Anda di halaman 1dari 4

3. Sebutkan dan jelaskan 10 macam aspek yang tidak tampak dalam komunikasi!

Jawab:

a) Meaning/Pemaknaan

Penciptaan arti dari simbol-simbol komunikasi yang kita buat. Manusia menciptakan atau
menghasilkan simbol. Ketika menggunakan simbol dalam berkomunikasi, kita menciptakan
arti arti (meaning) dari simbol-simbol tersebut. Tanpa arti yang kita buat simbol itu tidak
bermakna lagi. Dalam memberi makna sebuah simbol, ada sebuah simbol yang disepakati
oleh banyak orang, ada pula simbol yang artinya secara terbatas atau berbeda-beda. Lampu
lalu lintas merupakan contoh simbol yang maknanya disepakati oleh banyak orang, namun
ada simbol yang maknanya disepakati oleh orang yang berbeda.

b) Learning/Pembelajaran

Yaitu kecenderungan manusia dalam merespon pesan tertentu. Atau disebut refleks.
Misalnya, bayi yang baru dilahirkan secara otomatis dapat mengisap susu ibu, kita dengan
cepat akan berteriak dan menarik tangan kita jika tangan itu kena sesuatu yang panas atau
membuatnya sakit, dsb. Respon seperti ini bersifat otomatis, non simbolik, dan tidak
dipelajari. Respon seperti itu hanya sebagian kecil dari aktivitas manusia. Dalam
kehidupannya, manusia justru lebih banyak dituntu memproses pesan yang didasari oleh arti-
arti(meaning) yang telah dipelajarinya. Setipa saat manusia dihadapi oleh pesan-pesan dan ia
harus memberikan reaksi atas pesan-pesan itu. Disini, ia bertindak atau memberikan respon
dengan memberi arti atas pesan-pesan itu. Pemberian arti itu diperoleh manusia lewat
proses learning (belajar). Hal itu diperoleh melalui sekolah formal, (misalnya: membaca,
menulis, menghitung); namun proses belajar terbanyak melalui pengalaman.

c) Subjectivity/Subjektivitas

Setiap manusia dikatakan unik dan membei makna yang berbeda-beda terhadap sesuatu
pesan, anehnya komunikasi antar manusia masih tetap dapat berjalan. Ini sangat terkait
dengan pengartian makna berdasarkan pengalaman masing-masing. Dan tidak ada orang yang
memiliki pengalaman yang sama persis, dan karenanya tidak ada dua orang yang sama persis
memberikan makna atas pesan yang didapatnya. Makna yang kita berikan bersifat personal
dam subjektif. Misalnya, setiap orang memiliki makna yang berbeda terhadap nilai uang. Ada
yang sudah sangat gembira diberi uang Rp. 10.000,00. Namun ada juga yang menganggap
uang sebesar itu tidak bermakna baginya.

d) Negotiation/Negosiasi

Manusia selalu mampu melakukan negosiasi dengan kemampuan adaptif yang


menakjubkan. Walaupun Setiap manusia dikatakan unik dan setiap orang memberikan makna
yang berbeda-beda terhadap suatu pesan , anehnya, komunikasi antar manusia tetap
berlangsung. Mengapa demikian? Jawabnya, karena manusia senantiasa melakukan
negosiasi.
Manusia memiliki kemampuan adaptif yang menakjubkan. Dalam proses komunikasi,
kita selalu melakukan adaptasi atau menyesuaikan diri dengan komunikator lain. Dalam
proses negosiasi kita akan mengirimkan pesan-pesan yang kita perkirakan akan diterima oleh
mitra bicara kita dan kita berusaha membuat interpretasi atau menangkap makna atas pesan
yang dikirim olehnya sesuai dengan yang dimaksudkannya. Karena proses negosiasi ini,
komunikasi tetap bisa berlangsung.

e) Culture/Budaya

Setiap saat kita belajar dari dan dengan orang lain. Kita dipengaruhi orang-orang lain
melalui partisipasi kita dalam kelompok, organisasi, dan masyarakat. Melalui partisipasi ini,
kita membagun kesamaan pengalaman dengan orang-orang lain. Dalam proses komunikasi
sosial ini, simbol-simbol kita pengalaman-pengalaman orang lain menjadi terbagi, tersebar,
terstandarisasi. Inilah yang disebut dengan intersubjectived. Melalui komunikasi manusia,
kita menciptakan budaya bersama. Ini akan membantu kita dalam memberikan makna atas
sesuatu. Makin sama budaya kita dengan orang lain, makin sama pandangan atau makna kita
tentang sesuatu, maka makin baik komunikasi berjalan.

f) Interacting levels and context/Konteks dan Tingkat Interaksi

Perjalanan komunikasi manusia dalam berbagai konteks dan berbagai tingkatan baik
individu, antarindividu, kelompok, organisasi dan masyarakat. Hubungan-hubungan individu
lain yang kita jalin, kelompok dimana kita terlibat, organisasi tempat kita bekerja, dan
masyarakat tempat kita tinggal, semuanya akan mempengaruhi aktivitas komunikasi
individual kita. Pada gilirannya, komunikasi interpersonal kita misalnya apa yang kita
rasakan dan pikirkan tentang diri kita sendiri mempengaruhi interaksi kita dengan orang lain,
kelompok, organisasi, masyarakat.
g) Self-reference/Referensi Diri

Komunikasi manusia bersifat self-reference dan autobiografis. Dalam berkata atau


bertindak, atau memberikan makna akan sesuatu, orang selalu merujuk pada dirinya sendiri
dan pengalamannya sendiri tentang hal tersebut. Hal-hal yang kita katakan, kerjakan dan
intepretasikan kata-kata dan tindakan orang lain adalah refleksi dari pengalaman, kebutuhan
dan harapan kita sendiri.

h) Self-reflexivity/Refleksi Diri

Karakteristik lain dari komunikasi manusia adalah adanya kemampuan refleksi diri atau
kesadaran diri (self conciousness). Artinya, manusia punya kemampuan melihat dirinya
sendiri sebagai ‘diri’ (self). Karena kemampuan ini, manusia memiliki kemampuan untuk
memikirkan dirinya, perilakunya, harapannya, dan sebaliknya juga mengenali apa-apa
kekurangannya, kegagalannya, harapannya yang tak tercapai, dan sebagainya. Kemampuan
tentang ‘diri’ ini berpengaruh besar terhadap misalnya bagaimana kita kita bicara kepada
orang lain, kita berpikir tentang sesuatu, kita bertindak, dan sebagainya. Ini semua jelas
berpengaruh terhadap hubungan kita dengan orang lain.

i) Invetability/Hal-hal Tak Terelakkan

Manusia tidak dapat tidak berkomunikasi (we cannot not communicate). Manusia tidak
akan pernah berhenti melakukan komunikasi. Sepanjang waktu ia akan terus terlibat dalam
proses menghasilkan dan menerima pesan.

j) Ethich/Etika
 Membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggung
jawabkan.
 Membantu manusia mengambil sikap dan tindakan secara tepat dalam
komunikasi.

4. Jelaskan yang dimaksud dengan komponen komunikasi berikut ini:


1. Seleksi 5. Informasi
2. Interpretasi 6. Source
3. Retensi 7. Teknologi dan Lingkungan
4. Receiver 8. Lingkungan