Anda di halaman 1dari 16

PANDUAN TELAAH RESEP DAN TELAAH OBAT

UNIT KERJA INSTALASI FARMASI

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MATRAMAN


2018

i
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Bismillahirrahmanirrahim

Puji Syukur kehadirat Allah SWT karena dengan Izin Nya kami dapat

menyelesaikan penyusunan Panduan Telaah Resep dan Telaah Obat di

Rumah Sakit Umum Daerah Matraman.

Penyusunan panduan ini dimaksudkan sebagai petunjuk teknis

pelaksanaan Telaah Resep dan Telaah Obat untuk meningkatkan

keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Matraman. Kami

mengharapkan Panduan Telaah Resep dan Telaah Obat ini dapat

diterapkan dengan sebaik-baiknya yang tentunya disesuaikan dengan

situasi dan kondisi di rumah sakit. Kami menyadari bahwa Panduan

Telaah Resep dan Telaah Obat Rumah Sakit Umum Daerah Matraman

masih mengandung kekurangan-kekurangan yang asupannya justru kami

harapkan akan datang dari pemakai.

Demikan segala saran dan masukkan yang bersifat membangun

dalam meningkatkan mutu pelayanan farmasi di Rumah Sakit Umum

Daerah Matraman kami terima dengan senang hati.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................. i

DAFTAR ISI ......................................................................................... ii

KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSUD MATRAMAN ...................... iii

BAB I DEFINISI ..................................................................................... 1

BAB II RUANG LINGKUP ..................................................................... 2

BAB III TATA LAKSANA ........................................................................ 3

BAB IV DOKUMENTASI ....................................................................... 9

ii
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MATRAMAN
DINAS KESEHATAN
PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MATRAMAN

NOMOR 396 TAHUN 2018

TENTANG

PANDUAN TELAAH RESEP DAN TELAAH OBAT


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MATRAMAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MATRAMAN,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu dan

pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum

Daerah Matraman, maka perlu dibuat Kebijakan

tentang Panduan Telaah Resep dan Telaah Obat;


b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

dimaksud dalam huruf a di atas, perlu ditetapkan

Keputusan Direktur tentang Panduan Telaah

Resep dan Telaah Obat di Rumah Sakit Umum

Daerah Matraman.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang

Kesehatan;
2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang

iii
Rumah Sakit;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor

72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan

Farmasi dan Alat Kesehatan;


4. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009,

Tentang Pekerjaan Kefarmasian.


5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun

2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di

Rumah Sakit;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun

2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah

Sakit;

7. Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus

Ibukota Jakarta Nomor 20 Tahun 2016 tentang

Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Umum

Daerah dan Rumah Sakit Khusus Daerah.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH MATRAMAN TENTANG PANDUAN

TELAAH RESEP DAN TELAAH OBAT DI RUMAH

SAKIT UMUM DAERAH MATRAMAN.

KESATU : Panduan Telaah Resep dan Telaah Obat Rumah Sakit

Umum Daerah Matraman sebagaimana terlampir

dalam Lampiran Keputusan ini.

iv
KEDUA : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

dan apabila dikemudian hari ternyata terdapat

kekeliruan dalam keputusan ini, akan diadakan

perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 4 Juni 2018

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM


DAERAH MATRAMAN

OPY DYAH PARAMITA


NIP. 197910222006042007

v
BAB I
DEFINISI

Beberapa pengertian dimaksud dalam panduan ini sebagai berikut :

A. Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter yang diberi izin

berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada

apoteker untuk menyiapkan dan atau membuat, meracik serta

menyerahkan obat kepada pasien.

B. Telaah resep adalah pemeriksaan terhadap kelengkapan resep ketika

pertama kali resep diterima, meliputi kelengkapan administratif,

kelengkapan farmasetik, dan telaah klinis sebelum resep siap untuk

dilakukan dispensing.

C. Telaah obat adalah pemeriksaan terhadap obat yang sudah dilayani

sebelum diberikan ke pasien dengan melakukan skrining dari benar

pasien, benar obat, benar dosis obat, benar jumlah obat, benar signa

dan benar rute.

vi
BAB II
RUANG LINGKUP

Panduan ini berlaku untuk seluruh staf yang terlibat dalam kegiatan telaah

resep dan telaah obat, baik resep untuk rawat jalan maupun rawat inap.

Adapun ruang lingkup dalam panduan ini meliputi :

A. Telaah administratif dan farmasetik.

B. Telaah klinis.

C. Telaah obat.

vii
BAB III
TATA LAKSANA

A. Telaah administratif dan farmasetik

a. Nama dan SIK dokter

Petugas instalasi farmasi mengkroscek nama dan SIK dokter

penulis resep adalah dokter yang bekerja di RSUD Matraman.

b. Identitas pasien

Petugas instalasi farmasi mengkroscek identitas pasien (Nama

pasien, No rekam medis dan tanggal lahir pasien) lengkap tertulis

sesuai dengan persyaratan ketepatan identifikasi pasien.

c. Tanggal penulisan resep

Petugas instalasi farmasi mengkroscek tanggal penulisan resep

terisi dan sesuai dengan tanggal diterimanya resep. Jika tanggal

penerimaan resep melebihi jangka waktu 3 hari dari tanggal

penulisan resep, petugas wajib mengkonfirmasikannya terlebih

dahulu kepada dokter penulis resep.

d. Penulisan riwayat alergi obat

Petugas instalasi farmasi mengkroscek penulisan riwayat alergi

obat pada resep terisi atau tidak, jika terisi ya (ada alergi obat),

maka dikroscek kembali apakah obat yang diresepkan

mengandung isi atau zat aktif dari riwayat alergi obat pasien.

e. Penulisan berat badan untuk pasien anak (Dibawah 12 tahun)

Untuk resep pasien anak, petugas instalasi farmasi mengkroscek

kembali apakah dituliskan berat badan pada resep. Jika tidak ada

viii
konfirmasi kepada dokter/ perawat untuk dituliskan ulang berat

badan pasiennya.

f. Kejelasan tulisan dokter di resep

Petugas instalasi farmasi membaca tulisan dokter pada resep, jika

nama pasien, nama obat, dosis sediaan, signa, cara pemberian

ada yang tidak jelas petugas mengkonfirmasi kembali dokter

penulis resep dan menuliskan hasil konfirmasi pada lembar

konfirmasi.

B. Telaah klinis

1. Duplikasi

Petugas instalasi farmasi menilai adanya duplikasi pemberian obat

dalam satu resep. Kejadian yang dianggap duplikasi adalah

pemberian obat dengan mekanisme kerja yang sama atau bahkan

dengan isi/ kandungan yang sama. Misal pemberian lansoprazol

bersamaan dengan pemberian omeprazol, atau pemberian

lansoprazol cap bersamaan dengan pemberian prosogan capsul

(kandungan lansoprazol).

2. Kontraindikasi

Petugas instalasi farmasi menilai adanya kontraindikasi pemberian

obat dalam satu resep. Kejadian yang dianggap kontraindikasi

adalah pemberian obat dengan mekanisme kerja yang sama

dalam satu waktu pemberian. Misal pemberian obat koagulan

(asam traneksamat) dengan pemberian obat antikoagulan

(warfarin) dalam satu waktu pemberian.

ix
3. Interaksi obat

Petugas instalasi farmasi menilai adanya kemungkinan terjadinya

interaksi obat dalam pemberian obat-obatan yang diresepkan.

Interaksi obat dikaji dengan menggunakan software medscape.

Kejadian yang dianggap interaksi adalah kejadian dengan level

interaksi obat mayor dan moderate jika dikaji menggunakan

software interaksi obat medscape.

C. Telaah obat

1. Benar pasien

Sebelum obat diberikan, identitas pasien harus diperiksa (gelang

identitas) untuk pasien rawat inap atau ditanyakan langsung

kepada pasien atau keluarganya untuk pasien rawat jalan.

Konfirmasi langsung tersebut kemudian dikroscek terhadap etiket/

label obat yang akan diberikan kepada pasien.

2. Benar obat

Obat memiliki nama dagang dan nama generik. Setiap obat

dengan nama dagang yang asing (belum pernah didengar

sebelumnya) WAJIB diperiksa nama generiknya, bila perlu

hubungi apoteker untuk menanyakan isi atau kandungan obat

tersebut. Sebelum obat diberikan kepada pasien, kroscek etiket/

label obat yang ada pada kemasan. Verifikasi terhadap resep

(untuk rawat jalan) dan Catatan Pemberian Obat (untuk rawat

inap).

x
3. Benar dosis

Sebelum memberi obat, petugas harus memeriksa dosis sediaan

dan dosis pemberiannya. Dosis sediaan obat tertera pada kemasan

obat, sedangkan dosis pemberian tertera pada resep (Rawat Jalan)

dan Catatan Pemberian Obat (Rawat Inap). Jika ragu, petugas

wajib berkonsultasi dengan dokter yang menulis resep atau

apoteker sebelum obat diberikan ke pasien. Ada beberapa obat

baik suntik maupun oral memiliki dosis sediaan yang berbeda tiap

ampul atau tabletnya. Wajib waspadai kemungkinan terjadinya

LASA dalam pemberian obat.

4. Benar aturan pakai

Sebelum memberikan obat, petugas wajib memastikan signa

(aturan pakai) penggunaan obat. Ini sangat penting, karena

efektifitas pemberian obat sangat dipengaruhi aturan pemberiannya

karena terkait dengan konsentrasi obat didalam tubuh. Jika obat

harus diminum sebelum makan, untuk memperoleh kadar yang

diperlukan, harus diberi setengah jam sebelum makan. Ada obat

yang harus diminum setelah makan, untuk menghindari iritasi yang

berlebihan pada lambung misalnya asam mefenamat obat yang

diberikan 3 x 1 digunakan tiap 8 Jam dan obat yang diberikan 2 x 1

digunakan tiap 12 jam.

5. Benar rute

a. Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda.

Faktor yang menentukan pemberian rute terbaik ditentukan

oleh keadaan umum pasien, kecepatan respon yang diinginkan,

xi
sifat kimiawi dan fisik obat, serta tempat kerja yang diinginkan.

Obat dapat diberikan peroral, sublingual, parenteral, topikal,

rektal, inhalasi.

1) Oral, adalah rute pemberian yang paling umum dan paling

banyak dipakai, karena ekonomis, paling nyaman dan

aman. Obat dapat juga diabsorpsi melalui rongga mulut

(sublingual atau bukal) seperti tablet ISDN.

2) Parenteral, kata ini berasal dari bahasa Yunani, para

berarti disamping, enteron berarti usus, jadi parenteral

berarti diluar usus atau tidak melalui saluran cerna, yaitu

melalui vena (perset/ perinfus).

3) Topikal, yaitu pemberian obat melalui kulit atau membran

mukosa. Misalnya salep, lotion, krim, spray, tetes mata.

4) Rektal, obat dapat diberi melalui rute rektal berupa enema

atau supositoria yang akan mencair pada suhu badan.

Pemberian rektal dilakukan untuk memperoleh efek lokal

seperti konstipasi (dulcolax supp), antihaemoroid (anusol),

pasien yang tidak sadar/ kejang (stesolid supp). Pemberian

obat perektal memiliki efek yang lebih cepat dibandingkan

pemberian obat dalam bentuk oral, namun sayangnya tidak

semua obat disediakan dalam bentuk supositoria.

5) Inhalasi, yaitu pemberian obat melalui saluran pernafasan.

Saluran nafas memiliki epitel untuk absorpsi yang sangat

luas, dengan demikian berguna untuk pemberian obat

secara lokal pada salurannya, misalnya salbutamol

xii
(ventolin), combivent, berotek untuk asma, atau dalam

keadaan darurat misalnya terapi oksigen.

6. Benar indikasi

Sebelum memberikan obat petugas kembali mengkroscek

kesesuaian indikasi obat dengan diagnosa dan keluhan dari pasien

untuk memastikan ketepatan pemberian obat.

7. Benar dokumentasi

Sebelum memberikan obat petugas mengkroscek kembali

dokumentasi pemberian obat seperti etiket ataupun label obat.

Pastikan tidak ada kesalahan dokumentasi seperti salah penulisan

nama obat, nama pasien, dosis, serta signa dan rute pemberian

obat.

xiii
BAB IV
DOKUMENTASI

A. Formulir telaah resep

FORMULIR TELAAH RESEP DAN TELAAH OBAT

INSTALASI FARMASI RSUD MATRAMAN

Kesesuaian
No Telaah resep Ya Tidak
1 Nama dan SIK Dokter
2 Tanggal Resep
3 Penulisan Riwayat alergi Obat
4 Berat badan (Pasien anak)
5 Tulisan dalam resep jelas
6 Ketersediaan obat
7 Tepat indikasi
8 Duplikasi obat
9 Interaksi obat

xiv
Kesesuaian
No Telaah Obat Ya Tidak

1 Tepat pasien

2 Tepat Obat

3 Tepat dosis pemberian

4 Tepat rute pemberian

5 Tepat cara pemakaian

6 Tepat informasi

7 Tepat dokumentasi

Konfirmasi dokter

Tanggal dan Jam :

Perihal Konfirmasi

Jawaban konfirmasi

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM


DAERAH MATRAMAN

OPY DYAH PARAMITA


NIP 197910222006042007

xv