Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN HASIL PKL

PELATIHAN AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS ANGKATAN II

TAHUN 2018

Disusun oleh

Kelompok Ayam Bangkok

1. Ahmad khaeron 6.Kusno


2. Najmia 7. Zainal Solikin
3. Paryanto 8. Nardiyanto
4. Lilik wardiyanti 9. Sholihin
5. Sadat 10. M. Eri Mustofa

BPSDM Nak - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan - Provinsi Jateng

Tahun 2018

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Produksi peternakan ayam broiler dewasa ini berkembang sangat pesat
seiring dengan semakin meningkatnya permintaan pasar terhadap ayam broiler.
Permintaan yang tinggi ini tentunya harus selalu diimbangi dengan perbaikan
manajemen dalam pemeliharaan ayam broiler. Perbaikan kualitas pakan dan
upaya menciptakan lingkungan kandang yang nyaman merupakan salah satu
faktor penting dalam perbaikan manajemen pemeliharaan ayam broiler.
Usaha peternakan ayam broiler merupakan salah satu usaha yang potensial
untuk menghasilkan daging dan meningkatkan konsumsi protein bagi masyarakat.
Ayam broiler tumbuh dengan cepat dan dapat dipanen dalam waktu yang singkat.
Keunggulan genetik yang dimiliki ayam broiler dan pemberian pakan yang baik
mampu menampilkan performa produksi yang maksimal. Selain faktor genetik
dan pakan, lingkungan kandang mempunyai peran yang besar dalam menentukan
performa broiler dan keuntungan yang diperoleh peternak.
Ayam broiler adalah ayam muda yang biasanya dipanen pada umur sekitar
5- 6 minggu dengan tujuan sebagai penghasil daging. Sehubungan dengan waktu
panen yang relatif singkat, maka jenis ayam broiler ini harus tumbuh cepat, dada
lebar disertai timbunan daging. Hal tersebut dapat dicapai dengan manajemen
pemeliharaan yang baik dan didukung kualitas ransum yang tinggi.
Pakan merupakan bagian terpenting dalam suatu usaha peternakan
khususnya peternakan ayam broiler. Pakan merupakan unsur penting untuk
menunjang kesehatan, pertumbuhan dan suplai energi sehingga proses
metabolisme dapat berjalan dengan baik serta tumbuh dan berkembang dengan
baik.

2
Selain memperhatikan nutrisi dalam pakan untuk memenuhi kebutuhan
energi ayam broiler, peternak juga harus memperhatikan aspek-aspek yang dapat
merugikan peternak seperti timbulnya penyakit yang dapat menyerang ternak
yang dipelihara. Dalam dunia peternakan istilah dalam pencegahan penyakit
biasanya disebut dengan Biosecurity. Salah satu upaya yang dapat dilakukan
untuk mencegah timbulnya penyakit yaitu dengan melakukan sanitasi kandang,
pemberian obat-obatan dan vitamin serta melakukan vaksinasi secara teratur seuai
aturan dari perusahaan ataupun jadwal yang telah ditetapkan.
Tujuan dan Kegunaan Praktek Kerja Lapang ( PKL )
1. Tujuan PKL
Adapun tujuan dari pelaksanaan PKL ini antara lain :
a. Untuk mengetahui proses pelaksanaan peternakan ayam broiler secara
keseluruhan dari awal sampai panen
b. Untuk mengetahui cara pemberian pakan dan pencegahan penyakit
dipeternakan ayam broiler.
c. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi pada peternak ayam
broiler dan bagaimana cara mengatasinya.

2. Kegunaan PKL
Adapun kegunaan dari PKL ini antara lain:
a. Memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja dalam bidang peternakan
ayam broiler
b. Sebagai acuan untuk melakukan usaha peternakan ayam broiler sehingga
meningkatkan keberanian dan keinginan berwirausaha
c. Belajar mengatasi masalah yang dihadapi dalam melakukan usaha.
d. Menjadikan Peserta yang memiliki kemampuan profesional dengan tingkat
pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam mengelola usaha
peternakan sehingga menumbuhkan jiwa enterprenuer.

3
BAB II

PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANG (PKL)

A. Waktu dan Lokasi Kegiatan


Praktek kerja lapang ( PKL) ini dilaksanakan pada tanggal 26 April
2018 yang dilakukan di Kelompok Tani Ternak (KTT) “MAJU MAKMUR
FARM “ yang bertempat di Desa Karang sari Bawang Batang-Jateng

B. Metode Pelaksanaan
1. Sebelum melakukan kegiatan PKL ini terlebih dahulu melakukan survey
lokasi PKL dan mengamati kondisi atau keadaan usaha peternakan ayam
broiler
2. Sebelim memasuki kandang peserta harus melewati tempat sterilisasi
3. Mengecek tempat pakan dan tempat air minum..
4. Melihat langsung dan bertanya kepada penyuluh

C. Bentuk Kegiatan
Kegiatan praktek kerja lapang ini dilakukan dalam bentuk Kunjungan
dan ada sesi tanya jawab dengan peternak dengan maksud untuk menambah
wawasan dan pengalaman dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan dalam mengelola usaha peternakan ayam broiler sehingga
dapat menerapkan dalam melakukan usaha/beternak. Kegiatan ini
dilaksanakan Di Desa Karang sari bawang Batang-Jateng

a. Persediaan Tempat Minum


Tempat minum (galon air minum) ayam merupakan benda untuk
menampung air minum agar ayam mudah untuk meminumnya. Tempat
minum ayam yang otomatis tersusun atas pelampung untuk
menyeimbangkana, penampung air, klep otomatis, dan selang untuk
menyalurkan air serta bak penampung air dalam skala besar. Pada
metode pemberian air minum menggunakan galon otomatis ini, bak

4
penampung air yang selalu terisi agar air selalu mengalir sehingga ayam
tidak kehabisan air minum.
Pada saat ayam masih umur 0-11 hari tempat minum diletakkan
dilantai namun setelah ayam berumur <11 hari sampai selanjutnya
tempat minum disesuaikan dengan tinggi ayam yaitu diatas tembolok
sehingga tempat minum tidak cepat kotor.
Tempat air minum menggunakan Nipple.
b. Tempat pakan sudah otomatis
Tempat pakan merupakan tempat untuk meletakkan pakan agar
selalu tersedia sehingga ayam tidak kekurangan pakan. Tempat pakan
pada ayam broiler ada 2 bentuk, yaitu bentuk baki dan ada tempat
pakan yang digantung. Tempat pakan model baki digunakan pada saat
ayam berumur 0-12 hari, sedangkan tempat pakan yang digantung
dipakai pada saat berumur 12 hari sampai dengan selanjutnya. Pada saat
ayam berumur 0-5 hari tempat pakan yang digunakan yaitu tempat
pakan bentuk baki, baru setelah berumur 6 hari maka tempat pakan
ditambahkan dengan alas tempat pakan yang digantung. Selanjutnya
pada saat berumur 7-11 dilakukan penggantian tempat pakan bentuk
baki dengan alas tempat pakan model gantung secara bertahap sampai
tempat pakan model baki habis. Barulah pada saat ayam berumur 12
hari tempat pakan ditambahkan dan tempat pakan semuanya digantung.
Tujuan untuk mengganti tempat pakan bentuk baki dengan tempat
pakan model gantung, yaitu untuk membiasakan ayam untuk makan
ditempat pakan model gantung.

1. Proses Produksi
a. Pemberian Sorbitol (Diganti Air Gula)
Pemberian air gula dilakukan pada saat DOC datang dan dilepas
pada ruangan indukan (brooder). Tujuan diberikannya air gula yaitu
untuk menambah tenaga/energi bagi DOC yang baru datang sehingga
daya tahan tubuh menjadi meningkat.

5
b. Pemberian pakan
Pakan merupakan bagian terpenting dalam suatu usaha peternakan
khususnya peternakan ayam broiler. Pakan merupakan unsur penting
untuk menunjang kesehatan, pertumbuhan dan suplai energi sehingga
proses metabolisme dapat berjalan dengan baik serta tumbuh dan
berkembang dengan baik. Menurut (Rasyaf, 1994), Protein, asam amino,
energi, vitamin, mineral harus dipenuhi agar pertumbuhan yang cepat itu
dapat terwujud tanpa menunggu fungsi- fungsi tubuhnya secara normal.
Dari semua unsur nutrisi itu kebutuhan energi bagi ayam broiler sangat
besar.
Suprijatna et al. (2005) menyatakan bahwa pakan adalah
campuran dari berbagai macam bahan organik maupun anorganik untuk
ternak yang berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan zat-zat makanan
dalam proses pertumbuhan. Pakan ayam broiler merupakan susunan
ransum yang disusun untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok maupun
untuk pertumbuhan ayam broiler sampai ayam dipanen. Jenis pakan
ayam broiler dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pakan jenis
S10, S12, dan S12. Pakan jenis S10 diberikan untuk ayam umur 0-11
hari, pakan jenis S11 diberikan untuk ayam umur 12-18 hari, sedangkan
pakan jenis S12 diberikan untuk ayam umur 19 hari sampai panen.
Pada saat ayam broiler umur 0-11 hari pakan diberikan secara
kontinue agar pakan yang tersedia ditempat pakan tidak habis.
Sedangkan pada saat ayam berumur 12 hari sampai dengan panen,
pemberian pakan dilakukan secara teratur yaitu setiap pagi dan sore hari.
Pakan untuk DOC diletakkan ditempat pakan khusus untuk DOC yang
bentuknya seperti nampan, sedangkan pakan untuk ayam dewasa
diletakkan dalam tempat pakan yang digantungkan dan pemberian
dilakukan 2 kali sehari pada jam 06.00 WIB dan 16.00 WIB. Rasyaf
(1992) menyatakan bahwa frekuensi pemberian pakan dua sampai tiga
kali sehari akan menguntungkan secara teknis maupun ekonomis dalam
pengelolaan pakan ayam. Pemberian ransum secara adlibitum supaya
pertumbuhan ayam dapat berjalan cepat (Fadilah, 2004).

6
c. Pencegaan Penyakit
Dalam dunia peternakan pencegahan terhadap penyait
mempunyai istilah biosecurity. Asal kata biosekuritas adalah dari kata
asing biosecurity yaitu bio artinya hidup dan security artinya
perlindungan atau pengamanan. Jadi biosecurity adalah sejenis program
yang dirancang untuk melindungi kehidupan. Dalam arti yang sederhana
kalau untuk peternakan ayam adalah membuat kuman atau agen penyakit
jauh dari tubuh ayam dan menjaga ayam jauh dari kuman.
Menurut Wingkel (1997) biosecurity merupakan suatu sistem
untuk mencegah penyakit baik klinis maupun subklinis, yang berarti
sistem untuk mengoptimalkan produksi unggas secara keseluruhan, dan
merupakan bagian untuk mensejahterakan hewan (animal welfare). Pada
awalnya konsep biosecurity diterapkan untuk menghasilkan unggas yang
bebas penyakit tertentu (spesific patogen free) untuk keperluan
penelitian secara eksperimental. Tetapi saat ini telah diterapkan pada
berbagai jenis peternakan sebagi upaya praktis untuk mencegah
masuknya organisme penyebab penyakit (patogen) dari luar ke dalam
peternakan.
Banyak cara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya
penyakit pada ternak unggas, diantaranya adalah:
 Sanitasi Kandang (Pencucian Kandang)
Pencucian kandang bertujuan untuk membersihkan kandang dari
sisa-sisa kotoran ayam sebelumnya agar bibit-bibit penyakit yang tersisa
tidak menular pada bibit ayam yang akan diternakkan. Penyemprotan
kandang bertujuan untuk menetralkan atau mensterilkan kandang dari
virus atau bakteri yang masih tertinggal dari ayam sebelumnya sehingga
kemungkinan ayam tertular penyakit dari kandang/lingkungan lebih
kecil.
Pencucian kandang ayam broiler bisa dilakukan secara total atau
menyeluruh. Secara total artinya dilakukan terhadap seluruh kandang
secara lengkap dari bagian atas sampai ke bawah. Hal ini dilakukan

7
setiap akhir produksi atau sebelum periode selanjutnya. Pencucian bisa
juga secara parsial biasanya dilakukan tidak menyeluruh, tetapi hanya
bagian bawah (lantai) dan sekitarnya.
Cara pencucian secara menyeluruh bisa dilakukan sebagai berikut:

- Membersihkan atau membuang kotoran ternak baik yang masi ada


dilantai kandang maupun dibawah panggung.

- Sapulah dengan bersih dari atas sampai dasar kandang atau lantai,
termasuk seluruh rangkaian kabel listrik, dan kisi-kisi jendela.
Lepaskan lampu-lampu bohlam bersihkan dan ganti yang sudah
putus dengan yang baru.

- Gosok, sikat dan bersihkan seluruh instalasi air, tempat makanan,


dan peralatan lainnya. Keluarkan peralatan seperti brooder guard,
tempat minum, tempat makan, dari kandang, lalu rendam, sikat,
bersihkan dan desinfeksi sebelum dipakai lagi untuk flok ayam
berikutnya.

- Setelah lantai kering dan bersih maka liter baru dan peralatan
kandang untuk DOC yang baru dapat dipasang dan disebar merata.
Liter umumnya berupa sekam atau tatal dengan ketebalan 10 cm
(minimal 8cm).

D. Manfaat PKL
a. Bagi Peserta
Manfaat Praktek kerja Lapang (PKL) bagi Peserta diantaranya :
1. Memberikan pengetahuan tentang tatacara beternak ayam broiler
sesuai dengan pengalaman peternak.
2. Mengasah ketrampilan Peserta dalam melakukan wira usaha dibidang
peternakan ayam broiler.
3. Peserta dapat mengetahui baik secara langsung maupun tidak
langsung permasalahan yang ditimbulkan dalam peternakan ayam
broiler dan cara mengatasi masalah tersebut.

8
BAB III

GAMBARAN UMUM LOKASI PKL

A. Keadaan Umum Peternakan


Identitas Peternakan
 Nama perusahaan : Kelompok Tani Ternak (KTT) “MAJU MAKMUR
FARM” Kabupaten Batang
 Bentuk perusahaan : Kemitraan
 Bidang usaha : Peternakan ayam Broiler
 Tahun didirikan : Sudah 7-8 Periode
 Letak perusahaan : Di Desa Karang sari bawang Batang-Jateng

B. Gambaran Umum Peternakan

1. Lokasi Geografis Peternakan


 Peternakan ayam broiler ini terletak di Desa Karang sari bawang Batang-
Jateng
geografis :
 sebelah utara : Bukit
 sebelah timur : Bukit
 sebelah selatan : Bukit
 sebelah barat : Bukit

2. Topografi
Peternakan ayam broiler ini terletak di salah satu wilaya Desa
Karang sari bawang Batang-Jateng cukup jauh dari pemukiman
penduduk. menurut Ketentuan yang telah ditetapkan oleh direktorat
jendral Peternakan No. 774/ KPTG/ DJP/ DEPTAN/ 1982, bahwa jarak
kandang ke pemukiman penduduk minimal 250 meter, jadi berdasarkan
keputusan Dirjen peternakan tersebut maka dapat dikatakan bahwa letak
peternakan ini memiliki kekuatan hukum dari segi tata letak dan tidak

9
mengkhawatirkan akan mengganggu kesehatan masyarakat serta ternak
itu sendiri.
3. Perkandangan
Kandang yang digunakan oleh peternakan ayam broiler ini sudah
memenuhi persyaratan perkandangan sesuai dengan persyaratan umum
kandang. Adapun type perkandangannya Clouse house dengan Panjang :
120 x 12 m2, Tinggi : 190/ lantai ke arah Plafon. Kandang memilliki dua
lantai/Tingkat (double deck) dengan ber-atap Galvalum serta tiang dari
Besi, di dalam kandang ada Blower Pabrikan berjumlah 9..
Berikut adalah gambaran perkandang peternakan ayam broiler ini:

a. Letak kandang
- Letak kandang ditengah persawahan
- Tidak berdekatan dengan bangunan umum atau perumahan
- Tidak mengganggu kesehatan lingkungan
- Jarak dari jalan umum yaitu sekitar 200-300m
b. Konstruksi
- Kuat dan mudah dibersihkan
- Memiliki sirkulasi udara yang baik, tidak lembab
- Mampu keamanan ternak dari pencurian
- Penataan kandang dengan perlengkapannya memberikan
kenyamanan pada ternak serta memudahkan petugas dalam
memberi pakan dan minum serta memudahkan dalam penanganan
kesehatan ternak
- Panjang dan lebar kandang yaitu 16 x 8 m dengan 15 buah tiang.
c. Kerangka
- Terbuat dari besi
d. Atap
- Dari Galvalum

4. Sistem kemitraan dan Pemasaran

10
Konsep kemitraan dengan sistem kontrak atau yang lebih dikenal masyarakat
dengan sistem kemitraan adalah perusahaan inti berkewajiban menyediakan
sapronak (pakan, DOC, dan OVK) dan tenaga pembimbing teknis (PPL, dokter
hewan), sedangkan peternak yang bertindak sebagai mitra berkewajiban
menyediakan kandang, peralatan, operasional, dan tenaga kerja. Kerja sama
tersebut dituangkan dalam dokumen kontrak yang disepakati kedua belah pihak.
Isi dokumen kontrak tersebut antara lain kontrak harga sapronak, harga jual ayam,
bonus prestasi, dan SOP atau aturan main kerja samanya

Keuntungan dari sistem kontrak adalah peternak mendapat jaminan pemasaran


dan kepastian harga ayam, selain mendapat bantuan modal kredit sapronak dan
bimbingan teknis. Peternak hanya fokus dalam beternak dan berusaha semaksimal
mungkin agar performance ayam optimal. Peternak tidak memikirkan fluktuasi
harga karena yang dipakai dalam perhitungan laba rugi adalah harga kontrak.

Kelemahan sistem kontak adalah keuntungan peternak relatif lebih tipis karena
ada tambahan harga sapronak (untuk keuntungan inti). Selain itu, ketika harga di
atas nilai kontrak, harga ayam dalam perhitungan rugi laba tetap menggunakan
harga kontrak yang berlaku meskipun biasanya ada kebijaksanaan dari inti
(tergantung kesepakatan/kontrak awal) Dalam satu tahun, realisasi di lapangan
tidak selamanya kedua belah pihak memperoleh keuntungan. Bisa jadi ketika inti
memperoleh keuntungan (dari penjualan sapronak dan selisih harga pasar), mitra
mengalami kerugian. Sebaliknya, ada kalanya mitra untung, tetapi inti mengalami
kerugian. Untuk itu, hendaknya antara mitra dan inti bisa saling memahami satu
sama lain sehingga terjalin kerja sama yang saling menguntungkan karena ada
kalanya untung dan ada kalanya rugi, baik pihak inti maupun plasma.

Perusahaan inti bisa mengalami kerugian dalam sistem kemitraan kontrak. Berikut
beberapa kondisi perusahaan inti menjadi rugi.

1) Harga pasar ayam hidup jatuh jauh di bawah harga pokok produksi inti. Pihak
inti tidak bisa menurunkan harga garansi karena inti sudak terikat kontrak harga
sebelum proses pemeliharaan dimulai.

11
2) Peternak mitra berbuat curang denganmemanipulasi hasil panen, menjual ayam
tanpa sepengetahuan pihak inti, dan memakai sebagian sapronak dari luar (bukan
dari inti sesuai dengan perjanjian).

3) Peternak tidak mau membayar hutang saat mengalami kerugian yang


menimbulkan adanya hutang dari mitra kepada inti.

Adapun mitra akan mengalami kerugian jika beberapa kondisi berikut.

1) Performance ayam jelek karena sakit atau pertumbuhan tidak optimal sehingga
hasil penjualan ayam tidak bisa menutupi hutang sapronak. Selisih antara biaya
sapronak dan penjualan ayam adalah kerugian peternak yang harus dilunasi
kepada pihak inti. Selain itu, mitra rugi dari biaya operasional yang telah terpakai.

2) Terjadi pencurian atau bencana lain yang disebabkan oleh kelalaian peternak
mitra. Untuk kejadian yang disebabkan oleh kelalaian, pihak mitra tetap
berkewajiban membayar hutang sapronak kepada inti.

Beberapa kondisi yang mengakibatkan kerugian kedua belah pihak, baik inti
maupun plasma (mitra), sebagai berikut.

1) Terjadinya force major, seperti gempa bumi dan banjir bandang yang
menyebabkan semua atau sebagian besar ayam mati. Biasanya dalam keadaan
force major, mitra tidak berkewajiban membayar kerugian. Kedua-duanya rugi.
Mitra rugi biaya operasional, sedangkan perusahaan inti rugi karena sapronak
yang telah dikeluarkan tidak dibayar. Ketentuan ini biasanya sudah dituangkan
dalam pasal di dalam perjanjian kerja sama yang telah disepakati bersama.

2) Kondisi ayam sakit sehingga harga jual ayam jauh di bawah dari harga kontrak.
Meskipun ada perjanjian potong harga jika ayam sakit, terkadang besarnya
potongan belum bisa menutupi kerugian bagi inti. Demikian juga bagi mitra,
kondisi ayam sakit (FCR membengkak) mengakibatkan penjualan ayam tidak bisa
menutupi hutang sapronak.

12
Setiap perusahaan inti atau poultry shop mempunyai SOP masing-masing, tetapi
model konsep SOP kerja sama kemitraan yang umum digunakan sebagai berikut.

1) Perusahaan inti bertanggung jawab untuk menyediakan sarana produksi, seperti


DOC, pakan, OVK (obat, vaksin, dan vitamin) kepada peternak plasma.

2) Plasma bertanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana kandang beserta


perlengkapannya, termasuk biaya operasional dan tenaga kerja untuk
pemeliharaan sapronak yang disediakan inti.

3) Plasma tidak diperkenankan menggunakan tambahan sapronak di luar


perjanjian yang sudah disepakati.

4) Perusahaan inti berkewajiban untuk memasarkan kembali seluruh hasil panen


dari sapronak yang dibudidayakan oleh peternak plasma tersebut dengan harga
jual yang telah disepakati kedua belah pihak.

5) Status sapronak yang didapat oleh peternak plasma adalah hutang dari
perusahaan inti dengan diterapkannya harga beli kontrak. Adapun status ayam
yang dipanen adalah piutang peternak plasma kepada perusahaan inti dengan
diterapkannya harga jual bergaransi.

Sumber: Buku Panduan Lengkap Ayam Broiler

BAB IV

PERMASALAHAN DAN PEMECAHANNNYA

13
1. Performance ayam

Performance ayam dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain penyakit, kondisi
cuaca, kualitas DOC, dan kualitas pakan yang fluktuatif, dan manajemen
pemeliharaan. Manajemen pemeliharaan merupakan faktor terbesar (sekitar 50%)
yang mempengaruhi performance ayam. Performance berhubungan dengan break
event point (BEP) atau biaya pokok produksi.

Semakin bagus performance, berarti biaya produksi semakin kecil sehingga


keuntungansemakin besar. Biasanya yang menjadi patokanutama performance
adalah FCR karena 70%biaya produksi adalah pakan. Usaha bisa mengalami
kerugian jikaperformance jelek, seperti FCR bengkak karena tingkat kematian
yang tinggi. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan untuk membayar pakan
tidaksebanding dengan bobot ayam yang dihasilkansehingga terjadi kerugian.

BAB V

KESIMPULAN
Kesimpulan
Ayam merupakan salah satu ternak yang potensial di daerah kita,dilihat dari segi
konsumsi masyarakat dan kebutuhan masyarakat akan daging dan telur ayam
sangat tinggi karena hamper setiap hari dikonsumsi,sehingga beternak ayam
adalah salah satu peluang bisnis yang sangat menguntungkan jika kita mau
menekuninya dengan sungguh – sungguh.
Sistem manajemen pemeliharaan yang dilakuukan di KTT MAJU MAKMUR
FARM sudah cukup bagus secara keseluruhan.
Beternak ayam juga memerlukan profesionalisme dan dedikasi yang penuh
terhadap peternakan ayamnya, agar hasil yang didapat juga maksimal dan sangat
memuaskan. Dalam arti kita mendapat keuntungan dari sisi ekonomi dan juga kita
akan mendapatkan kepuasan batin dan itu merupakan kebanggaan tersendiri dari
diri kita atas usaha yang kita tekuni.

14
LAMPIRAN

LAMPIRAN FOTO KEGIATAN

15
16
17