Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam suatu perusahaan terdapat berbagai macam pilihan alat untuk menganalisis
kondisi perusahaan tersebut. dalam perkembangannya perusahaan harus dapat
merencanakan strateginya, yang merupakan bagian yang terpenting dalam
kegiatan perusahaan mencari kesesuaian antara situasi internal (kekuatan dan
kelemahan) dengan situasi eksternal (peluang dan ancaman) perusahaan dalam
memanfaatkan peluang pasar. Sepanjang umur produk, perusahaan setiap kali
harus menyesuaikan kembali strategi pemasaran untuk mengikuti situasi yang
selalu berubah. Banyak faktor yang bisa menyebabkan perusahaan harus
mengadakan perubahan besar-besaran strategi pemasaran dalam suatu perusahaan
mempunyai pengaruh yang sangat luas dan kuat terhadap kelancaran arus barang
dan jasa yang dimulai dari produsen sampai ke konsumen akhir yang dapat
menciptakan permintaan yang begitu efektif.

Perusahaan yang berhasil selalu berusaha mengenali pesaingnya sebaik mungkin


seperti yang dilakukannya terhadap para konsumen. Analisis dan situasi
persaingan akan membantu manajemen untuk memutuskan dimana akan bersaing
dan bagaimana menentukan posisi mengahadapi pesaingnya pada setiap pasar
sasaran. Untuk mempersiapkan strategi pemasaran efektif, perusahaan harus
mempelajari pesaing aktual dan potensialnya. Perusahaan perlu mengidentifikasi
strategi, tujuan, kekuatan, kelemahan, dan pola reaksi pesaing.
Ada beberapa strategi yang akan digunakan oleh perusahaan pada kondisi yang
berbeda. Banyak manfaat yang dapat dipetik dari strategi-strategi ini yang
didasarkan pada perilaku mereka dalam industri, yaitu apakah mereka memimpin
( Leader ) , menantang ( Chalanger) , mengikuti ( Fellower ) atau hanya
mengambil sebagian kecil dari seluruh pasar. Untuk memaksimumkan nilai
perusahaan dan mencapai hasil kerja yang maksimal bagi perusahaan, maka pihak
manajemen perusahaan perlu mengetahui faktor-faktor yang menjadi keungulan
sekaligus kelemahan dengan mengambil acuan kepada pesaingnya. Faktor yang
sudah unggul tetap dipertahankan dan dapat lebih ditingkatkan untuk terciptanya
pertumbuhan pasar ( market growth ) yang tinggi dan meningkatnya pangsa pasar
( market share ) , dan sebaliknya faktor yang masih rendah perlu mempelajari
keberhasilan perusahaan lain agar kinerjanya lebih baik lagi. Dan untuk mencapai
tujuan dari perusahaan tersebut, maka pihak manajemen diharuskan menerapkan
konsep strategi pemasaran berdasarkan Matrik BCG (Boston Consulting Group).
Matrik BCG adalah matrik internal - external (IE) yang dibentuk secara khusus
dalam rangka meningkatkan usaha-usaha perusahaan yang memiliki multidivisi
dengan merumuskan strategi yang paling cocok.

1.2 Rumusan Masalah


Dari ulasan latar belakang ini, kami menemukan rumusan masalah yang
antaranya:
1. Apa yang dimaksud dengan BCG dan GE (Boston Consulting Group) ?
3. Apa yang dimaksud dengan Matriks Boston Consulting Group dan General
Electric ?
4. Apa Tujuan dari Matriks Consulting Group dan General Electric ?
BAB II
PEMBAHASAN
Analisis BCG ( Boston Consulting Group )
2.1 BCG (Boston Consulting Group)
Merupakan perusahaan konsultan manajemen swasta yang berbasis di Boston,
ini merupakan pertumbuhan pangsar pasar yang dikembangkan dan dipopulerkan
oleh seorang manajemen konsultan terkemuka. Boston Consulting Group (BCG)
adalah konsultan manajemen perusahaan bergengsi yang didirikan pada tahun
1963 oleh Bruce Henderson, seorang alumnus Harvard Business School. BCG
biasanya mempekerjakan untuk Associate atau posisi Konsultan. BCG ini adalah
perusahaan konsultan manajemen Global yang memiliki 69 kantor di 40 negara,
dan CEO sekarang adalah Hans-Paul Biirkner.

2.2 Sejarah Boston Consulting Grup dan Matriks BCG


Pada awal tahun 1970, BCG ditemukan oleh Bruce D. Henderson sebagai
divisi management dan konsultasi dari Boston Safe Deposit and Trust Company-
yang mana merupakan anak cabang dari perusahaan boston. Seorang mantan
penjual alkitab, Henderson sudah menjadi sarjana teknik di Universitas Vanderbilt
sebelum berkunjung ke sekolah bisnis Harvard. Beliau meninggalkan HBS 90 hari
sebelum kelulusannya untuk bekerja di perusahaan Westinghouse, tempat dimana
ia menjadi wakil presiden termuda sepanjang sejarah perusahaan tersebut. Dia
akan meninggalkan Westinghouse untuk memimpin Unit manajemen pelayanan
sebelum menerima tantangan yang mustahil dari pimpinan Boston Safe Deposit
and Trust Company untuk memulai pelayanan konsultasi untuk bank.
2.3 Matriks Boston Consulting Group
Dalam Analisis ini terdapat Metode analisis BCG (Boston Consulting
Group) merupakan metode digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit
bisnis strategic (SBU) dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi
keuntungan perusahaan. Metode ini disebut The BCG Growth-Share Matrix
adalah empat-sel (2 dari 2) matriks digunakan untuk melakukan analisis portofolio
bisnis sebagai langkah dalam perencanaan strategis yang didesain secara spesifik
untuk mendorong usaha perusahaan multidivisi dalam merumuskan strategi
tersebut. Model yang dikembangkan oleh Bruce Henderson ini didasarkan pada
pengamatan bahwa unit bisnis perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat
kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif
terhadap pesaing terbesar, sebagai dua faktor penentu penting untuk mengetahui
posisi unit bisnis tersebut.

2.4 Tujuan Matriks Boston Consulting Grup (BCG)


Tujuan utama Matriks Boston Consulting Grup (BCG) adalah untuk
mengetahui produk manakah yang layak mendapat perhatian dan dukungan dana
agar produk tersebut bisa bertahan dan menjadi kontributor terhadap kinerja
perusahaan dalam jangka panjang. Setiap produk memiliki siklus hidup produk,
dan setiap tahap dalam siklus hidup produk mewakili profil risiko yang berbeda.
Secara umum, perusahaan harus menjaga portofolio yang seimbang dari produk
yang dipasarkan. Portofolio tersebut bisa dalam rentan produk dengan
pertumbuhan tinggi maupun pertumbuhan rendah. Sebuah produk dengan
pertumbuhan tinggi membutuhkan beberapa upaya dan sumber daya untuk
memasarkannya, untuk membangun saluran distribusi, dan untuk membangun
infrastruktur penjualan, dengan harapan produk tersebut dapat membawa
keuntungan di masa depan.
2.5 Kegunaan Matriks Boston Consulting Grup (BCG)
Matriks Boston Consulting Group digunakan untuk memahami pasar,
optimasi portofolio dan alokasi sumber daya yang efektif. Untuk memahami
matriks BCG, kita perlu memahami bagaimana pangsa pasar dan pertumbuhan
pasar saling berhubungan. Pangsa pasar adalah persentase dari total pasar yang
sedang dilayani oleh perusahaan, baik dalam hal pendapatan atau dalam satuan
volume. Semakin tinggi pangsa pasar, semakin tinggi proposi pasar yang akan
dikontrol.
Matriks BCG juga bisa digunakan sebagai alat sederhana untuk melihat
portofolio bisnis, dan bisa berfungsi sebagai titik awal untuk membahas alokasi
sumber daya antara unit-unit bisnis strategis. jika kita menikmati pangsa pasar
yang tinggi, maka kita akan menghasilkan uang. Pertumbuhan pasar digunakan
sebagai ukuran dari daya tarik pasar. Jika pasar mengalami pertumbuhan pasar
tinggi dari total perkembangan pasar, maka akan relatif mudah bagi bisnis untuk
menambah keuntungan mereka, bahkan jika pangsa pasar mereka tetap stabil.
Sebaliknya kondisi pangsa pasar yang rendah tidak menambah keuntungan,
namun kondisi pangsa pasar yang tinggi belum tentu juga menguntungkan jika
tidak ada upaya memberikan diskon secara agresif.
2.6 Asumsi dasar Dalam Analisis Matriks BCG ( Boston Consulting Group )
a. Bahwa peningkatan pangsa pasar relatif akan menghasilkan peningkatan generasi
kas. Asumsi ini sering benar karena kurva pengalaman , pangsa pasar relatif
meningkat menunjukkan bahwa perusahaan bergerak maju pada kurva
pengalaman relatif terhadap pesaingnya, dengan demikian mengembangkan
keunggulan biaya.
b. Asumsi kedua adalah bahwa pasar yang berkembang membutuhkan investasi
dalam aktiva untuk meningkatkan kapasitas dan demikian hasil dalam konsumsi
kas. Dengan demikian posisi bisnis pada saham-pertumbuhan matriks
memberikan indikasi generasi kas dan konsumsi kas.

Henderson juga beralasan bahwa uang yang diperlukan oleh bisnis unit yang
berkembang pesat dapat diperoleh dari unit lain perusahaan bisnis yang pada
tahap lebih dewasa dan menghasilkan kas yang signifikan. Dengan investasi untuk
menjadi pemimpin pangsa pasar di pasar yang berkembang pesat, unit bisnis bisa
bergerak sepanjang kurva pengalaman dan mengembangkan keunggulan biaya.
Dari alasan ini, BCG Growth-Share Matrix lahir.
Dalam hal ini Sumbu matriks BCG adalah Market Share (Pangsa Pasar) dan
Market Growth (Pertumbuhan pasar).
·
Matriks BCG terdapat 4 kuadran yang menggambarkan posisi suatu unit bisnis
dipandang dari segi pertumbuhan pasar serta pangsa pasarnya, keempat kuadran
atau kategori tersebut adalah :
2.6.1 Dog (Anjing)
Kategori Anjing memiliki pangsa pasar yang rendah dan tingkat
pertumbuhan yang rendah dan dengan demikian tidak menghasilkan atau
mengkonsumsi uang dalam jumlah besar. Unit ini biasanya 'impas', menghasilkan
sedikit uang untuk mempertahankan pangsa pasar bisnis. Pada posisi anjing,
produk berada pada pangsa pasar rendah dan kondisi pasar yang tumbuh sangat
sedikit. Posisi ini memerlukan beberapa investasi, karena sumber daya manusia
dan sumber uangnya sanagat rendah.Karena posisi internal dan eksternalnya
lemah, bisnis ini sering kali dilikuidasi, divestasi, atau dipangkas dengan
retrenchment. Ketika sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi
strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak anjing yang mencuat
kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-besaran, menjadi bisnis yang
mampu bertahan dan menguntungkan.
2.6.2 Question Mark (Pertanyaan Mark)
Kategori ini memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi
mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat. Biasanya kebutuhan kas
perusahaan ini tinggi dan pendapatan kasnya rendah. Bisnis ini disebut tanda
Tanya karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini
dengan menjalankan strategi intensif atau menjualnya. Unit bisnis ini memerlukan
banyak uang untuk mempertahankan pangsanya, apalagi meningkatkannya.
Manajemen harus berpikir keras tentang tanda tanya mana yang harus dicoba
untuk dibangun menjadi bintang dan mana yang harus dibuang.
2.6.3 Star (Bintang)
Kategori ini memiliki peluang jangka panjang terbaik untuk
pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar
relative yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya
menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi
dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan
memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak
uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya.
2.6.4 Cash Cow (Kas sapi)/Sapi Perah
Kategori ini memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing
dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena
menghasilkan kas yang lebih dari yang dibutuhkannya, mereka sering kali
diperah. memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri
yang pertumbuhannya lambat. Banyak sapi perah saat ini adalah bintang di masa
lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi kuatnya selama
mungkin. SBU yang terkenal dan berhasil ini memerlukan investasi yang lebih
kecil untuk mempertahkankan pangsa pasarnya. SBU ini menghasilkan banyak
uang yang digunakan perusahaan untuk membayar tagihannya dan untuk
mendukung SBU lain yang memerlukan investasi

2.7 Untuk lebih jelas dari masing-masing matriks adalah sebagai berikut:

2.7.1 Tanda tanya (asking),


unit usaha yang bergerak dalam pasar dengan pertumbuhan tinggi, namun
pangsa pasar relatif rendah. Pada bagian ini perusahaan harus bekerja keras untuk
menentukan apakah akan tetap mempertahankan usaha ini atau tidak .
2.7.2 Bintang (star),
jika usaha di kategori tanda tanya berhasil, maka usaha tersebut akan
menjadi kategori bintang. Kategori ini adalah pemimpin pasar yang berada dalam
pasar yang tumbuh dengan cepat. Tapi bukan berarti akan memberikan arus kas
positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk
memenangkan pasar dan antisipasi para pesaingnya. Jika bintang tidak dapat
mempertahankan pangsa pasar yang besar, ia akan menjadi sapi kas ketika
penurunan tingkat pertumbuhan pasar. Portofolio perusahaan terdiversifikasi
harus selalu memiliki bintang yang akan menjadi sapi perah generasi berikutnya
dan memastikan kas masa depan.

2.7.3 Sapi perah (cashcow),


kategori ini terjadi bilamana pertumbuhan pasar tahunan menurun. Sang
bintang bisa saja menjadi sapi perahan jika masih masih memiliki pangsa pasar
relatif besar sehingga masih menghasilkan banyak kas. Biasanya perusahaan
kategori ini digunakan untuk membiayai jenis usaha untuk kategori lainnya.
2.7.4 Anjing (dog),
pada kategori ini perusahaan berada dalam pangsa pasar yang rendah dan
pertumbuhan pasar yang lambat. Perusahaan bisa saja menghasilkan laba yang
rendah atau bahkan mungkin mengalami kerugian. anjing adalah kas perangkap
karena uang diikat dalam bisnis yang kurang potensial.usaha tersebut adalah
kandidat untuk divestasi.

2.8 Dalam analisis BCG Matriks ini adapun Kelebihan dan Kelemahannya,
sebagai berikut:
2.8.1 Kelebihan Matriks BCG
Matriks BCG adalah salah satu alat pembuat keputusan yang paling mudah.
Hanya dengan membaca grafiknya, orang akan dapat dengan mudah melihat di
posisi manakah perusahaan mereka berada. Matriks ini memusatkan perhatian
pada arus kas, karakteristik investasi, dan kebutuhan berbagai divisi organisasi.
Divisi dapat berubah dari waktu ke waktu: anjing menjadi tanda tanya, tanda
tanya menjadi bintang, bintang menjadi sapi perah, dan sapi perah menjadi anjing.
Namun yang jarang terjadi adalah perubahan yang searah jarum jam.

2.8.2 Kelemahan Matriks BCG


· tingkat pertumbuhan pasar adalah hanya salah satu faktor dalam daya tarik
industri, dan pangsa pasar relatif hanya satu faktor dalam keunggulan kompetitif.
Pertumbuhansaham matriks mengabaikan faktor lain di kedua faktor penentu
penting dari profitabilitas.
· Kerangka kerja ini mengasumsikan bahwa setiap unit bisnis independen dari
yang lain. Dalam beberapa kasus, sebuah unit bisnis yang merupakan anjing dapat
membantu unit usaha lain mendapatkan keuntungan kompetitif.
· Matriks sangat bergantung pada luasnya definisi pasar. Sebuah unit usaha dapat
mendominasi ceruk kecil, tetapi memiliki pangsa pasar yang sangat rendah dalam
industri secara keseluruhan.Dalam kasus seperti itu, definisi pasar dapat membuat
perbedaan antara anjing dan sapi kas.

2.9 Kerangka Konseptual dan Kerangka Operasional Martiks Boston


Consulting Grup (BCG)
2.9.1 Kerangka Konseptual Martiks Boston Consulting Grup (BCG)
a. Tingkat pertumbuhan pasar (Market Growth)
Pertumbuhan pasar diwakili oleh sumbu vertikal. Pertumbuhan pasar
adalah proyeksi tingkat penjualan untuk pasar yang akan dilayani. Biasanya
diukur dengan peningkatan persentase dalam nilai atau volume penjualan dua
tahun terakhir Sumbu dibagi menjadi dua bagian: lebih dan kurang dari 10 persen
pertumbuhan per tahun. Pasar pertumbuhan di atas 10 persen dianggap tinggi
karena itu variabel ini melambangkan daya tarik pasar.
Sumbu y menggambarkan tingkat pertumbuhan industri dalam penjualan
yang diukur dalam bentuk persentase. Persentase tingkat pertumbuhan pada
sumbu y dapat berkisar antara -20 hingga +20 persen, dengan 0,0 sebagai titik
tengah. Angka kisaran ini pada sumbu x dan y seringkali digunakan, tetapi angka
lainnya dapat dibuat bila dianggap sesuai untuk organisasi tertentu.
Pertumbuhan pasar menggambarkan jangkauan organisasi atau
menunjukkan perekembanagn organisasi. Teori di balik matriks mengasumsikan,
oleh karena itu, indikasi tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi disertai tuntutan
pada investasi.
Tingkat pertumbuhan pasar mengatakan lebih tentang posisi merek
daripada hanya dengan arus kas. Itu adalah indikator yang baik dari kekuatan
pasar itu, dengan potensi masa depan untuk menghadapi siklus hidup pasar
dengan daya tarik oragnaisasi untuk masa depan pesaing. Hal ini juga dapat
digunakan dalam analisis pertumbuhan.
b. Pangsa pasar relatif (Market Growth Rate)
Pangsa pasar relatif adalah bagian penjualan industri total sebuah
perusahaan di sebuah pasar tertentu. Pangsa pasar relatif diwakili oleh sumbu
horisontal. Ini adalah pangsa pasar perusahaan dibagi dengan pangsa pesaing
terbesar. Pangsa pasar relatif berfungsi sebagai ukuran kekuatan perusahaan di
segmen pasar yang relevan.
Posisi pangsa pasar relatif (relative market share) didefinisikan sebagai
rasio dari pangsa pasar satu divisi tertentu terhadap pangsa pasar yang dimiliki
oleh pesaing terbesar dalam industri tersebut. Pangsa pasar relatif dapat
ditentukan menggunakan rumus berikut:
Semakin tinggi nilai pangsa pasar suatu perusahaan, semakin besar
proporsi pasar yang dikendalikannya. Posisi pangsa pasar relatif diberikan pada
sumbu x dari matriks BCG. Titik tengah dari sumbu x biasanya dibuat 0,50 atau
sama dengan divisi yang memiliki separuh pangsa pasar dari perusahaan
pemimpin dalam industri.
Matriks BCG secara grafis menunjukkan perbedaan di antara berbagai divisi
dalam posisi pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan industri. Matriks BCG
memungkinkan organisasi multidivisi untuk mengelola portofolio bisnisnya
dengan mempertimbangkan posisi pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan
industri dari masing-masing divisi relatif terhadap divisi lain dalam organisasi
2.9.2 Kerangka Konseptual Operasional Boston Consulting Grup (BCG)
a. Mengidentifikasi dan membagi perusahaan dalam SBU (strategic business units).
b. Menilai dan membandingkan prospek tiap SBU berdasarkan dua industry yaitu
pangsa pasar relatifnya dan tingkat pertumbuhan ndustry SBU tersebut.
c. Mengklasifikasikan SBU pada matriks BCG.
d. Mengembangkan strategi untuk tiap SBU.
2.10 Rumus Boston Consulting Group ( BCG )
2.10.1 Secara sederhana, tingkat pertumbuhan pasar ( Market Growth Rate )
dalam suatu vertical dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Volume Penjualan _ Volume


Penjualan
Tingkat Pertumbuhan Pasar = Industri tahun N Industri tahun
N-1 x 100%
( Market Growth Rate ) Volume Penjualan Industri tahun N-1

2.10.2 Dan untuk pangsa pasar relative ( relative market share ), secara
sederhana dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Volume Penjualan perusahaan tahun N


Pangsa Pasar Relatif =
X
( Relatif Market Share) volume rata – rata penjualan perusahaan
pesaing tahun N

GE/McKinsey Matrix
Faktor Daya Tarik Pasar
Sumbu X menggambarkan Daya tarik Industri yang menunjukkan seberapa
menariknya atau mudahnya bagi perusahaan untuk bersaing di pasar untuk
mendapatkan keuntungan. Semakin menguntungkan industri tersebut maka
semakin menarik. Ketika mengevaluasi daya tarik industri, analis harus melihat
bagaimana sebuah industri akan berubah dalam jangka panjang, karena investasi
yang dibutuhkan untuk produk biasanya membutuhkan komitmen jangka panjang.
Faktornya antara lain :
- Ukuran pasar
- Tingkat pertumbuhan pasar
- Profitabilitas Pasar
- Tren Harga
- Intensitas persaingan
- Secara keseluruhan risiko kembali di industri
- Kesempatan untuk membedakan produk dan jasa
- Variabilitas permintaan
- Segmentasi
- Struktur Distribusi

Faktor Kekuatan berkompetisi


Sumbu Y menunjukkan kemampuan berkompetisi atau posisi di pasar kompetisi.
Ini menggambarkan seberapa kuat unit bisnis tertentu bersaing terhadap para
pesaingnya. Dengan kata lain, apakah sebuah unit bisnis memiliki keunggulan
kompetitif yang berkelanjutan. Jika perusahaan memiliki keunggulan kompetitif
yang berkelanjutan, pertanyaan berikutnya adalah: "Untuk berapa lama
keunggulan tersebut akan dipertahankan?" Faktornya antara lain :
- Kekuatan aset dan kompetensi
- Kekuatan merek relatif terhadap pesaing
- Pangsa pasar
- Pertumbuhan pangsa pasar
- Loyalitas Pelanggan
- Struktur posisi biaya relatif terhadap pesaing
- Margin keuntungan relatif terhadap pesaing
- Kekuatan Distribusi dan kapasitas produksi
- Rekaman teknologi atau inovasi lainnya
- Akses ke investasi keuangan dan lainnya

Langkah langkah penerapan ?


Langkah 1. Tentukan daya tarik industri masing-masing unit bisnis
• Identifikasi faktor yang relevan mempengaruhi daya tarik industri
• Pilih bobot. Bobot menunjukkan seberapa penting faktor tersebut. 0,01 (tidak
penting) hingga 1,0 (sangat penting) . Jumlah dari semua bobot harus sama
dengan 1,0.
• Beri nilai atau rating untuk setiap faktor. Nilai '1' menunjukkan daya tarik
industri rendah dan '5‘ daya tarik industri yang tinggi.
• Hitung skor yaitu bobot dikali nilai dan hitung total skor. Total skor
memungkinkan membandingkan daya tarik industri untuk setiap unit bisnis.
Langkah 2. Tentukan kekuatan kompetitif masing-masing unit bisnis, dan
lakukan seperti langkah 1 diatas

Langkah 3. Plot dalam Matriks

Langkah 4 : Analisa Informasi


Unit Bisnis 1 di koordinat (3.35, 1.96) berada di kotak Invest/Grow.
Perusahaan harus berinvestasi ke dalam unit bisnis ini, karena mereka
menjanjikan keuntungan tinggi di masa depan. Unit bisnis ini akan membutuhkan
banyak modal karena mereka akan beroperasi di industri yang berkembang dan
harus mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar mereka. Hal ini penting
untuk menyediakan sebanyak mungkin sumber daya untuk meningkatkan level
kemampuan berkompetisi dimasa depan, sehingga tidak akan ada kendala bagi
untit bisnis untuk tumbuh. Investasi harus disediakan untuk R & D, periklanan,
akuisisi dan meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan di
masa depan.

Unit Bisnis 2 di koordinat (3.06, 2.74 ) berada di kotak Selective Investment.


Perusahaan harus berinvestasi dalam unit bisnis ini secara selektif. Berinvestasi
hanya jika memiliki sumber daya yang cukup. Investasi unit bisnis ini dilakukan
ketika diyakini (karena banyak ketidakpastian pada bisnis ini) akan bertumbuh
dan memberi keuntungan di masa depan.

Unit Bisnis 3 di koordinat (1.57, 2.24 ) berada di kotak Harvest/Divest. Apa yang
harus perusahaan lakukan dengan unit-unit bisnis ini?
Pertama, jika unit bisnis menghasilkan uang surplus, perusahaan harus
berinvestasi hanya cukup untuk menjaga mereka beroperasi dan mengumpulkan
semua uang yang dihasilkan olehnya. Dengan kata lain, hal itu layak untuk
berinvestasi dalam bisnis selama tidak melebihi kas yang dihasilkan dari itu.
Kedua, unit bisnis yang hanya membuat kerugian harus didivestasi. Jika itu tidak
mungkin dan tidak ada cara untuk mengubah kerugian menjadi keuntungan,
perusahaan harus melikuidasi unit bisnis.

Unit Bisnis 4 di koordinat (3.72, 3.56) berada di kotak Invest/Grow.


Seperti pada unit bisnis-1, Perusahaan melihat bahwa unit bisnis 4 tidak hanya
High Growth juga High Value. Motor utama pertumbuhan perusahaan. Disini
perusahaan fokus berinvestasi karena mereka menjanjikan keuntungan tertinggi
di masa depan. Unit bisnis ini akan membutuhkan banyak modal karena mereka
akan beroperasi di industri yang berkembang dan harus mempertahankan atau
meningkatkan pangsa pasar mereka.

Learning Point :
Demikian GE Matrix yang digunakan untuk memetakan dimana portofolio bisnis
berada dan mau kemana nantinya. Selanjutnya bagaimana strategi di dieksekusi
dengan visi, misi dan arahan direksi. Dengan demikian perusahaan dapat fokus
pada bisnis yang memberikan High Growth dan High Value
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. BCG (Boston Consulting Group) adalah perusahaan konsultan manajemen
swasta yang bebasis di Boston, ini merupakan pertumbuhan pangsar pasar yang
dikembangkan dan Pada awal tahun 1970, BCG ditemukan dan dipopulerkan oleh
seorang manajemen konsultan terkemuka oleh Bruce D. Henderson sebagai divisi
management dan konsultasi dari Boston Safe Deposit and Trust Company- yang
mana merupakan anak cabang dari perusahaan boston.
2. Matriks Boston Consulting Group merupakan suatu metode analisis untuk
menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic (SBU) dengan melakukan
pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahan. Dan dalam hal ini
terdapat kuadran untuk menentukan Posisi setiap SBU yang terdiri dari ;
a. Dog yaitu pada kategori ini perusahaan berada dalam pangsa pasar yang rendah
dan pertumbuhan pasar yang lambat.
b. Cash Cow yaitu Kategori ini memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi
bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat
c. Star yaitu Divisi dengan pangsa pasar relative yang tinggi dan tingkat
pertumbuhan industri yang tinggi.
d. Question Mark yaitu Kategori ini memiliki posisi pangsa pasar relatif yang
rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat Biasanya
kebutuhan kas perusahaan ini tinggi dan pendapatan kasnya rendah.
3. Tujuannya adalah untuk mengetahui produk manakah yang layak mendapat
perhatian dan dukungan dana agar produk tersebut bisa bertahan dan menjadi
kontributor terhadap kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
SARAN
1. Dalam hal ini setiap perusahaan harus dapat memilih analisis yang tepat untuk
mengambil suatu keputusan strategi apa yang harus digunakan demi
keberlangsungan usahanya.

2. Dan untuk perusahaan Multidivisi agar mampu menerpakan strategi Unit Bisnis
dengan mengetahui Posisi Unit bisinisnya terdahulu melalui penerapan analisis
Matriks Boston Consulting Group dengan demikian perusahaan multidivisi yang
memiliki unit bisinis dapat memilih strategi dan tidakan yang tepat untuk produk
usahanya agar dapat bersaing dengan pesaing dan menjadi market leader
pertumbuhan pasar yang tinggi dan pangsa pasar yang tinggi.