Anda di halaman 1dari 22

Ringkasan

Desa Singasari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas merupakan desa dengan


masyarakat ekomoni menengah ke bawah. Sebagian besar mata pencaharian sebagai petani,
buruh harian lepas dan pedagang kecil. Kondisi geografis wilayah Desa Singasari berada di
bawah lereng perbukitan gunung slamet. Sebagian masyarakat ada yang berkebun memanam
berbagai tanaman pertanian termasuk menanam singkong.
Singkong merupakan tanaman pertanian yang banyak ditaman warga Singasari
khususnya warga RW 9 karena daerahnya yang perbukitan, tanah gembur dengan kemiringan
yang cukup tinggi, banyak tanaman berkayu yang tinggi-tinggi, sehingga tanaman singkong yang
dipilih untuk ditanam dsela-selanya. Singkong dimanfaatkan warga sebagai makanan ringan i
dan sebagian di jual. Pada saat terjadi panen raya, harga singkong sangat murah, yang semula
1.500/kg menjadi 500/kg. Hal ini membuat sebagian warga berupaya untuk membuat olahan
singkong menjadi makanan yang tahan lama dan nilai ekonominya meningkat. Maka dibuat
menjadi rengginang singkong, untuk saat ini rengginang singkong yang dbuat masih secara
tradisional. kendala yang dihadapi masih cukup banyak, diantaranya proses pemarutan singkong
masih menggunakan tangan sehingga prosesnya lama, alat cetak tidak bersih (terbaut dari plastik
bekas pengikat barang) sehingga kurang bersih dan bentuk tidak sama, pengeringan
memanfaatkan sinar matahari, permasalahan utama adalah pembungkusan sederhana
menggunakan plastik biasa belum ada merk atau label, sehingga kurang menarik dan belum ada
izin PIRT. Penjualan rengginang singkong masih mengandalkan beberapa pembeli lokal
yang datang dari rumah ke rumah pembuat rengginang. Pada pembuatan rengginang singkong
menghasilkan limbah kulit singkong, selama ini pemanfaatan kulit singkong adalah untuk dibaut
sayur kulit singkong, tetapi yang dimanfaatkan tidak banyak. Sisanya tidak dipakai, dan pada
umumnya dibuang. Oleh karena itu perlu dilakukan pemanfaatan kulit singkong.
Kondisi pembuatan rengginang singkong yang sederhana, belum di organisir dengan
baik, maka solusi yang disepakati dengan mitra dalam hal ini diwakili oleh ibu (RT 2 dan RT 3)
RW 9 adalah inovasi pengemasan dan pemasaran rengginang singkong produk lokal serta
menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Tahap pelaksaan kegiatan PKM meliputi : pembentukan
kelompok, penyuluhan pembuatan rengginang yang sehat, prospek pasar dan pemanfaatan kulit
singkong, praktek membuat rengginang yang sehat dan praktek mengolah kulit singkong,
pengurusan perizinan PIRT, penyuluhan jiwa kewiraushaan. Metode yang digunakan dalam
kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, praktek dan pendampingan.
Target dan capaian luaran yang dihasilkan dari program PKM ini adalah publikasi di
jurnal nasional ber ISSN, publikasi di media masa cetak atau elektronik, dokumentasi
pelaksanaan, peningkatan keberdayaan masyarakat. Sedangkan untuk mitra adalah peningkatan
kesejahteraan bagi para pembuat rengginang singkong sebesar 40% dari sebelumnya, terdapat
peralatan membungkus rengginang yang memadai dan berkualitas. Dalam kegiatan ini bagi tim
pengabdi sendiri kegiatan ini merupakan wujud peningkatan atensi akademisi terhadap
masyarakat.
A. Analisis Situasi
Desa Singasari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas merupakan desa dengan
masyarakat ekomoni menengah ke bawah. Sebagian besar mata pencaharian sebagai petani,
buruh harian lepas dan pedagang kecil. Kondisi geografis wilayah Desa Singasari berada
dibawah lereng perbukitan gunung slamet. Sebagian masyarakat ada yang berkebun memanam
berbagai tanaman pertanian termasuk singkong.
Singkong merupakan tanaman pertanian yang banyak ditaman warga Singasari
khususnya warga RW 9 karena daerahnya yang perbukitan, tanah gembur dengan kemiringan
yang cukup tinggi. Singkong biasa dimanfaatkan warga sebagai makanan ringan sehari-hari dan
sebagian lainnya dijual. Pada saat terjadi panen raya, harga singkong sangat murah, yang semula
2.500/kg menjadi 500/kg. Hal ini membuat sebagian warga berupaya untuk membuat olahan
singkong menjadi makanan yang tahan lama dan nilai ekonominya meningkat yaitu
mengolahnya menjadi rengginang singkong. Pada awalnya hanya satu orang ibu (bu Karsilah)
yang mencoba membuat, namun karena dirasa enak, cocok dijadikan makanan ringan, serta
cukup menjanjikan untuk menambah penghasilan, sehingga saat ini kurang lebih ada enam
belas ibu-ibu yang membuat rengginang singkong. Mereka membaut di rumah masing –masing
dan mejualnya juga sesuai selera mereka. Para pembuat rengginang singkong, mereka
memproduksi sesuai dengan kesediaan singkong dan tergantung juga dari permintaan pengepul
atau pedagang. Jika memproduksi, mereka mampu membuat 5 kg sampai 16 kg. Produksi yang
tidak menentu juga berdampak pada penghasilan yang tidak pasti juga. Selain itu, karena
masyarakat pembuat renginang singkong masih awam dalam mengelola usaha sehingga tidak
ada pemisahan antara uang usaha dengan uang untuk keperluan sehari-hari. Jika kebutuhan hidup
sedang banyak, walaupun permintaan banyak mereka tidak mampu memproduksi, karena tidak
ada modal untuk membeli singkong. Renginang singkong merupakan variasi makanan baru di
wilayah Banyumas, khususnya di Kecamatan Karanglewas dan Cilongok, saat ini cukup banyak
digemari. Berikut gambar saat survei kerumah penduduk pembuat rengginang.
Gambar 1. Saat survei bersama mahasiswa UMP ke rumah pembuat rengginang singkong
Rengginang singkong yang dibuat secara tradisional, masih menghadapi beberapa
kendala diantaranya proses pemarutan singkong masih menggunakan tangan sehingga
prosesnya lama, alat cetak tidak bersih (dibaut dari plastik bekas pengikat barang) sehingga
kurang bersih dan bentuk tidak sama. Masalah utama adalah pembungkusan sederhana
menggunakan plastik biasa belum ada label, kurang menarik dan tidak ada izin PIRT. Serta
penjualan hasil juga masih mengandalkan beberapa pembeli lokal yang datang dari rumah
ke rumah pembuat rengginang. Berdasarkan hasil wawancara dengan pembuat renginang
singkong, jika memproduksi 5 kg singkong dengan modal untuk membeli semua bahan baku
sekitar Rp 20.000. Setelah diolah menjadi rengginag singkong dan dijual ke pedagang sekitar
Rp 70.000. Sebenarnya usaha ini masih sangat menjanjikan, dan penghasilan dapat ditingkatkan,
jika dikemas dalam suatu wadah yang rapi dan diberi label dan dipasarkan di toko oleh-oleh
harga jual bisa meningkat dari Rp 3.000/bungkus menjadi Rp 7.000/bungkus. Berikut gambaran
mengenai proses produksi rengginang singkong yang ada di desa Singasari (Tabel 1).

No. Gambar Kondisi Pengolahan Renggingang


singkong
1 Keterangan : Memarut singkong
Kelemahan : proses pemarutan
menggunakan tangan, akan memakan
waktu yang cukup lama

2 Keterangan : cetakan renggingang dan


loyang
Kelemahan : cetakan terbuat dari tali
plastik bekas pengikat kardus, sehingga
ukurannya tidak sama, loyang yang
kecil bekas dari saringan panci

3 Keterangan : Menyiapkan Penjemuran


Kelemahan : menaruh rengginang hasil
kukusan pada bleketepe (wadah
penjemuran) dan melepaskan cetakan,
menjemur tergantung sinar matahari,
tidak kering dapat menurunkan kualitas
produksi, warna berubah dan mudah
untuk terkontaminasi jamur. (waktu
penjemuran 2 sampai 3 hari)

4 Keterangan : Plastik Pembungkus


Kelemahan : pembungkus sederhana,
kurang rapi, tidak ada label, serta izin
PIRT (harga jual 3000/bungkus)

5 Pemasaran masih mengandalkan


pedagang yang mengambil dagangan
dari rumah ke rumah pembuaat
rengginang
Keterangan : Foto Dukumen Sendiri

Manajenen keuangan juga masih belum ada, selama ini tidak ada pemisahan keuangan
antara uang untuk usaha dengan uang untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan hasil diskusi
dengan beberapa warga pembuat rengginang singkong (RT 2 dan 3) RW 9 dan dikonfirmasikan
lebih lanjut dengan Kepala Desa Singasari (Bapak Isro), warga mempunyai keinginan dan
kemauan untuk memperbaiki proses pembuatan rengginang agar produksi mereka meningkat.
Mereka juga akan mengolah kulit singkong tersebut menjadi sesuatu yang bernilai jual yaitu
makanan ringan yang dapat mendatangkan incame atau pendapatan tambahan, tetapi untuk saat
ini belum mengetahui cara mengolahnya.
Oleh karena itu tim pengusul PPDM merasa terpanggil untuk ikut serta membantu mengatasi
kesulitan mereka melalui inovasi pengemasan dan pemasaran rengginang singkong produk
lokal serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Pengalaman kami untuk membantu
pengemasan sudah pernah kami kerjakan pada produk berbeda beberapa tahun yang lalu,
sehingga dapat digunakan pada rengginang singkong.. Secara umum perbaikan proses
produksi, pengemasan dan pemasaran dapat dibantu oleh anggota peneliti sebagai anggota
pengurus pusat inkubator bisnis UMP, untuk prose perizinan PIRT akan diurus sampai dinas
kesehatan, serta dinas perdagangan dan perindustrian yang akan menguatkan kiat-kiat
pengemasan dan pemasaran produk.

B. Permasalahan Mitra
Berdasarkan observasi baik melalui pengamatan langsung, serta diskusi dengan ibu-
ibu warga (RT 2 dan 3) RW 9 pembuat rengginang singkong dan ditambah diskusi dengan
Kepala Desa Singasari maka di rumuskan beberapa permasalahan, yaitu:

1. Bagaimana cara memperbaiki proses pengemasan rengginang singkong, yang menjadi


masalah utama.
2. Bagaimana memeperbaiki proses pemasaran rengginang singkong
3. Bagaimana cara memperbaiki manajemen keuangan
Warga dan aparat desa sangat mengharapkan kerjasama dengan pihak luar terutama
kalangan Perguruan Tinggi untuk menerapkan teknologi tepat guna yang telah teruji untuk
membantu memperbaiki proses pembuatan rengginang singkong, untuk peningkatan
manajeman dan peningkatan pendapatan warga desa Singasari. Dengan demikian akan lahir
generasi lanjut yang cerdas, sehat dan bersemangat untuk mengisi dan melanjutkan
pembangunan di desa Singasari sebagai bagian dari kemajuan bangsa. Secara ringkas aspek
permasalahan yang dihadapi warga masyarakat desa singasari dapat dilihat pada Gambar 7
berikut ini :

Mitra

Potensi Permasalahan

- Produksi singkong melimpah - Produksi rengginang singkong


(rengginang singkong) tidak menentu
- Pengemasan ditingkatkan - Pembungkus sederhana
- Pemasaran diperluas - Pedagangan lokal
- Meningkatkan manajemen dan - Manajemen tidak baik dan
pendapatan pendapatan tidak menentu

HARAPAN MITRA
- Ada teknologi tepat guna untuk
memperbaiki produksi rengginang
- Adanya pelatihan pengemasan
rengginang singkong
- Adanya perluasan metode
pemasaran
- Peningkatan manajemen dan
pendapatan
Gambar 7. Potensi dan Permasalahan yang dihadapi mitra
C. Tujuan dan Manfaat
Dengan adanya kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan desa
Singasari melalui program PPDM bertujuan untuk :

Tujuan
1. Memperbaiki proses pengemasan rengginang
2. Memperbaiki proses pemasaran produk
Manfaat

1. terjadi proses perbaikan pengemasan dan pemasaran produk lebih luas

Bagi tim pengabdi sendiri kegiatan ini merupakan wujud peningkatan atensi akademisi
terhadap masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, membuka peluang dan kesempatan bagi para
pengabdi untuk dapat mengamalkan ilmu bagi kepentingan masyarakat sebagai bentuk nyata dari
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Program Pengembangan Desa Mitra.

D. Solusi yang ditawarkan


Permasalahan, Solusi dan jenis luaran yang dihasilkan dari kegiatan PPDM di desa
singasari, khususnya warga RT (2 dan 3) RW 9 dapat disajikan pada Tabel 1.

Tabel 2. Permasalahan mitra, Solusi dan jenis luaran PPDM

No Permasalahan Solusi yang Jenis luaran Gambar


mitra ditawarkan
1 Pemarutan Menerapkan Alat parut
singkong teknologi untuk singkong yang
memakai alat memarut akan
parut singkong yaitu mempercepat
tradisional, memakai mesin proses
memakan pemarut dan pemarutan dan
waktu yang pengepres pengepresan
lama singkong singkong secara
langsung.
2 Cetakan Membuat Menghasilkan
renggingang cetakan sendiri alat cetakan
tidak sama dengan bahan yang ukuran
ukurannya dan dari aluminium sama dan loyang
dapat dan membuat yang sesuai
mengubah loyang yang
bentuk bahan lebar dan besar
yang dicetak sesuai ukuran
karena bahan loyang untuk
yang di didalam oven
gunakan
terbuat dari tali
plastik kerdus
dan loyang
yang kecil dari
saringan panci
3 Menjemur Menggunakan Oven pengering
secara teknologi rengginang
tradisional pengering singkong, akan
tergantung produk yaitu menghasilkan
sinar matahari, membuat oven produk yang
tidak kering pengering stabil dan bebas
dapat dengan pengatur kontaminan
menurunkan suhu (Fadli dkk,
kualitas 2014).
produksi sdan
mudah untuk
terkontaminasi
jamur
(menjemur 2
sampai 3 hari)
4 plastik Menggunakan Desain
pengemasan plastik pembungkus
sederhana, pengemasan yang menarik
sehingga tidakyang tebal, dan rapi
menarik dan bagus dan
tidak rapi memakai
kardus
pembungkus
yang bagus,
diberi identitas,
komposisi dan
izin PIRT.
6. Pemasaran Pemasaran tidak Variasi
masih hanya pemasaran
mengandalkan mengandalkan prosuk dengan
pedagang yang pedagang yang menggunakan
mengambil mengambil ke media sosial,
dagangan dari rumah, tetapi warung dan toko
rumah ke pemasaran di oleh –oleh.
rumah lakukan dengan
pembuaat menitipkan pada
rengginang warung/ toko
besar/ pusat
oleh-oleh, pusat
inkubator
bisnis UMP
dan pemasaran
melalui media
sosial
whatsapp,
facebook,
instagram dll.

Indikator kinerja pengabdian masyarakat dan capaian luaran dari kegiatan PPDM disajikan pada
Tabel 2.

E. Target Luaran

No Jenis Luaran Indikator Capaian

Luaran Wajib
1 Publikasi ilmiah di jurnal nasional Ber ISSN Published

Publikasi atrikel di media masa cetak atau


2 elektronik Sudah terbit

3 dokumentasi pelaksanaan (video kegiatan) ada

4 Peningkatan keberdayaan masyarakat dfat

Mitra produktif ekonomi (peningkatan


pengetahuan, ketrampilan, jumlah produksi,
kulitas produk, jumlah aset, majanemen dan
5 keuntungan) Ada perbaikan
F. Metode Pelaksanaan

3.1 Tahapan Pelaksanaan Solusi


Rencana kegiatan pengabdian ini dimulai dengan kesepakatan kerja sama antara
Tim Pengabdi dari Fikes UMP dengan khalayak sasaran (mitra) yaitu warga (RT 2 dan 3)
RW 9 dengan diketahui kepala desa Singasari. Tim pengabdi kemudian merumuskan
masalah yang dihadapi oleh mitra yang diwakili ibu-ibu (RT 2 dan 3) RW 9, remaja putri,
serta beberapa tokoh masyarakat desa singasari. Kemudian masalah yang sudah
dirumuskan kemudian dikaji oleh Tim dari Fikes UMP untuk dicari solusinya. Beberapa
solusi yang dibuat Tim pengabdi Fikes UMP kemudian didiskusikan kembali dengan mitra
untuk dicari solusi mana yang dapat dilaksanakan bersama.
Solusi yang disepakati antara Tim Pengabdi dengan mitra adalah, mengajak ibu-ibu
pembuat rengginang singkong membentuk kelompok, yang akan memudahkan segala
kegiatan, selanjutnya kegiatan ini diarahkan untuk memperbaiki pengemasan dan
pemasaran selain masih bekerjasama dengan penjual yang menjadi langganan juga akan
dbantu dipasarkan ke beberapa agen penjualan produk yang telah bekerja sama dengan
pusat inbubator bisnis UMP, toko oleh-oleh. Selain itu pemasaran juga menggunakan
media sosial akan dilakukan. Begitu juga dengan manajemen keuangan akan dilakukan
pelatihan mengatur keuangan yang baik dan benar
Pelaksanan kegiatan sosialisasi dan pelatihan perbaikan pembuatan
rengginang singkong di lakukan dalam tiga tahap. Hal ini dimaksudkan agar proses alih
ilmu pengetahuan dan teknologi dari tim pengusul PKM kepada warga desa Singasari
lebih gampang dan mudah dipahami.

Tahap Pertama
- Penjelasan secara teori teknologi perbaikan proses pembuatan rengginang singkong:
cara kerja, cara pemeliharaan dan hal-hal yang menyangkut keselamatan alat dan
pelaksana di lapangan, serta manajeman keuangan.
- Peserta: peserta utama adalah ibu-ibu dari (RT 2 dan 3) RW 9 yang sudah biasa
membuat rengginang singkong, warga lain yang tertarik untuk mengolah kulit
singkong. Serta dari pihak aparat desa dan perwakilan berbagai kalangan masyarakat
desa Singasari yang kompeten. Hal ini untuk menjaga kekompakan dan menghindari
kecemburuan sosial antar sesama warga desa Singasari.
- Jenis kegiatan: pemaparan secara teori oleh tim pengusul PKM, dinas kesehatan, dinas
perindustrian dan perdagangan dan diskusi dengan peserta.

- Bahan: modul cara kerja dan cara pemeliharaan penggunaan alat-alat untuk membantu
mengolahan rengginang singkong. Materi keamanan pangan, teknik pengemasan dan
penjualan produk

Tahap Kedua
Praktek langsung pengoperasian alat-alat yang ada, dengan bimbingan dan
pendampingan oleh tim pengusul PPDM. Setiap peserta langsung mencoba
mengoperasikan alat-alat tersebut dan bila ada kekurangan atau kekeliruan maka akan
langsung dijelaskan oleh tim pengusul PPDM.
Tahap Ketiga
Pelatihan pembuatan label produk, pengemasan (desain pembungkus) dan pemasaran
produk. Pelatihan pembuatan label merk dagang atau produk dan pelatihan pengemasan
dilakukan oleh tim pengabdi. Pemasaran kepada pedagang langganan juga akan tetap
dijalnkan, selain itu dibantu cara pemasaran melalui warung-warung mitra UMP, toko
oleh-oleh dibanyumas, pusat inkubator bisnis UMP dan melalui media sosial serti
whatsapp, facebook dan lain-lain.

3.2. Peran Mitra


Pada kegiatan ini warga berperan aktif khususnya pada kegiatan praktek
pengoperasian alat pemarutan, mencetak, menggunakan oven untuk pengeringan,
pengemasan. Warga juga perperan aktif di dalam menyediakan bahan dan peralatan untuk
membuat makanan ringan dari kulit singkong. Selain itu mitra juga berkontribusi pada
penyediaan kudapan saat kegiatan PPDM berlangsung, serta menyediakan sebagian alat
dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan PPDM. Setiap aktivitas akan didampingi oleh
Tim Pengabdi dan dibantu oleh 4 orang mahasiswa. Tugas mahasiswa adalah membantu
proses pelatihan dan melakukan pendampingan selama proses pengabdian berjalan sampai
mitra bisa mandiri.

3.3. Evaluasi Pelaksanaan Program


A. Analisis Penerapan Ketrampilan
Untuk menganalisis penerapan teknologi tepat guna, digunakan sejumlah analisis
sebagai berikut :
a) Tahapan Penyuluhan dan Pelatihan
1. Motivasi masyarakat.
2. Daya serap masyarakat.
3. Analisis kemampuan masyarakat terhadap penerapan teknologi tepat
guna
b) Tahapan praktek masyarakat tentang penerapan teknologi tepat
1. Ketrampilan masyarakat.
2. Keahlian masyarakat.
c) Tahapan manajeman dan pemasaran produk
1. Mendesain kemasaran
2. Mengatur keuangan
3. Pengemasan produk
4. Pemasaran produk
B. Analisis Pemberdayaan Ekonomi dari perbaikan pembuatan rengginang dan
mengolah kulit singkong
Untuk menganalisis pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat, digunakan sejumlah
analisis dan evaluasi kegiatan kewirausahaan sebagai berikut :

a). Tahapan kegiatan bisnis :


1. Meningkatkan minat kewirausahaan
2. Menganalisa peluang usaha dan permodalan
3. Bentuk kelompok
4. Persiapan pendirian kelompok
5. Memotivasi usaha
b). Analisis Pengembangan Pasar
c). Pengembangan Proses Produksi
d). Menganalisa Biaya Usaha

Data didapatkan dengan melalui kuisioner, wawancara langsung dan pengamatan.


Data yang didapatkan dianalisis dengan statistik deskriptif.

3.4 Rencana Keberlanjutan


Kegiatan PKM ini mendapatkan dukungan yang baik oleh Pemerintah kab.
Banyumas beserta instansi terkait, yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Dukungan
ini beralasan sekali karena kegiatan PKM ini selaras dengan program pemerintah kab.
Banyumas yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan poteksi
daerah. Sehingga Program PKM yang akan dilaksanakan sangat sesuai. Untuk
keberlanjutan program kegiatan PKM direncanakan akan berjalan selama 2 tahun ke
depan, satu tahun pertama akan ditangani bersama mahasiswa, dosen UMP, pusat
inbubator bisnis UMP dan dinas terkait. Untuk dua tahun berikutnya, kegiatan ini akan
dilanjutkan oleh pusat inkubator bisnis UMP dan dinas terkait. Keberlanjutan tersebut
bertujuan untuk menjadikan masyarakat desa Singasari mampu menerapkan ketrampilan,
mampu mengolah kulit singkong dan memasarkan produknya. Untuk keberlanjutan
kegiatan PKM, maka kegiatan PKM terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu :

1. Tahapan transfer ketrampilan, teknik dan pengetahuan perbaikan pembuatan


rengginag singkong dan pengolahan kulit singkong menjadi cemilan serta
pemasaran.
2. Tahapan pendampingan dan penguatan pemasaran.
3. Tahap Evaluasi dan Pengembangan.

F. Kelayakan pergruan tinggi

Jadwal Pelaksanaan

Kegiatan pengabdian ini direncanakan dilaksanakan selama 12 bulan dengan


uraian sebagai berikut pada Tabel 5 :

A.

Pelaksanaan (bulan ke-)


No. Uraian Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Persiapan
a. Survei usaha
b. Sosialiasasi dan
koordinasi
c. Perizinan
d. Persiapan alat dan
bahan
2. Pelaksanaan kegiatan
a. Pemasangan alat-alat
b. Uji coba alat
c. Penyuluhan dan
pelatihan perbaikan
produksi rengginang
singkong
d. Penyuluhan dan
pelatihan pengolahan
kulit singkong
e. Pelatihan pemasaran
3. Monitoring dan Evaluasi
4. Pelaporan
a. Draf laporan
b. Laporan akhir
Daftar Pustaka
Fadli, M. I., H. M Alfa’izin dan Siswandi. 2014. Perancangan Alat Teknologi Tepatguna Mesin Oven
Pengering Roti. Universitas Wijaya Putra Surabaya, Surabaya.
Glendoh, S. H. 2001. Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil. Jurnal Manajemen dan
Kewirausahaan. Universitas Kristen Petra. Vol. 3 No. 1: 1- 13.
Santri, R. T. 2012. Keripik Kulit Singkong. Stikim Amikom Yogyakarta, Yogyakarta.
Siboro, R. 2016. Reduksi Kadar Sianida Tepung Ubi Kayu (Manihot esculenta cranzt) Melalui
Perendaman Ubi Kayu dengan NaHNO3. Skripsi. Tidak dipublikasikan. Universitas Bengkulu:
Bengkulu.
Gambaran Ipteks yang akan ditranfer kepada mitra
Metode perbaikan pembuatan rengginang singkong yang akan ditransferkan ke
Desa Singasari Kec. Karanglewas Kab. Banyumas menggunakan peralatan yang memadai,
dengan proses sebagai berikut: singkong yang sudah dikupas akan diparut menggunakan
mesin pemarut, proses akan lebih singkat, hasil parutan dipress menggunakan mesin press
untuk mengurangi kadar air dalam singkong, singkong akan dcetak dalam cetakan yang
sudah dibuat sehingga ukuran dan bentuk lebih rapi dan ditempatkan pada loyang yang
sudah dibuat, direbus dan proses pengeringan mengunakan oven yang sudah kita buat.
Pengeringan menggunaka oven akan membuat hasil benar-benar kering, proses lebih
singkat, dan tidak bergantung lagi pada panas matahari atau cuaca untuk penjemuran.
Pengemasan menggunakan plastik yang tebal dan menggunakan kertas pembungkus yang
sudah dberi label atau merk dan keterangan lainnya. Proses pemasaran yanag selama ini
bekerjasama dengan pedagang masih dilanjutkan, ditambah pemasaran ke beberapa toko
oleh-oleh, pusat inkubator bisnis UMP, dan melalui media sosial seperti whattaps,
instagram, facebook dan lain-lain.

Hal yang sama dilakukan untuk pengolahan kulit singkong, setelah kulit singkong
dibersihkan dan direbus, air rebusan dapat dimanfaatkan sebagai insektisida (masih banyak
mengandung sianida). Kulit yang sudah direbus dapat di potong – potong sesuai ukuran
dan ditambah dengan bumbu dan dilakukan penggorengan. Setelah itu, bisa ditambahkan
aneka rasa, seperti rasa pedas, dan lain-lain. Selanjutnya dikemas secara menarik, dengan
mencantumkan merk dan keterangan lainnya, serta dipasarkan ke warung-warung, toko
oleh –oleh, pusat inkubator bisnis UMP dan melalui media sosial. Untuk menjamin produk
yang dihasilkan aman dilakukan izin PIRT dari Dinas Kesehatan. Selain itu akan dilakukan
pelatihan manajemen keuangan, agar usaha ini dapat berjalan secara terus menerus.
Peta Lokasi Wilayah Mitra

Jarak UMP ke desa singasari sekitar 15 KM

15 km

BAB 5 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


Anggaran biaya kegiatan PKM “perbaikan proses produksi rengginang singkong
dan pemanfaatan kulit singkong” disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4. Anggaran biaya kegiatan PKM

No Jenis Pengeluaran Biaya yang


Diusulkan (Rp)

1 Honorarium untuk pelaksana, honor operator, laboran 11.712.000

2 Bahan habis pakai untuk pembelian ATK, fotocopy, surat menyrat, 31.750.000
penyusunan laporan, cetak, penjilidan, publikasi, pulsa, internet,
bahan laboratorium, langganan jurnal, bahan pembuatan alat/mesin
bagi mitra

3 Perjalanan sosialisasi/pendampingan/seminar/akomodasi -konsumsi 5.038.000

4 Sewa kendaraan penunjang pengabdian 1.500.000

Jumlah 50.000.000

Justifikasi Anggaran Dana

Honorarium
Honor Honor/jam Waktu Minggu Honor per tahun (Rp)
(Rp) (jam/minggu) Tahun I Tahun II
Ketua 10.000 15 32 4.800.000 -
Anggota 1 8.500 12 28 2.856.000
Anggota 2 8.500 12 28 2.856.000
Petugas 6.000 10 20 1.200.000
operator alat
Sub total 11.712.000
Pembelian bahan habis pakai
Material Justifikasi kualitas Harga Harga Peralatan
pemakaian satuan (Rp) penunjang (Rp)
Tahun I Tahun II
Oven Pengeringan 1 8.700.000 8.700.000
Mesin Memarut
pemarut singkong 2 3.700.000 7.200.000
Mencetak
Cetakan singkong 200 3.000 600.000
Menaruh
singkong
yang sudah
Loyang dicetak 20 100.000 2.000.000
Alat Mematangkan 10 300.000 3.000.000
pengukus singkong
Mesin press Mengeratkan
pembungkus plastik 3 300.000 900.000
Menyaring
Saringan singkong dari
aluminium pemarutan 10 50.000 500.000
Mengupas
Pisau singkong 10 25.000 250.000
Timbangan Menimbang 5 250.000 1.250.000
Membungkus
renginang dan
makanan
Plastik ringan 1000 1.500 1.500.000
Kertas/kardus Membungkus
pembungkus produk 400 5.000 2.000.000
Mengurus
perizinan PIRT 2 500.000 1.000.000
Menunjang
ATK kegiatan 1 1.000.000 1.000.000
Materi
penyuluhan
Penggandaan dan prosedur
materi kerja 1 600.000 600.000
Penyusunan Laporan ke
laporan dikti 1 500.000 500.000
Konumikasi
dan
Pulsa internet pemasaran 1 250.000 250.000
Tanda
Spanduk kegiatan 2 250.000 500.000
Sub total 31.750.000
Perjalanan
Material Justifikasi kualitas Harga Harga Peralatan
pemakaian satuan (Rp) penunjang (Rp)
Tahun I Tahun II
Koordinasi
Koordinasi selama
(4 kegiatan (3
mahasiswa) orang) 5 300.000 1.500.000
Mahasiswa
Transport yang
mahasiswa (4 dilibatkan
orang) PKM 5 300.000 1.500.000
Transport
monitoring Kegiatan
dan evaluasi monitoring 1 500.000 500.000
Konsumsi Menunjang
kegiatan kegiatan 1 500.000 500.000
Konsumsi Monev
monev (24 kegiatan (25 1 338.000 338.000
orang) orang)
Monev Monev oleh
internal LPPM 1 500.000 500.000
Sub total 5.038.000
Sewa
Material Justifikasi kualitas Harga Harga Peralatan
pemakaian satuan (Rp) penunjang (Rp)
Tahun I Tahun II
Sewa mobil Membawa
pick up peralatan 3 500.000 1.500.000
Sub total 1.500.000
Total 50.000.000
SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN KERJA SAMA

Yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama : Suratmi
Jabatan : Ketua Pembuat Rengginang” Tani Sejahtera”
Alamat : Grumbul Damaraja Gunung, gang 2 RT 2 RW 9 desa Singasari

Menyatakan bersedia untuk bekerjasama dalam pelaksanaan kegiatan PKM, guna


menerapkan iptek dengan tujuan meningkatkan produk/jasa atau target sosial lainnya, dengan
:
Nama Ketua Tim Pengusul : Arif Mulyanto, M.Si
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Bersama ini pula kami nyatakan dengan sebenarnya bahwa diantara kami dan pelaksana
kegiatan program tidak ada ikatan keluarga dan ikatan usaha dalam bentuk apapun juga.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tanpa ada
unsur pemaksaan di dalam pembuatannya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui, Singasari, 20 Agustus 2018


Ketua RT 2 RW 9 Yang membuat pernyataan,

Suharno Suratmi
SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN KERJA SAMA

Yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama : Munah
Jabatan : Perwakilan Pembuat Makanan Ringan
Alamat : Grumbul Damaraja Gunung, RT 3 RW 9 desa Singasari

Menyatakan bersedia untuk bekerjasama dalam pelaksanaan kegiatan PKM, guna


menerapkan iptek dengan tujuan meningkatkan produk/jasa atau target sosial lainnya, dengan
:
Nama Ketua Tim Pengusul : Arif Mulyanto, M.Si
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Bersama ini pula kami nyatakan dengan sebenarnya bahwa diantara kami dan pelaksana
kegiatan program tidak ada ikatan keluarga dan ikatan usaha dalam bentuk apapun juga.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tanpa ada
unsur pemaksaan di dalam pembuatannya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui, Singasari, 20 Agustus 2018


Ketua RT 3 RW 9 yang membuat pernyataan,

Karsito Munah