Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sel volta atau sel Galvani adalah bagian dari sel elektrokimia yang didalamnya terjadi
reaksi redoks spontan yang menghasilkan listrik. Dalam sel volta, katoda adalah kutub positif
(tempat terjadinya reaksi reduksi), sedangkan anoda adalah kutub negative (tempat terjadinya
reaksi oksidasi). EO sel volta didapatkan dari EO Katoda dikurangi EOAnoda menggunakan data
EO pada deret volta yang makin ke kiri unsur Hidrogen semakin kecil nilai EOnya (EO sel volta
= EO Katoda - EO Anoda atau EOsel volta = EO reduksi - EO oksidasi).
Baterai merupakan aplikasi dari sel Volta yang dapat digunakan sebagai sumber arus
listrik searah pada voltase tetap (Chang, 2004:211). Baterai mengubah energi listrik menjadi
energi kimia saat pengisian dan mengubah energi kimia menjadi energi listrik saat digunakan.
Rangkaian sel Volta tersusun dari dua buah elektroda logam yang dicelupkan dalam larutan
elektrolit sehingga mampu mengubah energi kimia menjadi energi listrik secara spontan yang
melibatkan reaksi redoks dan komponen tambahan yaitu jembatan garam (Brady, 2008).
Penulisan reaksi yang terjadi pada rangkaian sel Volta dapat ditulis dalam bentuk notasi sel.
Baterai merupakan salah satu aplikasi Sel Volta dengan rangkaian Sel Volta yang tidak
memerlukan komponen tambahan seperti jembatan garam (Chang, 2006:211).
Pernahkan Anda berpikir jika buah-buahan seperti jeruk, lemon, tomat, dan kentang atau
mungkin dari buah-buahan yang lain dapat dijadikan sebagai komponen sel Volta? Buah-buahan
dapat bertindak sebagai larutan elektrolit dalam rangkaian sel Volta. Kita ketahui bahwa sumber
arus listrik searah tersusun dari larutan elektrolit dan dua buah elektroda. Berdasarkan hal ini,
kita dapat membuat rangkaian sel yaitu dengan menggunakan buah-buahan. Untuk membuktikan
apakah buah dapat dijadikan sebagai komponen dalam sel Volta, serta bagaimana membuat
rangkaian sel Volta dengan menggunakan jembatan garam dan tidak.

1.2 Rumusan Masalah


 Apakah buah tomat mampu menghasilkan enegi listrik?

1.3 Tujuan Praktikum


 Untuk mengetahui apakah buah tomat dapat mengahsilkan energi listrik atau tidak
melalui sel volta

1
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Sel Volta


Sel Volta merupakan bagian dai elektrokimia. Sel elektrokimia dalah sel yang disusun
untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik dan sebaliknya. Sel elektrokimia dibag
menjadi dua sel elktrolis dan sel volta. Sel volta adalah sel elektrokimia yang menghasilkan arus
listrik dari reaksi kimia berupa reaksi redoks spontan

2.2 Komponen Sel Volta


Rangkaian sel elektrokimia pertama kali dipelajari oleh LUIGI GALVANI (1780)
dan ALESSANDRO VOLTA(1800). Sehingga disebut sel Galvani atau sel Volta. Keduanya
menemukan adanya pembentukan energi dari reaksi kimia tersebut. Energi yang dihasilkan dari
reaksi kimia sel Volta berupa energi listrik

Sel Volta terdiri atas elektroda (logam seng dan tembaga) larutan elektrolit (ZnSO4 dan
CuSO4), dan jembatan garam (agar-agar yang mengandung KCl). Logam seng dan tembaga
bertindak sebagai elektroda. Keduanya dihubungkan melalui sebuah voltmeter. Elektroda tempat
berlangsungnya oksidasi disebut Anoda (elektroda negatif), sedangkan elektroda tempat
berlangsungnya reduksi disebut Katoda (elektroda positif)

2.3 Cara Kerja Sel Volta


Sebuah selvolta adalah sel elektrokimia yang menggunakan reaksi redoks spontan untuk
menghasilkan energi listrik.Prinsip kerja sel Volta adalah sebagai berikut :
1. Energi hasil dari reaksi kini dirubah menjadi energi listrik
2. Reaksi yang berlangsung adalah reaksi redoks
3. Pada katoda terjadi reduksi dan merupakan kutub positif
4. Pada anoda terjadi oksidasi dan merupakan kutub negatif

2
sel volta
Berbagai proses elektrokimia yang terjadi pada sel volta terjadi secara bersamaan. Hal ini
paling mudah untuk menjelaskan dalam langkah-langkah berikut, dengan menggunakan sel seng-
tembaga di atas sebagai contoh.
1. atom Seng dari elektroda seng dioksidasi menjadi ion seng. Hal ini terjadi karena seng lebih
tinggi dari tembaga pada rangkaian dengan begitu lebih mudah teroksidasi.
Zn → Zn2+ 2e–
Elektroda di mana terjadi oksidasi disebut anoda. Anoda seng secara bertahap berkurang saat sel
beroperasi karena hilangnya logam seng. Konsentrasi ion seng akan meningkat pada setengah sel
lainnya. Karena produksi elektron pada anoda, diberi label sebagai elektroda negatif.
2. Elektron yang dihasilkan akan bergerak dari anoda seng melalui kawat eksternal dan akan
nampak pembacaan pada voltmeter. Mereka berlanjut ke elektroda tembaga.
3. Elektron masukkan elektroda tembaga di mana mereka bergabung dengan ion tembaga
(II) dalam larutan, logam tembaga akan mengalami reduksi.
Cu2+ + 2e– → Cu
Elektroda di mana terjadi reduksi disebut katoda. Katoda secara bertahap akan bertambah massa
karena produksi logam tembaga. Konsentrasi ion tembaga (II) dalam larutan setengah-sel
menurun. Katoda adalah elektroda positif.
4. Ion bergerak melalui membran untuk menjaga netralitas listrik dalam sel. InDalam sel
digambarkan di atas, ion sulfat akan bergerak dari sisi ke sisi tembaga seng untuk mengkompensasi
penurunan Cu2+ + dan peningkatan Zn2+ .
Dari kedua setengah reaksi dapat lagi disimpulkan untuk reaksi redoks keseluruhan terjadi dalam
sel volta.
Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu

2.4 Buah Tomat


Tomat (Solanum Lycopersicum) merupakan komoditas sayuran yang sangat merakyat,
semua orang memerlukannya, tidak heran bila permintaan tomat di pasaran sangat banyak
jumlahnya. Tomat adalah tanaman dikotil , dan tumbuh sebagai rangkaian percabangan batang,
dengan kuncup terminal pada ujung yang tidak tumbuh sebenarnya. Ketika ujung yang akhirnya

3
berhenti tumbuh, entah karena pemangkasan atau berbunga, kuncup lateral mengambil alih dan
tumbuh menjadi lain.
Kontruksi buah tomat sama dengan baterai biasa. Perbedaannya adalah pada
elektrolitnya. Tomat mengandung beberapa mineral yang dapat berfungsi sebagai elektrolit.
Mineral dalam jumlah terbanyak adalah potassium atau kalium (K+). Kulit pisang juga
mengandung garam sodium yang mengandung klorida (Cl-) dalam jumlah sedikit. Reaksi antara
potassium atau kalium dan garam sodium dapat membentuk kalium klorida atau KCl. KCl
merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik. Tomat juga
mengandung Magnesium dan Seng. Magnesium (Mg) dapat bereaks dengan diklorida dan menjadi
elektrolit kuat. Jumlah Magnesium hanyalah 15 % dari jumlah tomat keseluruhan. Tomat juga
mengandung Seng (Zn) yang merupakan elektroda positif. jumlah kandungan Seng
dalam tomat hanya mencapai 2 %. Sehingga mineral yang paling berperan dalam menghantarkan
listrik adalah potassium atau kalium, yang bereaksi dengan garam sodium. Dimungkinkan garam
magnesium dan seng juga turut berperan dalam menghantarkan dan menyimpan arus listrik searah.

4
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian


 Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia SMA Negeri 1 Selayar
 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada hari Senin, 08 Oktober 2018 pada pukul 09.40 WITA –
11.15 WITA.

3.3 Alat Dan Bahan


Alat:
1. Voltmeter atau lampu LED
2. Kabel
3. Lempeng tembaga
4. Lempeng Seng
Bahan:
1. Empat (4) Buah Tomat

3.4 Cara kerja


1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Tekan-tekan empat buah tomat yang akan sehingga bagian dalamnya berair,
tusukkan lempengan tembaga dan seng ke dalam pada jarak 2 cm.
3. Kemudian lilitkan kabel pada lempengan tembaga dan seng
4. Sambungkan ke Voltmeter
5. Catat hasil pengukuran

5
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian

Percobaan Nama Bahan Arus yang dihasilan Keterangan

4
× 2,5 = 0,2 𝑚𝐴 = 0,2 × 10⎻ᶾ 𝐴 Menggunakan 4
50
1 Tomat buah tomat

4.2 Pembahasan
Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan, lempengan seng berperan sebagai
anode dan lempengan tembaga sebagai katode. Dari 4 buah tomat yang kami gunakan mampu
menghasilkan arus listrik sebesar 0,2 × 10⎻ᶾ 𝐴

6
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
 Dari percobaan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa buah tomat mampu
menghasilkan energi listrik. Dimana dengan menggunakan 4 buah tomat mengahsilkan
arus listrik 0,2 × 10⎻ᶾ 𝐴

5.2 Saran
 Berhati hatilah dalam melaksanakan praktikum agar mendpatkan hasil praktikum yang
memuaskan
 Sebaik-baiknya praktikum dilaksanakan di Laboratium dengan alat yang lengkap dan
memadai.

7
DAFTAR PUSTAKA

https://dessykimiapasca.wordpress.com/kimia-xii/sel-elektrokimia/sel-volta-sel-galvani/
http://firdaekaaldaristi.blogspot.com/2012/02/?m=1
https://usaha321.net/pengertian-sel-volta.html

8
LAMPIRAN