Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN SEMINAR

PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL


LEACHING
D-6

Disusun oleh
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Riza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083

LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA S1
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2018
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

Disusun oleh
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Riza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083

Yogyakarta, 4 Juni 2018


Disahkan oleh
Asisten Pembimbing

May Salvi Rosa

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan seminar praktikum pemisahan
difusional yang berjudul “Leaching” ini dapat diselesaikan dengan baik. Laporan
ini disusun untuk diseminarkan sebagai tugas akhir pelaksanaan Praktikum
Pemisahan Difusional TA 2017/2018.

Dalam penyusunan laporan ini, tidak luput dari bantuan berbagai pihak.
Untuk itu, praktikan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan
yang diberikan. Ucapan terimakasih penyusun ucapkan kepada:

1. Ir. Danang Jaya, M. T, selaku Kepala Laboratorium Praktikum Pemisahan


Difusional
2. May Salvi Rosa selaku asisten pembimbing yang telah memberikan arahan
dalam penyusunan laporan seminar Praktikum Pemisahan Diffusional ini.
3. Rekan-rekan sesama praktikan atas kerjasamanya yang baik.
4. Segenap pihak dan staff Laboratorium Dasar Teknik Kimia UPN “Veteran”
Yogyakarta.

Praktikan menyadari bahwa laporan seminar praktikum pemisahan


diffusional ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran
membangun sangat praktikan harapkan agar praktikan dapat menyusun laporan
yang lebih baik di masa yang akan dating. Semoga laporan dapat bermanfaat bagi
semua pihak yang membaca. Terima kasih

Yogyakarta, 3 Juni 2018

Penyusun

iii
DAFTAR ISI
Halaman Judul i
Halaman Pengesahan ii
Kata pengantar iii
Daftar Isi iv
Daftar Gambar v
Daftar Arti Lambang vi
Intisari vii
BAB I. PENDAHULUAN 1
I.1 Latar Belakang 1
I.2 Tujuan Percobaan 1
I.3 Tinjauan Pustaka 2
I.4 Hipotesis 5
BAB II. PELAKSANAAN PERCOBAAN 6
II.1 Alat dan Bahan 6
II.2 Cara Kerja 7
II.3 Bagan Alir 8
II.4 Analisa Perhitungan 10
BAB III. HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN 12
III.1 Hasil Percobaan 12
III.2 Pembahasan 13
BAB IV PENUTUP 16
IV.1 Kesimpulan 16
IV.2 Saran 16
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Rangkaian alat leaching 7


Gambar 2. Grafik hubungan antara waktu leaching dengan kadar NaCl
dalam larutan 13
Gambar 3. Grafik hubungan antara Effisiensi leaching dengan waktu
leaching 14

v
DAFTAR ARTI LAMBANG

A : Luas permukaan partikel dalam, cm2


CA : Konsentrasi padatan dalam waktu t, gmol/menit
CAS : Konsentrasi kejenuhan zat padat terlarut A dalam larutan, gmol/ml
D : Diameter bungkus padatan
KL : Koefisien transfer massa volumetric, cm3/menit
NA : Kecepatan transfer massa, gmol/menit
t : Waktu, menit
V : Volume aquadest, ml
Wt : Berat larutan total, gram
η : Effisiensi leaching, %
ρ : Densitas larutan garam NaCl, gram/ml
∑ : Jumlah total

vi
INTISARI
Leaching dalam industri kimia memegang peranan penting terutama dalam suatu
unit pemisah, yang bertujuan untuk memisahkan suatu komponen dalam campuran dengan
bantuan pelarut. Misalnya untuk memisahkan gula dari buah bit dengan menggunakan air
panas, dalam pengambilan minyak sayur dari biji-bijian menggunakan pelarut organik,
dan berbagai produk farmasi dari akar-akaran dan daun-daunan.
Operasi Leaching adalah mengalirkan solvent cair dalam umpan. Umpan 14 gram
garam dapur dan 14 gram pasir ditempatkan dalam tabung sample, dimana umpan
tersebut dalam keadaan diam. Sedangkan pelarutnya adalah aquadest yang diuapkan
terlebih dahulu dalam labu leher tiga. Kemudian uap ini diembunkan dalam kondensor.
Hasil ekstraksi berupa larutan garam dapur yang ditampung dalam labu leher tiga,
kemudian dalam selang waktu lima menit, larutan garam dalam labu leher tiga diambil
menggunakan pipet dan didinginkan lalu dimasukkan ke dalam piknometer sehingga berat
NaCl dan densitasnya dapat dicari. Percobaan diulangi sampai berat NaCl konstan.
Hasil percobaan menunjukkanbahwa banyaknya garam yang terekstrak adalah 9,17688
gram dengan effisiensi 65,55%. Dengan bertambahnya waktu leaching, maka garam yang
terekstrak dan effisiensi leaching semakin besar. Hal ini dikarenakan semakin banyak mol
garam yang terekstrak ke dalam larutan.

Kata kunci : Transfer massa, Leaching, Waktu

vii
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Leaching merupakan salah satu unit operasi yang sudah lama dipakai dalam
industri kimia. Leaching dalam industri kimia memegang peranan penting terutama
dalam satu unit pemisah, misalnya untuk memisahkan gula dari bit dengan
memakai air panas, pengambilan minyak sayur dari biji-bijian seperti kedelai
dengan memakai pelarut organik dan masih banyak lagi pada produk farmasi yang
didapatkan dari akar-akaran dan daun-daunan. Definisi leaching adalah proses
pemisahan fraksi padat yang diinginkan dari fraksi padat lain dalam suatu
campuran padat-padat dengan menggunakan pelarut zat cair. Dalam percobaan ini
campuran padatan yang ingin dipisahkan adalah campuran garam dapur (NaCl)
dengan pasir sedangkan pelarutnya adalah aquadest. Campuran garam dapur dan
pasir ini mempunyai pori-pori, sehingga partikel-partikel garam yang larut dalam
aquadest mudah keluar dari pori-pori pasir dan tidak memerlukan pengadukan.
Salah satu syarat dari pelarut yang perlu diperhatikan dalam percobaan ni adalah
melarutkan salah satu konstituen dari campuran padatan yang dipisahkan. Dalam
percobaan ini dipakai pelarut aquadest karena aquadest merupakan pelarut garam
dapur yang baik dan tidak melarutkan pasir.

I.2 Tujuan Percobaan


1. Mempelajari hubungan antara kadar garam (NaCl) dalam larutan dengan waktu
leaching
2. Mempelajari hubungan antara persentase garam (%NaCl) yang terekstraksi
terhadap garam mula-mula (effisiensi leaching) dengan waktu leaching
3. Menentukan koefisien transfer massa pada proses leaching

1
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

I.3 Tinjauan Pustaka

Leaching atau ekstraksi zat padat (solid extraction) merupakan suatu proses
pemisahan fraksi padat yang diinginkan dari fraksi padat yang lainnya dalam suatu
campuran padat-padat, dengan menggunakan solvent cair. Dalam hal ini fraksi padat
yang diinginkan bersifat larut dalam solven sedangkan fraksi padat lainnya tidak
larut. Untuk memisahkan komponen dari campuran zat padat atau zat cair, ada
beberapa metode yang dapat dilakukan yang digolongkan pada 2 kategori, yaitu:

1. Leaching atau ekstraksi zat padat yaitu digunakan untuk melarutkan zat yang
dapat larut dari campurannya dengan zat padat yang tidak dapat larut.
2. Ekstraksi zat cair yaitu digunakan untuk memisahkan dua zat cair yang saling
bercampur dengan menggunakan suatu pelarut yang melarutkan salah satu
dalam campuran tersebut.
(Brown, 1951)

Leaching tidak banyak berbeda dari pencucian zat dari hasil filtrasi. Dalam
leaching, kuantitas zat mampu larut (soluable) yang dikeluarkan biasanya lebih
banyak bila dibandingkan dengan pencucian filtrasi biasa, dan sifat-sifat zat padat
mungkin mengalami perubahan dalam operasi leaching. Umpan yang berbentuk
kasar, keras dan butiran-butiran besar mungkin akan terdisintegrasi menjadi bubur
atau lumpur, bila bahan mampu larut yang terkandung didalamnya dikeluarkan.
(Mc. Cabe, 1998)

Agar proses leaching dapat berjalan dengan baik, maka perlu diperhatikan
halhal sebagai berikut :

1. Campuran padatan harus mempunyai densitas yang lebih besar dari pada
solvent.

2
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

2. Campuran padatan bersifat selektif permiabel aktif sehingga terjadi kontak


antara solvent yang membawa partikel-partikel.
3. Campuran padatan mempunyai permukaan aktif sehingga terjadi kontak antara
solvent dan padatannya..
4. Partikel yang akan dipisahkan harus bisa keluar dari pori-pori dan dapat larut
dalam solvent.
5. Solvent harus merupakan cairan yang hanya dapat melarutkan konstituen yang
dikehendaki saja.

Sebelum proses leaching dilakukan, terlebih dahulu harus diperhatikan sifat-


sifat fisika dan kimia dari bahan yang digunakan sebagai umpan. Hal ini diperlukan
untuk keperluan dalam menentukan jenis solvent dan macam peralatan yang
digunakan. Maksudnya adalah untuk menghindari kerusakan alat dan demi
kelancaran proses. Disamping itu, faktor lain yang mempengaruhi jalannya proses
adalah faktor tekanan dan suhu., terutama pada proses kelarutan solute. Sebenarnya
pengaruh tekanan pada proses kelarutan solute adalah kecil dan dapat diabaikan,
kecuali pada tekanan tinggi.

(Treybal, R. E. 1980)

Kecepatan Leaching (Laju Leaching)

Apabila suatu bahan akan dipisahkan dari padatan menuju pelarut, maka
kecepatan transfer massa dari permukaan zat padat menuju cairan adalah faktor
kontrol. Hal ini sesungguhnya tidak berlawanan atau berbeda dalam fase padat, jika
bahan tersebut adalah suatu bahan murni. Persamaan ini akan diperoleh jika terjadi
sistem batch.

3
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

Kecepatan transfer massa zat terlarut A yang akan dipisahkan terhadap larutan
dengan volume (m3 ) adalah

𝑁𝑎
= KL (CAS-CA)
𝐴

Dimana : Na = kecepatan pelarutan (gr mol/liter)


A = luas permukaan partikel (cm2)
KL = koefisien transfer massa (cm/menit)
CAS = kelarutan kejenuhan zat padat terlarut A dalam larutan (gr
mol/cm3)

Neraca massa zat x pada cairan disekitar alat ekstraktor proses dapat dinyatakan
dengan :
M.in – M.out – M.reaksi= M.acc
𝑑𝐶𝐴
0 – 0 + KL A ( CAS – CA ) = V 𝑑𝑡
𝑑𝐶𝐴
V = Na = KL A ( CAS – CA)
𝑑𝑡

Diintegralkan dari t = 0 dan CA = CA0 terhadap t = t dan CA = CA


𝐶𝐴 𝑑𝐶𝐴 𝐴 𝐾𝐿 𝑡=𝑡
∫𝐶𝐴𝑜 𝐶𝐴𝑠−𝐶𝐴 = 𝑉
∫𝑡=0 𝑑𝑡

C −𝐶𝐴 𝐴 𝐾𝐿
-ln C AS−𝐶𝐴𝑜 = [ ]t
AS 𝑉

dengan mengintegralkan dari K = 0 → K = t dan CA = CA0 → CA = CA


hal ini diasumsikan :
1. Ukuran benda padat berpori tetap
2. Luas permukaan kontak tiap satuan volume padatan tetap.
𝐴 𝐾𝐿 𝐶𝐴𝑆−𝐶𝐴
nilai didapat dengan membuat grafik hubungan antara : -ln [𝐶𝐴𝑆−𝐶𝐴𝑂] 𝑉𝑠 𝑡
𝑉

4
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

I.4 Hipotesis
1. Hubungan antara kadar garam dengan waktu leaching akan berbanding lurus,
dimana semakin lama waktu leaching maka semakin banyak garam yang
terekstrak, dikarenakan semakin lama waktu kontak menyebabkan semakin
banyak NaCl yang terlarut dalam air.
2. Hubungan antara effisiensi dengan waktu leaching akan berbanding lurus,
karena semakin lama waktu leaching, maka garam yang terlarut dalam air
semakin banyak.
3. Nilai koefisien akan bergatung pada konsentrasi garam yang terkandung dalam
air.

5
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

BAB II
PELAKSANAAN PERCOBAAN

II.1. Alat dan Bahan


a. Alat : - Labu leher tiga - Tabung sampel
- Pemanas listrik - Tabung pengaman
- Termometer - Piknometer
- Pompa vakum - Pipet
- Pendingin balik
b. Bahan : - NaCl
- Pasir
- Aquadest

II.2. Rangkaian Alat

4
7
2b

2a
6
3

Gambar 1. Rangkaian alat leaching


6
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

Keterangan
1. Pemanas 4. Isolasi
:
2. Termometer 5. Pendingin
a. Titik didih 6. Pompa vakum
b. Titik embun 7. Statif
3. Labu leher tiga

II.3. Cara Kerja

Pertama menera piknometer, setelah itu menimbang pasir dan garam dapur
dengan berat masing-masing 8 gram dan 10 gram. Mencampur pasir dan garam dapur
kemudian membungkus dengan kertas saring dan mengukur diameternya, selanjutnya
memasukkan ke dalam tabung reaksi. Mengisi labu leher tiga dengan aquadest dengan
volume 250 ml. Menghidupkan pemanas dan pendingin sampai aquadest mendidih dan
menguap melewati pendingin dan mengembun. Mencatat titik embun, titik didih, dan
waktu mula-mula leaching (t-0) pada saat embun atau tetesan pertama menetes ke
dalam tabung sampel. Mematikan pemanas pada selan waktu 10 menit. Kemudian
menghidupkan pompa vakum untuk menghisap ekstrak yang masih tertinggal sampai
tidak ada lagi ekstrak yang keluar dari tabung sampel. Mengambil larutan garam dari
labu leher tiga secukupnya dan didinginkan lalu memasukkan ke dalam piknometer
pada suhu sesuai denga suhu peneraan piknometer dan menimbang untuk mengetahui
berat larutan. Setelah itu mengukur rapat massa atau densitasnya. Mengulangi langkah-
langkah diatas sampai didapatkan berat yang konstan.

7
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

II.4. Diagram Alir

Menera piknometer.

Menimbang pasir dan garam dengan berat masing-masing 14 gram

Mencampur dan membungkus pasir dan garam dapur dengan kertas saring, dan
mengukur diameternya lalu memasukkannya ke dalam tabung sampel.

Mengisi labu leher tiga dengan aquadest.

Menghidupkan pemanas dan pendingin balik sampai aquadest mendidih dan


menguap sehingga uap akan melewati pendingin dan akan diembunkan.

Mencatat titik embun, titik didih, dan mencatat waktu mula-mula leaching (t=0)
pada saat embun atau tetesan peneraan.

Mematikan pemanas pada selang waktu tertentu.

Mengalirkan larutan garam yang terekstraksi ke dalam labu leher tiga dengan
membuka kran.

Mengaktifkan pompa vakum untuk menghisap ekstrak yang yang masih


tertinggal sampai semua keluar dari tabung sampel.

8
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

Mengambil larutan dari labu leher tiga, mendinginkan dan memasukkannya ke


dalam piknometer pada suhu sesuai dengan suhu peneraan piknometer dan
menimbangnya.

Mengukur rapat massa atau densitas larrutan garam.

Mengulangi langkah-langkah diatas sampai mendapatkan berat yang konstan.

9
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

II.5. Analisis Perhitungan


a. Perhitungan untuk peneraan piknometer
Suhu aquadest = f °C
Berat piknometer kosong = a gram
Berat piknometer + aquadest = b gram
Berat aquadest = (b-a) gram
Densitas aquadest = c gram/cm3
Volumu aquadest = (𝑏−𝑎)
ml
𝑐

b. Perhitungan untuk mencari densitas larutan garam


Berat piknometer kosong = a gram
Berat piknometer+ larutan garam = b gram
Berat larutan garam = (d-a) gram
Densitas larutan garam = (𝑑−𝑎)
ml
𝑐

c. Perhitungan mencari berat larutan


Vlarutan garam – Vaquadest = z ml
Berat larutan garam = z . ρlarutan garam

d. Perhitungan mencari kadar NaCl


Dihitung dengan korelasi antara densitas, suhu, dan kadar NaCl.

e. Perhitungan mencari efisiensi leaching


Garam terekstraksi = berat larutan x kadar NaCl
Garam leaching 𝐺𝑎𝑟𝑎𝑚 𝑡𝑒𝑟𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖
= 𝑥 100%
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑔𝑎𝑟𝑎𝑚 𝑚𝑢𝑙𝑎 − 𝑚𝑢𝑙𝑎

10
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

f. Menentukan koefisien transfer massa


Untuk memastikan koefisien transfer massa pada proses leaching
menggunakan persamaan sebagai berikut :

𝐶𝐴𝑠 − 𝐶𝐴 𝑘𝐿 . 𝐴
− ln =
𝐶𝐴𝑠 − 𝐶𝐴0 𝑉

11
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

BAB III
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

III.1. Hasil Percobaan


Suhu aquadest : 27 °C
Berat piknometer kosong : 17,01 gram
Berat piknometer + aquadest : 41,80 gram
Berat aquadest : 24,79 gram
Densitas aquadest : 0,99651 gram/cm3
Volume piknometer : 24,87675 ml
Berat garam (NacCl) : 14 gram
Berat pasir : 14 gram
Diameter padatan : 3,6 cm
Volumu aquadest (labu leher tiga) : 280 ml

Tabel 1. Data hasil percobaan


No. Waktu Suhu (°C) Berat pikno + Densitas
(menit) Titik Titik larutan garam Berat (gr) (gram/cm3)
didih embun (gr)
1. 5 102 29 41,97 24,96 1,0033
2. 10 102 32 41,98 24,97 1,0037
3. 15 102 36 42,03 25,10 1,0058
4. 20 102 39 42,09 25,08 1,0082
5. 25 102 40 42,20 25,19 1,0126
6. 30 102 40 42,29 25,28 1,0162
7. 35 102 40 42,36 25,35 1,0190

12
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

III.2 Pembahasan
a. Menentukan hubungan antara waktu leaching dan kadar NaCl

3.50000
y = 0.0016x2 + 0.0153x + 0.7983
3.00000
R² = 0.9887
2.50000
Kadar NaCl (%)

2.00000

1.50000 y hitung
y data
1.00000

0.50000

0.00000
0 10 20 30 40
Waktu Leaching (menit)

Gambar 2. Grafik hubungan antara waktu leaching dengan kadar NaCl dalam
larutan.
Dari grafik tersebut diperoleh bahwa waktu leaching dengan
kadar NaCl dalam larutan adalah berbanding lurus. Hal ini dikarenakan,
semakin lama waktu leaching maka NaCl yang terekstrak semakin banyak.
Persamaan garis yang diperoleh adalah y = 0.00162x2 + 0.01526x + 0.079831,
dengan persen kesalahan sebesar 4,9%.

13
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

b. Menentukan hubungan antara waktu leaching dengan effisiensi leaching

80.00%
y = 0.0003x2 + 0.0028x + 0.1609
70.00%
R² = 0.989
60.00%
50.00%
Effisiensi

40.00%
30.00% y data

20.00% y hitung

10.00%
0.00%
0 10 20 30 40
Waktu leaching

Gambar 3. Grafik hubungan antara Effisiensi leaching dengan waktu leaching

Dari grafik tersebut diperoleh bahwa waktu leaching dengan effisiensi


leaching adalah berbanding lurus. Hal ini dikarenakan, semakin lama waktu
leaching maka NaCl yang terekstrak semakin banyak dan dapat dikatakan
bahwa effisiensinya juga meningkat.

c. Menentukan Besarnya Koefisien Transfer Massa


Dalam percobaan ini, ditentukan pula koefisien transfer massa pada proses
leaching yaitu 0,01954 cm/menit. Koefisien transfer massa digunakan untuk
menentukan kecepatan difusi dari sebuah zat yang larut dalam pelarut. Selain
itu, koefisien transfer massa juga bertujuan agar dalam penggunaan proses
leaching dapat berjalan secara optimum, waktu terekstraksi diantaranya
dipengaruhi oleh harga koefisien transfer massa.

14
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

Faktor kesalahan yang mempengaruhi proses percobaan ini antara lain


proses penguapan dan pemanasan aquadest tidak terisolasi sempurna. Sehingga
uap pelarut kembali pada wadah labu leher tiga. Penggunaan pompa yang
kurang maksimal sehingga terdapat cairan yang masih tertinggal pada kran.
Selain itu, faktor pengukuran waktu dan suhu yang kurang pasti.

15
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

BAB IV
PENUTUP
IV.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa :
1. Hubungan antara waktu leaching dengan kadar garam yaitu berbanding
lurus. Semakin lama waktu leaching maka semakin banyak garam yang
terekstraksi. Persamaan yang diperoleh yaitu
y = 0.00162x2 + 0.01526x + 0.079831
2. Hubungan antara effisinsi leaching dengan waktu leaching yaitu
berbanding lurus. Semakin lama waktu leaching maka semakin banyak
garam yang terekstraksi. Persamaan yang diperoleh yaitu y = 0,0003x2 +
0,0028x + 0,1609
3. Besarnya koefisien transfer massa (KL) yaitu: 0,01954 cm/menit

IV.2 Kritik dan Saran


Dalam pelaksanaan praktikum leaching terdapat beberapa gangguan
terutama pada proses pemanasan dan penimbangan larutan untuk pengukuran
densitas, sehingga data yang diperoleh belum mencapai konstan. Untuk
memperoleh data yang diharapkan sebaiknya pemanasan dilakukan pada suhu
yang tinggi agar solvent cepat mendidih dan mengalami penguapan, sehingga
uap yang terembunkan banyak. Pada proses penimbangan larutan garam untuk
mengetahui densitas sebaiknya larutan garam didinginkan terlebih dahulu
hingga mencapai suhu lingkungan agar massa yang tertimbang lebih akurat.
Selain itu dalam membungkus campuran pada kertas saring diusahakan
berbentuk lingkaran agar mudah diukur dan transfer massa yang terjadi bisa
maksimal.

16
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

Dalam penyusunannya, laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh


karena itu, kritik dan saran membangun dari pembaca sangat penyusun
harapkan agar penyusun dapat menyusun laporan yang lebih baik kedepannya.

17
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAPORAN SEMINAR
PRAKTIKUM PEMISAHAN DIFUSIONAL
LEACHING
D-6

DAFTAR PUSTAKA

Brown.G.G.1951.“Unit Operation” Third Printing.John Willey and Sons,inc.New


York

McCabe, Warren L, Julian C. Smith, dan Peter Harriott. 1989. Operasi Teknik Kimia.
Erlangga : Jakarta. Alih Bahasa oleh Jasjfi

Perry, HR and Don Green. 1973. .“Perry’s Chemical Engineer’s Handbook 6th.
Mc.Graw Hill Book Company : New York

Treybal, Robert E. 1980. Mass Transfer Operations 3rd ed. Mc. Graw Hill Book
Company : New York

18
Diah Ayu Safitri 121160060
Ardans Muhammad Reza 121160080
Kurnia Kumala Dewi 121160083
LAMPIRAN

1. Menera piknometer
Berat aquadest dalam piknometer = (berat pikno+aquadest)-(berat pikno
kosong)

= 41,80 gram – 17,01 gram

= 24,79 gram
Densitas aquadest pada suhu 27°C = 0,996513 gram/ml

Volume piknometer Berat 𝑎𝑞𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠𝑡


=
Densitas 𝑎𝑞𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠𝑡

24,79 gram
=
0,996513 gram/ml

= 24,87675 ml

2. Densitas larutan NaCl (ρ larutan NaCl)


Densitas larutan NaCl Berat larutan garam
=
Volume piknometer
24,96 gram
=
24,87675 ml

= 1,00335 gram/ml
Dengan cara yang sama, maka diperoleh data untuk percobaan yang lainnya,
yaitu sebagai berikut:
Tabel 2. Hubungan waktu dengan densitas NaCl
No. Waktu (menit) Densitas (gram/ml)
1. 5 1,00335
2. 10 1,00375
3. 15 1,00576
4. 20 1,00817
5. 25 1,01259
6. 30 1,01621
7. 35 1,01902

3. Kadar garam dalam larutan


Percobaan dilakukan pada suhu 27°C
Berdasarkan Perry’s Chemical Engineering Tabel 2.88 diketahui :
Pada T=25°C didapat densitas NaCl 1,00409 gram/ml
Pada T=25°C didapat densitas NaCl 1,00409 gram/ml
Untuk 1% kadar NaCl dalam larutan akan didapatkan densitass

40

27

25

0,99908 x 1,00409
40−27 0,99908−𝑥
Sehingga, =
40−25 0,99908−1,00409
13 0,99908−𝑥
=
18 −0,00501

−0,06513 = 14,9862 − 15𝑥


𝑥 = 1,00342

Maka densitas larutan NaCl pada suhu 27°C dengan kadar 1% adalah 1,00342 gram/ml.
Dengan cara yang sama, maka diperoleh densitas larutan NaCl pada kadar 2%, 4%,
8%, dan 12% pada suhu 27°C sebagai berikut :

Tabel 3. Hubungan kadar NaCl dengan densitas NaCl pada masing-masing suhu.
No. Kadar NaCl (%) 25°C 27°C 40°C
1. 1 1,00409 1,00342 0,99908
2. 2 1,01112 1,01043 1,00593
3. 4 1,02530 1,02456 1,01977
4. 8 1,05412 1,05330 1,04798
5. 12 1,08365 1,08276 1,07699

Menghitung kadar NaCl dalam larutan pada densitas tertentu pada 27°C.Percobaan
pertama pada densitas 1,00342 gram/ml dengan cara interpolasi maka akan didapat
kadar NaCl dalam larutan.

x
1,01042 1,00342 1,00335
Sehingga,

2 − 1 1,01403 − 1,00342
=
2 − 𝑥 1,01403 − 1,00335

𝑥 = 0,98922

Jadi kadar NaCl dalam larutan pada densitas 1,00335 gram/ml yaitu 0,98922%.
Dengan cara yang sama akan diperolehdata untuk percobaan yang lain sebagai berikut:

Tabel 4. Hubungan densitas NaCl dengan kadar NaCl


No. Densitas NaCl (gram/ml) Kadar NaCl (%)
1. 1,00335 0,98922
2. 1,00375 1,04660
3. 1,00576 1,33348
4. 1,00817 1,67774
5. 1,01259 2,30621
6. 1,01621 2,81812
7. 1,01902 3,21627

4. Berat Larutan Garam (NaCl) Total


Wt = Densitas NaCl x Volume pelarut
Wt = 1,00335 gram/ml x 280 air
= 280,937 gram
Dengan cara yang sama, maka akan diperoleh data untuk percobaan yang lain
sebagai berikut :
Tabel 5. Hubungan densitas NaCl dengan berat larutan NaCl total
No. Densitas NaCl (gram/ml) Berat larutan NaCl total (gram)
1. 1,00335 280,93702
2. 1,00375 281,04957
3. 1,00576 281,61235
4. 1,00817 282,28768
5. 1,01259 283,52578
6. 1,01621 284,53878
7. 1,01902 285,32667

5. Berat larutan NaCl yang terekstraksi


Berat terekstraksi = Wt x kadar NaCl dalam larutan
Pada percobaan 1
Berat terekstraksi = 280,937 gram x 0,98922%
= 2,77909 gram
Dengan cara yang sama, maka akan diperoleh data untuk percobaan yang lain
sebagai berikut :
Tabel 6. Hubungan kadar NaCl dalam larutan dengan berat NaCl total dan berat
NaCl terekstraksi
No. Kadar NaCl (%) Berat larutan NaCl total Berat NaCl terekstraksi
(gram) (gram)
1. 0,98922 280,93702 2,779094
2. 1,04660 281,04957 2,941465
3. 1,33348 281,61235 3,755256
4. 1,67774 282,28768 4,736067
5. 2,30621 283,52578 6,538696
6. 2,81812 284,53878 8,018639
7. 3,21627 285,32667 9,176876

6. Effisiensi Leaching
Untuk mencari efisiensi leaching dapat dilakukan dengan cara berdasarkan zat
terlarut dalam sample yang akan dilarutkan.
Massa aram terekstraksi
Efisiensi leaching (η) = Massa garam mula−mula x 100%

Pada percobaan 1
2,77909 gr
η = x 100%
15 gr

= 19,85%

Denga cara yang sama akan diperoleh data sebagai berikut :


Tabel 7. Hubungan waktu dengan effisiensi leaching

Waktu leaching Berat NaCl Berat NaCl


No η (%)
(menit) mula-mula (gr) terekstraksi (gr)
1 5 15 2.77909 19.85%
2 10 15 2.94147 21.01%
3 15 15 3.75526 26.82%
4 20 15 4.73607 33.83%
5 25 15 6.53870 46.70%
6 30 15 8.01864 57.28%
7 35 15 9.17688 65.55%
7. Mencari Persen Kesalahan (%)
a. Membuat grafik hubungan antara kadar garam (NaCl) dalam larutan dengan
waktu leaching
Tabel 8. Hubungan waktu dengan kadar NaCl dalam larutan

Waktu Densitas
Kadar NaCl
No leaching Larutan NaCl
dalam Larutan
(menit) (gr/ml)
1 5 1,00335 0,98922%
2 10 1,00375 1,04660%
3 15 1,00576 1,33348%
4 20 1,00817 1,67774%
5 25 1,01259 2,30621%
6 30 1,01621 2,81812%
7 35 1,01902 3,21627%

Dari data-data diatas di dapat persamaan kuadrat yang merupakan hubungan


antara waktu leaching dengan kadar garam
Tabel 9. Hubungan antara kadar garam dengan waktu leaching

No x y x2 x3 x4 xy x2y
1 5 0,9892 25 125 625 4,9461 24,7306
2 10 1,0466 100 1000 10000 10,4660 104,6600
3 15 1,3335 225 3375 50625 20,0023 300,0339
4 20 1,6777 400 8000 160000 33,5549 671,0979
5 25 2,3062 625 15625 390625 57,6552 1441,3804
6 30 2,8181 900 27000 810000 84,5435 2536,3065
7 35 3,2163 1225 42875 1500625 112,5695 3939,9311
∑ 140 13,3876 3500 98000 2922500 323,7375 9018,14
Dengan persamaan polynomial orde 2 :

𝑦 = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐

Dimana : y : kadar garam


x : waktu
a, b, c : konstanta

Dengan metode “least square” yaitu :

∑y = a∑x2 + bx + nc

∑xy = a∑x3 + b∑x2 + c∑x

∑x2y = a∑x4 + b∑x3 + c∑x2

Sehingga persamaan menjadi :

13,3876 = 3500𝑎 + 140𝑏 + 7𝑐 ..............................................................(1)


323,7375 = 9800𝑎 + 3500𝑏 + 140𝑐.........................................................(2)
9018,14 = 2922500𝑎 + 9500𝑏 + 3500𝑐 ............................................. (3)

Eliminasi persamaan 1 dan 2


13,3876 = 3500𝑎 + 140𝑏 + 7𝑐 𝑥 140
323,7375 = 98000𝑎 + 3500𝑏 + 140𝑐 𝑥7

1874,2709 = 490000𝑎 + 49000𝑏 + 980𝑐

2266,1625 = 686000𝑎 + 24500𝑏 + 980𝑐

−391,8916 = −196000𝑎 − 4900𝑏 ......................................................(4)


Eliminasi persamaan 2 dan 3

323,7375 = 9800𝑎 + 3500𝑏 + 140𝑐 𝑥 3500

9018,14 = 2922500𝑎 + 9500𝑏 + 3500𝑐 𝑥 140

1133081,2394 = 343000000𝑎 + 12250000𝑏 + 49000𝑐

1262539,6494 = 409150000𝑎 + 13720000𝑏 + 49000𝑐

−129458,41 = −66150000𝑎 − 1470000𝑏 ...........................................(5)

Eliminasi persamaan 4 dan 5

−391,8916 = −196000𝑎 − 4900𝑏

−129458,41 = −66150000𝑎 − 1470000𝑏

−576080616,415 = −6,6150𝑥 1011 𝑎 − 7,2030 𝑥109

−634346209,188 = −2,8812 𝑥 1011 𝑎 − 7,2030 𝑥109

58265592,773 = 3,6015 𝑥 1010

𝑎 = 0,00162

Substitusi a ke persamaan 4

−391,8916 = −196000 (0,00162) − 4900𝑏

𝑏 = 0,0153

Substitusi a dan b ke persamaaan 1

13,3876 = 3500 (0,00162) + 140(0,0153) + 7𝑐

𝑐 = 0,7983
Jadi persamaan garis yang diperoleh yaitu :

𝑦 = 0,00162𝑥 2 + 0,0153𝑥 + 0,7983

Menghitung y hitung dan persen kesalahan

Untuk t = 5 menit

𝑦 = 0,00162 . (5)2 + 0,0153 . (5) + 0,7983

𝑦 = 0,91508

𝑦 𝑑𝑎𝑡𝑎−𝑦 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔
% Kesalahan= | | 𝑥 100%
𝑦 𝑑𝑎𝑡𝑎

0,989223−0,91508
=| | 𝑥 100% = 7,49%
0,989223

Dengan cara yang sama akan diperoleh data :

Tabel 10. Data y hitung dan persen kesalahan

No x y data y hitung % Kesalahan


1 5 0,98922 0,91508 7,50%
2 10 1,04660 1,11274 6,32%
3 15 1,33348 1,39130 4,34%
4 20 1,67774 1,75074 4,35%
5 25 2,30621 2,19107 4,99%
6 30 2,81812 2,71230 3,75%
7 35 3,21627 3,31442 3,05%
8. Menentukan koefisien transfer massa
Untuk menentukan koefisien transfer massa pada proses leaching ini yaitu
menggunakan persamaan sebagai berikut :

𝐶𝐴𝑠 − 𝐶𝐴 𝐾1𝐴 . 𝐴
−𝑙𝑛 [ ]= [ ]
𝐶𝐴𝑠 − 𝐶𝐴0 𝑉 𝑡

Dari Perry’s Chemical Engineering Handbook tabel 2.120 didapat


kelarutan NaCl dalam air yaitu :

T = 40oC → kelarutannya =36,6 gram NaCl/gram aquadest


T= 50oC → kelarutannya = 37 gram NaCl / gram aquadest

50

41,14

40
37 x 36,6

50−41,4 37−𝑥
Sehingga, =
50−40 37−36,6
8,86 37−𝑥
=
10 0,4

3,544 = 370 − 10𝑥


𝑥 = 36,646

Jadi kelarutan pada suhu 41,14oC yaitu 36,646 gram NaCl/gram aquadest

𝑘𝑒𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛
𝐶𝐴𝑠 =
𝐵𝑀 𝑁𝑎𝐶𝑙
36,6456 𝑔𝑟/𝑚𝑙
=
68,5 𝑔𝑟/𝑔𝑚𝑜𝑙

Pada percobaan 1

𝜌 𝑁𝑎𝐶𝑙
𝐶𝐴 = , karena Ca0 = 0
𝐵𝑀 𝑁𝑎𝐶𝑙

1,00335 𝑔𝑟/𝑚𝑙
=
58,5 𝑔𝑟/𝑚𝑜𝑙

= 0,01715 𝑔𝑚𝑜𝑙/𝑚𝑙

𝐶 −𝐶
𝑦 = − 𝑙𝑛 [𝐶 𝐴𝑠−𝐶 𝐴 ]
𝐴𝑠 𝐴0

𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑔𝑚𝑜𝑙
0,62642 −0,01715
𝑚𝑙 𝑚𝑙
= −𝑙𝑛 [ 𝑔𝑚𝑜𝑙 ]
0,62642 −0
𝑚𝑙

= 0,02776

Dengan cara yang sama, maka diperoleh hasil perhitungan berikut:

𝐶 −𝐶
Tabel 11. Hubungan waktu leaching dengan 𝑦 = − 𝑙𝑛 [𝐶 𝐴𝑠−𝐶 𝐴 ]
𝐴𝑠 𝐴0

Waktu ρ NaCl CA CAs


No y x2 xy
(menit) (gr/ml) (gmol/ml) (gmol/ml)
1 5 1.00335 0.01715 0.62642 0.02776 25 0.13881
2 10 1.00375 0.01716 0.62642 0.01725 100 0.17249
3 15 1.00576 0.01719 0.62642 0.01728 225 0.25915
4 20 1.00817 0.01723 0.62642 0.01728 400 0.34567
5 25 1.01259 0.01731 0.62642 0.01732 625 0.43295
6 30 1.01621 0.01737 0.62642 0.01730 900 0.51912
7 35 1.01902 0.01742 0.62642 0.01729 1225 0.60515
∑ 3500 2.47333
Dari table diperoleh slope, yaitu :

∑𝑥𝑦 2,47333
𝐶= = = 0,00071/menit
∑𝑥 2 3500

Diameter bungkus produk

D = 3,6 cm

π
A = . D2
4

3,14
= . (3,6)2 cm2
4

= 10,1736 cm2

V = 280 ml = 280 cm3

CV
Massa KL =
A

0,00071/menit. 280 ml
=
10,1736 cm2

= 0,01915 cm/menit
1. Septiana Nistiani (121160015)
Pertanyaan : Kenapa pada proses leaching digunakannya garam?

Jawab : Pada leaching digunakan atau dipilih garam karena berdasarkan


beberapa pertimbangan, diantaranya karena kelarutan garam yang besar dan
ukuran partikelnya kecil. Sehingga difusinya semakin besar dan proses
leaching dapat berjalan baik.

2. Kurnia Juliani (121160129)


Pertanyaan : Jelaskan faktor-faktor yang berpengaruh pada proses leaching!
Jawab : Faktor-faktor yang mempengaruhi proses leaching, diantaranya yaitu:
1. Ukuran partikel
Ukuran partikel mempengaruhi kecepatan ekstraksi. Semakin kecil
ukuran partikel maka semakin besar permukaan bidang kontaknya
dan waktu yang diperlukan untuk berdifusi semakin cepat. Semakin
besar pertikel, maka cairan yang akan mendifusi akan memerlukan
waktu yang relative lama.
2. Suhu
Pada temperatur tinggi dihasilkan daya larut tertinggi suatu padatan
didalam pelarut dan pada temperatur tinggi juga viskositas dari
suatu cairan sangat rendah dan difusivitasnya sangat besar,sehingga
meningkatkan proses leaching. Jika temperature bertambah akan
menambah kecepatan ekstraksi.
3. Pelarut
Pelarut harus memilih yang baik maka tidak akan merusak solute
atau residu pelarut, viskositasnya tidak tinggi (kental) agar sirkulasi
bebas dapat terjadi.
4. Pengadukan
Dengan adanya pengadukan, dapat menaikkan difusi, kecepatan
perpindahan massa dari permukaan partikel ke dalam larutan dan
mencegah pengendapan.

3. Violita Indrayani Putri (121160138)


Pertanyaan : Jelaskan syarat-syarat solven dan penerapan proses leaching!
Jawab : Syarat-syarat solven (pelarut) yaitu merupakan cairan yang hanya
dapat melarutkan konstituen yang dikehendaki saja. Contoh penerapan proses
leaching pada tembaga yang mengandung bijih besi ingin dipisahkan bijih
besinya dengan menggunakan pelarut asam sulfat atau amoniak pada
industri lainnya yaitu memisahkan minyak kedelai dari biji bijian , minyak
sayur dan tebu.

4. Fredy Ary Sadewa


Pertanyaan : Kenapa padatan harus mempunyai densitas lebih besar dari
solvent?
Jawab : Densitas (massa jenis) adalah pengukuran massa setiap satuan volume
padatan. Semakin tinggi massa jenis suatu padatan, maka akan semakin besar
juga massa setiap volumenya, dimana konsentrasi akan semakin besar sehingga
akan mudah untuk larut terhadap pelarut (solvent) karena transfer massa dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

5. Garry G. Hartoko
Pertanyaan : Berhentinya proses leaching pada saat kondisinya telah konstan,
bagaimana cara mengetahui bahwa sudah konstan dan berapa efisiensi saat
densitasnya konstan?
Jawab : Cara untuk mengetahui bahwa kondisinya telah konstan pada proses
leaching yaitu dari menghitung densitas larutan sudah konstan, sehingga tidak
ada lagi padatan yang melarut atau dapat dikatakan semua padatan sudah
melarut. Efisiensi saat densitas telah konstan yaitu mendekati atau bahkan
mencapai 100%.
Pertanyaan : Apakah mungkin 100% akan terjadi ekstrak?
Jawab : Terjadinya 100% yang akan terekstrak bergantung pada kemampuan
kelarutan padatan. Jika efisiensinya belum mencapai 100% namun sudah
mencapai kejenuhan atau sudah tidak dapat melarut, maka effisiensi 100% tidak
dapat dicapai.

6. Gusvika Putri Setiawati


Pertanyaan : Kenapa menggunakan polynomial berorde 2 (dua), bukan
eksponensial atau ln?
Jawab : Polinomial berorde dua dipilih karena kecenderungan data yang
diperoleh dari percobaan adalah naik terus dan kemudian konstan, sehingga
dipilih metode perhitungan menggunakan polynomial berorde dua. Selain itu,
data yang diperoleh belum mencapai konstan, dan belum sampai belok (masih
linear), sehingga lebih baik menggunakan polynomial daripada eksponensial
atau ln.