Anda di halaman 1dari 25

6.

4 Evaluasi Diagnostik Komunitas Periode Berjalan


6.4.1 Data Kuantitatif
a. Karakteristik Sosiodemografi Kader RW 10 Kelurahan Kebon
Baru
Pada tanggal 8 Mei telah dilakukan pembagian kuesioner kepada
seluruh Kader di RW 13 Kelurahan Menteng Dalam. Sebanyak 14 orang
kader mendapat kuesioner mengenai pengetauan kader kesehatan PHBS di
Tatanan Rumah Tangga.

Tabel 43. Distribusi Karakteristik Responden

Karakteristik
Jumlah Persentase (%)
responden

Umur

56-60 1 10
Dari 51-55 6 60 tabel
di atas,
46-50 5 50

40-45 1 10

<40 1 10

Pendidikan

SMA 6 60

SMK 2 20

SMP 5 30

SD 1 10

Suku

Betawi 3 30

Jawa 11 110

Agama

Islam 14 140

Total 14 100

1
terdapat 1 responden yang berusia 56-60 tahun, responden yang berusia 51-55
tahun sebanyak 6 orang, 5 responden berusia 46-50 tahun, 1 orang responden
berusia 40-45 tahun, dan terdapat 1 orang responden yang berusia < 40 tahun.

Selain itu hasil data demografi mengenai pendidikan terakhir, didapatkan


pendidikan SMA sebanyak 6 responden (60%), pendidikan SMK sebanyak 2
responden (20%), pendidikan SMP sebanyak 5 responden (50%) dan repsonden
dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 1 responden (10%).

. Tingkat Pengetahuan Kader

1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Rumah Tangga


Berdasarkan hasil pembagian kuesioner pre-test dan post-test tentang
PHBS di Tatanan Rumah Tangga pada 14 orang kader, didapatkan
peningkatan nilai pada hasil post-test mengenai PHBS di Tatanan Rumah
Tangga. Peningkatan hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan
pengetahuan kader mengenai PHBS di Tatanan Rumah Tangga.

Tabel 44. Hasil Kuisioner Pre-test dan Post-test Pembinaan PHBS


Rumah Tangga

Lama Menjadi
No Nama Usia Pre-test Post-test
Kader (tahun)

1 Ny. T 55 14 60 62,5

2 Ny. S 52 3 77,5 82,5

3 Ny. M 53 27 58,5 62,5

4 Ny. O 52 31 67,5 77,5

5 Ny. MN 54 11 60 67,5

6 Ny. F 67 5 67,5 77,5

7 Ny. P 51 14 72,5 82,5

8 Ny. S 46 2 72,5 Tidak Hadir


9 Ny. AL 43 3 67,5 72,5

10 Ny. NN 48 3 72,5 80

11 Ny. SH 38 5 60 65

12 Ny. SY 45 11 75 90

13 Ny.R 48 11 70 77,5

14 Ny.RN 49 8 67,5 77,5

6.4.2 Intervensi 1: Melakukan pelatihan kepada semua kader RW 013


Karakteristik Sosiodemografi RW 13 Kelurahan Menteng Dalam
Pada tanggal 8 Mei 2019 telah dilakukan pelatihan kepada semua
kader RW 13 Kelurahan Menteng Dalam untuk membuat media
promosi kesehatan. Sebanyak 14 kader dari RW 13 Kelurahan
Menteng Dalam hadir dan mengikuti pelatihan sampai selesai.
Seluruh kader dilatih untuk membuat media promosi kesehatan
tentang 3M Plus menggunakan flipchart.
6.4.3 Intervensi 2 : Latihan penyuluhan menggunakan flipchart

Pada tanggal 10 Mei 2019 semua kader RW 13 Kelurahan Menteng


Dalam telah melakukan latihan penyuluhan tentang 3M Plus dengan
mempresentasikannya menggunakan flipchart. Sebanyak 14 kader
dari RW 13 Kelurahan Menteng Dalam hadir dan mengikuti pelatihan
sampai selesai. Seluruh kader dinilai cara mereka mempresentasikan
penyuluhan tentang 3M Plus menggunakan flipchart oleh dr. Gita
Handayani Tarigan, M.PH.
6.4.4. intervensi 3 : Semua kader RW 13 melakukan penyuluhan
menggunakan flipchart kepada warga RW 13
Pada tanggal 21 Mei 2019 semua kader RW 13 Kelurahan Menteng Dalam
telah melakukan penyuluhan tentang 3M Plus dengan mempresentasikannya
menggunakan flipchart. Sebanyak 14 kader dari RW 13 Kelurahan Menteng
Dalam melakukan penyuluhan di depan warga RW 13 Kelurahan Menteng
Dalam di RPTRA Rasamala. Seluruh kader dinilai dalam mempresentasikan
penyuluhan tentang 3M Plus menggunakan flipchart oleh dokter muda
Trisakti.
6.4.5 Intervensi 4: Semua Kader RW 13 Kelurahan Menteng Dalam
Melakukan Pelatihan Penanaman Tanaman Anti Nyamuk
Pada tanggal .. Mei 2019 semua warga RW 13 Kelurahan Menteng Dalam
telah melakukan pelatihan penanaman tanaman anti nyamuk yaitu tanaman
zodia dan sereh. Panitia menyediakan dan membawa alat dan bahan berupa
tanaman anti nyamuk ke RW 13 Kelurahan Menteng Dalam untuk dibagikan
kepada Rumah Tangga RW 13. Setiap Rumah Tangga melakukan
penanaman tanaman anti nyamuk secara mandiri di rumah mereka masing-
masing. Sebanyak 1.079 KK di RW 13 Kelurahan Menteng Dalam turut
serta dalam penanaman tanaman anti nyamuk tersebut.

6.4.6 intervensi 5 : Melakukan pelatihan pengolahan sampah


Pada tanggal .. Mei 2019 semua kader, karang taruna dan warga RW 13
Kelurahan Menteng Dalam telah melakukan pelatihan pengelolaan
sampah baik organik maupun anorganik. Pengelolaan sampah organik di
tujukan untuk membuat pupuk kompos. Sementara pengelolaan sampah
anorganik ditujukan untuk membuat kerajinan tangan. Panitia membawa
seorang ahli kerajinan tangan untuk melatih warga RW 13 Kelurahan
Menteng Dalam. Semua kader, dan warga RW 13 Kelurahan Menteng
Dalam turut serta dalam pelatihan pengelolaan sampah tersebut.
2. Kegiatan 3M Plus Seminggu Sekali
Berdasarkan hasil pembagian kuesioner pre-test dan post-test
mengenai PHBS untuk indikator kegiatan 3M Plus seminggu sekali pada
14 orang kader, didapatkan peningkatan nilai pada hasil post-test.
Peningkatan hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan
pengetahuan kader mengenai PHBS untuk indikator kegiatan 3M Plus
seminggu sekali.

Tabel 45. Hasil Kuisioner Pre-test dan Post-test Pembinaan PHBS


Rumah Tangga untuk Indikator Kegiatan 3M Plus

Lama Menjadi
No Nama Usia Pre-test Post-test
Kader (tahun)

1 Ny. T 55 14 60 62,5

2 Ny. S 52 3 77,5 82,5

3 Ny. M 53 27 58,5 62,5

4 Ny. O 52 31 67,5 77,5

5 Ny. MN 54 11 60 67,5

6 Ny. F 67 5 67,5 77,5

7 Ny. P 51 14 72,5 82,5

8 Ny. S 46 2 72,5 Tidak Hadir

9 Ny. AL 43 3 67,5 72,5

10 Ny. NN 48 3 72,5 80

11 Ny. SH 38 5 60 65

12 Ny. SY 45 11 75 90

13 Ny.R 48 11 70 77,5

14 Ny.RN 49 8 67,5 77,5


.

6.5 Data Kualitatif


i. Hasil Focus Group Discussion (FGD) 8 dan 10 Mei 2019
a. Kekurangan
1. Pemberantasan sarang nyamuk
a. Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai kegiatan 3M plus.
b. Kurangnya sosialisasi tentang pemberantasan sarang nyamuk
dengan tidak menggantung baju sehingga masih banyak anggota
keluarga yang menggantung baju di rumah.
c. Kurangnya sosialisasi tentang daur ulang sampah organic dan
anorganik sehingga masih banyak warga yang menumpuk barang
bekas.
d. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan kegiatan 3M
plus secara mandiri.
e. Banyaknya jumlah anggota keluarga dalam satu rumah.
f. Tidak adanya material media promosi kesehatan yang dapat
digunakan oleh ibu kader.
g. Daerah merupakan pemukiman padat.

b. Kelebihan
1. Memiliki kader yang aktif.
2. Tingginya semangat warga.
3. Dekatnya akses ke puskesmas.
4. Komunikasi dengan pihak puskesmas baik
5. Kegiatan warga dilakukan secara rutin, seperti Posyandu,
Posbindu, PSN, dan PSN Fokus.
6. Aktifnya dokter dan pemegang program puskesmas.

ii. Pembahasan Hasil Kuesioner dan Wawancara


Setelah dilakukannya proses pembagian kuesioner pre-test dan postest
mengenai pembinaan PHBS, pembinaan PHBS untuk indikator 3M Plus
ditemukan hasil peningkatan pengetahuan kader yang dapat dilihat dari adanya
peningkatan nilai post-test setelah dilakukannya pembinaan dan pelatihan.
Diskusi dengan pemegang program pembinaan 3M
Plus di Puskesmas INPUT
Tidak ada intervensi
Melakukan Focus group Discussion dengan
stakeholder lintas sektor terkait pelaksanaan MONEY
pembinaan 3M Plus
MATERIAL
MAN
Tidak ada intervensi Diskusi dengan media informasi
Membuat media informasi seperti leaflet

METHOD
Terlaksananya pembinaan
3M Plus seluruh rumah
tangga di RW 13 Menteng
Dalam
Tidak ada intervensi
P2
P1
Lintas program : Pelatihan kepada kader
membuat media promosi (flipchart) dan
kader melakukan penyuluhan menggunakan
flipchart tentang 3M Plus kepada warga
LINGKUNGAN
- Sistem pencatatan dan pelaporan hasil
P3 Lintas sektoral : Terbinanya koordinasi sektor
lain seperti kelurahan, dan tokoh - Kurangnya kesadaran masyarakat
pembinaan 3M Plus masyarakat setempat untuk melaksanakan 3M Plus
- Evaluasi berkala mengenai Pelaksanaan Kurangnya antusiasme
program pembinaan 3M Plus masyarakat dalam berperilaku
hidup bersih dan sehat

PROSES

Gambar 16. Diagram Fish Bone setelah intervensi


7
BAB VII
REKAPITULASI HASIL

Tabel 46. Rekapitulasi Hasil

No Upaya Indikator kerja Kegiatan Waktu Lokasi pelaksanaan Hasil


pelaksanaan

INPUT

1. Man

Melakukan diskusi Terbentuknya komitmen Diskusi tertutup 6 Mei 2019 Kantor Kecamatan Terbentuknya
dengan kepala antara pemerintah dengan Tebet komitmen kedepan
pemerintahan Puskesmas Kelurahan untuk pelaksanaan
setempat untuk Menteng Dalam dan program Pembinaan
membentuk Fakultas Kedokteran 3M Plus
komitmen mengenai Universitas Trisakti
pelaksanaan dari terhadap program
program Pembinaan Pembinaan 3M Plus serta
3M Plus di membantu meningkatkan
Puskesmas kerjasama antar instansi
dalam pelaksanaan
program

8
Melakukan Focus Meningkatnya
group Discussion pengetahuan &
dengan stakeholder Terbentuknya stakeholder Diskusi tertutup 6 Mei 2019 Kantor Kecamatan kesadaran
lintas sektor yang lintas sektor yang paham Tebet stakeholder lintas
menitikberatkan dan sadar terhadap sektor mengenai
pada pengetahuan pembinaan 3M Plus. pengetahuan dan
dan kesadaran kesadaran
mengenai pembinaan pembinaan 3M Plus
3M Plus

2. Money

(-) - - - - -

3 Method - - - -

(-)
Rendahnya nilai
perilaku PHBS dan
pembinaan PHBS di
wilayah RW 13
Kelurahan Menteng
Dalam

4 Material

Pengadaan diskusi Paparan awal mengenai Pembuatan media 6 Mei 2019 Kantor Kecamatan Terciptanya
dengan media pembinaan 3M Plus informasi Tebet pembinaan 3M Plus
informasi mengenai kepada kader kesehatan mengenai masalah
pembinaan 3M Plus utama pembinaan
untuk menunjang 3M Plus di RW 13
proses edukasi Menteng Dalam
kepada masyarakat berdasarkan hasil
assesment

Membuat media Paparan mengenai cara Pembuatan leaflet 7 Mei 2019 Puskesmas Terciptanya media
informasi dalam mengaplikasikan 3M Plus mengenai Kelurahan Menteng informasi mengenai
bentuk leaflet rumah tangga dengan baik pembinaan 3M Dalam pembinaan 3M Plus
mengenai pembinaan Plus rumah tangga di rumah tangga
3M Plus rumah
tangga untuk
menunjang edukasi
kepada masyarakat
Tabel 47. Hasil Plan of Action

No Kegiatan Sasaran Tempat Waktu Hasil

Melakukan pelatihan
kepada semua kader Semua kader
RW 13 untuk membuat di RW 13 Kantor Kader mampu membuat
media promosi 8 Mei
1 Kel. Menteng kecamat sendiri media promosi
kesehatan 2019
Dalam an Tebet kesehatan berupa
flipchart

Melakukan latihan Kantor


Semua Kader mampu
penyuluhan kecamatan
kader RW 10 Mei mempresentasikan
2 menggunakan Tebet
13 Kel. 2019 flipchart
flipchart tentang 3M Menteng
Plus yang dilakukan Dalam
oleh kader

Warga RW Kader mampu dan


13 Kelurahan percaya diri untuk
Semua kader RW 13 Menteng RPTRA melakukan penyuluhan
3 menggunakan Dalam Rasamala 21 Mei dengan media flipchart
flipchart kepada warga Kelurahan 2019 kepada warga
RW 13 Kelurahan Menteng
Menteng Dalam Dalam

Kader dan warga


mampu mendaur ulang
sampah organik secara
Warga RW
mandiri dan
13
RPTRA berkelanjutan
Pelatihan daur ulang Kelurahan
4 Rasamala 21 Mei
sampah organik Menteng
Dalam Kelurahan 2019
kepada kader dan
warga RW 13 Menteng
Kelurahan Menteng Dalam
Dalam

Pelatihan Warga RW RPTRA 21 Mei Kader dan warga mampu

12
penanaman dan 13 Rasamala 2019 menanam dan merawat
perawatan Kelurahan Keluraha tanaman anti nyamuk
5 tanaman anti Menteng n secara mandiri, berkala, dan
nyamuk kepada Dalam Menteng mampu
kader dan warga Dalam mengembangkannya
RW 13 menjadi bisnis
Kelurahan
Menteng Dalam
Tabel 48. Paparan Hasil menurut Sasaran

Sasaran Intervensi Hasil

Rumah Tangga di RW 13 Pembinaan mengenai 3M Plus  Masyarakat paham dan setuju untuk diberlakukannya
pembinaan 3M Plus dan mendapatkan denda apabila
masih terdapat jentik di sekitar lingkungan rumah
.

Tokoh Masyarakat:
 Pembinaan 3M Plus di kantor Kecamatan Tebet  Tokoh masyarakat bersedia membantu dalam proses
 Kepala Kecamatan  Pelatihan kepada Kader intervensi
Tebet  Diskusi terkait langkah kedepan mengenai pembinaan 3M  Terbentuknya komitmen dengan tokoh masyarakat
 Kepala Kelurahan Plus rumah tangga dalam menghadapi masalah 3M Plus di RW 13
Menteng Dalam  Pemegang program bersedia melakukan evaluasi
 Ketua RW 13
secara berkala dan pembinaan kepada Kader
Kelurahan Menteng
Kesehatan serta Masyarakat
Dalam
 Ketua RT 01 sampai
14 RW 13
Kelurahan Menteng

14
Dalam
 Kader kesehatan
Kelurahan Menteng
Dalam
 Pemegang program
di Puskesmas
Kelurahan Menteng
Dalam
BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN

8.1 Kesimpulan
Salah satu strategi untuk mewujudkan Indonesia Sehat adalah program desa siaga.
Hal tersebut merupakan upaya strategis dalam rangka percepatan pencapaian tujuan
pembangunan Millenium (Millenium Development Goals), dengan acuan pelaksanannya
menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 564/Menkes /SK/VIII/2006 tentang
Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa/Kelurahan Siaga Aktif. Salah satu indikator
keberhasilan Desa/Kelurahan Siaga Aktif adalah Rumah Tangga Ber-PHBS. Pada
Kelurahan Menteng Dalam pelaksanaan PHBS di Tatanan Rumah Tangga belum berjalan
seperti yang diharapkan, kurangnya dukungan dari pemerintah kota sehingga belum semua
kegiatan berjalan secara rutin, demikian halnya dengan pencatatan, dan laporan kegiatan
tidak lengkap.

Pemaparan hasil assessment PHBS di RW 13 dilakukan dengan pelaksanaan


Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh pihak kecamatan, kelurahan, ketua
RW 13, ketua masing-masing RT, Kader RW 13 Menteng Dalam serta kepala Puskesmas
Kelurahan Menteng Dalam dan pemegang program PHBS Puskemas Menteng Dalam.
Hasil yang dipaparkan yaitu:
 Data capaian indikator PHBS rumah tangga di RW 13 Kelurahan Menteng Dalam
 Teridentifikasinya masalah yang menyebabkan belum tercapainya rumah tangga
ber-PHBS di RW 13 Kelurahan Menteng dalam, dimana dua masalah utamanya
yaitu Melakukan 3M plus setiap satu minggu sekali secara mandiri dan tidak
merokok dalam rumah
 Didapatkannya alternatif pemecahan masalah serta prioritas pelaksanaannnya
melalui Focus Group Discussion oleh lintas sektoral Kelurahan Menteng Dalam
 Terciptanya kesepakatan untuk mengaplikasikan Plan of Action dari pemecahan
masalah terpilih.

8.1.1 Hasil Intervensi

1. Kader mampu membuat media informasi dan edukasi berupa flipchart terkait 3M Plus .
2. Meningkatnya pengetahuan kader terkait pembinaan PHBS Rumah Tangga dan 3M Plus, yang
dinilai berdasarkan hasil kuesioner pretest dan post test.
3. Kader mampu melakukan penyuluhan menggunakan flipchart kepada warga di RW 13.
4. Kader dan warga RW 13 mampu memdaur ulang sampah organic secara mandiri dan
berkelanjutan.
5. Kader dan warga RW 13 mampu menanam dan merawat tanaman anti nyamuk secara mandiri
,berkala, dan mampu mengembangkan menjadi bisnis.

8.2 Saran
 Bagi Kelurahan
1. Membuat media promosi mengenai 3M Plus di Tatanan Rumah Tangga yang lebih
mendalam dan menarik (buku, video, dan leaflet)
2. Mengadakan pelatihan untuk Stakeholder, KPM/Kader Kesehatan mengenai
pelaksanaan program pembinaan 3M Plus di Tatanan Rumah Tangga
3. Melanjutkan pembinaan 3M Plus di Tatanan Rumah Tangga sampai tercapainya
target yang diharapkan
4. Membuat SOP di tingkat kelurahan mengenai pembinaan 3M Plus di Tatanan
Rumah Tangga

 Bagi Puskesmas
1. Melakukan pelatihan dan pembinaan untuk pelaksanaan program 3M Plus di
Tatanan Rumah Tangga
2. Melanjutkan program pembinaan 3M Plus di Tatanan Rumah Tangga sampai
tercapainya target yang diharapkan
3. Melakukan pemantauan pada kader dan masyarakat di RW 13 Kelurahan Menteng
Dalam terhadap program pembinaan 3M Plus di Tatanan Rumah Tangga
4. Sosialiasi mengenai masalah kesehatan yang masih dihadapi masyarakat di
wilayah tersebut dan hal yang menyebabkan masalah

 Bagi Masyarakat
1. Membentuk penanggung jawab khusus dalam pelaksanaan pembinaan 3M Plus di
Tatanan Rumah Tangga
2. Melanjutkan pembinaan 3M Plus di Tatanan Rumah Tangga sampai tercapainya
target sesuai dengan yang diharapkan
3. Mengajak dan membina masyarakat sekitar dalam 3M Plus di Tatanan Rumah
Tangga
4. Melaksanakan kegiatan swadaya atau dari dana donatur yang sudah diperoleh
Lampiran 1. Dokumentasi
Pelatihan media promosi kesehatan kepada kader RW 13 Kel. Menteng Dalam
Pembuatan flipchart oleh kader dibantu oleh KoAs

pdk
Latihan presentasi flipchart oleh ibu kader
Penyuluhan kepada warga yang dilakukan oleh ibu kader RW 013 Kelurahan Menteng
Dalam
Pelatihan pembuatan pupuk dari sampah organic kepada kader dan warga RW 013
Kelurahan Menteng Dalam
Pemberian tanaman anti nyamuk zoodia secara simbolis kepada Puskesmas dan warga
RW 013 Kelurahan Menteng Dalam

DAFTAR PUSTAKA

1. Kemenkes RI 2010. Pedoman Umum Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif. Ed ke-1.
Jakarta:2010.
2. Kemenkes RI 2011. Panduan Pembinaan dan Penilaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di
Rumah Tangga Melalui Tim Penggerak PKK. Ed ke-1. Jakarta:2011.
3. Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Tebet 2018
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,2011;1-71
5. Gifari MA, Rusmartini T, Indi Astuti RD. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku
Gerakan 3M Plus dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegepty. Bandung: Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Bandung. 2017.
6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Di Banding Fogging, PSN 3M Plus Lebih
Utama Cegah DBD. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016.

7. Ariyati IS. Hubungan Antara Perilaku PSN (3M PLUS) dan Kemampuan Mengamati Jentik
dengan Kejadian DBD di Kelurahan Tembalang. Semarang: Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Negeri Semarang. 2015
8. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pengendalian Penyakit Demam
Berdarah Dengue. Jakarta: Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 2007