Anda di halaman 1dari 14

Dosen Pengampuh : Anna Dwiana, SKM., M.

PH
Mata Kuliah : Hygiene Perusahaan

MAKALAH

MERKURI

0leh:

YETI NINGRUM SIWI KARTIKAWATI (P3201317005)

PROGRAM STUDI S-1 KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
(STIKES) IST BUTON
BAU-BAU
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, atas

berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah dengan

judul “Merkuri" dengan lancar. Saya berharap makalah ini dapat memberikan

manfaat dan dapat dimengerti isi dari makalah ini bagi pembaca.

Saya mengaharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari

pembaca untuk kelayakan makalah ini. Apabila terdapat kesalahan pada makalah

ini, saya mohon maaf. Atas perhatian pembaca, kami mengucapkan terima kasih.

Baubau, Juni 2019

penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i

KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii

DAFTAR ISI ..................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1

A. Latar Belakang ........................................................................................ 1

B. Rumusan Masalah .................................................................................... 1

C. Tujuan ..................................................................................................... .2

D. Manfaat......................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................3

A. Pengertian Merkuri.........................................………………............ …..3

B. Penggolongan Merkuri.....................…………………………….............3

C. Struktur Merkuri....……......…………………………………,.................4

D. Kegunaan Merkuri.....................................................................................4

E. Efek Positif dan Negatif Penggunaan Merkuri untuk Kesehatan..............5

F. Materil Safety Data Sheet (MSDS) Merkuri.............................................8

BAB III PENUTUP ...........................................................................................10

A. Kesimpulan .............................................................................................10

B. Saran .......................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................11


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, banyak diciptakan

pemuas atau pemenuhan kebutuhan manusia. Salahsatunya, dalam kehidupan

sehari-hari kita sering menggunakan berbagai bahan kimia. Dari mulai makanan

yang kita makan, bahan pewarna, pengawet, pembungkus produk-produk telah

menggunakan bahan kimia, bahkan untuk bahan alat kecantikan pun ditambah

dengan bahan kima.

Sebagian besar dari masyarakat tidak menyadari akan bahaya dari bahan-

bahan kimia tersebut, bahan kimia yang banyak digunakan didalam kehidupan

sehari-hari. Berbagai polusi di sekitar kita merupakan berbagai akibat dari

bahan-bahan kimia yang kita gunakan, dari polusi udara yang disebabkan oleh

berbagai gas yang menyebabkan polusi, bermacam pupuk yang digunakan para

petani kita juga menyababkan polusi tanah. Zat kimia buatan manusia berupa

barang-barang yang kontak dengan kita pada kehidupan sehari-hari pun bisa

membahayakan kesehatan.

Bagaimana agar masyarakat lebih banyak mengkonsumsi makanan atau

alat-alat yang berbahan organik daripada yang mengandung zat kimia dalam

kehidupan sehari-hari. Perihal inilah yang merupakan alasan dilakukannya

penelitian dengan judul “MERKURI”.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalahnya yaitu :

1. Apa yang dimaksud dengan merkuri?


2. Apa saja dari beberapa penggolongan merkuri?

3. Apa saja struktur dari merkuri?

4. Apa saja kegunaan dari merkuri?

5. Apa saja efek positif dan negatif penggunaan merkuri untuk kesehatan?

6. Bagaimana material safety data sheet (MSDS) merkuri?

C. Tujuan

Adapun tujuan makalah ini yaitu:

1. Mengetahui pengertian dari merkuri;

2. Mengetahui beberapa penggolongan merkuri;

3. Mengetahui struktur dari merkuri;

4. Mengetahui kegunaan dari merkuri;

5. Mengetahui efek positif dan negatif penggunaan merkuri untuk kesehatan;

6. Mengetahui material safety data sheet (MSDS) merkuri.

D. Manfaat

Untuk mengetahui kegunaan, efek positif dan efek negatif dalam

menggunakan merkuri dikehidupan sehari-hari.


BAB II

PENDAHULUAN

A. Pengertian Merkuri

Merkuri atau air raksa diberikan simbol kimia Hg yang merupakan

singkatan yang berasal bahasa Yunani Hydrargyricum (air/cairan perak)

dengan nomor atom 80 serta mempunyai massa molekul relatif 200,59. Unsur

golongan logam transisi ini berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima

unsur (bersama cesium, fransium, galium, dan brom) yang

berbentuk cair dalam suhu kamar, serta mudah menguap.

B. Penggolongan Merkuri

Merkuri dapat digolongkan sebagai merkuri organik dan anorganik

sebagai berikut:

1. Unsur Merkuri (Hg0) mempunyai tekanan uap yang tinggi dan sukar larut

di dalam air. Pada suhu kamar kelarutannya kira-kira 60 mg/l dalam air

dan antara 5- 50 mg/l dalam lipida. Bila ada oksigen, merkuri diasamkan

langsung ke dalam bentuk ionik. Uap merkuri hadir dalam bentuk

monoatom (Hg). Saluran pernapasan merupakan jalan utama penyerapan

unsur raksa dalam bentuk uap.

2. Merkuri Anorganik (Hg2+ dan Hg2 2+) diantara dua tahapan pengoksidaan,

Hg2+ adalah lebih reaktif. Ia dapat membentuk kompleks dengan ligan

organik, terutama golongan sulfurhidril. Contohnya HgCl2 sangat larut

dalam air dan sangat toksik, sebaliknya HgCl tidak larut dan kurang toksik.
3. Merkuri Organik adalah senyawa merkuri yang terikat dengan satu logam

karbon, contohnya metil merkuri. Metil merkuri merupakan merkuri

organik yang selalu menjadi perhatian serius dalam toksikologi. Ini karena

metil merkuri dapat diserap secara langsung melalui pernapasan dengan

kadar penyerapan 80%. Uapnya dapat menembus membran paru-paru dan

di dalam darah, 90% dari metil merkuri diserap ke dalam sel darah merah.

C. Struktur Merkuri

Merkuri dibagi menjadi beberapa jenis dan strukturnya, yaitu:

1. Merkuri organik (RHg, R2Hg, ArHg)

2. Merkuri disiano diamida (CH3-Hg-NHCNHNHCN)

3. Metil merkuri nitril (CH3-Hg-CN)

4. Metil merkuri asetat (CH3-Hg-COOH)

5. Senyawa etil merkuri klorida (C2H5-Hg-Cl)

6. Fenil merkuri asetat (FMA)

7. Thimerosal mengandung 49.6 % etil merkuri

8. Merkuri anorganik (Hg+, Hg2+)

9. Merkuri nitrat (Hg(NO3)2)

10. Merkuri klorida (HgCl2)

11. Merkuri oksida (HgO).

D. Kegunanaan Merkuri

Penggunaan logam merkuri pada saat ini sudah hampir mencakup seluruh

aspek kehidupan manusia dan lingkungan. Merkuri digunakan berdasarkan

kegunaannya. Seperti, merkuri digunakan dalam bidang kesehatan atau


kedokteran, pertanian, dan industri. Dalam bidang kesehatan atau kedokteran

misalnya merkuri digunakan sebagai campuran untuk bahan penambal gigi

(amalgam), pemutih gigi oleh para Dokter gigi, obat-obatan (obat pencahar,

obat diuretik dan antiseptik), juga sebagai bahan untuk cairan Termometer.

Dalam bidang pertanian, merkuri digunakan untuk membunuh jamur

sehingga baik digunakan untuk pengawet produk hasil pertanian. Merkuri

organik juga digunakan untuk pembasmi hama pada tanaman seperti buah apel

dan juga digunakan sebagai pembasmi hama padi.

Dalam bidang industri, terbanyak adalah pabrik alat-alat listrik yang

menggunakan lampu-lampu merkuri untuk penerangan jalan raya. Hal ini

disebabkan biaya pemasangan dan operasi yang murah dan arus listriknya dapat

dialiri dengan voltase yang tinggi. Merkuri juga digunakan pada pembuatan

baterai, karena baterai dengan bahan yang mengandung merkuri dapat tahan

lama dan tahan terhadap kelembapan yang tinggi. Kemudian merkuri juga

dipergunakan dalam industri cat sebagai salah satu bahan untuk membuat cat.

E. Efek Positif dan Negatif Penggunaan Merkuri untuk Kesehatan

Semua bahan kimia pastinya memiliki manfaat atau kerugian dalam

penggunaannya. Namun, sebagian besar bahan kimia memiliki manfaat yang

kerugian yang akan terasa efek setelah jangka waktu yang cukup panjang.

Seperti bahan kimia yang lainnya, merkuri pun memiliki efek positif dan negatif

untuk kesehatan.
1. Efek positif merkuri untuk kesehatan

Efek positif untu kesehatan, merkuri digunakan sebagai campuran untuk

bahan penambal gigi (amalgam) oleh para Dokter gigi, obat-obatan, juga

sebagai bahan untuk cairan Termometer. Oleh Dokter gigi merkuri digunakan

sebagai penambal bagi pasien yang memiliki gangguan pada giginya yaitu gigi

yang berlubang.

Dan pada obat-obatan umumnya digunakan oleh para Dokter kecantikan

atau kulit untuk produk pemutih atau perawatan wajah seperti pencegahan

jerawat, dan lain-lain. Pada termometer tentunya berfungsi untuk menunjukan

suhu pada pasien, namun pada termometer digital sudah tidak menggunakan

air raksa atau merkuri lagi.

2. Efek negatif merkuri untuk kesehatan

Pada dasarnya telah lama diketahui bahwa merkuri dan turunannya sangat

beracun, sehingga kehadirannya di lingkungan perairan dapat mengakibatkan

kerugian pada manusia karena sifatnya yang mudah larut dan terikat dalam

jaringan tubuh organisme air. Pengaruh toksisitas merkuri terhadap ikan dan

biota perairan dapat bersifat lethal dan sublethal. Pengaruh lethal disebabkan

gangguan pada saraf pusat sehingga ikan tidak bergerak atau bernapas

akibatnya cepat mati. Pengaruh sub lethal terjadi pada organ-organ tubuh,

menyebabkan kerusakan pada hati, mengurangi potensi untuk

perkembangbiakan, pertumbuhan dan sebagainya.

Selain itu pencemaran perairan oleh merkuri mempunyai pengaruh

terhadap ekosistem setempat yang disebabkan oleh sifatnya yang stabil dalam
sedimen, kelarutannya yang rendah dalam air dan kemudahannya diserap dan

terkumpul dalam jaringan tubuh organisme air, baik melalui proses

bioaccumulation maupun biomagnification yaitu melalui food chain. Merkuri

yang dapat diakumulasi adalah merkuri yang berbentuk methyl merkuri

(CH3Hg), yang mana dapat diakumulasi oleh ikan, dan juga merupakan racun

bagi manusia.

Sehingga menimbulkan efek negatif bagi manusia yaitu, sistem saraf pusat

adalah target organ dari toksisitas metil merkuri tersebut, sehingga

menimbulkan gejala yang terlihat erat hubungannya dengan kerusakan saraf

pusat. Gejala yang timbul adalah sebagai berikut:

a. Gangguan saraf sensoris: Paraesthesia, kepekaan menurun dan sulit

menggerakkan jari tangan dan kaki, penglihatan menyempit, daya

pendengaran menurun, serta rasa nyeri pada lengan dan paha.

b. tremor, gerakan lambat, dan sulit berbicara.

c. Gangguan lain: gangguan mental, sakit kepala. Tremor pada otot

merupakan gejala awal dari toksisitas merkuri tersebut.

Tetapi derajat berat atau ringannya toksisitas ini bergantung pada lama

mengkonsumsi, dan umur dari penderita. Dengan demikian, semakin banyak

dan semakin lama orang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi metil

merkuri per hari, maka semakin berat gejala terjadinya penyakit karena

toksisitas metil merkuri tersebut. Di samping itu, anak-anak lebih peka

terhadap toksisitas metil merkuri ini daripada orang dewasa.


Selain dari pencemaran limbah yang menggunakan merkuri, dalam bidang

kesehatan kulit pun merkuri menimbulkan efek negatif. Awalnya penggunaan

kosmetik yang mengandung merkuri memang menimbulkan efek positif,

seperti kulit lebih terlihat halus dan sehat. Namun, setelah penggunaan dalam

jangka waktu yang cukup panjang, penggunaan kosmetik yang mengandung

merkuri menimbulkan efek negatif, yaitu:

1) Dapat memperlambat pertumbuhan janin, bahkan bisa mengakibatkan

keguguran (Kematian janin dan Mandul).

2) Flek hitam pada kulit akan memucat (seakan pudar) dan bila pemakaian

dihentikan, flek itu dapat atau akan timbul lagi dan bertambah parah

(melebar).

3) Efek rebound yaitu memberikan respon berlawanan, kulit akan menjadi

gelap atau kusam saat pemakaian kosmetik dihentikan.

4) Bagi Wajah yang tadinya bersih lambat laun akan timbul flek yang

sangat parah (lebar).

5) Dapat mengakibatkan kanker kulit.

F. Material Safety Data Sheet (MSDS) merkuri

Mercury (Hg)

Air raksa adalah logam berwujud cair pada suhu kamar, dan uapnya
amat toksik. Warna putih keperakan, tidak berbau. Bila dalam ruangan
dengan suhu 20 OC terdapat raksa cair, maka kadar uapnya = 150x Nilai
Ambang Batas. Banyak digunakan dalam industri kertas, lampu neon, soda
dan tambang emas rakyat. Di laboratorium dipakai pengisi manometer dan
termometer serta elektroda dalam polarografi. Hati-hati dengan limbah air
raksa atau senyawanya karena amat berbahaya. Air raksa di alam
ditemukan dalam mineral (sinabar) dan dalam gas alam.
Sifat-sifat bahaya
Kesehatan Efek jangka pendek (akut) :
Keterpaan air raksa dalam jangka panjang dapat
mengganggu kesehatan berupa lemah badan, hilang nafsu
makan, gangguan pencernaan dan ginjal. Juga dapat
mengganggu sistem urat syaraf berupa tangan gemetar
(tremor) atau gangguan mental atau kerusakan jaringan
otak. Dapat masuk ke tubuh lewat kulit, tetapi yang paling
berbahaya adalah lewat paru-paru. Proses keracunan terjadi
akibat reaksi air raksa dengan sulfur dalam enzim tubuh.
Dapat menimbulkan perubahan keturunan (Degenerasi).
Nilai Ambang Batas (NAB) : 0,05 mg/m3 (ACGIH : 1990-
1991)
Kebakaran Tidak terbakar
Stabil. Bereaksi dengan asam nitrat membentuk uap NOX
Reaktivitas
yang beracun. Bereaksi dengan sulfur membentuk HgS.

Sifat-sifat fisika :
Berat jenis : 13,6 (air=1) Berat jenis uap : 3,62 (udara = 1)
O
Titik didih : 356,72 C Tidak larut dalam air
Tekanan uap : 0,002 MmHg (25 OC) Larut dalam asam nitrat.

Keselamatan dan Pengamanan


Bekerja dengan air raksa harus di tempat yang
berventilasi. Tetes air raksa mudah meloncat apabila
tertumpah, oleh karena itu perlu dipasang dulang air di
Penanganan
bawah tetesan air raksa. Simpan air raksa dalam wadah
dan
yang kuat dan tertutup. Hindari suhu tinggi. Distilasi air
Penyimpanan
raksa harus dilakukan dalam sistem tertutup.
Bahan inkompatibel : asetilen, klor dioksida dan
metiloksida.
Bila tertumpah, pindahkan air raksa dengan pompa vakum
Tumpahan (disedot) ke dalam botol. Butiran-butiran Hg yang amat
dan kecil dapat diikat dengan kalsium sulfida dan belerang.
Kebocoran Simpan tumpahan-tumpahan dalam botol tertutup. Buang
ke tempat pembuangan limbah B-3, atau didistilasi.
Alat Alat pelindung pernafasan dengan udara tekan (self
Pelindung contained breathing apparatus, SCBA) untuk menghindari
Diri keterpaan uap.
Bila terhirup, segera pindahkan ke udara terbuka.
Pertolongan Apabila tertelan, segera panggil dokter. Bila sadar,
Pertama usahakan agar korban muntah. Beri susu atau telor pada
korban untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Pemadam Alat-alat pemadam kebakaran biasa seperti CO2, bubuk
Api kimia dan air tidak mengganggu dengan adanya air raksa.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Merkuri memiliki efek positif dan negatif yang bermacam-macam untuk

kesehatan. Efek posotif merkuri dapat digunakan sebagai campuran untuk bahan

penambal gigi (amalgam), pemutih gigi oleh para Dokter gigi, obat-obatan (obat

pencahar, obat diuretik dan antiseptik), juga sebagai bahan untuk cairan

Termometer. Dan efek negatif dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf,

kulit dan ginjal

B. Saran

Dalam memilih produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari

hendaknya lebih teliti dan menjauhi penggunaan produk yang mengandung bahan

kimia. Walau memberi efek positif, namun apabila digunakan dalam jangka

panjang akan memberika efek negatif.


DAFTAR PUSTAKA

Achmad, R. 2004. Kimia Lingkungan. Yogyakarta: ANDI

Alfian, Z. 2006. Merkuri: Antara Manfaat dan Efek Penggunaannya Bagi

Kesehatan Manusia dan Lingkungan. [Online]. Avaliable:

http://library.usu.ac.id/download/e-book/zul%20alfian.pdf. [18 Desember 2012]

Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara. Yogyakarta: Konisius.

Hutabarat, S dan Steward M E. 1985. Pengantar Oseanografi. Jakarta: UI-Press.

Martono, H. 2005. Penanganan Kasus Keracunan Metil Merkuri di Minamata.

Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi

Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Masriani dan Eny E. 2003. Usaha Pemanfaatan Kepah (Batissa Sp) Sebagai

Bioindikator Tingkat Cemaran Logam Berat Pb dan Cd di Perairan Sungai

Kapuas. Laporan Penelitian. Pontianak: FKIP UNTAN.