Anda di halaman 1dari 5

Beban terbagi rata di atas timbunan q =1,50ton/m2.

Bilahitungandi dasarkan
pada teori rankine untuk menghitung stabilitas dinding penahan tanah pada segmen
I (retaining wall)
Hitungan gaya vertikal dan gaya momen terhadap kaki depan (titik O) yang
di perlihatkan pada Tabel di bawah ini :
Tabel 4.10 Perhitungan Gaya Vertikal dan Gaya Momen
No Berat (ton) Jarak dari O (m) Momen dari O (ton.m)
1 0,3x7,575 x2,4=5,45 2,00 10,90
2 0,50x0,50x7,575x2,4=4,55 1,63 7,42
3 1,85x7,575x1,82=26,12 3,075 80,32
4 ((1,35+1,37)/2)x0,40x1,82=0,99 0,675 0,67
5 4,00x0,70x2,40=6,72 2,00 13,44
q (4,00-2,15)x1,50=3,525 3,075 10,84
∑W 47,355 ∑M 123,59

Ka = tg2 (45o – ½ x ∅)
= tg2 (45o – ½ x 270)
= 0,38
∑ Pah = (0,5 H2 γ Ka + q H Ka) – 2c H√Ka
= ((0,5x(8,275)2x1,82x0,31)+(1,5x8,275x0,31)) – 2x1,2x8,275x√0,31
= 11,48 ton/m
Tekanan tanah aktif total dan momen terhadap O,di hitung dalam tabel di bawah ini
:
Tabel 4.11 Perhitungan Tekanan Tanah Aktif dan Gaya Momen

No Tekanan tanah aktif total,Pa (ton) Jarak dari O (m) Momen ke O (ton.m)
2
1 0,5x(8,275) x1,82x0,38=23,68 2,76 65,36
2 1,5x8,275x0,38=4,72 4,14 19,54
3 - 2x1,2x8,275x√0,38= -12,24 4,14 - 50,67
∑Pa 16,16 ∑M 34,23

Kp= tg2 (45o + ½ x ∅)


= tg2 (45o + ½ x 270)
= 2,66
∑ Pph = 0,5 h2 γ Kp + 2c h √Kp

= (0,5x(1,1)2x1,82x2,66)+(2x1,2x1,1x√2,66)
= 8,34 ton/m
Tekanan tanah pasif total dan momen terhadap O,di hitung dalam tabel di bawah
ini :
Tabel 4.12 Perhitungan Tekanan Tanah Pasif dan Gaya Momen

No Tekanan tanah aktif total,Pp (ton) Jarak dari O (m) Momen ke O (ton.m)
1 0,5x(1,1)2x1,82x2,66=2,93 0,37 1,08
2 2x1,2x1,1x√2,66 =4,31 0,55 2,37
∑Pp 7,24 ∑M 3,45

1. Stabilitas terhadap penggeseran


Tahanan geser pada dinding sepanjang B=4,00m,di hitung dengan
menganggap dasar dinding sangat kasar,sehingga sudut gesek 𝛿b = Φ dan adhesi
cd = c :
Rh = cdB + ∑ W tg 𝛿b
= (1,2 x 4,00) + (47,355 x tg 270)
= 28,93 ton/m
∑Rℎ ∑Rℎ 28,93
Fgs =
∑Ph
= ∑Pah−∑Pph = 16,16−7,24 = 3,24 > 1,5 (OK)
2. Stabilitas terhadap penggulingan
∑Mw ∑Mw 123,59
Fgl =
∑Mgl
= ∑MglPa−∑MglPp = 34,23−3,45 = 4,02 > 1,5 (OK)
3. Stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung tanah
Dalam hal ini akan di gunakan persamaan Hansen (1961).Pada hitungan di
anggap pondasi terletak di permukaan.
∑Mw−∑Mgl 123,59−30,78
xe = = = 1,95 m
∑W 47,36
B 4,00 B 4,50
e= − xe = − 2,23 = 0,23 < = = 0,75 m (OK)
2 2 6 6
Lebar efektif = B’ = B-2e = 4,75 – (2 x 0,40) = 3,95 m
A’ = B’x 1 = 3,95 x 1 = 3,95 m2
Gaya horisontal : H = 1,75 ton=8,92 dan gaya vertikal : V = 55,95 ton
Faktor kemiringan beban :
0,5H 5
iq = [1 − V+A′Ca ctg ∅ ] ≥ 0

0,5x1,75 5
= [1 − 55,95+(3,91 x 1,20 x ctg 32) ] = 0,93 = 0,63
1−iq
ic = [iq − Nc tg ∅]
1−0,93
= [0,93 − 35,49 x tg 32] = 0,93 = 0,60

Catatan : Nc tg ∅ = Nq – 1
35,49 x tg 32 = 23,18 – 1 ( OK)
0,7H 5
iγ = [1 − V+A′Ca ctg ∅ ] ≥ 0

0,7x1,75 5
= [1 − 55,95+(3,95 x 1,20 x ctg 32) ] = 0,91 =0,56

Untuk ∅ = 320,dari tabel fakor kapasitas dukung Hansen (1961) di dapat


nilai , Nq = 23,18; Nc = 35,49 ; Nγ = 20,79
Kapasitas dukung ultimit untuk pondasi di permukaan menurut Hansen
(1961) (Df = 0,faktor kedalaman dc = dq = dγ = 1,faktor bentuk sc = sq = sγ = 1)
qu = ic c Nc + iγ 0,5 B’ γ Nγ
= ( 0,93 x 1,2 x 35,49 ) + ( 0,91 x 0,5 x 3,95 x 1,82 x 20,79 )
= 107,61 ton/ m2
Bila di hitung dengan berdasarkan lebar pondasi efektif (lebar pondasi
efektif),yaitu tekanan pondasi ke tanah dasar terbagi rata secara sama,maka :
V 55,95
q’ = = = 14,16 ton/ m2
B′ 3,95

Faktor aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung


qu 107,61
F= = = 7,52 > 3,0 (OK)
q′ 14,31

Atau dapat pula faktor aman di hitung dengan :


qu (B′ ) 107,61x3,95
F= = = 7,52 (sama)
V 55,95
27 = nc = 23,94 nq = 13,20 ngamma= 9,32
Hitungan gaya-gaya terfaktor untuk menghitung gaya vertikal terfaktor,gaya
horizontal terfaktor dan momen terhadap kaki depan (titik O) di tunjukkan dalam
perhitungan tabel berikutnya.
Eksentrisitas pada dasar pondasi oleh beban-beban terfaktor :
∑Mw−∑Mgl 206,88−21,86
xe = = = 2,72
∑W 68,07
B 4,75 B 4,75
e= − xe = − 2,72 = 0,35 < = = 0,79 m (OK)
2 2 6 6
Tabel 4.13 Perhitungan Gaya Vertikal dan Gaya Momen dengan Faktor Beban :
beban mati 1,2 dan beban hidup 1,6
No Berat (ton) Jarak dari O (m) Momen dari O (ton.m)
1 0,4x7,575 x2,4x1,2=8,72 2,20 19,18
2 0,50x0,40x7,575x2,4x1,2=4,37 1,87 8,17
3 2,35x7,575x1,82x1,2=38,88 3,575 138,99
4 ((1,6+1,62)/2)x0,40x1,82x1,2=1,40 0,80 1,12
5 4,75x0,80x2,40x1,2=10,94 2,375 25,98
q (4,75-2,40)x1,00x1,6=3,76 3,575 13,44
∑W 68,07 ∑M 206,88

Tabel 4.14 Perhitungan Tekanan Tanah Aktif dan Gaya Momen dengan Faktor
Beban : beban mati 1,2 dan beban hidup 1,6

No Tekanan tanah aktif total,Pa (ton) Jarak dari O (m) Momen ke O (ton.m)
1 0,5x(8,375) 2x1,82x0,31x1,2=23,75 2,79 66,26
2 1x8,375x0,31x1,6=4,16 4,19 17,43
3 - 2x1,2x8,375x√0,31x1,2= -13,43 4,19 - 56,27
∑Pa 14,48 ∑M 27,42

Tabel 4.15 Perhitungan Tekanan Tanah Pasif dan Gaya Momen dengan
Faktor Beban : beban mati 1,2 dan beban hidup 1,6

No Tekanan tanah aktif total,Pp (ton) Jarak dari O (m) Momen ke O (ton.m)
1 0,5x(1,2)2x1,82x3,25x1,2=5,11 0,60 3,07
2 2x1,2x1,2x√3,25x1,2 =6,23 0,40 2,49
∑Pp 11,34 ∑M 5,56
Tekanan pada dasar pondasi :
V 6e
q= (1 ± ) (untuk e ≤ B/6)
B B

Dengan V= ∑W = 68,07 ton/m dan B = 4,75m


68,07 6x0,35
q maks = (1 + ) = 20,67 ton/m2
4,75 4,75
68,07 6x0,35
q min = (1- ) = 7,99 ton/m2
4,75 4,75