Anda di halaman 1dari 208

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

(RPP)

A. Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Cepu


Mata Pelajaran : Administrasi Umum
Kompetensi Keahlian : OTKP, AKL, BDP, dan APH
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 2 x 45’

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti :
1. Pengetahuan
KI 3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kajian/ kerja administrasi umum pada tingkat
teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora, dalam konteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat
nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
kajian/ kerja administrasi umum. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan
dengan mutu dan kualitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi
kerja. Menunjukkan keterampilan, menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif
dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah kongkret
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

1
Kompetensi Dasar
1. KD pada KI Pengetahuan
3.1 Memahami administrasi
2. KD pada KI Keterampilan
4.1 Melakukan pengelompokaan jenis jenis administrasi

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Indikator KD pada KI pengetahuan
a. Menjelaskan pengertian administrasi perkantoran
b. Menyebutkan Unsur-unsur Administrasi Perkantoran
c. Menjelaskan ruang lingkup administrasi perkantoran
d. Menyebutkan tujuan administrasi perkantoran
2. Indikator KD pada KI keterampilan
a. Mengelompokkan jenis-jenis administrasi
b. Mempresentasikan jenis-jenis administrasi

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu:
1. menjelaskan pengertian administrasi perkantoran dengan sistematis.
2. menyebutkan unsur-unsur administrasi perkantoran.dengan percaya diri.
3. menyebutkan ruang lingkup administrasi perkantoran.dengan lengkap.
4. menyebutkan tujuan administrasi perkantoran.dengan jelas.
5. melakukan pengelompokan jenis-jenis administrasi sesuai klasifikasinya dengan
benar
6. mempresentasikan jenis-jenis administrasi dengan percaya diri.

E. Materi Pembelajaran
Memahami Administrasi Perkantoran
 Pengertian kantor dan administrasi perkantoran
 Unsur-unsur Administrasi Perkantoran
 Ruang lingkup administrasi perkantoran
 Tujuan administrasi perkantoran
 Jenis-jenis administrasi

2
F. Pendekatan, Strategi dan Metode
a. Pendekatan : Saintifik
b. Model : Discovery Learning
c. Metode : Diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan

G. Kegiatan Pembelajaran
. 1. Pertemuan Kesatu :
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (15 menit )
 Guru mengucapkan salam
 Guru memperkenalkan diri
 Guru menyampaikan silabus mata pelajaran dan KKM
 Guru membuka kegaitan pembelajaran
 Siswa diberikan pengantar tentang materi tentang pengertian kantor dan
administrasi perkantoran
 Siswa diberi kesempatan menanyakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan
pengertian kantor dan administrasi perkantoran)
b. Kegiatan Inti (65 menit )
 Siswa mencari materi tentang Pengertian Kantor, Pengertian Administrasi
Perkantoran
 Siswa membuat kelompok diskusi , 1 kelompok @ 8 anak. Siswa bergantian
diskusi dilanjutkan Guru memberikan pembahasan materi
 Siswa mengerjakan soal tentang pengertian kantor dan Administrasi
perkantoran
 Guru memberikan tugas kepada siswa tentang pengertian kantor dan
administrasi perkantoran.
 Guru mengamati proses jalannya pemelajaran dari awal sampai akhir dengan
disertai penilaian sikap.
c. Penutup (10 menit )
 Siswa bersama guru menyimpulkan materi pengertian kantor dan administrasi
perkantoran

3
 Pembelajaran ditutup dengan doa.

2. Pertemuan Kedua :
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit )
 Guru mengucapkan salam dan membuka kegaitan pembelajaran
 Siswa diberikan pengantar tentang materi unsur-unsur administrasi dan ruang
lingkup administrasi kantor
 Siswa disuruh menanyakan tentang materi unsur-unsur administrasi dan ruang
lingkup administrasi kantor
b. Kegiatan Inti ( 70 menit )
 Siswa mencari materi tentang materi unsur-unsur administrasi dan ruang lingkup
administrasi kantor
 Siswa diminta membuat kelompok diskusi , 1 kelompok @ 8 anak. Anak
bergantian diskusi dilanjutkan Guru memberikan pembahasan materi
 Siswa mengerjakan soal tentang materi unsur-unsur administrasi dan ruang
lingkup administrasi kantor
 Guru memberikan tugas kepada siswa tentang materi unsur-unsur administrasi
dan ruang lingkup administrasi kantor
 Guru mengamati proses jalannya pemerlajaran dari awal sampai akhir dengan
disertai penilaian sikap.
c. Penutup (10 menit )
 Siswa bersama guru menyimpulkan materi unsur-unsur administrasi dan ruang
lingkup administrasi kantor
 Pembelajaran ditutup dengan doa.

3. Pertemuan Ketiga :
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit )
 Guru mengucapkan salam dan membuka kegiatan pembelajaran
 Siswa diberikan pengantar tentang materi tujuan administrasi perkantoran
b. Kegiatan Inti (70 menit )
 Siswa mencari materi tentang tujuan administrasi perkantoran

4
 Siswa diminta membuat kelompok diskusi , 1 kelompok @ 8 anak. Anak
bergantian diskusi dilanjutkan Guru memberikan pembahasan materi
 Siswa mengerjakan soal tentang tujuan administrasi perkantoran
 Guru memberikan tugas kepada siswa mengelompokkan jenis-jenis administrasi
dan mempresentasikannya
 Guru mengamati proses jalannya pemerlajaran dari awal sampai akhir dengan
disertai penilaian sikap.
c. Penutup (10 menit )
 Guru bersama siswa menyimpulkan materi tujuan administrasi perkantoran dan
jenis-jenis administrasi perkantoran
 Pembelajaran ditutup dengan doa.

H. Alat/Bahan dan Media Pembelajaran


1. Alat/Bahan : Komputer/Laptop, HP
2. Media Pembelajaran
Menggunakan gambar-gambar tema administrasi perkantoran, internet, Tata Usaha

I. Sumber Belajar
1. Buku Pengantar Administrasi Perkantoran karangan Sri Mulyani, Penerbit Erlangga
2. Buku Administrasi Perkantoran karangan Ika Widiyanti, Penerbit Yudhistira
Cetakan 2014
3. Buku Administrasi Perkantoran karangan Riane Aulia, SE, Penerbit CV Rizeva
Utama, 2013

J. Instrumen dan Teknik Penilaian Pembelajaran


Kisi-kisi: (terlampir)

Indikator
Kompetensi Tujuan Jenis
Pencapaian Indikator Soal THB Soal
Dasar Pembelajaran Soal
Kompetensi

a. Teknik Penilaian

5
1. Tertulis
2. Portofolio
b. Instrumen Penilaian (Terlampir)

Tes tertulis :
a. Jelaskan pengertian kantor !
b. Jelaskan pengertian adminstrasi perkantoran !
c. Sebutkan unsur-unsur administrasi!
d. Jelaskan ruang lingkup administrasi perkantoran !
e. Tuliskan tujuan administrasi perkantoran menurut G.R Terry!
f. Jelaskan jenis-jenis administrasi!

Norma penilaian:
Kriteria Penskoran :
No. Soal Skor
1 10
2 10
3 20
4 20
5 20
6 20

Jadi skor ideal = 100

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

Kunci jawaban:

Tes keterampilan
Bentuklah sebuah kelompok 6 orang, Diskusikan kegiatan-kegiatan administrasi yang
anda ketahui. Amati kegiatan administrasi yang dilakukan di sekolah. Buatlah laporan
6
dari hasil pengamatanmu tersebut dan presentasikanlah di depan kelas dan hasil diskusi
dikumpulkan (Portofolio).

PENILAIAN KETERAMPILAN
 KRITERIA PENILAIAN PRODUK DESAIN PROMOSI
Aspek yang dinilai Skor
Ketepatan Ketepatan
No. Nama/Kelompok Tampilan ketatabahasaan
sasaran waktu Perolehan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Keterangan :
Point Keterangan Aspek Yang Dinilai
Tampilan Ketatabahasaan Ketepatan sasaran Ketepatan waktu
1 Kurang menarik Kurang sistematis Kurang tepat Kurang tepat
2 Cukup menarik Cukup sistematis Cukup tepat Cukup tepat
3 Menarik Sistematis Tepat Tepat
4 Sangat menarik Sangat sistematis Sangat tepat Sangat tepat

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

7
RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN
(RPP)

K. Nama Sekolah : SMK N 1 Cepu


Mata Pelajaran : Administrasi Umum
Kompetensi Keahlian : OTKP, AKL, BDP, APH
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2018 / 2019
Alokasi Waktu : 4 x 2 JP

L. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti :
3. Pengetahuan
KI 3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kajian/ kerja administrasi umum pada tingkat
teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora, dalam konteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat
nasional, regional, dan internasional.
4. Keterampilan
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
kajian/ kerja administrasi umum. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan
dengan mutu dan kualitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi
kerja. Menunjukkan keterampilan, menalar, mengolah, dan menyaji secara

8
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif
dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah kongkret
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
2. KD pada KI Pengetahuan
3.2 Menganalisis Jabatatan, tugas dan uraian pekerjaan pada kegiatan administrasi.
3. KD pada KI Keterampilan
4.2 Membuat uraian tugas setiap tingkatan jabatan pada kegiatan administrasi
M. Indiakator Pencapaian Kompetensi

1. Menjelaskan pengertian analisis jabatan

2. Menjelaskan tujuan analisis jabatan

3. Metode analisis jabatan

4. Mengamati tugas jabatan administrasi yang ada di lingkungan sekitar

5. Menyebutkan Tugas dan uraian pekerjaan pada jabatan administrasi


6. Menyusun uraian tugas setiap tingkatan jabatan pada kegiatan administrasi

N. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta didik mampu:
7. Memahami pengertian analisa jabatan dengan benar
8. Menjelaskan tujuan analisis jabatan dengan runtut dan benar
9. Memahami metode analisis jabatan dengan sungguh-sungguh
10. Mengamati tugas jabatan administrasi di lingkungan sekitar dengan sungguh-sungguh
11. Menyebutkan tugas dan uraian pekerjaan pada jabatan administrasi dengan lengkap
dan benar
12. Menyusun uraian tugas setiap tingkatan jabatan pada kegiatan administrasi dengan
runtut dan benar

9
O. Materi Pembelajaran

a. Pengertian analisis jabatan

b. Tujuan analisis jabatan

c. Metode analisis jabatan

d. Tugas jabatan administrasi yang ada di lingkungan sekitar

e. Tugas dan uraian pekerjaan pada jabatan administrasi


f. Uraian tugas setiap tingkatan jabatan pada kegiatan administrasi

P. Pendekatan, Strategi dan Metode


a. Pendekatan : Saintifik
b. Model : Discovery Learning
c. Metode : Diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan

Q. Kegiatan Pembelajaran
. 1. Pertemuan Pertama :
Kegiatan Pendahuluan : 10 menit

1. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar
yaitu kerapian dan kebersihan ruang kelas
2. Guru menyampaikan salam dan selanjutnya peserta didik menjawab.
3. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin do’a sebelum memulai pelajaran.
4. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam
mengikuti pembelajaran.
5. Guru menyampaikan informasi cakupan materi pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
7. Guru menyampaikan rancangan penilaian
8. Guru menyampaikan pengantar tentang materi tentang pengertian Analisa
Jabatan
9. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan tentang hal-
hal yang berkaitan dengan pengertian dan tujuan analisa jabatan.

10
Kegiatan Inti (65 menit )
 Guru mengarahkan peserta didik untuk mencari materi tentang Pengertian
Analisa Jabatan
 Peserta didik mencari materi tentang Pengertian Analisa Jabatan
 Guru memberikan tugas untuk membentuk kelompok diskusi , 1 kelompok 6
anak. Peserta didik bergantian diskusi dilanjutkan Guru memberikan
pembahasan materi
 Peserta didik membuat kelompok diskusi , 1 kelompok 6 anak. Setiap kelompok
bergantian menyampaikan hasil diskusi dan kelompok yang lain menanggapi.
 Guru membahas hasil presentasi peserta didik
 Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk mengerjakan soal tentang
pengertian dan tujuan analisa jabatan
 Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan guru
 Guru mengamati proses jalannya pemelajaran dari awal sampai akhir dengan
disertai penilaian sikap.

Penutup (10 menit )


1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pengertian dan tujuan analisa
jabatan
2. Pembelajaran ditutup dengan doa.

2. Pertemuan Kedua :
Kegiatan Pendahuluan : 10 menit

1. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar
yaitu kerapian dan kebersihan ruang kelas
2. Guru menyampaikan salam dan selanjutnya peserta didik menjawab.
3. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin do’a sebelum memulai pelajaran.
4. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam
mengikuti pembelajaran.
5. Guru menyampaikan informasi cakupan materi pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

11
7. Guru menyampaikan rancangan penilaian
8. Guru menyampaikan pengantar tentang materi tentang metode analisis dan
tugas jabatan administrasi
9. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan tentang hal-
hal yang berkaitan dengan metode analisis dan tugas jabatan administrasi.

Kegiatan Inti (65 menit )

1. Guru mengarahkan peserta didik untuk mencari materi tentang metode analisis dan
tugas jabatan administrasi
2. Peserta didik mencari materi tentang metode analisis dan tugas jabatan administrasi
3. Guru memberikan tugas untuk membentuk kelompok diskusi , 1 kelompok 6 anak.
Peserta didik bergantian diskusi dilanjutkan Guru memberikan pembahasan materi
4. Peserta didik membuat kelompok diskusi , 1 kelompok 6 anak. Setiap kelompok
bergantian menyampaikan hasil diskusi dan kelompok yang lain menanggapi.
5. Guru membahas hasil presentasi peserta didik
6. Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk mengerjakan soal tentang
pengertian dan tujuan analisa jabatan
7. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan guru
8. Guru mengamati proses jalannya pemelajaran dari awal sampai akhir dengan disertai
penilaian sikap.

Penutup (10 menit )

1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi metode analisis dan tugas jabatan
administrasi
2. Pembelajaran ditutup dengan doa.

3. Pertemuan Ketiga :
Kegiatan Pendahuluan : 10 menit
1. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar yaitu
kerapian dan kebersihan ruang kelas
2. Guru menyampaikan salam dan selanjutnya peserta didik menjawab.
3. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin do’a sebelum memulai pelajaran.

12
4. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti
pembelajaran.
5. Guru menyampaikan informasi cakupan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan.
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
7. Guru menyampaikan rancangan penilaian
8. Guru menyampaikan pengantar tentang materi jenis-jenis tugas analisa jabatan
administrasi
9. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan tentang hal-hal
yang berkaitan dengan jenis-jenis tugas analisa jabatan administrasi

Kegiatan Inti (65 menit )


1. Guru memberikan tugas untuk membentuk kelompok obsevasi, 1 kelompok terdiri dari
6 anak, untuk mengamati tugas analisis jabatan di kantor lingkungan sekitar sekolah
2. Peserta didik melaksanakan observasi mengenai tugas analisis jabatan di kantor
lingkungan sekitar sekolah
3. Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk menyusun uraian tugas analisis
jabatan dari observasi yang sudah dilakukan.
4. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan guru
5. Guru mengamati proses jalannya pemelajaran dari awal sampai akhir dengan disertai
penilaian sikap.

Penutup (10 menit )

1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi uraian tugas dan jabatan
administrasi.
2. Pembelajaran ditutup dengan doa.

R. Alat /Bahan dan Media Pembelajaran


Leptop, LCD, Pengeras Suara.

S. Sumber Belajar :
Modul Adm.Kepegawaian dan Internet
T. Penilaian Pembelajaran :

13
A. Teknik Penilaian
Kisi-kisi: (terlampir)

Tujuan
Kompetensi Indikator Jenis
IPK Pembela THB Soal
Dasar Soal Soal
jaran

a. Teknik Penilaian
3. Tertulis
4. Portofolio
b. Instrumen Penilaian (Terlampir)
Tes tertulis :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan analisis jabatan?
2. Jelaskan tujuan analsisi jabatan?
3. Sebutkan 5 macam metode analsis jabatan!
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan metode analisa jabatan angket berstruktur!
5. Jelaskan perbedaan antara metode analisa jabatan wawancara dan pengamatan!
Tes keterampilan :
Bentuklah sebuah kelompok 6 orang, Diskusikan materi analisa jabatan hasil browsing
internet dan lakukan pengamatan tugas jabatan administrasi di kantor sekitar Anda.
Lakukan tugas-tugas berikut :
1. Lakukan browsing materi pengertian,tujuan dan metode analisa jabatan dan
presentasikan di depan kelas secara kelompok!
2. Lakukan observasi di kantor-kantor lingkungan sekitaar Anda mengenai uraian
tugas jabatan administrasi dan susunlah hasill observasi Anda secara runtut dan
benar!
Norma penilaian:

14
Kriteria Penskoran tes tertulis :
No. Soal Skor
1 20
2 20
3 20
4 20
5 20

Jadi skor ideal = 100

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

Kunci jawaban:
Tes tertulis
1. Analisis jabatan adalah proses mempelajari dan mengumpulkan informasi yang
berhubungan dengan operasi dan tanggung jawab suatu pekerjaaan tertentu.”
Flippo menekankan bahwasanyaa ada dua kegiatan utama dalam analisis jabatan,
yaitu mengumpulkan informasi tentang operasi dan tanggung jawab suatu
pekerjaan dan mempelajarinya lebih mendalam.
2. tujuan analisis pekerjaan yaitu,
1) Memperoleh tenaga kerja pada posisi yang tepat,
2) Memberikan kepuasan pada diri tenaga kerja,
3) Menciptakan iklim dan kondisi kerja yang kondusif (Sastrohadiwiryo).
3. Macam-macam metode analisa jabatan
1) Angket terstruktur
2) Pengamatan
3) Wawancara
4) Catatan karyawan
5) Kinerja
4. Angket Terstruktur.
Dengan cara ini, kepada para pekerja disajikan daftar tugas – tugas, daftar
perilaku kinerja (misalnya, melakukan negosiasi, mengoordisanikan,

15
menggunakan kedua tanga), atau keduanya, fokus tugas – tugas itu terletak pada
apa yang dihasilkan. Ini adalah pendekatan berorientasi pada pada pekerjaan (job
oriented approach). Di sisi lain, perilaku kerja berfokus pada bagaimana sebuah
pekerjaan dilakukan ini merupakan worker – oriented approach).

5. Perbedaan antara metode analisa jabatan pengamatan dan wawancara


Pengamatan
Analisis mengamati seorang pekerja atau sekelompok pekerja yang sedang
melakukan sebuah pekerjaan. Tanpa invervensi apapun, analisis mencatat tentang
apa, mengapa, dan bagaimana berbagai bagian pekerjaan itu dilakukan. Biasanya,
informasi ini dicatat dalam sebuah formulis standar.
Wawancara
Untuk pekerjaan – pekerjaan yang tidak memungkinkan analisis untuk benar –
benar melakukan pekerjaan tersebut (misalnya: penerbangan) atau bila pengamatan
tidak praktis untuk dilaksanakan (misalnya: arsitek), maka analisis perlu
mengandalkan deskripsi dari pekerja itu sendiri tentang apa yang ia kerjakan,
mengapa dan bagaimana pekerjaan itu dilakukan

PENILAIAN KETERAMPILAN
 KRITERIA PENILAIAN PRODUK DESAIN PROMOSI
Aspek yang dinilai Skor
Ketepatan Ketepatan
No. Nama/Kelompok Tampilan ketatabahasaan
sasaran waktu Perolehan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Keterangan :
Point Keterangan Aspek Yang Dinilai
Tampilan Ketatabahasaan Ketepatan Ketepatan waktu
sasaran
1 Kurang menarik Kurang sistematis Kurang tepat Kurang tepat

16
2 Cukup menarik Cukup sistematis Cukup tepat Cukup tepat
3 Menarik Sistematis Tepat Tepat
4 Sangat menarik Sangat sistematis Sangat tepat Sangat tepat

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Cepu


Mata Pelajaran : Administrasi umum
Kelas/Semester : X / Gasal
Kompetensi Dasar : Persyaratan personil administrasi
Materi Pokok :Menganalisa dan menyusun persyaratan personil
administrasi
Alokasi Waktu : 2 x 2 JP

A. KOMPETENSI DASAR
3.Menganalisa persyaratan personil administrasi
4. Menyusun persyaratan personil administrasi

B. INDIKATOR
3. Menganalisa persyaratan personil administrasi
3.1. Mengidentifikasi pengertian personil administrasi
3.2. Menjelaskan tugas dan tanggung jawab personil administrasi
3.3. Menganalisa tugas dan tanggung jawab personil administrasi
3. 4. Menganalisa berbagai persyaratan personil administrasi
3.5. Menjelaskan persyaratan personil administrasi
3.6 Menjelaskan langkah-langkah seleksi personil administrasi

4. Menyusun persyaratan personil administrasi


4.1. Trampil dalam mengidentifikasi persyaratan personil administrasi
4.2 Trampil dalam melakukan wawancara terhadap personil administrasi untuk
memperoleh
penjelasan tentang tugas dan tanggung jawab personil administrasi
4.3 Trampil dalam mengidentifikasi tugas dan tanggung jawab personil administrasi
17
4.4 Trampil dalam menyusun persyaratan personil administrasi

C. TujuanPembelajaran
Pertemuan pertama, peserta didik diharapkan dapat :
3.1. Mengidentifikasi pengertian personil administrasi
3.2. Menjelaskan tugas dan tanggung jawab personil administrasi
3.3. Menganalisa tugas dan tanggung jawab personil administrasi
3. 4. Menganalisa berbagai persyaratan personil administrasi
4.1. Trampil dalam mengidentifikasi persyaratan personil administrasi

Pertemuan kedua pesertadiharapkan dapat :


3.5 Menjelaskan persyaratan personil administrasi
3.6 Menjelaskan langkah-langkah seleksi personil administrasi
4.3 Trampil dalam mengidentifikasi tugas dan tanggung jawab personil administrasi
4.4 Trampil dalam menyusun persyaratan personil administrasi

D. Materi Pembelajaran
Terlampir

E. Model/Metode Pembelajaran
1. Pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific)
2. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
3. Metode Pembelajaran : diskusi. Tanya jawab, ceramah. praktik
a) Ceramah
b) Praktik
c) Penugasan

18
F. Rancangan Pembelajaran

No Sintak Kegiatan peserta didik Kegiatan Guru Keterangan gambar Keterangan


1 Menganalisa Peserta didik Guru mengarahkan peserta didik Pertemuan 1
persyaratan melakukanidentifikasi melakukan identifikasi persyaratan
personil persyaratan personil personil administrasi
administrasi administrasi melalui
tahapan: Guru meminta peserta didik untuk
1. Mengidentifikasi pengertian mencari informasi tentang
personil administrasi persyaratan personil administrasi
2. Menganalisa tentang untuk dipelajari sebagai bahan /
jabatan personil literasi peserta didik dalam melakukan
administrasi analisis
 Mengidentifikasi
pekerjaan personil Guru meminta peserta didikuntuk :
administrasi  Mengidentifikasi
 Menganalisa pekerjaan pekerjaan personil administrasi
personil administrasi  Menganalisa pekerjaan personil
3.Menganalisa berbagai administrasi
persyaratan personil
administrasi Guru menayangkan sebuah video
4.Trampil dalam mengenai pekerjaan personil
mengidentifikasi administrasi sebagai bahan untuk
persyaratan personil melakukan analisa jabatan
administrasi
5.Mengidentifikasi Peserta didik menganalisis persyaratan
komponen- personil administrasi dengantepat
komponen komunikasi di melalui:
lingkungan sekolah

19
Menyusun 6.Melakukan diskusi hasil  Wawancara dengan personil
2 persyaratan identifikasi komponen- administrasi Pertemuan 2
personil komponen komunikasi di  Diskusi hasil persyaratan personil
administrasi sekolah administrasi
Guru meminta peserta didk untuk :
1. Menjelaskan persyaratan personil
Peserta didik melakukan administrasi
praktek Menyusun 2. Menjelaskan langkah-langkah
persyaratan personil seleksi
administrasi melalui tahapan personil administrasi
: 3. Trampil dalam mengidentifikasi
1. Menjelaskan persyaratan tugas dan tanggung jawab personil
personil administrasi administrasi
2. Menjelaskan langkah- 4. Trampil dalam menyusun
langkah seleksi personil persyaratan personil administrasi
administrasi
3. Trampil dalam Guru memberikan tugas padapeserta didk
mengidentifikasi tugas untuk melakukan presentasi hasil
dan tanggung jawab menyusun persyaratan personil
personil administrasi administrasi
4. Trampil dalam menyusun
persyaratan personil Guru meminta peserta didik yang lain
administrasi untuk mengomentari hasil presentasi

Peserta didik mengerjakan Guru memberikan pretest untuk


pretest mengetahui sejauhmana pengetahuan
yang telah dimiliki peserta didik
tentang persyaratan personil
komunikasi

20
G. KegiatanPembelajaran
Pertemuan ke-1
KegiatanPendahuluan : 10 menit
Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar yaitu
kerapian dan kebersihan ruang kelas
1. Guru menyampaikan salam dan selanjutnya peserta didik menjawab.
2. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin do’a sebelum memulai pelajaran.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti
pembelajaran.
4. Guru menyampaikan informasi cakupan materipembelajaran yang akan dilaksanakan.
5. Guru menyampaikantujuanpembelajaran
6. Guru menyampaikanrancanganpenilaian
KegiatanInti : 70 menit
7. Guru menampilkan video tentang kegiatan personil administrasi
8. Peserta didikdiminta untuk mengidentifikasi dan menganalisistugas dari personil administrasi
i untuk menyusun daftl diskusi tentang tugas-tugas personil administrasi
9. Guru memberikan lembar informasi untuk dipelajari sebagai bahan peserta didik melakukan
analisis tugas-tugas personil administrasi
10. Peserta didik mengidentifikasi dan menganalisatugas-tugas personil administrasi
11. Peserta didik membuat draft hasil analisa tugas-tugas personil administrasi
12. Peserta didik mendiskusikan hasil analisa tugas-tugas personil administrasi untuk menentukan
persyaratan personil administrasi
13. Guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan identifikasi dan susunan persyaratan
personil administrasi
14. Peserta didik yang lain diminta untuk mengkomentari hasil diskusi tentang identifikasi dan
susunan persyaratan personil administrasi
Evaluasi :
15. Guru melakukan evaluasi terhadap hasil diskusi tentang persyaratan personil administrasi.
KegiatanPenutup :10 menit
16. Guru melakukan refleksi dengan menanyakan materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru
memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman terhadap materi yang sudah
dipelajari.
17. Guru membimbingdanmemotivasipesertadidikdalammembuatkesimpulan.
18. Guru memberikanumpanbalikterhadap proses danhasilpembelajaran yang
sudahdilakukandenganmemberikanpenguatanterhadapresponpesertadidikdalammengikutip
embelajaran.
19. Guru meminta kepada peserta didik untuk menyiapkan kebutuhan alat dan bahan yang harus
disiapkan untuk pertemuan mendatang.
20. Guru mengakhirikegiatanpembelajaran.

21
Pertemuan ke-2
KegiatanPendahuluan : 10 menit
Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar yaitu
kerapian dan kebersihan ruang kelas
1. Guru menyampaikan salam dan selanjutnya peserta didik menjawab.
2. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin do’a sebelum memulai pelajaran.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti
pembelajaran.
4. Guru menyampaikan informasi cakupan materipembelajaran yang akan dilaksanakan dengan
mengaitkan materi sebelumnya
5. Guru menyampaikantujuanpembelajaran
KegiatanInti :70 menit
6. Guru mengarahkan peserta didik untuk memahami materi mengidentifikasi tugas
dan
tanggung jawab personil administrasi
7. Peserta didik menyusun hasil diskusi tentang persyaratan personil administrasi
8.Guru memberikan bimbingan terbatas pada peserta didik tertentu yang membutuhkan
9. Guru melakukan pendampingan pada proses penyusunan persyaratan personil adm
10.Peserta didik melakukan presentasi hasil penyusunan persyaratan personil
administrasi
11.Peserta didik yang lain memberikan penilaian presentasi hasil penyusunan
persyaratan personil administrasi, komponen yang dinilai :
Gaya bicara
Kesesuaian dengan materi
Tata bahasa
Sikap

Evaluasi :10 menit


12.Guru melakukan evaluasi terhadap hasil presentasi penyusunan persyaratan personil
administrasi, apabila ditemukan hasil yang tidak sesuai dengan standar kualitas mutu,
siswa diminta untuk melakukan perbaikan.
Kegiatan Penutup : 10 menit
13.Guru melakukan refleksi dengan menanyakan materi yang telah dipelajari. Selanjutnya
guru memotivasi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman terhadap materi
yang sudah dipelajari.
14.Guru membimbing dan memotivasi peserta didik dalam membuat kesimpulan.
15.Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran yang sudah
dilakukan dengan memberikan penguatan terhadap respon peserta didik dalam
mengikuti pembelajaran.
16. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran.

H. Alat/Media/Sumber

22
1. Alat Pembelajaran : LCD Proyektor dan komputer,
2. Media Pembelajaran : video pembelajaran, PPT
3. Sumber Belajar :
Samsir Rambe dan Wahyu Lay, 1999, Etika Komunikasi, Angkasa, Bandung
Cut Rozana dkk, 1995, Surat Menyurat dan Komunikasi, Angkasa, Bandung
Modul Berkomunikasi dengan telepon, Dra. Euis Haniatri, PT Armico, Bandung
Andry S dan Engkoem D, 1994, Etka Komunikasi Kantor, Dharma Karsa Utama ,Bandung
Dan atau buku-buku lain yang relevan
I. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian :Penilaian dilakukan selama dan setelah kegiatan pembelajaran
2. Rancangan Penilaian :
Aspek yang
No Teknik Penilaian Bentuk penilaian Keterangan
dinilai
1. Sikap Penilaiansikapafektif Observasi Dilakukan
selama proses
praktik, untuk
memastikan
peserta didik
dapat
menerapkan
sikap kerja
yang baik,
mematuhi
aturan
2. Pengetahuan Teskognitif testertulis Dilakukan
pada awal
pembelajaran
untuk
memastikan
keterserapan
pengetahuan
sebelum
peserta didik
melakukan
praktik
3. Keterampilan Penilaiananalitik Penilaianunjukkerja Dilakukan
saat proses
diskusi
maupun
presentasi

23
Aspek yang
No Teknik Penilaian Bentuk penilaian Keterangan
dinilai
Penilaianholistic Penilaiantampilanhasilsecarakeseluruhan Dilakukan
saat akhir
pembelajaran,
untuk
menganalisa
keterserapan
keseluruhan
materi.
Bertujuan
menganalisa
apakah materi
yang
dihasilkan
sudah sesuai
dengan
rancangan
awal
J. Tugas :
a. Tugas Terstruktur :
membuat uraian tugas personil administrasi
Diskusi persyaratan personil administrasi
Presentasi persyaratan personil administrasi
b. Tugas Non Terstruktur:
membuat PPT persyaratan personil administrasi

Instrumen penilaian Sikap dan Pengetahuan dan ketrampilan terlampir.

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

24
Lampiran 1: Kisi - Kisi Penilaian Pengetahuan

KISI-KISI DAN SOAL PENILAIAN PENGETAHUAN


No.
Kompetens IndikatorPencapaianKompeten
N Indikator soal Soa Soal
i Dasar si
l
3. Komunikasi Mengidentifikasi pengertian Mengidentifikas 1 Siapa yang
2 Lesan personil administrasi i Personil dimaksud
administrasi dengan
personil
administrasi
Menerapkan analisa pekerjaan Menganalisa 2 Apa fungsi
pada bagian personil administrasi pekerjaan- analisa
pekerjaan jabatan
bagian untuk
personil menentukan
administrasi persyaratan
personil
administrasi
Mengidentifikasi macam-macam Mengidentifikas 3 Siapa saja
personil administrasi i macam- yang
macam personil termasuk
administrasi
dalam
personil
adminitrasi
Menganalisa uraian pekerjaan Menjelaskan 4 Apa
untuk menentukan persyaratan uraian gunanya
personil administrasi pekerjaan uraian
dalam personil
pekerjaan
administrasi
dalam
menentukan
syarat-
syarat

25
personil
administrasi

Mengidentifikasi persyaratan Menyebutkan 5 Sebutkan


personil administrasi persyaratan persyaratan
personil apa saja
administrasi
yang
dibutuhkan
dalam
pekerjaan
administrasi

Mengidentifikasi persyaratan Menjelaskan 6 Persyaratan


pengetahuan yang harus dimiliki persyaratan pengetahua
oleh personil administrasi pengetahuan n apa saja
yang harus
yang harus
dimiliki oleh
personil adm dimilki oleh
personil
administrasi

Mengidentifikasi persyaratan Menjelaskan 7 Persyaratan


ketrampilan yang harus dimiliki persyaratan ketrampilan
oleh personil administrasi ketrampilan apa saja
yang harus
yang harus
dimiliki oleh
personil dimilki oleh
administrasi personil
administrasi

Mengidentifikasi persyaratan sikap Mengidentifikas 8 Persyaratan


yang harus dimiliki oleh personil i persyaratan sikap yang
administrasi sikap yang
harus dimiliki bagaiman
oleh personil yang harus
administrasi dimiliki oleh
personil
administrasi

26
Lampiran 2 :
Nama :
Kelas :

TES TULIS
Mata Pelajaran :Administrasi Umum
Kelas/Semester : 1 / Gasal

No Soal essay
1 Siapa yang dimaksud dengan personil administrasi
2 Apa fungsi analisa jabatan dalam menentukan bagian personil administrasi
3 Siapa saja yang termasuk dalam personil adminsitrasi

27
4 Apa gunanya uraian pekerjaan dalam menentukan syarat-syarat personil
5 administrasi
6 Sebutkan persyaratan apa saja yang dibutuhkan dalam pekerjaan administrasi
7 Sebutkan persyaratan pengetahuan apa saja yang dibutuhkan dalam pekerjaan
8 administrasi
Sebutkan persyaratan ketrampilan apa saja yang dibutuhkan dalam pekerjaan
administrasi
Sebutkan persyaratansikap yang bagaiaman yang dibutuhkan dalam pekerjaan
administrasi

JAWABAN :
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………

Lampiran 3 : Kunci jawaban dan pedoman penskoran penilaian pengetahuan :

No KunciJawaban Skor

1 Orang-orang atau karyawan/pegawai yang menjalankan atau melayani pekerjaan-pekerjaan 12,5


dalam suatu organisasi/kantor pemerintahan atau swasta untuk mencapai suatu tujuan
tertentu, dengan mendapat imbalan jasa berupa gaji dan tunjangan.

 Perekrutandanseleksikaryawan
2
 Kompensasigajikaryawan
28
No KunciJawaban Skor
 Evaluasijabatan 12,5
 Penilaianprestasikerjakaryawan
 Pelatihan (training)
 Promosidanpemindahankaryawan
 Organisasi
 Memperkayapekerjaan
 Penyederhanaanpekerjaan
 Penempatankaryawan
 Rekrutmen
3
Administrator ataupetugaspelaksanaadministrasiadalah orang yang menentukangaris-
garisbesarkebijakandantujuan yang 12,5
harusdijalankanolehkantorsebagaipedomandalammelaksanakankegiatanuntukmencapaitujuan
yang telahditetapkan.
4
12,5
Analisisjabatanbergunauntuk:
 Perekrutandanseleksikaryawan
 Kompensasigajikaryawan
 Evaluasijabatan
 Penilaianprestasikerjakaryawan
 Pelatihan (training)
 Promosidanpemindahankaryawan
 Organisasi
 Memperkayapekerjaan
 Penyederhanaanpekerjaan
 Penempatankaryawan
5 12,5
a. Persyaratan pengetahuan
b. Persyaratan ketrampilan
c. Persyaratan kepribadian
6.
12,5
Personil kantor harus dapat melakukan klasifikasi berdasarkan kriteria tertentu, dimana syarat
pengetahuan biasanya mencakup pengetahuan yang mendasari suatu profesi tertentu.
Persyaratan pengetahuan pada saat ini biasanya diukur dengan tingkat pendidikan formal
karena seorang dianggap mampu mengerjakan suatu pekerjaan dan diterima sebagai karyawan
kantor apabila telah mempunyai ijazah pendidikan terakhir yang sudah diselesaikannya
7 12,5
Personil administrasi kantor dinyatakan terampil bekerja, apabila karyawan
tersebut telah mampu dengan baik melaksanakan tugas-tugas pelayanan yang mencakup enam
pola kegiatan:
 Menghimpun
 Mencatat
 Mengolah
 Menggandakan
 Mengirim
 menyimpan

29
No KunciJawaban Skor
8 1. Loyalitas (kesetiaanterhadapperusahaan) sehinggatercipta “sense of belonging” atau rasa
memilikidansalingmenjaga
12,5
2. Tekundanrajin
3. Kesabaran
4. Kerapian
5. Dapatmenyimpanrahasia
Keterangan :
NILAI = Jumlahskor
8

30
Lampiran 4 :
Kisi-Kisi Penilaian Ketrampilan

NamaSekolah : SMK Negeri 2 Magelang


Kelas/Semester :10/Gasal
Tahunpelajaran : 2017/2018
MataPelajaran : Administrasi Umum
KompetensiDasar : Persyaratan Personil
Administrasi

No. KompetensiDasar IndikatorPencapaianKompetensi TeknikPenilaian

4.2 Wawancara (Job 1. Personal yang diwawancarai Penilaian unjuk


sheet) 2. Melakukan wawancara kerja &
Penilaian tampilan
hasil produk secara
3. Diskusi hasil wawancara keseluruhan serta
4. Presentasi hasil penyusunan
penialian sikap
persyaratan personil administrasi
kerja

31
Lampiran 5 : Lembar kerja

LEMBAR KERJA

Mata Pelajaran :Administrasi Umum


Kelas/Semester : 10 AP-AK-PM / Gasal
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Bentuksoal : Menyusun persyaratan personil Administrasi

A. Tugas :
1. Melakukan pengamatan dan identifikasi pekerjaan-pekerjaan personil administrasi
2. Diskusi hasil pengamatan dan identifikasi pekerjaan-pekerjaan personil administrasi
3. Presentasi materi persyaratan personil administrasi

B. Peralatan Kerja :
1. Komputer/Lap top
2. LCD
3. Peralatan tulis

C. Langkah Kerja
Membuat Perencanaan Kerja
1. Mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan personal administrasi
2. Menganalisis materi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan personal administrasi
Menyusun syarat-syarat personil administrasi
1. Pelaksanaan diskusi materi hasil identifikasi dan analisa pekerjaan personal
administrasi
2. Membuat /menyusun syarat-syarat personal administrasi dalam bentuk PPT
Presentasi hasil :
1. Materi
2.Tata bahasa
3. Gaya bahasa
4. Etika berbahasa

32
Lampiran 6 :
LEMBAR PENILAIAN KETRAMPILAN
Mata Pelajaran Administrasi Umum
Tahun Pelajaran
Kelas/Semester
Materi Persyaratan personil kantor
JenisProduk Menyusun persyaratan personil kantor

A. PENILAIAN KETRAMPILAN
Norma NO ABESEN ANALISIS
NO ASPEK PENILAIAN NilaiPerbaikan
Penilian PENCAPAIAN

1 Materi 30
2 Gaya bicara 10
3 Tata bahasa 10
4 Etika berbicara 10
5 Hasil Diskusi/PPT 40
NILAI AKHIR 100

33
B. PENILAIAN
Ceklist Obsevasi
Penilaian Presentasi

Nama siswa yang dinilai :


Nama teman yang menilai :
Tanggal pengamatan :

N HASIL PENGAMATAN
ASPEK PENILAIAN
O Kurang Cukup Baik Sangatbaik
PERENCANAAN
Ketepatan Analisis persyaratan personil
1
admiistrasi
2 Tampilan secara keseluruhan
3 Hasil presentasi
Catatanhasilpengamatan:

Penilai,

Nama&tandatangan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

34
(RPP)

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Cepu


Mata Pelajaran : Administrasi Umum
Kompetensi Keahlian : OTKP, AKL, BDP, dan APH
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 3 x 45’

U. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti :
5. Pengetahuan
KI 3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang
dan lingkup kajian/ kerja administrasi umum pada tingkat teknis, spesifik, detail,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora, dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari
keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan
internasional.
6. Keterampilan
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
kajian/ kerja administrasi umum. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan
dengan mutu dan kualitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan, menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,
gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah kongkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3. KD pada KI Pengetahuan
3.4 Memilih bentuk struktur organisasi
4. KD pada KI Keterampilan

35
4.4 Membuat bentuk struktur organisasi

V. Indikator Pencapaian Kompetensi


3. Indikator KD pada KI pengetahuan
a. Menjelaskan prinsip-prinsip organisasi kantor
b. Menjelaskan bentuk-bentuk organisasi kantor
4. Indikator KD pada KI keterampilan
c. Membuat bentuk struktur organisasi

W. Tujuan Pembelajaran
Aspek Sikap
Setelah mendengarkan penjelasan guru, tanya jawab, penugasan, diskusi, dan persentasi
mengenai berbagai strukturorganisasi peserta didik dapat:
1. Peserta didik dapat membedakan tanggung jawab di setiap macam-macam struktur
organisasi
2. Mengajukan pertanyaan dalam pengidentifikasian berbagai macam struktur organisasi.

Aspek Pengetahuan
Setelah mendengarkan penjelasan guru, tanya jawab, penugasan, diskusi, dan persentasi
mengenai berbagai strukturorganisasi peserta didik dapat:
1. Mendefinisikan pengertian Struktur Organisasi
2. Menyebutkan Macam-macam Organisasi
3. Mengidentifikasi Prinsip-prinsip Organisasi.
4. Membedakan Bentuk-bentuk Struktur Organisasi

Aspek Keterampilan
Setelah mendengarkan penjelasan guru, tanya jawab, penugasan, diskusi, dan persentasi
mengenai berbagai strukturorganisasi peserta didik dapat:
1. Membuat struktur organisasi sesuai dengan bentuknya.
2. Membaca alur struktur organisasi.

I. Materi Pembelajaran
1. Macam-macam Organisasi
2. Prinsip-prinsip Organisasi.
3. Bentuk-bentuk Struktur Organisasi

II. Metode Pembelajaran


Pendekatan Pembelajaran : Scientific Approach
Metode : Ceramah, Tanya Jawab, Penugasan, Diskusi,
Evaluasi

36
Model Pembelajaran : Group Investigation

III. Alat dan Media


Alat : Laptop, LCD, Spidol, Papan Tulis
Media : Power Point

IV. Kegiatan Mengajar

Penilaian oleh
No. Keterangan Pengamat

1 2 3 4

A. Pendahuluan

Guru membuka pelajaran dengan salam kemudian


1.
memimpin berdoa dan selanjutnya melakukan absensi.

Guru mengkondisikan kelas sampai keadaan kelas


2.
kondusif dan siap mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Guru memberikan acuan materi yang akan disampaikan


3. selama proses belajar mengajar, yaitu tentang struktur
organisasi di bidang administrasi perkantoran.

Guru memberi motivasi siswa untuk aktif dalam proses


4.
pembelajaran.

B. Kegiatan Inti

Guru menjelaskan pengertian Struktur Organisasi,


Macam-macam Organisasi, Prinsip-prinsip Organisasi
1. dan Bentuk-bentuk Struktuk Organisasi dengan
memberi sedikit pertanyaan kepada para siswa. Guru
menjelaskan berdasarkan slide pada power point.

Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan


yang sesuai dengann topik yang dibicarakan dan siswa
lain juga boleh menanggapi pertanyaan dari
2.
siswatersebut. Kalau siswa tidak ada yang bertanya
maka guru memberi pertanyaan-pertanyaan yang
merangsang siswa untuk memberikan pendapatnya.

37
Guru memberi penghargaan verbal kepada siswa yang
1.
telah berani menyumbang pendapatnya.

2. Guru membagi kelas dalam 5 kelompok.

Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok


mendapatkan tugas satu materi atau tugas yang berbeda
dari kelompok lain.
Untuk kelompok I mendiskusikan tentang Struktur
organisasi lini
Untuk kelompok II mendiskusikan tentang Struktur
3.
organisasi lini dan staf
Untuk kelompok III mendiskusikan tentang Struktur
organisasi fungsional
Untuk kelompok IV mendiskusikan tentang Struktur
organisasi divisional
Untuk kelompok V mendiskusikan tentang Struktur
organisasi matriks
Guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan oleh
setiap kelompok. Guru memberikan waktu 10 menit
4.
kepada siswa untuk mendiskusikan bentuk struktur
organisasi yang di dapat oleh setiap kelompok.

5. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah


ada secara kooperatif.
Setelah diskusi, Salah satu siswa dari perwakilan
kelompok mewakili untuk menjelaskan hasil diskusinya
6.
(masing-masing kelompok 5 menit) dan kelompok lain
menanggapi.

Guru memberikan apresiasi terhadap setiap jawaban


7.
atau tanggapan siswa agar termotivasi dan tidak takut
salah untuk berbicara didepan kelas.
Guru memberikan soal evaluasi multiple choice kepada
5 siswa yang bersediasecara bergantian untuk menjawab
soal yang sudah di sediakan di powerpoint.Jika tidak
8.
ada siswa yang bersedia maka guru menunjuk 5 siswa
secara acak dari daftar presensi. Setiap siswa diberi
waktu 5 menit untuk menjawab soal.

Setelah selesai menjawab, setiap siswa langsung


mengetahui nilai yang ia hasilkan dan guru memberikan
3. apresiasi terhadap siswa yang bersedia menjawab soal.

38
C. Kegiatan Penutup

Guru mereview pembelajaran hari ini dan menulis di


1. papan tulis. Guru menanyakan pada siswa apakah
pelajaran hari ini sudah jelas atau belum.

Guru merefleksi tentang pembelajaran hari ini. Siswa


2.
memberikan saran dan kritik kepada guru.

Guru memberi tugas rumah berupa soal-soal yang ada


di buku dan menyuruh siswa untuk mencari informasi
3.
dan mempelajari tentang materi pembelajaran
selanjutnya yaitu pekerjaan-pekerjaan kantor.

Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan


memberi motivasi untuk tetap belajar. Kemudian
4.
berdo’a yang dipimpin seorang siswa dan mengucapkan
salam.

V. Sumber Belajar
a. LKK 1 : Struktur Organisasi Lini
b. LKK 2 :struktur Organisasi Lini Dan Staff
c. LKK 3 : Struktur Organisasi Fungsional
d. LKK 4 : Struktur Organisasi Divisional
e. LKK5 : Struktur Organisasi Matriks
f. Soal Evaluasi Mandiri
g. Kunci LKK 1, 2, 3, 4, 5
h. LP 1: Poduk
i. LP 2: Sikap
j. LP 3: Psikomotor
k. LP 4: Pengamatan Perilaku Berkarakter
l. LP 5: Pengamatan Keterampilan Sosial
m. Silabus
n. Modul
o. Media Slide Power Point

Daftar Pustaka

39
Widiyanti, Ika. 2014. Administrasi Perkantoran Bidang Kehalian Bisnis dan
Manajemen.Jakarta : Yudhistira

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. –

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Cepu


Mata Pelajaran : Administrasi Umum

40
Kompetensi Keahlian : OTKP, AKL, BDP, dan APH
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 4 x 45’

A. KOMPETENSI INTI
3. Memahami, menerapkan, menganalisi pengetahuan faktual, konseptual, procedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan menciptakan dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR

1.1. Bertambah keimanannya dengan 1.1.1 Mensyukuri kebesaran Tuhan yang


menyadari hubungan keteraturan dan ditunjukan dengan sikap ketelitian dan
kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kesungguhan dalam belajar
kebesaran Tuhan yang menciptakannya

1.2. Penerapan penggunaan panca indera


sebagai alat komunikasi secara efektif dan
efisien berdasarkan nilai agama yang dianut

2.1 Memiliki motivasi internal dan


menunjukkan rasa ingin tahu dalam
pembelajaran menyiapkan, menggunakan
otomatisasi perkantoran

41
2.2. Menunjukan perilaku ilmiah (jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah lingkungan, gotong royong) dalam
melakukan pembelajaran sebagai bahan dari
sikap ilmiah

3.3.Memahami azas-azas dalam manajemen 3.3.1 Menjelaskan dan mengidentifikasi azas


perkantoran. sentralisasi dan azas desentralisasi dalam
manajemen perkantoran
4.3. Menggunakan azas-azas manajemen 4.3.1. Siswa mampu mengaitkan, memahami,
perkantoran untuk memecahkan masalah dan menarik kesimpulan mengenai azas
manajemen sentralisasi dan azas desentralisasi dalam
manajemen perkantoran.

42
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui proses mencari informasi, menanya, dan berdiskusi siswa dapat:
1. Menjelaskan azas-azas yang terdapat dalam manajemen perkantoran.
2. Menganalisa dan menjabarkan azas-azas yang terdapat dalam
manajemen
perkantoran.
Melalui proses mengasosiasi dan mengkomunikasikan siswa dapat:
1. Memahami materi daripada azas sentralisasi, desentralisasi, dan azas
campuran serta memahami perbedaan kedua azas tersebut.
2. Mampu menarik kesimpulan tentang azas sentralisasi, desentralisasi, dan
campuran.

C. MATERI PEMBELAJARAN Fakta:


Melihat kegiatan administrasi perkantoran serta pelaku-pelaku administrasi
perkantoran baik secara langsung maupun melalui media elektronik.

Konsep:

Azas-Azas Administrasi Perkantoran

Prinsip:

Pelaksanaan pekerjaan kantor dapat di organisir dengan berpedoman pada tiga asas
yaitu:

1. Azas sentralisasi (Pemusatan)


2. Azas Desentralisasi (Pemencaran)
3. Azas Gabungan atau kombinasiantrara sentralisasi dan Desentralisasi

A. Azas sentralisasi( Pemusatan)

Adalah pelaksanaan kegiatan atau pelayanan dalam bidan tata usaha di suatu organisasi
atau suatu kantor, dilakukan atau dipusatkan pada satu satuan organisasi ( unit)
tersendiri yang khusus mengenai pekerjaan kantor atau menangani informasi. Misalnya:

43
2. Pengelolaan arsip
3. Pengetikan surat dll.

Azas sentralisasi bagi pekerjaan kantor berkaitan dengan specialisasi atau pengkhususan
dalam pelaksanaan kerja tertentu oleh seorang petugas secara terus-menerus.

Kebaikan atau keuntungan penerapan azas sentralisasi adalah

1. Mudah menyeragamkan cara kerja


2. Mudah melakukan pengawasan
3. Penggunaan peralatan kantor lebih bisa dihemat.
4. Mudah meratakan beban kerjja kegiatan kantor
5. Pengunaan tenaga kerja lebih fleksibel.

Kerugian atau kekurangan penggunaan azas sentralisasi adalah;

1. Dengan dipusatkanya semua pekerjaan kantor, maka tidak mungking


untuk menampung semua pekerjaan pada waktu yang sama sehingga
pekerjaan yang penting dan memerlukan waktu cepatakan mengalami
penundaan.

2. Terpisahnya letak gedung kantor atau jauhnya jarak, dirasakan sebagai


hambatan.

B. Azas Desentralisasi (Pemencaran)

Adalah : Pelaksanaan semua kegiatan atau pelayanan dalam bidang tata usaha di
setiap unit dalam organisasi diurus sendiri oleh masing-masing unit bersangkutan.

Azas ini dapat diterapkan bagi organisasi yang kebutuhan informasinya belum rumit.

Misalnya: setiap unit atau bagian mempunyai bagian Pengarsipan, seksi Pengetikkan,
penggadaan dll.

Kebaikan atau Keuntungan penerapan azas Desentralisasi adalah:

1. Apabila unit kerja organisasi tersebar di beberapa gedung, maka untuk semua
pekerjaan kantor akan menjadi lebih lancer jalanya.

2. Beberapa pekerjaan yang memang menurut sifatnya harus dilakukan oleh masing-
masing bagian atau di desentralisasikan , karena mempunyai ciri yang khas misalnya
pekerjaan mengolah data, membuat laporan mengenai sesuatu yang bersifat teknis.

Kerugian dari penerapan azas Desentralisasi adalah:

1. pekerjaan akan terlalu bebas.


2. Kurang terdapat harmonisasi dalam dalam organisasi.

44
3. Kemungkinan terjadi pemalsuan arsip.
4. Adanya pemborosan biaya
5. Banyak membutuhkan peralatan dan tenaga kerja
6. Sulit mengadakan pengawasan pekerjaan kantor

Prosedur:
  
SOP Administrasi
 
 Garis Pelimpahan wewenang

D. PENDEKATAN/STRATEGI/METODE PEMBELAJARAN
 Diskusi, tanya jawab
 Latihan soal model number heads together

E. MEDIA DAN ALAT


1. Media : LCD, Power Point Presentation
2. Alat : Laptop, Kertas, LCD dan Speaker Active, ATK, Whiteboard

F. SUMBER BELAJAR
1. Modul Pengantar Administrasi Perkantoran
2. Buku Administrasi Perkantoran Modern karya The Liang Gie
3. Sumber referensi lainnya yang relevan

G. LANGKAH KEGIATAN/SKENARIO PEMBELAJARAN


 Guru menanyakan kembali kepada siswa mengenai materi yang telah
disampaikan di pertemuan sebelumnya.

 Selanjutnya, guru menjelaskan materi mengenai azas-azas administrasi
perkantoran (sentralisasi, desntralisasi, campuran).

 Di tengah penjelasan materi, guru juga memberi kesempatan pada siswa
untuk bertanya mengenai materi yang kurang mereka pahami.

 Kemudian guru membagi murid dalam kelompok bernomor, yang
kemudian tiap kelompok harus mengerjakan soal yang diberikan guru
untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa akan materi. Setelah
selesai kertas berisi soal beserta jawaban dikumpulkan.

 Guru menyimpulkan apa yang sudah dipelajari hari ini

45
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 9

Kegiatan Langkah – Deskripsi Kegiatan Alokasi


langkah Model Waktu
Pembelajaran
Pendahuluan Stimulasi Pemusatan Perhatian : 20 Menit
 Mengucapkan Salam
 Membaca do’a
 Menanyakan kabar dan
mengabsen siswa

Kegiatan Inti Menanya 55 Menit


 Guru mengawali kegiatan
mengajar dengan memberikan
pertanyaan tentang materi di
pertemuan sebelumnya.
Eksplorasi
 Guru bertanya kepada siswa
mengenai
pengetahuan/pemahaman
mereka akan materi yang akan
disampaikan.
Komunikasi
 Guru menerangkan materi
mengenai azas-azas
administrasi perkantoran
(sentralisasi, desentralisasi,
campuran)
Menanya
 Guru memberi kesempatan

46
kepada siswa yang ingin
bertanya mengenai materi ang
disampaikan.(Menanya)
Asosiasi
 Guru mengaitkan materi
dengan kegiatan – kegiatan
yang ada di lingkungan sekitar.
Menanya
 Guru kembali membuka sesi
diskusi dengan meminta
tanggapan dari siswa.
Eksplorasi
 Kemudian guru membagi
murid dalam kelompok
bernomor, yang kemudian tiap
kelompok harus mengerjakan
soal yang diberikan guru untuk
mengetahui sejauh mana
pemahaman siswa akan materi.
Setelah selesai kertas berisi
soal beserta jawaban
dikumpulkan.
Penutup  Guru bersama siswa membuat 15
kesimpulan tentang azas-azas menit
administrasi perkantoran
(sentralisasi, desentralisasi,
campuran) .

I. PENILAIAN

Metode Bentuk Instrumen


Lembar Lembar Pengamatan tentang sikap siswa dalam
pengamatan kegiatan belajar mereka selama di kelas.

47
observasi
Tes Tes Tertulis

SOAL LATIHAN (Model Number Heads Together)

1. Sebutkan keuntungan dari azas desentralisasi!


2. Sebutkan negara-negara yang dalam menjalankan pemerintahannya menerapkan sistem
azas sentralisasi!
3. Jelaskan menurut pendapat kamu, azas administrasi apa yang paling tepat untuk
diterapkan di negara kita!

JAWABAN

1. Keuntungan menggunakan azas desentralisasi



Apabila unit kerja organisasi tersebar di beberapa gedung, maka 
 untuk semua pekerjaan kantor akan menjadi lebih lancer jalanya.

Beberapa pekerjaan yang memang menurut sifatnya harus dilakukan oleh
masing-masing bagian atau di desentralisasikan , karena mempunyai ciri yang
khas misalnya pekerjaan
 mengolah data, membuat laporan mengenai sesuatu
yang bersifat teknis.

2. Negara-negara yang menggunakan azas sentralisasi dalam menjalankan


pemerintahannya:

 China
 
 Korea Utara
 
 Rusia
 
 Kuba

3. (Pendapat Siswa)

48
Skor Penilaian

Skor Nomor 1 30

Skor Nomor 2 30

Skor Nomor 3 40

Jumlah 100

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN


(RPP)

49
Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Cepu
Mata Pelajaran : Administrasi Umum
Kompetensi Keahlian : OTKP, AKL, BDP, dan APH
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 4 x 45’
Standar Kompetensi
II. Kompetensi Dasar : Menangani Surat/Dokumen Kantor
III. Indikator : Mengidentifikasi surat/dokumen kantor

A. Kognitif
B. Produk:
1. Pengenalan dan pemahaman mengenai pola kegiatan administrasi
2. penanganan surat sesuai dengan peralatannya
3. Pemahaman mengenai peralatan yang akan digunakan dalam penanganan
surat
C. Proses:
Melaksanakan praktek penanganan surat masuk maupun surat keluar sesuai dengan
prosedur dalam penanganan surat:
1. Mengoperasikan peralatan penanganan surat
2. Memahami tata-cara penanganan surat dengan baik
3. Menggunakan tata-cara penanganan surat dengan baik
C. Psikomotor
Mengoperasikan peralatan penanganan surat sesuai dengan fungsinya secara benar
D. Afektif
1. Mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi:
Ketelitian
Kesabaran
Keuletan
2. Keterampilan sosial:
Keramahan dalam melayani pelanggan
Kinerja yang baik
Menyumbang ide atau pendapat

50
IV. Tujuan Pembelajaran
A. Kognitif
1. Produk:
a. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat mendeskripsikan pola
kegiatan administrasi dengan mengerjakan soal terkait di LP 1 : Produk sesuai dengan
kunci jawaban.
B Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat mendeskripsikan penanganan
dalam pengelolaan surat
C Secara mandiri siswa dapat menjelaskan peralatan yang akan digunakan dalam
penanganan surat

Disediakan seperangkat alat tulis dan, peralatan penangana surat, siswa dapat
mengetahui pola kegiatan administrasi dan peralatan penanganan surat yang telah
disediakan dengan tepat. Selanjutnya siswa melakukan penanganan surat menggunakan
peralatan dengan tepat, sesuai dengan rincian tugas kinerja yang ditentukan di LP 2 :
proses meliputi : penanganan surat sesuai dengan peralatan yang telah disediakan,
melakukan tata-cara penanganan surat sesuai dengan fungsi dari peralatan
penanganan surat.
D. Psikomotor
1. Disediakan peralatan penanganan surat (mulai dari Baki surat sampai dengan
lembar disposisi) dan LK, peserta didik dapat mendemonstrasikan praktek
penanganan surat menggunakan pperalatan penanganan surat sesuai dengan
tugas kinerja yang ditentukan pada LP3 Psikomotor
2. Disediakan contoh skenario penanganan surat menggunakan peralatan surat,
kemudian peserta didik melakukan praktek penanganan surat sesuai dengan
tugas kinerja yang ditentukan pada LP3 : Psikomotor
E. Afektif
1. Karakter:
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling
tidak siswa dinilai Membuat kemajuan dalam menunjukkan karakter
Ketelitian, Kesabaran, Keuletan, sesuai dengan LP 4 : Pengamatan
Perilaku berkarakter.
2. Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa
dinilai Membuat kemajuan dalam menunjukkan perilaku keterampilan sosial

51
4

52
bersikap ramah dalam pelayanan dan mendapatkan kinerja yang baik, sesuai dengan
LP 5 : Keterampilan sosial.
V. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Model Pembelajaran Koorperatif (MPK)
Metode Pembelajaran : Tugas proyek berupa simulasi penanganan surat menggunakan
peralatan penanganan surat.
VI. Bahan
B. Lembar Kerja 1,2,3
C. Lembar format langkah-langkah penanganan surat
VII. Alat
Minimal peralatan penanganan surat yang sederhana seperti baki surat, alat tulis,
amplop, dan lain sebagainya. Peralatan ini memungkinkan proses penanganan surat
dapat berjalan.
VIII. Proses Belajar Mengajar
A. Pendahuluan
Penilaian oleh
Kegiatan Pengamat

1 2 3 4

1. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran produk, proses, psikomotor,


keterampilan sosial, dan karakter. Siswa dapat mengemukakan
pengertian menuliskan pola kegiatan administrasi.
Guru meminta siswa mengemukakan pendapatnya, bagaimana
jika dalam suatu kantor terdapat 2 pendapat untuk menetapkan
pola desentralisasi atau sentralisasi. (Fase 1 MPK)
2. Guru memberi penjelasan bahwa disetiap kantor dapat menggunakan
pola desentralisasi, sentralisasi, atau gabungan dari kedua pola tersebut
yakni desentralisasi dengan sentralisasi. Penggunaan pola tersebut
tergantung dari kebijakan dan keperluan pada suatu kantor atau
organisasi. (Fase 1 MPK)

53
B. Inti
Penilaian
oleh
Pengama
t
Kegiatan
1 2 3 4

Penggalan 1
4. Siswa mendiskusikan jenis-jenis pola kegiatan
administrasi, penerapan pola desentralisasi, sentralisasi,
dan pola gabungan dari desentralisasi dengan sentralisasi.
(Fase 2 MPK)
5. Guru memberikan informasi tentang penggunaan pola kegiatan
administrasi agar kegiatan kantor berjalan dengan efektif dan
efisien. Guru membagikan LK satu LK tiap Kelompok . (Fase 3
MPK)
6. Siswa mendiskusikan berapa macam peralatan dalam
penanganan surat dari yang sederhana hingga pembuatan
kartu kendali hingga lembar disposisi. Siswa mengisi LK,
melakukan pengamatan terhadap suatu ilustrasi kasus
dalam LK. (Fase 4 MPK)
7. Guru menginformasikan ke-10 peralatan dalam penanganan
surat. Agar peserta didik dapat mengetahui jenis peralatan
dalam penanganan kantor satu sama lain.
8. Siswa mendiskusikan Hal-hal apa saja yang perlu dilakukan
ketika terdapat surat masuk.
9. Guru mendemonstrasikan hal-hal apasaja yang harus
dilakukan arsiparis ketika surat masuk.
10. Guru memberikan gambaran mengenai apasaja yang harus
dikerjakan oleh arsiparis ketika surat itu masuk dengan
menggunakan peralatan penanganan surat.
Penggalan 2
a. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif .
Setiap kelompok terdiri dari 2 – 3 siswa, untuk mencari informasi dari
internet tentang berbagai pola kegiatan administrasi dalam suatu
kantor serta macam-macam peralatan penanganan surat.
54
b. Membimbing siswa membuat laporan tertulis tentang pola
kegiatan administrasi dalam suatu kantor serta macam-macam
peralatan penanganan surat. (Fase 4 MPK)

55
Penilaian oleh
Pengamat
Kegiatan
1 2 3 4

c. Membimbing siswa melakukan simulasi secara berpasangan


mengenai pola kegiatan administrasi serta macam-macam peralatan
penanganan surat dari Baki Surat hingga lembar disposisi.
d. Membimbing tugas kelompok simulasi pola apa yang harus dipakai
dalam suatu kantor serta macam-macam peralatan penanganan surat.
(Fase 5 MPK)
e. Meminta masing-masing siswa dalam setiap kelompok agar
bertanggung jawab atas terselesaikannya tugas simulasi itu.
f. Melakukan evaluasi formatif dengan asesmen kinerja psikomotor
dengan cara meminta siswa menunjukkan keterampilan penanganan
surat sesuai dengan peralatan penanganan surat.
Penggalan 3
a. Membimbing tugas kelompok simulasi penanganan surat dengan
menggunakan peralatan yang dibutuhkan agar dapat berjalan dengan
lancar.
b. Guru melakukan evaluasi formatif dengan Instrumen penilaian mengenai
pola kegiatan administrasi dan peralatan apasaja yang dibutuhkan dalam
penanganan surat. (Fase 5 MPK)
Penggalan 4
Membimbing kelompok berdiskusi dan menarik kesimpulan serta
Memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok yang
berkinerja baik dalam kegiatan belajar mengajar tersebut.

3. Penutup
Penilaian oleh
Kegiatan Pengamat 1 2
34
Menutup pelajaran dengan membimbing siswa membuat rangkuman dan
memberi Pekerjaan Rumah

56
7

57
IX. Sumber Pembelajaran
C. LK 1: Macam-macam pola kegiatan administrasi
D. LK 2: Surat menyurat bisnis modern penerbit: Pustaka Setia
E. LK 3: Menerima surat masuk atau keluar dengan menggunakan
peralatan yang benar.
F. Kunci LK 1, 2, 3
G. LP 1: Produk
H. LP 2: Proses
I. LP 3: Psikomotor
J. LP 4: Pengamatan Perilaku Berkarakter
K. LP 5: Pengamatan Keterampilan Sosial
L. Tabel Spesifikasi Penilaian
M. Silabus
N. Modul menangani surat masuk da keluar (mail handling) penerbit: erlangga
O. Sumber lain yang relevan (internet).

Daftar Pustaka
BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), 2007, Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran. Publikasi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah.

Sri Endang R, Sri Mulyani, Suyetty, 2009. Menangani Surat atau Dokumen Kantor, Jakarta,
Penerbit Erlangga.

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

58
59
Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

Lembar Kerja 1 : Menentukan pola kegiatan administrasi dalam kantor

Tujuan :
3. Dapat mengetahui definisi dari pola desentralisasi, pola sentralisasi, serta
pola gabungan antara desentralisasi dengan sentralisasi;
4. Dapat mengetahui Kelebihan dari macam-macam pola kegiatan administrasi;
5. Dapat mengetahui kelemahan dari macam-macam polakegiatan administrasi;
6. Dapat menentukan pola mana yang akan di pakai dalam suaru kantor
Alat :
3. Alat tulis
4. Buku catatan kecil

Rumusan Masalah : Apakah arti pola kegiatan administrasi ?


Langkah – langkah :
7. Mendefinisikan dengan bahasa sendiri mengenai ketiga pola kegiatan administrasi.
8. Dari definisi tersebut selanjutnya peserta didik mencatatnya dibuku catatan kecil.
9. Dari definisi yang telah terkumpul secara bersamaan dengan guru membahas
ketiga pola kegiatan administrasi
10. Catat pesan-pesan hasil pembahasan guru dengan peserta didik.
11. Menentukan pola apa yang sebaiknya digunakan dalam suatu kegiatan
administrasi.

60
9

61
Pengamatan
Di suatu kantor atau organisasi X yang sangat besar terdapat kebijakan penerapan pola
kegiatan administrasi dengan menggunakan pola desentralisasi, kebijakan ini tidak dapat
berjalan dengan lancar karena keterbatasan karyawan pada setiap unit yang bekerja di kantor
tersebut dan juga terdapat sistem penyimpanan arsip yang berbeda-beda disetiap unit, sehingga
jika bukan pengelola unit tersebut yang mencari arsip / surat yang akan dipinjam tersebut tidak
dapat ditemukan, sedangkan customer yang semakin banyak. Sehingga kantor X ini menjadi
tidak efektif dan efisien di mata para customer, banyak customer yang harus menunggu lama
dan mengeluh jika ingin meminjam arsip / surat yang mereka pinjam. Maka tindakan
pengubahan pola administrasi apa yang harus dilakukan pimpinan kantor X ini agar kegiatan
administrasinya dapat berjalan dengan lancar?

Analisis :
F. Menurut pendapat anda pola apa yang seharusnya diterapkan dalam kantor X
ini agar
kegiatan administrasinya dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien? .
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
H. Apakah macam-macam pola dalam kegiatan administrasi?
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
I. Hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan penerapan
pola dalam kegiatan administrasi?
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................

62
10

63
Kunci Lembar Kerja 1 : Menentukan pola kegiatan
administrasi dalam kantor
4. Menurut pendapat anda pola apa yang seharusnya diterapkan dalam kantor X ini agar
kegiatan administrasinya dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien?
Seharusnya kantor X tersebut menerapkan pola kegiatan administrasi dengan pola
gabungan dari pola sentralisasi dengan pola desentralisasi, karena kantor X tersebut
merupakan kantor yang sangat besar jadi harus menggunakan pola gabungan dengan
masing-masing unit kerja melaksanakan pengelolaan arsipnya sendiri-sendiri, namun
pengendaliannya dilakukan secara terpusat. Bertujuan meningkatkan kelebihan dari suatu
asas dan meminimalkan kekurangannya. Dengan pola gabungan ini maka kantor X dapat
Penghematan karyawan, tempat dan peralatan yang digunakan, serta Keseragaman sistem
penyimpanan, jadi customer yang akan meminjam arsip / surat tidak menunggu
lama untuk meminjam arsip / dokumen yang dibutuhkan. Kegiatan administrasi dalam
kantor pun akan berjalan dengan efektif dan efisien serta lancar.
2. Apakah macam-macam pola dalam kegiatan administrasi, serta kelebihan dan
kelemahannya?
Pola Sentralisasi (Pemusatan) merupakan pelaksanaan kegiatan atau pelayanan dalam
bidan tata usaha di suatu organisasi atau suatu kantor, dilakukan atau dipusatkan pada
satu satuan organisasi ( unit) tersendiri yang khusus mengenai pekerjaan kantor atau
menangani informasi, misalnya : Penggadaan, Pengelolaan arsip, Pengetikan surat, dll.
Pola sentralisasi bagi pekerjaan kantor berkaitan denga specialisasi atau pengkhususan
dalam pelaksanaan kerja tertentu oleh seorang petugas secara terus-menerus. Adapun
kelebihan dari penerapan Pola Sentralisasi adalah sebagai berikut:
Mudah menyeragamkan cara kerja
Mudah melakukan pengawasan
Penggunaan peralatan kantor lebih bisa dihemat.
Mudah meratakan beban kerjja kegiatan kantor
Pengunaan tenaga kerja lebih fleksibel.

4. Dengan dipusatkanya semua pekerjaan kantor, maka tidak mungking untuk


menampung semua pekerjaan pada waktu yang sama sehingga pekerjaan yang
penting dan memerlukan waktu cepatakan mengalami penundaan.
5. Terpisahnya letak gedung kantor atau jauhnya jarak, dirasakan sebagai
hambatan.

64
11

65
- Pola Desentralisasi (Pemecahan) merupakan Pelaksanaan semua kegiatan atau pelayanan
dalam bidang tata usaha di setiap unit dalam organisasi diurus sendiri oleh masing-masing
unit bersangkutan. Azas ini dapat diterapkan bagi organisasi yang kebutuhan informasinya
belum rumit. Misalnya: setiap unit atau bagian mempunyai bagian Pengarsipan, seksi
Pengetikkan, penggadaan dll. Adapun kelebihan dari penerapan pola desentralisasi adalah
sebagai berikut:
a. Apabila unit kerja organisasi tersebar di beberapa gedung, maka untuk semua
pekerjaan kantor akan menjadi lebih lancar jalanya.
b. Beberapa pekerjaan yang memang menurut sifatnya harus dilakukan oleh masing-
masing bagian atau di desentralisasikan , karena mempunyai cirri yang khas
misalnya pekerjaan mengolah data, membuat laporan mengenai sesuatu yang
bersifat teknis.
Sedangkan kelemahan dari penerapan pola desentralisasi ini adalah sebagai berikut:
a. Kemungkinan terjadinya ketidak seragaman sistem dan prosedur pengendalian
surat
b. Banyak menggunakan perlatan sehingga kurang efetif dan efisien.
- Pola Gabungan (kombinasi) merupakan Gabungan masing-masing keunggulan sistem
dasar sentralisasi dan keunggulan sistem desentralisasi dari asas sentralisasi dan
desentralisasi, yaitu dengan masing-masing unit kerja melaksanakan pengelolaan
arsipnya sendiri-sendiri, namun pengendaliannya dilakukan secara terpusat. Bertujuan
meningkatkan kelebihan dari suatu asas dan meminimalkan kekurangannya. Adapun
kelebihan dari penerapan pola gabungan adalah sebagai berikut:
a. Penghematan tempat dan peralatan yang digunakan
b. Keseragaman sistem penyimpanan
Sedangkan kelemahan dari penerapan pola gabungan adalah sebagai berikut:
a. Apabila dibutuhkan di unit kerja, arsiparis harus mencari ke unit pusat.
3. Hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan penerapan pola dalam
kegiatan administrasi?
Hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk memilih asas pengelolaan yang sesuai:
a. Besar kecil rentan tugas organisasi yang bersangkutan
b. Kompleksitas tugas dan fungsi organisasi
c. Lokasi gedung kantor
d. Jumlah karyawan yang ada dalam suatu organisasi, serta Jumlah surat yang
dikelola.

66
12

67
Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

Lembar Kerja 2
5 Macam Peralatan Dalam Penanganan Surat

Tujuan
1. Mengetahui macam-macam peralatan dalam penanganan surat;
2. Mengetahui fungsi dari macam-macam peralatan penanganan surat;
3. Menggunakan peralatan tersebut untuk penanganan surat;

Alat :
1. Alat tulis
2. Peralatan penanganan surat
3. Buku catatan kecil

Rumusan Masalah : Apa saja 5 macam peralatan penanganan surat yang umumnya
digunakan?

Langkah Kerja
1. Menyiapkan macam-macam peralatan penanganan surat
2. Mengidentifikasi hal-hal apa yang harus dilakukan ketika ada surat
3. Mengurutkan peralatan apa yang harus di gunakan terlebih dahulu agar sistematis.
4. Melakukan penanganan surat dengan penuh kehati-hatian
5. Menempatkan surat yang telah di tangani sesuai dengan jenisnya.

68
13

69
Pengamatan

Gambar 1. Peralatan surat


Perhatikan Gambar 1. Menurut anda apa sajakah peralatan penanganan surat yang terdapat
pada gambar di atas?

Analisis
1. Dengan tetap menggunakan peralatan penanganan surat, jelaskan ke-5 peralatan
penanganan surat termasuk contoh peralatan diatas disertai dengan gambar dan fungsi
peralatan tersebut!
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................

70
14

71
Kunci Lembar Kerja 2 : 5 Macam Peralatan Penanganan Surat
5 macam perlengkapan penanganan surat yang umumnya digunanakan oleh petugas kearsipan:
Perlengkapan dalam penanganan surat merupakan barang-barang yang digunakan untuk
menghasilkan sesuatu pekerjaan yang diharapkan dalam menanganan surat baik surat masuk
atau pun surat keluar. Adapun perlengkapan yang dibutuhkan dalam penanganan surat adalah
sebagai berikut:
1. Baki Surat (Tray)
Alat ini berguna sebagai tempat dari berkas yang ada, selain itu dapat berguna untuk
berbagai jenis berkas menurut keperluannya.

Gambar Baki Surat (Tray Leter)


2. Buku agenda surat masuk dan surat keluar
Buku agenda ini harus disediakan jika pengurusan surat menggunakan sistem
buku agenda. Buku agenda dibagi menjadi dua jenis yakni buku agenda untuk surat
masuk yang merupakan tulisan-tulisan atau berita-beita yang diterima dari instansi /
pihak lain yang penerimaannya dipusatkan di sekretariat atau bagian lain yang diberi
wewenang untuk tugas ini. Sedangkan buku agenda keluar merupakan tulisan-tulisan
atau berita-berita yang dikirimkan kepada instansi / pihak lain yang setiap konsep untuk
diajukan kepada pimpinan disalurkan melalui Kepala Sekretariat/ Sekretaris atau
pejabat yang diberi wewenang meneliti. Adapun fungsi dari buku agenda adalalah
sebagai berikut:
a. Mencatat seluruh surat masuk/ keluar.
b. Pengendalian distribusi atau peredaran surat sampai dengan pengarsipan.
c. Mengetahui jenis klarifikasi surat.
d. Mengetahui kebijakan atau tindakan yang diambil oleh pimpinan.
e. Alat ukur aktifitas suatu organisasi.

15

72
Gambar buku agenda untuk surat masuk maupun surat keluar

Tanggal Nomor Nomor dan Lampiran Terima Petunjuk Perihal Petunjuk Keterangan
Agenda Tanggal Dari Pada Nomor pada nomor
Surat Masuk Yang Lalu berikutnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Gambar Format untuk buku kendali


3. Kartu kendali, lembar pengantar surat masuk, lembar pengantar surat rahasia
Peralatan ini harus disediakan jika pengurusan surat menggunakan sistem kartu
kendali yang digunakan untuk mencatat data surat masuk dan surat keluar. Penanganan
surat sistem kartu kendali merupakan sistem pola baru, dimana sistem ini
dikembangkan sejak tahun 1972, sebagai hasil penelitian yang diciptakan Arsip
Nasional Ri (ANRI) bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Sistem ini banyak diterapkan di instansi pemerintah yang volume kegiatan
persuratannya sangat banyak.
Kartu kendali adalah Lembar isian yang digunakan untuk pencatatan,
penyampaian, dan penyimpanan surat yang sifatnya penting, sehingga bila surat
diperlukan dapat dengan mudah ditemukan kembali. Pada system kartu kendali perlu
dilakukan pengelompokan surat antara lain surat penting, surat rahasia dan surat biasa.
Lembar kartu kendali terdiri atas 3 warna yaitu: Lembar 1 berwarna kuning, Lembar 2
berwarna hijau dan Lembar 3 berwarna merah.

73
16

74
Kartu kendali memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Alat pengendali surat masuk dan keluar
b. Alat pelacak surat
c. Arsip pengganti bagi surat-surat yang masih dalam proses
d. Sebagai pengganti buku agenda dan buku ekspedisi
Kartu kendali memiliki beberapa keuntungan yaitu sebagai seberikut:
a. Lebih efisien dibanding buku agenda
b. Dapat membedakan sifat surat (penting,biasa,rahasia)
c. Menghilangkan pencatatan berulang
d. Mudah melacak lokasi surat yang diproses
e. Memudahkan penyusunan arsip
f. Memudahkan inventarisasi dan penilaian arsip
Penanganan surat menggunakan kartu kendali hanya mencatat surat masuk dan
keluar yang sifatnya penting saja, sedangkan untuk surat-surat yang sifatnya biasa
dicatat pada lembar pengantar surat biasa. Begitu pula dengan surat rahasia
menggunakan lembar pengantar surat rahasia oleh petugas pencatat surat. Untuk
mengidentifikasi jenis surat tersebut apakah penting, rahasia, biasa dapat dilihat sebagai
berikut:
a. Ciri-ciri surat penting adalah sebagai berikut
1. Jika surat tersebut hilang atau terlambat akan mengakibatkan kesulitan
bagi instansi yang bersangkutan, sebab tidak dapat diganti dengan surat
tembusannya atau surat lainnya.
2. Surat tersebut mempunyai proses lanjutan yang segera harus
dilaksanakan.
3. Informasi yang terkandung dalam surat tersebut tidak terdapat dalam
surat lain, sehingga kalau informasi tidak diketahui oleh pimpinan atau
unit pengolah tersebut akan menimbulkan kesulitan.
b. Ciri-ciri surat biasa adalah sebagai berikut.
1. Kalau surat tersebut hilang atau terlambat tidak akan menimbulkan
kesulitan bagi instansi yang bersangkutan.
2. Surat tersebut tidak akan diproses selanjutnya.
3. Informasi yang terkandung dalam surat tersebut terdapat pula dalam
surat lain.

75
17

76
4. Jika petugas penilai surat ragu-ragu menentukan surat penting atau surat
biasa, maka ditanyakan kepada atasannya, supaya tidak terdapat kesalahan
dalam penilaian.
c. Ciri-ciri surat rahasia adalah sebagai berikut.
1. Surat bersampul lebih dari satu sampul surat.
2. Pada sampul surat terdapat kode RHS atau SRHS

Gambar kartu kendali masuk dan kartu kendali keluar


4. Secretaries Desk file
Kumpulan map dengan kode, jenis klasifikasi pekerjaan sesuai dengan kelompok
berkas yang ditangani.

Gambar Secretaries Desk file


5. Alat Tulis
Alat Tulis merupakan peralatan yang dipergunakan untuk menuliskan atau menorehkan
tanda atau bentuk diatas suatu permukaan untuk membantu proses penanganan surat

Gambar alat tulis

18

77
Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

LK 3: Lanjutan 5 Macam Peralatan Dalam Penanganan Surat

Tujuan
1. Mengetahui macam-macam peralatan dalam penanganan surat;
2. Mengetahui fungsi dari macam-macam peralatan penanganan surat;
3. Menggunakan peralatan tersebut untuk penanganan surat;

Alat :
1. Alat tulis
2. Peralatan penanganan surat
3. Buku catatan kecil

Rumusan Masalah : Apa saja lanjutan ke- 5 macam peralatan penanganan surat yang
umumnya digunakan?

Langkah Kerja
1. Menyiapkan macam-macam peralatan penanganan surat
2. Mengidentifikasi hal-hal apa yang harus dilakukan ketika ada surat
3. Mengurutkan peralatan apa yang harus di gunakan terlebih dahulu agar sistematis.
4. Melakukan penanganan surat dengan penuh kehati-hatian
5. Menempatkan surat yang telah di tangani sesuai dengan jenisnya.

78
19

79
Pengamatan

Gambar 1. Menurut anda apa sajakah peralatan penanganan surat yang terdapat pada gambar
di atas?

Analisis
1. Dengan tetap menggunakan peralatan penanganan surat, jelaskan ke-5 peralatan
penanganan surat selanjutnya lanjutan dari materi sebelumnya termasuk contoh peralatan
diatas disertai dengan gambar dan fungsi peralatan tersebut!
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................

80
20

81
Kunci LK 3 : Lanjutan 5 Macam Peralatan Dalam Penanganan Surat

5 macam perlengkapan penanganan surat lanjutan dari materi sebelumnya yang umumnya
digunanakan oleh petugas kearsipan:
Perlengkapan dalam penanganan surat merupakan barang-barang yang digunakan untuk
menghasilkan sesuatu pekerjaan yang diharapkan dalam menanganan surat baik surat masuk
atau pun surat keluar. Adapun perlengkapan lanjutan dari materi sebelumnya yang dibutuhkan
dalam penanganan surat adalah sebagai berikut:
6. Kertas dan Amplop
Kertas dengan kop surat atau kertas polos dan amplop berbagai ukuran. Amplop adalah
alat untuk menyimpan dokumen. Suatu dokumen disimpan ke amplop biasanya untuk
dikirim kepada pihak lain atau agar menjaga kerahasiaan dokumen, melindungi dokuen
agar tidak rusak, dan menambah nilai estetika.

Gambar amplop surat/dokumen


7. Alat Pembuka Surat
Alat ini berfungsi untuk membuka sampul surat dengan cara memotong bagian pinggir
sampul. Ditinjaiu dari penggunaan komponennya, pembuka surat dibagi menjadi dua
yaitu:
a. Pembuka surat listrik (elektrik letter opener)
Alat ini digerakkan dengan menggunakan tenaga listrik dan komponen mesinnya
bersifat mekanis.
b. Pembuka surat elektronik (electronic letter opener)
Alat ini digerakkan menggunakan tenaga baterai dan komponen mesinnya bersifat
elektronis.

82
21

83
Gambar alat pembuka surat
8. Stempel
Stempel tanggal terima dan stempel perusahaan. Stempel merupakan tanda tera yang
dimiliki oleh sebuah instusi atau kelompok sebagai bukti pengesahan atas sesuatu yang
terkait dengan interaksi institusi dengan pihak kedua. Dengan stempel maka ada kekuatan
hukum yang mengikat diantara dua orang atau lebih yang terikat dalam ketentuannya,
maka dari itu stempel bersifat legal. Dari segi bentuknya stempel dibedakan menjadi tiga
yaitu:
a. Stempel berbentuk bulat
Stempel ini digunakan oleh Institusi resmi, Institusi induk dan dipegang oleh
Pimpinan atau Kepala Tata Usaha di Institusi yang bersangkutan.
b. Stempel berbentuk oval
Stempel ini digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan khusus yang berada dilingkup
institusi. Kekuatan hukum bersifat mengikat pada kelompok tertentu di
institusi.misalnya kepanitiaan dalam institusi.
c. Stempel berbentuk persegi
Stempel ini digunakan untuk kelompok yang lebih kecil lagi. Kelompok ini bersifat
tidak permanen, melainkan mempunyai ketentuan dan waktu kerja yang terbatas.

Gambar stempel yang berbentuk bulat, oval, dan persegi.


9. Formulir tanda terima atau buku ekspedisi
Formulir tanda terima digunakan pada pola disentralisasi dan buku ekspedisi digunakan
pada pola sentralisasi.

84
22

85
Gambar formulir tanda terima
10. Lembar Disposisi
Lembar isi ini untuk mencatat instruksi dari pimpinan berkaitan dengan proses tindak
lanjut dari surat yang diterima dari pihak lain. Lembar ini digunakan pada pola
sentralisasi. Pada pola disentralisasi,disposisi langsung pada suratnya. Disposisi
merupakan petunjuk singkat tentang tindak lanjut (penyelesaian) terhadap suatu urusan
atau surat masuk. Disposisi dibuat oleh pimpinan untuk staf atau bawahan sesuai dengan
bidang keahlian atau kewenangannya. Tujuan pembuatan disposisi ialah agar staf dapat
menindaklanjuti atau menyelesaikan suatu urusan atau surat masuk sesuai dengan yang
dikehendaki oleh pimpinan. Tindak lanjut dapat berupa surat balasan, tindakan-tindakan
lain dalam rangka menyelesaikan urusan tersebut.

Gambar lembar disposisi.

86
23

87
Daftar Pustaka
BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), 2007, Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran. Publikasi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Sri Endang R, Sri Mulyani, Suyetty, 2009. Menangani Surat atau Dokumen Kantor, Jakarta
Penerbit Erlangga.

88
24

89
Nama : NIM : Tanggal :

LEMBAR PENILAIAN (LP) 1: PRODUK

1. Apakah definisi dari pola sentralisasi dalam kegiatan administrasi, serta apasaja
kelebihan dan kelemahannya?

2. Menurut anda apakah pola yang sering digunakan dalam kantor / organisasi besar?

3. Hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan penerapan pola dalam
kegiatan administrasi?

4. Jelaskan ke-10 macam peralatan penanganan suratyang umumnya digunakan oleh


arsiparis?

5. Berikan contoh gambar ke-10 macam peralatan penanganan suratyang umumnya


digunakan oleh arsiparis

Daftar Pustaka
BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), 2007, Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran. Publikasi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Sri Endang R, Sri Mulyani, Suyetty, 2009. Menangani Surat atau Dokumen Kantor, Jakarta,
Penerbit Erlangga.
25

90
Kunci LP 1 : Produk

1. Apakah definisi dari pola sentralisasi dalam kegiatan administrasi, serta apasaja
kelebihan dan kelemahannya?
Pola Sentralisasi (Pemusatan) merupakan pelaksanaan kegiatan atau pelayanan dalam
bidan tata usaha di suatu organisasi atau suatu kantor, dilakukan atau dipusatkan pada
satu satuan organisasi ( unit) tersendiri yang khusus mengenai pekerjaan kantor atau
menangani informasi, misalnya : Penggadaan, Pengelolaan arsip, Pengetikan surat, dll.
Pola sentralisasi bagi pekerjaan kantor berkaitan denga specialisasi atau pengkhususan
dalam pelaksanaan kerja tertentu oleh seorang petugas secara terus-menerus. Adapun
kelebihan dari penerapan Pola Sentralisasi adalah sebagai berikut:
a. Mudah menyeragamkan cara kerja
b. Mudah melakukan pengawasan
c. Penggunaan peralatan kantor lebih bisa dihemat.
d. Mudah meratakan beban kerjja kegiatan kantor
e. Pengunaan tenaga kerja lebih fleksibel.

a. Dengan dipusatkanya semua pekerjaan kantor, maka tidak mungking untuk


menampung semua pekerjaan pada waktu yang sama sehingga pekerjaan yang
penting dan memerlukan waktu cepatakan mengalami penundaan.
b. Terpisahnya letak gedung kantor atau jauhnya jarak, dirasakan sebagai hambatan.
2. Menurut anda apakah pola yang sering digunakan dalam kantor / organisasi besar?
Menurut saya pola kegiatan administrasi yang sering digunakan oleh kantor / organisasi
besar adalah pola kegiatan administrasi dengan pola gabungan antara pola sentralisasi
dengan pola desentralisasi, bertujuan meningkatkan kelebihan dari suatu asas dan
meminimalkan kekurangannya. Dengan pola gabungan ini maka kantor X dapat
Penghematan karyawan, tempat dan peralatan yang digunakan, serta Keseragaman
sistem penyimpanan, jadi customer yang akan meminjam arsip / surat tidak menunggu
lama untuk meminjam arsip / dokumen yang dibutuhkan. Kegiatan administrasi dalam
kantor pun akan berjalan dengan efektif dan efisien serta lancar.

91
26

92
3. Hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan penerapan pola dalam
kegiatan administrasi?
Hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk memilih asas pengelolaan yang sesuai:
a. Besar kecil rentan tugas organisasi yang bersangkutan
b. Kompleksitas tugas dan fungsi organisasi
c. Lokasi gedung kantor
d. Jumlah karyawan yang ada dalam suatu organisasi, serta Jumlah surat yang
dikelola.
4. sebutkan ke-10 macam peralatan penanganan suratyang umumnya digunakan oleh
arsiparis?
1. Baki Surat (Tray)
2. Buku agenda surat masuk dan surat keluar
3. Kartu kendali, lembar pengantar surat masuk, lembar pengantar surat rahasia
4. Secretaries Desk file
5. Alat Tulis
6. Kertas dan Amplop
7. Alat Pembuka Surat
8. Stempel
9. Formulir tanda terima atau buku ekspedisi
10. Lembar Disposisi

93
27

94
5. Berikan 10 contoh gambar dari macam-macam peralatan penanganan surat yang
umumnya digunakan oleh arsiparis
5. Alat Tulis
1. Baki Surat (Tray)

2. Buku agenda surat masuk dan


6. Kertas dan Amplop
surat keluar

3. Kartu kendali 7. Alat Pembuka Surat

4. Secretaries Desk file


8. Stempel

95
28

96
9. Formulir tanda terima atau 10. Lembar Disposisi
buku ekspedisi

97
29

98
LEMBAR PENILAIAN 2: PROSES

Prosedur :
1. Siapkan seperangkat alat tulis dan peralatan penanganan surat.
2. Tugasi siswa untuk melakukan penanganan surat penggunakan peralatan penanganan
surat.
3. Siswa melakukan penanganan surat masuk.
4. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada format Asesmen kinerja dibawah ini
5. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan
6. Siswa diijinkan mangases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini.
Format Asesmen Kinerja Proses
Skor Asesmen
No Rincian Tugas Kinerja Skor Oleh Siswa Oleh Guru
Maksimum Sendiri
1. Persiapan:
- Alat tulis
2. Kelengkapan peralatan:
- Baki Surat (Tray)
- Buku agenda
- Kartu kendali
- Secretaries Desk file
- Alat Tulis
- Kertas dan Amplop
- Alat Pembuka Surat
- Stempel
- buku ekspedisi
- Lembar Disposisi
3. Pengisian Buku Agenda
4. Pengisian Kartu Kendali
5. Pengisian Buku ekspedisi
6. Pengisian Lembar Disposisi

Cepu, April 2018


Guru Mapel

Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP. -

99
30

100
LEMBAR PENILAIAN 3: PSIKOMOTOR
Prosedur :
1. Disediakan peralatan penanganan surat .
2. Tugasi siswa melakukan penanganan surat dengan skenario pada LK 2
3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada format asesmen kinerja dibawah ini.
4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan.
5. siswa diijinkan mengakses kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini.
Format Asesmen Kinerja Psikomotor
Skor Asesmen
No Rincian Tugas Kinerja Skor
Maksimum Oleh Siswa Oleh Guru
Sendiri
1. Menyiapkan peralatan penanganan 20
Surat
2. Mengidentifikasikan hal apasaja yang 20
pertama kali dilakukan ketika surat
Masuk
3. Menerapkan penanganan surat 20
menggunakan peralatan surat
4. Melakukan penanganan surat dengan 20
Baik
5. Menguasai penggunaan peralatan 20
Surat
Jumlah 100

Cepu, April 2018


Guru Mapel

Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP. -
31

101
LP 4: Format Pengamatan Perilaku Berkarakter

Siswa: Kelas: Tanggal:

Petunjuk:
Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter
siswa menggunakan skala berikut ini:
D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A = Sangat
perbaikan kemajuan baik

102
Format Pengamatan Perilaku Berkarakter

No Memerlukan Menunjukkan Memuaskan Sangat


Rincian Tugas perbaikan kemajuan (C) (B) baik (A)
Kinerja (RTK) (D)
1 Ketelitian
2 Kesabaran
3 Keuletan

Cepu, April 2018


Guru Mapel

Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP. -

103
LP 5 : Format Pengamatan Keterampilan Sosial

Siswa: Kelas: Tanggal:


Petunjuk:
Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa
itu menggunakan skala berikut ini:
D = Memerlukan C = Menunjukkan perbaikan kemajuan B = Memuaskan
A = Sangat baik

104
Format Pengamatan Keterampilan Sosial

No Memerlukan Menunjukkan Memuaskan Sangat baik


Rincian Tugas perbaikan kemajuan (C) (B) (A)
Kinerja (RTK) (D)
1. Keramahan dalam
melayani pelanggan
2. Menyumbang ide atau
pendapat
3. Kinerja yang baik

Cepu, April 2018


Guru Mapel

Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP. -

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


3
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1 CEPU
Mata Pelajaran : Kejuruan Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : Kelas XI / Semester 1
Materi Pembelajaran : Mengidentifikasi surat/dokumen kantor
Alokasi Waktu : 8 x 45 menit

I. Standar Kompetensi : Menerapkan penataan surat / dokumen


II. Kompetensi Dasar : Melakukan penataan surat / dokumen sesuai sistem yang berlaku
III. Indikator
A. Kognitif
1. Produk:
a. Pengenalan dan pemahaman mengenai pola kegiatan administrasi
b. penanganan surat sesuai dengan peralatannya
c. Pemahaman mengenai peralatan yang akan digunakan dalam penanganan surat
2. Proses:
Melaksanakan praktek penanganan surat masuk maupun surat keluar sesuai dengan
prosedur dalam penanganan surat:
a. Mengoperasikan peralatan penanganan surat
b. Memahami tata-cara penanganan surat dengan baik
c. Menggunakan tata-cara penanganan surat dengan baik
B. Psikomotor
Mengoperasikan peralatan penanganan surat sesuai dengan fungsinya secara benar
C. Afektif
1. Mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi:
a. Ketelitian
b. Kesabaran
c. Keuletan
2. Keterampilan sosial:
a. Keramahan dalam melayani pelanggan
b. Kinerja yang baik
c. Menyumbang ide atau pendapat

4
IV. Tujuan Pembelajaran
A. Kognitif
1. Produk:
a. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat mendeskripsikan pola
kegiatan administrasi dengan mengerjakan soal terkait di LP 1 : Produk sesuai
dengan kunci jawaban.
b. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat mendeskripsikan
penanganan dalam pengelolaan surat
c. Secara mandiri siswa dapat menjelaskan peralatan yang akan digunakan dalam
penanganan surat
2. Proses
Disediakan seperangkat alat tulis dan, peralatan penangana surat, siswa dapat
mengetahui pola kegiatan administrasi dan peralatan penanganan surat yang telah
disediakan dengan tepat. Selanjutnya siswa melakukan penanganan surat
menggunakan peralatan dengan tepat, sesuai dengan rincian tugas kinerja yang
ditentukan di LP 2 : proses meliputi : penanganan surat sesuai dengan peralatan
yang telah disediakan, melakukan tata-cara penanganan surat sesuai dengan fungsi
dari peralatan penanganan surat.
B. Psikomotor
1. Disediakan peralatan penanganan surat (mulai dari Baki surat sampai dengan lembar
disposisi) dan LK, peserta didik dapat mendemonstrasikan praktek penanganan surat
menggunakan pperalatan penanganan surat sesuai dengan tugas kinerja yang
ditentukan pada LP3 Psikomotor
2. Disediakan contoh skenario penanganan surat menggunakan peralatan surat,
kemudian peserta didik melakukan praktek penanganan surat sesuai dengan tugas
kinerja yang ditentukan pada LP3 : Psikomotor
C. Afektif
1. Karakter:
d. Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa
dinilai Membuat kemajuan dalam menunjukkan karakter Ketelitian, Kesabaran,
Keuletan, sesuai dengan LP 4 : Pengamatan Perilaku berkarakter.
2. Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa
dinilai Membuat kemajuan dalam menunjukkan perilaku keterampilan sosial

5
bersikap ramah dalam pelayanan dan mendapatkan kinerja yang baik, sesuai dengan
LP 5 : Keterampilan sosial.
V. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Model Pembelajaran Koorperatif (MPK)
Metode Pembelajaran : Tugas proyek berupa simulasi penanganan surat menggunakan
peralatan penanganan surat.
VI. Bahan
- Lembar Kerja 1,2,3
- Lembar format langkah-langkah penanganan surat
VII. Alat
Minimal peralatan penanganan surat yang sederhana seperti baki surat, alat tulis,
amplop, dan lain sebagainya. Peralatan ini memungkinkan proses penanganan surat
dapat berjalan.
VIII. Proses Belajar Mengajar
A. Pendahuluan
Penilaian oleh
Kegiatan Pengamat

1 2 3 4

1. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran produk, proses,


psikomotor, keterampilan sosial, dan karakter. Siswa dapat
mengemukakan pengertian menuliskan pola kegiatan
administrasi.
Guru meminta siswa mengemukakan pendapatnya, bagaimana
jika dalam suatu kantor terdapat 2 pendapat untuk menetapkan
pola desentralisasi atau sentralisasi. (Fase 1 MPK)
2. Guru memberi penjelasan bahwa disetiap kantor dapat
menggunakan pola desentralisasi, sentralisasi, atau gabungan
dari kedua pola tersebut yakni desentralisasi dengan sentralisasi.
Penggunaan pola tersebut tergantung dari kebijakan dan
keperluan pada suatu kantor atau organisasi. (Fase 1 MPK)

6
B. Inti
Penilaian oleh
Pengamat
Kegiatan
1 2 3 4

Penggalan 1
a. Siswa mendiskusikan jenis-jenis pola kegiatan administrasi,
penerapan pola desentralisasi, sentralisasi, dan pola gabungan dari
desentralisasi dengan sentralisasi. (Fase 2 MPK)
b. Guru memberikan informasi tentang penggunaan pola kegiatan
administrasi agar kegiatan kantor berjalan dengan efektif dan efisien.
Guru membagikan LK satu LK tiap Kelompok . (Fase 3 MPK)
c. Siswa mendiskusikan berapa macam peralatan dalam penanganan
surat dari yang sederhana hingga pembuatan kartu kendali hingga
lembar disposisi. Siswa mengisi LK, melakukan pengamatan
terhadap suatu ilustrasi kasus dalam LK. (Fase 4 MPK)
d. Guru menginformasikan ke-10 peralatan dalam penanganan surat.
Agar peserta didik dapat mengetahui jenis peralatan dalam penanganan
kantor satu sama lain.
e. Siswa mendiskusikan Hal-hal apa saja yang perlu dilakukan ketika
terdapat surat masuk.
f. Guru mendemonstrasikan hal-hal apasaja yang harus dilakukan
arsiparis ketika surat masuk.
g. Guru memberikan gambaran mengenai apasaja yang harus dikerjakan
oleh arsiparis ketika surat itu masuk dengan menggunakan peralatan
penanganan surat.
Penggalan 2
a. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif .
Setiap kelompok terdiri dari 2 – 3 siswa, untuk mencari informasi dari
internet tentang berbagai pola kegiatan administrasi dalam suatu kantor
serta macam-macam peralatan penanganan surat.
b. Membimbing siswa membuat laporan tertulis tentang pola kegiatan
administrasi dalam suatu kantor serta macam-macam peralatan
penanganan surat. (Fase 4 MPK)

6
Penilaian oleh
Pengamat
Kegiatan
1 2 3 4

c. Membimbing siswa melakukan simulasi secara berpasangan


mengenai pola kegiatan administrasi serta macam-macam peralatan
penanganan surat dari Baki Surat hingga lembar disposisi.
d. Membimbing tugas kelompok simulasi pola apa yang harus dipakai dalam
suatu kantor serta macam-macam peralatan penanganan surat. (Fase 5
MPK)
e. Meminta masing-masing siswa dalam setiap kelompok agar
bertanggung jawab atas terselesaikannya tugas simulasi itu.
f. Melakukan evaluasi formatif dengan asesmen kinerja psikomotor
dengan cara meminta siswa menunjukkan keterampilan penanganan
surat sesuai dengan peralatan penanganan surat.
Penggalan 3
a. Membimbing tugas kelompok simulasi penanganan surat dengan
menggunakan peralatan yang dibutuhkan agar dapat berjalan dengan
lancar.
b. Guru melakukan evaluasi formatif dengan Instrumen penilaian
mengenai pola kegiatan administrasi dan peralatan apasaja yang
dibutuhkan dalam penanganan surat. (Fase 5 MPK)
Penggalan 4
a. Membimbing kelompok berdiskusi dan menarik kesimpulan serta
Memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok yang
berkinerja baik dalam kegiatan belajar mengajar tersebut.

C. Penutup
Penilaian oleh
Kegiatan Pengamat
1 2 3 4
Menutup pelajaran dengan membimbing siswa membuat rangkuman
dan memberi Pekerjaan Rumah

7
IX. Sumber Pembelajaran
1. LK 1 : Macam-macam pola kegiatan administrasi
2. LK 2 : Surat menyurat bisnis modern penerbit: Pustaka Setia
3. LK 3 : Menerima surat masuk atau keluar dengan menggunakan peralatan yang
benar.
4. Kunci LK 1, 2, 3
5. LP 1: Produk
6. LP 2: Proses
7. LP 3: Psikomotor
8. LP 4: Pengamatan Perilaku Berkarakter
9. LP 5: Pengamatan Keterampilan Sosial
10. Tabel Spesifikasi Penilaian
11. Silabus
12. Modul menangani surat masuk da keluar (mail handling) penerbit: erlangga
13. Sumber lain yang relevan (internet).

Daftar Pustaka
BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), 2007, Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran. Publikasi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah.

Sri Endang R, Sri Mulyani, Suyetty, 2009. Menangani Surat atau Dokumen Kantor, Jakarta,
Penerbit Erlangga.

8
Nama/Kelompok Kelas: Tgl:

Lembar Kerja 1 : Menentukan pola kegiatan administrasi dalam kantor

Tujuan :
1. Dapat mengetahui definisi dari pola desentralisasi, pola sentralisasi, serta pola
gabungan antara desentralisasi dengan sentralisasi;
2. Dapat mengetahui Kelebihan dari macam-macam pola kegiatan administrasi;
3. Dapat mengetahui kelemahan dari macam-macam polakegiatan administrasi;
4. Dapat menentukan pola mana yang akan di pakai dalam suaru kantor
Alat :
1. Alat tulis
2. Buku catatan kecil

Rumusan Masalah : Apakah arti pola kegiatan administrasi ?


Langkah – langkah :
1. Mendefinisikan dengan bahasa sendiri mengenai ketiga pola kegiatan administrasi.
2. Dari definisi tersebut selanjutnya peserta didik mencatatnya dibuku catatan kecil.
3. Dari definisi yang telah terkumpul secara bersamaan dengan guru membahas
ketiga pola kegiatan administrasi
4. Catat pesan-pesan hasil pembahasan guru dengan peserta didik.
5. Menentukan pola apa yang sebaiknya digunakan dalam suatu kegiatan
administrasi.

9
Pengamatan
Di suatu kantor atau organisasi X yang sangat besar terdapat kebijakan penerapan
pola kegiatan administrasi dengan menggunakan pola desentralisasi, kebijakan ini tidak dapat
berjalan dengan lancar karena keterbatasan karyawan pada setiap unit yang bekerja di kantor
tersebut dan juga terdapat sistem penyimpanan arsip yang berbeda-beda disetiap unit,
sehingga jika bukan pengelola unit tersebut yang mencari arsip / surat yang akan dipinjam
tersebut tidak dapat ditemukan, sedangkan customer yang semakin banyak. Sehingga kantor
X ini menjadi tidak efektif dan efisien di mata para customer, banyak customer yang harus
menunggu lama dan mengeluh jika ingin meminjam arsip / surat yang mereka pinjam. Maka
tindakan pengubahan pola administrasi apa yang harus dilakukan pimpinan kantor X ini agar
kegiatan administrasinya dapat berjalan dengan lancar?

Analisis :
1. Menurut pendapat anda pola apa yang seharusnya diterapkan dalam kantor X ini agar
kegiatan administrasinya dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien? .
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
2. Apakah macam-macam pola dalam kegiatan administrasi?
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
3. Hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan penerapan pola dalam
kegiatan administrasi?
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................

10
Kunci Lembar Kerja 1 : Menentukan pola kegiatan administrasi dalam
kantor
1. Menurut pendapat anda pola apa yang seharusnya diterapkan dalam kantor X ini agar
kegiatan administrasinya dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien?
Seharusnya kantor X tersebut menerapkan pola kegiatan administrasi dengan pola
gabungan dari pola sentralisasi dengan pola desentralisasi, karena kantor X tersebut
merupakan kantor yang sangat besar jadi harus menggunakan pola gabungan dengan
masing-masing unit kerja melaksanakan pengelolaan arsipnya sendiri-sendiri, namun
pengendaliannya dilakukan secara terpusat. Bertujuan meningkatkan kelebihan dari suatu
asas dan meminimalkan kekurangannya. Dengan pola gabungan ini maka kantor X dapat
Penghematan karyawan, tempat dan peralatan yang digunakan, serta Keseragaman
sistem penyimpanan, jadi customer yang akan meminjam arsip / surat tidak menunggu lama
untuk meminjam arsip / dokumen yang dibutuhkan. Kegiatan administrasi dalam kantor
pun akan berjalan dengan efektif dan efisien serta lancar.
2. Apakah macam-macam pola dalam kegiatan administrasi, serta kelebihan dan
kelemahannya?
- Pola Sentralisasi (Pemusatan) merupakan pelaksanaan kegiatan atau pelayanan dalam
bidan tata usaha di suatu organisasi atau suatu kantor, dilakukan atau dipusatkan pada
satu satuan organisasi ( unit) tersendiri yang khusus mengenai pekerjaan kantor atau
menangani informasi, misalnya : Penggadaan, Pengelolaan arsip, Pengetikan surat,
dll. Pola sentralisasi bagi pekerjaan kantor berkaitan denga specialisasi atau
pengkhususan dalam pelaksanaan kerja tertentu oleh seorang petugas secara terus-
menerus. Adapun kelebihan dari penerapan Pola Sentralisasi adalah sebagai berikut:
a. Mudah menyeragamkan cara kerja
b. Mudah melakukan pengawasan
c. Penggunaan peralatan kantor lebih bisa dihemat.
d. Mudah meratakan beban kerjja kegiatan kantor
e. Pengunaan tenaga kerja lebih fleksibel.
Adapun kelemahan dari penerapan pola ini adalah sebagai berikut:
a. Dengan dipusatkanya semua pekerjaan kantor, maka tidak mungking untuk
menampung semua pekerjaan pada waktu yang sama sehingga pekerjaan yang
penting dan memerlukan waktu cepatakan mengalami penundaan.
b. Terpisahnya letak gedung kantor atau jauhnya jarak, dirasakan sebagai hambatan.

11
- Pola Desentralisasi (Pemecahan) merupakan Pelaksanaan semua kegiatan atau
pelayanan dalam bidang tata usaha di setiap unit dalam organisasi diurus sendiri oleh
masing-masing unit bersangkutan. Azas ini dapat diterapkan bagi organisasi yang
kebutuhan informasinya belum rumit. Misalnya: setiap unit atau bagian mempunyai
bagian Pengarsipan, seksi Pengetikkan, penggadaan dll. Adapun kelebihan dari
penerapan pola desentralisasi adalah sebagai berikut:
a. Apabila unit kerja organisasi tersebar di beberapa gedung, maka untuk semua
pekerjaan kantor akan menjadi lebih lancar jalanya.
b. Beberapa pekerjaan yang memang menurut sifatnya harus dilakukan oleh masing-
masing bagian atau di desentralisasikan , karena mempunyai cirri yang khas
misalnya pekerjaan mengolah data, membuat laporan mengenai sesuatu yang
bersifat teknis.
Sedangkan kelemahan dari penerapan pola desentralisasi ini adalah sebagai berikut:
a. Kemungkinan terjadinya ketidak seragaman sistem dan prosedur pengendalian
surat
b. Banyak menggunakan perlatan sehingga kurang efetif dan efisien.
- Pola Gabungan (kombinasi) merupakan Gabungan masing-masing keunggulan sistem
dasar sentralisasi dan keunggulan sistem desentralisasi dari asas sentralisasi dan
desentralisasi, yaitu dengan masing-masing unit kerja melaksanakan pengelolaan
arsipnya sendiri-sendiri, namun pengendaliannya dilakukan secara terpusat. Bertujuan
meningkatkan kelebihan dari suatu asas dan meminimalkan kekurangannya. Adapun
kelebihan dari penerapan pola gabungan adalah sebagai berikut:
a. Penghematan tempat dan peralatan yang digunakan
b. Keseragaman sistem penyimpanan
Sedangkan kelemahan dari penerapan pola gabungan adalah sebagai berikut:
a. Apabila dibutuhkan di unit kerja, arsiparis harus mencari ke unit pusat.
3. Hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan penerapan pola dalam kegiatan
administrasi?
Hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk memilih asas pengelolaan yang sesuai:
a. Besar kecil rentan tugas organisasi yang bersangkutan
b. Kompleksitas tugas dan fungsi organisasi
c. Lokasi gedung kantor
d. Jumlah karyawan yang ada dalam suatu organisasi, serta Jumlah surat yang dikelola.

12
Nama/Kelompok Kelas: Tgl:

Lembar Kerja 2
5 Macam Peralatan Dalam Penanganan Surat

Tujuan
1. Mengetahui macam-macam peralatan dalam penanganan surat;
2. Mengetahui fungsi dari macam-macam peralatan penanganan surat;
3. Menggunakan peralatan tersebut untuk penanganan surat;

Alat :
1. Alat tulis
2. Peralatan penanganan surat
3. Buku catatan kecil

Rumusan Masalah : Apa saja 5 macam peralatan penanganan surat yang umumnya
digunakan?

Langkah Kerja
1. Menyiapkan macam-macam peralatan penanganan surat
2. Mengidentifikasi hal-hal apa yang harus dilakukan ketika ada surat
3. Mengurutkan peralatan apa yang harus di gunakan terlebih dahulu agar sistematis.
4. Melakukan penanganan surat dengan penuh kehati-hatian
5. Menempatkan surat yang telah di tangani sesuai dengan jenisnya.

13
Pengamatan

Gambar 1. Peralatan surat


Perhatikan Gambar 1. Menurut anda apa sajakah peralatan penanganan surat yang terdapat
pada gambar di atas?

Analisis
1. Dengan tetap menggunakan peralatan penanganan surat, jelaskan ke-5 peralatan
penanganan surat termasuk contoh peralatan diatas disertai dengan gambar dan fungsi
peralatan tersebut!
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................

14
Kunci Lembar Kerja 2 : 5 Macam Peralatan Penanganan Surat
5 macam perlengkapan penanganan surat yang umumnya digunanakan oleh petugas
kearsipan:
Perlengkapan dalam penanganan surat merupakan barang-barang yang digunakan untuk
menghasilkan sesuatu pekerjaan yang diharapkan dalam menanganan surat baik surat masuk
atau pun surat keluar. Adapun perlengkapan yang dibutuhkan dalam penanganan surat adalah
sebagai berikut:
1. Baki Surat (Tray)
Alat ini berguna sebagai tempat dari berkas yang ada, selain itu dapat berguna untuk
berbagai jenis berkas menurut keperluannya.

Gambar Baki Surat (Tray Leter)


2. Buku agenda surat masuk dan surat keluar
Buku agenda ini harus disediakan jika pengurusan surat menggunakan sistem
buku agenda. Buku agenda dibagi menjadi dua jenis yakni buku agenda untuk surat
masuk yang merupakan tulisan-tulisan atau berita-beita yang diterima dari instansi /
pihak lain yang penerimaannya dipusatkan di sekretariat atau bagian lain yang diberi
wewenang untuk tugas ini. Sedangkan buku agenda keluar merupakan tulisan-tulisan
atau berita-berita yang dikirimkan kepada instansi / pihak lain yang setiap konsep untuk
diajukan kepada pimpinan disalurkan melalui Kepala Sekretariat/ Sekretaris atau
pejabat yang diberi wewenang meneliti. Adapun fungsi dari buku agenda adalalah
sebagai berikut:
a. Mencatat seluruh surat masuk/ keluar.
b. Pengendalian distribusi atau peredaran surat sampai dengan pengarsipan.
c. Mengetahui jenis klarifikasi surat.
d. Mengetahui kebijakan atau tindakan yang diambil oleh pimpinan.
e. Alat ukur aktifitas suatu organisasi.

15
Gambar buku agenda untuk surat masuk maupun surat keluar

Tanggal Nomor Nomor dan Lampiran Terima Petunjuk Perihal Petunjuk Keterangan
Agenda Tanggal Dari Pada Nomor pada nomor
Surat Masuk Yang Lalu berikutnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Gambar Format untuk buku kendali


3. Kartu kendali, lembar pengantar surat masuk, lembar pengantar surat rahasia
Peralatan ini harus disediakan jika pengurusan surat menggunakan sistem
kartu kendali yang digunakan untuk mencatat data surat masuk dan surat keluar.
Penanganan surat sistem kartu kendali merupakan sistem pola baru, dimana sistem ini
dikembangkan sejak tahun 1972, sebagai hasil penelitian yang diciptakan Arsip
Nasional Ri (ANRI) bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Sistem ini banyak diterapkan di instansi pemerintah yang volume kegiatan
persuratannya sangat banyak.
Kartu kendali adalah Lembar isian yang digunakan untuk pencatatan,
penyampaian, dan penyimpanan surat yang sifatnya penting, sehingga bila surat
diperlukan dapat dengan mudah ditemukan kembali. Pada system kartu kendali perlu
dilakukan pengelompokan surat antara lain surat penting, surat rahasia dan surat
biasa. Lembar kartu kendali terdiri atas 3 warna yaitu: Lembar 1 berwarna kuning,
Lembar 2 berwarna hijau dan Lembar 3 berwarna merah.

16
Kartu kendali memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Alat pengendali surat masuk dan keluar
b. Alat pelacak surat
c. Arsip pengganti bagi surat-surat yang masih dalam proses
d. Sebagai pengganti buku agenda dan buku ekspedisi
Kartu kendali memiliki beberapa keuntungan yaitu sebagai seberikut:
a. Lebih efisien dibanding buku agenda
b. Dapat membedakan sifat surat (penting,biasa,rahasia)
c. Menghilangkan pencatatan berulang
d. Mudah melacak lokasi surat yang diproses
e. Memudahkan penyusunan arsip
f. Memudahkan inventarisasi dan penilaian arsip
Penanganan surat menggunakan kartu kendali hanya mencatat surat masuk dan
keluar yang sifatnya penting saja, sedangkan untuk surat-surat yang sifatnya biasa
dicatat pada lembar pengantar surat biasa. Begitu pula dengan surat rahasia
menggunakan lembar pengantar surat rahasia oleh petugas pencatat surat. Untuk
mengidentifikasi jenis surat tersebut apakah penting, rahasia, biasa dapat dilihat
sebagai berikut:
a. Ciri-ciri surat penting adalah sebagai berikut
1. Jika surat tersebut hilang atau terlambat akan mengakibatkan kesulitan bagi
instansi yang bersangkutan, sebab tidak dapat diganti dengan surat
tembusannya atau surat lainnya.
2. Surat tersebut mempunyai proses lanjutan yang segera harus dilaksanakan.
3. Informasi yang terkandung dalam surat tersebut tidak terdapat dalam surat
lain, sehingga kalau informasi tidak diketahui oleh pimpinan atau unit
pengolah tersebut akan menimbulkan kesulitan.
b. Ciri-ciri surat biasa adalah sebagai berikut.
1. Kalau surat tersebut hilang atau terlambat tidak akan menimbulkan
kesulitan bagi instansi yang bersangkutan.
2. Surat tersebut tidak akan diproses selanjutnya.
3. Informasi yang terkandung dalam surat tersebut terdapat pula dalam surat
lain.

17
4. Jika petugas penilai surat ragu-ragu menentukan surat penting atau surat
biasa, maka ditanyakan kepada atasannya, supaya tidak terdapat kesalahan
dalam penilaian.
c. Ciri-ciri surat rahasia adalah sebagai berikut.
1. Surat bersampul lebih dari satu sampul surat.
2. Pada sampul surat terdapat kode RHS atau SRHS

Gambar kartu kendali masuk dan kartu kendali keluar


4. Secretaries Desk file
Kumpulan map dengan kode, jenis klasifikasi pekerjaan sesuai dengan kelompok
berkas yang ditangani.

Gambar Secretaries Desk file


5. Alat Tulis
Alat Tulis merupakan peralatan yang dipergunakan untuk menuliskan atau
menorehkan tanda atau bentuk diatas suatu permukaan untuk membantu proses
penanganan surat

Gambar alat tulis

18
Nama/Kelompok Kelas: Tgl:

LK 3: Lanjutan 5 Macam Peralatan Dalam Penanganan Surat

Tujuan
1. Mengetahui macam-macam peralatan dalam penanganan surat;
2. Mengetahui fungsi dari macam-macam peralatan penanganan surat;
3. Menggunakan peralatan tersebut untuk penanganan surat;

Alat :
1. Alat tulis
2. Peralatan penanganan surat
3. Buku catatan kecil

Rumusan Masalah : Apa saja lanjutan ke- 5 macam peralatan penanganan surat yang
umumnya digunakan?

Langkah Kerja
1. Menyiapkan macam-macam peralatan penanganan surat
2. Mengidentifikasi hal-hal apa yang harus dilakukan ketika ada surat
3. Mengurutkan peralatan apa yang harus di gunakan terlebih dahulu agar sistematis.
4. Melakukan penanganan surat dengan penuh kehati-hatian
5. Menempatkan surat yang telah di tangani sesuai dengan jenisnya.

19
Pengamatan

Gambar 1. Menurut anda apa sajakah peralatan penanganan surat yang terdapat pada gambar
di atas?

Analisis
1. Dengan tetap menggunakan peralatan penanganan surat, jelaskan ke-5 peralatan
penanganan surat selanjutnya lanjutan dari materi sebelumnya termasuk contoh peralatan
diatas disertai dengan gambar dan fungsi peralatan tersebut!
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................

20
Kunci LK 3 : Lanjutan 5 Macam Peralatan Dalam Penanganan Surat

5 macam perlengkapan penanganan surat lanjutan dari materi sebelumnya yang umumnya
digunanakan oleh petugas kearsipan:
Perlengkapan dalam penanganan surat merupakan barang-barang yang digunakan untuk
menghasilkan sesuatu pekerjaan yang diharapkan dalam menanganan surat baik surat masuk
atau pun surat keluar. Adapun perlengkapan lanjutan dari materi sebelumnya yang
dibutuhkan dalam penanganan surat adalah sebagai berikut:
6. Kertas dan Amplop
Kertas dengan kop surat atau kertas polos dan amplop berbagai ukuran. Amplop adalah
alat untuk menyimpan dokumen. Suatu dokumen disimpan ke amplop biasanya untuk
dikirim kepada pihak lain atau agar menjaga kerahasiaan dokumen, melindungi dokuen
agar tidak rusak, dan menambah nilai estetika.

Gambar amplop surat/dokumen


7. Alat Pembuka Surat
Alat ini berfungsi untuk membuka sampul surat dengan cara memotong bagian pinggir
sampul. Ditinjaiu dari penggunaan komponennya, pembuka surat dibagi menjadi dua
yaitu:
a. Pembuka surat listrik (elektrik letter opener)
Alat ini digerakkan dengan menggunakan tenaga listrik dan komponen mesinnya
bersifat mekanis.
b. Pembuka surat elektronik (electronic letter opener)
Alat ini digerakkan menggunakan tenaga baterai dan komponen mesinnya bersifat
elektronis.

21
Gambar alat pembuka surat
8. Stempel
Stempel tanggal terima dan stempel perusahaan. Stempel merupakan tanda tera yang
dimiliki oleh sebuah instusi atau kelompok sebagai bukti pengesahan atas sesuatu yang
terkait dengan interaksi institusi dengan pihak kedua. Dengan stempel maka ada kekuatan
hukum yang mengikat diantara dua orang atau lebih yang terikat dalam ketentuannya,
maka dari itu stempel bersifat legal. Dari segi bentuknya stempel dibedakan menjadi tiga
yaitu:
a. Stempel berbentuk bulat
Stempel ini digunakan oleh Institusi resmi, Institusi induk dan dipegang oleh
Pimpinan atau Kepala Tata Usaha di Institusi yang bersangkutan.
b. Stempel berbentuk oval
Stempel ini digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan khusus yang berada dilingkup
institusi. Kekuatan hukum bersifat mengikat pada kelompok tertentu di
institusi.misalnya kepanitiaan dalam institusi.
c. Stempel berbentuk persegi
Stempel ini digunakan untuk kelompok yang lebih kecil lagi. Kelompok ini bersifat
tidak permanen, melainkan mempunyai ketentuan dan waktu kerja yang terbatas.

Gambar stempel yang berbentuk bulat, oval, dan persegi.


9. Formulir tanda terima atau buku ekspedisi
Formulir tanda terima digunakan pada pola disentralisasi dan buku ekspedisi digunakan
pada pola sentralisasi.

22
Gambar formulir tanda terima
10. Lembar Disposisi
Lembar isi ini untuk mencatat instruksi dari pimpinan berkaitan dengan proses tindak
lanjut dari surat yang diterima dari pihak lain. Lembar ini digunakan pada pola
sentralisasi. Pada pola disentralisasi,disposisi langsung pada suratnya. Disposisi
merupakan petunjuk singkat tentang tindak lanjut (penyelesaian) terhadap suatu urusan
atau surat masuk. Disposisi dibuat oleh pimpinan untuk staf atau bawahan sesuai
dengan bidang keahlian atau kewenangannya. Tujuan pembuatan disposisi ialah agar
staf dapat menindaklanjuti atau menyelesaikan suatu urusan atau surat masuk sesuai
dengan yang dikehendaki oleh pimpinan. Tindak lanjut dapat berupa surat balasan,
tindakan-tindakan lain dalam rangka menyelesaikan urusan tersebut.

Gambar lembar disposisi.

23
Daftar Pustaka
BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), 2007, Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran. Publikasi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Sri Endang R, Sri Mulyani, Suyetty, 2009. Menangani Surat atau Dokumen Kantor, Jakarta
Penerbit Erlangga.

24
Nama : NIM : Tanggal :

LEMBAR PENILAIAN (LP) 1: PRODUK

1. Apakah definisi dari pola sentralisasi dalam kegiatan administrasi, serta apasaja
kelebihan dan kelemahannya?

2. Menurut anda apakah pola yang sering digunakan dalam kantor / organisasi besar?

3. Hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan penerapan pola dalam
kegiatan administrasi?

4. Jelaskan ke-10 macam peralatan penanganan suratyang umumnya digunakan oleh


arsiparis?

5. Berikan contoh gambar ke-10 macam peralatan penanganan suratyang umumnya


digunakan oleh arsiparis

Daftar Pustaka
BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), 2007, Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran. Publikasi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Sri Endang R, Sri Mulyani, Suyetty, 2009. Menangani Surat atau Dokumen Kantor, Jakarta,
Penerbit Erlangga.

25
Kunci LP 1 : Produk

1. Apakah definisi dari pola sentralisasi dalam kegiatan administrasi, serta apasaja
kelebihan dan kelemahannya?
Pola Sentralisasi (Pemusatan) merupakan pelaksanaan kegiatan atau pelayanan dalam
bidan tata usaha di suatu organisasi atau suatu kantor, dilakukan atau dipusatkan pada
satu satuan organisasi ( unit) tersendiri yang khusus mengenai pekerjaan kantor atau
menangani informasi, misalnya : Penggadaan, Pengelolaan arsip, Pengetikan surat,
dll. Pola sentralisasi bagi pekerjaan kantor berkaitan denga specialisasi atau
pengkhususan dalam pelaksanaan kerja tertentu oleh seorang petugas secara terus-
menerus. Adapun kelebihan dari penerapan Pola Sentralisasi adalah sebagai berikut:
a. Mudah menyeragamkan cara kerja
b. Mudah melakukan pengawasan
c. Penggunaan peralatan kantor lebih bisa dihemat.
d. Mudah meratakan beban kerjja kegiatan kantor
e. Pengunaan tenaga kerja lebih fleksibel.
Adapun kelemahan dari penerapan pola ini adalah sebagai berikut:
a. Dengan dipusatkanya semua pekerjaan kantor, maka tidak mungking untuk
menampung semua pekerjaan pada waktu yang sama sehingga pekerjaan yang
penting dan memerlukan waktu cepatakan mengalami penundaan.
b. Terpisahnya letak gedung kantor atau jauhnya jarak, dirasakan sebagai hambatan.
2. Menurut anda apakah pola yang sering digunakan dalam kantor / organisasi besar?
Menurut saya pola kegiatan administrasi yang sering digunakan oleh kantor / organisasi
besar adalah pola kegiatan administrasi dengan pola gabungan antara pola sentralisasi
dengan pola desentralisasi, bertujuan meningkatkan kelebihan dari suatu asas dan
meminimalkan kekurangannya. Dengan pola gabungan ini maka kantor X dapat
Penghematan karyawan, tempat dan peralatan yang digunakan, serta Keseragaman
sistem penyimpanan, jadi customer yang akan meminjam arsip / surat tidak menunggu
lama untuk meminjam arsip / dokumen yang dibutuhkan. Kegiatan administrasi dalam
kantor pun akan berjalan dengan efektif dan efisien serta lancar.

26
3. Hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan penerapan pola dalam
kegiatan administrasi?
Hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk memilih asas pengelolaan yang sesuai:
a. Besar kecil rentan tugas organisasi yang bersangkutan
b. Kompleksitas tugas dan fungsi organisasi
c. Lokasi gedung kantor
d. Jumlah karyawan yang ada dalam suatu organisasi, serta Jumlah surat yang
dikelola.
4. sebutkan ke-10 macam peralatan penanganan suratyang umumnya digunakan oleh
arsiparis?
1. Baki Surat (Tray)
2. Buku agenda surat masuk dan surat keluar
3. Kartu kendali, lembar pengantar surat masuk, lembar pengantar surat rahasia
4. Secretaries Desk file
5. Alat Tulis
6. Kertas dan Amplop
7. Alat Pembuka Surat
8. Stempel
9. Formulir tanda terima atau buku ekspedisi
10. Lembar Disposisi

27
5. Berikan 10 contoh gambar dari macam-macam peralatan penanganan surat yang
umumnya digunakan oleh arsiparis
5. Alat Tulis
1. Baki Surat (Tray)

2. Buku agenda surat masuk dan


6. Kertas dan Amplop
surat keluar

3. Kartu kendali 7. Alat Pembuka Surat

4. Secretaries Desk file


8. Stempel

28
9. Formulir tanda terima atau 10. Lembar Disposisi

buku ekspedisi

29
LEMBAR PENILAIAN 2: PROSES

Prosedur :
1. Siapkan seperangkat alat tulis dan peralatan penanganan surat.
2. Tugasi siswa untuk melakukan penanganan surat penggunakan peralatan penanganan
surat.
3. Siswa melakukan penanganan surat masuk.
4. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada format Asesmen kinerja dibawah ini
5. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan
6. Siswa diijinkan mangases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini.
Format Asesmen Kinerja Proses
Skor Asesmen
No Rincian Tugas Kinerja Skor Oleh Siswa Oleh Guru
Maksimum Sendiri
1. Persiapan:
- Alat tulis
2. Kelengkapan peralatan:
- Baki Surat (Tray)
- Buku agenda
- Kartu kendali
- Secretaries Desk file
- Alat Tulis
- Kertas dan Amplop
- Alat Pembuka Surat
- Stempel
- buku ekspedisi
- Lembar Disposisi
3. Pengisian Buku Agenda
4. Pengisian Kartu Kendali
5. Pengisian Buku ekspedisi
6. Pengisian Lembar Disposisi

Malang,23 April 2014

Siswa Guru

(Risan Gymnastiar) (Ria Rikawati)

30
LEMBAR PENILAIAN 3: PSIKOMOTOR
Prosedur :

1. Disediakan peralatan penanganan surat .


2. Tugasi siswa melakukan penanganan surat dengan skenario pada LK 2
3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada format asesmen kinerja dibawah ini.
4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan.
5. siswa diijinkan mengakses kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini.
Format Asesmen Kinerja Psikomotor
Skor Asesmen
No Rincian Tugas Kinerja Skor
Maksimum Oleh Siswa Oleh Guru
Sendiri
1. Menyiapkan peralatan penanganan 20
surat
2. Mengidentifikasikan hal apasaja yang 20
pertama kali dilakukan ketika surat
masuk
3. Menerapkan penanganan surat 20
menggunakan peralatan surat
4. Melakukan penanganan surat dengan 20
baik
5. Menguasai penggunaan peralatan 20
surat
Jumlah 100

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

(Risan Gymnastiar) (Ria Rikawati)

31
LP 4: Format Pengamatan Perilaku Berkarakter

Siswa: Kelas: Tanggal:

Petunjuk:
Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa
menggunakan skala berikut ini:
D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A = Sangat
perbaikan kemajuan baik

Format Pengamatan Perilaku Berkarakter

No Memerlukan Menunjukkan Memuaskan Sangat


Rincian Tugas perbaikan kemajuan (C) (B) baik (A)
Kinerja (RTK) (D)
1 Ketelitian
2 Kesabaran
3 Keuletan

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

32
LP 5 : Format Pengamatan Keterampilan
Sosial

Siswa: Kelas: Tanggal:


Petunjuk:
Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa
itu menggunakan skala berikut ini:
D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A=
Sangat perbaikan kemajuan
baik

Format Pengamatan Keterampilan


Sosial

No Memerlukan Menunjukkan Memuaskan Sangat baik


Rincian Tugas perbaikan kemajuan (C) (B) (A)
Kinerja (RTK) (D)
1. Keramahan dalam
melayani pelanggan
2. Menyumbang ide atau
pendapat
3. Kinerja yang baik

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

33
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : SMK NEGERI 1 CEPU


Mata Pelajaran : Administrasi Umum
Kelas / Semester : XI / 1 ( Gasal )
Kompetensi Keahlian : Administrasi Perkantoran
2017 / 2018
Tahun Pelajaran :

:
Alokasi Waktu : 4 x 2 JP

A. Kompetensi Inti :
KI 3. Memahami, menerapkan dan menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kajian/ kerja administrasi umum pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora, dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI.4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian/ kerja
administrasi umum. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan dengan mutu dan
kualitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan, menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksSiswaan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah
kongkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksSiswaan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
3.8. Memilih peralatan kantor dalam kegiatan administrasi
4.8 Menggunakan peralatan kantor dalam kegiatan administrasi

34
C. Indikator Pencapaian Kompetensi:
IPK pada KI.3 Pengetahuan
1. Menjelaskan pengertian peralatan kantor
2. Menjelaskan fungsi peralatan kantor
3. Menyebutkan jenis-jenis peralatan kantor
4. Menjelaskan istilah-istilah perlengkapan kantor
IPK pada KI.4 Keterampilan
1. Mensimulasikan penggunaan peralatan kantor dalam kegiatan administrasi
2. Menggunakan peralatan kantor dalam kegiatan administrasi

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui tahapan pembelajaran melalui model pembelajaran Discoveri Learning
dengan pendekatan scientifik peserta didik mampu:
1. Mampu menjelaskan pengertian peralatan kantor dengan tepat
2. Mampu menyebutkan jenis-jenis bahan kantor dengan benar
3. Mampu menjelaskan fungsi peralatan kantor dengan benar
4. Mampu menjelaskan istilah-istilah perlengkapan kantor
5. Mampu mensimulasikan penggunaan peralatan kantor dalam kegiatan administrasi
secara tepat
6. Mampu menggunakan peralatan kantor dalam kegiatan administrasi dengan tepat

E. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Peralatan Kantor
Peralatan atau perlengkapan kantor adalah barang-barang yang digunakan untuk
menghasilkan suatu pekerjaan yang diharapkan di kantor. Misalnya kertas, amplop, pita
mesin, dsb.

2. Jenis-Jenis Peralatan Kantor


a. Barang yang habis pakai yaitu barang-barang kantor yang hanya dapat dipakai 1
kali atau tidak tahan lama.. Misalnya kertas, amplop, tinta, karbon, klip/penjepit
kertas, dsb.
b. Barang yang tidak habis pakai yaitu barang-barang kantor yang dapat dipakai
berulang kali atau tahan lama. Misalnya penggaris, hecter/stepler, gunting, dsb.

3. ISTILAH-ISTILAH PERLENGKAPAN KANTOR


35
1) Perabot kantor yaitu segala macam barang/benda kantor yang berfungsi sebagai
penunjang terhadap pekerjaan kantor. Perabot kantor juga bisa diartikan segala
macam peralatan yang berkaitan dengan tulis-menulis dan penyimpanan hasil kerja
kantor. Istilah lain dari perabot kantor adalah perkakas kantor atau office furniture.
Misalnya meja, kursi, lemari, rak dsb.
2) Peralatan/perlengkapan kantor adalah barang-barang yang digunakan untuk
menghasilkan suatu pekerjaan yang diharapkan di kantor. Misalnya kertas, amplop,
pita mesin dsb.
3) Mesin-mesin kantor adalah segala macam mesin kantor yang digunakan untuk
memproses pekerjaan kantor. Misalnya mesin tik, komputer, stensil, OHP, mesin
foto copy dsb.
4) Pesawat Kantor yaitu semua mesin kantor yang digunakan untuk mengadakan
komunikasi baik di lingkungan sendiri maupun dengan pihak luar kantor. Misalnya
intercom, telepon, fax, dsb.
5) Interior kantor yaitu semua jenis barang/fasilitas yang berfungsi untuk menghias
ruangan kantor sehingga tercipta ruangan yang serasi. Misalnya gambar, lampu, vas
bunga, dsb.

4. Fungsi Peralatan Kantor


sebagai sarana penyimpanan arsip sebagai alat bantu untuk mempercepat, meringankan,
dan mempermudah pekerjaan di dalam kantor.

5. Menggunakan Peralatan Kantor

36
Berikut adalah peralatannya :

Mesin penghancur kertas


Merupakan alat yang digunakan untuk menghancurkan kertas yang sudah tidak dipergunakan
lagi.

Filling Kabinet
Suatu kabinet yang dipergunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen perusahaan, biasanya
kabinet diberi suatu kode maupun nomor, yang dimaksudkan agar mempermudah dalam
penemuan kembali suatu dokumen atau arsip

Perforator
Alat yang digunakan untuk melubangi suatu kertas atau dokumen, biasanya alat ini digunakan
untuk melubangi suatu dokumen sebelum dokumen tersebut diarsipkan atau disimpan.

37
Mesin penghitung uang
Mesin yang digunakan suatu perusahaan maupun bank untuk menghitung uang, alat ini
dimaksudkan supaya lebih cepat dan labih teliti dalam menghitung uang sehingga memperkecil
adanya kemungkinan salah hitung uang.

Mesin Absensi
Mesin ini lebih baik dipergunakan pada suatu perusahaan dengan jumlah karyawan lebih dari
100 karyawan, karena akan memepermudah untuk mengetahui presensi karyawan.

Cash Box
Suatu kotak yang dipergunakan perusahaan untuk menyimpan uang, kotak ini disertai kunci
ataupun kode supaya hanya orang tertentu yang bisa membuka sehingga dapat mengantisipasi
pencurian.

38
Map Arsip
Lipatan yang terbuat dari karton/kertas tebal atau plastik yang digunakan untuk menyimpan
arsip/surat-surat.

Guide
Lembaran kertas tebal atau karton yang digunakan sebagai penunjuk dan atau sekat/pemisah
dalam penyimpanan arsip.

Stapler
Alat yang digunakan untuk menyatukan sejumlah kertas.

39
Numerator
Alat untuk membubuhkan nomor pada lembaran dokumen.

Kotak/box
Kotak yang digunakan untuk menyimpan arsip yang bersifat inaktif.

Alat sortir
Alat yang digunakan untuk memisahkan surat/warkat yang diterima, diproses, dikirimkan,
dan disimpan ke dalam folder masing-masing.

40
Label
Alat yang digunakan untuk memberi judul pada map/folder yang biasanya diletakkan pada
bagian tab dari sebuah folder/guide.

Tickler file
Alat semacam kotak yang terbuat dari kayu atau besi baja untuk menyimpan arsip membentuk
kartu atau lembaran yang berukuran kecil, seperti lembar pinjam arsip, atau kartu-kartu lain
yang memiliki jatuh tempo.

Cardex (card index) cabinet


Alat yang digunakan untuk menyimpan kartu indexks dengan menggunakan laci-laci yang
dapat ditarik keluar memanjang.

Microfilm
Suatu alat untuk memproses fotografi, dimanaa arsip direkam pada film dalam ukuran yang
diperkecil, untuk memudahkan penyimpanan dan penggunaan.

41
Komputer
Rangkaian peralatan elektronik yang dapat melakukan pekerjaansecarasistematis, berdasarkan
instruksi/program yang diberikan, serta dapat menyimpan da nmenampilkan keterangan
bilamana diperlukan.

Flashdisk
Alat penyimpanan khusus adalah alat yang digunakan untuk menyimpan arsip dalam bentum-
bentuk yang khusus seperti flash disk, CD (compact disk), kaset dan sebagainya.

42
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
 Pendekatan : Scientific
 Model : Discovery learning
 Metode : Diskusi, Penugasan, Praktik

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 jam)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan  Guru masuk kelas tepat waktu dan mengucapkan salam. 10 menit
 Ketua kelas memimpin doa saat pembelajaran akan
dimulai.
 Guru mengisi agenda kelas dan mengabsen siswa.
 Guru memberikan apersepsi, dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
 Guru memberikan informasi mengenai kompetensi,
meteri, serta tujuan pembelajaran
 Menjelaskan penilaian yang dilakukan.
 Memberikan Pre Tes
 Mengelompokkan siswa
Inti 1. Pemberian stimulus terhadap siswa 160 menit
 Guru meminta siswa untuk melihat tayangan tentang
peralatan kantor
 Guru menugaskan siswa membuat kelompok diskusi , 1
kelompok @ 4 Siswa mencari materi tentang pengertian
peralatan kantor dan jenis-jenis peralatan kantor
 Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru
 Siswa membaca buku/materi berkaitan dengan
pengertian peralatan kantor
 Siswa berdiskusi tentang pengertian dan jenis peralatan
kantor
 Siswa mengidentifikasi tentang jenis-jenis peralatan
kantor
 Siswa menentukan jenis peralatan kantor

43
2. Identifikasi masalah
 Guru menugaskan siswa untuk memilih peralatan kantor
 Siswa mengidentifikasi masalah melalui contoh yang
didemonstrasikan oleh guru melalui simulasi/video
 Siswa mendiskusikan tentang identifikasi peralatan
kantor
 Guru meminta siswa untuk menentukan peralatan kantor
sesuai hasil diskusi siswa
 Siswa menggali informasi tentang peralatan kantor
 Siswa mendiskusikan tentang peralatan kantor
 Siswa menyampaikan kepada kelompok lain dan
menanggapinya berkaitan dengan menentukan
peralatan kantor

3. Pengumpulan Data
 Guru memerintahkan kepada siswa untuk
mengelompokkan jenis-jenis peralatan kantor beserta
kegunaannya
 Siswa mencoba menyimpulkan identifikasi peralatan
kantor beserta kegunaannya

4. Pembuktian
 Guru menugaskan siswa untuk memaparkan hasil
identifikasi peralatan dan kegunaannya
 Siswa mengamati dan menilai hasil pemaparan teman
lain
 Guru menugaskan kepada siswa diiskusi, tanya jawab
dan menilai hasil pemaparan masing-masing kelompok
yang maju
 Siswa membuat kliping secara berkelompok tentang
jenis-jenis peralatan kantor beserta cara
penggunaannya

5. Menarik kesimpulan /generalisasi

44
 Guru menugaskan siswa untuk menyajikan cara-cara
serta kesimpulan dari pengertian dan jenis-jenis
peralatan kantor
 Siswa membuat kliping tentang peralatan kantor
 Siswa menyajikan kliping tentang peralatan kantor
 Siswa lain memberikan tanggapan terhadap hasil
peralatan kantor
 Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru
 Siswa memperbaiki hasil praktik dan membuat
kesimpulan/laporan tentang jenis-jenis peralatan kantor
yang dilengkapi dengan pembuatan kliping

Penutup  Peserta didik bersama-sama guru membuat 10 menit


rangkuman/simpulan pelajaran
 Peserta didik melakukan penilaian dan/atau refleksi
terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara
konsisten dan terprogram
 Peserta didik diberikan penugasan sebagai penguatan
dan pemantapan
 Sebagai refleksi, guru membimbing peserta didik untuk
membuat kesimpulan tentang pelajaran yang baru saja
berlangsung serta menanyakan kepada peserta didik apa
manfaat yang diperoleh setelah mempelajari topik
pengertian peralatan kantor dan menyaji hasil
pemahaman tentang peralatan kantor
 Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk
pertemuan yang akan datang tentang fungsi peralatan
kantor

45
Pertemuan ke 2 (2 jam)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan  Guru masuk kelas tepat waktu dan mengucapkan salam. 10 menit
 Ketua kelas memimpin doa saat pembelajaran akan
dimulai.
 Guru mengisi agenda kelas dan mengabsen siswa.
 Guru memberikan apersepsi, dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
 Guru memberikan informasi mengenai kompetensi,
meteri, serta tujuan pembelajaran
 Menjelaskan penilaian yang dilakukan.
 Memberikan Pre Tes
 Mengelompokkan siswa
Inti 1. Pemberian stimulus terhadap siswa 160 menit
 Guru meminta siswa untuk melihat tayangan tentang
fungsi dan cara penggunaan peralatan kantor
 Guru menugaskan siswa membuat kelompok diskusi , 1
kelompok @ 4 Siswa mencari materi tentang fungsi dan
cara penggunaan peralatan kantor
 Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru
 Siswa berdiskusi tentang tentang fungsi dan cara
penggunaan peralatan kantor

2. Identifikasi masalah
 Guru memberikan contoh pada siswa untuk praktik tata
cara penggunaan peralatan kantor
 Siswa mengidentifikasi masalah melalui praktik yang
didemonstrasikan oleh guru
 Siswa mendiskusikan tentang identifikasi peralatan

46
kantor
 Guru meminta siswa untuk mempraktikkan peralatan
kantor sesuai hasil diskusi siswa
 Siswa menggali informasi tentang peralatan kantor
 Siswa mendiskusikan tentang fungsi peralatan kantor
 Siswa menyampaikan kepada kelompok lain dan
menanggapinya berkaitan dengan fungsi peralatan
kantor

3. Pengumpulan Data
 Guru memerintahkan kepada siswa untuk membuat
catatan tentang fungsi peralatan kantor
 Siswa mencoba menyimpulkan fungsi peralatan kantor
beserta kegunaannya

4. Pembuktian
 Guru menugaskan siswa untuk membuat hasil catatan
tata cara penggunaan peralatan kantor
 Siswa mengamati dan menilai praktik teman lain
 Guru menugaskan kepada siswa diiskusi, tanya jawab
dan menilai hasil pemaparan masing-masing kelompok
yang maju

5. Menarik kesimpulan /generalisasi


 Guru menugaskan siswa untuk praktik dan
menyimpulkan hasil uji coba praktik penggunaan
peralatan kantor
 Siswa membuat laporan tentang penggunaan peralatan
kantor
 Siswa menyajikan laporan tentang penggunaan peralatan
kantor
 Siswa lain memberikan tanggapan terhadap hasil laporan
peralatan kantor
 Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru
 Siswa memperbaiki hasil praktik dan membuat
kesimpulan/laporan

47
Penutup  Peserta didik bersama-sama guru membuat 10 menit
rangkuman/simpulan pelajaran
 Peserta didik melakukan penilaian dan/atau refleksi
terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara
konsisten dan terprogram
 Peserta didik diberikan penugasan sebagai penguatan
dan pemantapan
 Sebagai refleksi, guru membimbing peserta didik untuk
membuat kesimpulan tentang pelajaran yang baru saja
berlangsung serta menanyakan kepada peserta didik apa
manfaat yang diperoleh setelah mempelajari fungsi
peralatan kantor dan menyaji hasil pemahaman tentang
pengguanaan tata cara penggunaan peralatan kantor
 Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk
pertemuan yang akan datang tentang istilah-istilah
perlengkapan kantor

48
Pertemuan ke 3 (2 jam)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan  Guru masuk kelas tepat waktu dan mengucapkan salam. 10 menit
 Ketua kelas memimpin doa saat pembelajaran akan
dimulai.
 Guru mengisi agenda kelas dan mengabsen siswa.
 Guru memberikan apersepsi, dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
 Guru memberikan informasi mengenai kompetensi,
meteri, serta tujuan pembelajaran
 Menjelaskan penilaian yang dilakukan.
 Mengelompokkan siswa
Inti 1. Pemberian stimulus terhadap siswa 160 menit
 Guru meminta siswa untuk mencari informasi dari
berbagai sumber tentang istilah-istilah perlengkapan
kantor
 Guru menugaskan siswa membuat kelompok diskusi , 1
kelompok @ 4 Siswa mencari materi tentang istilah-
istilah perlengkapan kantor
 Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru
 Siswa berdiskusi tentang tentang istilah-istilah
perlengkapan kantor

2. Identifikasi masalah
 Guru memberikan tugas pada siswa untuk memaparkan
hasil diskusi kelompok tentang istilah-istilah
perlengkapan kantor
 Siswa mengidentifikasi masalah melalui diskusi
 Siswa mendiskusikan tentang istilah-istilah perlengkapan

49
kantor
 Guru meminta siswa untuk mempresentasikan istilah-
istilah perlengkapan kantor sesuai hasil diskusi siswa

 Siswa menggali informasi tentang istilah-istilah peralatan


kantor
 Siswa mendiskusikan tentang istilah-istilah peralatan
kantor
 Siswa menyampaikan kepada kelompok lain dan
menanggapinya berkaitan dengan istilah-istilah peralatan
kantor

3. Pengumpulan Data
 Guru memerintahkan kepada siswa untuk membuat
catatan tentang istilah-istilah peralatan kantor
 Siswa mencoba menyimpulkan istilah-istilah peralatan
kantor

4. Pembuktian
 Guru menugaskan siswa untuk membuat hasil catatan
istilah-istilah peralatan kantor
 Siswa mengamati dan menilai teman lain
 Guru menugaskan kepada siswa diiskusi, tanya jawab
dan menilai hasil pemaparan masing-masing kelompok
yang maju

5. Menarik kesimpulan /generalisasi


 Guru menugaskan siswa untuk praktik dan
menyimpulkan hasil presentasi dan diskusi tentang
istilah-istilah peralatan kantor
 Siswa membuat catatan tentang istilah-istilah peralatan
kantor
 Siswa menyajikan laporan tentang istilah-istilah peralatan
kantor
 Siswa lain memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi
 Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru

50
 Siswa memperbaiki hasil praktik dan membuat
kesimpulan/laporan

Penutup  Peserta didik bersama-sama guru membuat 10 menit


rangkuman/simpulan pelajaran
 Peserta didik melakukan penilaian dan/atau refleksi
terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara
konsisten dan terprogram
 Peserta didik diberikan penugasan sebagai penguatan
dan pemantapan
 Sebagai refleksi, guru membimbing peserta didik untuk
membuat kesimpulan tentang pelajaran yang baru saja
berlangsung serta menanyakan kepada peserta didik apa
manfaat yang diperoleh setelah mempelajari istilah-istlah
perlengkapan kantor dan menyaji hasil pemahaman
tentang istilah-istlah perlengkapan kantor
 Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk
pertemuan yang akan datang tentang menggunakan
peralatan kantor dalam kegiatan administrasi

51
Pertemuan ke 4 (2 jam)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan  Guru masuk kelas tepat waktu dan mengucapkan salam. 10 menit
 Ketua kelas memimpin doa saat pembelajaran akan
dimulai.
 Guru mengisi agenda kelas dan mengabsen siswa.
 Guru memberikan apersepsi, dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
 Guru memberikan informasi mengenai kompetensi,
meteri, serta tujuan pembelajaran
 Menjelaskan penilaian yang dilakukan.
 Mengelompokkan siswa
Inti 1. Pemberian stimulus terhadap siswa 160 menit
 Guru meminta siswa untuk melihat tayangan video
tentang simulasi penggunaan peralatan kantor
 Guru menugaskan siswa membuat kelompok , 1
kelompok @ 8 Siswa untuk mmpraktikkan penggunaan
peralatan kantor dalam kegiatan administrasi
 Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru
 Siswa berdiskusi dan mempraktikkan penggunan
peralatan kantor

2. Identifikasi masalah
 Guru menyuruh siswa untuk mempraktikkan dan
mendiskusikan hasil yang didapatkan dari praktik
 Siswa mengidentifikasi masalah melalui hasil uji coba
praktik
 Siswa mendiskusikan tentang penggunaan peralatan
kantor dalam kegiatan administrasi

52
 Guru meminta siswa untuk mempresentasikan dan
mempraktikkan simulasi penggunaan peralatan kantor
sesuai hasil uji coba dan hasil diskusi siswa

 Siswa menggali informasi tentang penggunaan peralatan


kantor
 Siswa menyampaikan kepada kelompok lain dan
menanggapinya berkaitan dengan hasil uji coba
penggunaan peralatan kantor dalam kegiatan
administrasii

3. Pengumpulan Data
 Guru memerintahkan kepada siswa untuk membuat
lap0ran tentang penggunaan peralatan kantor dalam
kegiatan administrasii
 Siswa mencoba menyimpulkan penggunaan peralatan
kantor dalam kegiatan administrasii

4. Pembuktian
 Guru menugaskan siswa untuk membuat hasil laporan
penggunaan peralatan kantor dalam kegiatan
administrasii
 Siswa mengamati dan menilai teman lain
 Guru menugaskan kepada siswa diiskusi, tanya jawab
dan menilai hasil pemaparan masing-masing kelompok
yang maju

5. Menarik kesimpulan /generalisasi


 Guru menugaskan siswa untuk praktik dan
menyimpulkan hasil presentasi dan diskusi tentang
penggunaan peralatan kantor dalam kegiatan
administrasii
 Siswa membuat laporan tentang penggunaan peralatan
kantor dalam kegiatan administrasii
 Siswa menyajikan laporan tentang penggunaan peralatan
kantor dalam kegiatan administrasii

53
 Siswa lain memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi
 Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru
 Siswa memperbaiki hasil praktik dan membuat
kesimpulan/laporan

Penutup  Peserta didik bersama-sama guru membuat 10 menit


rangkuman/simpulan pelajaran
 Peserta didik melakukan penilaian dan/atau refleksi
terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara
konsisten dan terprogram
 Peserta didik diberikan penugasan sebagai penguatan
dan pemantapan
 Sebagai refleksi, guru membimbing peserta didik untuk
membuat kesimpulan tentang pelajaran yang baru saja
berlangsung serta menanyakan kepada peserta didik apa
manfaat yang diperoleh setelah mempelajari istilah-istlah
perlengkapan kantor dan menyaji hasil pemahaman
tentang istilah-istlah perlengkapan kantor
 Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk
pertemuan yang akan datang tentang menggunakan
peralatan kantor dalam kegiatan administrasi

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


1. Teknik penilaian
a. Pengamatan kegiatan diskusi
b. Hasil presentasi kelompok
2. InstrumentPenilaian (Terlampir)
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

1. Penilaian Kegiatan Diskusi


Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap

54
Nama Komuni Kerjasa Nilai Akhir
Kreatif Kritis
Peserta katif ma (Modus)
N
didik/
o
Kelompo 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
k
1.
2.
3.
4.
N

Keterangan:
A = jika empat indikator terlihat.
B = jika tiga indikator terlihat.
C = jika dua indikator terlihat
D = jika satu indikator terlihat

Indikator Penilaian Sikap:

Komunikatif
a. Berkomunikasi secara efektif dan efisien
b. Menyampaikan pesan dengan baik
c. Penggunaan bahasa yang secara sosial dapat diterima dan memadai
d. Berkomunikasi yang tidak menyinggungperasaan orang lain

Kerjasama
a. Membantu teman lain yang mengalami kesulitan
b. Memberikan kontribusi pemikiran
c. Mengajak teman lain untuk melakukan tugas secara bersama
d. Berbagi bersama dalam menangani permasalahan

Kreatif
a. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
b. Berwawasan masa depan dan penuh imajinasi
c. Mampu memproduksi gagasan-gagasan baru
d. Mampu menemukan masalah dan mampu memecahkannya.

Kritis
a. Menanyakan dan menjawab pertanyaan
55
b. Mencari cara-cara yang dapat dipakai untuk mengatasi masalah-masalah
c. Berusaha mendapatkan informasi sebanyak mungkin dari sumber lain
d. Berpikir terbuka, yaitu berbicara secara kongkret.

Kategori nilai sikap:


Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4
Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3
Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1
2. Penilaian Pengetahuan dan keterampilan

Kisi-Kisi dan Soal


Kompetensi Dasar Indikator Indikator Soal Jenis Soal
Soal
3.1. Mengemuka 3.1.1. Menjelaska 1. Mengemukakan Tes 1. Jelaskan
kan npengertian pengertian tertulis pengertian
peralatan peralatan peralatan peralatan
kantor dalam kantor!
kantor kantordengan
kegiatan
administrasi disiplin dan
bertanggung
3.1.2. Mengemuka
kan jawab
pengertian 2. Jelaskan
2. Mengemukakan pengertian
mesin
pengertian mesin
kantor
mesin kantor kantor!
dengan disiplin
dan
bertanggung 3. Sebut kan
3.1.3. Mengemuka
jawab jenis-jenis
kan jenis-
jenis mesin mesin
3. Mengemukakan kantor!
kantor
jenis-jenis
mesin kantor
dengan disiplin
dan
bertanggung
jawab

56
Rubrik pengetahuan mengenai peralatan kantor

Keterangan: Indikator penilaian pengetahuan


1. Jelaskan pengertian peralatan kantor
Kunci Jawaban:
PengertianPeralatan/Perbekalankantoradalahsemuafasilitas/barang-barang yang ada
di dalam kantor baik langsung maupun tidak langsung digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan kantor sehingga menghasilkan sesuatu yang diharapkan.

1) Jika menjawab dengan benar sempurna skor 10


2) Jika menjawab yang benarskor 8
3) Jika menjawab mendekati benar skor 5
4) Jika menjawab kurang benar skor 2

2. Jelaskan pengertian mesin kantor


Kunci Jawaban: Mesin-mesin kantor (office machine) adalah segenap alat yang
digunakan untuk menghimpun, mencatat, dan mengolah bahan-bahan keterangan
dalam pekerjaan tatausaha yang bekerja secara mekanik, elektronik, dan magnetik.

1) Jika menjawab sangat lengkap dengan benarskor 10


2) Jika menjawab lengkap dengan benarskor 8
3) Jika menjawab kurang lengkap dengan benar skor 5
4) Jika menjawab tidak lengkap skor 2

3. Sebutkan jenis-jenis mesin kantor antara lain:


Kunci Jawaban:
a. Mesin tik (type writer)
b.Mesin hitung (calculating machine)
c. Mesin pengganda dokumen ( Duplicator/copier)
d. Mesin dikte (Dictating Machine)
e. Mesin keperluan surat menyurat (Mailing equipment)
f. Mesin komunikasi (Comunication Equipment)

1) Jikamenjawabsangat lengkap denganbenarskor 10


2) Jikamenjawablengkap denganbenarskor 8
3) Jikamenjawabkurang lengkap dengan benarskor 5

57
4) Jikamenjawabtidak lengkap skor 2

Rumus Konversi Nilai : Jumlahskor yang diperoleh


Nilai= Jumlah skor

Pada rubrik di atas skor maksimal adalah10

Rubrik Penilaian Presentasi


Nilai
No Unjuk Kerja
1 2 3 4
1. Persiapan :
a. Menyiapkan alat tulis
b. Menyiapkan bukti pendukung
Nilai Optimum
2. Pelaksanaan :
1. Menganalisis jenis, fungsi dan istilah-istilah
peralatan kantor
2. Menentukan identifikasi peralatan kantor
3. Mendiagnosis masalah-masalah peralatan kantor
dan tata cara penggunaannya
4. Penggunaan peralatan kantor dengan benar
Nilai Optimum
3. Penutup :
Mensimulasikan penggunaan peralatan kantor
Menggunakan peralatan kantor dengan benar dan
tepat sesuai SOP penggunaan alat
Nilai Optimum

Program Remedial :
• Remedial Tes diberikan kepada siswa yang mendapatkan nilai di bawah 71 (untuk
pengetahuan dan keterampilan), dengan catatan jumlah siswa yang remedialnya
sebanyak maksimal 30% dari jumlah seluruh siswa di kelas.
• Dan jika jumlah siswa yang remedial mencapai 50% maka diadakan remedial teaching
terlebih dahulu, lalu dilanjutkan remedial tes

58
Program Pengayaan :
Program pengayaan diberikan/ditawarkan kepada siswa yang mendapatkan nilai diatas 71
sebagai bentuk pendalaman terhadap materi yang diberikan

I. Alat, Media danSumber


 Alat : LCD, Komputer/Laptop
 Media : Alat-alat kantor
 Sumber : Buku Paket, video, dan Internet

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

NAMA SEKOLAH : SMKN 1 CEPU


KOMPETENSI KEAHLIAN : ADMINISTRASI PERKANTORAN
MATA PELAJARAN : ADMINISTRASI UMUM

59
KELAS/SEMESTER : X / GASAL
TAHUN PELAJARAN : 2017 / 2018
MATERI POKOK : Pengertian tata ruang kantor, Azas-azas tata ruang kantor,
Manfaat tata ruang kantor, Tujuan tata ruang kantor,
Prinsip-prinsip tata ruang kantor, Jenis-jenis tata ruang
kantor.
ALOKASI WAKTU : 6 X 2 JP

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah menerima penjelasan dari guru, pemberian tugas individu maupun berkelompok,
berdiskusi serta presentasi maka diarapkan:
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian tata ruang kantor
2. Siswa dapat menjelaskan azas-azas tata ruang kantor
3. Siswa dapat menguraikan manfaat tata ruang kantor
4. Siswa dapat menguraikan tujuan tata ruang kantor
5. Siswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip tata ruang kantor
6. Siswa dapat menjelaskan jenis-jenis tata ruang kantor

B. KOMPETENSI INTI
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2: Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

60
C. KOMPETENSI DASAR
3.8 Mengidentifikasi azas dan tujuan tata ruang kantor
3.9 Mengidentifikasi jenis tata ruang kantor

D. INDIKATOR
1. Menjelaskan pengertian tata ruang kantor
2. Menjelaskan azas-azas tata ruang kantor
3. Menguraikan manfaat tata ruang kantor
4. Menguraikan tujuan tata ruang kantor
5. Menjelaskan prinsip-prinsip tata ruang kantor
6. Menjelaskan jenis-jenis tata ruang kantor
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian tata ruang kantor (terlampir)
2. Azas-azas tata ruang kantor (terlampir)
3. Manfaat tata ruang kantor (terlampir)
4. Tujuan tata ruang kantor (terlampir)
5. Prinsip-prinsip tata ruang kantor (terlampir)
6. Jenis-jenis tata ruang kantor (terlampir)

F. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN


1) Pendekatan Pembelajaran : Scientific approach
2) Metode Pembelajaran : Ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi
3) Model : Group
4) Strategi Pembelajaran : Inkuiri

G. MEDIA, ALAT DAN SUMBER BELAJAR


1) Media
o Modul
o Buku
o Internet
o Power Point

61
2) Alat/Bahan
o Laptop
o LCD
3) Sumber Belajar
Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Terbit
Modul Pengantar Administrasi Nella Hadi Rahma Universitas 2014
Perkantoran Negeri
Malang
AKSI (Akselerasi Kemampuan Sari Yuliatui Yrama 2015
Siswa) Pengantar Administrasi Widya
Perkantoran Untuk Kelas X

H. KEGIATAN PEMBELAJARAN :
Pertemuan ke-1
No Alokasi
Kegiatan Deskripsi
. Waktu
1 Pendahuluan Orientasi 20 menit
a. Persiapan psikis dan fisik dengan membuka pelajaran
dengan mengucapkan salam dan berdoa bersama
(menghayati ajaran agama)
b. Memeriksa kehadiran peserta didik untuk
menunjukkan sikap disiplin.
Apersepsi
Siswa diminta memberikan contoh komunikasi dalam
kehidupan sehari-hari.
Motivasi
Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pentingnya
belajar pengertian komunikasi, komponen komunikasi,
faktor komunikasi, proses komunikasi, media
komunikasi, dan tata cara penanganan telepon serta
memberi motivasi pentingnya topik ini.
Pemberian Acuan
a. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai dalam
mempelajari materi pengertian, faktor-faktor, proses,
media, dan tata cara penanganan telepon.
b. Menjelaskan metode yang akan digunakan dalam
pembelajaran
c. Guru membentuk kelompok yang anggotanya 5-7
orang secara heterogen.

62
No Alokasi
Kegiatan Deskripsi
. Waktu
2 Inti Mengamati 100
a. Mengamati beberapa kantor untuk melihat tata ruang menit
dan membuat laporan hasil pengamatan
b. Membuat denah atau sketsa tata ruang kantor sesuai
dengan kebutuhan masing-masing pegawai
Menanya
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan tata ruang, dan faktor-faktor yang
mempengaruhi tata ruang
Eksperimen/explore
Membuat denah/gambar tata ruang kantor secara
berkelompok
Asosiasi
Menjelaskan hasil pengamatan tentang tata ruang yang
kurang baik secara kelompok
Komunikasi
Mengolah data dan mempresentasikan hasil pengamatan
kepada kelompok lain.
3 Penutup a. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi yang 15 menit
telah dipelajari
b. Guru mengadakan tes tulis/ evaluasi
Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan
memberikan pesan untuk tetap belajar.

I. PENILAIAN
1) Jenis Penilaian :
a. Pengetahuan : Tes Tulis/Lisan/Praktik/Penugasan
b. Sikap : Skala sikap (lampiran)
2) Prosedur Penilaian :
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1. Penilaian Afektif Pengamatan/observasi Selama pembelajaran dan
a. Kerjasama saat diskusi
b. Pro aktif
c. Toleransi

2.a. Pengetahuan Tes tulis Akhir pembelajaran


b.

63
Cepu, April 2018
Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

Lampiran :
PENILAIAN
A. PENILAIAN SIKAP
Format Penilaian Sikap:

NILAI
NO ASPEK PERILAKU YANG DINILAI
1 2 3 4
1 Disiplin
2 Kejujuran
3 Tanggung Jawab
4 Santun

64
Keterangan :
4 = jika empat indikator terlihat
3 = jika tiga indikator terlihat
2 = jika dua indikator terlihat
1= jika satu indikator terlihat

Indikator Penilaian Sikap:

Disiplin
a. Tertib mengikuti instruksi
b. Mengerjakan tugas tepat waktu
c. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta
d. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif
e. Jujur
f. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan sebenarnya
g. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi
h. Tidak menyontek atau melihat data/pekerjaan orang lain
i. Mencantumkan sumber belajar dari yang dikutip/dipelajari
j. Tanggung jawab
k. Pelaksanaan tugas piket secara teratur
l. Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
m. Mengajukan usul pemecahan masalah
n. Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
o. Santun
p. Berinteraksi dengan teman secara ramah
q. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung perasaan
r. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat
s. Berperilaku sopan

Nilai akhir sikap diperoleh dari (skor yang sering muncul) dari keempat aspek diatas.
Kategori nilai sikap

Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4


Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3

65
Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1

Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap

Disiplin Jujur Tanggung Jawab Santun


Nama Siswa/Kelompok Nilai Akhir
No 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
N

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan

B. PENILAIAN PENGETAHUAN
Jenis Penilaian : Tes Tulis
Bentuk Soal : Multiple Choice

1. Pengertian dari tata ruang kantor yaitu . . . .


A. Pengaturan barang kantor ditata di dalam gudang
B. Pengaturan perabotan, mesin, dan sebagainya didalam ruangan yang tersedia
C. Pengaturan barang-barang kantor sesuai perintah manajer
D. Pengaturan ruangan kantor secara hemat
E. Pengaturan ruangan kantor sesuai dengan lokasi kantor

2. Berikut ini yang bukan merupakan tujuan tata ruang kantor yaitu . . . .
A. Memperindah lingkungan kantor
B. Memberikan kondisi kerja yang baik
C. Memudahkan pengawasan
D. Mempergunakan segenap ruangan dengan baik.
E. Memisahkan pekerjaan yang berbunyi keras/ gaduh

3. Manfaat tata ruang kantor menurut Drs. The Liang Gie yang paling tepat adalah….
A. Pelaksanaan pekerjaan dapat menempuh jarak yang terpendek
B. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dalam waktu tercepat

66
C. Karyawan dan manajer dapat bersebelahan
D. Ruangan yang sempit bisa menjadi luas
E. Tidak terlalu banyak perabot yang menumpuk didalam gudang

4. Pernyataan berikut yang paling benar tentang azas jarak terpendek adalah….
A. Letak kantor paling dekat dengan tempat tinggal karyawan
B. Letak kantor paling dekat dengan tempat tinggal manajer
C. Ruang kantor satu sama lain sangat berdekatan bahkan berimpit
D. Kantor yang memiliki cabang letaknya berdekatan dengan kantor pusat
E. Bagian-bagian dalam kantor terutama yang berhubungan diusahakan terletak
berdekatan

5. Azas perubahan susunan tempat kerja menghendaki perubahan tata ruang dapat dilakukan
dengan….
A. Sesuka hati
B. Mudah dan hemat biaya
C. Cepat dan rapi
D. Sesuai kehendak manajer
E. Waktu yang sering untuk menghindari kebosanan

6. Menghendaki pemakaian sepenuhnya dari semua ruang yang ada merupakan pengertian
dari….
A. Asas mengenai jarak terpendek
B. Asas mengenai rangkaian kerja
C. Asas penggunaan seluruh ruangan
D. Asas perubahan susunan tempat kerja
E. Asas efektivitas dan efisiensi ruangan

7. Berikut ini yang bukan merupakan prinsip tata ruang kantor adalah….
A. Cahaya matahari yang cukup
B. Perkakas dan perlengkapan dengan ukuran yang seragam
C. Pekerjaan harus mengalir terus-menerus
D. Memperhitungkan jumlah perabot dalam ruangan
E. Jumlah gang dengan luas yang cukup

67
8. Berikut ini yang bukan merupakan jenis tata ruang kantor adalah….
A. Tata ruang kantor berkamar
B. Tata ruang kantor terbuka
C. Tata ruang kantor tertutup
D. Tata ruang kantor berpanorama
E. Tata ruang kantor gabungan

9. Yang dimaksud tata ruang berpanorama yaitu….


A. Tata ruang kantor yang dihiasi oleh taman, dekorasi, dan hiasan lainnya
B. Ruang kantor menghada ke pemandangan yang paling indah
C. Ruang kantor dihiasi dengan lukisan panorama alam
D. Lokasi kantor di tempat yang memiliki panorama bagus
E. Ruang kantor disusun dengan indah agar fotogenik

10. Tata ruang untuk bekerja yang dipisahkan menggunakan sekat merupakan pengertian
dari….
A. Tata ruang kantor terbuka
B. Tata ruang kantor tertutup
C. Tata ruang kantor berpanorama
D. Tata ruang kantor gabungan
E. Tata ruang kantor berkamar

Kunci Jawaban
1. B
2. A
3. A
4. E
5. B
6. C
7. D
8. C
9. A
10. E

68
Pedoman Penilaian Pengetahuan
Nilai maksimal untuk :
Soal No. 1 : 10
Soal No.2 : 10
Soal No.3 : 10
Soal No.4 : 10
Soal No.5 : 10
Soal No.6 : 10
Soal No.7 : 10
Soal No.8 : 10
Soal No.9 : 10
Soal No.10 : 10

Total skor maksimal = 100


jumlah skor yang diperoleh
Nilai = × 100
jumlah skor maksimal

Pada contoh diatas nilai maksimal adalah 100

C. PENILAIAN KETERAMPILAN
1) Aspek Penilaian Diskusi:
Format Penilaian Diskusi:
NILAI
No ASPEK PENGAMATAN DISKUSI
1 2 3 4
1 Kerjasama
2 Keaktifan
3 Toleransi
4 Hasil Diskusi Kelompok

Keterangan :
Masing-masing kolom diisi dengan kriteria:
Nilai = ∑ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 X 100
Skor Maksimal

4: Sangat Sesuai / Baik Sekali 2: Cukup


3: Sesuai / Baik 1: Kurang

69
Instrumen dan Rubrik Penilaian Diskusi
ASPEK PENGAMATAN DISKUSI
No Nama Siswa
Kerja sama Keaktifan Toleransi Hasil Diskusi Kelompok Skor Nilai Predikat
1
2
3
4
5
N
Aspek Penilaian Diskusi
Keterangan :
Masing – masing kolom diisi dengan kriteria
4: Sangat Sesuai / Baik Sekali
3: Sesuai / Baik
2: Cukup
1: Kurang

Nilai = ∑ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 × 100


Skor Maksimal

Hasil nilai pengetahuan dikonversi sebagai berikut :


INTERVAL HASIL KONVERSI PREDIKAT
96 – 100 4.00 A
91 – 95 3.66 A-
86 – 90 3.33 B+
81 – 85 3.00 B
75 – 80 2.66 B-
70 – 74 2.33 C+
65 – 69 2.00 C
60- 64 1.66 C-
55 – 59 1.33 D+
< 54 1.00 D

70
LAMPIRAN MATERI
1. Pengetian Tata Ruang
Istilah tata ruang kantor berasal dari bahasa inggris, yaitu Office Layout atau sering
disebut juga Layout saja. Tata ruang kantor adalah pengaturan perabotan, mesin, dan
sebaginya didalam ruangan yang tersedia. Ada beberapa ahli yang mendefinisikan tata ruang
kantor diantaranya, sebagai berikut :
- Menurut Drs.The Liang Gie mengatakan “Tata Ruang adalah penyusunan alat-alat pada
letak yang tepat serta pengaturan kerja yang memberikan kepuasan bekerja bagi para
karyawannya”.
- Menurut Litlefield & Petterson mengatakan “ Office lay out may be defined as the
arrangement of furniture and equipment within available flour space” (tata ruang kantor
dapat dirumuskan sebagai penyusunan perabot dan alat perlengkapan pada luas yang
tersedia).

71
- Menurut George Terry dalam bukunya Office Management and Control menyatakan, “Tata
ruang kantor adalah penentuan mengenai kebutuhan dan penggunaan ruang secara terperinci
untuk menyiapkan suatu susunan yang praktis dari faktor-faktor fisik yang perlu bagi
pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang layak”.

2. Tujuan Tata Ruang Kantor


a. Memberikan kemudahan yang optimum bagi arus komunikasi dan arus kerja.
b. Memberikan kondisi kerja yang baik bagi setiap orang.
c. Memudahkan pengawasan sehingga manajer dapat melihat staf yang sedang bekerja.
d. Memberikan kemudahan yang tinggi kepada setiap gerakan karyawan dari meja ke meja.
e. Menghindarkan diri dari kemungkinan saling menganggu antara karyawan dengan
karyawan lainnya.
f. Mempergunakan segenap ruangan dengan baik.
g. Memisahkan pekerjaan yang berbunyi keras, gaduh dan menganggu dari pekerjaan yang
sunyi.
h. Terciptanya kesan yang baik tentang organisasi tersebut dari relasi dan tamu yang datang.
i. Pelaksanaan pekerjaan dapat menempuh jarak yan terpendek.
Tata ruang kantor yang baik harus mampu mencapai tujuan-tujuan di atas. Untuk
mencapai tujuan aliran pekerjaan yang tepat guna, menyusun alat perlengkapan harus
sedemikian rupa sehingga pekerjaan mengikuti aris garis lurus dan membatasi penundaan
sampai yang sekecil mungkin.

3. Manfaat Tata Ruang Kantor


Menurut Drs. The Liang Gie dengan tata ruang yang baik akan diperoleh keuntungan-
keuntungan yang berikut :
 Mencegah penghamburan tenaga dan waktu karena pegawai berjalan mundar-mandir yang
sebenarnya tidak perlu.
 Menjamin kelancaran proses pekerjaan yang bersangkutan.
 Memungkinkan pemakaian ruang kerja secara efisien, yaitu luas lantai tertentu dapat
dipergunakan untuk keperluan sebanyak-banyaknya.
 Mencegah para pegawai bagian lain terganggu oleh pemilik yang akan menemui suatu
bagian tertentu.

72
Tata ruang kantor yang baik harus disusun secara ilmiah. Untuk dapat menyusun tata
ruang kantor secara ilmiah memerlukan pengetahuan tentang sistem pekerjaan, syarat-syarat
perorangan, pekerjaan apa dan bagaimana cara yang terbaik untuk melakukan pekerjaan
tersebut, pandangan yang jauh ke depan tentang kemungkinan-kemungkinan yang perlu
untuk waktu yang akan datang.
Menurut Drs. Moekijat, dalam buku Tata Laksana Kantor/Manajement Perkantoran, tata
ruang kantor yang baik akan memberikan manfaat sebagai berikut :
a. Merencanakan suatu kantor dengan baik akan membantu efisiensi melakukan
pekerjaan.
b. Penghematan penggunaan ruang lantai yang tepat.
c. Pengawasan dapat dipermudah.
d. Hubungan dapat dipercepat.
e. Perlengkapan dan mesin kantor berguna lebih baik.
f. Suatu kantor yang berencana dapat menambah kesenangan dan semangat bekerja bagi
karyawan, sedangakan tata ruang yang tidak berencana baik akan mempunyai pengaruh
yang sebaliknya.
g. Jalannya pekerjaan lebih lancar.

4. Asas-asas Tata Ruang Kantor


Untuk dapat menyusun tata ruang yang baik, seorang ahli tat ruang yang bernama Richard
Muther mengemukakan enam asas pokok bagi tata ruang pabrik. Meskipun asas-asas dari
Richard Muther tersebut berguna untuk pabrik, akan tetapi dengan penyesuaian seperlunya
diantaranya dapat menjadi dasar tata ruang kantor.

Beberapa asas tata ruang yang baik:


a. Asas mengenai jarak terpendek
Jarak terpendek ialah garis lurus yang menghubungkan 2 buah titik. Asas jarak terpendek
ini harus mendapatkan perhatian dalam setiap menyusun tata ruang kantor.
b. Asas mengenai rangkaian kerja
Asas ini merupakan pelengkap dari asas jarak terpendek. Menurut asas ini proses
pekerjaan harus bergerak maju, tidak ada gerak mundur dan menyilang. Hal ini tidak
berarti bahwa gerakan harus menempuh garis lurus, yang penting ialah bahwa proses

73
penyelesaian pekerjaan harus bergerak maju, bentuknya dapat berupa garis siku,
lingkaran atau berbentuk huruf U atau L.
c. Asas penggunaan seluruh ruangan
Asas ini menghendaki pemakaian sepenuhnya dari semua ruang yang ada, dan
penggunaan ini bermaksud tidak hanya ruang horizontal tetapi meliputi juga penggunaan
luas lantai dan ruang yang lurus (vertical) ke atas. Jadi pokok asas ini menghendaki tidak
adanya ruangan yang tidap terpakai.
d. Asas perubahan susunan tempat kerja
Asas ini menghendaki kemungkinan melakukan perubahan dengan mudah serta tidak
terlalu banyak menelan biaya. Seperti telah diuraikan kemungkinan perubahan tata ruang
dapat terjadi karena ditingkatkan kuantitas dan kualitas dari kegiatan pekerjaan kantor.
5. Prinip-Prinsip Tata Ruang Kantor
Dalam rangka perencanaan penyusunan tata ruang yang baik Drs. Moekijat
mengemukakan prinsip-prinsip tata ruang sebagai berikut :
a. Pekerjaan harus mengalir terus-menerus, sedapat-dapatmya dalam garis lurus.
b. Bagian-bagian dan seksi-seksi yang berfungsi sama dan yang berhubungan harus
ditempatkan secara berdekatan untuk mengurangi waktu bepergian.
c. Penambahan ruang harus cukup untuk kebutuhan pekerjaan dan kesenangan pegawai.
d. Perkakas dan perlengkapan dengan ukuran yang seragam memperbesar keluwesan dan
rupa yang lebih serasi.
e. Menyusun meja-meja harus sedemikian rupa, sehingga tidak ada pegawai yang terpaksa
menghadap pada sumber cahaya.
f. Cahaya matahari yang cukup hendaknya datang pada sebelah kiri mata.
g. Kurangi berjalan dan menunggu waktu.
h. Jumlah gang dengan luas yang cukup.
i. Ruang lantai harus bebas daripada rintangan (almari, dsb.).

6. Jenis-Jenis Tata Ruang Kantor


a. Tata Ruang Kantor Berkamar (Cubical Type Office):
Tata ruang berkamar adalah tata ruang untuk bekerja yang dipisahkan menggunakan
sekat/kamar-kamar. Sekat tersebut dapat terbuat dari kayu maupun tembok atau benda
keras lainnya. Tata ruang berkamar juga sering disebut tata ruang tertutup.
b. Tata Ruang Kantor Terbuka (Open Plan Office):

74
Tata ruang kantor terbuka merupakan pengaturan tata ruang kantor dengan
menggunakan sebuah ruangan besar untuk bekerja yang ditempat beberapa orang
pegawai. Tata ruang terbuka memungkinkan komunikasi antar pegawai menjadi lebih
lancar, sehingga mendorong para pegawai lebih komunikatif dan kreatif.
c. Tata Ruang Kantor Berpanorama (Landscape Office):
Tata ruang kantor berpanorama adalah tata ruang kantor yang dihiasi oleh taman,
dekorasi, dan hiasan lainnya. Bentuk ruangan ini bertujuan agar tampilan kantor
menjadi nyaman selayaknya diluar ruangan.
d. Tata Ruang Kantor Gabungan (Mixed Office):
Tata ruang kantor gabungan berarti gabungan antara ketiga bentuk tata ruang
sebelumnya. Penggunaan tata ruang kantor ini perlu dipertimbangkan untuk
meminimalkan kerugian dan memanfaatkan keuntungan dari ketiga tata ruang
sebelumnya

75
RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 CEPU


Mata Pelajaran : Administrasi Umum
Kompetensi Keahlian : Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Alokasi Waktu : 8 x 2 JP

X. Kompetensi Inti :
7. Pengetahuan
KI 3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kajian/ kerja administrasi umum pada tingkat
teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora, dalam konteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat
nasional, regional, dan internasional.
8. Keterampilan
KI 4 : MelaksSiswaan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan
bidang kajian/ kerja administrasi umum. Menampilkan kinerja dibawah
bimbingan dengan mutu dan kualitas yang terukur sesuai dengan standar
kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan, menalar, mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksSiswaan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam
ranah kongkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksSiswaan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

76
Y. Kompetensi Dasar
KD pada KI Pengetahuan
3.10 Menerapkan komunikasi di tempat kerja
KD pada KI Keterampilan
4.10 Melakukan komunikasi di tempat kerja

Z. Indikator Pencapaian Kompetensi


5. Indikator KD pada KI pengetahuan
a. Menjelaskan pengertian komunikasi
b. Menjelaskan proses komunikasi
c. Menyebutkan unsur-unsur komunikasi
d. Menyebutkan fungsi, tujuan komunikasi
e. Menjelaskan teknik komunikasi
f. Menyebutkan komponen, bentuk komunikasi

6. Indikator KD pada KI keterampilan


Melakukan komunikasi di tempat kerja

AA. Tujuan Pembelajaran


Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta didik mampu:
13. Memahami pengertian, fingsi, unsur, dan tujuan komunikasi
14. Memahami proses komunikasi dan berkomunikasi secara efektif
15. Memahami macam-macam komunikasi kantor
16. Mengasosiasi etika komunikasi dengan komunikasi kantor
17. Mempraktikkan etika menerima tamu dan bertelepon di kantor dengan baik

BB. Materi Pembelajaran (Terlampir)


1. Pengertian komunikasi
2. Proses Komunikasi
3. Unsur-unsur Komunikasi
4. Fungsi Komunikasi
5. Tujuan Komunikasi
6. Teknik Komunikasi
7. Komponen Komunikasi
8. Bentuk Komunikasi
9. Bidang Komunikasi
10. Sifat Komunikasi

77
11. Tatanan Komunikasi
12. Etika Komunikasi
13. Etika Menerima Tamu
14. Etika Bertelepon

CC. Pendekatan, Strategi dan Metode


a. Pendekatan : Saintifik
b. Model : Cooperative Learning
c. Metode : Diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan

DD. Kegiatan Pembelajaran


. 1. Pertemuan Kesatu :
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (15 menit )
 Guru mengucapkan salam
 Guru memperkenalkan diri
 Guru menyampaikan silabus mata pelajaran dan KKM
 Guru membuka kegiatan pembelajaran
 Siswa diberikan pengantar tentang pengertian pengertian komunikasi,
proses komunikasi, unsur komunikasi, fungsi komunikasi.
 Siswa diberi kesempatan menanyakan tentang pengertian komunikasi,
proses komunikasi, unsur komunikasi, fungsi komunikasi.
b. Kegiatan Inti (65 menit )
 Siswa mencari materi tentang pengertian komunikasi, proses komunikasi,
unsur komunikasi, fungsi komunikasi.
 Siswa membuat kelompok diskusi , 1 kelompok @ 8 Siswa. Siswa
bergantian diskusi dilanjutkan Guru memberikan pembahasan materi
 Siswa mengerjakan soal tentang pengertian komunikasi, proses komunikasi,
unsur komunikasi, fungsi komunikasi.
 Guru memberikan tugas kepada siswa tentang pengertian komunikasi,
proses komunikasi, unsur komunikasi, fungsi komunikasi.
 Guru mengamati proses jalannya pemelajaran dari awal sampai akhir
dengan disertai penilaian sikap.

78
c. Penutup (10 menit )
 Siswa bersama guru menyimpulkan materi pengertian komunikasi, proses
komunikasi, unsur komunikasi, fungsi komunikasi.
 Pembelajaran ditutup dengan doa.

2. Pertemuan Kedua :
d. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit )
 Guru mengucapkan salam dan membuka kegiatan pembelajaran
 Siswa diberikan pengantar tentang tujuan komunikasi, teknik komunikasi,
komponen komunikasi, bentuk komunikasi
 Siswa disuruh menanyakan tentang materi tujuan komunikasi, teknik
komunikasi, komponen komunikasi, bentuk komunikasi

e. Kegiatan Inti ( 70 menit )

 Siswa mencari materi tentang materi tujuan komunikasi, teknik komunikasi,


komponen komunikasi, bentuk komunikasi

 Siswa diminta membuat kelompok diskusi , 1 kelompok @ 8 Siswa. Siswa


bergantian diskusi dilanjutkan Guru memberikan pembahasan materi

 Siswa mengerjakan soal tentang materi tujuan komunikasi, teknik komunikasi,


komponen komunikasi, bentuk komunikasi
 Guru memberikan tugas kepada siswa tentang materi tujuan komunikasi, teknik
komunikasi, komponen komunikasi, bentuk komunikasi

 Guru mengamati proses jalannya pemerlajaran dari awal sampai akhir dengan
disertai penilaian sikap.

f. Penutup (10 menit )


 Siswa bersama guru menyimpulkan materi tujuan komunikasi, teknik
komunikasi, komponen komunikasi, bentuk komunikasi

 Pembelajaran ditutup dengan doa.

3. Pertemuan Ketiga :
d. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit )
 Guru mengucapkan salam dan membuka kegiatan pembelajaran

79
 Siswa diberikan pengantar tentang materi bidang komunikasi, sifat komunikasi,
tatanan komunikasi, etika berkomunikasi
 Siswa disuruh menanyakan tentang hal-hal yang berkaitan bidang komunikasi,
sifat komunikasi, tatanan komunikasi, etika berkomunikasi
e. Kegiatan Inti (70 menit )
 Siswa mencari materi tentang bidang komunikasi, sifat komunikasi, tatanan
komunikasi, etika berkomunikasi
 Siswa disuruh membuat kelompok diskusi , 1 kelompok @ 8 Siswa. Siswa
bergantian diskusi dilanjutkan Guru memberikan pembahasan materi
 Siswa mengerjakan soal tentang Guru memberikan tugas kepada siswa tentang
bidang komunikasi, sifat komunikasi, tatanan komunikasi, etika berkomunikasi
 Guru mengamati proses jalannya pemerlajaran dari awal sampai akhir dengan
disertai penilaian sikap.

f. Penutup (10 menit )


 Siswa menyimpulkan materi bidang komunikasi, sifat komunikasi, tatanan
komunikasi, etika berkomunikasi
 Pembelajaran ditutup dengan doa.

4. Pertemuan ke empat
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit )
 Guru mengucapkan salam dan membuka kegiatan pembelajaran
 Siswa diberikan pengantar tentang cara berkomunikasi di lingkungan kantor
 Siswa disuruh menanyakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan cara
berkomunikasi di lingkungan kantor Kegiatan Inti (70 menit )
 Siswa mencari materi cara berkomunikasi di lingkungan kantor
 Siswa disuruh membuat kelompok diskusi , 1 kelompok @ 8 Siswa. Siswa
bergantian diskusi dilanjutkan Guru memberikan pembahasan materi
 Siswa mengerjakan soal tentang Guru memberikan tugas kepada siswa tentang
cara berkomunikasi di lingkungan kantor
 Siswa mempraktekkan komunikasi di lingkungan kantor
 Guru mengamati proses jalannya pemerlajaran dari awal sampai akhir dengan
disertai penilaian sikap.

80
b. Penutup (10 menit )
 Siswa menyimpulkan materi cara berkomunikasi di lingkungan kantor
 Pembelajaran ditutup dengan doa.

EE. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


Indikator
Kompetensi Indikator Jenis
Pencapaian Tujuan Pembelajaran THB Soal
Dasar Soal Soal
Kompetensi
3.10 Menjelaskan 1. Memahami Essay 1. Sebutkan dan
pengertian jelaskan unsur-
Menerapkan pengertian, fingsi,
komunikasi unsur
komunikasi Menjelaskan unsur, dan tujuan
(komponen)
proses
di tempat komunikasi komunikasi! (5
komunikasi
kerja Menyebutkan 2. Memahami unsur)
unsur-unsur 2. Buatlah bagan
proses komunikasi
komunikasi proses
Menyebutkan dan komunikasi
fungsi, tujuan secara
berkomunikasi
komunikasi
sederhana!
Menjelaskan secara efektif
teknik 3. Sebutkan dan
3. Memahami berikan masing-
komunikasi
Menyebutkan macam-macam masing dua
komponen, contoh bentuk
komunikasi kantor
bentuk komunikasi
komunikasi 4. Mengasosiasi kantor!
etika komunikasi 4. Jelaskan
Melakukan
komunikasi di dengan pentingnya
tempat kerja komunikasi
komunikasi kantor
dalam
5. Mempraktikkan kehidupan
etika menerima kantor!
5. Buatlah kalimat
tamu dan
penutup
4.10 bertelepon di percakapan
Melakukan kantor dengan telepon yang
baik dan benar!
komunikasi baik
di tempat
kerja

81
1. Media
Modul, materi dari internet
2. Alat/Bahan
Komputer/Laptop, LCD Projector, Smartphone
3. Sumber Belajar
Buku Pengantar Administrasi Perkantoran karangan Sri Mulyani, Penerbit Erlangga,
2013
Buku Administrasi Perkantoran karangan Ika Widiyanti, Penerbit Yudhistira
Cetakan 2014
Buku Administrasi Perkantoran karangan Riane Aulia, SE, Penerbit CV Rizeva
Utama, 2013

FF. Penilaian Pembelajaran, Remidial dan Pengayaan


1. Jenis/Teknik Penilaian
Teknik Penilaian menggunakan penilaian pengetahuan, dan ketrampilan
2. Bentuk instrumen dan instrumen
a. Instrumen menggunakan soal pilihan ganda dan Essay untuki penilaian pengetahua
berkelompok untuk penilaian keterampilan
b. Instrumen
Terlampir
3. Pedoman penskoran
Pengetahuan : Pilihan ganda (20 soal, benar skor 1, salah atau skor 0) dan essay (5
soal, benar skor 4, salah skor1)

Nilai = (jumlah skor pilihan ganda) + (jumlah skor essay) x 10


4
Skor maksimal : 100

Ketrampilan : Praktik
Buatlah kelompok yang terdiri atas 4 Siswa. Praktekkan cara berkomunikasi melalui
telepon dan menerima tamu dengan tema:
a. Pengajuan sponsorship
b. Melamar pekerjaan

82
c. Menagani keluhan pelanggan
d. Kegiatan di bank
e. Kegiatan di puskesmas

Pedoman Penilaian Praktik


Aspek yg dinilai
No Nama Kelompok Skor Nilai
Peserta 1 2 3 Maks.
1 Didik
2
3

Nilai = Jumlah skor x 100


Skor maksimal

Aspek dan rubrik penilaian.


1. Kejelasan dan kedalaman informasi
a. Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman
informasi lengkap dan sempurna, skor 30.
b. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman
informasi lengkap dan kurang sempurna, skor 30
c. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman
informasi kurang lengkap, skor 10.
2. Keaktifan dalam diskusi
a. Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi skor 30.
b. Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi skor 20.
c. Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi skor 10.
3. Kejelasan dan kerapian presentasi
a. Jikakelompoktersebutdapatmempresentasikandengansangatjelasdanrapi,
skor 40.
b.Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi,
skor 30.
c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas
dan kurangrapi, skor 20.

83
d. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan kurang jelas
dan tidak rapi, skor 10.

4. Remidi dan Pengayaan

GG.Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
Modul, materi dari internet
2. Alat/Bahan
Komputer/Laptop, LCD Projector, Smartphone
3. Sumber Belajar
Buku Pengantar Administrasi Perkantoran karangan Sri Mulyani,
Penerbit Erlangga, 2013
Buku Administrasi Perkantoran karangan Ika Widiyanti, Penerbit
Yudhistira Cetakan 2014
Buku Administrasi Perkantoran karangan Riane Aulia, SE, Penerbit CV
Rizeva Utama, 2013

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

84
Lampiran materi

KOMUNIKASI PERKANTORAN

A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu; communis yang berarti “sama”,
communico, communication atau communicare yang berati “membuat sama” (to make
common). Pengertian komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang
kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik
langsung secara lisan maupun tak langsung melalui media.
Jadi komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan yang dapat
berupa pesan informasi, ide, emosi, keterampilan melalui simbol atau lambang yang dapat
menimbulkan efek berupa tingkah laku yang dilakukan dengan media-media tertentu.
Selain itu, komunikasi juga merupakan proses penyampaian informasi yang
mengandung macam-macam keterangan dari seseorang kepada orang lain. Apabila
komunikasi dilakukan dalam hak kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu dalam sebuah
organisasi disebut komunikasi administrasi. Sedangkan komunikasi yang dilakukan dalam
bidang tata usaha dalam suatu kantor disebut komunikasi kantor.

B. Proses komunikasi
Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan
tujuan komunikasi pada umumnya). Adapun proses komunikasi antara lain:
1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud tertentu berkomunikasi dengan orang
lain dengan cara mengirimkan sesuatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang
disampaikan dapat berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol
atau lambang (seperti warna, bahasa sandi dan tulisan) yang dapat dimengerti oleh
kedua belah pihak
2. Pesan (message), pesan ini langsung disampaikan oleh komunikator atau dibawa
melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh;
berbicara langsung melalui telepon atau menyampaikan pesan secara tidak langsung
melalui surat, e-mail, atau media lainnya. Media adalah alat yang menjadi penyampai
pesan dari komukator ke komunikan.
3. Komunikan (receive) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan
yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri
4. Komunikan (receive) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan
yang dikirimkan kepadanya. Bila pesan tersebut dapat dipahami oleh komunikan maka
dapat dikatakan proses komunikasi tersebut berhasil karena sesuai dengan harapan si
komunikator.
Dalam proses komunikasi, setiap pelaku komunikasi akan melakukan empat tindakan,
yaitu membentuk, menyampaikan, menerima dan mengolah pesan, keempat tindakan
tersebut terjadi secara berurutan.

85
C. Unsur-unsur Komunikasi
1. Komunikator atau pengirim (sender) atau sumber (source)
Unsur pertama yang berperan dalam terjadinya proses komunikasi adalah sumber
(source). Sumber sering disebut sebagai pengirim pesan (sender) atau komuniakor.
Individu atau kelompok yang berperan dalam mengirimkan (transferring) pesan disebut
komunikator atau pengirim pesan atau sumber.
2. Pesan (message)
Pesan merupakan sesutau yang ingin disampaikan si sumber (pengirim atau
komunikator) kepada si penerima pesan (komunikan), pesan ini nantinya akan
disampaikan secara langsung, baik melalui komunikasi tatap muka maupun melalui
media atau saluran.
3. Saluran (media) komunikasi
Merupakan sarana yang digunakan oleh sumber (komunikator) untuk menyalurkan
pesan kepada penerima, misalnya melalui telepon atau tulisan. Bentuk media ada
berbagai macam, misalnya dalam komunikasi antarpribadi, anggota pancaindera seperti
lidah, mata dan telingga.
4. Penerima pesan (receiver) atau komunikan
Adalah elemen penting dalam proses komunikasi, karena penerima menjadi sasaran
dari komunikasi. Keberadaan penerima dalam proses komunikasi diakibatkan oleh
adanya sumber.
5. Umpan balik (feedback)
Setelah pesan diterima oleh penerima (komunikan), pengirim atau pemberi pesan
(komunikator) mengharapkan komunikan memberikan respon atau umpan balik ( feed
back) terhadap pesan yang disampaikan.
6. Pengaruh atau efek
Pengaruh atau efek pemberian pesan itu bisa bersifat negatif maupu positif. Bersifat
negativ jika pesan yang disampaikan hasilnya ditolak oleh penerima pesan atau
mengakibatkan terjadinya perubahan perilaku komunikan yang cenderug negative.

D. Fungsi Komunikasi
Fungsi komunikasi dalam kehidupan manusia pada umumnya dapat dilihat dalam
kehidupan pribadi seseorang, hubungan dengan orang lain, ditempat kerja dan
dilingkungan masyarakat.
a. Kehidupan Pribadi
Di dalam kehidupan pribadi melalui komunikasi kita dapat
1). Mengungkapkan perasaan dan gagasan kita. Komunikasi dapat menjadi alat untuk
melepaskan beban mental dan psikologis kita mendapatkan keseimbangan hidup
kembali
2). Semakin mengenal diri. Dengan komunikasi kita mengenal isi hati, pikiran, dan
perilaku kita, serta mendapatkan umpan balik dari rekan kita tentang emosi, pikiran,
kehendak.
b. Hubungan dengan orang lain
Di dalam dengan orang lain melalui komunikasi kita dapat
1). Menjalin perkenalan, pertemanan dan persahabatan dengan orang lain
2). Meminta bantuan dan pertolongan kepada orang lain

86
3). Saling membantu mengubah sikap dan perilaku hidup bersama orang lain
c. Ditempat kerja
1). Menjalin hubungan baik dengan rekan kerja
2). Membangun kerja sama dan sinergi dengan rekan kerja
3). Mengatasi perbedaan pendapat, ketegangan dan konflik
d. Dilingkungan Masyarakat
1). Menciptakan perdamaian
2). Memajukan dan mensejahterakan masyarakat
3). Mengatasi permasalahan yang muncul di masyarakat

E. Tujuan Komunikasi
Menurut Onong Uchjana Effendi dalam bukunya Dimensi-dimensi Komunikasi, tujuan
dari komunikasi antara lain:
1. Perubahan Sikap (Attitude Change)
Bertujuan untuk merubah sikap seseorang atau masyarakat. Misalnya kegiatan
memberikan informasi mengenai hidup sehat tujuannya adalah supaya masyarakat
mengikuti pola hidup sehat dan sikap masyarakat lebih positif.
2. Perubahan pendapat (Opinion change)
Agar tujuan komunikasi ini tercapai maka komunikasi harus berusaha menciptakan
pemahaman. Pemahaman ialah kemampuan memahami pesan secara cermat
sebagaimana yang dimaksudkan oleh komuikator.
3. Perubahan perilaku (Behavior Change)
Bertujuan untuk mengubah sikap dan pendapat orang lain, komunikasi juga bertujuan
untuk mengubah perilaku maupun tindakan seseorang yang semual berperilaku negatif
berubah menjadi positif
4. Perubahan sosial
Dalam hal ini pemberian pesan atau informasi pada masyarakat juga bertujuan agar
masyarakat mau mendukung dan ikut serta dalam tujuan yang diinginkan oleh
informasi tersebut.

F. Teknik komunikasi
1. Keterampilan berbicara
Berbicara secara aktif dan efektif baik secara individu, di depan umum, dalam
kelompok dan lain-lain, akan menghasilkan pikiran positif untuk memecahkan berbagai
masalah. Berbicara aktif adalah berbicara secara menarik, jelas, dapat dimengerti dan
mencapai tujuan yang diinginkan.
2. Gaya bahasa dalam berbiacara
Gaya bahasa dalam berbicara merupakan cara menampilkan diri di muka umum dan
pengaturan nada suara maupun penekanan pada hal-hal yang penting seperti
memperlambat irama maupun memperkeras volume suara.
a. Gerak-gerik
b. Pakaian
c. Sikap jiwa
d. Suara
e. Pendangan mata
f. Sikap badan
3. Keterampilan mendengar

87
Mendengar secara aktif dan efektif adalah dengan memadukan antara indera
pendengaran dengan pikiran, sehingga dapat mendengar secara aktif dan efektif
Cara yang dapat dilakukan untuk dapat menjadi pendengar yang aktif dan efektif antara
lain:
a. Mendengar dengan penuh konsentrasi
b. Menangkap pesan-pesan yang penting atau inti pembicaraan
c. Mencatat hal-hal yang dirasakan penting
4. Keterampilan menulis
Untuk dapat menulis pesan atau informasi secara efektif harus memperhatikan hal-hal
berikut;
a. Subjek dan tujuan harus jelas
b. Informasi atau pesan yang disampaikan harus berhubungan dan sesuai dengan
kebutuhan penerima maupun tujuan yang akan dicapai.
c. Gagasan harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis
d. Tidak melewatkan informasi-informasi yang penting
e. Bahasa yang digunakan jelas atau mudah dipahami; sinngkat atau tidak bertele-tele
dan tepat atau sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia.
5. Keteramilan membaca
Keterampilan ini diperlukan agar dalam penyampaiaan informasi ke orang lain dapat
lebih jelas dan akurat. Dalam kegiatan membaca terjadi proses pengolahan informasi
yang terdiri atas informasi visual dan informasi non visual. Informasi visual merupakan
informasi yang dapat diperoleh melalui indera penglihatan, sedangkan informasi
nonvisual merupakan informasi yang sudah ada dalam benak si pembaca.

G. Komponen Komunikasi
1. Aspek komunikator
Komunikasi dapat berjalan dengan efektif bila komunikator memiliki kriteria berikut
a. Kepercayaan dalam diri komunikator (self credibility)
b. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang cukup melalui
komunikasi
c. Memiliki media yang tepat
d. Menguasai isi pesan, media dan lingkungan yang mendukung
e. Menyampaikan isi pesan dengan jelas
f. Meminta respon
2. Aspek pesan
Pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat berupa nasehat, bimbingan, dorongan,
informasi, dan lainnya. Pesan dapat disampaikan melalui lisan atau non verbal.
3. Aspek saluran
Pesan disampaikan langsung kepada komunikan tanpa harus menggunakan saluran atau
media melalui komunikasi tatap muka. namun, pesan yang disampaikan tersebut juga
dapat dilakukan secara langsung kepada komunikan melalui media atau saluran tertentu
seperti alat komunikasi.
4. Aspek komunikasi
Seseorang dapat menerima pesan dengan baik apabila memenuhi kondisi berikut:
a. Pesan komunikasi benar-benar dimengerti oleh penerima pesan
b. Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar untuk mencapai tujuan

88
c. Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar untuk kepentingan peribadinya
d. Mempu menempatkan baik secara mental atau fisik
e. Mempunyai sifat terbuka dan memiliki pengetahuan yang cukup.

5. Aspek umpan balik


Informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya. Umpan balik merupakan respon yang
diberikan komunikan kepada komunikator setelah pesan diterima komunikan.

H. Bentuk Komunikasi
1. Komunikasi Interpersonal atau disebut juga komunikasi intrapersonal
Komunikasi ini diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan pada diri sendiri. Proses
komunikasi intrapersonal ini terjadi di dalam diri individu mulai dari kegiatan
menerima pesan, atau informasi, mengolah dan menyimpan dan menghasilkan kembali
2. Komunikasi interpersonal atau sering disebut komunikasi antarpribadi
Dapat diartikan sebagai proses pertukaran makna dari orang-orang yang saling
berkomunikasi atau komunikasi antara individu yang satu dengan yang lain.
3. Komunikasi kelompok
Adalah proses komunikasi yang terjadi di antara sekelompok orang dalam melakukan
tugas dan mencapai tujuannya. Contoh; komunikasi kelompok kuliah, rapat,konferensi,
dll
4. Komunikasi organisasi
Merupakan proses komunikasi yang berlangsung secara formal maupun nonformal
dalam sebuah sistem yang disebut organisasi. komunikasi ini sering dijadikan sebagai
objek studi sendiri karena luasnya lingkup komunikasi tersebut
5. Komunikasi massa
Adalah komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam meghubungkan
komunikator dan komunikan secara masal, berjumlah banyak, bertempat tinggal jauh,
sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu.

I. Bidang Komunikasi
1. Komunikasi sosial
Komunikasi sebagai suatu proses interaksi di mana seseorang atau sesuatu lembaga
menyampaikan amanat kepada pihak lain agar pihak lain itu dapat menangkap maksud
yang dikehendaki penyampaiannya baik secara verbal maupun non verbal
2. Komunikasi organisasi/manajemen
Adalah memajukan dan mengembangkan organisasi yang ditafsirkan sebagai upaya
yang dilakukan untuk mencapai tujuan manajemen. Komunikasi manajemen ada
beberapa macam:
a. Komunikasi vertikal
b. Komunikasi horisontal
c. Komunikasi diagonal
3. Komunikasi Bisnis
Proses pertukaran informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi di berbagai
kegiatan bisnis maupun di dalam kegiatan internal organisasi bisnis
4. Komunikasi politik

89
Setiap bentuk penyampaian pesan, baik dalam bentuk lambang-lambang maupun dalam
bentuk kata-kata tertulis atau terucap, atau dalam bentuk isyarat yang mempengaruhi
kedudukan seseorang yang ada dalam suatu struktur kekuasaan tertentu.
5. Komunikasi internasional
Adalah komunikasi yang dilakukan antara komunikator yang mewakili suatu negara
untuk menyampaikan pesan yang berkaitan dengan berbagai kepentingan negaranya
kepada komunikan yang mewakili negara lain dengan tujuan untuk memperoleh
dukungan yang lebih luas.
6. Komunikasi antar budaya
Adalah komunikasi antara orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras, etnik, atau
perbedaan-perbedaan sosio ekonomi)
7. Komunikasi pembanngunan
Merupakan dua hal yang salin berhubungan sangat erat.
8. Komunikasi tradisional
Adalah proses penyampaian pesan dari satu pihak ke pihak lain dengan menggunakan
media tradisional yang sudah lama digunakan disuatu tempat sebelum kebudayaannya
tersentuh oleh teknologi modern.

J. Sifat komunikasi
1. Verbal
Adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik secara lisan maupun tertulis.
Dalam komunikasi verbal, bahasa yang memegang peranan sangat penting. Bahasa
adalah suatu sistem lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Komunikasi
verbal meliputi komunikasi lisan dan tulis.
Contoh: berbicara secara langsung, bertelepon
2. Non verbal
Adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk nonverbal atau tanpa kata-
kata. Komunikasi ini mencakup komunikasi gestural (bahasa tubuh) dan komunikasi
gambar.
Komunikasi nonverbal lebih banyak digunakan dari pada komunikasi verbal karena
dalam setiap kegiata komunikasi hampir secara otomatis komunikasi nonverbal ikut
digunakan.
3. Tatap muka
Adalah komunikator dengan komunikan berhadapan langsung atau saling berhadapan
ketika proses komunikasi berlangsung. Komunikasi ini kemungkinan terjadinya respon
langsung dari keduanya.
4. Bermedia
Adalah komunikasi yang dilakukan dapat menggunakan media perantara media atau
saluran. Media dapat berupa media komunikasi seperti telepon, surat, media cetak
seperti surat kabar dan majalah, serta media elektronik seperti radio dan tv.

K. Tatanan Komunikasi
Adalah proses komunikasi yang ditinjau dari jumlah komunikan, apakah satu orang,
sekelompok orang atau sejumlah orang yang bertempat tinggal secara tersebar.
Berdasarkan tatanan tersebut maka betuk komunikasi dapat diklasifikasikan dalam bentuk
komunikasi berikut:
1. Komunikasi pribadi, yang meliputi komunikasi intrapersonal/intrapribadi dan
komunikasi antarpribadi (interpersonal),

90
2. Komunikasi kelompok, yang meliputi kelompok kecil seperti ceramah, forum diskusi
3. Komunikasi organisasi, kemonikasi yang terjadi dalam sebuah organisasi
4. Komunikasi massa, yang meliputi media massa cetak dan media elektronik
5. Komunikasi medio, komunikasi yang menggunakan media selain media massa seperti
surat, poster, pamflet, spanduk dan telepon

L. Etika komunikasi
Istilah etika berasal dari Bahasa Yunani “ethicos” yang berarti norma-norma, aturan-
aturan, kaidah-kaidah, nilai-nilai bagi tingkah laku manusia yang baik, dapat membedakan
hal yang baik dan buruk. Persoalan etika yang potensial selalu melekat dalam setiap bentuk
komunikasi antar pribadi sehingga komunikasi dapat dinilai dalam dimensi benar-salah,
melibatkan pengaruh yang berarti terhadap manusia lain, sehingga komunikator secara
sadar memilih tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai dan cara-cara komunikasi guna
mencapai tujuan tersebut. Apakah seorang komunikator bertujuan menyampaikan
informasi, meningkatkan pemahaman seseorang, memudahkan keputusan yang bebas pada
orang lain, menawarkan nilai-nilai yang penting, memperlihatkan eksistensi dan relevansi
suatu persoalan sosial, memberikan sebuah jawaban atau program aksi atau memicu
pertikaian atau persoalan etika yang potensial terpadu dalam upaya-upaya simbolik sang
komunikator. Demikianlah keadaannya pada sebagian besar komunikasi pribadi, baik
komunikasi antara 2 orang, dalam kelompok kecil, dalam retorika gerakan sosial maupun
dalam hubungan masyarakat.
Cara paling mudah menerapkan etika komunikasi di perkantoran adalah semua anggota
dan pimpinan perkantoran perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Tata krama pergaulan yang baik
2. Norma kesusilaan dan budi pekerti
3. Norma sopan santun dalam segala tindakan
Komunikasi merupakan salah satu bidang yang sangat penting dalam kegiatan kantor.
Seorang manajer harus dapat berkomunikasi secara efektif dengan semua pegawai kantor,
baik secara horizontal maupun vertical atau diagonal. Pengurusan informasi yakni
penyampaian dan penerimaan berita akan berjalan dengan baik bila dalam kantor terdapat
komunikasi yang efektif.
Berikut merupakan beberapa contoh etika atau etiket dalam berkomunikasi
antarmanusia dalam kehidupan sehari-hari.
1. Jujur
2. Bersikap dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan/sebutan orang baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi/emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah, dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkah laku yang baik

M. Etika Menerima Tamu


Menurut Durotul Yatimah (2004:87) etika menerima tamu harus memperhatikan hal-hal
berikut:
1. Mengetahui nama tamu, nama perusahaan dan maksud kunjungannya.

91
2. Memberikan kesan yang paling menyenangkan dan menunjukkan kesan tersebut
agar terjalin goodwill yang baik.
3. Menyapa, menghormati, memberi bantuan dengan informasi yang tepat, dan
memberikan pelayanan sebaik-baiknya secara wajar.
4. Mengetahui dengan pasti, hal yang boleh dan yang tidak boleh diberitahukan
kepada tamu.
5. Menghubungi pejabat yang lebih berhak menangani masalah yang dibawa oleh
tamu sesuai dengan kebijakan kantor.
6. Bila terpaksa menunggu, ciptakan suasana yang menyenangkan.
7. Pandai-pandai menetapkan pilihan sesuai dengan masalah yang dikemukakan
oleh tamu dengan pejabat yang berwenang dan dapat menguasai masalahnya.
8. Bila pejabat yang diinginkan tamu tidak ada di tempat, mintalah kepada tamu agar
meninggalkan pesan. Catat pesan itu dan beritahukan kepada pejabat yang
dikehendaki tamu.
Sikap dalam menerima tamu menurut Ursula Ernawati (2004:35) antara lain:
a. Berpenampilan rapi, bersih dan segar.
b. Berperilaku sopan dan ramah dengan tamu.
c. Ekspresi wajah yang hangat, namun meyakinkan.
d. Menghafal nama tamu yang datang bertamu.
e. Senang bergaul dan luwes dengan tamu.
f. Menjadi pendengar yang baik apabila tamu sedang berbicara dan jangan memotong
pembicaraan tamu yang sedang berbicara.
g. Menjaga sikap tubuh agar tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan jelek seperti menggigit
kuku dan memegang dagu.
h. Berlaku sopan dan hormat kepada tamu yang datang.
i. Penuh semangat kerja dalam menerima tamu, jangan malas-malasan.
j. Pakailah nada suara yang enak dan jelas saat berbicara dengan tamu.
k. Senantiasa bersikap tenang dalam menghadapi tamu.
l. Menangani tamu yang complaint secara profesional tanpa adanya emosi yang tinggi.
m. Duduk pada posisi memungkinkan yang dapat melihat orang yang masuk ruangan
dalam perusahaan.
n. Jangan mengikuti pembicaraan tamu saat berbicara.
o. Tulus dalam menerima tamu pimpinan.
p. Apabila sekretaris tidak dapat segera melayani tamu, beritahukanlah kepada tamu
bahwa ia akan dilayani sesaat lagi, agar tamu tidak merasa dikecewakan atau merasa
tidak dihargai.

N. Etika Bertelepon
1. Pengertian Etika Bertelepon
Etika bertelepon adalah tata krama, sopan-santun tata pergaulan dalam bertelepon
(menerima-melakukan kontak telepon) yang meliputi berbicara dengan jelas, tegas,
terkesan ramah, hangat dan bersahabat. Disini dijelaskan bahwa saat kita menelepon
atau menerima telepon kita harus menggunakan bahasa yang sopan, tegas, ramah dan
lain-lain sehingga menimbulkan kesan bersahabat.

92
2. Hal-Hal Penting Etika Bertelepon
1. Jangan biarkan telepon berdering lebih dari 3 kali. Disini kita disarankan apabila
telepon berbunyi, kita harus segera mengangkat telepon tersebut dan kita tidak
boleh
membiarkan telepon itu berbunyi terlalu lama.
2. Dengarkan mitra bicara dan berkonsentrasi dengan pihak penelepon. Kita harus
mendengarkan dengan baik apa yang penelepon katakan. Dan kita juga harus bisa
berkonsentrasi pada pihak yang menelepon supaya tidak terjadi kesalah-pahaman
antara penelepon dengan kita dan supaya tidak timbul kesan acuh tak acuh.
3. Berkata dengan sopan dan hangat. Saat menjawab pihak penelepon kita harus
menggunakan bahasa yang sopan dan hangat, supaya penelepon merasa nyaman
dan
dihargai saat berbicara dengan kita.
4. Hindari kata-kata yang bisa menyinggung perasaan penelepon. Kita harus bisa
memilih kata yang baik saat kita berbicara dengan penelepon supaya penelepon
tidak
merasa terhina dengan apa yang kita katakan.
3. Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Pada Saat Komunikasi Menggunakan Telepon
1. Suara terlalu keras. Saat berbicara di telepon, kita tidak boleh berbicara terlalu
keras.
2. Bicara ditelepon sambil makan atau berdecak. Saat berbicara di telepon kita tidak
boleh sambil makan atau berdecak.
3. Berbicara dengan orang lain selagi berbicara ditelepon. Kita tidak boleh berbicara
dengan orang lain saat bertelepon, supaya tidak terjadi kesalah-pahaman.
4. Berbicara dengan nada kasar atau membentak. Saat berbicara kita tidak boleh
menggunakan nada yang kasar, bahkan sampai membentak pihak lawan bicara.
5. Berbicara dengan nada memerintah. Jangan pernah saat menelepon kita
menggunakan nada yang memerintah.
6. Membirkan penelepon menunggu terlalu lama tanpa penjelasan. Saat bertelepon
jangan membuat lawan bicara kita menunggu terlalu lama.
4. Langkah-Langkah Dan Teknik Menelepon
1. Siapkan nomor telepon. Sebelum kita menelepon sebaiknya kita siapkan dulu
nomor
yang akan kita tuju, supaya saat kita menelepon tidak terjadi kesalahan atau yang
sering disebut salah sambung.
2. Tekan nomor telepon yang dituju. Setelah nomor telepon yang ingin kita tuju
dirasa
sudah benar, barulah kita tekan nomor yang ingin kita hubunggi tersebut.
3. Ucapkan salam, sebutkan identitas diri Anda. Setelah telepon tersambung segera
ucapkan salam dan identitas diri Anda.
4. Mengutarakan maksud dan tujuan bertelepon. Setelah pihak penerima telepon
menjawab salam kita, langsung kita ucapkan maksud dan tujuan kita menelepon,
tentu harus dengan bahasa yang baik dan benar.
5. Ucapkan salam penutup untuk mengakhiri pembicaraan. Setelah selesai berbicara
dan tidak ada lagi yang ingin dikatakan serta tidak ada pertanyaan dari pihak
penerima segera ucapkan salam penutup untuk mengakhiri pembicaraan.

93
Daftar Pustaka

Ika Widiyanti. (2014). Administrasi Perkantoran. Yudhistira: Jakarta


Riane Aulia. (2013). Administrasi Perkantoran. CV Rizeva Utama
Sri Mulyani, dkk. (2013). Pengantar Administrasi Perkantoran. Erlangga: Jakarta

94
Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 CEPU
Bidang Keahlian : Bisnis dan Manajemen
Mata Pelajaran : Administrasi Umum
Materi : Komunikasi Kantor
Kelas/ Semester : X AP/ X AK/ X PM / X APH
Alokasi Waktu : 90 menit

A. Pilihan Ganda
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat

1. Kata communis berasal dari bahasa ...


a. Latin c. Inggris e. Perancis
b. Belanda d. Melayu

2. Orang yang menerima pesan disebut ...


a. Komunikator c. Motivator e. Narasumber
b. Mediator d. Komunikan

3. Proses pemberian atau pengantar tanda-tanda atau pesan dalam komunikasi disebut

a. Enkode c. Feed back e. Pesan
b. Dekode d. Message

4. Tanggapan yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator disebut …


a. Message c. Enkode e. Ulasan
b. Dekode d. Feed back

5. Contoh media komunikasi audio visual adalah ...


a. Radio c. Wawancara e. Tape recorder
b. Televisi d. Surat
6. Di bawah ini yang termasuk contoh lambang gambar yaitu …

a.

b. hijau

c. 1, 2, 3 ,...
d. A, B, C, ...
e. Lonceng, kentongan

95
1. Keterampilan berbicara, menulis, dan mengarang merupakan contoh dari dasar
keterampilan …
a. Lisan c. Menerima e. Berfikir
b. Tulisan d. Menyampaikan

8. Perhatikan gambar!

Aktivitas di atas merupakan bentuk komunikasi …


a. Diagonal c. Vertikal e. Bawah
b. Horisontal d. Naik

9. Dalam sebuah rapat di perusahaan X, hadir para manajer dari berbagai departemen
diantaranya manajer pemasaran, manajer personalia, manajer logistik atau
perbekalan. Rapat tersebut beragendakan laporan akhir tahun dari para manajer
kepada direktur utama. Proses komunikasi apa yang terjadi dalam contoh kasus
tersebut …
a. Komunikasi Vertikal
b. Komunikasi Horizontal
c. Komunikasi Diagonal
d. Komunikasi pimpinan dan bawahan
e. Komunikasi timbal balik ke segala arah
10. Istilah lain dari komunikasi diagonal atau komunikasi silang adalah …
a. flash communication c. center communication e. vertical
b. cross communication d. mass communication

11. Umat muslim dalam sehari melakukan sholat wajib sebanyak lima kali. Sholat dapat
digolongkan ke dalam jenis komunikasi …
a. Intrapersonal c. Interpersonal e. Massa
b. Antarpersonal d. Kelompok

12. Di bawah ini adalah kelebihan dari media komunikasi massa bagi penyedianya,
kecuali …
a. Dapat dilakukan secara langsung
b. Dapat menjangkau ke daerah lain bahkan negara lain
c. Hemat biaya untuk pengadaannya
d. Dapat diakses dengan cepat
e. Dapat dilakukan secara elektris

96
13. Sikap di bawah ini yang dapat menghambat keberhasilan komunikasi baik dari pihak
komunikator maupun komunikan, kecuali . . .
a. Pemarah c. Tinggi hati e. Kecil hati
b. Prasangka buruk d. Sopan santun

14. Salah satu fungsi komunikasi menurut Onong Uchjana Effendi yaitu memberi
informasi untuk memenuhi rasa aman, juga menghibur masyarakat melalui sarana
hiburan. Pernyataan tersebut merupakan fungsi …
a. Public Information c. Public Education e. Public Relations
b. Public Persuasion d. Public Entertainment

15. Fungsi komunikasi yang memiliki tujuan yang bersifat membujuk (persuasif) untuk
memberitahukan atau menerangkan (to inform) adalah fungsi komunikasi …
a. Ritual c. Ekspresif e. Instrumental
b. Sosial d. Informasi

16. Pada saat kita berkomunikasi melalui telepon, terkadang suara dari lawan bicara kita
terputus akibat gangguan signal. Gangguan tersebut termasuk hambatan secara …
a. Sosiologis c. Psikologis e. Ekologis
b. Mekanis d. Semantis

17. Salah satu syarat terjadinya komunikasi kantor dapat berjalan dengan baik adalah …
a. Sinkronisasi tujuan organisasi
b. Struktur organisasi
c. Tata susunan organisasi
d. Pembagian kerja
e. Manajemen organisasi

18. Menurut Scott dan Mitchel ada empat fungsi dari komunikasi kantor, kecuali …
a. Pengawas c. Intuisi e. Motivasi
b. Emosi d. Informasi

19. Norma, nilai, kaidah atau ukuran tingkah laku yang baik disebut …
a. Etiket c. Akhlak e. Budi pekerti
b. Etika d. Sopan santun

20. Hal yang harus dihindari saat menangani telepon adalah ...
a. Tidak berbicara monoton
b. Berusaha tidak berbicara tergesa-gesa
c. Berbicara dengan pengucapan kata yang jelas
d. Mengangkat telepon dengan kata “hallo”
e. Mengatur tinggi rendah intonasi suara

B. Essay
6. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur (komponen) komunikasi! (5 unsur)
7. Buatlah bagan proses komunikasi secara sederhana!
8. Sebutkan dan berikan masing-masing dua contoh bentuk komunikasi kantor!

97
9. Jelaskan pentingnya komunikasi dalam kehidupan kantor!
10. Buatlah kalimat penutup percakapan telepon yang baik dan benar!

--
Kunci Jawaban
1. A
2. D
3. A
4. D
5. B
6. A
7. D
8. B
9. E
10. B
11. A
12. A
13. D
14. D
15. E
16. B
17. A
18. C
19. B
20. D

98
RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 CEPU


Mata Pelajaran : Administrasi Umum
Kompetensi Keahlian : Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Alokasi Waktu : 8 x 2 JP

HH. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti :
9. Pengetahuan
KI 3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kajian/ kerja administrasi umum pada tingkat
teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora, dalam konteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat
nasional, regional, dan internasional.
10. Keterampilan
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
kajian/ kerja administrasi umum. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan
dengan mutu dan kualitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi
kerja. Menunjukkan keterampilan, menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif
dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah kongkret
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar

99
5. KD pada KI Pengetahuan
3.11Menerapkan tata cara/ prosedur pencatatan keuangan sederhana
6. KD pada KI Keterampilan
4.11 Melakukan pencatatan keuangan sederhana

II. Indikator Pencapaian Kompetensi


7. Indikator KD pada KI pengetahuan
a. Menjelaskan prosedur penerimaan dan pengeluaran uang
b. Mencatat penerimaan dan pengeluaran uang
8. Indikator KD pada KI keterampilan
a. Mencatan laporan keuangan sederhana

JJ. Tujuan Pembelajaran


Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta didik mampu:
18. Memahami tata cara/ prosedur pencatatan keuangan sederhana
19. Melakukan pencatatan keuangan sederhana

KK. Materi Pembelajaran


1. Prosedur penerimaan dan pengeluaran uang
a. Pengertian Transaksi
b. Jenis- jenis dokumen transaksi
2. Mencatat penerimaan dan pengeluaran uang
 Sistem penerimaan kas
 Sistem pengeluaran kas
 Jurnal dan buku besar untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran uang
 Prosedur managerial
 Buku besar

LL. Pendekatan, Strategi dan Metode


a. Pendekatan : Saintifik
b. Model : Cooperative Learning
c. Metode : Diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan

10
0
MM. Kegiatan Pembelajaran
. 1. Pertemuan Kesatu dan kedua
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (15 menit )
 Guru mengucapkan salam
 Guru membuka kegiatan pembelajaran
 Siswa diberikan pengantar tentang pengertian Prosedur penerimaan dan
pengeluaran uang
 Siswa diberi kesempatan menanyakan tentang hal-hal yang berkaitan
dengan pengertian pengertian Prosedur penerimaan dan pengeluaran uang
b. Kegiatan Inti (65 menit )
 Siswa mencari materi tentang pengertian Prosedur penerimaan dan
pengeluaran uang
 Siswa membuat kelompok diskusi , 1 kelompok @ 4 anak. Siswa bergantian
diskusi dilanjutkan Guru memberikan pembahasan materi
 Siswa mengerjakan soal tentang pengertian Prosedur penerimaan dan
pengeluaran uang
 Guru memberikan tugas kepada siswa tentang pengertian Prosedur
penerimaan dan pengeluaran uang
 Guru mengamati proses jalannya pemelajaran dari awal sampai akhir
dengan disertai penilaian sikap.
c. Penutup (10 menit )
 Siswa bersama guru menyimpulkan materi pengertian pengertian Prosedur
penerimaan dan pengeluaran uang
 Pembelajaran ditutup dengan doa.

2. Pertemuan ketiga dan keempat


g. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit )
 Guru mengucapkan salam dan membuka kegiatan pembelajaran
 Siswa diberikan pengantar tentang materi mencatat penerimaan dan pengeluaran
uang
 Siswa disuruh menanyakan tentang materi mencatat penerimaan dan
pengeluaran uang
h. Kegiatan Inti ( 70 menit )

10
1
 Siswa mencari materi tentang materi mencatat penerimaan dan pengeluaran uang
 Siswa diminta membuat kelompok diskusi , 1 kelompok @ 8 anak. Anak
bergantian diskusi dilanjutkan Guru memberikan pembahasan materi
 Siswa mengerjakan soal tentang materi mencatat penerimaan dan pengeluaran
uang
 Guru memberikan tugas kepada siswa tentang mencatat penerimaan dan
pengeluaran uang
 Guru mengamati proses jalannya pembelajaran dari awal sampai akhir dengan
disertai penilaian sikap
i. Penutup (10 menit )
 Siswa bersama guru menyimpulkan materi mencatat penerimaan dan
pengeluaran uang
 Pembelajaran ditutup dengan doa

NN. Media, alat dan Sumber Pembelajaran

Indikator
Kompetensi Indikator Jenis
Pencapaian Tujuan Pembelajaran THB Soal
Dasar Soal Soal
Kompetensi
3.11 Menjelaskan Memahami tata Essay g. Jelaskan yang
Menerapkan prosedur cara/ prosedur dimaksud
tata cara/ penerimaan pencatatan dengan
prosedur dan keuangan transaksi!
pencatatan pengeluaran sederhana h. Jelaskan apa
keuangan uang saja bagian-
sederhana

10
2
4.11 Mencatat Melakukan bagian yang ada
Melakukan penerimaan pencatatan dalam cek!
pencatatan dan keuangan i. Jelaskan
keuangan pengeluaran sederhana perbedaan nota
sederhana uang kontan dan
faktur!
Mencatan j. Jelaskan bagian-
laporan bagian apa saja
keuangan yang yang
sederhana terlibat dalam
proses
penerimaan
uang !
k. Sebutkan apa
saja yang
termasuk dalam
dokumen/bukti
asli pendukung
setiap
penerimaan
uang!

OO. Penilaian Pembelajaran, Remidial dan Pengayaan


5. Jenis/Teknik Penilaian
Teknik Penilaian menggunakan penilaian pengetahuan, dan ketrampilan
6. Bentuk instrumen dan instrumen
a. Instrumen menggunakan soal pilihan ganda dan Essay untuki penilaian pengetahuan dan p
penilaian keterampilan
b. Instrumen
Terlampir
7. Pedoman penskoran

10
3
Pengetahuan : Pilihan ganda (20 soal, benar skor 1, salah atau skor 0) dan essay (5 soal, benar
skor 4, salah skor1)

Nilai = (jumlah skor pilihan ganda) + (jumlah skor essay) x 10


4
Skor maksimal : 100

Ketrampilan : Praktik
Bentuklah sebuah kelompok 4 orang, Diskusikan beberapa hal di bawah ini yang
kemudian hasil jawaban kalian presentasikan di depan kelas:
1. Manfaat mengatur pengelolaan penerimaan dan pengeluaran keuangan secara baik dan
teratur
2. Dampak tidak teraturnya pengelolaan dan penyimpanan bukti transaksi
Bentuk alur proses pengeluaran uang yang yang digunakan dalam proses penerimaan dan
pencatatan uang
Pedoman Penilaian Praktik
Aspek yg dinilai
No Nama Kelompok Skor Nilai
Peserta 1 2 3 Maks.
1 Didik
2
3

Nilai = Jumlah skor x 100


Skor maksimal

Aspek dan rubrik penilaian.


1. Kejelasan dan kedalaman informasi
a. Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman informasi
lengkap dan sempurna, skor 30.
b. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi
lengkap dan kurang sempurna, skor 30
c. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi
kurang lengkap, skor 10.
2. Keaktifan dalam diskusi

10
4
a. Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi skor 30.
b. Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi skor 20.
c. Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi skor 10.
3. Kejelasan dan kerapian presentasi
a. Jikakelompoktersebutdapatmempresentasikandengansangatjelasdanrapi, skor 40.
b.Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 30.
c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan
kurangrapi, skor 20.
d. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan kurang jelas dan tidak
rapi, skor 10.

8. Remidi dan Pengayaan

PP. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
Modul, materi dari internet
2. Alat/Bahan
Komputer/Laptop, LCD Projector, Smartphone
3. Sumber Belajar
Buku Pengantar Administrasi Perkantoran karangan Sri Mulyani, Penerbit
Erlangga, 2013
Buku Administrasi Perkantoran karangan Ika Widiyanti, Penerbit Yudhistira
Cetakan 2014
Buku Administrasi Perkantoran karangan Riane Aulia, SE, Penerbit CV Rizeva
Utama, 2013

Cepu, April 2018


Mengetahui, Guru Mapel
Kepala SMK Negeri 1 Cepu

Drs.Sugiyanto,M.Pd Eky Dian Pratiwi, S.Pd


NIP 19650305 199203 1 013 NIP. -

10
5