Anda di halaman 1dari 2

1. Pada bagian vena mana saja yang dapat ditusuk jarum infus?

2. Kenapa pada anak lebih cepat terjadi dehidrasi?

Jawaban :
1. LOKASI PEMASANGAN INFUS
Lokasi pemasangan infus biasanya pada vena yang terdapat di lengan:
• Vena digitalis mengalir sepanjang sisi lateral jari
tangan dan dihubungkan ke vena dorsalis oleh
cabang-cabang penyambung.
Keuntungan :kadang-kadang hanya vena yang
tersedia, yang dengan mudah difiksasi dengan spatel
lidah yang dibalut dengan perban.
Kerugian :hanya kateter yang berukuran kecil dapat
digunakan, mudah terjadi infiltrasi, tidak cocok
untuk terapi jangka panjang.
• Vena dorsalis superfisialis (metakarpal atau
tangan) berasal dari gabungan vena digitalis.
Keuntungan :memungkinkan pergerakan lengan, mudah dilihat dan di palpasi, tulang-
tulang dengan membelat kateter.
Kerugian: pasien-pasien yang aktif dapat mengeser kateter, balutan menjadi mudah basah
dengan mencuci tangan, tempat penusukan IV akan macet jika penahan pergelangan tangan
di pasang.
• Vena sefalika terletak di lengan bagian bawah pada posisi radial lengan (ibu jari). Vena ini berjalan
ke atas sepanjang bagian luar dari lengan bawah dalam region antekubiti. Vena sefalika
lebih kecil dan biasanya lebih melengkung dari vena basilika.
Keuntungan : dapat menggunakan kateter ukuran bsar untuk infus yang cepat, dibelat oleh
tulang-tulang lengan, pilihan yang baik untuk infus larutan yang mengiritasi.
Kerugian :lebih melengkung daripada vena basilika; ini biasanya merupakan kerugian
hanya bila memasang kateter yang lebih panjang.
• Vena basilika ditemukan pada sisi ulnaris lengan bawah, berjalan ke atas pada bagian posterior atau
belakang lengan dan kemudian melengkung ke arah permukaan anterior atau region
antekubiti. Vena ini kemudian berjalan lurus ke atas dan memasuki jaringan yang lebih
dalam.
Keuntungan : sama seperti vena sefalika, biasanya lebih lurus dari vena sefalika
Kerugian : cenderung berputar; posisi pasien mungkin aak kikuk selama pungsi vena.
• Vena mediana/antekubiti berasal dari vena lengan bawah dan umumnya terbagi dalam dua
pembuluh darah, satu berhubungan dengan vena basilika dan yang lainnya berhubungan
dengan vena sefalika. Vena ini biasanya digunakan untuk pengambilan sampel darah.
Keuntungan : mudah dilakukan penusukan, besar, cenderung stabil.
Kerugian : dapat membatasi gerakanlengan pasien, sering diperlukan untuk pengambilan
sampel darah.
Hal-hal yang harus diperhatikan untuk melakukan pemilihan vena sebelum melakukan penusukan
untuk terapi intravena atau pemasangan infus:
 Gunakan vena-vena distal atau bagian ujung terlebih dulu.
 Gunakan lengan pasien yang tidak dominan atau banyak gerak jika mungkin.
 Pilih vena-vena yang letaknya berada di atas area fleksi.
 Pilih vena yang memiliki ukuran cukup besar untuk memungkinkan aliran darah yang
adekuat ke dalam kateter sehingga tidak macet ke depannya.
 Palpasi vena terlebih dahulu sebelum melakukan penusukan untuk menentukan kondisinya.
Selalu pilih vena yang lunak, penuh, dan yang tidak tersumbat, jika ada.
 Pastikan bahwa lokasi penusukan yang dipilih tidak akan mengganggu aktivitas sehari-hari
pasien.
 Pilih lokasi penusukan yang tidak mempengaruhi atau mengganggu prosedur pembedahan
atau prosedur-prosedur yang direncanakan lainnya.
Untuk pemasangan infus pada bayi atau anak-anak :
Vena perifer
 Cari vena perifer yang mudah diakses. Pada anak
umur > 2 bulan, biasanya menggunakan vena sefalik pada
siku depan atau vena interdigtalis-4 pada punggung
tangan.
 Seorang asisten harus menjaga posisi lengan agar tidak
bergerak dan membantu untuk membendung aliran vena di
proksimal tempat suntikan dengan genggaman tangannya.
 Bersihkan daerah sekeliling kulit dengan larutan antiseptik (yodium, isopropil alkohol, atau
alkohol 70%), kemudian masukkan hampir seluruh panjang kanul ke dalam pembuluh vena.
Fiksasi posisi kateter dengan plester. Pasang bidai pada lengan dengan posisi yang nyaman
(misalnya posisi siku lurus atau pergelangan tangan sedikit fleksi).

Vena Kulit Kepala


Vena di daerah kulit kepala sering digunakan pada
anak umur < 2 tahun, tetapi terbaik pada bayi muda.
• Cari salah satu vena kulit kepala yang cocok
(biasanya vena yang terletak di garis median frontal,
daerah temporal, di atas atau di belakang telinga).
• Cukur daerah tersebut, jika perlu, dan bersihkan
kulit dengan larutan antiseptik. Seorang asisten harus
membendung vena proksimal tempat tusukan. Isi
semprit dengan garam normal dan isikan ke dalam
jarum bersayap. Lepaskan semprit dan biarkan ujung
akhir pipa jarum terbuka. Masukkan jarum bersayap seperti dijelaskan di atas. Darah akan mengalir
ke luar pelan melalui ujung akhir pipa jarum yang menandakan bahwa jarum telah berada di dalam
vena.

• Harus diperhatikan untuk tidak masuk ke arteri, yang dapat dikenali dengan palpasi. Jika darah
mengalir berdenyut, tarik jarum dan tekan luka tusukan sampai perdarahan berhenti, kemudian cari
venanya.

Pada bagian ekstremitas inferior vena yang dapat dijadikan tempat tusuk jarum infus adalah vena
dorsalis pedis.

Sumber : Nola F, Adela N, Safitri T. Modul cara pemasangan infus. Medan : Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Haji Sumatera Utara. 2015
2. Derajat dehidrasi berbeda antara usia bayi dan anak jika dibandingkan usia dewasa. Bayi
dan anak (terutama balita) lebih rentan mengalami dehidrasi karena komposisi air tubuh
lebih banyak, fungsi ginjal belum sempurna dan masih bergantung pada orang lain untuk
memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya, selain itu penurunan berat badan juga relatif lebih
besar. Pada anak yang lebih tua, tanda dehidrasi lebih cepat terlihat dibandingkan bayi
karena kadar cairan ekstrasel lebih rendah. Menentukan derajat dehidrasi pada anak juga
dapat menggunakan skor WHO, dengan penilaian keadaan umum, kondisi mata, mulut dan
turgor. Derajat dehidrasi berdampak pada tanda klinis. Makin berat dehidrasi, gangguan
hemodinamik makin nyata. Produksi urin dan kesadaran dapat menjadi tolok ukur penilaian
klinis dehidrasi. Pemberian infus D ¼ NS 16 tpm (Per 5 mL mengandung : Natrium 38.5
meg/Liter, Klorida 38.5 meg/Liter, Dextrose 50 gram/Liter (NaCl 2.25 gram, water for
injeksion 1.000 mL).Osmolaritis : 355 mOsm/Liter.) digunakan untuk mengatur konsentrasi
cairan tubuh

Sumber : Leksana E. Strategi terapi cairan pada dehidrasi. CDK-224; 42(1). 2015