Anda di halaman 1dari 50

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMK PGRI TUREN


Paket Keahlian : Pemasaran
Mata Pelajaran : Penataan Barang Dagangan
Kelas/Semester : XI/I
Materi Pokok : Penataan Produk
Alokasi Waktu : 2 x 3 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti
KI.1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, resposif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI.3 : Mahami dan menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang
spesifik untuk memecahkan masalah
KI.4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


KD.1.1 : Menunjukkan keimanan sebagai rasa syukur dan keyakinan terhadap kebesaran
Sang Pencipta karena menyadari keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad
raya diatur oleh Sang Pencipta
KD.2.1 : Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti,
cermat, tekun, hati-hati, bertanggung-jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan
peduli lingkungan) sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan
aktivitas sehari-hari
KD.3.1 : Mendeskripsikan Pengertian dan macam-Penataan Produk
INDIKATOR:
1. Menjelaskan pengertian penataan produk
2. Menjelaskan tentang macam penataan produk
3. Mengidentifikasi tentang macam penataan produk
KD.4.1 : Mengelompokaan bentuk-bentuk penataan produk
INDIKATOR:
1. Menjelaskan tentang bentuk – bentuk penataan produk
2. Menyebutkan bentuk – bentuk penataan produk
3. Menyebutkan pembagian dari bentuk – bentuk penataan produk
C. Tujuan Pembelajaran
Pert Tujuan Pembelajaran
1 1. Siswa mampu menjelaskan pengertian penataan produk
2. Siswa mampu menjelaskan tentang macam penataan produk
3. Siswa mampu mengidentifikasi tentang macam penataan produk
2 1. Siswa mampu menjelaskan tentang bentuk – bentuk penataan produk
2. Siswa mampu menyebutkan bentuk – bentuk penataan produk
3. Siswa mampu menyebutkan pembagian dari bentuk – bentuk penataan produk

D. Materi Pembelajaran
A. Definisi Display.
Menata barang dagangan dikenal dengan banyak istilah diantaranya yaitu : display, visual
merchandising, merchandise presentation dan lain sebagainya. Sedangkan pengertian display
menurut para ahli dapat diuraikan sebagai berikut:
Ngadiman (2008 : 329) menyatakan bahwa Display: tata letak barang dengan memperhatikan
unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapihan dan keindahan agar terkesan
menarik dan mengarahkan konsumen untuk melihat, mendorong, dan memutuskan untuk
membeli.
Menurut Buchari Alma (2004:189) adalah sebagai berikut “ Display ialah keinginan membeli
sesuatu yang tidak didorong oleh seseorang, tapi didorong oleh penglihatan ataupun oleh
perasaan lainnya.”
Dengan demikian display dapat di definisikan sebagai kegiatan dari suatu perusahaan untuk
memajangkan barang dagangan baik dalam ruangan maupun diluar luar ruangan untuk dapat
mempengaruhi calon konsumen secara langsung maupun tak langsung terhadap barang yang
akan dijual.
B. Pentingnya Penataan Barang Dagangan (Display)
Mengapa Perlu Penataan Barang ? Salah satu alasannya adalah karena jumlah pencapaian
penjualan mencerminkan dampak dari program penataan barang yang kita lakukan. Kita harus
yakin bahwa dengan penataan barang yang baik ( terencana – terorganisir, kreatif, informatif
dan komunikatif ) maka akan menghasilkan penjualan yang maksimal, dengan penataan barang
yang baik, memudahkan konsumen menentukan barang yang dicari serta menciptakan suasana
nyaman dalam berbelanja.
C. Jenis-jenis Display.
Secara umum display dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
Window display
Window display adalah pemajangan barang dagangan di etalase atau jendela kegiatan usaha
atau mmajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-simbol, dan sebagainya
dibagian depan toko yang disebut etalase. Tujuan window display adalah untuk menarik minat
konsumen sekaligus menjaga keamanan barang dagangan.window display hanya
memperlihatkan barang dagangan yang ditawarkan saja, tanpa dapat disentuh oleh konsumen,
sehingga pengamanan menjadi lebih mudah. Bila konsumen ingin mengetahui lebih lanjut,
maka ia dipersilahkan untuk masuk lebih memperjelas pengamatannya.
Fungsi window display adalah:
· Untuk menarik perhatian konsumen
· Memancing perhatian terhadap barang barang yang dijual di toko
· Menimbulkan impulse buying ( dorongan seketika)
· Menimbulkan daya tarikterhadap keseluruhan suasana toko
· Menyatakan kualitas barang yang baik dan ciri khas toko tersebut
show_window_by_jap15-d41ackuContoh Window Display :

2. Interior Display
Interior display adalah pemajangan barang dagangan di dalam toko. Interior display banyak
dipergunakan untuk barang-barang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Interior display
terdiri dari :
a) Open Interior Display
Adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan secara
terbuka sehingga konsumen dapat melihat, dan mengamati tanpa bantuan petugas penjualan
(pramuniaga), misalnya self display, island display (barang-barang diletakkan diatas lantai dan
ditata dengan baik sehingga menyerupai pulau-pulau).
Kelebihan dari open interior display antara lain;
1) Barang dagangan dapat dijual dengan cepat (fast moving)
2) Pemilik toko dengan mudah mengadakan perubahan susunan display apabila sewaktu
waktu diperlukan.
3) Alat alat yang dipakai untuk mendisplay barang barang relatif sederhana,
Secara umum syarat barang barang yang dapat di display dengan system open interior adalah:
1) Barang barang yang lama lakunya (slow moving)
2) Barang barang yang ingin cepat habis terjual (fast moving)
3) Barang barang yang dibeli atas dorongan kata hati (impulse buying)
b) Close Interior Display
Adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan dalam
tempat tertentu, sehingga konsumen hanya dapat mengamati saja. Bila konsumen ingin
mengetahui lebih lanjut, maka ia akan minta tolong pada wiraniaga untuk mengambilkannya.
3. Architectural display
yaitu menata gambar yang menunjukkan gambaran mengenai penggunaan barang yang
diperdagangkan, misalnya ruang tamu, mebeleur, bed set di kamar tidur.
4. Store sign and decoration
Merupakan simbul, tanda, poster, lambang, gambar, dan semboyan yang diletakkan diatas
meja atau digantung dalam ruangan toko, store sign digunakan untuk memberi arah kepada
calon pembeli ke arah barang dagangan dan memberi informasinya mengenai kegunaan barang
tersebut, decoration pada umumnya digunakan dalam acara acara khusus ,sepoerti pada hari
raya, natal dan menyambut tahun baru.
5. Dealer display
Dealer display merupakan simbol, petunjuk-petunjuk mengenai penggunaan barang yang
dibuat oleh produsen, simbol-simbol tersebut seakan-akan memberi peringatan kepada
pramuniaga agar tidak memberikan informasi yang tidak sesuai atau tidak benar.
Eksterior Display
Eksterior display adalah pemajangan barang dagangan di tempat tertentu di luar kegiatan usaha
yang biasa digunakan. Pemajangan sistem ini banyak digunakan untuk promosi barang,
pengenalan produk baru, penjualan istimewa seperti cuci gudang, discount dan sejenisnya.
Untuk pemasaran secara tetap pemajangan sistem ini kurang optimal karena kelemahan faktor
pengamanan, cuaca, pengiriman barang dan sebagainya. Intinya, eksterior display hanya tepat
dipergunakan untuk kondisi penjualan tertentu.
Fungsi Eksterior display adalah;
1) Memperkenalkan produk denngan cepat dan ekonomis
2) Membantu mengkoordinir advertising dan merchandising
3) Membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,seperti pada waktu Hari Raya
,ulang tahun dan sebagainya
4) Mendistribusikan barang ke konsumen dengan cepat.

6. Solari display
Solari display yaitu menempatkan barang dagangan di bagian Depaertement Store sebagai
daya tarik bagi konsumen setelah masuk kedalam toko, misalnya pakaian yang digunakan oleh
boneka model (menequin). Baik dengan open interior display, maupun dengan closed interior
display, barang dagangan itu perlu diatur, ditata, disusun sedemikian rupa, agar para konsumen
atau para pelanggan dapat tertarik dan berminat mau membelinya. Banyak cara yang dilakukan
para pengusaha untuk memikat, merangsang agar barang dagangannya banyak diminati,
disenangi para konsumen dan para pelanggan. Salah satu cara untuk memajukan barang
dagangannya, diantaranya dengan ikut serta menyelenggarakan pameran. Pameran (exhibition)
adalah salah satu cara promosi barang dagangan dengan melalui pameran khusus.
E. Tujuan dan Fungsi Penataan Produk
Display produk merupakan suatu promosi yang sangat mempengaruhi daya tarik dan minat
pelanggan untuk membeli sebuah produk disebuah toko. Penataan produk memiliki tujuan,
yaitu:
1. Attention and interest
Attention and interest artinya menarik perhatian pembeli dengan cara menggunakan warna-
warna, lampu-lampu dan sebagainya.
2. Desire and action customer
Desire and action costumer artinya untuk menimbulkan keinginan memiliki barang-barang
yang dipamerkan di toko tersebut, setelah masuk ke toko, kemudian melakukan pembelian.
Sebuah display diharapkan dapat memicu emosional terhadap sekilas pandang. Desain produk
yang tertangkap langsung dari luar, dapat membangun kesan pertama yang memancing orang
untuk masuk ke dalam toko tersebut.
Selain tujuan yang telah diterangkan di atas penataan produk juga memiliki beberapa fungsi,
yaitu :
a. Menciptakan citra niaga/store image
b. Meningkatkan pembeli
c. Memperkenalkan barang baru
d. Meningkatkan keuntungan.

F. Klasifikasi Produk Dalam Display


Makna produk,menurut J.Santon,adalah suatu sifat yang kompleks,baik dapat di raba maupun
tidak dapat di raba,termasuk bungkus,warna,harga,prestise perusahaan dan pengecer,serta
pelayanan perusahaan yang di terima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau
kebutuhannya. Barang barang tersebut di kelompokkan menjadi dua yaitu:
a. Kelompok barang berdasarkan kepuasan dan kesejahteraan konsumen jangka panjang.
Solutary product(barang yang bermanfaat), Solutary product yaitu barang-barang yang
mempunyai daya tarik sangat rendah tapi bermanfaat sangat tinggi pada konsumen dalam
jangka panjang.contoh:detergen dengan fosfat yang sangat rendah.
b. Deficient product(barang yang kurang sempurna),
Deficient product yaitu barang – barang yang tidak mempunyai manfaat tinggi tetapi tetap
mempunyai manfaat bagi konsumen. Contoh : obat-obatan yang rasanya pahit tetapi tetap
manjur mengobati penyakit.
c. Pressing product ( barang yang sifatnya menyenangkan )
Pressing product yaitu barang-barang yang segera memberikan kepuasan pada si pembeli akan
tetapi dapat berakibat sangat buruk bagi para pemakai barang tersebut. Contoh : rokok,
minuman keras dll.
d. Desirable product ( barang yang sangat diperlukan)
Desirable product yaitu barang yang dapat memberikan kepuasan dengan segera dan dapat
bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contoh: makanan dan minuman yang bergizi.

G. Syarat – syarat Penataan Produk ( Display )


Menyusun barang dagangan juga merupakan salah satu hal yang tidak kalah pentingnya,
karena ini merupakan kesan pertama dari pengunjung toko tersebut, oleh karena itu barang-
barang dagangan yang dipajang didalam ruangan toko maupun di etalase harus ditata
sedemikian rupa sehingga kelihatan rapi, serasi dan menarik bagi setiap orang terutama calon
pembeli,untuk penataan barang-barang ini diperlukan keahlian khusus, kreasi dan seni yang
tinggi jadi tidak setiap orang bisa menata sendiri,agar penataan terlihat menarik, perlu
menyewa orang-orang yang ahli dalam dekorasi dalam penataan barang/pemajangan, dengan
harapan, hal ini bisa dipakai sebagai dasar atau contoh atau acuan untuk penataan berikutnya,
penataan barang sebaiknya setiap saat diubah agar tidak membosankan dan disesuaikan dengan
keadaannya, hal yang perlu diperhatikan ialah bagaimana bentuk, warna, ukuran, tempat dan
perlengkapan-perlengkapan lainnya itu dipadukan sehingga penataan barang-barang itu
kelihatan rapi dan menarik, yang pada akhirnya akan bisa menarik pengunjung/calon
pembeli/pelanggan tertarik untuk memiliki barang-barang tersebut. Pemajangan barang
dagangan adalah seni (applied art) dan merupakan unsure promosi yang cepat berkembang
serta merupakan unsur yang dirasakan sangat penting ,terutama dilihat dari fungsinya yaitu
untuk memperkenalkan barang dagangan ,untuk menarik perhatian pengunjung
dan untuk melihat dan memegang barang dagangan yang kita pajang .
Menata barang dagangan (Display) harus dilengkapi dengan informasi keadaan toko dan
barang yang dijualnya, hal ini dimaksudkan agar calon pembeli lebih mengenal barang dan
semakin besar peminat untuk mengadakan transaksi. Semakin banyak barang yang ditampilkan
,semakin mudah pula calon pembeli menentukan pilihannya, oleh karena itu display harus
disajikan berdasarkan sudut pandang pembeli. Selain menata barang dagangan, yang perlu
diperhatikan juga adalah penataan ruangan toko (lay out) sebagai sarana strategis yang dapat
dimanfaatkan dengan efektif untuk ditata apik sehingga memberikan ruang gerak yang bebas
bagi calon pembeli, dengan ruang gerak yang bebas, calon pembeli merasakan kenikmatan
dalam berbelanja,disisi lain toko juga harus memberikan kemudahan calon pembeli untuk
memilih barang barang yang dibutuhkannya,maka letakkanlah barang dengan posisi mudah
dilihat dan dijangkau.
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan para peritel dalam melakukan display, yang
seharusnya mengacu pada “logika” konsumen. Logika konsumen dapat dikatakan sebagai
segala sesuatu yang meliputi cara berpikir, kebiasaan atau kecenderungan psikologis konsumen
yang mempengaruhi perilaku mereka saat berbelanja dan berada di dalam toko. Sebagai
contoh, kebanyakan konsumen yang hal pengaturan display secara keseluruhan, misal, dalam
mensiasati display produk-produk impulse agar lebih efektif. Pengaturan display yang logis
menuju pada keinginan pembeli untuk mengambil barang dengan mempertimbangkan :
Ø Produk yang tepat ( cocok )
Ø Tempat yang benar
Ø Saat yang pas
Ø Susunan yang memikat
Ø Harga yang menarik.

Syarat Display Yang Baik


Disamping mengacu pada logika konsumen dalam menjalan kanaktivitas display, para peritel
juga harus memperhatikan aspek-aspek penting lainnya yang merupakan syarat dalam
mewujudkan display yang baik, yaitu;
a. Display harus bersih dan rapi. Kerapian dan kebersihan barabg maupun tempat pajang
sangat penting untuk menarik minatt pembeli supaya bersedia untuk melihat dari dekat produk
yang ditawarkan.
b. Display harus mampu membuat barang-barang yang di pajang menjadi mudah dilihat,
mudah dicari dan mudah dijangkau. Ketiga hal ini merupakan syarat mutlak yang harus
mampu diwujudkan oleh aktivitas display. Jika tidak, display yang menarik dan seatraktif
apapun akan menjadi sia – sia.
c. Display harus memperhatikan aspek keamanan,baik keamanan bagi pengelola toko dari
potensi-potensi kehilangan, maupun keamanan bagi pengunjung (konsumen) yang berada di
dalam toko,berkaitan dengan aspek keamanan ini, para peritel biasanya tidak akan
menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak. barang-barang yang mahal,
terutama yang fisik ukurannya kecil biasanya di pajang di etalase. barang-barang kemasan
kaleng yang cukup berat juga biasanya ditempatkan pada shelve paling bawah untuk
menghindari resiko timbulnya cidera bagi pengunjung (terutama anak-anak) jika barang
tersebut terjatuh.
d. Display yang dilakukan oleh peritel harus informative dan komunikatif, para peritel dapat
memanfaatkan alat alat bantu seperti shelf talker, standing poster, signage dan jenis-jenis point
of purchase (POP) materials yang lain.
e. Display harus terlihat menarik dan member kesan yang berbeda pada pengunjung toko.
Menarik mencangkup perpaduan warna, bentuk kemasan, kegunaan barang, serta adanya tema
atau tujuan yang pada akhirnya bermuara pada suasa belanja pengunjung.

SOP ( Standart Operating Procedure) Penataan Produk Dari Suatu Perusahaan


SOP penataan produk adalah langkah-langkah yang harus ditempuh pada penataan produk
yang dijadikan acuan (standart) dalam penataan untuk menarik perhatian konsumen untuk
keputusan membeli. Perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan untuk menata produk antara
lain :
a. Labelling, dilakukan untuk membantu memperlancar operasional dalam memproduksi
suatu barang. Ketentuan label memuat informasi tentang : tanggal receiving, kode barang ,kode
supplier, bar code, harga jual (tidak selalu ada), memeriksa kesesuaian antara brand (merk)
,article (type),size(ukuran)
b. Penggunaan ruangan
Ø Kategori produk : terdiri atas berbagai macam penggolongan produk .
Ø Ukuran kemasan : dalam pen-display-an harus memperhatikan factor keamanan apabila
produk itu riskan atau mudah bocor.

Hal-hal yang harus dilakukan dan dijalankan dalam penataan produk :


Ø Produk ditempatkan dalam kategorinya
Ø Facing /jumlah tier produk sesuai dengan market share
Ø Pengaturan secara horizontal atau vertical untuk masing-masing jenis brand.
Ø Pengaturan produk sesuai dengan arah lalu lintas pengunjung .
Ø Rotasi produk FIFO (First In First Out) artinya dalam persediaan barang produk yang
pertama masuk ,barang itulah yang pertama dikeluarkan ,perhatikan expire date-nya.

Ada lima cara pen-Display-an sebagai contoh pedoman penataan produk, antara lain:
Ø Letakkan barang sesuai ukuran besar atau berkesan berat di bawah dan barang ukuran kecil
berkesan lebih ringan di atas.
Ø Usahakan untuk memperoleh tinggi barang yang sama
Ø Facing suatu produk menghadap ke depan
Ø Usahakan tinggi tiap jalur sama (top sky line)
Ø Gunakan eye technique cathing dan colour breaking , yang mempunyai tujuan
memajangkan barang agar ada perhatian dari konsumen .
Pen-display-an yang baik ,teliti, dan teratur, akan memberikan lima kemudahan yang baik bagi
konsumen maupun pihak perusahaan yaitu:
· Mudah dimengerti
· Mudah dilihat
· Mudah memilih
· Mudah diambil dan diletakkan kembali dan
· Mudah dirapikan
Selain itu display juga memiliki beberpa manfaat yaitu:
· Meningkatkan penjualan
· Meningkatkan store image
· Meminimum out of stock( barang yang kosong),
· Mengidentifikasi laku tidaknya suatu produk.
E. Metode Pembelajaran
Cooperatif Learning, STAD

F. Media,Alat, dan Sumber Belajar


1. Media Laptop, infocus
2. Alat Spidol, papan tulis, dan kertas
3. Sumber Buku pelajaran
Belajar Buku referensi yang relevan
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kesatu
Kegiatan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi menit
pengertian penataan produk yang disampaikan oleh guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari meteri pengertian penataan
produk pada sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang
terkait dengan materi pengertian penataan produk yang telah
dipelajari dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal
yang belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam
kehidupan sehari hari

Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap
kelompok terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif
mengenai pengertian penataan produk

3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan


dan mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai pengertian penataan produk
2. Guru memberikan tugas untuk mencari pengertian penataan
produk dari sumber-sumber lain yang relevan seperti media
massa cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang pengertian penataan
produk
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi 10 menit
Siswa
2. Guru memberikan tugas mencari pengertian penataan produk
menurut beberapa ahli pemasaran
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan
pesan untuk belajar dan ditutup dengan salam
Pertemuan Kedua
Kegiatan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi bentuk – menit
bentuk penataan produk yang disampaikan oleh guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari meteri bentuk – bentuk
penataan produk pada sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang
terkait dengan materi bentuk – bentuk penataan produk yang telah
dipelajari dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal
yang belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Guru membuka cakrawala penerapan kegiatan strategi pemasaran
dalam kehidupan sehari hari

Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap
kelompok terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif
mengenai bentuk – bentuk penataan produk
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan
dan mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai bentuk – bentuk penataan produk
2. Guru memberikan tugas untuk mencari bentuk – bentuk
penataan produk dari sumber-sumber lain yang relevan seperti
media massa cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang bentuk – bentuk penataan
produk
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi 10 menit
Siswa
2. Guru memberikan tugas mencari contoh bentuk – bentuk
penataan produk pada sebuah toko.
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan
pesan untuk belajar dan ditutup dengan salam
H. Penilaian
1. Jenis/Teknik Penilaian
Jenis Teknik Bentuk
Sikap: Pengamatan Selama pembelajaran dan saat
a. Terlibat aktif dalam kegiatan diskusi.
mandiri dan kegiatan kelompok.
b. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.
c. Bekerjasama dan bertanggung
jawab atas keberhasilan teman.
Pengetahuan: Tes (kuis berbentuk soal Penyelesaian tugas
Dapat menyelesaikan masalah yang uraian) individu/kuis.
berkaitan dengan Penataan Produk
Keterampilan: Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
Terampil dalam menyimpulkan individu maupun kelompok)
tentang materi Penataan Produk. dan saat diskusi.

Turen, 12 Juli 2017

Kepala SMK PGRI TUREN Guru Bidang Studi

H.SUTRISNA HADI, SH DIYAN WIDIARTI, S.Pd


LAMPIRAN 1

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran : Penataan Barang Dagangan


Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2015/2016
Waktu Pengamatan :

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran


1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/ konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok


1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kelompok secara terus-
menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah
yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus-menerus dan ajeg/konsisten.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Sikap
No Nama Siswa Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1.
2.
3.
Keterangan:
KB = Kurang Baik B = Baik SB = Sangat Baik
LAMPIRAN 3

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN

Mata Pelajaran : Penataan Barang Dagangan


Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2015/2016
Waktu Pengamatan :

Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah


1. Kurang terampil jika sama sekali tidak menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan penataan produk.
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan tetapi belum tepat.
3. Sangat terampil, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan dan sudah tepat.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan
No Nama Siswa
strategi pemecahan masalah
KT T ST
1.
2.
3.

Keterangan:
KT = Kurang Terampil T = Terampil ST = Sangat Terampil
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMK Negeri 7 Medan


Paket Keahlian : Pemasaran
Mata Pelajaran : Penataan Barang Dagangan
Kelas/Semester : XI/I
Materi Pokok : Tujuan Penataan Produk
Alokasi Waktu : 4 x 3 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti
KI.1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, resposif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI.3 : Mahami dan menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang
spesifik untuk memecahkan masalah
KI.4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


KD.1.1 : Menunjukkan keimanan sebagai rasa syukur dan keyakinan terhadap kebesaran
Sang Pencipta karena menyadari keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad
raya diatur oleh Sang Pencipta
KD.2.1 : Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti,
cermat, tekun, hati-hati, bertanggung-jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan
peduli lingkungan) sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan
aktivitas sehari-hari
KD.3.2 : Mendekripsikan tujuan Penataan Produk
INDIKATOR :
1. Menjelaskan tentang syarat – syarat penataan produk
2. Menjelaskan tentang desain produk
3. Menjelaskan tentang tujuan display bagi penjual
4. Menjelaskan tentang tujuan display bagi pembeli
KD.4.2 : Mengevaluasi tujuan penataan produk
INDIKATOR :
1. Memgumpulkan data yang berkaitan dengan tujuan dan manfaat penataan
produk
2. Mengidentifikasi penerapan desain produk pada produk / merk dagang.
3. Melakukan observasi tentang tujuan display bagi penjual di pasar tadisional
maupun modern di sekitar rumah.
4. Melakukan observasi tentang tujuan display bagi pembeli di lingkungan
rumah.
C. Tujuan Pembelajaran
Pert Tujuan Pembelajaran
1 1. Siswa mampu menjelaskan tentang syarat – syarat penataan produk
2. Siswa mampu mengumpulkan data yang berkaitan dengan tujuan dan manfaat
penataan produk
2 1. Siswa mampu menjelaskan tentang desain produk
2. Siswa mampu mengidentifikasi penerapan desain produk pada produk / merk
dagang
3 1. Menjelaskan tentang tujuan display bagi penjual.
2. Melakukan observasi tentang tujuan display bagi penjual di pasar tadisional
maupun modern di sekitar rumah
4 1. Menjelaskan tentang tujuan display bagi pembeli
2. Melakukan observasi tentang tujuan display bagi pembeli di lingkungan rumah

D. Materi Pembelajaran

Penataan produk dikenal juga dengan istilah display. Penataan produk (display) adalah
suatu cara penataan produk, terutama produk barang yang diterapkan oleh perusahaan
tertentu dengan tujuan untuk menarik minat konsumen.

Menurut William J. Shultz, "Display consist of simulating custamers attention and


interest in a product or a store, and desire to buy the product or patronize the store, through
direct visual appeal". Display adalah suatu cara mendorong perhatian, dan minat konsumen
pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik
penglihatan (direct visual appeal).

Pelaksanaan Display yang baik merupakan salah satu cara untuk memperoleh
keberhasilan self service dalam menjual barang - barang. Hal ini di lihat di supermarket.
Adapun tujuan display dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Attention Dan Interest Customer


Attention Dan Interest Customer, yaitu untuk menarik perhatian para pembeli
dilakukan dengan cara menggunakan warna - warna, lampu - lampu, dan sebaginya.

Kombinasi warna pada buah - buahan dan sayur - sayuran, serta ditambahnya warna lampu.
Membuat para konsumen tertarik.
2. Desire Dan Action Customer
Desire Dan Action Customer, yaitu untuk menimbulkan keinginan memiliki barang -
barang yang dipamerkan di toko tersebut, setelah masuk ke toko, kemudian
melakukan pembelian.

Syarat display yang baik


Di samping mengacu pada logika konsumen dalam menjalankan aktivitas display, para peritel
juga harus memerhatikan aspek-aspek penting lainnya yang merupakan syarat dalam
mewujudkan display yang baik, yaitu;
1.Display harus mampu membuat barang-barang yang dipajang menjadimudah dilihat,
mudah dicari dan mudah dijangkau. Ketiga hal ini merupakan syarat mutlak yang harus
mampu diwujudkan oleh aktivitas display. Jika tidak, display yang menarik dan seatraktif
apapun akan sia-sia.
2. Display harus memerhatikan aspek keamanan, baik keamanan bagi pengelola toko dari
potensi-potensi kehilangan, maupun keamanan bagi pengunjung (konsumen) yang berada di
dalam toko,berkaitan dengan aspek keamanan ini, para peritel biasanya tidak akan
menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak. Barang-barang yang
mahal, terutama yang fisik ukurannya kecil biasanya di pajang di etalase. Barang-barang
kemasan kaleng yang cukup berat juga biasanya ditempatkan pada shelve paling bawah untuk
menghindari resiko timbulnya cedera bagi pengunjung (terutama anak-anak) jika barang
tersebut terjatuh.
3. Display yang dilakukan oleh peritel harus informative dan komunikatif, para peritel dapat
memanfaatkan alat alat bantu seperti standing poster materials yang lain.

E. Metode Pembelajaran
Cooperatif Learning, STAD

F. Media,Alat, dan Sumber Belajar


1. Media Laptop, infocus
2. Alat Spidol, papan tulis, dan kertas
3. Sumber Buku pelajaran
Belajar Buku referensi yang relevan
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kesatu
Kegiatan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi syarat – menit
syarat penataan produk yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari materi syarat – syarat penataan
produk pada sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang terkait
dengan materi syarat – syarat penataan produk yang telah dipelajari
dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari

Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
syarat – syarat penataan produk
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan
mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai syarat – syarat penataan produk
2. Guru memberikan tugas untuk mencari syarat – syarat penataan
produk dari sumber-sumber lain yang relevan seperti media massa
cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang syarat – syarat penataan
produk
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
Pertemuan Kedua
Kegiatan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi desain menit
produk yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari materi desain produk pada
sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang
terkait dengan materi desain produk yang telah dipelajari dari
buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari
Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
desain produk

3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan


mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai desain produk
2. Guru memberikan tugas untuk mencari contoh penerapan desain
produk dari sumber-sumber lain yang relevan seperti media massa
cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang desain produk
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru memberikan tugas mencari contoh kasus penerapan desain
produk pada sebuah merk dagang yang lain
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
Pertemuan Ketiga
Kegiatan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi tujuan menit
display bagi penjual yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari materi tujuan display bagi
penjual pada sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang
terkait dengan materi tujuan display bagi penjual yang telah
dipelajari dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari
Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
tujuan display bagi penjual
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan
mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi

Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai tujuan display bagi penjual
2. Guru memberikan tugas untuk tujuan display bagi penjual dari
sumber-sumber lain yang relevan seperti media massa cetak dan
elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang tujuan display bagi
penjual
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru memberikan tugas mencari tujuan display bagi penjual yang
lain
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
Pertemuan Keempat
Kegiatan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi tujuan menit
display bagi pembeli yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari materi tujuan display bagi
pembeli pada sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang terkait
dengan materi tujuan display bagi pembeli yang telah dipelajari dari
buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari
Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
tujuan display bagi pembeli
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan
mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai tujuan display bagi pembeli
2. Guru memberikan tugas untuk tujuan display bagi pembeli dari
sumber-sumber lain yang relevan seperti media massa cetak dan
elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang tujuan display bagi
pembeli
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru memberikan tugas mencari tujuan display bagi pembeli yang
lain
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
H. Penilaian
1. Jenis/Teknik Penilaian
Jenis Teknik Bentuk
Sikap: Pengamatan Selama pembelajaran dan saat
a. Terlibat aktif dalam kegiatan diskusi.
mandiri dan kegiatan kelompok.
b. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.
c. Bekerjasama dan bertanggung
jawab atas keberhasilan teman.
Pengetahuan: Tes (kuis berbentuk soal Penyelesaian tugas
Dapat menyelesaikan masalah yang uraian) individu/kuis.
berkaitan dengan Tujuan Penataan
Produk
Keterampilan: Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
Terampil dalam menyimpulkan individu maupun kelompok)
Tujuan Penataan Produk. dan saat diskusi.

Turen, 12 Juli 2017

Kepala SMK PGRI TUREN Guru Bidang Studi

H.SUTRISNA HADI, SH DIYAN WIDIARTI, S.Pd


LAMPIRAN 1

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran : Penataan Barang Dagangan


Kelas/Semester : XI/2
Tahun Pelajaran : 2015/2016
Waktu Pengamatan :

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran


1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/ konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok


1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kelompok secara terus-
menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah
yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus-menerus dan ajeg/konsisten.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Sikap
No Nama Siswa Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1.
2.
3.
Keterangan:
KB = Kurang Baik B = Baik SB = Sangat Baik
LAMPIRAN 3

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN

Mata Pelajaran : Penataan Barang Dagangan


Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2015/2016
Waktu Pengamatan :

Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah


1. Kurang terampil jika sama sekali tidak menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan tujuan penataan produk.
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan tetapi belum tepat.
3. Sangat terampil, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan dan sudah tepat.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan
No Nama Siswa
strategi pemecahan masalah
KT T ST
1.
2.
3.

Keterangan:
KT = Kurang Terampil T = Terampil ST = Sangat Terampil
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMK PGRI TUREN


Paket Keahlian : Pemasaran
Mata Pelajaran : Penataan Barang Dagangan
Kelas/Semester : XI/2
Materi Pokok : Klasifikasi Jenis – Jenis Produk yang akan di Display
Alokasi Waktu : 3 x 3 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti
KI.1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, resposif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI.3 : Mahami dan menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang
spesifik untuk memecahkan masalah
KI.4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


KD.1.1 : Menunjukkan keimanan sebagai rasa syukur dan keyakinan terhadap kebesaran
Sang Pencipta karena menyadari keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad
raya diatur oleh Sang Pencipta
KD.2.1 : Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti,
cermat, tekun, hati-hati, bertanggung-jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan
peduli lingkungan) sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan
aktivitas sehari-hari
KD.3.3 : Mengklasifikasi Jenis-jenis Produk yang akan di display
INDIKATOR :
1. Menjelaskan tentang jenis – jenis produk yang akan di display
2. Menjelaskan tentang penataan produk secara vertikal
3. Menjelaskan tentang penataan produk secara horizontal
KD.4.3 : Melakukan pengelompokkan jenis-jenis prodak yang di display
INDIKATOR :
1. Memgumpulkan data yang berkaitan dengan jenis – jenis produk yang akan
di display
2. Mengidentifikasi penerapan penataan produk secara vertikal.
3. Mengidentifikasi penerapan penataan produk secara horizontal.
C. Tujuan Pembelajaran
Pert Tujuan Pembelajaran
1 1. Siswa mampu menjelaskan tentang jenis – jenis produk yang akan di display
2. Memgumpulkan data yang berkaitan dengan jenis – jenis produk yang akan di
display
2 1. Siswa mampu menjelaskan tentang penataan produk secara vertikal
2. Siswa mampu mengidentifikasi penerapan penataan produk secara vertikal.
3 1. Siswa mampu menjelaskan tentang penataan produk secara horizontal
2. Siswa mampu mengidentifikasi penerapan penataan produk secara horizontal

D. Materi Pembelajaran
JENIS DAN SPESIFIKASI BARANG
Barang merupakan atribut secara
Fisik dapat diraba
Menurut Philip Kotler Produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan di pasar untuk
mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi
keinginan atau kebutuhan. Ini meliputi benda fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan.
Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa gagasan pokok dari definisi tersebut ialah
bahwa konsumen membeli tidak hanya sekadar atribut fisik, karena pada sasarannya mereka
membayar untuk sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan.
Barang adalah atribut dan secara fisik dapat diraba dalam bentuk nyata. Barang-barang tersebut
dikelompokkan menjadi dua, antara lain :
1. Kelompok barang berdasarkan kepuasan segera dan kesejahteraan konsumen jangka
panjang.
a. Solutari product (barang yang bermanfaat)
Solutary product yaitu barang-barang yang mempunyai daya tarik sangat rendah tetapi dapat
memberikan manfaat yang sangat tinggi kepada konsumen dalam jangka panjang, misalnya
detergen dengan fosfat rendah.
b. Deficient product (barang yang kurang sempurna)
Deficient product yaitu barang-barang yang tidak mempunyai daya tarik tinggi tetapi tetap
mempunyai manfaat untuk konsumen. Misalnya, obat-obatan yang rasanya pahit tetapi manjur
mengobati penyakit.
c. Pressing product (barang yang sifatnya menyenangkan)
Pressing product yaitu barang-barang yang segera memberikan kepuasan kepada si pembeli
tetapi dapat berakibat sangat buruk bagi pemakai barang tersebut. Misalnya, rokok, minuman
keras dan sebagainya.
d. Desirable product (barang yang sangat diperlukan)
Desirable product yaitu barang yang dapat memberikan kepuasan dengan segera dan dapat
bermanfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya, makanan dan minuman.
2. Kelompok barang menurut tujuan pemakaian
a. Barang konsumsi
Barang konsumsi merupakan barang-barang yang dapat dibeli untuk konsumsi. Barang
konsumsi dibedakan menjadi empat golongan, yaitu :
1) Convenience goods (barang kebutuhan sehari-hari) antara lain dikelompokkan menjadi 4
yaitu :
a) Barang pokok
Barang pokok merupakan barang yang dibeli secara tetap, contoh : beras, sabun, pasta gigi.
b) Barang impulsif
Barang impulsive yaitu barang yang dibeli tanpa perencanaan, contoh : permen, cokelat dan es.
c) Barang darurat
Barang pokok yaitu barang yang dibeli atas dorongan kebutuhan, contoh : paying dimusim
hujan.
2) Shopping goods (barang belanjaan)
Merupakan barang yang pembeliannya perlu dipertimbangkan, harga relative mahal,
perbandingan mutu dan lain-lain, misalnya mobil, motor, peralatan rumah tangga.
3) Speciality goods (barang khusus)
Merupakan barang dengan ciri khas yang mampu menarik konsumen dalam berbelanja,
misalnya mobil mewah.
4) Unshought goods (barang yang tidak dicari)
Merupakan barang-barang yang tidak diketahui atau diketahui konsumen, namun secara
normal tidak berpikir untuk membelinya, misalnya asuransi jiwa, tanah kuburan.

b. Barang industri
Barang industri merupakan barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan
dalam industri. Konsumen atau pembeli dari barang-barang ini adalah perusahaan, lembaga,
organisasi. Barang industri dapat digolongkan sebagai berikut ;
1) Bahan dan suku cadang, barang-barang yang seluruhnya masuk dalam produk jadi.
Misalnya, barang hasil pertanian.
2) Barang modal, barang-barang yang sebagian masuk ke hasil barang jadi akhir. Barang ini
meliputi :
a) Instalai yaitu alat produksi utama dalam sebuah pabrik atau perusahaan yang dapat
digunakan untuk jangka panjang, misalnya computer, mesin bor.
b) Peralatan ekstra(tambahan) yaitu alat-alat yang dipakai untuk membantu instalasi, misalnya
perkakas tangan.
3) Pembekalan dan pelayanan, merupakan padanan dari barang-barang kemudahan di bidang
industri karena barang-barang tersebut pada umumnya dibeli dengan usaha minimal dengan
dasar pembelian kembali. Misalnya, batu bara, tinta printer dan sebagainya.
3. Barang-barang di supermarket
Barang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu barang supermarket, barang fresh, barang fashion.
Barang supermarket meliputi :
a. Departemen food ( meliputi semua makanan)
b. Departemen nonfood (meliputi barang selain makanan, misal skin care)
c. Departemen household (perlengkapan rumah tangga)
d. Departemen toys (sarana atau tempat atau barang-barang yang disediakan khusus untuk
anak-anak)
e. Departemen stasionary ( meliputi semua peralatan tulis dan kantor)
4. Jenis, Sifat dan Spesifikasi barang.
Jenis barang ditentukan berdasarkan pembagian departemen. Sifat barang ditentukan
berdasarkan perbedaan sifat atau karakter antara barang yang satu dengan yang lainnya pada
departemen yang sama, misalnya perbedaan sifat drinks atau biscuits yaitu bersifat minuman
dan makanan yang sama ada pada departemen food. Spesifikasi barang supermarket adalah
perbedaan kualitas dan kuantitas, jenis barang dengan merek yang berbeda dalam satu sifat dan
satu departemen, misalnya fruit tea dan fresh tea.
Produk dapat pula dikelompokkan berdasarkan sifat dan manfaatnya. Namun demikian, tentu
saja pengelompokkan tidak akan terlepas dari orientasi terhadap jenis produknya. Sebagai
contoh berikut ini diketengahkan penyusunan produk pada suatu toko obat/apotik. Pertama-
tama, dikelompokkan berdasarkan jenis produknya, apakah sebagai obat-obatan atau vitamin;
Selanjutnya, dikelompokkan apakah jenis produk itu sifatnya cair (liquid), tablet atau bubuk
kapsul; Kemudian, dikelompokkan berdasarkan manfaatnya, apakah sebagai obat batuk, obat
sakit kepala, obat ashma dan sebagainya.
Menggolongkan Barang-Barang
Pengaturan barang perlu disusun dan ditata dengan sebaik-baiknya, serta serapi-rapinya.
Kegiatan-kegiatan di dalam mengatur barang dagangan dapat dilakukan dengan menata
barang, antara lain:
• Pengelompokan berdasarkan penggunaannya barang,
• Pengelompokan berdasarkan merek barang yang sama
• Pengelompokan berdasarkan ukuran barang,
• Pengelompokan barang-barang kebutuhan konsumen.
1. Pengelompokan dan pengklasifi kasian produk
Tujuan utama dari pengelompokan dan pengklasifikasian produk (barang) adalah untuk
memudahkan pengelolaannya. Bagi pihak produsen atau penjual, pengklasifikasian barang
akan memudahkan dalam hal:
a. Penyimpanan di gudang,
b. Penataan di ruang pajang,
c. Pengambilan dari gudang atau tempat pemajangan,
d. Pengawasan dan pemeliharaan.
Bagi pihak pembeli, pengklasifikasian barang akan memudahkan untuk memilih atau
menyebutkan pesanan.
Pengelompokan dan pengklasifi kasian barang pada suatu toko (store) disebut juga ”Merchant”
atau Point Of Sale (POS) biasanya disusun sebagai berikut:
• Merek produk atau pabrik
• Jenis produk
• Spesifik teknis produk
• Kualitas produk
• Warna produk,
atau
• Jenis produk
• Merk atau pabrik produk
• Spesifik produk
• Kualitas produk
• Warna produk
Dalam penyusunan klasifikasi produk, yang paling dominan harus diperhatikan adalah jenis
produk, baru memajang lainnya, dan tentu saja dengan tidak melupakan unsur estetika (seni)
pada saat menata atau memajangnya, baik pada pajangan luar (exterior display) maupun pada
pajangan dalam (interior display).
SOP (STANDART OPERATING PROCEDURE) PENATAAN PRODUK DARI SUATU
PERUSAHAAN

Upaya untuk menata produk disebut juga dengan istilah Visual Merchandising (VM) yaitu
Penataan produk yang tujuannya untuk menarik perhatian konsumen dimana langkah-langkah
dalam VM diantaranya dapat dilakukan dengan display dan label.
1. Label harga dan price card
Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan pada label harga dan price card antara lain :
a. Price card tidak rusak
b. Price card sesuai dengan produk dan diletakkan tepat sesuai antara produk dan fisik barang.
c. Semua produk yang dipajang memiliki label harga dan hal-hal yang harus diperhatikan
berkaitan dengan hal ini adalah sebagai berikut :
1) Barang yang di label langsung diproduknya, di dus-nya tidak dilabeli sedangkan di shelving
dipasang POP harga barang tersebut.
2) Setiap barang yang di display harus sudah ditempeli label harga.
d. Label harga ditempel rapi di tempatnya dan tidak menutupi produk dan hal-hal yang harus
diperhatikan adalah sebagai berikut :
1) Label harga yang ditempel di barang tidak miring ke kiri atau ke kanan
2) Barang yang sama label harganya, penempelan label harga tersebut juga di tempat yang
sama (seragam)
3) Letak label tidak terpaku di sudut kanan atas, tergantung kondisi barang dan yang penting
diletakkan di tempat yang sama untuk produk yang sama.

a. Struktur address card


1) Nama barang
2) Ukuran barang
3) Kode barang
4) Harga barang
5) Scanning
b. Tujuan address card
Membantu customer untuk mengetahui informasi tentang barang.
c. Manfaat address card
1) Meningkatkan image pelayanan yang baik
2) Mempermudah customer dalam hal informasi barang
3) Meningkatkan penjualan
4) Mempermudah pramuniaga dalam pengecekan barang

2. Display
Pen-display-an yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula. POP merupakan suatu
himbauan yang ditujukan kepada pembeli agar timbul keinginan untuk membeli.

a. Brand blocking secara vertikal


Barang blocking secara vertical yaitu penempatan barang supermarket yang sejenis berderet
kearah vertikal atau atas bawah dan merek barang juga harus terlihat di bagian muka secara
vertical. Penempatan barang secara vertical berarti menempatkan barang :
1) Dari atas ke bawah secara sistematis
2) Disusun sesuai jenis dan klasifikasinya
3) Barang disusun berdasarkan ukuran dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya
4) Warna barang disusun dari warna muda sampai warna tua atau sebaliknya
5) Harga barang diletakkan dari harga murah ke harga mahal atau sebaliknya
6) Barang disusun dari atas ke bawah atau sebaliknya menurut jenis, kategori, bentuk dan
sifatnya.
Penempatan barang dagangan secara vertical dapat dilakukan de berbagai display, seperti
berikut ini :
a) Shelving (rak)
Rak barang biasanya digunakan untuk barang dagangan sehari-hari, misalnya pasta gigi, sabun
mandi dan sebagainya.
Untuk lebih jelasnya, lihat penataan produk berikut:
Penempatan Produk Secara Vertikal

b) Gondola
Gondola merupakan jenis rak barang yang bentuknya memiliki dua muka dan masing-masing
muka mempunyai fungsi yang sama. Gondola dapat digunakan untuk menempatkan barang
serupa makanan dan minuman dalam satu kemasan dapat berdiri, seperti susu kemasan, susu
kotak dan sebagainya.

b. Brand blocking secara horizontal


Brand blocking secara horizontal yaitu penempatan barang supermarket satu jenis berderet
horizontal dari arah kiri ke kanan atau arah melebar dan merek barang harus dapat terlihat dari
depan. Adapun kelemahan penempatan barang dagangan secara horizontal adalah sebagai
berikut ;
1) Pelanggan mondar-mandir untuk mencari barang yang diperlukannya.
2) Memberikan kesan bahwa terbatasnya barang yang dijual.
3) Barang yang dilihat dan dijangkau pembeli terbatas.
4) Memberikan kesan yang tidak beraturan

KETERAMPILAN DALAM MENGINTERPRETASIKAN PERENCANAAN VISUAL


PENATAAN PRODUK
Langkah yang harus dilakukan dalam melakukan praktik menginterpretasikan perencanaan
VM antara lain :
1. Memilih segmen, target dan positioning pasar.
2. Mengidentifikasi barang supermarket yang akan dijual.
Identifikasi barang dilakukan dengan mengidentifikasi barang dikategorikan berdasrkan jenis,
macam dan spesifikasinya.
Contoh identifikasi barang :
Jenis Departemen Sifat Spesifikasi
Merek Kualitas
Stationary Kertas tulis HVS Bola Dunia
PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills Tbk. Jakarta Indonesia Whiter& smoother
High quality
Print result
Trouble-freejam
No transparency
Penghargaan :
ISO 9001
ISO 14001
ISO 9706
Sustainable Forest Fibre
Kertas tulis HVS Office Mate
CV.Dirgahayu Mfg.Co. Sidoarjo-East Java Indonesia Laser printers
Fax
Copier
Inkjet printers
3. Menata produk sesuai prosedur perusahaan

MERANCANG LAY OUT (TATA LETAK) TOKO

Pengertian dasar lay out adalah suatu situasi sirkulasi/arus pengunjung yang memberikan
kemungkinan maksimal bagi pelanggan untuk dapat melihat keseluruhan barang dagangan
yang bermacam-macam, dalam sekali pandang.

Tujuan lay out


Lay out bertujuan untuk membantu konsumen dalam berbelanja terhadap barang yang
dikehendaki
Fungsi lay out
Lay out berfungsi sebagai pengalokasian tempat perbelanjaan dan pengelompokan produk
sesuai dengan kategorinya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Lay out antara lain :
1. Memperhatikan produk sesuai dengan kategorinya.
2. Pembagian area penjualan berdasarkan pengelompokan produk.
3. Penempatan posisi kassa berada di pintu keluar.
4. Tata letak yang satu dengan yang lain dibatasi dengan lorong minimal 120 cm.
5. Tata letak rak diatur dan dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terlihat ada area yang
kosong.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Lay Out:
a. Ukuran dan bentuk ruangan.
b. Lokasi pintu masuk, tangga, koridor, tiang dan lain-lain.
c. Jenis dan jumlah barang dagangan.
d. Jenis operasi toko yang dilaksanakan misalnya self service.
e. Ciri-ciri dan kebiasaan membeli dari pelanggan.
f. Sifat dan jumlah fixtures, counter/Island display.

Pengaturan barang dagangan yang serasi atau harmonis, akan menimbulkan suasana nyaman
kepada lingkungan para pegawai toko dan para pembeli. Sebaiknya ruangan toko yang akan
menyimpan barang dagangan terbagi menjadi beberapa ruangan berikut sasarannya yang
menunjang di dalam pengaturan barang dagangan. Sebaiknya di dalam pengaturan barang
dagangan di dalam ruangan toko, adalah sebagai berikut.
a. mempunyai kamar administrasi,
b. mempunyai kamar/ruangan keamanan,
c. selain serasi atau harmonis juga mempunyai ventilasi,
d. mempunyai ruangan etalase yang cukup luas dan menarik. Tempatkanlah etalase, di mana
setiap orang yang lewat bisa melihatnya. Etalase merupakan wajah dari toko, maka aturlah
wajah sedemikian rupa supaya kelihatan menarik, supaya setiap orang yang lewat meliriknya
dan akhirnya tertarik untuk masuk ke dalam toko,
e. sebaiknya di ruangan toko, mempunyai ruang informasi, advis dan tempat penitipan barang-
barang,
f. di ruangan toko, mempunyai ruang coba (fitting room),
g. di dalam ruangan toko, ada ruang tunggu yang menyenangkan pembeli,
h. di ruangan toko, ada kamar kecil (WC/Toilet/Rest room),
i. mempunyai ruang pamer yang merupakan tempat untuk menata atau memamerkan barang
dagangan,
j. mempunyai ruang tempat penyimpanan barang (running stock),
k. pasanglah pengatur suhu udara (AC) dan diberikan pengharum ruangan serta Tape Recorder
dengan lagu-lagu yang sesuai dengan situasi dan kondisi.

Bentuk-Bentuk Lay Out


1. Rak yang berbentuk gang-gang (aisle) lurus dengan gang kembar.
Keuntungannya:
• Memaksimalkan area penjualan dengan mengurangi ruangan yang terbuang.
• Mempermudah menangani kebersihan.
• Mempermudah pengamanan.
2. Rak/fixtures/island yang berbentuk bebas
Misalnya berbentuk sirkuler, persegi delapan, atau meja panjang bujur telur, di mana lalu lintas
pembeli bebas bergerak, sehingga lebih banyak barang yang terlihat oleh pembeli. Di samping
itu, para calon pembeli menjadi lebih betah berlama-lama di toko.
Kerugian-kerugiannya:
• Karena banyaknya ruangan yang diperuntukkan bagi arus lalu lintas konsumen, ruang yang
tersedia untuk barang dagangan menjadi berkurang.
• Pemeliharaan kebersihan dan penanganan keamanan menjadi lebih sulit.

MENYUSUN DIPLAY MENGIKUTI STANDAR PERUSAHAAN


Untuk menyusun display sesuai dengan standar perusahaan maka yang harus dilakukan antara
lain :
1. Perencanaan Pen-Display-an
Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Memilih segmen, target dan positioning pasar
b. Memilih jenis dan spesifikasi barang yang akan ditata
c. Menata barang sesuai SOP Perusahaan
d. Pelabelan
e. Mempersiapkan peralatan display
f. Pen-display-an
g. Melaksanakan kode etik APLI dan memperhatikan UU No. 8 Tahun 1999 Pasal 7 tentang
Perlindungan Konsumen
2. Memonitor Hasil Pen-Display-an
Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Evaluasi display produk sesuai perencanaan
b. Identifikasi kerusakan atau perubahan pada display produk
c. Mengatasi setiap perubahan pada display produk
3. Jagalah Display Agar Tetap Sesuai Standar Perusahaan Dan Perencanaan
Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Merawat display produk agar tetap bersih dan rapi
b. Merancang display produk agar tetap konsisten terhadap perencanaan penataan produk.
c. Menyusun display mengikuti standar perusahaan.

SIKAP DALAM MENGINTERPRETASIKAN PERENCANAAN VISUAL PENATAN


PRODUK
Dalam menginterpretasikan perencanaan visual penataan produk dibutuhkan sikap-sikap yang
baik sesuai dengan pedoman dasar SOP, yaitu ;
1. Cermat
Dilakukan dengan cara antara lain :
a. Spesifikasi barang dengan benar
b. Berdiri, duduk dan gerakan sesuai dengan kebutuhan
c. Berbicara jelas dan lantang
d. Lakukan seperti pertama kali
e. Dorong diri dengan kalimat yang bersemangat
f. Berikan perhatian terhadap persoaln interpretasi visual
2. Teliti
Pelayan harus teliti dalam menginterpretasikan visualisasi penatan produk, dapat dilakukan
dengan cara ;
a. Memperhatikann setiap proses yang dilaksanakan
b. Amati dengan seksama barang yang telah ditata
c. Periksa dokumen-dokumen barang yang ditata, apakah telah dipasangkan atau belum
3. Bertanggung jawab
Pelayan harus bertanggung jawab dalam menginterpretasikan visualisasi penataan produk
sesuai dengan tingkat wewenangnya pada perusahaan tersebut, diantaranya dengan :
a. Menampung masukan mengenai penataan dari supervisor atau kolega
b. Disalurkan pada petugas yang berwenang di perusahaan
c. Meneruskan kembali proses penataan dengan benar.
E. Metode Pembelajaran
Cooperatif Learning, STAD

F. Media,Alat, dan Sumber Belajar


1.Media Laptop, infocus
2. Alat Spidol, papan tulis, dan kertas
3. Sumber Buku pelajaran
Belajar Buku referensi yang relevan
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kesatu
Kegiatan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi tentang menit
jenis – jenis produk yang akan di display yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari materi jenis – jenis produk
yang akan di display pada sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang terkait
dengan materi jenis – jenis produk yang akan di display yang telah
dipelajari dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari
Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
jenis – jenis produk yang akan di display

3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan


mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai jenis – jenis produk yang akan di display
2. Guru memberikan tugas untuk mencari tentang jenis – jenis produk
yang akan di display dari sumber-sumber lain yang relevan seperti
media massa cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang jenis – jenis produk yang
akan di display
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
Pertemuan Kedua
Kegiatan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi penataan menit
produk secara vertikal yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk penataan produk secara vertikal pada
sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang
terkait dengan materi penataan produk secara vertikal yang telah
dipelajari dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari

Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
penataan produk secara vertikal
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan
mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai penataan produk secara vertikal
2. Guru memberikan tugas untuk mencari contoh penataan produk
secara vertikal dari sumber-sumber lain yang relevan seperti media
massa cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang penataan produk secara
vertikal
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru memberikan tugas mencari contoh penerapan penataan
produk secara vertical pada suatu took di sekitar tempat tinggal
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
Pertemuan Ketiga
Kegiatan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi penataan menit
produk secara horizontal yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari materi penataan produk
secara horizontal pada sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang terkait
dengan materi penataan produk secara horizontal yang telah
dipelajari dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Dengan tanya jawab guru menyimpulkan tentang penataan produk
secara horizontal
4. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari
Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
penataan produk secara horizontal
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan
mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai penataan produk secara horizontal
2. Guru memberikan tugas untuk mencari penerapan penataan produk
secara horizontal dari sumber-sumber lain yang relevan seperti
media massa cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang penataan produk secara
horizontal
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru memberikan tugas mencari penerapan penataan produk secara
horizontal pada suatu merk dagang di took di sekitar tempat tinggal
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
H. Penilaian
2. Jenis/Teknik Penilaian
Jenis Teknik Bentuk
Sikap: Pengamatan Selama pembelajaran dan saat
a. Terlibat aktif dalam kegiatan diskusi.
mandiri dan kegiatan kelompok.
b. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.
c. Bekerjasama dan bertanggung
jawab atas keberhasilan teman.
Pengetahuan: Tes (kuis berbentuk soal Penyelesaian tugas
Dapat menyelesaikan masalah yang uraian) individu/kuis.
berkaitan dengan Klasifikasi jenis –
jenis produk yang akan di display
Keterampilan: Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
Terampil dalam menyimpulkan individu maupun kelompok)
materi tentang Klasifikasi jenis – dan saat diskusi.
jenis produk yang akan di display.

Turen, 12 Juli 2017

Kepala SMK PGRI TUREN Guru Bidang Studi

H.SUTRISNA HADI, SH DIYAN WIDIARTI, S.Pd


LAMPIRAN 1

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran : Penataan Barang Dagangan


Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2015/2016
Waktu Pengamatan :

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran


1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/ konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok


1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kelompok secara terus-
menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah
yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus-menerus dan ajeg/konsisten.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Sikap
No Nama Siswa Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1.
2.
3.
Keterangan:
KB = Kurang Baik B = Baik SB = Sangat Baik
LAMPIRAN 3

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN

Mata Pelajaran : Penataan Barang Dagangan


Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2015/2016
Waktu Pengamatan :

Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah


1. Kurang terampil jika sama sekali tidak menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan klasifikasi jenis – jenis produk
yang akan di display.
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan tetapi belum tepat.
3. Sangat terampil, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan dan sudah tepat.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan
No Nama Siswa
strategi pemecahan masalah
KT T ST
1.
2.
3.

Keterangan:
KT = Kurang Terampil T = Terampil ST = Sangat Terampil
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMK PGRI TUREN


Paket Keahlian : Pemasaran
Mata Pelajaran : Penataan Barang Dagangan
Kelas/Semester : XI/2
Materi Pokok : SOP Penataan Produk
Alokasi Waktu : 5 x 3 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti
KI.1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, resposif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI.3 : Mahami dan menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang
spesifik untuk memecahkan masalah
KI.4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


KD.1.1 : Menunjukkan keimanan sebagai rasa syukur dan keyakinan terhadap kebesaran
Sang Pencipta karena menyadari keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad
raya diatur oleh Sang Pencipta
KD.2.1 : Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti,
cermat, tekun, hati-hati, bertanggung-jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan
peduli lingkungan) sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan
aktivitas sehari-hari
KD.3.4 : Mengidentifikasi SOP penataan produk
INDIKATOR :
1. Menjelaskan tentang pengertian SOP (Standard Operational Procedure)
2. Menjabarkan tentang SOP penataan produk
3. Menyebutkan tentang layout / tata letak toko
4. Menjelaskan tentang teknik pemajangan barang
5. Menjelaskan tentang peralatan display yang akan dipakai
KD.4.4 : Mendisplay produk sesuai SOP perusahaan
INDIKATOR :
1. Melakukan contoh mendisplay produk yang sesuai dengan SOP perusahaan
2. Mengidentifikasi tentang penerapan SOP penataan produk pada sebuah toko
3. Mengidentifikasi tentang layout / tata letak toko di pusat perbelanjaan
4. Melakukan observasi terhadap pendisplayan produk sesuai SOP perusahaan
5. Mengumpulkan data/ informasi tentang layout peralatan yang dipakai pada
saat mendisplay
C. Tujuan Pembelajaran
Pert Tujuan Pembelajaran
1 1. Siswa mampu menjelaskan tentang pengertian SOP (Standard Operational
Procedure)
2. Siswa mampu menyebutkan pengertian SOP (Standard Operational Procedure)
2 1. Siswa mampu menjabarkan tentang SOP penataan produk
2. Siswa mampu mengidentifikasi tentang penerapan SOP penataan produk pada
sebuah toko
3 1. Menyebutkan tentang layout / tata letak toko
2. Siswa mampu mengidentifikasi tentang layout / tata letak toko di pusat perbelanjaan
4 1. Siswa mampu menjelaskan tentang teknik pemajangan barang
2. Siswa mampu melakukan observasi terhadap pendisplayan produk sesuai SOP
perusahaan
5 1. Siswa mampu menjelaskan tentang peralatan display yang akan dipakai
2. Siswa mampu mengumpulkan data/ informasi tentang layout peralatan yang dipakai
pada saat mendisplay

D. Materi Pembelajaran
SOP ( Standar Operating Prosedure ) Penataan Produk dari Suatu Perusahaan
SOP penataan produk adalah langkah-langkah yang harus ditempuh pada penataan produk
yang dijadikan acuan ( standar ) dalam penataan untuk menarik perhatian konsumen untuk
sebuah keputusan penbelian.

Dikenal juga dengan istilah Visual Merchandising (VM), dengan menggunakan langkah-
langkah label dan display.
1. Labeling
Setiap barang yang akan di display harus diteliti terlebih dahulu, mencakup:
• Apakah barang sudah dilabel atau belum?
• Jika tidak perlu dilabel karena sudah memiliki bar code, apakah bar code tersebut sudah di
input ke computer atau belum?
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk membantu memperlancar operational.
Ketentuan label harus memuat tentang:
a. Tanggal receiving
b. Kode barang ( PLU )
c. Kode supplier
d. Bar code
e. Harga jual
f. Memeriksa kesesuaian antara brand (merek), article (tipe), sive (ukuran)
2. Display
Display adalah suatu tindakan menampilkan, menaruh, meletakan produk pada suatu tempat
sedemikian rupa sehingga menarik perhatian.

SOP display di swalayan untuk barang supermarket paling awal yang harus diperhatikan
adalah penggunaan ruangan. Penggunaan ruangan harus disesuaikan dengan:
a. Katagori produk
Food, nonfood, house hold, toys, stationary
b. Ukuran produk
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam penataan produk di swalayan adalah sebagai berikut:
• Produk ditempatkan dalam katagorinya
• Facing/ jumlah tier produk sesuai dengan market share
• Pengaturan secara vertical atau horizontal untuk masing-masing jenis brand
• Pengaturan produk sesuai dengan arah lalu lintas pengunjung lain
• Rotasi produk FIFO (Frist In Fisrt Out)

Ada lima cara pendisplayan sebagai contoh pedoman penataan produk, antara lain:

a) Letakaan barang sesuai dengan ukuran besar atau berkesan berat dibawah dan barang ukuran
kecil Berkesan lebih ringan di atas.
b) Usahakan untuk memperoleh tinggi barang yang sama
c) Facing suatu produk menghadap kedepan
d) Usahakan tinggi di setiap jalur sama (top sky line)
e) Gunakan eye techniqueleye catching dan colour breaking, yang mempunyai tujuan
memajang barang agar ada perhatian dari konsumen.
eye techniqueleye catching adalah teknik memajang berdasarkan luas area pandang (mata)
seseorang. Luas area pandang tersebut artinya produk dipajang berdasarkan tatap muka yang
pertama kali dilihat, penataan produk ini biasanya produk yang sedang trend dsb.

Pen-display-an yang baik, teliti, dan teratur akan memberikan lima kemudahan yang baik, bagi
konsumen maupun pihak perusahaan, yaitu:
• Mudah untuk dimengerti
• Mudah untuk dilihat
• Mudah untuk memilih
• Mudah di ambil dan diletakan kembali
• Mudah dirapikan

Selain hal-hal diatas display juga memiliki beberapa manfaat yang akan mengguntungkan bagi
pihak perusahaan, yaitu:

• Meningkatkan penjualan
• Meningkatkan store image
• Meminimumkan out of stock (barang yang kosong)
• Mengidentifikasi laku tidaknya suatu produk

Display yang baik akan menghasilkan hasil yang baik bagi perusahaan. Pendukung
pendisplayan yang baik:
a. POP
POP merupakan suatu himbauan yang ditujukan kepada pembeli agar timbul keinginan untuk
membeli.
b. Peralatan display barang supermarket.
1. Gondola, yaitu peralatan display yang terdiri atas shelving atau rak panjang secara utuh
2. Chelving, yaitu alat pemajangan yan merupakan bagian dri gondola yang biasa disebut rak.
3. Showcase, yaitu alat pajang berupa etalase untuk penjualan daging segar, sosis, dairy,dsb.
Showcase digunakan untuk produk yang expire date –nya pendek
4. Showcase chiller, tempat pemajangan buah, daging, sayur, dairy dsb.
5. Frozen island, sarana pajang untuk produk-produk beku, seperti ice cream, chicken nugged,
sayuran, dsb
6. Wagon, adalah boks besar untuk menyimpan produk yang sedang promo atau diskon
7. Single hooks, berupa gantungan biasanya untuk pemajangan produk seperti sikat gigi, snack,
sosis , dsb
8. Hambalan, yaitu kayu yang diletakan dibawah sebagai dasar untuk peralatan display
9. End gondola, gondola akhirbyang paling ujung dan untuk disewakan.
c. Istilah dan perlengkapan display dalam supermarket
1. SKU, keterangan yang menunjukan nama produk, harga, nomor, PLU produk
2. Bay, susunan pemajangan produk dirak satu baris ke bawah
3. Tier, yaitu barisan pemajangan produk kebelakang
4. Face, pemajangan produk tatap muka harus menghadap ke depan, jangan terbalik, miring,
dsb
5. POP (Point Of Purchase) , yaitu keterangan menenai nama produk, harga ataupun sarana
bantu promosi penjualan
6. Floor display, pemajagan pada lantai
7. COC ( Check on Counter), pemajangan produk yang menempel didepan kassa
8. PLU (Price Look Up Unit), nomor identitas bagi barang yang berfungsi untuk pencatatan
komputerisasi.
9. Piramid, hambalan yang terdiri dari dua tingkat untuk pemajangan floor display

Cara penataan produk di supermarket


Cara-cara dalam penataan produk supermarket diantaranya adalah
1. barang supermarket yang akan ditempatkan hendaknya berurutan terdiri atas beberapa jenis
barang , antara lain:
• Barang yang sangat dibutuhkan oleh konsumen
• Barang yang sama dan efisien penggunaannya
• Barang yang sedang trend
• Barang yang berkualitas baik
• Barang yang berprestasi
2. brand blocking secara vertical
brand bloking secara vertical, yaitu penempatan barang supermarket yang sejenis berderet kea
rah vertical atau atas bawah dan merek barang juga harus terlihat di bagian muka secara
vertical.
Penempatan barang secara vertical berarti penempatan barang:
a. dari atas kebawah secara sistematis
b. disusun sesuai jenis dan klasifikasinya
c. barang disusun sesuai ukuran, dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya
d. warna barang disusun dari warna muda sampai tua atau sebaliknya
e. harga barang diletakkan dari yang termurah sampai ke yang termahal atau sebaliknya
f. barang disusun dari atas ke bawah atau sebaliknya menurut jenis, katagori, bentuk, dan
sifatnya.
Penempatan barang dagangan secara vertical dapat dilakukan dengan berbagai display, seperti
berikut:
a. Shelving (rak)
Rak barang biasanya digunakan untuk barang dagangan sehari-hari. Misalnya pasta gigi,
sampo, sabun cuci,dsb.
Sikat Pasta gigi Sabun mandi Sampo Deodorant
Sikat Pasta gigi Sabun mandi Sampo Deodorant
Sikat Pasta gigi Sabun mandi sampo Deodorant
Gambar penempatan produk secara vertical

b. Gondola
Gondola merupakan jenis rak barang yang bentuknya memiliki dua muka dan masing-masing
muka mempunyai fungsi yang sama. Gondola dapat digunakan untuk menempatkan barang
berupa makanan dan minuman dalam satu kemasan dapat berdiri, seperti susu kemasan, susu
kotak, dsb.

3. Brand blocking secara horizontal


Brand blocking secara horizontal, yaitu penempatan barang supermarket satu jenis berderet
horizontal dari arah kiri ke kanan atau arah melebar dan merek barang harus terlihat dari
depan. Jarang digunakan di supermarket karena tidak efisien, penempatan barang seperti ini
sulit dijangkau oleh pembeli.
Berikut kelemahan dari Brand blocking secara horizontal:
a. Pelanggan mondar-mandir untuk mencari barang yang diperlukannya.
b. Memberikan kesan bahwa terbatasnya barang yang dijual
c. Barang yang dilihat dan dijangkau pembeli terbatas
d. Memberikan kesan yang tidak beraturan
Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi
Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi
sampo sampo sampo sampo sampo

E. Metode Pembelajaran
Cooperatif Learning, STAD

F. Media,Alat, dan Sumber Belajar


1. Media Laptop, infocus
2. Alat Spidol, papan tulis, dan kertas
3. Sumber Buku pelajaran
Belajar Buku referensi yang relevan
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kesatu
Kegiatan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi menit
pengertian SOP (Standard Operational Procedure) yang
disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari materi pengertian SOP
(Standard Operational Procedure) pasar pada sumber lain yang
relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang
terkait dengan materi pengertian SOP (Standard Operational
Procedure) yang telah dipelajari dari buku pegangan siswa maupun
dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari
Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
pengertian SOP (Standard Operational Procedure)
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan
mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai pengertian SOP (Standard Operational
Procedure)
2. Guru memberikan tugas untuk mencari pengertian SOP (Standard
Operational Procedure) dari sumber-sumber lain yang relevan
seperti media massa cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang deferensiasi dan posisi
penawaran pasar
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
Pertemuan Kedua
Kegiatan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi SOP menit
penataan produk yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari SOP penataan produk pada
sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang terkait
dengan materi SOP penataan produk yang telah dipelajari dari buku
pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari

Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
SOP penataan produk
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan
mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai SOP penataan produk
2. Guru memberikan tugas untuk mencari contoh penerapan SOP
penataan produk pada suatu barang dari sumber-sumber lain yang
relevan seperti media massa cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang SOP penataan produk
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru memberikan tugas mencari contoh penggunaan SOP penataan
produk dalam dunia pemasaran.
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
Pertemuan Ketiga
Kegiatan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi layout / menit
tata letak toko yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari materi layout / tata letak toko
pada sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang terkait
dengan materi layout / tata letak toko yang telah dipelajari dari
buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Dengan tanya jawab guru menyimpulkan tentang layout / tata letak
toko
4. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari
Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
layout / tata letak toko
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan
mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai layout / tata letak toko
2. Guru memberikan tugas untuk mencari penerapan layout / tata
letak toko pada sebuah merk dagang dari sumber-sumber lain yang
relevan seperti media massa cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang layout / tata letak toko
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru memberikan tugas mencari pengaruh dan contoh layout / tata
letak toko pada suatu merk dagang
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
Pertemuan keempat
Kegiatan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi teknik menit
pemajangan barang yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari materi teknik pemajangan
barang pada sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang
terkait dengan materi teknik pemajangan barang yang telah
dipelajari dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Dengan tanya jawab guru menyimpulkan tentang teknik
pemajangan barang
4. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari
Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
teknik pemajangan barang
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan
mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai teknik pemajangan barang
2. Guru memberikan tugas untuk mencari penerapan teknik
pemajangan barang pada sebuah merk dagang dari sumber-sumber
lain yang relevan seperti media massa cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang teknik pemajangan
barang
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru memberikan tugas mencari pengaruh dan contoh teknik
pemajangan barang pada suatu merk dagang
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
Pertemuan kelima
Kegiatan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk 15 menit
memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk
mengarahkan siswa kemateri yang akan dipelajari
Inti Mengamati: 100
1. Siswa melakukan pengamatan untuk mempelajari materi peralatan menit
display yang akan dipakai yang disampaikan guru.
2. Siswa diarahkan untuk mempelajari materi peralatan display yang
akan dipakai pada sumber lain yang relevan
Menanya:
1. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang terkait
dengan materi peralatan display yang akan dipakai yang telah
dipelajari dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain
2. Siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
belum diketahui dari materi yang dipelajari
3. Dengan tanya jawab guru menyimpulkan tentang peralatan display
yang akan dipakai
4. Guru membuka cakrawala penerapan pemasaran dalam kehidupan
sehari hari
Menalar :
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok
terdiri dari 7-8 orang
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk mencari secara intuitif mengenai
peralatan display yang akan dipakai
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan
mendorong siswa semua untuk terlibat dalam diskusi
4. Salah satu kelompok diminta untuk menampilkan hasil diskusi
didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi
5. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
Mengasosiasi :
1. Dengan tanya jawab guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai peralatan display yang akan dipakai
2. Guru memberikan tugas untuk mencari penerapan peralatan display
yang akan dipakai pada sebuah merk dagang dari sumber-sumber
lain yang relevan seperti media massa cetak dan elektronik
Mengkomunikasikan:
Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang peralatan display yang
akan dipakai
Penutup 1. Guru memberikan tanggapan mengenai hasil diskusi siswa 10 menit
2. Guru memberikan tugas mencari pengaruh dan contoh peralatan
display yang akan dipakai pada suatu merk dagang
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan
untuk belajar
H. Penilaian
3. Jenis/Teknik Penilaian
Jenis Teknik Bentuk
Sikap: Pengamatan Selama pembelajaran dan saat
a. Terlibat aktif dalam kegiatan diskusi.
mandiri dan kegiatan kelompok.
b. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda
dan kreatif.
c. Bekerjasama dan bertanggung
jawab atas keberhasilan teman.
Pengetahuan: Tes (kuis berbentuk soal Penyelesaian tugas
Dapat menyelesaikan masalah yang uraian) individu/kuis.
berkaitan dengan SOP Penataan
Produk
Keterampilan: Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
Terampil dalam menyimpulkan SOP individu maupun kelompok)
Penataan Produk. dan saat diskusi.

Turen, 12 Juli 2017

Kepala SMK PGRI TUREN Guru Bidang Studi

H.SUTRISNA HADI, SH DIYAN WIDIARTI, S.Pd


LAMPIRAN 1

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran : Strategi Pemasaran


Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2015/2016
Waktu Pengamatan :

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran


1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/ konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok


1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kelompok secara terus-
menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah
yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus-menerus dan ajeg/konsisten.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Sikap
No Nama Siswa Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1.
2.
3.
Keterangan:
KB = Kurang Baik B = Baik SB = Sangat Baik
LAMPIRAN 3

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN

Mata Pelajaran : Strategi Pemasaran


Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2015/2016
Waktu Pengamatan :

Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah


1. Kurang terampil jika sama sekali tidak menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan deferensiasi dan posisi
penawaran pasar.
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan tetapi belum tepat.
3. Sangat terampil, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan dan sudah tepat.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan
No Nama Siswa
strategi pemecahan masalah
KT T ST
1.
2.
3.

Keterangan:
KT = Kurang Terampil T = Terampil ST = Sangat Terampil