Anda di halaman 1dari 5

ELIMINASI TRANSAKSI ANTARA ENTITAS INDUK DAN ENTITAS ANAK

Tansaksi anatara Entitas Induk dan Entitas Anak

Entitas induk dan etitas anak sering terlihat dalam transaksi, seperti transaksi jual beli
persediaan, jual beli aset tetap, atau pembelian pinjaman. Sering kali entitas anak menghasilkan produk
yang akan diproses lebih lanjut oleh entitas induknya, dan/atau sebaliknya. Ilustrasi pembuka diatas
memberikan contoh tansaksi jual beli persediaan antara entitas induk dan entitas anak. London
Sumetera sebagai penghasil CPO, menjual sebagian besar produk ke entitas anaknya. Hal ini
memberikan gambaran besarnya volume transaksi yang terjadi antara entitas induk dan entitas
anaknya.

GAMBAR 5.1

Transaksi Antar-entitas dalam kelompok usaha

Entitas induk

hulu hilir hulu

Entitas anak A Entitas anak B

antar entitas anak juga sering terjadi transaksi yang disebut transaksi . contoh transaksi lateral
adalah transaksi yang dilakukan oleh PT Krakatau Daya Listrik dan PT Krakatau Tirta Industri. Kedua
perusahaan merupakan anak usaha PT Krakatau Steel (persero) Tbk. Pada 8 desember 2014, PT Krakatau
Tirta Industri melakukan pembelian tanah seluas 15.000 𝑚2 dari PT Krakatau Daya Listriktanah tersebut
akan digunakan sebagai area water treatment plant (WTP) air laut dan relokasi pabrik air minum dalam
kemasan (www.bisnis.com, 6 april 2015).

Pentingnya Eliminasi atas Transaksi antara Entitas Induk dan Entitas Anak

Entitas induk berkewajiban menyusun laporan keuangan yang menggambarkan kinerja dan
kondisi keuangan entitas induk beserta entitas anaknya secara keseluruhan. Laporan keuangan laporan
keuangan yang dimaksud adalah laporan keungan konsolidasian. PSAK 65 (Revisi 2014) mendefinikan
laporan keuangan konsolidasian sebagai laporan keuangan kelompok usaha yang didalamnya aset,
liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas entitas induk dan entitas anak disajikan sebagai suatu
entitas ekonomki tunggal.

GAMBAR 5.2

Konsep konsolidasi

Satu kelompok usaha

Satu entitas tunggal

Entitas induk

Satu laporan
keuangan

Entitas anak A Entias anak B


Laporan keuangan
konsolidasian

Oleh kareana itu entitas induk dan entitas anak merupakna suatu entitas tunggal, maka
transaksi antara entitas induk dan entitas anak menjadi transaksi dalam suatu ekuitas, sehingga semua
dampak transaksi antar entitas dalam satu kelompok usaha harus dieliminasi. Hal ini sesuai dengan
penjelasan dalam PSAK 65 (Revisi 2014) yang menyatakan bahwa salah satu prosedur dalam menyususn
laporan keuangan konsolidasi(prosedur konsildasi) adalah mengeliminasi secara penuh aset, liabilitas,
ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas dala kelompok usaha terkait dengan transaksi antar-entitas
dalam kelompok usaha.

Sebagai contoh, entitas induk menjaul persediaan kepada entitas anaknya. Persediaan tersebut
kemudian dijual oleh entitas anak ke perusahaan non-afiliasi. Dari sudut pandang laopran oleh entitas
induk ke entitas anak tersebut harus dieliminasi, karena transaksi terserbut terjadi antara entitas induk
dan entitas anak yang merupakn suatu kesatuan. Oleh karenannya eliminasi harus dibuat untuk
menghapus dampak tansaksi penjualan persediaan entitas induk ke entitas anak. Eliminasi juga harus
dibuat ketika persediaan yang diperoleh entitas anak dari entitas induk ternyata belum terjual pada
akhir periode.

TRANSAKSI PENJUALAN PERSEDIAAN


Dampak terhadap pencatatan entitas induk dan jurnal eliminasi

Damapak terhadap pencacatan entitas anak

Transaksi jual beli persediaan antara entitas induk dan entitas anak merupakan contoh transaksi
Antar entitas dalam suatu kelompok usaha. Keuntungan atau kerugian yang muncul dari jual beli belum
terealisasi selama persediaan tersebut masih di entitas induk atau entitas anak.

DAMPAK TERHADAP JURNAL ELIMINASI

Jurnal eliminasi terkait transaksi jual beli persediaan antar entitas induk dan entitas anak
tergantung pada posisi persediaan pada akhir periode. Ketika seluruh persediaan yang diperoleh dari
entitas induk sudah terjual keperusahaan non-afiliasi pada periode yang sama dengan periode
perolehannya, maka jurnal eliminasi dibuat untuk menghapus angka penjualan dan beban pokok
penjualan sebesar angka penjualan persediaan entitas induk ke entitas anak.

Contoh 5.1 Dmapak terhadap pencatatan entitas induk dan jurnal eliminasi

PT Palapa (PTP) memiliki 100% saham PT Samudra (PTS). Selama tahun 2015, terdapat transaksi
penjualan persediaan oleh PTP ke PTS sebesar Rp10.000.000. beban pokok penjualan (BPP) yang
dibukukan PTP terkait transaksi penjualan tersebut adalah Rp6.000.000. Bagaimana pencatatan dan
jurnal yang dibuat PT P saat penyususnan laporan keuangan konsolidasian 2015 jika:

 Skenario 1- seluruh persediaan yang diperoleh PT P telah terjual seharga Rp16.000.000.


 Skenario 2- seluruh persediaan yang diperoleh dari PTP belum terjual .
 Skenario 3- sebanyak 75% dari persediaan yang diperoleh dari PTP telah terjual seharga
Rp12.000.000.

Skenario 1 – seluruh persediaan terjual

Skenario 1 dapat digambarkan dalam bagan berikut:

Penjualan = Rp10.000.000 penjualan = Rp16.000.000

Beban pokok penjualan = Beban pokok penjualan =

Rp6.000.000 Rp10.000.000

persediaan PT P persediaan PT S persediaan

Rp6.000.000 Rp10.000.000 Rp16.000.000


Terkait penjualan ke entitas anak, PT P melaporkan keuntungan sebesar Rp4.000.000 (Rp10.000.000 –
Rp6.000.000). Keuntungan tersebut sudah terealisasi karena persediaan yang diperoleh PT S dari PT P
sudah terjual keperusahaan non-afiliasi. Oleh karena itu, tidak ada jurnal yang dibuat oleh PT P terkait
penangguhan keuntungan transaksi hulu.

Transaksi hulu dalam contoh ini mengakibatkan pengakuan penjualan sebesar Rp10.000.000 dan beban
pokok penjualan sebesar Rp6.000.000 oleh PT P. Di sisi lain, PT S memebukukan penjualan sebesar
Rp16.000.000 dan beban pokok penjualan Rp10.000.000. Akun penjualan milik PT P dan beban pokok
penjualan miliki PT S harus dieliminasi karena transaksi penjualan tersebut terjadi dalam satu entitas.
Jurnal eliminasi yang harus dibuat adalah:

Penjualan 10.000.000

Beban pokok penjualan 10.000.000

Dampak dari jurnal eliminasi tersebut terhadap penyajian akun penjualan, beban pokok penjualan, dan
persediaan dalam laporan keuangan konslidasi adalah sebagai berikut:

TABEL 5.1

Dampak jurnal eliminasi skenario 1

Terhadap laporan keuangan konsolidasi

Akun PT P PT S Sebelum Eliminasi Konsolidasi


konsolidasi
Penjualan Rp10.000.000 Rp16.000.000 Rp26.000.000 (Rp10.000.000) Rp16.000.000
Beban pokok Rp600.000.000 Rp10.000.000 Rp16.000.000 (Rp10.000.000) Rp6.000.000
penjualan
persediaan

Penjualan = Rp10.000.000 persediaan = Rp10.000.000

Beban pokok penjualan =

Rp6.000.000

persediaan PT P persediaan PT S
Rp6.000.000 Rp10.000.000
Keuntungan atas penjualan yang dibukukan PT P sebesar Rp4.000.000 belum terealisasi, karena hingga
akhir periode persediaan tersebut masih dimiliki oleh PT S. Oleh karena itu, PT P harus mencatat
penangguhan keuntungan atas penjualan tersebut menggunakan jurnal berikut:

Bagian laba atas entitas anak 4.000.000

Investasi pada entitas anak 4.000.000

Transaksi hulu pada contoh ini mengakibatkan pengakuan penjualan sebesar Rp10.000.000 dan beban
pokok penjualan sebesar Rp6.000.000 oleh PT P, dan belum terdapat penjualan yang diperlukan oleh PT
S . Dari sudut pandang konsolidasian , persediaan tersebut masih berada diperusahaan , sehingga
penjualan dan beban pokok penjualan yang diakui PT P harus dieliminasi secara penuh. Keuntungan
atas penjualan yang belum terealisasi, yaitu sebesar Rp4.000.000 dieliminasi dengan cara mengurangi
persediaan. Jurnal eliminasi yang dibuat adalah:

Penjualan 10.000.000

Beban pokok penjualan 6.000.000

Persediaan 4.000.000

Dampak dari juranal eliminasi tersebut terhadap penyajian akun penjualan, beban pokok penjualan dan
persediaan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

TABEL 5.2

Dampak jurnal eliminasi skenario 2

Terhadap laporan keungan konsolidasian

Akun PT P PT S Sebelum Eliminasi Konsolidasian


konsolidasi
Penjualan Rp10.000.000 Rp10.000.000 Rp10.000.000
Beban pokok Rp6.000.000 Rp6.000.000 Rp6.000.000
penjualan
persediaan Rp10.000.000 Rp10.000.000 Rp4.000.000 Rp6.000.000