orang berarti ada hubungan antara indeks
responden (26,5%) tidak mengalami masa tubuh dengan diagnosa low
low back pain. Sedangkan dari 25 back pain pada pengrajin sulam usus
orang reponden yang termasuk dalam di Rahayu Galeri Bandar Lampung.
kategori indeks masa tubuh
Tabel 4.7. Analisis Bivariat Posisi Kerja Dengan Diagnosa Low Back Pain

Variabel Diagnosa Total Persen Nilai p


LBP Persen Tidak Persen (%)
(%) LBP (%)
Ergonomis 4 8,2 12 24,5 16 32,7
Tidak
27 55,1 6 12,2 33 67,3 0,000
ergonomis
Total 31 18 49 100
Data diatas menunjukkan hasil yang tidak ergonomis, sebanyak 27
penelitian dari 49 responden. orang responden (55,1 %)
Didapatkan bahwa diantara 16 orang mengalami low back pain dan
pekerja (32,7%) yang termasuk sebanyak 6 orang responden (12,2
dalam kategori posisi kerja yang %) tidak mengalami low back pain.
ergonomis, sebanyak 4 orang Hasil uji statistik dengan
responden (8,2 %) mengalami low menggunakan uji chi-square
back pain dan sebanyak 12 orang didapatkan p-value = 0,000 yang
responden (24,5 %) tidak mengalami berarti ada hubungan antara posisi
low back pain. Sedangkan dari 33 kerja dengan diagnosa low back pain
orang reponden (67,3 %) yang pada pengrajin sulam usus di Rahayu
termasuk dalam kategori posisi kerja Galeri Bandar Lampung.
PEMBAHASAN badan yang berlebih resiko
Pembahasan Analisis Univariat timbulnya nyeri pinggang lebih
Berdasarkan penelitian yang telah besar, karena beban pada sendi
dilakukan pada pekerja sulam usus di penumpu berat badan akan
Rahayu Galery, didapatkan sebanyak meningkat, sehingga dapat
16 pekerja berada pada golongan memungkinkan terjadinya nyeri
usia remaja dan sebanyak 33 orang pinggang (Wijayanti et al, 2013).
pekerja berada pada golongan usia Jika dilihat dari karakteristik
dewasa. Hal ini sesuai dengan diagnosa low back pain, didapatkan
penelitian sebelumnya yang sebanyak 33 orang pekerja
menyebutkan bahwa usia merupakan mengalami low back pain,
faktor yang memperberat terjadinya sedangkan sebanyak 18 orang
low back pain, sehingga biasanya pekerja tidak mengalami low back
diderita oleh orang berusia lanjut pain. Otot yang mengalami kontraksi
karena penurunan fungsi – fungsi statis dalam waktu lama akan
tubuhnya terutama tulangnya mengalami kekurangan aliran darah
sehingga tidak lagi elastis seperti dan menyebabkan berkurangnya
diwaktu muda. Tetapi saat ini sering pertukaran energi dan tertumpuknya
ditemukan orang berusia muda sudah sisa-sisa metabolisme pada otot yang
terkena nyeri punggung bawah. aktif, sehingga otot menjadi cepat
Bahkan anak-anak dan remaja saat lelah dan timbul rasa sakit, serta
ini semakin beresiko mengalami kekuatan kontraksi berkurang yang
nyeri punggung (Liza, 2014). berakibat produktivitas kerja
Jika dilihat dari karakteristik indeks menurun. Maka sikap kerja yang
masa tubuh, didapatkan sebanyak 24 baik mengupayakan agar postural
orang pekerja berada pada kategori stress yang muncul sesedikit
IMT normal, Sedangkan sebanyak 25 mungkin.
orang pekerja berada pada Kategori
IMT overweight. Hal ini sesuai Pembahasan Analisis Bivariat
dengan penelitian sebelumnya bahwa Dari hasil analisis hubungan antara
pada orang yang memiliki berat usia dengan diagnosa low back pain
pada penelitian ini menunjukkan low back pain . Hasil penelitian
bahwa sebanyak 7 orang responden Purnamasari (2010) menyatakan
(14,3 %) yang termasuk dalam bahwa seseorang yang overweight
kategori remaja mengalami low back lebih berisiko 5 kali menderita LBP
pain dan sebanyak 9 orang dibandingkan dengan orang yang
responden (18,4%) yang termasuk memiliki berat badan ideal. Ketika
kategori remaja yang tidak berat badan bertambah, tulang
meengalami low back pain. belakang akan tertekan untuk
Sedangkan sebanyak 25 orang menerima beban yang membebani
responden (51,0 %) yang termasuk tersebut sehingga mengakibatkan
dalam ketegori usia dewasa mudahnya terjadi kerusakan dan
mengalami low back pain, sebanyak bahaya pada stuktur tulang belakang.
8 orang responden (16,3%) yang Salah satu daerah pada tulang
termasuk dalam kategori dewasa belakang yang paling berisiko akibat
yang tidak mengalami low back pain, efek dari obesitas adalah verterbrae
dan yang termasuk kategori dewasa lumbal.
yang tidak mengalami. Semakin Dari hasil analisis hubungan antara
bertambahnya umur, maka akan posisi kerja dengan diagnosa low
terjadi proses fibrosis dan klasifikasi back pain pada penelitian ini
pada tulang belakang berurutan dan menunjukkan bahwa sebanyak 4
saling berdekatan sehingga orang responden (8,2 %) dengan
memudahkan timbulnya rasa nyeri posisi kerja ergonomis mengalami
pada daerah tulang belakang. Hasil low back pain dan sebanyak 12 orang
penelitian menunjukkan terdapat responden (24,5%) dengan posisi
hubungan antara umur dengan kerja ergonomis yang tidak
keluhan low back pain dikarenakan mengalami low back pain.
pada umur setengah baya, kekuatan Sedangkan sebanyak 27 orang
dan ketahanan otot mulai menurun responden (55,1 %) dengan posisi
sehingga resiko terjadinya keluhan kerja tidak ergonomis mengalami
otot meningkat. Semakin low back pain dan sebanyak 6 orang
bertambahnya umur seseorang, responden (12,2%) dengan posisi
semakin tinggi risiko orang tersebut kerja tidak ergonomis yang tidak
mengalami penurunan elastisitas mengalami low back pain. Nyeri
pada tulang (Lukman dan Ningsih pinggang pada penjahit disebabkan
2009). Dari hasil analisis hubungan oleh posisi kerja duduk yang
antara indeks masa tubuh dengan berisiko, duduk lama dengan posisi
diagnosa low back pain pada yang salah akan menyebabkan otot-
penelitian ini menunjukkan sebanyak otot pinggang menjadi tegang dan
11 orang responden (22,4 %) dengan dapat merusak jaringan lunak
indeks masa tubuh normal sekitarnya. Dan, bila ini berlanjut
mengalami low back pain, dan terus , akan menyebabkan penekanan
sebanyak 13 orang responden pada bantalan saraf tulang belakang
(26,5%) dengan indeks masa tubh yang mengakibatkan Hernia Nukleus
normal yang tidak mengalami low Pulposus. Bila tekanan pada bantalan
back pain. Sedangkan sebanyak 20 saraf pada orang berdiri dianggap
orang responden (40,8 %) dengan 100% maka orang yang duduk tegak
indeks masa tubuh overweight dapat menyebabkan tekanan pada
mengalami low back pain dan bantalan saraf tersebut sebesar 140%.
sebanyak 5 orang responden (10,2%) Tekanan ini menjadi lebih besar lagi
dengan indeks masa tubuh 190% bila ia duduk dengan badan
overweight yang tidak mengalami membungkuk ke depan. Namun,
orang yang duduk tegak lebih cepat yang ergonomis dan low back
letih karena otot-otot punggungnya pain.
lebih tegang. Sementara orang yang 2. Bagi Institusi
duduk membungkuk kerja otot lebih Diharapkan data dari penelitian
ringan, namun tekanan pada bantalan ini bisa berguna bagi peneliti
saraf lebih besar (Wijayanti et al, lainya dan digunakan sebagai
2013). sumber data untuk penelitian
lainnya.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah DAFTAR PUSTAKA
dilakukan oleh peneliti pada Andini, F. 2015. Risk Factor Of Low
pengrajin sulam usus di kota Bandar Back Pain In Workers.
Lampung dengan jumlah sampel [Skripsi] Lampung :
sebanyak 49 responden, dapat Universitas Lampung
disimpulkan bahwa :
1. Dari hasil penelitian didapatkan Astuti, RD. 2007. Analisa Pengaruh
sebanyak 16 orang pekerja Aktivitas Kerja Dan Beban
tergolong usia remaja dan 33 Angkat Terhadap Kelelahan
orang pekerja berusia dewasa Muskuloskeletal. Surakarta:
2. Dari hasil penelitian didapatkan Universitas Sebelas Maret
sebanyak 24 orang termasuk
dalam kategori normal dan 25 Bandura, A. 2002. Self-efficacy: The
orang termasuk dalam kategori Exercise of Control. New
overweight York: W.H. Freeman and
3. Dari hasil penelitian didapatkan Company.
sebanyak 16 orang bekerja dalam
posisi ergonomis dan 33 orang Bridger RS. 2008. Introduction to
bekerja dalam posiis kerja tidak ergonomics international
ergonomis edition. Singapore:
4. Dari hasil penelitian didapatkan McGraw-Hill Book Co.
sebanyak 31 orang mengalami
low back pain dan 18 orang tidak Dahlan, MS. 2013. Statistik Untuk
mengalami low back pain Kedokteran dan Kesehatan.
5. antara indeks masa tubuh dengan Edisi 5. Jakarta : Salemba
low back pain, 11 orang dalam Medika
kategori normal mengalami low
back pain dan 20 orang dalam Dewanto G, Wita JS, Budi R, dkk.
kategori overweight mengalami 2009. Diagnosis dan tata
low back pain. laksana penyakit saraf.
6. Analisa bivariat antara posisi Jakarta : EGC
kerja dengan low back pain, 4
orang bekerja dalam posisi Dewi, Dewa Agung. 2016.
ergonomis mengalami low back Gambaran Kejadian Low
pain dan 27 orang bekerja dalam Back Pain (Lbp) Pada
posisi tidak ergonomis mengalami Tenaga Angkut Sampah Dkp
low back pain. Kota Denpasar. [Skripsi].
SARAN Bali : Program Studi
1. Bagi Peneliti Kesehatan Masyarakat
Diharapkan dari penelitian ini Fakultas Kedokteran
peneliti bisa mendapatkan Universitas Udayana
wawasan tentang posisi kerja
Fathoni M, 2009. Hubungan Sikap pada Pekerja Batu Bata.
Dan Posisi Kerja Dengan Muhammadiyah Journal of
Low Back PainPada Nursing.
Perawat Di RSUD
Purbalingga. The Lukman, Nurna Ningsih, (2009).
Soedirman Journal of Asuhan keperawatan pada
Nursing,Volume 4, No.3. klien dengan gangguan
Purwokerto. 16-20 system muskuloskletal.
Jakarta. Salemba Medika.
Fauci AS, Kasper DL, Longo DL,
dkk. Back and neck pain. Middlesworth, Mark. 2013. The
Dalam :Harrison’s Definition, Causes, and
Principles of Internal Prevention of
Medicine. 17th Ed. New Musculoskeletal Disorders
York: McGraw-Hill; 2008. (MSDs). Avialable from:
http://www.Ergo-plus.com
Huldani. 2012. Nyeri punggung.
Banjarmasin: Universitas Notoatmodjo S. 2010. Metodologi
Lambung Mangkurat. penelitian kesehatan.
Jakarta: Rineke Cipta.
Kantana T. 2010. Faktor-faktor yang
mempengaruhi keluhan low
back pain pada kegiatan Okthiara SH, Buchori A, Edy H.
mengemudi tim ekspedisi 2014. Deskripsi Industri
PT. Enseval Putera Kerajinan Sulam Usus Di
Megatrading Jakarta Tahun Desa Natar.
2010. Jakarta: Universitas
Islam Negeri Syarif Olviana A, Fitria S, Risal W. 2014.
Hidayatullah. Faktor - Faktor Yang
Mempengaruhi Kejadian
Kasjmir YI. 2009. Nyeri spinal. Low Back Pain (LBP) Pada
Dalam: Sudoyo AW, Pekerjapembersih Kulit
Setiyohadi B, Alwi I, Bawang Di Unit Dagang
Simadibrata M, Setiati S. (UD) Bawang Lanang
Buku ajar ilmu penyakit Kelurahan Iringmulyo Kota
dalam. Edisi V. Jilid III. Metro. Jurnal Kedokteran
Jakarta: Interna Publishing. Unila. [diunduh pada 17
Hlm 2720-3. maret 2017]
http://jukeunila.com/wp-
Koentjoro SL. 2010. Hubungan content/uploads/2016/05/3-
antara Indeks Masa Tubuh Aulia-Olviana.pdf
(IMT) dengan derajat
osteoarthritis lutut menurut Pangaribuan, DM. 2010. Analisa
Kellgren dan Lawrence. Postur Kerja Dengan
Semarang:Universitas Metoda RULA Pada
Diponegoro. Pegawai Bagian Pelayanan
Perpustakaan USU Medan
Liza et al. (2014). Medula Spinalis tahun 2010.[skripsi]. Medan
Belt (MSB) Terhadap :Universitas Sumatera
Penurunan Nyeri Penderita Utara.
Nyeri Punggung Bawah