Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM GENETIKA

PEWARISAN SIFAT YANG DITENTUKAN OLEH ALEL GANDA

Senin, 17 September 2018

Dosen Pengampu:

Dr. Noor Aini Habibah, S.si., M.Si


Dr. Yustinus Ulung Anggraito, M.Si

DISUSUN OLEH:

Kelompok 9

Rini Karunia (4401416001)


Fajrin Nabila (4401416037)
Dwi Widya Arumsari (4401416041)

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2018
A. Tujuan

1. Mengenal beberapa sifat genetik pada manusia yang ditentukan oleh seri alel ganda
2. Mengetahui distribusi golongan darah sistem ABO pada populasi kelas biologi
3. Mengetahui frekuensi sifat rambut pada segmen digitalis (ruas jari tangan) kedua pada
popuasi kelas.

B. Landasan Teori

Alel merupakan bentuk alternatif sebuah gen yang terdapat pada lokus (tempat
tertentu). Individu dengan genotipe AA dikatakan mempunyai alel A, sedang individu aa
mempunyai alel a. Demikian pula individu Aa memiliki dua macam alel, yaitu A dan a. Jadi,
lokus A dapat ditempati oleh sepasang (dua buah) alel, yaitu AA, Aa, atau aa, bergantung
kepada genotipe individu yang bersangkutan. Namun, kenyataannya yang sebenarnya lebih
umum dijumpai adalah bahwa pada suatu lokus tertentu dimungkinkan munculnya lebih dari
hanya dua dua macam alel, sehingga lokus tersebut dikatakan memiliki sederetan alel.
Fenomena semacam ini disebut sebagai alel ganda atau disebut juga multiple alleles (Susanto
dan Agus, 2011).
Pengaruh alel ganda dapat dilihat salah satu contohnya pada sistem golongan darah
ABO. Darah terdiri dari dua komponen, yaitu : sel-sel (antara lain eritrosit dan leukosit) dan
cairan (plasma). Karl Landsteener dalam penelitiannya menemukan adanya dua antibodi
alamiah di dalam darah dan dua antigen pada permukaan eritrosit. Inilah penyebab terjadinya
penggumpalan (beraglutinasi) sel-sel darah merah (eritrosit) dari beberapa individu apabila
bercampur dengan serum dari beberapa orang (Agus, dkk., 2013).

Golongan darah seseorang ditetapkan berdasarkan macam antigen dalam eritrosit yang
dimilikinya. Bermstein tahun 1925 menegaskan bahwa antigen-antigen itu diwariskan oleh
suatu seri alel ganda. Alel itu diberi simbol I (berasal dari kata isoaglutinin, suatu protein yang
terdapat pada permukaan sel eritrosit). Orang yang mampu membentuk antigen A memiliki
alel IA dalam kromosom, yang mampu membentuk antigen B memiliki alel IB, yang memiliki
alel IA dan IB dapat membentuk antigen A dan antigen B, sedangkan yang tidak mempu
membentuk antigen sama sekali memiliki alel resesif i (Suryo, 2005).

Antara alel IA dengan alel IB terdapat hubungan kodominan, yang berarti genotipe IA IB
dapat memproduksi antigen A dan antigen B. Alel IA dan alel IB kedua-duanya terhadap alel i.
Dengan keterangan tersebut maka akan diperoleh genotipe IA IA dan IA Ii (golongan darah A)
akan memproduksi antigen A, genotipe IB IB dan IB Ii (golongan darah B) akan menghasilkan
antigen B; genotIpe IA IB (golongan darah AB) mempunyai antigen A dan B, sedangkan
genotipe ii (golongan darah O) tidak memproduksi antigen (Jusuf, 2001).

Contoh lain yang merupakan peristiwa dari alel ganda adalah tumbuhnya rambut pada
segmen digitalis tengah jari-jari tangan. Penentuan dominasi pada rambut digitalis tengah jari
tangan adalah sebagai berikut: H1 > H2 > H3 > H4 > H5

Yang mana:

H1 = Rambut terdapat pada semua jari

H2 = Rambut pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah

H3 = Rambut pada jari manis dan jari tengah

H4 = Rambut hanya pada jari manis saja

H5 = Tidak ada rambut pada keempat jari.


Artinya menunjukkan bahwa H1 dominan terhadap H2, H3, H4, dan H5. Sedangkan H2
dominan terhadap H3, H4, dan H5. Kemudian H4 dominan terhadap H5. Sehingga dengan
diketahui kedudukannya, maka dapat disimpulkan bahwa genotip yang dimiliki oleh orang
yang terdapat tumbuhnya rambut pada semua jari kecuali ibu jari adalah H1H1, H1H2, H1H3,
H1H4, H1H5. Bagi orang yang memiliki rambut yang tumbuh pada jari kelingking, maka
memiliki genotip, H2H2, H2H3, H2H4, H2H5. Orang yang mempunyai rambut hanya terdapat
pada jari manis dan jari tengah, maka memiliki genotip H3H3, H3H4, H3H5 dan bagi orang yang
rambut hanya terdapat pada jari manis saja, maka genotipnya H4H4, H4H5 dan yang terakhir
adalah orang yang tidak memiliki rambut pada keempat jari, maka genotipnya adalah H5H5
(Suryo, 1992).

C. Alat dan Bahan yang Digunakan

Kegiatan 1.

1. Darah/ kartu golongan darah


2. Serum anti A dan anti B
3. Kaca objek
4. Blood lancet
5. Kapas
6. Alcohol
7. Pengaduk/ tusuk gigi

Kegiatan 2.

1. Jari tangan
2. Lup
3. Alat tulis

D. Cara kerja

Kegiaatan I ( Golongan darah siatem ABO )

1. Mengambil sampel darah dari beberapa individu dalam populasi kelas


2. Meneteskan darah ke lingkaran yang telah disiapkan pada lingkaran yang bertanda A,
B dan AB
3. Menambahkan serum Anti A pada lingkaran A, Serum anti B pada lingkaran B, dan
serum anti AB pada lingkaran AB
4. Mengamati perubahan yang terjadi. Apakah golongan darah dari probandus
5. Mengumpulkan data golongan darah dan memasukkan dalam tabel pengamatan
6. Menghitung presentase golongan darah dalam satu kelas
7. Menganalisis hasil pengamatan

Kegiatan II ( pengamatan ada tidaknya rambut pada segmen digitalis tengah )

1. Mengamati bagian dorsal dari segmen digitalis tengah ke sepuluh jari, memperhatikan
ada tidaknya rambut.
2. Menentukan genotip dan fenotipnya dan memasukkan dalam tabel pengamatan.
3. Membuat tabel pengamatan kelas
4. Menganalisis hasil pengamatan.

E. Data Kelompok Golongan Darah dan Segmen Digiti

No. Nama Jenis Golongan Segmen Jari


Kelamin darah Kanan Kiri
1. Rini Karunia P AB H3 H4
2. Fajrin Nabila P O H5 H5
3. Dwi Widya P A H5 H5

Data Golongan Darah Rombel 2 Pendidikan Biologi

No. Nama Jenis Golongan Segmen Jari


Kelamin darah Kanan Kiri
1. Safa P O H2 H2
2. Amalina P O H4 H4
3. Istafta P AB H2 H2
4. Titan P O H4 H3
5. Linda P O H5 H5
6. Shella Okta P B H5 H5
7. Efi P A H3 H2
8. Wildha P O H5 H5
9. Sella I P B H2 H2
10. Salwa P O H3 H3
11. Arum P A H5 H5
12. Mila P B H5 H5
13. Titrik P B H4 H5
14. Astuti P O H5 H5
15. Rama L A H4 H4
16. Shinta P A H5 H5
17. Hana P B H5 H5
18. Nanda P B H5 H5
19. Ela P A H4 H4
20. Berlina P A H4 H4
21. Brasti P O H5 H5
22. Diah S P A H5 H5
23. Atik P A H5 H5
24. Widya P A H5 H5
25. Dilla P O H5 H5
26. Dewi P A H4 H4
27. Fani P A H3 H3
28. Fajrin P O H5 H5
29. Fitri P O H3 H3
30. Lutfi P O H5 H5
31. Defina P A H5 H5
32. Rini P AB H3 H4

F. Analisis Hasil Praktikum

Golongan Darah Talus Frekuensi Persentase


A IIIII IIIII II 12 37,5 %
B IIIII I 6 18,75 %
AB II 2 6,25 %
O IIIII IIIII II 12 37,5 %
Segmen Jari Kanan Segmen Jari Kiri Persentase Total
Frekuensi Persentase Kiri Persentase
H1 0 0% 0 0% 0%
H2 3 9,375 % 4 12,5 % 10,937 %
H3 5 15,625 % 4 12,5 % 14,062 %
H4 7 21,875 % 6 18,75 % 20,312 %
H5 17 53,125 18 56,25 % 54,687 %

G. Pembahasan

Pada praktikum alel ganda dilakukan dua macam percobaan yaitu alel ganda pada golongan
darah serta alel ganda pengaturan rambut pada segmen tengah digiti pada jari manusia. Dari
data kelompok diperoleh yaitu Rini Karunia bergolongan darah AB, Fajrin Nabila bergolongan
darah O, serta Dwi WIdya Arumsari bergolongan darah A. Dari hasil pengamatan Adanya
rambut pada segmen tengah digiti jari diperoleh Rini Karunia memiliki tipe H3 pada segmen
kanan dan H4 pada segmen kiri, Fajrin Nabila memiliki tipe H5 pada segmen jari kanan dan H5
pada segmen jari kiri serta Dwi Widya memiliki tipe H5 pada segmen jari kanan dan H5 pada
segmen jari kiri.

Dengan

H1 : rambut terdapat pada semua jari, ibu jari tidak dipakai

H2 : rambut terdapat pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah

H3 : rambut terdapat pada jari manis, dan tengah

H4 : rambut hanya terdapat pada jari manis

H5 : rambut tidak tumbuh pada semua jari

Dari data kelas dengan probandus mahasiswa Rombel 2 Pendidikan Biologi 2016
diperoleh bahwa mahasiswa yang bergolongan darah O sebanyak 12 orang, golongan darah A
sebanyak 12 orang, golongan darah B sebanyak 6 orang serta golongan darah AB sebanyak 2
orang dengan persentase berturut-turut yaitu 37,5 %; 37,5 %; 18,75%; 6,25 %. Menurut hasil
penelitian golongan darah yang memiliki distribusi paling tinggi yaitu golongan darah O; B; A
kemudian AB. Dengan mengacu pada hukum kesetimbangan Hardy-Weinberg maka frekuensi
alel dari distribusi golongan darah tersebut yaitu:

Alel IA IB i
IA IA IA (p2) IA IB (pq) IAi (pr)
IB IA IB (pq) IB IB (q2) IB I (qr)
I IAi (pr) IBi (qr) Ii (r2)

(Suryo, 1994)

P2 + q2 + 2pq + 2pr + 2qr + r2 = 1

Ii

IA IA IB IB IA IB IAi IB I

Golongan darah O : Ii

Golongan darah A : IA IA, IAi

Golongan darah B : IB IB, IAi

Golongan darah AB : IA IB

Dari data kelas yang telah diperoleh tersebut golongan darah yang paling banyak yaitu
golongan darah O, A, B, dan kemudian AB. Golongan darah O memiliki distribusi paling
banyak diantar yang lainnya karena pada orang Indonesia kebanyakan orang tuanya memiliki
gen heterozigot sehingga kemungkinan keturunan bersifat resesif lebih mungkin. Golongan
darah O merupakan gologan darah resesif serta distribusinya banyak di Indonesia. Populasi
golongan darah ABO bervariasi di dunia bergantung ras dan penyebarannya (D’Adamo, 2002).
Menurut penelitian yang pernah dilakukan di Jawa pada daerah Ampelgading dari 450 orang
30,4% bergolongan darah O, 24,7% bergolongan darah A, 37,4% bergolongan darah B, dan
Hanya 7,6 % bergolongan darah AB. Golongan darah O memiliki distribusi yang paling banyak
karena:

1. Sebaran etnis mempengaruhi persebaran golongan darah


2. Perkawinan dengan sesama orang yang memiliki gen heterozigot

3. Perkawinan endogamy lebih berpotensi menurunkan anak dengan golongan darah O

Dalam pewarisan sifat golongan darah alel A dan alel B memiliki memiliki sifat yang
dominan, dan alel 0 merupakan alel yang bersifat resesif. Apabila alel A berpasangan dengan
alel 0 maka sifat golongan darah A yang akan muncul, begitu pula degan alel B apabila
berpasangan dengan alel 0 maka sifat golongan darah B yang akan muncul. Alel A dan juga
alel B memiliki sifat dominan yang sama, sehingga apabila alel A dan alel B berpasangan maka
akan muncul sifat golongan darah AB. Sifat alel 0 yang resesif sehingga golongan darah 0
hanya bisa terbentuk dari pasangan dua alel 0.

Golongan darah O diperoleh dari pernikahan dengan pasangan yang sama-sama memiliki
golongan darah O, atau kedua orangtuanya memiliki golongan darah A atau B heterozigot, atau
bisa juga salah seorang ibu atau ayahnya bergolongan darah A atau B heterozigot menikah
dengan orang bergolongan darah O. Berikut skema gambarnya.

I0 I0 X I0 I0 IA I0 X I0 I0 IB I0 x I0 I0 IA I0 x IB I0

I0 I0 I0 I0 I0 I0 I0 I0
Golongan Darah Antigen dalam eritrosit Zat Anti dalam serum
darah
O - Anti-A dan Anti-B
A A Anti-B
B B Anti-A
AB AB -
(SURYO, 1994)

Dari data kelas dengan probandus mahasiswa Rombel 2 Pendidikan Biologi 2016
diperoleh bahwa tipe sebaran rambut pada segmen digiti bagian tengah pada jari mahasiswa
yaitu sebagai berikut. Pada segmen jari kanan tipe H1 tidak ditemukan, tipe H2 ditemukan ada
pada 3 orang, tipe H3 sebanyak 5 orang , tipe H4 sebanyak 7 orang, serta tipe H5 sebanyak 17
orang. Dengan persentase berturut-turut yaitu 0 %; 9,375 %; 15,625 %; 21,875 %; serta 53,125.
Sedangkan pada segmen jari sebelah kiri tipe H1 tidak ditemukan, tipe H2 ditemukan ada pada
4 orang, tipe H3 sebanyak 4 orang , tipe H4 sebanyak 6 orang, serta tipe H5 sebanyak 18 orang.
Dengan persentase berturut-turut yaitu 0 %; 12,5 %; 12,5 %; 18,75 %; serta 56,25 %. Dari total
keseluruhan antara jari kanan dan kiri diperoleh bahwa persentase yang diperoleh secara
berturut-turut yaitu sebesar 0 %; 10,937 %; 14,062 %; 20,312 %; 54,687 %.

Alel ganda pada pengaturan ada tidaknya rambut pada segmen digitalis tengah diatur
oleh alel H1, H2, H3, H4, dan H5. Seri dominan dari alel-alel tersebut adalah H1 > H2 > H3 > H4
> H5. Hasil yang diperoleh dilapangan menunjukkan bahwa yang paling banyak frekuensiya
yaitu H5 yang mana merupakan alel ganda yang resesif. Hal itu disebabkan karena kedua orang
tuanya memiliki alel ganda yang sama dalam mengatur ada tidaknya rambut pada segmen
digitalis tengah.

H. KESIMPULAN

1. Beberapa sifat genetik pada manusia yang ditentukan oleh alel ganda yaitu golongan darah
A, B, O, serta ada tidaknya rambut pada digitalis kedua pada jar-jari manusia.

2. Berdasarkan data hasil praktikum diperoleh distribusi golongan darah paling banyak yaitu
golongan darah O, A, B, serta AB masing-masing sebanyak 37,5 %; 37,5 %; 18,75%; 6,25 %.

3. Frekuensi sifat rambut pada segmen digitalis diperoleh dari yang paling banyak
frekuensinya yaitu H5, H4, H3, H2, dan H1.

I. DAFTAR PUSTAKA

Agus, Rosana dan Sjafaraenan. 2013. Penuntun Praktikum Genetika. Universitas Hasanuddin.
Makassar.

Jusuf, Muhammad. 2001. Genetika I. Jakarta: CV. INFOMEDIKA.

Suryo. 1992. Genetika Strata I. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Suryo, 1994. Genetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suryo. 2005. Genetika Manusia. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Susanto, Agus Hery. 2011. Genetika. Graha ilmu. Yogyakarta.

Jawaban pertanyaan

a. Permasalahan
1. Menurut saudara manakah yang ditemukan terlebih dahulu simbol-simbol untuk alel
ataukan macam golongan darah parental dan filialnya?
Jawab :
Menurut saya, yang lebih dahulu ditemukan adalah macam golongan darah parental
dan filialnya, setelah itu baru baru menentukan simbol-simbol untuk alelnya. Karena
jika simbol-simbolnya ditentukan terlebih dahulu maka dapat dikatakan bahwa simbol-
simbol tersebut tidak valid karena belum dibuktikan secara nyata.
2. Berapakah frekuensi masing-masing golongan darah dalam kelas saudara? Sesuaikan
dengan frekuensi pada umumnya?
Jawab :
Frekuensi golongan darah yang terdapat di rombel 2 pendidikan Biologi sebagai
berikut: terdiri dari 32 mahasiswa di kelas yang terbagi menjadi 4 tipe golongan darah
yaitu mahasiswa dengan golongan darah A dengan frekuensinya yaitu 12, mahasiswa
dengan golongan darah B frekuensinya sebanyak 6 , mahasiswa dengan golongan darah
AB frekuensinya yaitu 2, dan mahasiswa dengan golongan darah O frekuensinya
sebanyak 12.
Berdasarkan data yang sudah diperoleh dapat dilihat bahwa frekuensi tersebut sesuai
karena golongan darah O dan A menempati frekuensi yang paling banyak dan frekuensi
golongan darah AB yang paling sedikit. Hal tersebut dapat tejadi karena jika orang yang
bergolongan darah A menikah dengan orang yang bergolongan B dapat menghasilkan
keturunan yang bergolongan darah O, dan jika orang yang bergolongan darah B
menikah dengan orang yang bergolongan darah B dapat menghasilkan keturunan
dengan golongan darah O, dan jika orang yang bergolongan darah O menikah dengan
orang yang bergolongan darah O maka keturunan yang dihasilkan akan bergolongan
drah O.
3. Dapatkah saudara menentukan kemungkinan genotip saudara? Untuk keperluan ini
coba saudara mencari data golongan darah ayah, ibu dan saudara (kakak/adik)
Jawab :
Saya Rini Karunia : saya mempunyai golongan darah AB maka genotip saya pasti IAIB.
Ayah saya juga memiliki golongan darah AB sedangkan ibu saya bergolongan darah B
jadi kemungkinan genotip ibu saya adalah IBIo atau IBIB . Dan saya juga memiliki
golongan darah AB.
4. Berdasarkan data ada tidaknya rambut pada ruas tengah jari tangan saudara, alel apa
yang menurut saudara paling banyak dalam populasi kelas?
Jawab :
Alel yang paling banyak dalam populasi kelas adalah H5 yaitu tidak tumbuh rambut
pada semua jari tangan ( H5 ) dengan frekuensi sebanyak 17 orang.

Pertanyaan

1. Golongan darah apakah yang paling banyak ditemui pada kelas saudara? Mengapa
demikian?
Jawab :
Golongan darah yang paling banyak ditemui pada kelas adalah golongan darah O dan
A. Hal ini dapat terjadi karena jika orang yang bergolongan darah A heterozygot
menikah dengan sesamanya dapat pula memiliki keturunan bergolongan darah O dan
A. Dan jika seorang yang bergolongan darah B heterozygot menikah dengan sesamanya
dapat pula memiliki keturunan bergolongan darah O. Dan jika orang yang bergolongan
darah A heterozigot menikah dengan orang yang begolongan darah B heterozigot maka
kemungkinan keturunannya akan bergolongan darah A dan O. Di indonesia frekuensi
orang yang bergolongan darah O lebih tinggi dari pada frekuensi orang yang
bergolongan A, B dan AB.
2. Jika seseorang dengan golongan darah AB menikah dengan orang golongan darah O,
berapa persentase keturunannya bergolongan darah AB?
Jawab :
Persentase keturunan yang bergolongan darah AB sebanyak 0%, karena jika IAIB
menikah dengan IoIo kemungkinan keturunannya adalah IAIo sebanyak 50% dan IBIo
sebanyak 50%.