Anda di halaman 1dari 1

SHE SECTION

APAKAH SAFETY ITU MEREPOTKAN DAN MEMBUANG WAKTU?


COBA BAYANGKAN JIKA TERJADI KECELAKAAN

JIKA SAFETY ITU MEREPOTKAN


Banyak yg berkomentar, betapa repotnya harus memakai APD seperti safety shoes, helmet, safety belt atau
safe body harness double lanyard ketika naik diketinggian dan lain‐lain. Namun, bisa dibayangkan betapa
repotnya bila terjadi incident. Harus melakukan pertolongan pertama kepada korban (harus menguasai dan
memahami anatomi, Teknik P3K, CPR dan pemakaian alat – alat rescue yang lain), mengevakuasi korban
dengan ambulan di site.
dipindahkan lagi oleh ambulan ke rumah sakit, yang tentunya hal ini memakan waktu. Terbayanglah betapa
repotnya menolong orang, sehingga jangan sampai diantara kita ada yang menjadi orang yang harus
ditolong / jangan kecelakaan.

JIKA SAFETY ITU MEMBUANG WAKTU


Banyak juga yang menyampaikan alangkah cepatnya jika setelah datang, langsung naik ke unit tidak usah
P5M atau P2H, ketika service diluar workshop langsung kerjakan saja tanpa ada ijin untuk memastikan
kelengkapan dan kelayakan alat.

Team rescue SIS dalam melakukan simulasi evakuasi korban dari tambang sampai RS memakan waktu
antara 30 – 50 Menit dengan mengevakuasi korban yang tidak sebenarnya. Waktu tempuh yang cukup
panjang jika itu adalah gangguan nafas atau gangguan peredaran darah apalagi jika dengan korban yang
sebenarnya, tentu akan lebih lambat lagi karena pada saat perjalanan akan selalu memperhatikan kondisi
korban.

Suatu kejadian yang pernah terjadi disite SIS SAMO yang bisa menjadi pembelajaran kita bersama jeritan
rasa sakit yang dahsyat oleh Bp. Suyanto (Mekanik Traknus yang terjatuh dari Crane Linkbelt), yang
mungkin dalam seumur hidupnya itulah teriakan yang paling keras yang dia teriakkan saat dilakukan proses
evakuasi dari tambang menuju RS Dr Rivai tanjung redep karena mengalami fraktur tulang paha dan masih
juga terngiang jeritan tangis keluarga dari Almarhum Bp. Hariadi ( Mekanik PT BRL yang terjepit hose
cylinder boom PC saat perbaikan – semoga arwahnya diberikan tempat yang mulia disisi‐Nya). Dari kedua
kasus tersebut keduanya mengalami kehilangan waktu yang sangat berharga dan tidak bisa ditukar dengan
apapun.

Untuk itu marilah bersama kita jadikan bahan renungan bahwa TIDAK ADA KATA REPOT DAN TIDAK
MEMBUANG WAKTU UNTUK BERBUAT SELAMAT. Dan justru akan SANGAT REPOT DAN KEHILANGAN
WAKTU BILA KECELAKAAN. “DO SAFE OR NOT AT ALL”
Semoga Tuhan YME (Alloh SWT) selalu memberikan petunjuk dan lindunganNYA bagi kita semua yang
bekerja dengan niatan ibadah dalam memberikan nafkah untuk keluarga.

Hari / Tanggal Presenter Tanda Tangan


Jam Nama Jabatan
Departemen
Site