Anda di halaman 1dari 13

Contoh soal 1

Generator arus searah seri, 50 KW, 250 Volt, resistans kumparan jangkar 0,1 ohm, rugi
tegangan pada sikat tidak ada. Hitung a. Arus jangkarnya bila bekerja pada beban penuh b.
Resistans medan seri bila tegangan yang dibangkitkan =300 Volt

Penyelesaian:
Lihat gambar di bawah ini dengan data berikut, Poutput = 50 kW; Vt = 250 Volt ; Ra = 0,1 Ohm
dan Ea = 300 Volt
a. Arus jangkarnya: Ia = 50000/250 = 200 Amp.
b. Resistans Medan Seri Ea = Vt + IaRa + IRs + vsi
300 = 250 + 200x0.1 + 200xRs + 0 maka 300 = 270 + 200xRs
Rs = 0,15 ohm

Contoh soal 2

Generator DC seri mempunyai besar resistansi jangkar 25 Ω, resistansi kumparan seri 100 Ω,
serta rugi inti dan rugi gesek 200 watt dengan tegangan beban 250 V. Hitunglah : a. GGL
armatur; b. Po (daya output); c. Rugi-rugi total; d. Pin (daya input); e. ηekonomis

Diketahui:

Ra = 25 Ω

Rs = 100 Ω
Vt = 250 V Rugi-rugi = 200 watt

Jawab : Rtotal = Ra + Rs = 25 + 100 = 125 Ω


I = Ia = Is = IL = Vt / Rtotal = 250 / 125 = 2 A

a.) Ea = IaRa + IsRs + Vt = I Ra + I Rs + Vt = I (Ra + Rs) + Vt = 2 (125) + 250 = 500 V


b.) Po = Vt . IL = 250 . 2 = 500 watt
c.) Rugi total = rugi armatur + rugi kumparan seri + rugi-rugi = (Ia)2 . Ra + (Is)2 . Rs + rugi-
rugi = 22 . 25 + 22 . 100 + 200 = 100 + 400 + 200 = 700 watt
d.) PIN = Po + rugi total = 500 + 700 = 1200 watt
e.) ηekonomis = Po / Pin x 100 % = 500 / 1200 x 100 % = 41,67 %
Contoh soal 3

Suatu generator arus searah 4 kutub mempunyai belitan jangkar yang terdiri dari 648
penghantar (konduktor) total yang dihubungkan dalam 2 garis edar paralel (jalan paralel arus
pada penghantar jangkar). Jika fluks per kutub = 0,321 x 10 6 maxwell dan kecepatan
perputaran dari jangkar 1800 rpm, hitung tegangan rata-rata yang dibangkitkan.

Penyelesaian :
Banyaknya penghantar seri per garis edar paralel sama dengan Banyaknya fluks yang
dipotong per putaran
Ф = 4 x 0,321 x 106 = 1,284 x 106 maxwell

Putaran jangkar per detik = Waktu yang dipergunakan per putaran : t = Eav / penghantar =
Eg (tegangan total yang dibangkitkan) = 0,386 x 324 = 125 volt

N = 1800 rad/menit = 1800/60 = 30 Put/s


Dari contoh soal diatas hitung rating arus pada tiap penghantar pergaris edar jika daya yang
dibangkitkan oleh jangkar adalah 5kW
Penyelesaian :

Daya (P) dalam watt = Tegangan (V) dalam volt x Arus atau I dalam Amp Arus Jangkar Total
Arus per-penghantar (pergaris edar)

Contoh soal 4

Suatu generator arus searah kompon pendek 20kW bekerja dengan beban penuh pada
tegangan terminal 250 Volt. Resistans kumparan jangkar, kumparan medan seri, dan
kumparan medan shunt masing-masing sebesar 0,05 ohm,0,025 ohm, dan 100 ohm. Hitung
tegangan yang harus dibangkitkan oleh jangkar.

Diket:
Poutpu t= 20kW;
Vt =250 Volt
Ra = 0,05 ohm;
Rs = 0,025 ohm dan
Rsh = 100 ohm

Ditanya: Tegangan yang dibangkitkan oleh jangkar

Jawab:
I = Po/Vt = 20000/250 = 80
Ish = (250 + 80 x 0,025)/100 =
Ia = Ish + I = 80+2,52 = 82,52 Amper
Ea = Vt + IaRa + IRs + vsi
= 250 + (82,52x0,05) + (80x0,025) + 0 = 250 + 4,126 + 2 = 256,126 Volt
Contoh soal 5

Generator DC seri 50 KW, 250 V. tahanan kumparan jangkar 0,1Ohm, rugi tegangan pada
sikat tidak ada, Hitung : a) Arus jangkar bila bekerja pada beban penuh; b) Tegangan yang
dibangkitkan jika tahapan medan seri untuk start 0,15

Dik : Pout = 50 KW = 50.103 W


Vt = 250 volt
Ra = 0,1 ohm
vsi = 0 ohm

Dit : a. Ia pada beban penuh


b. Ea jika Rs = 0,15 ohm

Jwb :
a. Ia = I = Vt / Ra = 50000/250 = 200 A
b. Ea = Vt + IaRa + I Rs + vsi
= 250 + 200.0,1 + 200 (0,15) + 0 = 300 V

Contoh soal 6

Generator DC komponen pendek 40 KW, 380 V tahanan jangkar 0,03 Ohm, tahanan medan
seri 0,05 ohm dan tahanan medan shunt 75ohm. Hitunglah tegangan yang dibangkitkan oleh
generator.

Dik : Pout = 40 KW = 40.103 W


Vt = 380 V
Ra = 0,03 Ohm
Rs = 0,05 Ohm
Rsh = 75 Ohm

Dit : .Ea = .........?

Jwb :
I = Po/Vt = 40000/380 = 105,26 A
Ish = (380 + 105,26 x 0,05)/75 = 5,14 A
Ia = I + Ish = 105,26 + 5,14 = 110,4 A
Ea = Vt + IaRa + IRs + vsi
= 380 + 110,4 (0,03) + 105,26 (0,05) + 0 = 388, 575 V
Contoh soal 7

Generator DC kompon panjang melayani beban 75 A. Pada tegangan terminal 500 V.


Tahanan jangkar 0,1 Ohm, tahanan medan seri 0,2 Ohm dan tahanan medan shunt 50 Ohm.
rugi tegangan persikat 0,5 V. Jika penggerak mula 50 kW. Hitung : a. Tegangan yang
dibangkitkan oleh jangkar; b. Efisiensi sistem

Dik : I = 75 A Rsh = 50 
Vt = 5000 V vsi = 2(0,5) V=1V
Ra = 0,1  Rs = 0,2 
Dit : a. Ea =......? b.  =.......?
Jwb :
a. Ish = Vt/Rsh = 500/50 = 10 A
Ia = I + Ish = 75 + 10 = 85 A
Ea = Vt + IaRa + IaRs + vsi
= 500 + 85(0,1) + 85 (0,2) + 1= 526,5 V

b. Pout = I. Vt
= 75.500
= 37500 W
Pin = Ea.Ia + vsi.Ia = 526,5 x 85 + 1 x 85 = 44837,5 W
 generator Po/Pin= (37500/44837,5) x 100% = 0,8364
 dari penggerak mula ke generator= (44837,5/50000) = 0, 8968

 sistem = 0,8968 x 0,8364 x 100% = 75%

Contoh soal 8

Generator arus searah kompon panjang 10 Kw, 250 volt, mempunyai resistans medan shunt
sebesar 125 ohm, resistans rangkaian jangkar 0,4, resistans medan seri 0,05 ohm, rugi – rugi
beban sasar 540 watt, rugi tegangan pada sikat waktu beban penuh sebesar 2 volt, hitung
efisiensinya.

Penyelesaian:
Arus beban penuh (IFL) = 10.000/250 = 40 Amper
Arus pada medan shunt (Ish) = 250/125 = 2 Amper
Arus pada jangkar (Ia) = 40+2 = 42 Amper

Rugi – rugi daya :


Daya sasar = 540 watt
Jangkar (Pcua) = (42)2×0,4 = 705 watt
Medan seri (Pcus) = (42)2×0,05 = 88 watt
Medan shunt (Pcush) = 250 x 2 = 500 watt
Kontak sikat = 2 x 42 = 82 watt

Rugi – rugi daya total = 1.917 watt

Efesiensi  = [10000/(10.000+1.917)]×100% = 83,9 %

Contoh soal 9

Motor arus searah shunt 230 volt mempunyai resistansi jangkar 0,5 ohm dan resistensi medan
shunt 115 ohm.
Pada waktu beban nol kecepatannya 1200 rpm dan arus jangkar 2,5 amper. Pada wakru beban
penuh kecepatannya turun menjadi 1120 rpm.
Hitung:
Arus jala – jala pada waktu beban penuh.
Daya input waktu beban penuh,
Regulasi kecepatannya.

Penyelesaian :

nNL=1200 rpm;
EbNL=Vt  IaRa  ∆Vsi = 230-(2,5×0,5) = 228,75 volt
nNL=1120 rpm; Eb = 230-〖(I〗a×0,5)
nFL/nNL =Eb/Eb0 →1120/1200=(230-(Ia-0,5))/228,75 → Ia=33 Amper
Ish = 230/115 =2 amper → I = 33+2 = 35 Amper

Arus jala – jala pada waktu beban penuh I = 35 amper

Daya input waktu beban penuh Pin = 230 x 35 = 8,05 Kw

Regulasi kecepatan = (nNL nFL)/nFL ×100% = (1200-1120)/1120×100% = 7,14 %

Contoh soal 10

Motor arus searah 15 hp mempunyai rugi – rugi total sebesar 1.310 watt waktu bekerja
dengan beban penuh. Hitung efisiensinya.

Penyelesaian :
Efesiensi  = [(15 x 746)/(15x746 + 1310)]×100% = 89,5 %

Contoh soal 11

Motor shunt, daya keluaran = 6912 watt, tegangan terminal = 230 Volt, tahanan jangkar dan
tahanan medannya masing – masing adalah 0,5 ohm dan 120 ohm, efisiensi = 0,90, putaran =
600 rpm.
Tentukan besarnya tahanan mula yang diperlukan, jika di kehendaki arus jangkar yang
mengalir pada saat start sama dengan arus beban penuhnya.
Setelah motor berputar, tahanan mula dihilangkan dan disisipkan tahanan yang dipasangkan
seri dengan tahanan jangkar sebesar 2,5 ohm, sedangkan arus medan dan arus jangkar tetap.
Tentukanlah perputaran dan daya keluarnya.

Penyelesaian

Pada beban penuh :


Daya masuk = Pin = 6912/0.90 = 7680 watt
Arus total = IL = 7680/240 = 32 ampere
Arus medan = Ish = 240/120 = 2 ampere
Arus jangkar = Ia = 32 – 2 = 30 ampere
Pada keadaan start, n = 0 dan Ea = 0
Untuk motor shunt : Vt = Eb + Ia ( Ra+ Rm ) dan Rm = tahanan mula

Maka:
( Ra+ Rm ) = Vt / Ia = 240/30 = 8 ohm
Jadi,
Rm = 8-0,5 = 7,5 ohm
Pada keadaan beban penuh : nFL = 600 rpm
Eb1 = Vt  IaRa = 240  30×0,5 = 225 volt
Bila kemudian di pasangkan tahanan seri sebesar 2,5 ohm, sedangkan arus medan dan arus
jangkar tetap, maka
Eb2 = 240  30(0,5+2,5) = 150 volt
Dan dari Ea = Cn, dimana C = konstanta, sedangkan fluks () konstan (karena arus medan
konstan), didapat hubungan:
Eb1 / Eb2 = n1 / n2 → n2 = Ea2 / Ea1 x n1 = 150/225×600 = 400 rpm
Daya keluar Po2 = n2 / n1 × Po1 = 400/600×6912 = 4612 watt

Contoh soal 12

Pada tegangan 230 volt, sebuah motor dc shunt berjalan pada 1000 rpm dan menarik arus 5
Amp. Tahanan jangkar dari motor 0,025 dan tahanan medan shunt 230 ohm. Hitunglah rugi
kecepatan apabila motor tersebut di bebani dan menarik arus dari jala 41 Amp. Reaksi jagkar
di abaikan.

Penyelesaian:
Dalam hal ini berlaku:
n2 / n1 = Eb2 / Eb1 × 1/2
Pada kondisi awal :
Ish = 230/230 = 1 Amp
Ia = I Ish = 5-1 = 4 Amp
Jadi
Eb1 = Vt  IaRa = 230  (4×0,025) = 229,9 volt
n1 = 1000 rpm
Pada kondisi kedua :
Ish = 1 Amp
Ia = 41  1 = 40 Amp
Eb1 = Vt  IaRa = 230  (40×0,025) = 229 volt
n2 = ⋯…..?
Jika 1 =2 karena mesin shunt, maka berlaku :
n2 / n1 = Eb2 / Eb1 atau n2 = Ea2 / Ea1 x n1 = (229×1000)/229,9 = 996,8 rpm

Contoh soal 13

Sebuah motor dc 230 volt menarik arus pada beban nol 2 amp dan berputar pada kecepatan
1200 rpm, jika arus beban penuh 40 amp, tentukanlah :
a) Kecepatan beban penuh.
b) Persentase regulasi kecepatan. Angggap bahwa fluksi sisa tetap. Tahanan jangkar 1,25
ohm.

Penyelesaian:
Tahanan medan shunt tidak di berikan, arus medan shunt tidak dapat dihitung, maka kedua
hal ini diabaikan.
Eb1 = Vt  Ia1Ra = 230  (2×0,25) = 229,5 volt
Eb2 = Vt  Ia2Ra = 230  (40×0,25) = 220 volt
n1 = 1200 rpm; n2 = ........?
Berlaku :
n2 / n1 = Eb2 / Eb1 × 1/2
Jika 1 =2 karena mesin shunt, maka berlaku
n2/1200 = 220/229,5
Jadi
n2 = 1200 × 220/229,5 = 1150 rpm.
Jadi % regulasi kecepatan = (1200  1150)/1150×100% = 4,3 %

Contoh soal 14

Sebuah generator dc shunt mengirimkan daya 50 Kw pada 250 volt apabila berputar pada
kecepatan 400 rpm. Tahanan jangkar dan medan berturut turut 0,02 ohm dan 50 ohm.
Hitunglah kecepatan mesin apabila di jalankan sebagai motor shunt dan mengambil daya 50
Kw pada tegangan 250 volt. Ambil rugi tegangan kontak 1 volt persikat.

Penyelesaian :
Sebagai generator
Ish = 250/50 = 5 Amp
Ia = I + Ish = 200 + 5 = 205
IaRa = 205 × 0,02 = 4,1 volt
vsi = rugi tegangan sikat = 2 x 1 = 2 volt.
Jadi Ea = 250+4,1+2 = 256,1 volt
n1=400 rpm

Sebagai motor :
Eb = Vt  IaRa
Ish = 250/50 = 5 Amp
Ia = I  Ish = 200  5 = 195 Amp
Eb = 250  (195×0,02)  2 = 244,1 Volt
n2 / n1 = Eb2 / Eb1 × 1/2
n1 = kecepatan sebagai generator.
n2 = kecepatan sebagai motor
1 =2 karena mesin shunt
Maka :
n2 / n1 = Eb / Ea → n2/400 = 244,1/256,1
Jadi
n2 = (400×244,1)/256,1 = 381,4 rpm

Contoh soal 15

Motor shunt berputar 1000 rpm, dengan numerik arus 25 ampere dari sumber. Jika tegangan
sumber 250 volt dan tahanan jangkar serta tahanan medan berturut – turut 1 ohm dan 250
ohm, hitunglah fluks / kutub, jangkar mempunyai 48 alur dengan 4 konduktor/alur dan
dihubungkan gelung. Juga hitung efisiensi jika rugi – rugi besi, gesekan dan belitan adalah
800 watt.

Penyelesaian
Di ketahui bahwa :
Eb = Vt  IaRa = 250  (I  Ish) x1
Arus sumber I = 25 ampere
Tahanan medan 250 ohm. Sehingga :
Ish = 250⁄250 =1 ampere
Eb = 250 - 24×1 = 226 volt
Eb = Znp/4×60
 = ((226×60))/48×4×1000 weber
 = 0,0706 weber/kutub
(Karena merupakan belitan gelung p = a)
Daya masuk ke mesin Pin = 250 x 25 = 6250 watt
Daya masuk ke jangkar Pe = 226 x 24 = 5424 watt
Jika rugi – rugi gesekan, belitan, histerisis, dan arus eddy sebesar 860 watt, maka daya
keluaran Pout = 5424 – 860 = 4624 watt
Sehingga efisiensi η = 4625/6250 x 100% = 74 %

Contoh soal 15

Motor shunt dengan suplai tegangan 250 V bekerja dengan kecepatan 1200 rpm untuk
mengerjakan beban mekanis 30 HP yang dikopel langsung. Dari pembacaan ammeter terbaca
arus jala-jala ke motor 102 A. Diketahui Ra  0.2  dan R f  125  . Hitung (a) nilai rugi-rugi
rotasi (b) efficiensi.

Vf 250
a) Ia  I L   102   100 A
Rf 125

E  Vt  I a Ra  250   100   0.2   230 V

Pd  E I a   230   100   23,000 W

PFW  Pd  Ps  23,000   30   746   620 W

Ps  100%   30   746   100% 


b)     87.76%
Vt I L  250   102 

Contoh soal 16

Pada papan nama motor DC shunt tertulis data 230 V, 1350 rpm, 10 HP, and 37.5 A. Sebagai
tambahan diketahui Ra  0.35  , Rugi-rugi putaran angin dan gesekan 519 W , dan arus medan
sebesar 0.75 A pada kondisi terpasang. (a) Hitung torsi yang dibangkitkan, Tegangan balik dan
efisiensi pada kodisi terpasang (rated). (b) Bila motor beroperasi pada kondisi terpasang tetapi torsi
beban berkurang sehingga arus turun menjadi 20 A, hitung kecepatan sekarang dan torsi yang
dibangkitkan.

Ps  PFW  10   746   519


(a) Td    56.44 N  m
m 1350 / 30
I a  I L  I f  37.5  0.75  36.75 A

E  Vt  I a Ra  230   36.75   0.35   217.14 V

Ps  10   746 
  100%    100%   86.49%
Vt I L  230   37.5 

(b) Since I f is unchanged,  p is unchanged. Let R denote rated condition.

I a  I L  I f  20  0.75  19.25 A

E  Vt  I a Ra  230   19.25   0.35   223.26 V

E 223.26
nm  nmR   1350   1388.1 rpm
ER 217.14

Ia 19.25
Td  TdR   56.44   29.56 N  m
I aR 36.75

Contoh soal 17

Motor arus searah 15 hp mempunyai rugi – rugi total sebesar 1.310 watt waktu bekerja
dengan beban penuh. Hitung efisiensinya.

Penyelesaian :
Efesiensi  = [(15 x 746)/(15x746 + 1310)]×100% = 89,5 %

Contoh soal 18

Generator arus searah kompon panjang 10 Kw, 250 volt, mempunyai resistans medan shunt
sebesar 125 ohm, resistans rangkaian jangkar 0,4, resistans medan seri 0,05 ohm, rugi – rugi
beban sasar 540 watt, rugi tegangan pada sikat waktu beban penuh sebesar 2 volt, hitung
efisiensinya.

Penyelesaian:
Arus beban penuh (IFL) = 10.000/250 = 40 Amper
Arus pada medan shunt (Ish) = 250/125 = 2 Amper
Arus pada jangkar (Ia) = 40+2 = 42 Amper

Rugi – rugi daya :


Daya sasar = 540 watt
2
Jangkar (Pcua) = (42) ×0,4 = 705 watt
Medan seri (Pcus) = (42)2×0,05 = 88 watt
Medan shunt (Pcush) = 250 x 2 = 500 watt
Kontak sikat = 2 x 42 = 82 watt

Rugi – rugi daya total = 1.917 watt


Efesiensi  = [10000/(10.000+1.917)]×100% = 83,9 %

Contoh soal 19

Motor arus searah shunt 230 volt mempunyai resistansi jangkar 0,5 ohm dan resistensi medan
shunt 115 ohm.
Pada waktu beban nol kecepatannya 1200 rpm dan arus jangkar 2,5 amper. Pada wakru beban
penuh kecepatannya turun menjadi 1120 rpm.
Hitung:
Arus jala – jala pada waktu beban penuh.
Daya input waktu beban penuh,
Regulasi kecepatannya.

Penyelesaian :

nNL=1200 rpm;
EbNL=Vt  IaRa  ∆Vsi = 230-(2,5×0,5) = 228,75 volt
nNL=1120 rpm; Eb = 230-〖(I〗a×0,5)
nFL/nNL =Eb/Eb0 →1120/1200=(230-(Ia-0,5))/228,75 → Ia=33 Amper
Ish = 230/115 =2 amper → I = 33+2 = 35 Amper

Arus jala – jala pada waktu beban penuh I = 35 amper

Daya input waktu beban penuh Pin = 230 x 35 = 8,05 Kw

Regulasi = (nNL nFL)/nFL ×100% = (1200-1120)/1120×100% = 7,14 %

Contoh soal 20

Suatu motor shunt, daya keluar = 6912 watt, tegangan terminal = 230 Volt, tahanan jangkar
dan tahanan medannya masing – masing adalah 0,5 ohm dan 120 ohm, efisiensi = 0,90,
putaran = 600 rpm.
Tentukan besarnya tahanan mula yang diperlukan, jika di kehendaki arus jangkar yang
mengalir pada saat start sama dengan arus beban penuhnya.
Setelah motor berputar, tahanan mula dihilangkan dan disisipkan tahanan yang dipasngkan
seri dengan tahanan jangkar sebesar 2,5 ohm, sedangkan arus medan dan arus jangkar tetap.
Tentukanlah perputaran dan daya keluarnya.

Penyelesaian

Pada beban penuh :


Daya masuk = Pin = 6912/0.90 = 7680 watt
Arus total = IL = 7680/240 = 32 ampere
Arus medan = Ish = 240/120 = 2 ampere
Arus jangkar = Ia = 32 – 2 = 30 ampere
Pada keadaan start, n = 0 dan Ea = 0
Untuk motor shunt : Vt = Eb + Ia ( Ra+ Rm ) dan Rm = tahanan mula
Maka:
( Ra+ Rm ) = Vt / Ia = 240/30 = 8 ohm
Jadi,
Rm = 8-0,5 = 7,5 ohm
Pada keadaan beban penuh : nFL = 600 rpm
Eb1 = Vt  IaRa = 240  30×0,5 = 225 volt
Bila kemudian di pasangkan tahanan seri sebesar 2,5 ohm, sedangkan arus medan dan arus
jangkar tetap, maka
Eb2 = 240  30(0,5+2,5) = 150 volt
Dan dari Ea = Cn, dimana C = konstanta, sedangkan fluks () konstan (karena arus medan
konstan), didapat hubungan:
Eb1 / Eb2 = n1 / n2 → n2 = Ea2 / Ea1 x n1 = 150/225×600 = 400 rpm
Daya keluar Po2 = n2 / n1 × Po1 = 400/600×6912 = 4612 watt

Contoh soal 21

Pada tegangan 230 volt, sebuah motor dc shunt berjalan pada 1000 rpm dan menaruik arus 5
Amp. Tahanan jangkar dari motor 0,025 dan tahanan medan shunt 230 ohm. Hitunglah
kecepatan saat motor tersebut di bebani dan menarik arus dari jala 41 Amp. Reaksi jagkar di
abaikan.

Penyelesaian:
Dalam hal ini berlaku:
n2 / n1 = Eb2 / Eb1 × 1/2
Pada kondisi awal :
Ish = 230/230 = 1 Amp
Ia = I Ish = 5-1 = 4 Amp
Jadi
Eb1 = Vt  IaRa = 230  (4×0,025) = 229,9 volt
n1 = 1000 rpm
Pada kondisi kedua :
Ish = 1 Amp
Ia = 41  1 = 40 Amp
Eb1 = Vt  IaRa = 230  (40×0,025) = 229 volt
n2 = ⋯…..?
Jika 1 =2 karena mesin shunt, maka berlaku :
n2 / n1 = Eb2 / Eb1 atau n2 = Ea2 / Ea1 x n1 = (229×1000)/229,9 = 996,8 rpm

Contoh soal 22

Sebuah motor dc 230 volt menarik arus pada beban nol 2 amp dan berputar pada kecepatan
1200 rpm, jika arus beban penuh 40 amp, tentukanlah :
Kecepatan beban penuh.
Prosentase regulasi kecepatan. Angggap bahwa fluksi sisa tetap. Tahanan jangkar 1,25 ohm.

Penyelesaian:
Tahanan medan shunt tidak di berikan, arus medan shunt tidak dapat dihitung, maka kedua
hal ini diabaikan.
Eb1 = Vt  Ia1Ra = 230  (2×0,25) = 229,5 volt
Eb2 = Vt  Ia2Ra = 230  (40×0,25) = 220 volt
n1 = 1200 rpm; n2 = ........?
Berlaku :
n2 / n1 = Eb2 / Eb1 × 1/2
Jika 1 =2 karena mesin shunt, maka berlaku
n2/1200 = 220/229,5
Jadi
n2 = 1200 × 220/229,5 = 1150 rpm.
Jadi % regulasi kecepatan = (1200  1150)/1150×100% = 4,3 %

Contoh soal 23

Sebuah generator dc shunt mengirimkan daya 50 Kw pada 250 volt apabila berputar pada
kecepatan 400 rpm. Tahanan jangkar dan medan berturut turut 0,02 ohm dan 50 ohm.
Hitunglah kecepatan mesin apabila di jalankan sebagai motor shunt dan mengambil daya 50
Kw pada tegangan 250 volt. Ambil rugi tegangan kontak 1 volt persikat.

Penyelesaian :
Sebagai generator
Ish = 250/50 = 5 Amp
Ia = I + Ish = 200 + 5 = 205
IaRa = 205 × 0,02 = 4,1 volt
vsi = rugi tegangan sikat = 2 x 1 = 2 volt.
Jadi Ea = 250+4,1+2 = 256,1 volt
n1=400 rpm

Sebagai motor :
Eb = Vt  IaRa
Ish = 250/50 = 5 Amp
Ia = I  Ish = 200  5 = 195 Amp
Eb = 250  (195×0,02)  2 = 244,1 Volt
n2 / n1 = Eb2 / Eb1 × 1/2
n1 = kecepatan sebagai generator.
n2 = kecepatan sebagai motor
1 =2 karena mesin shunt
Maka :
n2 / n1 = Eb / Ea → n2/400 = 244,1/256,1
Jadi
n2 = (400×244,1)/256,1 = 381,4 rpm

Contoh soal 24

Motor shunt berputar 1000 rpm, dengan numerik arus 25 ampere dari sumber. Jika tegangan
sumber 250 volt dan tahanan jangkar serta tahanan medan berturut – turut 1 ohm dan 250
ohm, hitunglah fluks / kutub, jangkar mempunyai 48 alur dengan 4 konduktor/alur dan
dihubungkan gelung. Juga hitung efisiensi jika rugi – rugi besi, gesekan dan belitan adalah
800 watt.

Penyelesaian
Di ketahui bahwa :
Eb = Vt  IaRa = 250  (I  Ish) x1
Arus sumber I = 25 ampere
Tahanan medan 250 ohm. Sehingga :
Ish = 250⁄250 =1 ampere
Eb = 250 - 24×1 = 226 volt
Eb = Znp/4×60
 = ((226×60))/48×4×1000 weber
 = 0,0706 weber/kutub
(Karena merupakan belitan gelung p = a)
Daya masuk ke mesin Pin = 250 x 25 = 6250 watt
Daya masuk ke jangkar Pe = 226 x 24 = 5424 watt
Jika rugi – rugi gesekan, belitan, histerisis, dan arus eddy sebesar 860 watt, maka daya
keluaran Pout = 5424 – 860 = 4624 watt
Sehingga efisiensi η = 4625/6250 x 100% = 74 %

Anda mungkin juga menyukai