Anda di halaman 1dari 7

STEP 1

 Emetropia : emertos  ukuran normal (keseimbangan wajar). Opsis 


penglihatan . jadi emetropia adalah mata normal tanpa ada kelainan refraksi
dan dapat berfungsi dengan normal
 Media refrakta : terderi dari humor aquos, cornea, crysstalina, dan corpus
vitreum. Fungsinya adalah untuk membiaskan cahaya
 Visus : kejernihan penglihatan atau sebuah ukuran kuantitatif untuk
mengidentifikasi simbol2 berwarna hitam dengan latar bellakang putih dengan
jarak yang di standarisasi. Normalnya 20/20 (kaki) atau 6/6 (meter). Visus
kurang dari 20/20 berarti kurang.
o Visus centralis (mata dalam keadaan istirahat)
 Jauh : ketajaman penglihatan untuk benda jauh
 Dekat : ketajaman penglihatan untuk benda dekat
o Visus perifer : menggambarkan luas medan penglihatan.
 Ortoforia : kedudukan bola mata dimata kerja otot seimbang. Dimana dia
dapat melakukan fusi tanpa melakukan apapun.
STEP 2

1. Jelaskan anatomi mata


2. Jelaskan histologi mata
3. Jelaskan fisiologi mata
4. Jelaskan bagaimana jaras penglihatan
5. Jelaskan bagaimana cara pengukuruan visus
6. Apa saja fungsi dari humor aquos?
7. Bagaimana proses akomodasi mata
8. Bagaimana mekanisme pergerakan mata dan bagaimana posisi mata yang
normal?
9. Jelaskan mengenai media refrakta
10. Apa saja jenis jenis pemeriksaan pada mata?
11. Bagaimana mekanisme pemfokusan mata pada benda?
12. Apa hubungan vit A dengan kesehatan mata?
13. Berapa normal tekanan bola mata? Dan apa saja yang mempengaruhi tekanan
bola mata?
14. Jelaskan bagaimana pengaliran humor aquos

STEP 3

1. Jelaskan anatomi mata


kornea
tunika fibrosa
sklera

choroidea

tunika corpus
selubung
vaskulosa cilliaris

iris

stratum
bulbus oculi pigmenti
tunika
oculus nervosa
retina
n. opticus humor
aquosus
organon
musculi oculi lensa
visuum isi
crystalina

palpebra corpus
organo oculi vitreum
acessorius
conjunctiva

glandula
lacrimalis

Pada retina terdapat fotoreseptor


 Sel batang
o Abu abu
 Sel kerucut
 Hijau (klorolabe, sensitif thd gelombang 540 nm)
 Biru (sianolabe, sensitive thd gel 440 nm)
 Merah  eritrolabe (sensitive thd gelombang 570 nm)
Buta warna  tidak ada sel kerucut
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan buku iscihara
TEORI Buta warna
Trikromat
o Kemungkinan tidak bisa melihat diantara 3 warna inti
o Protoanomalia : tidak bisa melihat warna merah
o Deutaromalia : tidak bisa melihat warna hijau
o Tritranomalia : tidak bisa melihat warna biru
Dikromat
o Kerusakan buta warna merah  terlihat kehijauan : rotanopia
o Buta warna hijau  terlihat kekuningan : delteranopia
o Biru  kehijauan : piltranopia

2. Jelaskan histologi mata


 Palpebral
Ada banyak kelenjar berfungsi untuk menghasilkan cairan untuk melumasi
mata
 Kel meibom : untuk sekresi minyak dan mencegah adhesi kedua
palpebra ketik amenutup
 Kel zeis : akan bermuara ke bulu mata
 Kel mol : untuk sebagai kel apokrin
 Kel wolfring
 Kel Krause : untuk antimikroa, membersihkan mikroba
Lapisan palpebra
 Epidermis
 Dermis
 Subkutan
 m. orbicularis oculi
 lamina konjunctiva palpebra
akan berlanjut jadi kontungtiva, banyak pembuluh darah
 Konjungtiva
Banyak pembuluh darah, agak dekat dg dunia luar ada epitel squamous
complex keratin, yang agak dalam ada epitel kolumner.
Di epitel kolumner ada sel goblet untuk menghasilkan mucus untuk
membasahi bola mata.
Banyak persyarafan, jadi bisa meraskaan nyeri dan gatal.
Banyak pembuluh darah  luka  mudah sembuh
 Bulu mata dan alis
Mencegah aliran keringat ke bulumata
 Apparatus lakrimal
Glandula dan ductus
Produksi air mata 1 hari 1 ml  apabila ada rangsangan  produksi
meningkat
Otot
4 jenis m. rectus (superior, inferior, medial, lateral)
2 m. oblique (superior dan inferior)

Tunika vibrosa
 Sklera

 Kornea
 Epitel squamous non keratin
 Membrane bowman
 Stroma
 Membrane desciment
 Epitel squamous simplex (endotel)

Tunika vaskuler

 Koroid
Lebih dalam dari sklera, untuk menutrisi bagian posterior retina.
Mengandung melanosit (menghasilkan melanin yang akan
menyerap cahaya yang berlebihan)
o Suprakoroid (melanosit besar)
o Vaskuler (melnosit sudah agak mulai gepeng )
o Korio kapiler (terdiri dari anyaman kapiler dan serat
elastis)
o Membrane bruch
 Iris
Memisahkan anterior dan post chamber
Epitel iris adalah epitel corpus cilliare
Posterior : epitel berpigmen, dan epitel setengah berpigmen,
dan ada yang tumpang tindih
Anterior : tonjolan tidak rata dan mengandung fibroblast
Pigmen  mewarnai mata
Tinggi  hitam
Sedang  hijau
Rendah  biru

Tunika nervosa
 Retina
o Lapisan berpigmen
o Lapisan fotoreseptor
o Lapisan membrane limitan externa
o Lapisan inti luar
o Lapisan plexiform luar
o Lapisan inti dalam
o Lapisan plexiform dalam
o Lapisan sel ganglion
o Lapisan serat nervus optikus
o Lapisan limitan mebrana interna
 s
3. Jelaskan fisiologi mata
Cahaya masuk  kornea  dibiaskan  masuk ke kamera okuli anterior
dibiaskan  pupil (untuk pengaturan instensitas cahaya) - kamera okuli
posterior  lensa (melakukan akomodasi untuk pemfokusan bayangan) 
corpus vitreum (untuk membiaskan cahaya) retina --> diartikan oleh otak
(bayangan bersifat maya adan semu)  n. optikus menghantarkan impuls ke
lobus occipitalis  ciasma optikum  nasal  traktus optikus  korteks ss
pusat  lobus occipitalis  bayangan akan diartikan
Temporal  ipsi lateral  traktus optikus  korteks ss pusat  lobus
occipitalis  bayangan akan diartikan
lobus occipitalis
primer (area broadman 17)
lihat ada cahaya
sekunder (area broadman 18,19)
interpretasi
tersier (area temporal medial)
untuk mengingat ulang

Iris
Pars plana : untuk proses kontraksi dilatasi
Pars plikata :

Serat sirkuler : seperti cincin untuk kontraksi  sistem parasimpatis


Serat radial : sepeprti gerigi roda sepeda untuk dilatasi pupil  saraf simpatis

Midriasis  proses melebarkan pupil  oleh m. dilator pupil


m. spincter  untuk mengecilkan pupil  myosis
Pupil

Mekanisme berkedip
Berdasarkan rangsang dibagi menjadi 3
 Involunter
Berkedip yang terjadi secara spontan tanpa adanya stimulus dengan
generator kedipan yang ada di otak.
 Volunter
Secara sadar dapat membuka dan menutup mata
 Psikis
Berkedip yang dirangsang apabila ada rangsang dari luar. Melalui n.
trigeminus dan n. fascialis

Melibatkan ada 2 otot

 m. levator palpebra superior


 m. orbicularis oculi

melibatkan nucleus caudatus

inhibisi  diatur korteks frontal

80% kedipan sempurna

18% tidak sempurna

2% berkedut

Fungsi proteksi mata

Kedipan mata berulang : untuk menyebarkan air (sebagai pelumas, pembersih,


dan bakteriasid). Air mata dari kel. Lacrimal.

Air mata yang dikeluarkan sebagnding dengan yang di produksi.

Kelopak mata : untuk menutup mata dan melindungi mata anterior. Misal
cahaya yang terlalu banyak, bahaya yang akan mengenai mata, atau bulu ata
tersentuh. Akan menutup scr reflex.

4. Jelaskan bagaimana jaras penglihatan

5. Jelaskan bagaimana cara pengukuruan visus


6. Apa saja fungsi dari humor aquos?
Untuk mempertahankan tekanan intraokuler
Tekanan normall 15-18 mmhg
Normal tertinggi pada waktu bangun tidur di pagi hari
Normal terendah pada malam hari
Untuk menutrisi (oksigen, glukosa, asam amino) lensa dan kornea karena
avaskuler
Untuk mengangkut substansi seoerti lactat acid
Berperan ketika inflamasi  memberi respon humoral dan seluler
Di sekresi oleh proc. Cillaris dengan keceptan 2-3 mikroliter/hari
Akan mengisi kamera okuli anterior dan posterior

7. Jelaskan bagaimana pengaliran humor aquos


Proc cilliaris  cairan dan elektrolit  kamera okuli posterior  pupil 
kamera okuli anterior  angulus iridocornealis  trabeluka meshwork terdpt
celah kecil (15mmHg) pada mata normal, cairan yang meninggalkan mata
2,5mikroliter/menit kanalis schlemm  vena episscleraris  v cilliaris
anterior

8. Bagaimana proses akomodasi mata


9. Bagaimana mekanisme pergerakan mata dan bagaimana posisi mata yang
normal?
10. Jelaskan mengenai media refrakta
11. Apa saja jenis jenis pemeriksaan pada mata?
12. Bagaimana mekanisme pemfokusan mata pada benda?
13. Apa hubungan vit A dengan kesehatan mata?
14. Berapa normal tekanan bola mata? Dan apa saja yang mempengaruhi tekanan
bola mata?
15. Struktur anatomi pelindung bola mata