Anda di halaman 1dari 5

Jurnal KesMaDaSka - Juli 2016

PENGARUH TERAPI MUSIK GAMELAN UNTUK


MENURUNKAN SKALA NYERI PADA LANSIA
DENGAN OSTEOARTRITIS DI PANTI WREDHA
AISYIYAH SURAKARTA
Erlina Windyastuti1, Setiyawan2
1,2
Prodi S-1 Keperawatan, STIKes Kusuma Husada Surakarta
erlinawindy@gmail.com

ABSTRAK
3URVHV PHQXD DGDODK SURVHV DODPL \DQJ GLVHUWDL DGDQ\D SHQXUXQDQ NRQGLVL ¿VLN SVLNRORJLV GDQ
VRVLDO \DQJ VDOLQJ EHULQWHUDNVL VDWX VDPD ODLQ .RQGLVL ¿VLN \DQJ PHQLPEXONDQ PDVDODK NHVHKDWDQ
pada lanjut usia (lansia) adalah nyeri yang ditimbulkan akibat osteoartrtritis. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menganalisis pengaruh terapi musik gamelan untuk menurunkan skala nyeri pada lansia
dengan osteoarrthritis di Panti Wredha Aisyiyah Surakarta. Metode penelitian menggunakan desain
quasi experiment dengan pendekatan desain pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan secara
total sampling sebanyak 16 lansia yang mengalami osteoartritis di Panti Wredha Aisyiyah Surakarta.
Intervensi pemberian terapi musik gamelan dilakukan setiap hari satu kali selama tujuh hari. Analisa
GDWD PHQJJXQDNDQ :LOFR[RQ GDQ KDVLO SHQHOLWLDQ PHQXQMXNNDQ DGDQ\D SHQXUXQDQ \DQJ VLJQL¿NDQ
skala nyeri pada lansia dengan osteoartritis (p < 0,00).
Kata kunci: musik gamelan, nyeri, osteoartritis, lansia

ABSTRACT
The process of aging is a natural process that accompanied the decline of their physical, psychological
and social that interact with each other. Physical conditions that cause health problems for the elderly is
SDLQFDXVHGE\RVWHRDUWUWULWLV7KHSXUSRVHRIWKLVVWXG\ZDVWRDQDO\]HWKHLQÀXHQFHRIJDPHODQPXVLF
therapy to reduce pain scale in elderly with osteoarrthritis in Panti Wredha Aisyiyah Surakarta. This
study uses a quasi-experimental design with pretest-posttest design approach. Sampling was done by
sampling a total of 16 elderly who have osteoarthritis in Panti Wredha Aisyiyah Surakarta. Intervention
gamelan music therapy performed every day one for seven days. Data were analyzed using the Wilcoxon
DQGWKHUHVXOWVVKRZHGDVLJQL¿FDQWGHFUHDVHSDLQVFDOHLQHOGHUO\ZLWKRVWHRDUWKULWLV S 
Keywords : gamelan music, pain, osteoartritis, elderly

1. PENDAHULUAN berkurang, energi menurun, kulit makin keriput,


Proses menua adalah proses alami yang gigi makin rontok, tulang makin rapuh dan
GLVHUWDL DGDQ\D SHQXUXQDQ NRQGLVL ¿VLN sebagainya (Constantinides tahun 1999 dalam
psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi Maryam 2008).
satu sama lain. Keadaan ini berpotensi Jumlah orang lansia di Indonesia pada tahun
menimbulkan masalah kesehatan secara umum 2020 diperkirakan mencapai 28,8 juta atau 11%
maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lanjut dari total populasi penduduk. Sekitar 74% dari
usia (lansia). Setelah memasuki masa lansia lansia usia 60 tahun ke atas menderita penyakit
umumnya mulai ditandai dengan adanya kondisi kronis yang harus mengkonsumsi obat selama
¿VLN \DQJ EHUVLIDW SDWRORJLV PLVDOQ\D WHQDJD hidup mereka (Maryam, 2008). Penelitian yang

136
Jurnal KesMaDaSka - Juli 2016

dilakukan pada tahun 2006 di Jakarta prevalensi merupakan masalah tersendiri pada lansia, ka-
nyeri didapatkan pada 180 (80%) lansia, sebagian rena pemberian analgetik yang berlebihan teruta-
besar (70%) pada wanita dan lama awitan ma golongan QRQVWHURLGDQWLLQÀDPPDWLRQGUXJ
terbanyak diderita dalam <2 minggu (36,1%). (NSAID) dapat meningkatkan insidens tukak
Lokasi nyeri terbanyak ditemukan di sendi lambung atau efek samping sistem tubuh yang
lutut (41%), nyeri bersifat hilang timbul (63%), lain sebagai akibat sudah menurunnya fungsi gin-
dan rasa nyeri akan bertambah bila subyek jal, hati dan system lainnya (King, 2000).
berjalan (28%). Prevalensi nyeri pada lansia Pemberian analgesik bukan menjadi peme-
berdasarkan beberapa penelitian besarnya 65- gang kontrol utama dalam mengatasi keluhan
80% dan sebagian besar diantaranya memerlukan nyeri pasien karena memiliki efek samping yang
perawatan di rumah sakit karena menderita nyeri. akan menambah lama waktu pemulihan. Nyeri
Pada lansia, osteoartritis adalah salah satu yang berada pada level ini memerlukan kombi-
kelainan musculoskeletal yang dan merupakan nasi terapi non farmakologis. Peran perawat san-
penyebab utama impairment dan disabilitas. gat penting dalam multimodal terapi farmakologi
Osteoartritis merupakan suatu keadaan patologi dengan kombinasi terapi nonfarmakologi. Beber-
yang mengenai kartilago hialin dari sendi lutut, apa teknik nonfarmakologis direkomendasikan
GLPDQD WHUMDGL SHPEHQWXNDQ RVWHR¿W SDGD sebegai modalitas seperti stimulasi dan massasse,
tulang rawan sendi dan jaringan sbchondrial terapi es dan panas, stimulasi syaraf elektris, dis-
yang menyebabkan penurunan elastisitas traksi, relaksasi, teknik distraksi seperti musik,
VHQGL 'HQJDQ WHUEHQWXNQ\D RVWHR¿W PDND guided imaginary, dan hipnotis ( Strong, Unruh,
akan mengiritasi membrane synovial dimana Wright & Baxter, 2002)
terdapat banyak reseptor nyeri dan kemudian 0XVLNELVDPHQ\HQWXKLQGLYLGXVHFDUD¿VLN
menimbulkan hidrops dengan terjepitnya ujung- psikososial, emosional dan spiritual (Campbell,
ujung syaraf polimodal yang terdapat di sekitar 2006). Mekanisme musik adalah dengan
VHQGL NDUHQD WHUEHQWXNQ\D RVWHR¿W VHUWD DGDQ\D menyesuaikan pola getar dasar tubuh manusia.
pembengkakan dan penebalan jaringan lunak Vibrasi musik yang terkait erat dengan frekuensi
di sekitar sendi maka akan menimbulkan nyeri dasar tubuh atau pola getar dasar dapat memiliki
tekan dan nyeri gerak (Martono, 2009). efek penyembuhan yang sangat hebat bagi tubuh,
Nyeri merupakan pengalaman sensori pikiran dan jiwa manusia (Andrzej, 2009).
dan emosional yang tidak menyenangkan yang Salah satu jenis musik yang dapat digunakan
berkaitan dengan kerusakan jaringan actual mau- untuk terapi adalah musik gamelan dengan nada
pun potensial yang dirasakan dalam jangka wak- gamelan laras slendro yang memiliki tempo
tu dimana kerusakan terjadi. Nyeri selalu subjek- kurang lebih 60 ketukan/ menit. Seni gamelan
tif dan dirasakan dalam cara yang berbeda antara Jawa bagi masyarakat Jawa mempunyai fungsi
satu orang dengan yang lainnya. Secara umum, estetika yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial,
bentuk nyeri dibagi menjadi dua, yaitu nyeri akut moral, spiritual yang memiliki nilai historis
dan nyeri kronik. Kontrol nyeri yang buruk dapat GDQ ¿ORVR¿ 3XUZDGL   7HUDSL PXVLN
menekan system syaraf simpatik, sehingga me- sebagai terapi non farmakologi diharapkan dapat
nyebabkan resiko komplikasi pada pasien. Nyeri menurunkan nyeri, mengurangi penggunaan
dapat meningkatkan respon stress metabolic, analgesia dan efek sampingnya, kepuasan pasien
yang berdampak pada hiperglikemia, lipolisis, meningkat serta dapat menurunkan biaya.
kerusakan otot dan lamanya penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
Nyeri juga dapat menimbulkan ansietas, gang- pengaruh dari terapi musik gamelan untuk
guan tidur, confusion, delirium dan paranoia menurunkan skala nyeri pada lansia dengan
(Hidayat, 2012). osteoartritis di Panti Wredha Aisyiyah Surakarta.
Penatalaksanaan nyeri meliputi farmakologi Manfaat penelitian yaitu memberikan sum-
dan nonfarmakologi. Penatalaksanaan farma- bangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan,
kologi untuk menentukan terapi medikamentosa dalam memberikan solusi pemecahan terhadap

137
Jurnal KesMaDaSka - Juli 2016

efek farmakologis terhadap lansia dalam menu- Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui karakteristik
runkan tingkat nyeri pada kasus osteoratritis nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi
sehingga dapat meningkatkan kualitas asuhan musik gamelan pada lansia. Sebelum diberikan
keperawatan dan memberikan kepuasan terhadap terapi musik, responden yang mengalami nyeri
pasien. berat sebanyak 62,5% dan nyeri sedang 37,5%.
Sesudah diberikan terapi musik, responden
2. METODE PENELITIAN dengan nyeri sedang 87,5% dan nyeri ringan
Penelitian ini menggunakan desain quasi 12,5%.
exsperiment pre-test and post-test design study
untuk mengetahui pengaruh terapi musik untuk Analisis Bivariat
menurunkan skala nyeri pada lansia dengan
osteoartritis. Pelaksanaan program intervensi
edukasi ini terdiri dari satu minggu dengan
aktivitas yaitu pemberian terapi musik dalam
satu hari diberikan intervensi satu kali. Peneliti
memberikan pretest kepada responden dengan
mengukur skala nyeri menggunakan Numeric
Rating Scale (NRS) sebelum pelaksanaan
program terapi dan posttest kepada responden
dengan mengukur kembali skala nyeri sesudah
pelaksanaan program terapi. Penghitungan Berdasarkan tabel 2 menunjukkan uji perbedaan
besar sampel dengan menggunakan metode rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah
total sampling dengan jumlah total sampel pada pemberian terapi musik gamelan pada lansia
penelitian ini adalah 16 responden. dengan osteoartritis pada kelompok intervensi.
Penelitian ini menggunakan sumber data Hasil uji statistik terdapat perbedaan skala nyeri
primer yaitu data diambil langsung dari respon- pretest dan posttest pada kelompok intervensi
den. Pengambilan data dijawab oleh responden (nilai p value = 0,00).
langsung dengan menggunakan pengkajian nyeri
Hasil uji statistik dengan menggunakan
dengan menggunakan Numeric Rating Scale
Wilcoxon diperoleh nilai p value = 0,00 (p <
(NRS) dan didokumentasikan dalam lembar ob-
0,05), hal ini menunjukkan terdapat perbedaan
servasi peneliti. Analisa univariat dalam pene-
skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi
litian ini adalah karakteristik skala nyeri pada
musik gamelan pada lansia dengan osteoartritis
responden sebelum dan sesudah dilaksanakan
pada kelompok intervensi.
program terapi musik. Analisi bivariat dengan
menggunakan uji Wicoxon karena data berdistri- Mitchell dan McDonald (2006)
busi tidak normal. mengemukakan efek terapi musik pada nyeri
adalah distraksi terhadap pikiran tentang nyeri,
3. HASIL DAN PEMBAHASAN menurunkan kecemasan, menstimulasi ritme
Analisis Univariat nafas lebih teratur, menurunkan ketegangan
tubuh, memberikan gambaran positif pada visual
imagery, relaksasi dan meningkatkan mood yang
positif. Terapi musik dengan pendekatannya
yang unik dan universal membantu mencapai
tujuan dengan penurunan stress, ketakutan akan
penyakit dan cedera, menurunkan tingkat depresi,
kecemasan, stress dan insomnia.
Mekanisme musik dalam memberikan
efek menurunkan nyeri telah dijelaskan dalam
teori Gate Control, dimana kesan yang muncul

138
Jurnal KesMaDaSka - Juli 2016

bahwa transmisi dari hal yang berpotensi sebagai kecemasan, menurunkan ketegangan otot,
impuls nyeri bisa dimodulasikan oleh “celluler mengurangi nyeri dan menimbulkan efek tenang
gating mechanism” ditemukan di spinal cord (American Music Therapy Association, 2008).
(Melzack, 1973 dalam Campbell, 2006). Gate
Control Theory, menyatakan bahwa sinyal nyeri 4. KESIMPULAN
yang ditransmisikan dari bagian yang mengalami Terdapat pengaruh pemberian terapi
cedera melalui resesptor-reseptor nerves di spinal, musik gamelan untuk menurunkan skala
lalu sinaps-sinaps menyampaikan informasi ke nyeri pada lansia dengan osteoartritis di Panti
otak. Wredha Aisyiyah Surakarta tahun 2016 dengan
Saat gerbang (gate) tertutup, sinyal nyeri menggunakan Uji Wilcoxon diperoleh hasil nilai
akan dicegah mencapai otak. Namun saat p=0,00 (p<0,005).
gerbang membuka, impuls-impuls tersebut akan
mampu mencapai otak dan mneginformasikan
5. REFERENSI
pesan sebagai nyeri. Saat impuls sensori American Music Therapy Association. 2008.
yang lain dikirim (musik) bersamaan dengan Music therapy mental health –evidence
berjalannya impuls nyeri, maka impuls-impuls based practice support. (http : www.music_
ini akan berkompetisi untuk mencapai otak. therapy. org/factsheet/ b.b. psychopathologi.
Pada keadaan gerbang baik terbuka maupun pdf. Diakses tanggal 24 Januari 2012
tertutup, musik dipercaya dapat mengurangi Andrzej, W., M. 2009. Stimulation methods in
persepsi nyeri pasien (Dunn, 2004). Dunn juga Music Therapy : Short discussion towards
mengemukakan bahwa musik memang tidak the bio cybernetic aspect. Journal of Medical
bisa langsung berpengaruh untuk menghilangkan Informatics and Technologies, 13, 255-258.
persepsi nyeri. Musik bekerja secara simultan dan Campbell, D., 2006. Music : Physician for Times
persisten untuk mengurangi persepsi nyeri. Efek to come. 3rd Edition. Wheaton : Quest Book.
yang ditimbulkan dari pengaruh terapi musik
Chiang, L. 2012. The effect of music and nature
sangat luar biasa dan bersifat sistemik.
sound on cancer pain and anxiety in hospic
Jenis musik yang digunakan dalam penelitian cancer patients. Frances Payne Bolton
ini adalah musik gamelan dengan nada laras School of Nursing Case Western Reserve
slendro dimana alunan musik ini lembut, penuh University.
kewibawaan, ketenangan dan ditujukan untuk
DeLaune, SC., & Ladner, PK. 2002. Fundamentals
usia tua. Seni gamelan jawa bagi masyarakat
of Nursing : Standards & Practice . Second
jawa dan gamelan jawa juga mempunyai fungsi
Edition. New York
estetika yang berkaitan dengan nilai– nilai sosial,
moral serta spiritual yang memiliki nilai-nilai Dharma, K., 2011. Cetakan Pertama Metodologi
KLVWRULGDQ¿ORVR¿V%DQJVD,QGRQHVLDNKXVXVQ\D Penelitian Keperawatan : Panduan
(Purwadi, 2006). Melaksanakan dan Menerapkan Penelitian.
Jakarta : Trans Info Media.
Jenis musik yang bisa digunakan untuk terapi
adalah yang memiliki tempo 60-80 ketukan per Dunn, K. 2004. Music and The Reduction of Post
menit (Wilgram, 2002). Tempo ini akan sangat Operative Pain. Nursing standard. 18 (36),
sinergis dengan alat musik yang digunakan untuk 33-39.
menimbulkan efek terapi. Karakteristik akustik Felson, D.T., Zhang, Y., & Hannan, M.T.
musik gamelan jawa untuk tempo lambat antara 2008. “The incidence & Natural history
60–100 (beats per menite) bpm dan pada tempo of knee ostheoarthritis in the eldery : the
cepat antara 200-240 bpm. Musik gamelan jawa Framingham ostearthritis study”. Arthritis
nada laras slendro memiliki ketukan hampir sama Rheum : 38 : 1500-5
dengan musik Mozart yaitu dengan tempo kurang Maryam, Siti S.Kp dkk. Mengenal Usia Lanjut
lebih 60 ketukan/ menit. Musik dengan frekuensi dan Perawatannya. Jakarta: Salemba
40-60 Hz juga telah terbukti menurunkan Medika. 2008.

139
Jurnal KesMaDaSka - Juli 2016

Mitchell, L.A., McDonald, R.A.R., Knussen, C. with music and Music Listening on Anxiety,
2007. A survey investigations of the effect of pain, and Mood. Aalborg University.
Music Listening on Chronic Pain. Society for Strong, J., Unruh, A.M., Wright, A., & Baxter
Education Music and Phsycology Research, G.D. 2002. Pain : A Textbook for Therapist.
35 (1), 37-57. Edinburg : Churcil Livingstone.
Schou, K., 2008. Music Therapy for Post Wilgram, A.,L. 2002. The effects of vibroacustics
Operative Cardiac Patients : A Randomized therapy on clinical and non-clinical
Control Trial Evaluating Guided Relaxations populations. St. Georges Hospital Medical
School London University.

-oo0oo-

140