Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

A. Latar Belakang
Pemerintah Kota Ternate terus melakukan penataan dan pembagunan ruang-ruang kota
untuk menjawab dinamika sosial, ekonomi dan budaya masyarakat kota. Kehadiran ruang-
ruang terbuka kota dan fasilitas penunjang yang ada di dalamnya sudah menjadi kebutuhan
masyarakat sebagai ruang interaksi, sarana rekreasi, edukasi maupun mendukung fungsi
ekologi serta sebagai ruang penunjang pengembangan ekonomi.
Dalam melaksanakan fungsi pembangunan, penataan ataupun penyediaan fasilitas untuk
peningkatan kwallitas ruang terbuka hijau atau taman di kota Ternate maka Dinas
Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan memerlukan suatu perencanaan
yang komprehensif dan terarah agar proses penataan sesuai dengan karakteristik, fungsi dan
kebutuhan masyarakat kota sehingga produk desain dari perencanaan dapat menjawab
tuntutan kehadiran ruang kota.
Pelaksanaan kegiatan perencanaan melalui konsultan perencana diharapkan dapat
menghasilkan produk desain yang memenuhi kriterian teknis, estetika maupun efisiensi
dalam penggunaan anggaran sesuai dengan standar mutu yang diharapkan menurut kaidah-
kaidah perencanaan yang ideal.

B. Maksud dan Tujuan


1. Kerangka acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Perencana yang
memuat masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan
diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan.
2. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan Perencana dapat melaksanakan
tanggungjawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK
ini.

C. Sasaran
1. Terwujudnya ruang terbuka hijau atau taman kota yang memiliki kwalitas estetika,
fungsional dan menjadu ruang interaksi yang nyaman dan aman.
2. Produk design perencanaan yang dapat menjadi pandauan dalam perencanaan fisik
taman serta memberi masukan dalam penyediaan sarana dan prasarana penunjang taman
kota sebagaimana kebutuhan ruang dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis,
efisiensi serta akuntabel dalam pembiayaan pembangunannya.
D. Lokasi Kegiatan
Kegiatan jasa konsultansi ini dilaksanakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sedangkan lokasi kegiatan/tempat tugas penyedia jasa dalam kegiatan ini, adalah lokasi
perencanaan penataan taman yang tersebar di Kota Ternate.
Diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Penataan Pedestrian di Depan Jatiland Mall

E. Sumber Pendanaan
1. Sumber Dana : APBD Kota Ternate Tahun Anggaran 2019
2. PAGU Anggaran : Rp. 29.374.000,- (Dua Puluh Sembilan Juta Tiga
Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Rupiah) sudah
termasuk PPN.
3. HPS : Rp. 29.371.100,- (Dua Puluh Sembilan Juta Tiga
Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Seratus Rupiah) sudah
termasuk PPN.
F. Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen
1. Proyek/ Satuan Kerja : Dinas Perumahan Rakyat Kawasan
Permukiman dan Pertanahan Kota
Ternate
2. Nama Pejabat Pembuat Komitmen : Harun Rachmat Popalia, ST
NIP : 19811228 200604 1 011

G. Lingkup Kegiatan
Lingkup kegiatan/proyek adalah Melaksanakan Perencanaan Taman Pedistrian dan
Penunjang Fasilitas Olahraga maupun penyediaan fasilitas ruang terbuka atau taman kota.
Adapun secara rinci lingkup dari perencanaan teknis ini terdiri dari beberapa tahapan
kegiatan yang mencakup :
a. Persiapan Perencanaan
- Membuat interpretasi KAK secara garis besar
- Konsultasi dengan instansi terkait
- Mengumpulkan data dan informasi lapangan
b. Penyusunan Pra Rencana
- Pra rencana design
- Perkiraan biaya
- Laporan Awal/Pendahuluan
c. Penyusunan/Pengembangan Rencana
d. Penyusunan Rencana Detail
- Membuat gambar detail
- Rencana Anggaran Biaya (EE)
- Analisa harga satuan
- Jenis dan volumen pekerjaan (Bill Of Quantity)
- Laporan akhir perencanaan
e. Persiapan Pelelangan
- Membantu panitia menyusun dokumen pengadaan
- Membantu panitia dalam menyusun program dan pelaksanaan pelelangan
f. Pelelangan
- Membantu panitia pada saat penjelasan pekerjaan (Aanwijzing)
- Menyusun berita acara penjelasan pekerjaan
- Menyusun kembali dokumen pengadaan
g. Tahap Pengawasan Berkala
Melakukan pengawasan berkala apabila diperlukan untuk untuk memastikan pekerjaan
berjalan sesuai dengan perencanaan :
- Data Asbuild drawing
- Data hasil peninjauan lapangan

H. Kriteria
Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada
KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan
kompleksitas bangunan, yaitu :
1. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas :
- Menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya.
- Menjamin keselamatan pengguna, masyarakat dan lingkungan.
- Memperhatikan fungsi kebutuhan ruang dan manusia sebagai pengguna sehingga
pembangunan pedestrian dapat dimanfaatkan secara optimal.
2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan :

- Menjamin terwujudnya tata ruang yang dapat memberikan keseimbangan dan


keserasian terhadap lingkungannya.
- Menjamin bangunan pedestrian yang dibangun dan dimanfaatkan dengan baik tidak
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
3. Persyaratan Struktur Bangunan
- Perhitungan struktur harus mempertimbangkan aspek ketahanan dan keselamatan
- Perencanaan struktur bangunan harus mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas
sesuai kebutuhan pemanfaatan.
4. Persyaratan Instalasi
- Perencanaan harus mempertimbangkan penempatan jaringan instalasi lampu
dengan memperhitungkan keamanan dan keselamatan serta kemudahan dalam
pekerjaan pemeliharaan

I. Asas-asas
Asas-asas perencanaan pedestrian sebagai berikut :
1. Pedestrian yang dibangun hendaknya fungsional, aman, efisien, menarik dan indah.
2. Perencanaan harus mempertimbangkan aspek pemanfaatan dimana pedestrian harus
aksesibel bagi semua golongan termasuk bagi kaum difabel dengan menyediakan jalur
khusus yang dilengkapi dengan penunjuk arah.
3. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan
material, tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi
sosial.
4. Desain hendaknya dibuat sedemikian rupa, sehingga pelaksanaan fisik dapat dilaksanakan
dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya.
5. Pedestrian hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan, dengan menyediakan
sarana pendukung untuk menambah fungsi dan aspek manfaat bagi lingkungan
sekitarnya.

J. Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah hasil perencanaan teknis
yang berupa gambar detail rencana, rencana anggaran biaya (EE), serta laporan-laporan
pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi yang dilaksanakan.

K. Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen


Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dapat
digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa:
a. Laporan dan Data
b. Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu
c. Staf Pengawas/Pendamping
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan mengangkat petugas atau wakilnya yang akan
bertindak sebagai pengawas atau pendamping/ounterpart, atau project officer (PO) dalam
rangka pelaksanaan jasa konsultansi.

L. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi


Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang
dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Fasilitas-fasilitas yang harus disediakan oleh penyedia jasa dan diperhitungkan di dalam
usulan biaya :
a. Penyediaan bahan-bahan, peralatan, dan perlengkapan kantor dan studio untuk
operasional konsultan.
b. Penyediaan bahan-bahan, peralatan, dan perlengkapan untuk kegiatan survey dan
investigasi lapangan yang diperlukan.
c. Penyediaan (penyewaan) kendaraan operasional berikut eksploitasinya.
d. Biaya perjalanan dan akomodasi personil konsultan/penyedia jasa.
e. Biaya perjalanan dan akomodasi staf Pejabat Pembuat Komitmen yang bertugas
mendampingi (counterpart) konsultan kelapangan.

M. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa dan Alih Pengetahuan


a. Lingkup Kewenangan
Penyedia Jasa berhak untuk mendapatkan informasi dan data yang berkaitan dengan jasa
konsultansi yang dilaksanakan serta mengusulkan/merencanakan secara mandiri desain
pekerjaan yang akan dibuat sesuai dengan tugas dan tanggungjawab profesionalitasnya
dengan tetap berkoordinasi dengan seluruh pihak yang berkompeten dan pemberi.
b. Alih Pengetahuan
Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa, maka penyedia jasa harus mengadakan
pelatihan, kursus singkat atau diskusi terkait dengan substansi pelaksanaan pekerjaan
dalam rangka alih pengetahuan kepada staf proyek.

N. Jangka Waktu Penyelesaian Pekerjaan


Jangka waktu penyelesaian pekerjaan ini diperkiraan selama 30 (Tiga puluh ) hari kalender.

O. Personil
Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah yang terdiri dari
sebagai berikut:
1. Ketua Tim (Ahli Arsitek) 1 (satu) Orang
2. Drafter 1 (satu) Orang
3. Surveyor 2 (tiga) Orang
4. Operator Komputer 1 (satu) Orang

Job Description :
a. Ketua Tim (Teknik Arsitek)
Mempunyai sertifikat keahlian Ahli Teknik Arsitektur dengan jumlah sebesar 1 (satu) Orang.
Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana (S1), Jurusan Teknik Arsitek lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan
berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sejenis lebih diutamakan 3 (tiga) tahun.
Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK.
Sebagai ketua tim, tugas utamanya adalah :
- Merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan semua kegiatan dan personil yang
terlibat dalam pekerjaan ini sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik serta
mencapai hasil yang diharapkan.
- Mempersiapkan petunjuk-petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap pengumpulan
data, pengolahan, dan penyajian akhir dari hasil keseluruhan pekerjaan.
- Bertindak sebagai wakil konsultan dalam melakukan koordinasi, asistensi dan pelaporan
kegiatan kepada Kepala Satuan Kerja atau dengan pihak/ instansi lain yang terkait.

Tenaga Pendukung
a. Drafter
Drafter memiliki latar belakang pendidikan (D3/S-1) dengan pengalaman dibidangnya
minimal 3 (tiga) tahun.
b. Surveyor
Surveyor memiliki latar belakang pendidikan (STM) dengan pengalaman dibidangnya minimal
3 (tahun) tahun.

P. Program Kerja
a. Konsultan harus segera menyusun program kerja meliputi :
1. Jadwal kegiatan secara terperinci
2. Alokasi tenaga yang lengkap dengan tingkat keahliannya maupun jumlah tenaga yang
diusulkan untuk melaksanakan tugas, serta harus mendapat persetujuan dari Pejabat
Pembuat Komitmen.
3. Konsep penanganan pelaksanaan pekerjaan
b. Program kerja secara keseluruhan harus mendapat persetujuan dari Pejabat Pembuat
Komitmen, sebelumnya dipresentasikan oleh konsultan dan mendapat
pandangan/pertimbangan teknis dari Pejabat Pembuat Komitmen.

Q. Jenis Kontrak
Jenis kontrak yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah kontrak lumsum.

R. Penutup
1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) dapat menjadi acuan untuk mengumpulkan bahan masukan
untuk perencanaan, dan mengumpulkan data fisik dan sumber lain sebagai acauan
penyusunan dokumen perencanaan.
2. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk
dibahas dengan Pejabat Pembuat Komitmen.

Ternate, Februari 2019


Pejabat Pembuat Komitmen

Harun Rachmat Popalia, ST


NIP 19811228 200604 1 011