Anda di halaman 1dari 2

Perjuangan Ibu

Oleh : Abib Muhammad Ali


Sembilan bulan mengandung
Ikhlas tak menghitung berapa
Pengorbanan yang diderita
Mempertahankan kesehatan
Untuk Buah kasih tersayang
Yang ada didalam perut
Yang besar dan berat
Berjuang melahirkan mengadukan
Nyawanya untuk buah kasih tersayang
Ibu...
Perjuanganmu saat melahirkanku
Tak ternilai dengan apapun
Kecilku kau didik begitu penuh dengan kasih sayang
Tangisan kecilku kau usapkan dengan kasihmu
Sakitku kau obati dengan ikhlasmu
Ibu...
Perjuanganmu Saat membesarkanku
Begitu penuh dengan daya juang
Tanganmu dulu yang halus
kini kasar dan penuh luka
kau ikhlas membantu
mencukupi kebutuhan kecilku
ibu....
kau mendidiku bagitu dengan perjuangan
demiku kau rela berkorban apapun
walau kepala jadi kaki
kaki jadi kepala
tak sedikpun kau mengeluh didepanku
untuk sebuah kebahagian kecilku
ibu..
Surgaku kau ucapkan didalam doamu
Dengan penuh kekhusuan dan ke ikhlasan
Tak melihat bagaimana diriku menyusahkanmu
perjuanganmu dulu mengingatkanku
untuk berjuang gigih sepertimu
kerja kerasmu mengajarkanku
untuk ikhlas mengejar cita-citaku

Biodata Ibuku
Ibuku lahir dari keluarga sederhana dengan 4 bersaudara, dari cerita masa
lalunya ibuku menikah di usia umur 18 tahun. Saat ini usianya sudah
menginjak 50 tahun. Ibuku tidak pernah merasakan duduk dibangku
sekolah, dulu memang keadaan ekonomi ibuku sangat susah sehingga dia
tidak bisa merasakan bangku sekolah akibatnya ibuku sampai sekarang
tidak bisa membaca dan menulis. Sejak umur masih amat sangat muda
beliau sudah berjuang berkeliling untuk berjualan menjajakan dagangan
guna membantu keluarga kecilnya yang sederhana itu. Dikala panen tiba
ibu beralih profesi menjadi buruh tani. Waktu kecil aku masih ingat waktu
itu aku dititipkan oleh nenenku dan begitu sangat jelas di ingatanku ibu
pulang jam 3 pagi demi mencari padi yang esoknya itu dijual dengan harga
yang mungkin bagiku teramat kecil yaitu 15 ribu rupiah. Dengan
perjuangan beliau dengan keterbatasanya itu ibuku kini bisa
menyekolahkan kedua anaknya hingga jenjang perguruan tinggi.
Biodata Penulis
Nama saya Abib Muhammad Ali, biasa dipanggil abib. Saya lahir di
subang, 29 januari 1997. Saya anak kedua dari 4 bersaudara. Saya
dilahirkan dari orang tua yang sederhana yang ikhlas membesarkan dan
mendidiku sampai sebesar ini. Saya menumpuh pendidikan formal dari SD
sampai SMA didaerah kelahiranku sendiri yang tidak pernah jauh dari
rumah. Itulah mengapa saya sekarang memilih melanjutkan pendidikan
yang lumayan jauh dari kedua orang tua kemudian alasan lain yaitu guna
untuk belajar melatih kemandirian dan bisa merasakan bagaimana
merantau jauh dari orang tua.