Anda di halaman 1dari 40

EDISI

#30

ISSN: 2087-5967

GALA DINER Reakreditasi AACSB


www.feb.ugm.ac.id/ebnews

Artikel Dosen | Advertorial | Pojok Alumni | Galeri Foto | Siapa Dia


P R A K ATA
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Salam sejahtera untuk kita semua

Puji syukur kehadiran Allah SWT atas segala limpahan karunia dan rahmat Nya kepada kita
semua atas terbitnya EB News Edisi 30 ini. Edisi kali ini meurunkan liputan mengenai peniliani
FEB UGM dalam reakreditasi AACSB. Tujuan AACSB adalah untuk meningkatkan kualitas
pendidikan manajemen di seluruh dunia melalui akreditasi, pemikiran kepemimpinan dan
pelayanan bernilai tambah. Selain itu, AACSB merupakan ciri khas keunggulan dalam sekolah
bisnis, yang telah diberikan pada kurang dari 5% program sekolah bisnis di dunia. FEB UGM
mempertahankan dan melakukan reakreditasi yang dilakukan setelah mendapatkan akreditasi
AACSB pada tahun 2014. Untuk mendapatkan reakreditasi ini harus melalui penilaian internal
yang ketat, evaluasi dan perbaikan selama 5 tahun dari tahun 2014 sampai tahun 2019.
FEB UGM guna mendapatkan reakreditasi haruslah mengimplementasikan perencanaan
yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh AACSB, yang membutuhkan kualitas
lingkungan belajar yang tinggi, program inovatif dan aktif menjalin hubungan dengan dunia
industri. Melalui reakreditasi ini, FEB UGM tidak hanya memenuhi standar yang unggul tetapi
juga mempunyai komitmen yang tinggi untuk melakukan perbaikan dan memastikan bahwa
akan melanjutkan pendidikan berkualitas tinggi.

Pada edisi ini akan menghadirkan kegiatan dalam rangka reakreditasi AACSB sebagai standart
perguruan tinggi di dunia yang akan disajikan dalam beberapa artikel liputan khusus mulai
dari sosialisasi AACSB, pengenalan dan pendalaman visi dan misi FEB UGM, gala dinner dan
visitasi Peer Review Tim AACSB pada tanggal 25-27 Februari 2019. Selain itu, kegiatan dan
kemeriahan terangkum dalam berrbagai kegitan diantaranya kuliah umum dan kegiatan
softskill kelas bagi mahasiswa dan acara temu alumni Kafegama di daerah Sumatera Utara.

Artikel dosen kali ini ditulis oleh Rimawan Pradiptyo, Ph.D. dengan tema Mengukur Biaya
6RVLDO.HJLDWDQ7HURUJDQLVLUVHUWDWLGDNNDODKPHQDULN\DLWXVRVRNSURƬODOXPQLSXWUDGDHUDK
Sumatera Utara, Wasi Abbas (Kafegama 1995) yang saat ini menjabat sebagai founder dan
CEO Konsi Core sebagai wujud bakti putera negeri untuk dunia yang lebih baik.

Selamat membaca dan terus bersinergi meningkatkan kualitas Pendidikan Tinggi di Indonesia.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Eko Suwardi, M. Sc., Ph. D.


Dekan
DAFTAR ISI
Magister Akuntansi 01
Magister Ekonomika
Pembangunan 07
Magister Manajemen 09
Magister Sains & Doktor 15
PPAk 19
P2EB 21

ARTIKEL DOSEN 23

ADVERTORIAL 26

POJOK ALUMNI 27

Galeri Foto 29

SIAPA DIA 31

Testimoni Mahasiswa
Asing 32

FASILITAS 33

BEASISWA &
REKRUTMEN 35
“Seminar on
Governance
and Financial
Criminology:
Current Issues in
the Private and
Public Sector”
K
ejahatan keuangan merupakan masalah bagi negara
manapun di seluruh dunia. Bentuk kejahatannya
yang beragam serta dapat dilakukan oleh individu
maupun organisasi, memberikan tantangan serius bagi
pemerintah. Luasnya dampak negatif yang ditimbulkan
praktik kejahatan ini membuat berbagai pihak, mulai dari
akademisi, pemerintah, organisasi internasional, maupun
profesi berlomba-lomba dalam memberikan terobosan
mekanisme pendeteksi serta penanggulangan kejahatan
yang sering dilakukan secara terorganisasi. Di berbagai
organisasi, kejahatan ini menjadi salah satu alasan penting
bagi mereka dalam melakukan evaluasi dan penguatan
tata kelola organisasi yang baik. Di berbagai negara dengan
tingkat kejahatan keuangan yang tinggi, praktik ini dilaporkan
sebagai parasit atas optimisme pertumbuhan ekonomi.
Bagi para pelakunya, batas negara tidak menjadi hambatan
dalam menjalankan kejahatannya. Untuk itu, tak heran
apabila dalam perkembangannya, mekanisme pendeteksian
dan pencegahan kejahatan keuangan ini turut melibatkan
kerja sama antarnegara, baik pada tingkat bilateral maupun
internasional.
Dalam rangka memberikan kontribusi nyata dalam
mengaktifkan mekanisme pendeteksian dan pencegahan
praktik kejahatan keuangan, universitas serta akademisi
dapat mengambil bagian. Tidak hanya melalui penelitian,
tetapi juga dalam melakukan sosialisasi tentang praktik
kejahatan keuangan. Aktivitas sosialisasi merupakan hal
sentral untuk mencegah perluasan praktik kejahatan
keuangan. Melalui sosialisasi ini, dapat ditumbuhkan literasi
masyarakat tentang berbagai bentuk kejahatan keuangan.
Tidak hanya itu, rasa kebersamaan dan nilai-nilai terkait anti
kejahatan keuangan dapat ditanamkan melalui hadirnya
sosialisasi ini. Setidaknya, dengan meningkatnya kesadaran
masyarakat tentang berbagai bentuk praktik kejahatan
serta pentingnya peran aktif mereka dalam mekanisme
anti kejahatan keuangan ini, maka diharapkan kegiatan anti
kejahatan keuangan dapat semakin meluas dan dipraktikkan.

1 MAGISTER AKUNTASI
Selama ini, sekalipun mekanisme Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, tersebut.
pendeteksian kejahatan keuangan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Normah Omar menyampaikan
seperti mekanisme whistleblowing (Kemenristekdikti) Republik Indonesia. financial criminology marak terjadi
telah banyak disosialisasikan di Sedangkan pembicara dari Malaysia sektor privat, tetapi dapat juga terjadi
berbagai institusi, implementasinya adalah Prof. Normah Omar, Ph.D., CPA di sektor publik. Beberapa isu kejahatan
masih belum maksimal. Salah satu hal yang merupakan Direktur Accounting keuangan yang sering muncul pada
yang mungkin menjadi alasan belum Research Institute (ARI) Universiti sektor privat melibatkan perusahaan-
optimalnya implementasi mekanisme Teknologi MARA, Malaysia. perusahaan besar serta melibatkan
ini adalah dikarenakan masih Dalam paparannya Prof. Ainun teknologi mutakhir. Dalam kurun
terbatasnya pemahaman masyarakat Na’im menyampaikan terdapat waktu sekitar tahun 2000 hingga 2008,
terkait dengan bentuk serta efek dari beberapa hal mengenai kecurangan banyak kecurangan keuangan besar
praktik kejahatan keuangan. atau kejahatan keuangan yang sedang terjadi di seluruh dunia, yang melibatkan
Dalam rangka DIES Natalis ke-16 dimitigasi oleh pemerintah, terutama perusahaan-perusahaan besar seperti
dan memberikan dukungan positif Kemenristekdikti. Oleh karena itu, Enron, Worldcom, Freddie Mac, Fannie
pada gerakan anti kejahatan keuangan, diperlukan tata kelola pemerintahan Mae, Lehman Brothers, dan lainnya.
Program Magister Akuntansi Fakultas yang dapat mencegah korupsi Kecurangan keuangan pada masa
Ekonomika dan Bisnis Universitas yang sistemik dengan melakukan ini terjadi dari internal perusahaan.
Gadjah Mada (Maksi FEB UGM) turut pengawasan terhadap pelaksanaan Kasus-kasus tersebut melibatkan
memberikan kontribusi dalam beragam operasional program. Selain itu, falsification of accounts dan earnings
bentuk aktivitas sosialisasi program orientasi anggaran dialihkan dari management. Di sisi lain, tren kejahatan
anti kejahatan keuangan. Kegiatan penggunaan dana menjadi berorientasi atau kecurangan dalam beberapa tahun
sosialisasi ini terwujud dalam kegiatan pada outcome, sesuai dengan RPJMN ke depan cenderung dilakukan dengan
seminar dengan tajuk “Governance dan RPJP serta prioritas nasional. penggunaan teknologi tanpa harus
and Financial Criminology: Current Menurutnya, korupsi dapat muncul berada di internal organisasi. Kejahatan
Issues in the Private and Public Sector”. mulai dari proses perencanaan dan pada era ini berbentuk pencurian
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai penganggaran karena proses tersebut database dan penyebaran virus. Untuk
upaya mendukung visi FEB UGM, yaitu relatif kompleks, melibatkan berbagai menanggulangi kejahatan tersebut
“to be the leading Faculty of Economics lembaga, dan memakan waktu panjang diperlukan penguasaan terhadap
and Business by rising to international sehingga rawan benturan kepentingan. information and communication
challenges” Kejahatan atau kecurangan keuangan technologies (ICT).
Seminar ini dilaksanakan pada muncul karena prosedur dilakukan di Diharapkan dengan adanya
Jumat, 30 November 2018 bertempat luar dari proses yang sudah ditentukan. kegiatan ini, para peserta seminar
di Function Hall, lantai 8 Gedung Pusat Pencegahan dapat dilakukan dengan yang terdiri dari akademisi, baik dosen
Pembelajaran dan menghadirkan melakukan peninjauan kembali (review) maupun mahasiswa serta para tamu
akademisi ahli dalam bidang kejahatan atas usulan-usulan dan kesesuaiannya undangan dari berbagai elemen
keuangan dari Indonesia serta Malaysia. dengan prioritas nasional. Namun, masyarakat akan menyadari adanya
Adapun pemateri dari Indonesia perbaikan sistem saja tidak cukup berbagai praktik kejahatan keuangan
adalah Prof. Ainun Na'im, M.B.A, untuk melakukan pencegahan korupsi, di lingkungannya dan memiliki insight
Ph.D. yang merupakan dosen FEB kualitas sumber daya manusia juga untuk mencegah hal tersebut.
UGM yang saat ini menjabat sebagai berperan penting dalam proses

MAGISTER AKUNTASI 2
Focus Group
Discussion Forum Sabtu, 1 Desember 2018 di kampus FEB UGM ini dihadiri oleh sedikitnya

Dosen Akuntansi 180 orang dosen bidang keilmuan akuntansi dari berbagai universitas
dan perguruan tinggi di Indonesia. Adapun tujuan utama dari kegiatan

Publik
ini adalah untuk membahas perbedaan Akuntansi Publik dan Akuntansi
Bisnis dari perspektif teori serta dari perspektif implikasi kebijakan. Selain
hal tersebut, kegiatan ini juga bertujuan untuk membahas struktur dan

E
ra reformasi telah melahirkan otonomi daerah, objektif kurikulum strata 1 dan strata 2.
dimana pemerintah daerah diberikan kewenangan Kegiatan FGD FDAP dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian,
untuk mengelola pemerintahannya berdasarkan Alumni dan Kerjasama, FEB UGM, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.
Undang-Undang. Otonomi daerah juga memberikan Oecon.,Ph.D. dilanjutkan dengan launching buku Akuntansi Publik yang
kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola merupakan karya dosen-dosen FEB UGM, seperti Prof. Dr. Abdul Halim,
keuangannya sendiri. Hal tersebut meningkatkan kebutuhan M.B.A, A.k, CA; Prof. Dr. Indra Bastian; Irwan Taufiq Ritonga, Ph.D.; Rusdi
akan ilmu akuntansi untuk mempertanggungjawabkan Akbar Ph.D; dan Suyanto, Ph.D. Buku Akuntansi Publik diserahkan oleh
pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan. Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand. Oecon.,Ph.D. kepada Ketua FDAP, Dr.
Pertumbuhan dan perkembangan ilmu akuntansi di Harnovinsyah, Ak., M.Si. sebagai simbol sumbangsih FEB UGM terhadap
organisasi pemerintah kemudian memunculkan istilah bidang keilmuan akuntansi.
Akuntansi Sektor Publik. Di Indonesia, organisasi yang FGD sesi pertama dipandu oleh Dr. Fahruzaman, S.E., M.Si., Ak., CA.
berorientasi bukan laba didominasi oleh organisasi Pada sesi ini terdapat dua narasumber yang menyampaikan materi, yaitu
pemerintah sehingga istilah Akuntansi Sektor Publik Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak., CA mengenai “Perbedaan Akuntansi
kemudian menjadi identik dengan istilah Akuntansi Publik dengan Akuntansi Bisnis dari Perspektif Praktik” dan Irwan
(Sektor) Pemerintahan. Taufiq Ritonga, M.Si., Ph.D., Ak., CA mengenai “Perbedaan Akuntansi
Penyebutan kata “sektor” menempatkan Akuntansi Publik dengan Akuntansi Bisnis dari Perspektif Teori”. Tidak hanya itu,
Sektor Publik sebagai subordinat atau cabang dari Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Prof. Dr. Mardiasmo, M.B.A.
ilmu akuntansi yang lebih besar. Penggunaan kata menyempatkan hadir untuk menjadi salah satu narasumber di sela-sela
“sektor” pada Akuntansi Sektor Publik atau Akuntansi kesibukannya. Prof. Dr. Mardiasmo, M.B.A. menyampaikan peran akuntansi
Sektor Pemerintahan terasa mengecilkan akuntansi pada dalam pengelolaan keuangan negara.
organisasi ini. Fenomena ini menunjukkan seolah-olah Pada FGD sesi berikutnya, Prof. Dr. Indra Bastian, M.B.A., CMA.
Akuntansi Publik merupakan cabang dari suatu “dunia” menyampaikan materi dengan topik “Struktur dan Objective: Mata Kuliah
akuntansi yang lebih besar. Padahal, Akuntansi Publik Akuntansi Publik S1”. Pemaparan materi dilanjutkan oleh Prof. Erlina,
adalah akuntansi dengan hulu sendiri yang terpisah. S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA. dengan topik “ : Mata Kuliah Akuntansi Publik
Sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman terhadap S2/S3”. Sesi FGD kedua ini dipandu oleh Dr. Icuk Rangga Bawono, S.E.
Akuntansi Publik, Forum Dosen Akuntansi Publik sebagai moderator.
(FDAP) bekerjasama dengan Program Studi Magister Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang pertemuan dan tukar
Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas pikiran para pendidik dan peneliti di bidang ilmu akuntansi sehingga
Gadjah Mada (Maksi FEB UGM) menyelenggarakan menghasilkan masukan terhadap pengembangan ilmu akuntansi.
focus group discusion (FGD) “Akuntansi Publik: Posisi
dan Teori Dasarnya”. Kegiatan yang dilaksanakan pada

3 MAGISTER AKUNTASI
Kunjungan Magister Akuntansi FEB
UGM ke Accounting Research Institute
University Technology Mara

D
alam rangka mewujudkan visi tersebut merupakan kunjungan
dan misi Magister Akuntansi balasan atas kunjungan yang telah
Fakultas Ekonomika dan Bisnis dilakukan oleh perwakilan ARI UITM
Pascasarjana dan Inovasi, Roshayani
Universitas Gadjah Mada (Maksi Malaysia ke Maksi FEB UGM pada
Arshad, Ph.D; dan Deputi Direktur
FEB UGM) dalam “membangkitkan bulan Agustus 2018. Rombongan
Bidang Penelitian dan Linkage,
tantangan internasional”, pengelola dari Maksi FEB UGM terdiri dari
Jamaliah Said. Ph.D.
Prog ra m St udi M a ksi F E B UG M Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A. selaku
Dalam lawatan singkat tersebut,
melakukan kunjungan ke Malaysia Ketua Program Studi Maksi FEB
ke d u a b e la h p i h a k m e la ku ka n
dalam rangka menjalin kerja sama UGM; Syaiful Ali, S.E., M.I.S., Ph.D.
pembahasan mengenai inisiasi
dengan Accounting Research selaku Sekretaris Depar temen
kerja sama kedua instansi, dalam
Institute University Technology A ku n t a n s i F E B UG M ; d a n P u t r i
hal ini UITM dan UGM, dalam bidang
Mara (ARI UiTM). Kunjungan Paramita Agritansia, S.E., M.Acc.
p e n e l i t i a n , s e p e r t i p e r t u ka ra n
yang dilaksanakan pada yang merupakan dosen Akuntansi
mahasiswa maupun tenaga
21 September FEB UGM. Para rombongan dari
kependidikan, joint research, symposia,
2018 FEB UGM diterima oleh Direktur
conferences, publikasi, dan short
ARI UiTM, Prof. Normah Omar,
course. Berbagai kerja sama dengan
M.B.A, Ph.D; Deputi
instansi internasional diharapkan
Direktur Bidang
akan membuka banyak peluang

D
alam rangka mempererat ikatan dan meningkatkan kompetensi
kekeluargaan dan memperluas para civitas akademika untuk
jaringan komunikasi antara menghadapi tantangan
para alumni dengan almamater, global.
Program Studi Magister Akuntansi bencana dan untuk mendukung
Fakultas Ekonomika dan Bisnis aktivitas pendidikan.
Universitas Gadjah Mada (Maksi Acara reuni yang bertempat
F E B U G M ) m e n y e le n g g a r a k a n di Restoran Apong Seafood,
Temu Alumni Regional Bali. Acara Kuta, Bali ini dihadiri oleh para kekeluargaan dan komunikasi antara
tersebut dilaksanakan pada Jumat, alumni dari berbagai periode para alumni dengan Program Studi
7 Desember 2018. Kegiatan temu yang berbeda. Alumni paling Maksi FEB UGM akan tetap terjaga
alumni merupakan agenda rutin yang senior yang hadir merupakan dan alumni dapat mengabdi kepada
digelar oleh Progam Studi Maksi lulusan tahun 2007, sedangkan almamater melalui berbagai bentuk
FEB UGM di berbagai daerah. Selain alumni termuda lulus pada tahun kontribusi.
bertujuan untuk mempererat ikatan 2018. Para alumni juga berbagi
kekeluargaan dengan para alumni, cerita mengenai kesan selama
kegiatan ini juga bertujuan untuk
meningkatkan animo serta semangat
melaksanakan pendidikan di Maksi
FEB UGM. Selain hal tersebut,
Temu Alumni
para alumni untuk kembali mengabdi
kepada almamater. Bentuk pengabdian
para alumni juga membagikan
informasi mengenai kebutuhan
Regional Bali
tersebut dapat berupa kegiatan staf atau lowongan dari tempatnya
pendidikan maupun pengabdian bekerja. Dari hasil pertemuan
kepada masyarakat. Alumni dapat tersebut, para alumni membuka
b e r ko n t r i bu s i d a la m ke g i a t a n peluang bagi Program Maksi FEB
pendidikan dengan menjadi dosen UGM untuk melaksanakan info
tamu, narasumber, atau memberikan session di beberapa universitas
informasi mengenai lowongan di Bali serta mengundang Ketua
pekerjaan maupun kebutuhan tenaga Program Studi Maksi FEB UGM
ahli. Lain halnya dengan pengabdian untuk memberikan kuliah umum.
kepada masyarakat, alumni dapat Diharapkan dengan adanya
menggalang dana untuk korban kegiatan temu alumni, semangat

MAGISTER AKUNTASI 4
Accounting dan masyarakat umum akan kehadiran
financial technology (fintech) yang
saat ini tengah menjamur di seluruh
Power of Fintech” pada Jumat, 30
September 2018 di Function Hall,
lantai 8 Gedung Learning Center FEB
Competition, dunia. Rangkaian kegiatan ini terdiri
dari Accounting Competition atau
UGM . Seminar ini membahas isu-isu
stratejik terkait fintech, baik dari sisi

Call for Essay


kompetisi akuntansi, Call for Essay praktik maupun regulasi. Kegiatan
atau kompetisi esai, dan Strategic ini menghadirkan pembicara dari
Seminar atau seminar stratejik regulator dan pelaku fintech yang

and Strategic yang mengupas dengan tuntas


mengenai fintech. Rangkaian kegiatan
tediri dari, Isye Nur Isroh, peneliti
dari Otoritas Jasa Keuangan, serta
ini dilaksanakan pada Jumat, 28 perwakilan dari industri fintech,
Seminar 2018 September 2018 bertempat di
Function Hall, lantai 8 dan lantai 6
Sunu Widyatmoko yang merupakan
Ketua Bidang Pinjaman Cash Loan

E
ra revolusi 4.0 diawali dengan Gedung Learning Center FEB UGM. Asosiasi Fintech Nasional. Adapun
lahirnya globalisasi ekonomi. moderator kegiatan ini adalah
Pergerakan kemajuan bisnis di Strategic Seminar Gunawan Wibisono, M.Acc yang
era ini disertai dengan perkembangan Fintech lahir dari jasa keuangan merupakan dosen FEB UGM.
teknologi mutakhir. Kemajuan yang tradisional yang di-backup oleh Isye Nur Isroh dalam paparannya
pesat dibuktikan dengan munculnya teknologi. Basis utama bisnis fintech menyampaikan, bisnis fintech lending
ide-ide bisnis kreatif dan inovatif adalah teknologi dan didukung oleh lahir dari kebutuhan masyarakat
berlatar teknologi. Masyarakat artificial intelligent yang digunakan Indonesia akan pendanaan yang
dunia, tidak terkecuali Indonesia, sebagai alat utama untuk menjalankan besar. Terlebih lagi para pelaku
dituntut untuk mampu mengikuti bisnis ini. Target pasar bisnis fintech usaha yang memiliki kebutuhan
arus perkembangan dan kemajuan adalah individu maupun kelompok pendanaan, tetapi tidak memiliki
teknologi di era revolusi 4.0 saat mulai dari kalangan bawah, menengah, akses ke perbankan atau disebut
ini. Upaya memperkaya pengetahuan hingga atas. Dengan iming-iming unbankable. Untuk memasarkan
digencarkan untuk meningkatkan kemudahan dalam berinvestasi produknya, fintech menggunakan
awareness terhadap perkembangan maupun meminjam dana, fintech aplikasi yang menarik dan
teknologi yang saat ini telah merasuk telah banyak menjaring konsumen menawarkan kemudahan bagi calon
pada setiap lini masyarakat. dari berbagai lapisan masyarakat. konsumen. OJK sebagai regulator
Program Studi Magister Akuntansi Besarnya pangsa pasar fintech di jasa keuangan telah menyusun
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Indonesia merupakan ladang yang regulasi untuk mengatur bisnis
Universitas Gadjah Mada (Maksi harus diawasi secara ketat oleh fintech lending yang kini tengah
FEB UGM) yang merupakan salah regulator, dalam hal ini Otoritas menjamur di kalangan masyarakat
satu program studi unggulan, tidak Jasa Keuangan (OJK). Sebab, tidak melek teknologi. Dengan Peraturan
ingin ketinggalan dalam memberikan jarang iming-iming kemudahan dan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang
kontribusi kepada bangsa dalam keuntungan yang dijanjikan oleh Layanan Pinjam Meminjam Uang
kemajuan era revolusi 4.0 dengan fintech menjadi “boomerang” bagi Berbasis Teknologi, OJK tidak hanya
menghadirkan Accounting Competition, konsumen. mengatur mengenai pendaftaran
Call for Essay and Strategic Seminar Terpanggil dengan fenomena dan perizinan, tetapi juga batasan
2018 atau ACCESS’18 f intech, Himpunan Mahasiswa kegiatan, kewajiban, dan disclaimer
ACCESS’18 merupakan serangkaian Magister Akuntansi (HIMMA) FEB UGM penyelenggaraan fintech lending.
kegiatan yang dilaksanakan dalam menyelenggarakan Strategic Seminar Dari 63 perusahaan penyelenggara
rangka mengedukasi civitas akademika dengan tajuk “The Transformative fintech lending yang terdaftar di

5 MAGISTER AKUNTASI
OJK, 66% di antaranya berasal dari
Jabotedabek. Akumulasi transaksi
borrower berdasarkan provinsi adalah
1.430.357 rekening (entitas) dari
sekitar 135.000 lender.
Sunu Widyatmoko mengungkapkan
bahwa dengan pengguna internet
di Indonesia yang mencapai 133
juta orang, fintech lending menjadi
sangat potensial dan memberikan
dampak yang signifikan. Salah
satu manfaat dari fintech lending
adalah mendorong inklusi keuangan.
Pangsa pasar fintech lending adalah
unbankable people, yaitu mereka
yang tidak memiliki akses ke
lembaga keuangan formal. Mayoritas
unbankable people adalah para
pelaku usaha mikro kecil menengah
yang memiliki pendapatan kurang

dari UMR setiap bulannya sehingga Accounting Competition strata 1 dari berbagai universitas
dianggap tidak memenuhi kriteria yang Selain seminar strategis, di Indonesia. Kompetisi esai ini
ditetapkan oleh lembaga keuangan rangkaian kegiatan ACCESS juga mengusung tema “The Transformative
formal. Di sinilah kemudian fintech terdiri dari Accounting Competition Power of Financial Technology
lending bekerja untuk memenuhi yang merupakan kompetisi di bidang (Fintech)”. Kompetisi ini bertujuan
kebutuhan pendanaan. keilmuan akuntansi yang ditujukan untuk menghasilkan tulisan populer
Kemudahan penyelenggaraan bagi para mahasiswa strata 1 dari yang dapat mengembangkan ilmu
fintech lending tidak terlepas dari berbagai universitas di Indonesia. pengetahuan dan memberikan
fraud yang dapat merugikan kedua Proses kompetisi dimulai dari manfaat praktis. Dari puluhan karya
belah pihak baik lender maupun preliminary test berbasis online yang diterima, terdapat sepuluh
borrower. Fraud tersebut berkaitan yang diikuti oleh delapan belas tim. karya yang berhasil masuk ke babak
dengan validitas data borrower Preliminary test tersebut meloloskan final untuk dipresentasikan kepada
dan risiko penagihan kredit. Hal sepuluh tim yang kemudian mengikuti para juri yang merupakan dosen
tersebut yang mendorong regulator kompetisi di kampus FEB UGM pada Akuntansi FEB UGM. Dari penilaian
dan penyelenggara fintech lending 28 September 2018. Materi kompetisi juri, terdapat tiga karya yang memiliki
bekerja sama agar penanggulangan terdiri dari; Akuntansi Keuangan, keunggulan nilai. Ketiga karya
risiko fraud dapat diwujudkan. Akuntansi Manajemen, Audit, Pajak, tersebut adalah “Fintech dan Cashless
dan Akuntansi Sektor Publik. Dari Society: Sebuah Revolusi Pendongrak
Fintech Now sepuluh tim yang berlaga, terjaring Ekonomi Kerakyatan” karya Elsha
Kegiatan ini merupakan kelanjutan tiga tim yang berhasil menjadi Auditya Bintarto dari Universitas
dari kegiatan seminar stratejik yang pemenang kompetisi. Ketiga tim Airlangga, “Implementasi Financial
menghadirkan para praktisi dari tersebut adalah tim dari Universitas Technology dalam Pengembangan
perusahaan penyedia jasa fintech, Gadjah Mada yang meraih juara I, UMKM di Indonesia” karya Nur
yakni DompetKilat, KreditCepat, tim dari STIE Perbanas Surabaya Arifah dari UIN Sunan Kalijaga, dan
KreditPro, AwanTunai, CashWagon, yang meraih juara II, dan tim dari “Pengaruh Financial Technology
Aktivaku, dan RupiahPlus. Acara ini Universitas Negeri Yogyakarta yang terhadap Dorongan Pembentukan
memperkenalkan industri fintech meraih juara III. Para pemenang Start Up di Indonesia” karya Rizqy
langsung dari para pelaku yang juga Accounting Competition mendapatkan Fitriana dari Institut Pertanian
memaparkan cara untuk memanfaatkan penghargaan berupa trophy, uang Bogor. Para pemenang Call for
produk dari industri ini. Seluruh pembinaan, dan beasiswa pendidikan Essay mendapatkan penghargaan
pengetahuan praktik fintech diulas program studi Magister Akuntansi berupa trophy, uang pembinaan, dan
secara gamblang sehingga dapat FEB UGM. beasiswa pendidikan pada program
memberikan manfaat nyata bagi studi Magister Akuntansi FEB UGM.
pelajar maupun masyarakat umum Call for Essay
dalam memanfaatkan pesatnya Kegiatan ACCESS juga disemarakkan
kemajuan perekonomian global. dengan kompetisi esai atau Call for
Essay yang diikuti oleh mahasiswa

MAGISTER AKUNTASI 6
Workshop
Learning
Goals dan
Learning
Objectives
Alumni MEP FEB UGM yang berkerja
di instansi pemerintah memberi
masukan terkait beberapa kemampuan

P
rogram studi Magister Ekonomika
Pembangunan Fakultas Ekonomika dan softskill yang diperlukan di dunia
dan Bisnis Universitas Gadjah pemerintahan terhadap mata kuliah yang
Mada. diajarkan di MEP FEB UGM. Pemerintah
daerah, sebagai pengguna terbesar
(MEP FEB UGM) merupakan program alumni MEP, mengharapkan MEP FEB
S2 Ekonomika Terapan yang memiliki UGM mengajarkan teori-teori dengan
empat konsentrasi, yaitu Perencanaan disertai contoh yang bisa diaplikasikan,
dan Pembangunan Daerah (PPD), juga cara komunikasi dan negosiasi.
Manajemen Keuangan dan Aset Daerah Selain itu, alumni yang bekerja di
(MKAD), Manajemen Aset dan Penilaian pemerintah daerah menawarkan
Properti (MAPP), dan Manajemen Aset dan diri agar instasinya dijadikan sebagai
Penilaian Bisnis (MAPB). Dalam rangka laboratorium untuk praktik bagi
menjaga kualitas pendidikan, MEP FEB UGM mahasiswa MEP FEB UGM. Perwakilan
mengadakan workshop yang bertajuk MAPPI menekankan pada pentingnya
“Learning Goals dan Learning Objectives”. pengalaman karena MEP FEB UGM
Kegiatan workshop ini bertujuan untuk adalah program studi pascasarjana
meramu ulang tujuan pembelajaran di terapan, artinya bagian praktik harus
MEP FEB UGM. Selain itu, kegiatan ini juga lebih banyak daripada teori. “Seperti
bertujuan untuk memetakan kembali jika kita belajar berenang, mungkin
lulusan berdasarkan masukan dari kita tahu kalau berenang tangannya
mitra, seperti yang diharapkan oleh harus seperti ini, kakinya harus seperti
stakeholders MEP FEB UGM, sehingga itu, tapi kita tidak akan bisa berenang
mampu menghasilkan lulusan yang kalau tidak masuk ke dalam kolam
sesuai dengan institusi tempat para renang,” ujar Okky Danuza.
lulusan bekerja. Dengan adanya workshop ini,
Workshop kurikulum dihadiri oleh diharapkan MEP mampu meramu
Kepala Departemen Ilmu Ekonomi, kurikulum yang menghasilkan lulusan
Rimawan Pradiptyo, M.Sc., Ph.D. beserta dengan bekal akademis dan praktik sesuai
jajaran dan Tim Kurikulum Departemen dengan bidang konsentrasi sehingga
Ilmu Ekonomi FEB UGM; Ketua Umum lulusan MEP bisa siap praktik membantu
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia pemerintah daerah maupun swasta
(MAPPI), Okky Danuza, M.Sc., MAPPI dalam menyelesaikan permasalahannya
(Cert) didampingi perwakilan pengurus masing-masing. Masukan dari para
MAPPI pusat, alumni MEP dan pengguna mitra penyelenggara dan pengguna
lulusan; serta dosen pengajar MEP lulusan akan digunakan untuk
FEB UGM. Workshop dipimpin oleh perbaikan kurikulum pembelajaran
Ketua Program Studi MEP FEB UGM, Dr. MEP FEB UGM ke depan. (mep)
Akhmad Makhfatih yang memaparkan
secara rinci silabus mata kuliah seluruh
konsentrasi dan masalah-masalah yang
dihadapi mahasiswa dalam menempuh
pendidikan.

7 MAGISTER EKONOMIKAN PEMBANGUNAN


I Kuliah Umum Industry 5.0 and
ndustri 4.0 telah menjadi
s e bu a h revo lu s i b es a r d a la m
perkembangan kehidupan
manusia. Teknologi digital telah
Society 5.0 for Indonesia
mempengaruhi manusia dalam
berbagai hal dari ekonomi, sosial,
oleh Prof. Jay Rajasekera
politik, bahkan dalam kehidupan
pribadi manusia itu sendiri. Industri dengan moderator Wakhid Slamet internet, rantai pasokan secara
4 . 0 t i d a k b e r ke m b a n g d e n ga n Ciptono, Ph.D. Dalam sambutannya, global, dan juga big data yang
sendirinya, melainkan dengan adanya Wakhid menjelaskan pentingnya terbentuk dari informasi internet,
masyarakat yang terus belajar dan industri 4.0 untuk Indonesia saat ini sedangkan di Society 5.0, big data
berkembang, oleh karena hubungan dan semoga Indonesia bisa mengikuti berkembang secara signifikan.
industri 4.0 dan masyarakat adalah perkembangan konsep industri 4.0. Big data terbentuk dari sensor,
hubungan timbal balik yang harus Dalam paparannya, Prof. Jay terhubung melalui internet of things,
terus dijaga dan dikembangkan. m en ya m pa ika n per kembangan dianalisis menggunakan artificial
Jepang sebagai negara maju teknologi dan masyarakat intelligence dan dimanfaatkan untuk
yang dikenal menemukan Jepang hingga saat ini mampu menyejahterakan masyarakat,”
berbagai teknologi canggih telah m e ma n fa at ka n big d at a u n t u k imbuhnya. (mep)
memperkenalkan konsep Society menyejahterakan masyarakatnya.
5.0 dimana masyarakat telah “J e p a n g m a m p u m e m p ro d u k s i
berkembang sampai di titik mampu komponen penting yang digunakan
memanfaatkan informasi untuk oleh perusahaan-perusahaan besar
meningkatkan kesejahteraannya. di seluruh dunia yang tidak mampu
Lalu apakah Indonesia mampu diproduksi oleh negara lain. Hal
mencapai Society 5.0 ini? ini merupakan buah dari konsep
Materi Kuliah Umum bertemakan Society 5.0 yang mampu memberi
“Industry 5.0 and Society 5.0 for keunggulan bagi sebuah negara,”
Indonesia” disampaikan oleh Prof. Jay ungkapnya.
Rajasekera dari Tokyo International Prof. Jay juga menceritakan
University untuk mahasiswa dan sejarah Jepang yang mengalami
alumni Program Studi Magister b a n y a k s e k a l i p e r ke m b a n g a n
Ekonomika Pembangunan Fakultas dari Society 1.0 hingga Society
Ekonomika dan Bisnis Universitas 5.0, juga perbedaan Society 4.0
Gadjah Mada (MEP FEB UGM) di dan Society 5.0. “Society 4.0
Auditorium Mubyarto MEP FEB UGM, mengandalkan otomatisasi, robot,

8
Orientasi Mahasiswa
Baru Angkatan 46 dan
Eksekutif B 38
Kampus Jakarta
baru, Prof. Dr. Basu Swastha
D h a r m est h a , M BA m e m b e r i ka n
kuliah Learning Strategies. Materi

O
r i e n t a s i M a h a s i s wa B a r u 9 gedung UGM Kampus Jakarta dan yang disampaikan berisi tentang
Program Studi Magister d i m u la i d e n ga n b e r s a ma - s a ma b e la j a r d a n m e n yes u a i ka n d i r i
Manajemen Fakultas m e n ya n y i ka n la g u ke b a n g s a a n secara cepat dengan lingkungan
Ekonomika dan Bisnis Universitas Indonesia Raya dan Himne Gadjah belajar yang mungkin sangat
Gadjah Mada (MM FEB UGM) Mada. Paparan demi paparan berbeda dari lingkungan belajar
kampus Jakarta, kembali digelar disampaikan oleh Prof. Eduardus, yang telah dialami oleh mahasiswa
d a la m ra n g ka m e n ya m bu t d a n kemudian dilanjutkan sesi tanya baru sebelumnya. Pembekalan ini
m e n ge n a l ka n p ro g ra m ke p a d a j a wa b o le h m a h a s i s wa ke pa d a dimaksudkan untuk mengenalkan
203 mahasiswa baru kelas j a j a ra n d i re ks i ya n g la i n . kepada mahasiswa tentang
Reguler dan Eksekutif A-46, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D. selaku h a ra pa n P ro g ra m St u d i M M F E B
kelas Eksekutif B-38, kelas D e pu t i D i re kt u r N o n A ka d e m i k UGM terhadap kesungguhan dan
I n te r n a s i o n a l Ke m e n ke u 1 , d a n MM FEB UGM Kampus Jakarta dan ke g i g i h a n d a la m m e n e m pu h
kelas Internasional 8 yang hadir B owo S e t i yo n o, M . Co m . , P h . D . program ini sehingga proses
pa d a S a bt u , 9 Fe b r u a r i 2 0 1 9 . s e la ku D e pu t i D i re kt u r B i d a n g belajar menjadi menantang dan
Sebelum Rektor UGM, Prof. Ir. A ka d e m i k , Ke ma h a s i s wa a n d a n m e n ga s y i k ka n bu ka n ma la h a n
Pa n u t M u lyo n o, M . E n g . , D . E n g . Kerjasama MM FEB UGM Kampus menjadi beban dan siksaan.
membuka acara dengan kata Jakarta yang turut hadir pada acara Acara dilanjutkan dengan materi
s a m bu t a n n ya , te r le b i h d a h u lu tersebut, juga memperkenalkan Va lu e s a n d P h i loso p hy of UG M
sambutan disampaikan oleh m a s i n g - m a s i n g ke p a la b a g i a n hingga acara berakhir pada pukul
D i re kt u r P ro g ra m M M F E B U G M ke p a d a m a h a s i s wa b a r u . Pa d a 16.30 WIB.
Kampus Jakarta, Prof. Dr. Eduardus kes e m pat a n te r s e bu t , t u j u h
Tandelilin, MBA. Berikutnya, Eko stu d e n t c lu b ya n g d a pat d i i ku t i
S u wa rd i M . S c . , P h . D, D e ka n F E B mahasiswa juga sekaligus
UGM turut hadir memberikan d i p e r ke n a l ka n .
sambutan untuk mahasiswa Memasuki acara kuliah
baru pada periode semester pembekalan mahasiswa
Fe b r u a r i – J u l i 2 0 1 9 . Ke g i a t a n
dilaksanakan di Auditorium lantai

S.Psi., M.Psi., Ph.D., dan Indrianingsih,


S.Psi. dibantu oleh beberapa panitia

S
etelah mengikuti Orientasi dari karyawan MM FEB UGM Jakarta.
Mahasiswa Baru, mahasiswa baru Dalam acara tersebut, mahasiswa
Program Studi Magister Manajemen dibagi menjadi beberapa kelompok.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas M a s i n g - m a s i n g ke l o m p o k h a r u s
Gadjah Mada (MM FEB UGM) kampus membuat yel-yel yang lucu dan unik.
Jakarta mengikuti Business Fun Games Kemudian, mahasiswa dipandu untuk Business Fun Games
(BFG) yang merupakan rangkaian orientasi memulai tiga jenis permainan yang Mahasiswa Baru Angkatan
pengenalan kampus. Acara tersebut berbeda. Pertama, kereta balon, makna
dilaksanakan pada Minggu, 10 Februari dari permainan ini adalah kebersamaan, 46 dan Eksekutif B 38
2019, pukul 08.00 – 16.00 WIB. kepemimpinan, dan empati. Selanjutnya Kampus Jakarta
Kegiatan dilaksanakan di ruang ada permainan garis kelahiran, dan
Auditorium lantai 9 gedung B Kampus yang terakhir permainan magic carpet.
Jakarta, yang bertujuan untuk menjalin Kedua permainan ini memiliki makna permainan yang baru saja dilakukan serta
keakraban antara sesama mahasiswa kebersamaan dan integritas. Di akhir penyampaian pesan dan kesan dari beberapa
baru. Kegiatan ini dipandu oleh Prof. acara, rangkaian permainan ditutup mahasiswa. Acara ditutup dengan foto
Djamaludin Ancok, Ph.D., Dr. Neila dengan sesi tanya jawab mengenai bersama mahasiswa dengan dosen serta
Ramdhani, M.Si., M.Ed., Galang Lufityanto, makna dan nilai yang ada dalam panitia acara.

9 MAGISTER MANAJEMEN
R
apat Kerja Nasional semacam simulasi final untuk
Keluarga Alumni Fakultas persiapan kunjungan tim accessor
Ekonomika dan Bisnis pada 23 Februari mendatang.
Universitas Gadjah Mada Hadir juga sekitar 25 orang
Magister Manajemen (Rakernas mahasiswa MM yang diundang
Kafegama MM), berlangsung khusus untuk persiapan visitasi
pada Sabtu, 9 Februari 2019 reakreditasi AACSB tersebut.
d e n g a n m e n g u s u n g te m a Rakernas Kafegama MM 2019 ini
“Integrating and Leveraging Our juga dihadiri perwakilan Pengurus
Strenght to Make Impacts”. Rapat Kerja Nasional Kafegama Daerah (Pengda), yaitu Pengda
Acara yang dimulai pukul MM 2019: “Integrating and Jawa Timur (2 orang), Pengda
08.00 sampai dengan 16.30 D.I. Yogyakarta (2 orang), Pengda
te r s e b u t , d i a w a l i d e n g a n Leveraging Our Strenght to Jawa Barat (2 orang).
penandatanganan nota Make Impacts” Dari sembilan bidang yang
kesepahaman (MoU) dengan ada di Kafegama MM, hanya satu
PT. Bank Negara Indonesia memberi salam dan semangat untuk peserta. bidang yang tidak dapat hadir.
Syariah tentang Kerja Sama S e te la h re kto r m e n i n g ga l ka n lo ka s i Dalam Rakernas Kafegama MM,
Penerbitan Kartu Pembayaran rakernas, tampak hadir pula Eko Suwardi, dibahas evaluasi berbagai aspek
Hasanah Kafegama MM. M.Sc., Ph.D., Dekan FEB UGM, untuk menyapa kegiatan 2018 dan penyusunan
S e s a a t s e b e lu m ra ke r n a s dan memberi wejangan bagi peserta Rakernas program 2019 untuk segera
dimulai, Rektor UGM, Prof. Ir. Kafegama MM 2019. Acara ini menjadi spesial d i s i n k ro n k a n m e n j a d i f i n a l
Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. karena kedatangan tiga orang anggota team program kegiatan 2019.
memberikan kata sambutan quality assurance dari tim AACSB FEB UGM.
yang memberikan semangat Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan
bagi semua peserta rakernas. sosialisasi, dan mock up visitasi accessor
Direktur Program MM FEB reakreditasi internasional AACSB. Kegiatan ini
UGM Kampus Jakarta, Prof.
Dr. Eduardus Tandelilin, MBA
juga hadir untuk menyapa dan

Kegiatan Donor Darah 7


Februari 2019 MM FEB UGM
Kampus Jakarta

A
ksi sosial donor darah kembali Sebelum mendonorkan darahnya, Dari 83 orang yang mendaf tar
pada Kamis, 7 Februari 2019 semua pendonor yang mendaftar— sebagai pendonor, kegiatan ini
oleh Magister Manajemen dari kalangan karyawan MM FEB UGM, berhasil mengumpulkan 66 kantong
Fakultas Ekonomika dan Bisnis mahasiswa, dan karyawan beberapa darah. Kegiatan ini diadakan oleh
Universitas Gadjah Mada (MM FEB perusahaan yang berkantor di sekitar MM FEB UGM dengan tujuan untuk
UGM) kampus Jakarta bekerja sama kampus MM FEB UGM Jakarta—, terus mewujudkan Corporate
dengan Keluarga Alumni Fakultas diperiksa kesehatannya terlebih Social Responsibilities (CSR)
Ekonomika dan Bisnis Universitas dahulu oleh petugas PMI. Setelah yang berkelanjutan. Donor darah
Gadjah Mada Magister Manajemen dinyatakan sehat dan layak untuk berikutnya akan dilaksananakan
(KAFEGAMA MM) dan Palang Merah mendonorkan darah, calon pendonor kembali pada bulan Mei 2019. Setetes
Indonesia (PMI). Kegiatan tersebut dipersilakan berbaring di atas velbed darah Anda, sangat berarti untuk
merupakan program rutin yang yang sudah tersedia untuk diambil sesama kita yang membutuhkan.
diadakan setiap tiga bulan sekali. darahnya.
Kegiatan diadakan di kampus MM A ks i s o s i a l d o n o r d a ra h i n i
FEB UGM Jakarta Gedung A lantai 1. diapresiasi positif oleh pendonor.

MAGISTER MANAJEMEN 10
M
ahasiswa kelas international selamat datang kepada Rajarshi
angkatan 72 dan kelas reguler Chakravor t y ser ta Alief Ikhtiar
angkatan 71 mengikuti Wicaksono selaku Corporate HR
guest lecture yang diselenggarakan PT Olam Indonesia. Selanjutnya,
pada tanggal 12 September 2018. Rajarshi Chakravorty sebagai
Pembicara guest lecture adalah pembicara memulai pemaparannya
Rajarshi Chakravorty selaku Vice mengenai Agribusiness & Digitization
President Olam Coffee for Indonesia Unleashing the Opportunities. Selama
& Timor Leste. pemaparan, ada enam poin penting
O la m I n te r n at i o n a l L i m i te d yang dijelaskan Rajarshi, yaitu
bergerak dalam bidang ‘Global what is agribusiness, challenges
Supply Chain Management’ untuk and opportunity in agribusiness,
agro komoditas dan food ingredient digital revolution, large buckets of
dengan kantor cabang yang digital in agri, key parameters for
tersebar di enam puluh negara growth to scale, serta scope and
dan beroperasi untuk pengadaan mandate for success digitization.
Guest Lecture: dan pemasaran empat belas jenis
komoditas dengan jumlah pelanggan
Agribusiness kurang lebih 40,000.
Acara pertama dibuka dengan
& Digitization sambutan Bayu Sutikno, Cand.
M e rc . , P h . D . s e la ku Pe n g e lo la
Unleashing the M a g i s te r M a n a j e m e n Fa ku lt a s
Ekonomika dan Bisnis Universitas
Opportunities Gadjah Mada (MM FEB UGM) kampus
Yogyakarta. Bayu mengucapkan

CEO & BOARD Challenge 1.0

K
afegama Entrepreneur Setelah lolos registrasi, Pihak KEF business plan CEO & Board Challenge
Forum (KEF) dengan mempresentasikan tentang tujuan yang maju untuk mengikuti CEO
Magister Manajemen diselenggarakannya CEO & Board Boothcamp pada tanggal 27-28
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Challenge yang berlangsung pada Agustus 2018. Tim pertama adalah
Universitas Gadjah Mada (MM FEB tanggal 27 Juli 2018 di MM FEB UGM Tim Hakim "on board" di Destinasia,
UGM) kampus Yogyakarta kembali kampus Yogyakarta. Selanjutnya Kedua, Tim Kevin "on board" di
menyelenggarakan sebuah kerja pada tanggal 27 Juli – 9 Agustus 2018, Seaspring, dan ketiga adalah Tim
sama. Kali ini, KEF mencari bibit peserta mengumpulkan business M a ya "o n b oa rd " d i S e top b ox .
unggul dari alumni dan mahasiswa plan CEO & Board Challenge. Setelah Sementara itu, Tim Drahat baru bisa
MM FEB UGM yang tertarik dalam business plan dikumpul dan diperiksa mengikuti CEO boothcamp saja. Tim
kompetisi sebagai CEO beberapa oleh juri, peserta mempresentasikan yang telah mengikuti CEO boothcamp
start up business. business plan yang telah dibuat. mengikuti sesi mentoring dari pihak
Peserta yang mengikuti Seleksi presentasi dilaksanakan di KEF pada tanggal 6 September 2018.
challenge ini harus mengikuti kampus MM FEB UGM Yogyakarta pada
beberapa tahapan seleksi. Tahap tanggal 10 Agustus 2018.
pertama adalah pendaftaran Butuh waktu lima hari bagi KEF untuk
atau registrasi yang berlangsung m e la ku ka n C EO A nnouncem ent
pada tanggal 18 – 26 Juli 2018. dan terpilih empat hasil presentasi

11 MAGISTER MANAJEMEN
Opening Ceremony
PIM Sri Lanka
Angkatan V

K
erja sama Magister Manajemen
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (MM
FEB UGM) dengan Postgraduate
Institute of Management (PIM), ke r j a s a m a p e n d i d i k a n d a l a m FEB UGM dan pengelola MM FEB
University of Sri Jayewardenepura, menyelenggarakan pelatihan UGM. Pelatihan ini memberikan
Sri Lanka telah memasuki angkatan tentang Management Strategic pengetahuan bagi peserta dalam
V dalam program pelatihan for Public Sector. Indonesia dan pengelolaan suatu organisasi yang
Management Strategic for Public Sri Lanka mempunyai hubungan ada di Indonesia, baik dari sisi visi
Sector. baik dalam membina kerja sama dan misi, perencanaan strategis,
Pada tanggal 10 Desember dan berharap kerja sama ini bisa dan analisis tentang kekuatan dan
2018, diselenggarakan opening terus berlanjut di masa yang akan kelemahan suatu organisasi.
ceremony pelatihan PIM Angkatan V datang. Di akhir sambutannya, S e b a g a i b e n t u k p e re s m i a n
yang dihadiri oleh Dr. Eko Suwardi, Eko mengucapkan terima kasih bahwa acara pelatihan PIM Angkatan
M . S c . , s e la ku D e ka n F E B UG M ; kepada MM FEB UGM yang telah V telah dimulai, Dekan FEB UGM
Dr. T. Hani Handoko, M.B.A.; dan menyelenggarakan pelatihan ini. melakukan prosesi pemukulan
Bayu Sutikno, Cand.Merc., Ph.D. Hal yang sama juga diucapkan gong sebanyak lima kali, dilanjutkan
selaku pengelola MM FEB UGM. oleh Dilhan Virendra Goonetilleke, dengan penyerahan cendera mata
A c a ra p e r t a m a d i bu ka d e n ga n selaku koordinator PIM Sri Lanka. dan berfoto bersama 41 peserta
sambutan Dekan FEB UGM. Eko Dilhan mengucapkan terima pelatihan dari Sri Lanka.
mengucapkan terima kasih atas kasih atas sambutan dari Dekan

Cultural Lunch
Kelas Internasional
Angkatan 5 Jakarta
kampus Jakarta.
Setelah acara selesai, mahasiswa

A
cara Cultural Lunch disambut baik dan hangat oleh Prof. dan pengelola mengambil hidangan
merupakan acara khusus Eduardus Tandelilin selaku Direktur yang telah disiapkan. Menu tradisional
yang diselenggarakan bagi MM FEB UGM kampus Jakarta. Turut yang disuguhkan, yaitu nasi liwet,
mahasiswa Magister Manajemen hadir juga Sekretaris Program Studi selat solo, dan bakso. Beberapa
Fakultas Ekonomika dan Bisnis MM FEB UGM kampus Yogyakarta, Dr. mahasiswa asing sangat senang
Universitas Gadjah Mada (MM FEB Sumiyana, M.Si., Ak., CA. menikmati hidangan yang disajikan.
UGM) kampus Jakarta yang mengikuti Acara yang dilaksanakan tanggal Salah satu menu yang paling digemari
perkuliahan di kampus Yogyakarta. 2 Oktober 2018 ini dilanjutkan dengan adalah nasi liwet karena memiliki cita
Selama berada di Yogyakarta, sambutan dari wakil mahasiswa. rasa yang berbeda bagi mereka. Nasi
mahasiswa akan diajak makan siang Sebagai ketua kelas, Anwar Mattawape liwet merupakan makanan khas Kota
bersama dengan pengelola MM FEB mengucapkan terima kasih atas Solo yang nasinya dimasak dengan
UGM. sambutan dari pihak MM FEB UGM. santan kelapa. Nasi liwet ini lebih
Kini, giliran mahasiswa kelas Mahasiswa sangat senang karena nikmat ketika disajikan bersama
internasional angkatan 5 yang dapat mengikuti kegiatan perkuliahan dengan sayur labu siam, suwiran atau
berkesempatanmakansiangbersama. di Yogyakarta dengan suasana yang potongan daging ayam, telur ayam,
Mahasiswa yang berjumlah 25 orang sangat berbeda dibandingkan dengan serta areh.

MAGISTER MANAJEMEN 12
SPORT WEEKS:
FRIENDLY MATCH 2018

M
aster in Management Student UGM), juara kedua diraih oleh Bobby 72. Untuk cabang olah raga futsal,
Association (MMSA) kampus Riyandi Satria dan Muhammad Rizqi juara pertama diraih oleh mahasiswa
Yogyakarta bekerja sama Agustino dari mahasiswa angkatan angkatan 71 kelas A, juara kedua
dengan klub-klub nonakademik 71, dan juara ketiga diraih oleh I diraih oleh mahasiswa angkatan
menyelenggarakan acara Sport Putu Wahyu Dwinata J.S. dan Steven 70, dan juara ketiga diraih oleh
Week untuk mahasiswa dan Gunawan dari mahasiswa angkatan mahasiswa angkatan 69 strategic.
karyawan. Program yang secara 72. Untuk kategori ganda campuran, Pada pertandingan tenis meja
rutin diselenggarakan sekali setiap juara pertama diraih oleh karyawan kategori single team, juara pertama,
semester ini melombakan lima cabang MM FEB UGM, juara kedua diraih kedua, dan ketiga diraih oleh karyawan
olahraga, yaitu badminton, basket, oleh Bobby Riyandi Satria dan Puji MM FEB UGM. Untuk cabang olahraga
tenis meja, tenis, dan futsal. Kusuma Wardani dari mahasiswa tenis, juara pertama diraih oleh
Pada pertandingan Sport Week angkatan 71, dan juara ketiga diraih Oktavianus Oki Bagus Krisnawan,
yang berlangsung dari tanggal 21- oleh Boma Wibowo dan Carolina mahasiswa angkatan 71, dan Teguh
29 April 2018, untuk cabang olah Karisa Purnomo dari mahasiswa Dwiprasetyo, mahasiswa MEP FEB
raga badminton, panitia membagi angkatan 70. UGM, sedangkan juara kedua diraih
ke dalam dua kategori, yaitu ganda Dalam cabang olah raga basket, o le h I P u t u A g u n g M a h a d e wa ,
putra dan ganda campuran. Juara juara pertama diraih oleh Tim 1 mahasiswa angkatan 70, dan Muh.
pertama kategori ganda putra diraih mahasiswa angkatan 72, juara Una Atsawan.
oleh karyawan Magister Manajemen kedua diraih oleh Partai A mahasiswa
Fakultas Ekonomika dan Bisnis angkatan 71, dan juara ketiga diraih
Universitas Gadjah Mada (MM FEB oleh Tim 2 mahasiswa angkatan

13 MAGISTER MANAJEMEN
ACADEMIX CULTURE
MAHASISWA INTERNASIONAL
PERIODE AGUSTUS 2018

K
e g i a t a n A c a d e m i x c u lt u re s e c a r a r u t i n
diselenggarakan bagi mahasiswa kelas
internasional dan mahasiswa asing yang
mengikuti exchange program atau double
degree program di Magister Manajemen Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
(MM FEB UGM) untuk lebih mengenal kebudayaan
Indonesia, khususnya kebudayaan Jawa.
Pada semester gasal 2018/2019, sebanyak
32 mahasiswa kelas internasional mengikuti
kegiatan Academixculture, tepatnya pada Sabtu,
11 Agustus 2018. Tujuh belas mahasiswa dari
kelas internasional dan lima belas mahasiswa
asing dari berbagai universitas luar negeri, seperti
ISCTE University Institute of Lisbon, ESC Clermont
France Business School, Vienna University of
Economics and Business, University of Leipzig,
Pforzheim University, Jönköping International
Business School, Technische Hochschule Köln,
dan Osnabrück University of Applied Sciences.
Da la m ke g i at a n i n i , ma h a s i s wa d i a j a k
mengunjungi Desa Wisata Penting Sari yang
berlokasi di Cangkringan, Sleman. Sesampainya
d i lo k a s i , m a h a s i s w a d i s u g u h k a n w e l c o m e
dance yang merupakan tarian tradisional untuk
menyambut kedatangan tamu di desa wisata
tersebut. Setelah itu, mahasiswa mengikuti
beberapa kegiatan yang telah disiapkan, seperti
belajar membatik, memainkan gamelan, menari,
membuat janur, dan membuat wayang suket.
Tidak hanya itu, mahasiswa pun ditantang untuk
memenangkan permainan yang telah disiapkan
panitia. Salah satu permainan yang paling seru
adalah voli sawah. Mahasiswa asing terlihat
sangat menikmati permainan tersebut hingga
selesai dan terpilih pemenangnya.
B a y u S u t i k n o, C a n d . M e rc . , P h . D . s e l a k u
p e n g e lo l a M M F E B U G M m e n u t u p ke g i a t a n
Academixculture dan diakhiri dengan berfoto
bersama.

MAGISTER MANAJEMEN 14
Graduate Exchange Program Graduate School of Economics
Kyoto University Kyoto, Japan December 2018 – February 2019

D
ua mahasiswi program pada bulan Desember 2018, beragam pengetahuan baru.
Magister Sains Manajemen terdapat empat mata kuliah yang Sebagai mahasiswa ekonomi,
Fakultas Ekonomika dan Bisnis diambil peserta program ini, yaitu paham akan sebab dan akibat dari
Universitas Gadjah Mada, Anggraeni Comparative Industry Policy, pertumbuhan ekonomi merupakan
Pranandari dan Nuraini Desty, Qualitative Research Methods, Cross- hal yang diperlukan. Jangan sampai
mendapatkan kesempatan untuk Cultural Management, dan Field pertumbuhan ekonomi menyebabkan
mengkuti kegiatan Student Exchange Research in Japan A. Selama kegiatan kerugian pada lingkungan hidup dan
Program di Kyoto University, Jepang. perkuliahan, terdapat berbagai sekitarnya. Di samping itu, pembuatan
Kegiatan ini dilaksanakan pada aktivitas yang menuntut mahasiswa kebijakan juga perlu dipertimbangkan
bulan Desember 2018 – Februari untuk selalu berperan aktif. Pada agar sesuai dengan zaman yang terus-
2019. Student Exchange Program mata kuliah Field Research in Japan menerusberubah.
ini merupakan program rutin yang A, mahasiswa diajak untuk bertemu Pada akhirnya, program ini sangat
diselenggarakan oleh Kyoto University dengan pelaku bisnis/industri kreatif bermanfaat karena mahasiswa
yang diikuti oleh mahasiswa dari di Kyoto dan sekitarnya. Kegiatan field memperoleh beragam pengetahuan
negara-negara di Asia Tenggara. trip pertama dilaksanakan di “Kyoto dan perspektif baru. Selain itu,
Pada semester winter 2018/2019 ini, Makers Garage”, incubators untuk mahasiswa dapat merasakan
dua orang peserta Student Exchange bisnis start-up yang sedang sangat international exposure yang didesain
Program berasal dari Indonesia dan berkembang di Jepang. Kegiatan sedemi kian rupa pada kegiatan
empat orang berasal dari Thailand. selanjutnya adalah mendatangi student exchange program ini.
Selama program ini berlangsung, Keihanna Open Innovation Center
mahasiswa didampingi oleh Prof. yang letaknya adalah di perbatasan
Shuji Hisano yang merupakan Direktur antara Kyoto, Osaka, dan Nara
International Graduate Program for Prefecture. Di sana, mahasiswa diajak
East Asia Sustainable Economics untuk melihat-lihat fasilitas yang
Development Studies. Beliau juga disediakan untuk menunjang inovasi
merupakan Professor of International dari para peneliti serta melihat hasil
Political Economy of Agriculture inovasi yang sedang dikerjakan.
Graduate School of Economics, Kyoto Setelah menyelesaikan
University. program exchange, mahasiswa
Kegiatan perkuliahan dimulai diharapkan dapat memperoleh

15 MAGISTER SAINS & DOKTOR


Researcher’s Enrichment (REACH) Program untuk Mahasiswa
Baru Program MD FEB UGM Semester Genap T.A. 2018/2019

K
amis, 07 Februari 2019, Program materi dari Nurul Indarti, Sivilokonom, bekerja sama dalam artian positif.
Magister Sains dan Doktor Cand. Merc., Ph.D selaku Ketua Pada siang harinya, ada dua sesi
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Manajemen yang yang disajikan, yaitu materi ke-UGM-
(MD FEB UGM) menyelenggarakan menyajikan Peraturan Akademik dan an: dua filosofi dan lima jati diri, dan
Pengarahan Mahasiswa Baru Non-Akademik. Dalam kesempatan sosialisasi organisasi. Materi Ke-
Semester Genap T.A. 2018/2019. ini dijelaskan mengenai masa UGM-an disampaikan oleh Prof. Dr. dr
Acara ini diselenggarakan di studi mahasiswa, kurikulum, dan Sutaryo, S.P(Ak.), Guru Besar Fakultas
Auditorium BRI, lantai 3 Gedung peraturan akademik lainnya mulai Kedokteran, Kesehatan Masyarakat,
Program MD FEB UGM. Acara ini dari perkuliahan hingga keuangan. dan Keperawatan (FKKMK) UGM.
diikuti oleh 65 mahasiswa Program Selanjutnya, disampaikan juga terkait Prof. Sutaryo memaparkan tentang
Studi Magister Sains Reguler, 23 bagaimana menjadi mahasiswa filosofi dan jati diri UGM. Filosofi
mahasiswa Program Studi Magister Program MD FEB UGM. Nurul Indarti UGM terdiri dari dua nilai, yaitu
Sains Matrikulasi, dan 8 mahasiswa menekankan pentingnya sikap, 1) Pancasila dan Kebudayaan
Program Doktor. Pengarahan perilaku, dan adab dalam menuntut Indonesia, dan 2) Ilmu, Kenyataan,
mahasiswa baru ini dipandu oleh Rr. ilmu. Pada akhir materi, dijelaskan dan Kebenaran. Sementara itu, jati
Tur Nastiti., Ph.D. selaku Manajer tentang IKIGAI yang merupakan diri UGM terdiri dari lima nilai, yaitu

Bidang Akademik, Kemahasiswaan, filosofi dari Jepang yang menarik UGM sebagai universitas nasional,
dan Kerjasama Program MD FEB UGM. untuk diteladani. Terdapat beberapa universitas perjuangan, universitas
Materi pertama diisi oleh Prof. poin penting di dalamnya, yaitu 1) pancasila, universitas kerakyatan,
Jogiyanto Hartono, Ph.D. selaku What you love; 2) What you are good dan universitas pusat kebudayaan.
Koordinator Program dan Ketua at; 3) What you can get paid for; dan Prof. Sutaryo juga menceritakan
Program Studi Akuntansi. Prof. 4) What the world needs. kaitannya sidang BPUPKI, proklamasi
Jogiyanto menyampaikan materi Selanjutnya, Prof. Catur Sugianto, ke m e r d a k a a n R I , d a n s e j a r a h
terkait misi, visi, learning goals dan M.A., Ph.D. selaku Ketua Program pendirian UGM. Acara ini bertujuan
learning objectives Program MD Studi Ilmu Ekonomi menjelaskan untuk menanamkan nilai-nilai dan
FEB UGM, dan nilai-nilai FEB UGM. te n t a n g d i n a m i ka ke h i d u pa n kecintaan UGM pada mahasiswa
Prof. Jogiyanto menjelaskan bahwa kampus. Prof. Catur menjelaskan baru. Pada akhir sesi, Prof. Sutaryo
misi dan visi Program MD FEB UGM tentang apa yang harus dipersiapkan menyampaikan pesan kepada seluruh
mengalami perubahan. Maksud dari dan dipahami mahasiswa selama peserta bahwa “Menutut ilmu di
perubahan yang ada saat ini adalah belajar di Program MD FEB UGM Gadjah Mada [Universitas Gadjah
program (khususnya FEB UGM) yang pada khususnya, dan di Yogyakarta Mada] adalah kewajiban.” Pesan ini
sebelumnya ingin “… menjadi terbaik pada umumnya. Dalam kesempatan harus dipahami dan diresapi oleh
di Indonesia”, saat ini ingin menjadi ini juga, Prof. Catur menekankan setiap mahasiswa baru sebagai
“…sebagai penggerak perguruan pentingnya keseimbangan hidup; bagian dari UGM.
tinggi lain untuk maju di tingkat mahasiswa tidak hanya belajar di Acara pengarahan mahasiswa
internasional.” Hal ini merupakan kampus tetapi juga mengeksplorasi baru Program MD FEB UGM pada
bentuk upaya program (khususnya diri di masyarakat dan lingkungan hari pertama ini diakhiri dengan
FEB UGM) sebagai satu-satunya s e k i t a r . S e la i n i t u , P rof . C at u r sosialisasi organisasi kemahasiswaan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis di juga memberikan nasihat kepada (FORKOMSI). Anggota FORKOMSI
Indonesia yang terakreditasi AACSB m a h a s i s wa u n t u k t i d a k s a l i n g memaparkan bagaimana kehidupan
untuk berkontribusi bagi perguruan berkompetisi secara tidak sehat kampus selama di Program MD FEB
tinggi lain. karena antarmahasiswa Program MD UGM.
Sesi kedua dilanjutkan dengan FEB UGM harus saling membantu dan

MAGISTER SAINS & DOKTOR 16


Global Outreach
Program:
“Going Global in
Healthcare”, sebagai
bagian dari proyek
REPESEA di bawah
naungan Erasmus+
Yogyakarta, 18-19
February 2019
Sebagai bagian dari rangkaian maupun penelitian. perjalanan ke FEB UGM dan berhenti di
kerjasama yang menjadi keluaran Agenda selanjutnya adalah kuliah depan pintu masuk utama Gedung FEB
dari proyek REPESEA di bawah tamu terkait Indonesian Healthcare. UGM untuk melakukan pengambilan
Erasmus+, 18-19 Februari 2019, Kuliah tamu ini diberikan oleh Prof. foto bersama. Titik terakhir sekaligus
Program Magister Sains dan Doktor dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. pengambilan foto bersama kedua
Fakultas Ekonomika dan Bisnis dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan berada di Gedung Pusat UGM atau
Universitas Gadjah Mada (MD FEB Masyarakat, dan Keperawatan Balairung.
UGM) melaksanakan kegiatan (FKKMK) UGM dengan menyajikan dua Pada hari kedua, kegiatan
Global Outreach Program. Kegiatan topik pada dua sesi yang berbeda. Sesi dilaksanakan di Rumat Sakit
ini bekerja sama dengan Universiti pertama diisi dengan topik “Indonesia Akademik (RSA) UGM. Kegiatan
Teknologi Malaysia (UTM); Azman Health Reform: Implementation of dibuka oleh dr. Arief Budiyanto,
Hashim International Business School IR 4.0 in Healthcare Management”, Ph.D., Sp.KK(K) sebagai Direktur RSA
(AHIBS); dan Jabatan Kesihatan sedangkan sesi kedua diisi dengan UGM, kemudian dilanjutkan dengan
Negeri, Negeri Sembilan (JKNNS); topik “The Implementation of pemaparan terkait RSA UGM. Dalam
Malaysia. Global Outreach Program Casemix and Health Insurance Model kesempatan ini, Prof. Rohaida dari
mengambil tema “Going Global in Indonesian Hospitals”. Pada akhir UTM juga memberikan presentasi
in Healthcare” yang dilaksanakan perkuliahan, dilakukan pemberian singkat terkait AHIBS dan UTM.
selama dua hari di Yogyakarta. penghargaan kepada Prof. Laksono Setelah pemaparan dilakukan, agenda
Pada hari pertama, kegiatan selaku pemateri, juga kepada Prof. dilanjutkan dengan pemberian
dilaksanakan di MD FEB UGM. Jogiyanto, Prof. Catur, dan Nurul materi oleh Prof. Dr. dr. Elisabeth Siti
Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Indarti, Ph.D selaku pengelola Herini, Sp.A(K) mengenai Indonesian
Catur Sugiyanto sebagai salah Program MD FEB UGM oleh pihak Healthcare. Kegiatan pada hari kedua
satu pengelola Program MD FEB UTM. Sebagai tuan rumah, MD FEB hanya berlangsung hingga siang.
UGM. Dalam pembukaannya, Prof. UGM juga memberikan penghargaan Setelah sesi tanya jawab, kegiatan
Catur memberikan paparan terkait kepada Prof. Rohaida sebagai ditutup dengan pengambilan foto
gambaran umum dari program representatif dari UTM. bersama di RSA UGM. (MAS)
yang dimiliki oleh MD FEB UGM Pada kesempatan ini, rombongan
berikut dengan sejumlah program dari UTM juga menyempatkan untuk
dual degree yang ditawarkan. Pada melakukan campus trip di sejumlah
kesempatan selanjutnya, Assoc. tempat di MD, FEB, dan UGM. Campus
Prof. Dr. Rohaida Binti Basiruddin dari trip dimulai dengan melihat gedung
AHIBS UTM juga memberikan paparan baru FEB UGM, yaitu Gedung Pusat
mengenai gambaran umum AHIBS Pembelajaran (Learning Center). Mulai
dan UTM. Pertukaran informasi ini dari ruang belajar hingga perpustakaan
dilakukan dalam rangka membangun FEB UGM menjadi destinasi yang
peluang kerja sama baru antara UGM dikunjungi oleh rombongan UTM.
dan UTM, khususnya MD FEB UGM dan Setelah Gedung Pusat Pembelajaran,
AHIBS UTM, dalam bidang pendidikan ro m b o n g a n U TM m e l a n j u t k a n

17 MAGISTER SAINS & DOKTOR


Program MD FEB
UGM Melepas
43 Wisudawan
pada Periode
Januari 2019

R
abu 23 Januari 2019, Program Ilmu Ekonomi berjumlah 10 orang. perwakilan wisuda disampaikan
Magister Sains dan Doktor Wisudawan termuda adalah Nadia oleh Dielanova Wynni Yuanita, yang
Fakultas Ekonomika dan Fazira dari program studi Magister dalam pidatonya menyampaikan
Bisnis Universitas Gadjah Mada (MD Sains Ilmu Ekomoni. Nadia meraih gelar terima kasih kepada program MD
FEB UGM) melepas 43 wisudawan- Magister Sains pada saat umurnya 24 FEB UGM atas pengajaran, ilmu, dan
wisudawati di Auditorium BRI, lantai tahun. Rata-rata masa studi lulusan pengalaman yang diberikan selama
3 Gedung MD FEB UGM. Pelepasan adalah 25 bulan, dengan rincian menempuh pendidikan.
wisudawan periode Januari 2019 Magister Sains Manajemen 23 bulan, Acara pelepasan wisuda ditutup
dihadiri oleh Kusdhianto Setiawan, Magister Sains Ilmu Ekomoni 21 dengan memberikan transkrip nilai
Sivilekonom., Ph.D. selaku Wakil bulan, dan Magister Sains Akuntansi wisudawan dan wisudawati serta
Dekan Bidang Keuangan, Aset, 30 bulan. Indeks Prestasi Kumulatif berfoto bersama. Selamat para
dan Sumber Daya Manusia; Prof. (IPK) tertinggi diraih oleh Dielanova wisudawan wisudawati, semoga
Jogiyanto H.M., MBA., Ph.D. selaku Wynni Yuanita dari Program Studi diberi keberkahan atas ilmunya dan
Koordinator dan Ketua Program Studi Magister Sains Akuntansi, yakni 3,96. bermanfaat untuk sesama. (DYR)
Akuntansi; Nurul Indarti, Sivilokonom., Pada kesempatan ini, disebutkan
Cand Merc., Ph.D. selaku Ketua juga bahwa ada delapan mahasiswa
Program Studi Manajemen; dan Rr. berpredikat cum laude, yakni Dielanova
Tur Nastiti, Ph.D. selaku Manajer Wynni Yuanita, Lufi Yuwana Mursita,
Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Ade Yuniati, Nurul Anwar, Purwaka Hari
dan Kerjasama. Setyawan, Rizqi Umar Al-Hashfi, Shesta
Pelepasan wisudawan-wisudawati Purnamasari, dan Randi Kurniawan.
dimulai pukul 11.00 WIB dengan Selepas penyampaian laporan
penyampaian laporan wisuda oleh wisuda, acara dilanjutkan dengan
Rr. Tur Nastiti, Ph.D. Pada periode ini, sambutan oleh Kusdhianto Setiawan,
program MD FEB UGM melepas 43 Sivilekonom., Ph.D. yang memberikan
wisudawan dengan rincian wisudawan s e la mat ke pa d a w i s u d a wa n -
Magister Sains Akuntansi berjumlah wisudawati dan meminta mereka
15 orang, wisudawan Magister Sains untuk terus membawa nilai-nilai
Manajemen berjumlah 18 orang, yang telah didapatkan selama belajar
dan wisudawan Magister Sains di MD FEB UGM. Kemudian, pidato

MAGISTER SAINS & DOKTOR 18


Kunjungan
ke Insitut
Akuntan Publik
P
rogram Pendidikan Profesi
Akuntan Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah
Indonesia
Mada (PPAk FEB UGM) mengadakan
kunjungan ke Institut Akuntan
Publik Indonesia (IAPI). Kunjungan
tersebut dilaksanakan pada tanggal
31 Januari 2019 dan bertempat di
kantor IAPI, Office 8 SCBD, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, tim dari FEB UGM terdiri atas Prof. Mahfud Sholihin,
M.Acc., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM), Dr.
Sony Warsono, MAFIS (Ketua Departemen Akuntansi FEB UGM), Prof. Dr. Slamet
Sugiri, M.B.A. (Ketua Program PPAk FEB UGM), Dr. Hardo Basuki, M.Soc.Sc, CSA,
CA, Akt. (Sekretaris PPAk FEB UGM) serta staf. Tim dari PPAk FEB UGM disambut
oleh Ketua IAPI, Bapak Tarkosunaryo serta jajaran pimpinan yang lain. Dalam
pertemuan tersebut, dibahas kerja sama yang telah dilakukan sekaligus rencana
peningkatan kerja sama untuk waktu mendatang. Sebagaimana telah diketahui
bahwa FEB UGM telah menjalin kerjasama dengan IAPI dalam bentuk pemberian
waiver bagi lulusan PPAk.
Lulusan PPAk FEB UGM akan langsung mendapatkan waiver lima mata uji level
dasar dari lima mata uji yang diujikan. Untuk level profesional, lulusan PPAk FEB
UGM akan mendapatkan waiver empat mata uji dari lima yang diujikan. Ini berarti
bahwa lulusan PPAk FEB UGM mendapatkan privilege hanya menempuh satu mata
ujian untuk mendapatkan sebutan CPA. Untuk ke depannya, peningkatan kerja
sama tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pengakuan kompetensi dengan
rencana penerbitan SK waiver kepada lulusan PPAk guna penerbitan sertifikat
profesi dari UGM.

19 PROFESI AKUNTANSI
Penyerahan borang akreditas PPAk FEB UGM ke BAN PT

A
kreditasi dapat diartikan sebagai wewenang dari Kementerian prodi yang memiliki komitmen dalam
penentuan standar mutu Riset, Teknologi, dan Pendidikan penyelenggaraan pendidikan tinggi
dan penilaian suatu lembaga Tinggi, Republik Indonesia dalam akuntansi yang bermutu tinggi,
pendidikan (pendidikan tinggi) yang meningkatkan mutu pendidikan tentunya sangat menyadari pentingnya
dilakukan oleh pihak yang independen t i n g g i , m e m p e r ke n a l k a n s e r t a proses akreditasi. Sejak berdiri pada
di luar lembaga. Akreditasi merupakan menyebarluaskan paradigma baru tahun 2003 dan telah direakreditasi
sebuah upaya pemerintah untuk dalam pengelolaan pendidikan tinggi, pada tahun 2009 dan 2014, PPAk
menstandardisasi dan menjamin mutu dan meningkatkan relevansi, atmosfer FEB UGM selalu mendapatkan nilai
alumni perguruan tinggi sehingga akademik, pengelolaan institusi, akreditasi tertinggi, yakni A.
lulusan perguruan tinggi memiliki efisiensi, dan keberlanjutan pendidikan Akreditasi PPAk FEB UGM akan
kualitas yang hampir sama dan sesuai tinggi. b e r a k h i r p a d a S e p te m b e r 2 0 1 9
dengan kebutuhan kerja. Program Pendidikan Profesi sehingga sejak September tahun
Badan Akreditasi Nasional Akuntan Fakultas Ekonomika dan 2018, tim penyusun borang akreditasi
Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan Bisnis Universitas Gadjah Mada PPAk FEB UGM telah bekerja keras
satu-satunya badan yang memperoleh (PPAk FEB UGM) sebagai sebuah dalam penyusunan borang akreditasi
tersebut. Akhirnya pada tanggal 28
Januari 2019, borang akreditasi PPAk
FEB UGM telah diserahkan kepada
BAN-PT di Jakarta. Penyerahan borang
akreditasi dilakukan oleh Koordinator
Akademik PPAk FEB UGM, Jufri yang
didampingi satu orang staf, Yusuf
Irwansyah.

Ujian Saringan Masuk


PPAk FEB UGM

P
ada tanggal 21-22 Januari
2019, Program Pendidikan
P rofes i A ku n t a n Fa ku lt a s
Ekonomika dan Bisnis Universitas
G a d j a h M a d a ( P PA k F E B U G M )
menyelenggarakan ujian saringan mengikuti seleksi, PPAk FEB UGM meliputi Potensi Akademik Pasca
masuk untuk calon mahasiswa baru. akan melakukan seleksi atas berkas Sarjana (PAPS) dan TOEFL. Untuk
Tujuan diselenggarakannya ujian yang telah diunggah. dua ujian tersebut, PPAk FEB UGM
saringan masuk ini adalah untuk Ujian saringan masuk PPAk FEB bekerja sama dengan Fakultas
mendapatkan calon mahasiswa yang UGM Batch III diikuti oleh tujuh belas Psikologi UGM dan Penelitian dan
memenuhi kualifikasi tertentu yang peserta dari berbagai perguruan Pelatihan Bahasa Ekonomika dan
disyaratkan oleh PPAk FEB UGM. tinggi, baik negeri maupun swasta, Bisnis (P2EB) FEB UGM.
Sebelum mahasiswa baru di seluruh Indonesia. Peserta yang
tersebut menjalani seleksi masuk, dinyatakan lolos pada ujian saringan
mahasiswa wajib mendaftar secara masuk ini akan menempuh matrikulasi
online melalui laman um.ugm.ac.id. pada tanggal 11 Februari 2019. Ujian
Sebelum dinyatakan layak untuk saringan masuk program PPAk FEB

PROFESI AKUNTANSI 20
F
ocus Group Discussion (FGD): “Studi Kelayakan
Pendirian Badan Usaha Milik Daerah Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah Kota Yogyakarta”
diselenggarakan dalam rangka kerja sama antara
Pemerintah Kota Yogyakarta dengan Unit Penelitian
dan Pelatihan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (P2EB)
FEB UGM .
Studi kelayakan pendirian Badan Usaha Milik
Daerah (BUMD) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
(BPRS) Kota Yogyakarta dimaksudkan untuk
melakukan studi kelayakan pendirian BUMD BPRS
Focus Group Discussion: Studi Kelayakan Pendirian Kota Yogyakarta yang akan digunakan sebagai
Badan Usaha Milik Daerah Bank Pembiayaan landasan ilmiah bagi Pemerintah Kota Yogyakarta dan
Rakyat Syariah Kota Yogyakarta pihak lain yang terkait dalam proses pendirian BUMD
BPRS Kota Yogyakarta.
Tujuan dilaksanakannya studi kelayakan tersebut
adalah sebagai berikut :
1. menyusun studi kelayakan usaha BUMD BPRS
Kota Yogyakarta dengan memperhatikan berbagai
aspek;
2. menyusun rencana bisnis BUMD BPRS;
3. menyusun proses dan tahapan pendirian BUMD
BPRS;
4. menyusun rekomendasi terkait dengan proses
pendirian BUMD BPRS Kota Yogyakarta.
Berdasarkan tujuan sebagaimana disebutkan di
atas, maka sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan
ini adalah sebagai berikut:
1. tersusunnya studi kelayakan usaha BUMD BPRS
Kota Yogyakarta;
2. tersusunnya rencana bisnis BUMD BPRS Kota
Yogyakarta;
3. tersusunnya proses dan tahapan pendirian BUMD
BPRS Kota Yogyakarta;
4. tersusunnya rekomendasi terkait dengan proses
pendirian BUMD BPRS Kota Yogyakarta.

Kajian untuk Mendukung Sritex pada Kamis, 6 Desember 2018 di Sukoharjo.


Pemilihan PT Sritex sebagai objek studi kasus
Ekspor Indonesia karena perusahaan ini merupakan salah satu produsen

M
tekstil yang terintegrasi secara vertikal dan terbesar
enteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menginginkan agar di Asia Tenggara dengan keunggulan kompetitif yang
akademisi terlibat dalam kajian untuk mendorong ekspor signifikan. Sritex telah menjadi produsen tekstil-garmen
Indonesia. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau terintegrasi dengan lebih dari 18 ribu karyawan yang
Indonesia Eximbank membiayai kajian-kajian dengan Universitas mengonsentrasikan sebagian besar operasinya di lahan
Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas seluas 79 hektar di Sukoharjo, Jawa Tengah. Terdapat lima
Gadjah Mada (UGM). Beberapa kajian dengan UGM dilakukan lini produksi, yaitu pemintalan, penenunan, pencetakkan,
dengan Penelitian dan Pelatihan Fakultas Ekonomika dan Bisnis pencelupan, dan garmen. Perseroan menjadi perusahaan
(P2EB). Kajian-kajian tersebut adalah Global Supply Value Chain: tekstil-garmen terpadu dengan standar kendali mutu
Studi Kasus Tekstil dan Produk Tekstil, Pemanfaatan Platform yang tinggi.
Teknologi untuk Inklusi Keuangan bagi UKM Ekspor, dan Insentiv v. Tim peneliti P2EB menanyakan beberapa hal
Hambatan Ekspor, Studi Kasus Industri Turunan Kelapa. mengenai proses bisnis PT Sritex, meliputi produk,
Dalam rangkaian pengumpulan data untuk kajian “Global produksi, bahan baku, pemasaran, ekspor dan impor,
Supply Value Chain: Studi Kasus Tekstil dan Produk Tekstil di PT pendanaan, pelibatan UKM, kendala, dan insentif.
Sritex”, tim peneliti P2EB melakukan wawancara. Wawancara Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari PT Sritex
dilaksanakan di kantor PT Sri Rejeki Isman Tbk atau disingkat PT menyampaikan data dan informasi secara lengkap. Dalam

21 P2EB
Pelatihan MDP PT Bank Sinarmas Tbk. batch
52 berjalan dengan baik. Aspek pelayanan dan
instruktur pemateri pun mendapat penilaian
yang baik dari peserta. Selama pelaksanaan
pelatihan, peserta menunjukkan kesungguhan
dalam belajar. Hal tersebut dapat menjadi
sebuah indikator yang baik dalam bekerja
nantinya. Materi yang diajarkan dikelompokkan
dalam dua blok, yaitu pemahaman lingkungan
bisnis dan pengelolaan mikro perbankan.
Materi tersebut adalah pondasi bagi peserta
untuk masuk ke dunia perbankan. Harapannya,
materi yang diajarkan nantinya berguna untuk
menunjang para peserta dalam berkarier di PT
Bank Sinarmas Tbk.
Secara rata-rata, peserta pelatihan memiliki
Penutupan Management Development Program (MDP) prestasi yang baik selama mengikuti pelatihan
PT Bank Sinarmas, Tbk. Batch 52 tahun 2019 ini. Hal itu dibuktikan dari capaian nilai rata-rata
peserta sebesar 78,57. Dari 41 peserta, 36

P
enelitian dan Pelatihan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas dinyatakan lulus dan 5 peserta dinyatakan tidak
Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali lulus. Peserta tidak lulus diakibatkan nilai akhir
menyelenggarakan Management Development Program (MDP) PT Bank yang tidak memenuhi standar, yaitu 75. Lima
Sinarmas, Tbk. batch 52 pada 21 November 2018 hingga 19 Januari 2019. PT peserta tersebut tidak dapat melanjutkan ke
Bank Sinarmas Tbk. dan P2EB FEB UGM telah bekerja sama selama 7 angkatan jenjang MDP PT Bank Sinarmas Tbk. selanjutnya.
dimulai dari angkatan 46, 48, 49, 50, MT iB Bank Sinarmas Unit Syariah Batch Setelah diadakannya pelatihan ini,
4, 51, dan 52. penyelenggara berharap agar para peserta
Pelatihan MDP PT Bank Sinarmas Tbk. batch 52 Tahun 2018/2019 ini dapat memahami kegiatan operasional
diampu oleh para akademisi dari FEB UGM sesuai kepakaran masing-masing perbankan dan lebih dari itu, peserta dapat
dengan tingkat pendidikan minimal S2 dan berpengalaman dalam memberikan memenuhi kualifikasi sebagai profesional di
pelatihan. Disamping itu, pelatihan juga diisi oleh tiga dosen dari disiplin bidang perbankan. Pada akhirnya kerja sama
ilmu hukum (Fakultas Hukum UGM) yang merupakan ahli di bidang hukum P2EB FEB UGM dan PT Bank Sinarmas Tbk.
perbankan. Total pengajar dan penguji yang terlibat adalah 35 orang akademisi. dapat berbuah nyata dan bermanfaat bagi
Selain akademisi, pelatihan ini melibatkan tiga orang praktisi perbankan. kedua belah pihak dalam mencapai tujuan.
Keterlibatan praktisi dapat memberikan pengetahuan dan sharing pengalaman
tentang praktik perbankan dalam tataran praktik riil.

keterangan yang disampaikan, PT Sritex memproduksi tiga Saat ini, PT. Sritex tidak mengalami kendala dalam
jenis barang utama, yaitu benang (60%), finishing atau kain jadi operasional perusahaan maupun dari aspek regulasi
(20%), dan garmen (20%). Sritex memiliki keunggulan dalam pemerintah. Kendala yang dihadapi Sritex terkait dengan
hal kualitas produk yang memenuhi standar internasional serta pemenuhan kualitas sebab pasar luar negeri meminta
kecepatan produksi. Menurutnya, kunci sukses produk Sritex kualitas yang sangat tinggi. Tentunya, perusahaan harus
adalah pada kualitas produk. Lebih lanjut disampaikan bahwa memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan kualitas
pada awalnya, Sritex hanya melayani permintaan dari konsumen yang diminta. Kaitannya dengan UKM, Sritex sampai saat ini
lokal. Karena kualitas produknya yang semakin bagus, produk belum melibatkan UKM dalam rantai produksi karena UKM
Sritex juga diminati oleh konsumen luar negeri. Saat ini, produk kesulitan memenuhi standar kualitas. Namun demikian, Sritex
Sritex dipasarkan hingga ke Jerman, Amerika Serikat, Eropa, dan masih terus mencari skema/bentuk kerja sama dengan UKM.
Asia. Produk-produk dari Sritex lebih banyak diorder dalam skala Selain melakukan wawancara dengan PT Sritex, tim
besar. peneliti juga melakukan survey di Indonesia Trade Expo
Terkait dengan pemasaran, narasumber dari PT Sritex dengan responden UKM ekspor dan focus group discussion
menyampaikan strategi pemasaran dari produk Sritex, antara (FGD) dengan pengusaha yang memanfaatkan platform
lain: 1) memasarkan produk ke pasar yang masih sedikit digarap teknologi. Tak hanya itu, tim juga melakukan wawancara
oleh negara lain, 2) memproduksi barang yang belum diproduksi dengan pengusaha industri turunan kelapa di Purwokerto.
oleh negara lain, misalnya dalam produksi benang. China tidak
bisa membuat benang besar (biasanya benang kecil) sehingga
Sritex memilih memproduksi benang besar.

P2EB 22
Artikel Dosen
Mengukur Biaya Sosial
Kejahatan Terorganisir

Rimawan Pradiptya
Dampak Kejahatan
Setiap kejahatan pada umumnya hanya menguntungkan pelaku kejahatan, namun menciptakan beban
terhadap korban, pemerintah, sektor usaha dan juga masyarakat. Jika terjadi penodongan dan perampasan
uang, misalnya, maka terjadi ‘semacam subsidi’ dalam bentuk aliran dana dari korban penodongan kepada
pelaku penodongan. Secara finansial, korban penodongan kehilangan uang Rp500.000 dan si penodong
mendapatkan hasil kejahatan Rp500.000. Jika kedua nilai uang ditambahkan hasilnya adalah Rp0 atau
tidak terjadi perubahan kesejahteraan di masyarakat.
Namun demikian, masalah tidak berhenti sampai di sini. Korban penodongan mungkin akan menderita
stress dan memerlukan perawatan psikologis. Jika masyarakat melaporkan penodongan tersebut kepada
polisi, tentu saja polisi akan melakukan penyelidikan, dan jika si pelaku tertangkap akan menuntut ke
pengadilan. Jika pelaku dihukum penjara, misalnya, maka timbul biaya untuk memenjarakan si pelaku.
Ketika penodongan terjadi di pusat keramaian, pasti hal ini akan menyebabkan masyarakat takut (fear of
crime) dan berusaha menghindari kawasan tersebut. Hal ini dapat berdampak negative pada kondisi usaha
di daerah sekitar lokasi penodongan. Jika semua manfaat dan biaya tersebut dijumlahkan, maka nilai biaya
tentu jauh lebih besar daripada manfaat, dan total biaya inilah yang disebut dengan biaya sosial kejahatan.
Di negara maju, perhitungan biaya sosial kejahatan dilakukan untuk berbagai jenis kejahatan (lihat antara
lain Loomes, dkk1999, Brand and Price, 2000, McDougall dkk, 2003, Dubough dan Hamed, 2005). Salah
satu fungsi penghitungan biaya ini adalah untuk keperluan evaluasi kebijakan. Di negara-negara maju,
adalah jamak melakukan berbagai inovasi terkait program-program penanganan dan pencegahan kejahatan.
Sebelum program-program tersebut diterapkan secara nasional, umumnya dilakukan program percobaan
(pilot project) terlebih dahulu. Biaya sosial kejahatan sangat bermanfaat untuk analisis manfaat-biaya
berbagai program percobaan tersebut. Jika suatu program mampu menurunkan angka kejahatan tertentu
di suatu kawasan sebesar 100 kasus pada tahun tertentu, misalnya, dan rata-rata biaya sosial kejahatan
tersebut adalah Rp300 juta, maka manfaat dari program tersebut adalah Rp30 miliar. Bagaimana manfaat-
biaya dari program tersebut, kita tinggal membandingkannya dengan biaya pelaksanaan program.

Biaya Sosial Kejahatan


Secara umum, kejahatan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis: a) kejahatan melawan individu/
rumah tangga; b) kejahatan melawan dunia usaha; dan c) kejahatan melawan pemerintah. Pencopetan
atau penodongan dapat diklasifikasikan sebagai kejahatan melawan individu/rumah tangga. Praktik bajing
luncat dapat diklasifikasikan sebagai kejahatan melawan dunia usaha. Perusakan fasilitas umum dapat
dikategorikan sebagai kejahatan melawan pemerintah. Kerusuhan dan holigamisne, misalnya, adalah
kejahatan multidimensi, karena berpotensi melawan individu/rumah tangga, dunia usaha dan pemerintah
(fasilitas umum).
Perlu dicatat bahwa estimasi biaya sosial kejahatan tidak saja menghitung kejahatan tercatat (recorded
crime), atau yang dilaporkan dan ditangani penegak hukum, namun juga menghitung kejahatan yang
tidak tercatat (unrecorded crime). Upaya untuk mengestimasi jumlah kejahatan yang tidak tercatat dapat
dilakukan melalui survei, baik kepada rumah tangga, dunia usaha maupun pemerintah.
Di Inggris, misalnya, setiap dua tahun sekali dilakukan survei kejahatan, yang dikenal dengan the
British Crime Survey. Salah satu kelompok pertanyaan dalam survei ini menanyakan kepada individu/
rumah tangga, apakah selama 12 bulan terakhir responden menjadi korban dari suatu tindak kejahatan.
Hasil survei memungkinkan kita untuk membandingkan antara jumlah korban suatu kejahatan dan berapa
proporsi korban tersebut yang melaporkan kepada penegak hukum. Perbandingan angka tersebut dapat
digunakan untuk mengukur multiplier of offences. Angka multiplier ini membandingkan antara jumlah
responden yang menjadi korban suatu kejahatan dengan proporsi korban yang melaporkan kejahatan kepada
penegak hukum. Estimasi total kejahatan dilakukan dengan mengalikan angka multiplier ini dengan data
statistik kejahatan dari kepolisian (recorded crime). Didasarkan pada estimasi jumlah kejahatan tersebut,
biaya sosial kejahatan dihitung yang pada dasarnya terdiri dari tiga elemen: a) biaya antisipasi terhadap
kejahatan, b) biaya akibat kejahatan, dan c) biaya reaksi terhadap kejahatan (Brand and Price, 2000).

Estimasi Biaya Kejahatan Terorganisir di Indonesia


Estimasi biaya sosial kejahatan di negara maju masih terbatas pada jenis-jenis kejahatan konvensional,
misalnya pencurian, perampokan, pencurian mobil, pencurian dari mobil, dll. Biaya kejahatan terorganisir,
misalnya perampasan lahan (land grabbing), pencurian ikan, korupsi hingga pembalakan liar, belum banyak
dilakukan. Permasalahan kejahatan terorganisir cenderung lebih marak terjadi di negara berkembang
daripada di negara maju. Aspek kelembagaan di negara berkembang cenderung tidak sebaik di negara maju,
sehingga tidak mengherankan kejahatan terorganisir di atas cenderung lebih marak di negara berkembang.
Kebutuhan mengestimasi biaya sosial kejahatan terorganisir sangat mendesak dilakukan di Indonesia.
Kejahatan terorganisir tersebar di berbagai sektor dan ilustrasi berikut menggambarkan intesitas masalah
yang dihadapi di Indonesia. Kasus konflik lahan, yang pada dasarnya banyak diwarnai oleh praktik
perampasan lahan, marak di Indonesia. Selama periode 2004 - 2014 tercatat 1.391 kasus konflik lahan di
wilayah seluas 5.711.396 Ha yang melibatkan 926.700 KK . Di tahun 2016, terjadi 450 konflik pertanahan
di wilayah seluas 1.265.027 Ha dan melibatkan 86.745 KK .
Di bidang perikanan tangkap, pencurian ikan adalah masalah serius yang terjadi di kawasan laut di
Indonesia. Potensi PDB sektor kelautan di tahun 2012 mencapai Rp 72,02 triliun namun hal ini tidak
sebanding dengan nilai pajak dan PBNP di sektor tersebut yang berturut-turut adalah Rp54,38 miliar (0,07%)
dan Rp229,35 milliar (0,3%) (KPK, 2014). Hal ini tidak terlepas dari maraknya praktik pencurian ikan di
wilayah laut Indonesia, sehingga potensi laut yang demikian besar tidak sebanding dengan sumbangan
terhadap penerimaan pemerintah.
Di bidang penanggulangan korupsi, nilai kerugian negara akibat korupsi selama periode 2002-2015
adalah Rp203,9 triliun (harga 2015), meskipun nilai hukuman finansial yang dijatuhkan pengadilan
(inkracht) hanya Rp 21.26 triliun (Pradiptyo, Partohap dan Pramashavira, 2016). Eksplorasi lebih lanjut
menunjukkan bahwa 59% dari nilai kerugian negara akibat korupsi dilakukan oleh korupsi korporasi swasta
(Pradiptyo, Wibisana dan Wigita, 2018).
Upaya untuk mengukur biaya sosial kejahatan terorganisir tersebut masih terbatas dilakukan di
Indonesia. Hasil kajian KPK (2013) menunjukkan bahwa biaya sosial korupsi minimum adalah 2,5 kali
lipat dari kerugian keuangan negara akibat korupsi. Hasil kajian Zakaria (2018) menunjukkan terjadinya
penurunan pendapatan rumah tangga sekitar 36,79% dibandingkan dengan tingkat pendapatan sebelum
konflik lahan sawit terjadi. Sementara itu beban perusahaan akibat konflik lahan menyebabkan peningkatan
biaya operasional perusahaan sawit antara 51%-88% dan 102%-177% dari biaya investasi per hektar per
tahun (Daemeter Consultant, 2017). Hingga saat ini belum diketahui berapa peningkatan beban pemerintah
akibat konflik lahan sawit.
Mengingat maraknya kejahatan teroganisir di Indonesia, kebutuhan untuk melakukan estimasi biaya
sosial kejahatan terorganisir sangat mendesak untuk dilakukan. Hasil estimasi tersebut akan membantu
pemerintah dalam mengevaluasi dampak berbagai program penindakan dan pencegahan kejahatan
terorganisir. Pekerjaan rumah di bidang ini masih banyak dan diperlukan sinergi antar para pakar di
berbagai bidang untuk mengestimasi biaya sosial kejahatan terorganisir yang terjadi di berbagai sektor.

1Lihat, Siaran Pers Komnas HAM, KPA dan WALHI, (2014) dalam Zakaria dkk (2018).
2Lihat KPA, (2017), dalam Zakaria, (2018).
3Hukuman finansial terdiri dari denda, uang pengganti dan aset finansial yang dirampas pengadilan sebagai barang bukti. Aset non finansial tidak
dimasukkan ke dalam estimasi, mengingat tidak ada informasi mengenai konversi nilai aset tersebut ke nilai finansialnya.
Advertorial
Veronika Xaveria:
Banyak Pengalaman Berharga

D
alam rangka menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global
yang serba dinamis, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah
Mada (FEB UGM) memiliki program double degree sebagai jawaban. FEB
UGM bekerja sama dengan berbagai universitas di dunia untuk memberikan
kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan studi. Program double degree
diharapkan dapat menjadi kesempatan emas mahasiswa untuk belajar sekaligus
merasakan budaya dari dua negara serta memperoleh dua gelar sekaligus.
Veronika Xaveria, mahasiswa International Undergraduate Program (IUP)
Manajemen FEB UGM, merupakan salah satu orang yang merasakan kesempatan
emas untuk melaksanakan double degree. Vero -sapaan akrab dia- menjatuhkan
pilihannya ke salah satu universitas terkemuka di Australia, University of
Melbourne. Ketika ditanyai alasan untuk melakukan double degree, Vero
menjawab bahwa sejak awal sudah memiliki keinginan studi di luar negeri. “Aku
(melakukan, red) double degree karena dari awal sudah mau kuliah ke luar negeri.
Kalau ditanya kenapa di University of Melbourne karena ranking universitasnya
memang tinggi,” jawabnya.
Adanya program double degree ini ternyata salah satu alasan ia memilih
untuk melakukan studi di IUP FEB UGM. “Dari awal, aku tidak ada persiapan
khusus. Dari awal masuk IUP UGM memang sudah mantap karena ingin double
degree,” ujarnya. Terkait pilihannya ke University of Melbourne, Vero mengakui
jika awalnya ia ingin ke Erasmus University Rotterdam. “(Awalnya ingin double
degree di Erasmus University Rotterdam, red) tapi setelah konsultasi dengan
orang tua, disuruh ke University of Melbourne, ya udah akhirnya ikut kata orang
tua,” jawabnya ketika ditanyai alasannya.
Mengenai pengalamannya di sana, Vero mengatakan bahwa ia merasakan
banyak perbedaan ketika melakukan studi di negeri kangguru tersebut. Tingkat
kesulitan dan kedalaman materi yang disampaikan selama kuliah menjadi
tantangan tersendiri dibanding ketika ia berada di FEB UGM. “Kadang kala ada
problem di language barrier waktu group meeting,” tuturnya. Vero menambahkan
bahwa ada beberapa perbedaan sistem kuliah di sana. Kehadiran kuliah bukanlah
hal yang wajib. Selain itu, untuk mendapatkan nilai tambahan selain di dalam
kelas, disediakan banyak sekali medium lain, seperti tutorial, konsultasi gratis,
dan latihan tambahan yang selalu ada. “Semua tergantung kita mau rajin atau
enggak buat dapat (nilai, red) bagus. Mata kuliah satu semester cuma empat, tapi
in-depth banget belajarnya dan padat,” imbuhnya.
Vero mengakui bahwa selama belajar di sana, ia mendapatkan banyak nilai-
nilai berharga. “Diversity, cross-cultural interaction, dan time management,”
ungkap Vero. Selain itu, tak jarang ia menemui pengalaman unik dan lucu. Salah
satunya ia alami ketika sedang mencari camilan malam. Saat itu, ia menemui
banyak orang tergeletak di jalanan. “Pernah keluar sampai subuh habis jalan-
jalan cari halal snack pack. Di perjalanan, ketemu banyak banget orang mabuk
di jalan dan teriak-teriak. Ada yang tiduran di rumput, ada juga yang jalan miring
nabrak-nabrak tembok,” cerita Vero sembari tertawa mengingat pengalamannya
itu.
Terakhir, ia tak lupa untuk memberikan pesan kepada para mahasiswa IUP
FEB UGM yang nantinya juga ingin melaksanakan double degree. “Maintain IPK
(indeks prestasi kumulatif) dan good impression ke dosen karena nanti butuh
surat rekomendasi. Rencana mata kuliah juga disusun dari sekarang mau ambil
apa biar nanti enggak ribet transfer credits dari universitas yang kita tuju,”
pungkasnya.
POJOK ALUMNI

Wasi Abas
Kongsi Core:
Wujud Bakti Putera Negeri untuk Dunia

P
erjumpaan bersama dalam temu alumni menjadi salah satu momentum untuk merajut tali silaturahmi
dan juga ajang berbagi kisah dengan teman-teman lama. Namun siapa kira, diskusi dalam reuni
dapat menyelam lebih dalam dan bermuara pada gagasan untuk mendirikan sebuah usaha bisnis.
Hal ini yang dialami oleh Wasi Abas, alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
(FEB UGM) angkatan 1995, bersama dengan rekan-rekan dalam Keluarga Alumni Gadjah Mada Sumatera
Utara (KAGAMA SUMUT).
Bersamaan dengan momen temu alumni KAGAMA SUMUT tahun 2016 di Medan, tercetus ide oleh
anggota Bidang Dana Usaha Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA SUMUT untuk mencari ide bisnis yang
sekaligus bisa menjadi sarana untuk berkumpul dan menjalin kebersamaan. Beberapa tahun berselang,
awal tahun 2018 disepakatilah pendirian bisnis start up dengan beberapa pertimbangan, yakni kemudahan
untuk menjangkau pasar luas, pencarian investor berbekal daya tarik bisnis, serta modal awal yang
terjangkau. Bisnis start up ini akhirnya mewujud melalui aplikasi bernama Kongsi Core. Aplikasi ini
sebenarnya merupakan garapan Wasi yang sudah dikembangkan sendiri sebelumnya. Kemudian Kongsi
Core ini diterima bersama dan dimasukkan sebagai program kerja KAGAMA SUMUT Bidang Dana Usaha.
Ide awal pendirian Kongsi Core ini berangkat dari tingginya frekuensi perhelatan acara yang
diselenggarakan KAGAMA SUMUT tahun 2016-2018. Kegiatan KAGAMA SUMUT dan kinerja tim kiranya dapat
dikelola secara partisipatif, transparan, dan juga akuntabel, tanpa banyak membuang waktu dalam segi
teknis administrasi. Terlebih, para anggota juga telah disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Wasi
menegaskan bahwa aplikasi Kongsi Core ini merupakan investasi sosial KAGAMA SUMUT untuk Indonesia
dan dunia yang hingga kini terus digaungkan namanya melalui upaya pengembangan.
Proses penciptaan Kongsi Core telah digodok oleh tim teknis dan pengembang sejak pertengahan
tahun 2017. Proses pengembangannya memakan waktu kurang lebih dua belas bulan. Tepat pada hari
Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018, aplikasi Kongsi Core dikenalkan kepada dunia. Kongsi Core menawarkan
fitur yang lengkap sesuai dengan fungsi manajemen; planning, organizing, actuating, controlling (POAC).
Fitur aplikasi ini terbagi ke dalam lima tab, yakni Brief (perencanaan), Team (pengaturan peran dan tugas
anggota tim), Action (penginputan kegiatan kerja), Cost and Funding (pengendalian biaya dan pendanaan),
Progress (penginputan progres individu dalam tim), serta fasilitas Chat Group untuk berkoordinasi dan
Print to PDF untuk mencetak laporan kegiatan yang terekam sistematis. “Kongsi atau grup proyek/kegiatan
bisa diset publik atau private. Saat ini tersedia dalam dua bahasa; Indonesia dan Inggris. Kongsi Core
berbasis Android, versi iOS belum tersedia,” tambahnya.
Di usia yang masih belia, Kongsi Core telah berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional
sebagai jawara Best Preexsisting Update Solution dalam perlombaan Community Challenge 2018 yang
diselenggarakan oleh Facebook. Wasi mengungkapkan bahwa kini pihaknya juga sedang menguji coba
aplikasi baru sebagai pelengkap Kongsi Core yakni Kongsi Taber, aplikasi tabungan bersama. Sementara
itu, dukungan untuk pengembangan Kongsi Core juga mengalir dari berbagai pihak, yakni sokongan layanan
dari Google dan Dilo Telkom di Medan.
Diakui Wasi bahwa sejauh ini antusiasme masyarakat terhadap eksistensi aplikasi ini cukup tinggi.
Antusiasme ini tercermin dari sambutan hangat anggota KAGAMA SUMUT dan beberapa komunitas di Medan.
Pengguna aplikasi kian bertambah secara bertahap. Tak hanya memanfaatkan aplikasi ini, pengguna
juga berpartisipasi aktif untuk turut memberikan saran dan perbaikan bagi berkembangnya Kongsi Core.
Sementara itu, fokus pengembangan Kongsi Core saat ini terarah kepada desain user interface aplikasi
guna dapat digunakan secara nyaman bagi masyarakat banyak.
Tentu dalam perjalanan pengembangan, bisnis ini tak lepas dari hambatan. Wasi mengaku bahwa
tantangan datang dari segi pemenuhan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk ikut berkontribusi dalam
bisnisnya. Pasalnya, kondisi masyarakat saat ini tak ubah masih mendamba pekerjaan pada sektor publik.
Namun, Wasi tetap berkomitmen untuk memberdayakan programmer dan tim teknis lokal di Sumatera
Utara. Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan potensi SDM lokal dan memberikan alternatif lingkungan
pekerjaan lain yakni di sektor ekonomi kreatif.
Ketika ditanya tentang prinsip dalam berbisnis, Wasi menuturkan bahwa dirinya berfokus untuk mencari
peluang yang berbeda dan masuk ke dalam segmen yang baru, seperti halnya Kongsi Core yang bertujuan
untuk menjadi solusi bagi komunitas yang cerdas (smart communities) dengan memanfaatkan teknologi
dalam mengelola kegiatan dan kerja tim secara efektif dan akuntabel. Kepercayaan bahwa selalu ada
solusi bagi setiap masalah juga menjadi prinsip pegangan Wasi. “Sering mengalami jalan keluar yang tidak
terduga, muncul pada saat menit-menit terakhir mendekati waktu dibutuhkan,” tuturnya.
Berbagi sedikit tentang pengalaman menempuh studi di FEB UGM, Wasi menekankan dua poin nilai
yang ia dapatkan dari FEB UGM. Pertama, kerja keras untuk dapat sukses dalam segala hal yang dikerjakan,
termasuk di dalam pekerjaan yang ia geluti saat ini. Kedua, kemauan untuk saling belajar antara dosen
dan mahasiswa atas dasar kesetaraan yang ada. Hal tersebut yang juga diimplementasikan oleh Wasi
saat bekerja di dalam tim Kongsi Core.
Tak luput, terselip harapan dan pesan dari Wasi agar mahasiswa yang masih duduk di bangku kuliah
dapat aktif mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa atau project di kampus. Sebab, melalui kegiatan
tersebut, mahasiswa dapat melatih leadership and managerial skill dan juga communication skills yang
akan berguna untuk menjadi pribadi unggul setelah kuliah. Terakhir, secara khusus Wasi berharap agar
aplikasi Kongsi Core dapat pula diterapkan oleh mahasiswa dalam dinamika Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau
project tugas untuk memudahkan pengelolaan kegiatan.
GALA DINNER
AACSB 2019
February 24th, 2019
Siapa dia
Khristina Purwaningsih
“Senantiasa Belajar
untuk Terus Maju”

F
akultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), sebagai sebuah organisasi, terdiri dari berbagai
pihak yang terlibat di dalam kegiatannya, seperti dosen, karyawan, dan mahasiswa. Pihak-pihak tersebut tentu
melaksakanan peran penting sesuai kapasitasnya agar oganisasi tetap berjalan dengan baik. Di antaranya, terdapat
backstagers, pihak yang sering kali tidak begitu terendus oleh khalayak umum, tetapi memiliki peran bagi organisasi.
Ialah Khristina Purwaningsih, seorang karyawan yang saat ini bertanggung jawab terhadap segala arsip sekaligus
seorang backstager di FEB. Ia saat ini menjadi karyawan bagian Pusat Arsip FEB UGM. Sudah 33 tahun Khristina
mengabdikan diri kepada FEB. Kariernya pertama kali ia mulai pada tahun 1986 sebagai seorang karyawan honorer.
Setelah tiga tahun menjadi karyawan honorer, ia kemudian diangkat menjadi PNS pada tahun 1989.
Wanita 55 tahun ini telah mengalami beberapa kali rotasi tugas di FEB UGM. Pada awal masa pengabdiannya,
Khristina, atau yang akrab disapa Khris, mendapat tugas sebagai staf di bagian persuratan. Tugas ini ia emban selama
kurang lebih dua belas tahun, dari tahun 1989-2001. Kemudian, pada tahun 2001-2006 ia mendapat tugas baru sebagai
staf akademik, terutama menangani administrasi nilai untuk program studi Ilmu Ekonomi. Lalu pada tahun 2006-2012,
ia mendapat tugas untuk melayani para dosen sebagai staf sekretariat yang letaknya di lantai satu. Dari tahun 2012
hingga sekarang, ia bertugas di bagian persuratan dan arsip.
Berlatar belakang Sekolah Teknik Mesin (STM), ia mendaftarkan diri untuk mengabdi. Ia melalui masa matrikulasi,
pelatihan, dan honorer terlebih dahulu sebelum diangkat sebagai PNS. Menurutnya, masa-masa matrikulasi dan
pelatihan justru menjadi saat bagi dirinya untuk ditempa dan dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik dan siap untuk
menghadapi dunia kerja.
Khris bercerita bahwa ada satu momen yang membuat kemauan belajar dan maju mengakar kuat di dalam dirinya.
Pada saat matrikulasi, ia sempat merasa hampir putus asa untuk melanjutkannya karena tingkat kesulitan yang ia
hadapi. Pak Sumarjo, yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha, memberikan semangat untuk
tetap berjuang. Hal itu menumbuhkan semangat berjuang dan membuatnya bisa menghadapi keputusasaannya. Oleh
karena itu, ia kemudian menyadari bahwa untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan maju, ia harus mau belajar. Hal
tersebutlah yang ia yakini dan menjadi pegangan hidupnya hingga saat ini.
Lain halnya saat ia menjadi staf sekretariat. Ia mendapat tugas, terutama, untuk membantu memenuhi keperluan
dosen, salah satunya mengetik atau membuatkan soal. Dalam melaksanakan tugas tersebut, ia sering menemukan
kesulitan dalam memahami rumus. Untuk itu, ia meminta tolong kepada salah seorang mahasiswa untuk mengajarinya.
Akhirnya, ia mendapatkan keahlian yang cukup untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Untuk melaksanakan tugas
sebagai staf pusat arsip saat ini pun, Khristina perlu belajar terlebih dahulu. Perihal pengarsipan, ia justru banyak belajar
dari staf magang yang pernah ditempatkan di posisi tersebut.
Selain memiliki semangat belajar dan pengembangan diri yang tinggi, Khris juga memiliki rasa tanggung jawab
yang besar. Ia berpendapat bahwa apa yang ia kerjakan akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, bukan semata-
mata kepada manusia. Prinsip tersebut membuatnya tetap bertanggung jawab dengan tugasnya, baik ada orang yang
mengawasinya ataupun tidak. Apa pun tugas yang menjadi kewajibannya, ia kerjakan semaksimal mungkin. Hal ini juga
menjadi salah satu ajakan darinya bagi siapapun yang bekerja supaya mengerjakan tanggung jawabnya sebaik mungkin,
baik itu saat ada pengawas maupun tidak, dan jangan hanya berorientasi pada gaji.
Khris tak lupa menceritakan rasa senang dan syukurnya bisa mengabdi dan bisa menjadi bagian dari keluarga FEB
UGM. Bukan semata-mata pekerjaan saja yang ia peroleh, tetapi dengan kemauan yang kuat, Khristina memperoleh
berbagai pelajaran yang mengembangkan dirinya. Ia juga merasa bangga dengan FEB karena kedisiplinan yang
diterapkan dan tantangan kerja yang justru menjadi pendorong baginya untuk senantiasa belajar.
Tak hanya itu, ia berpesan kepada mahasiswa untuk menjadi pribadi yang lebih jujur karena kelak akan menjadi pemimpin.
Khris juga berpesan bagi karyawan FEB supaya bekerja sesuai aturan dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan.
Ia berpesan agar seluruh karyawan melakukan tugasnya sebaik mungkin.
“Apa yang bisa dilakukan, lakukanlah!” serunya sekaligus mengakhiri wawancara dengan redaksi.
Salim Rettig
T
he dual degree program especially in my
study of international business is such
a great opportunity to experience the
culture of Indonesia and Asia, even it doesn’t
have to be necessarily Asia, but it’s different
culture and since we’re going to stay here one
year, we have the opportunity to experience
even more and in the end I’m going to have
2 degrees from Pforzheim University and
luckily also from FEB Gadjah Mada University
in Indonesia, and that is such a nice thing. So if
you wanna experience Asia, especially the great
country of Indonesia and you want to connect
to studies of Indonesian economics, Indonesian
Business or variety of different courses and you
Pforzheim University want a good quality of education with a leading
university in Indonesia then you should totally
come here.
Akses Data Makro Dalam Jangkauan
Mahasiswa

T
erletak di ujung lorong lantai empat Pertamina dari MacDash, Sekar menuturkan bahwa proses
Tower yang cukup jauh dari hiruk-pikuk mahasiswa analisis data menggunakan data yang diperoleh
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah dari MacDash jauh lebih mudah. Selain tampilan
Mada (FEB UGM), Macroeconomic Dashboard (MacDash) antarmuka pengguna yang lebih nyaman, aspek
berpijak. Di sana, para asisten MacDash sibuk mengelola lain yang lebih penting adalah data yang tersedia
data ditemani oleh tujuh layar yang tersedia. Data sudah dalam bentuk paket, bukan mentah. Dengan
bulanan yang mereka peroleh diunduh kemudian demikian, data tersebut dapat langsung dianalisis
disajikan beraneka rupa sehingga tampak sederhana. tanpa harus diolah terlebih dahulu. Pengamatan data
Hal ini merupakan wujud dari edukasi publik dan upaya dengan metode komparasi berbagai data makro dari
menjangkaukan fasilitas yang rumit untuk masyarakat. berbagai negara juga lebih sederhana karena satuan
Ketika berdiri pada 2013, MacDash kerap kali yang ada telah disesuaikan.
masih terlihat asing bagi mahasiswa karena adanya Selain fasilitas pengunduhan data ekonomi makro
kesan eksklusif yang tampak pada fasilitas tersebut. gratis bagi mahasiswa, berbagai produk hasil analisis
Namun, hal itu kini telah dihilangkan oleh Sekar Utami data juga dihasilkan oleh MacDash. Beberapa di
Estiastuti. Dosen yang mengampu mata kuliah Ekonomi antaranya berbentuk majalah Indonesia Economic
Makro ini kini menjadi penggawa baru dalam mengawal Review and Outlook atau yang biasa disingkat IERO.
lima asisten MacDash. Sejak 1 Agustus 2018, dirinya IERO merupakan majalah yang membahas prospek
menggantikan Muhammad Edhie Purnawan. ekonomi ke depan yang dihadirkan secara kuartalan.
MacDash mudah untuk dikunjungi dan memiliki Di bawah kepemimpinan Sekar kini, produk infografis
pelayanan yang terbuka sehingga kini membuatnya dan opini lebih diutamakan. Kedua produk tersebut
lebih ramah kepada mahasiswa. Prosedur untuk didorong agar masyarakat lebih familier terhadap
menjangkau gudang data makro tersebut pun tidaklah MacDash. Penyajian berbagai infografis serta opini
rumit. Mahasiswa hanya perlu mengisi buku tamu dan yang renyah dan mudah dicerna menjadi fokus untuk
langsung dapat mengakses data melalui komputer pengembangan MacDash ke depan.
yang tersedia untuk membuka laman dashboard CEIC, Ketika ditanya mengenai diferensiasi yang ada
sebuah penyedia data makro berbayar yang dilanggan dalam infografis produksi MacDash, Sekar menjawab
oleh FEB UGM. Lewat dashboard tersebut, mahasiswa bahwa data yang disajikan oleh MacDash tidak hanya
dapat mengakses dan meminta data makro apapun pada secuil dari data makro, tetapi lebih secara
yang diinginkan. Adanya asisten MacDash membuat menyeluruh. Penekanan itulah yang membuat produk
mahasiswa dapat bertanya perihal penggunaan ini berbeda dari media kebanyakan. Respon dari
dashboard CEIC maupun perihal lainnya yang berkaitan masyarakat pun dinilai positif, terlihat dari jumlah
dengan MacDash. Dashboard CEIC ini sebenarnya juga like di Instagram dan Twitter yang terus meningkat.
dapat diakses di perpustakaan FEB UGM jika mahasiswa Dua media sosial inilah yang kini sedang menjadi
enggan datang ke MacDash. Namun, mahasiswa tentu fokus sehingga layanan yang ada bukan hanya
saja tidak dapat bertanya kepada asisten apabila dapat dijangkau masyarakat, tetapi juga menjangkau
kesulitan dalam menggunakan dashboard CEIC tersebut. masyarakat.
Mengenai keunggulan data yang diperoleh

33 FASILITAS
34
Diterbitkan oleh
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora
Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: + 62 274 548 510 (hunting)
F: + 62 274 563 212
E: dekan@feb.ugm.ac.id Tim Liputan
W: http://www.feb.ugm.ac.id Erma Wheny Hertuti
Gerardo Gani
Febyolla Aninditya
Penanggung Jawab Pengarah Andhika perdana
Alan Naufal
Eko Suwardi, M.Sc., PhD. Cyrilla Wikan
Amirullah Setya Hardi, Ph.D (Dekan) Santini Dewi Putri
(Wakil Dekan Bidang Penelitian,
Adrian P
Pengabdian Kepada Masyarakat, Alumni Prof. Mahfud Solihin, M.Acc., Ph.D
dan Kerjasama) (Wakil Dekan Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan)
Teknologi Informasi
Yulia Arisnani Widyaningsih, Muhammad Ali Faiq
M.B.A., Ph.D.
Kusdhianto Setiawan, Ph.D
(Kepala Unit Kerjasama Industri,
Alumni dan Humas)
(Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Artistik
Sumber Daya Manusia) Ananda Adi Cahyono