Anda di halaman 1dari 47

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah intra kurikuler yang

diselenggarakan oleh akademik di seluruh perguruan tinggi yang wajib diikuti

oleh seluruh mahasiswa dengan tujuan meningkatan kemampuan dan wawasan

mahasiswa sebagai bekal hidup di masyarakat setelah lulus studi. Pada dasarnya

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian nyata seorang

mahasiswa kepada masyarakat yang sebenarnya. Setelah mendapatkan materi

perkuliahan yang senantiasanya dapat berguna didalam lingkungan masyarakat itu

sendiri.

Dalam kegiatan pengabdiannya pada masyarakat, mahasiswa/i Universitas

Pembangunan Panca Budi (UNPAB) memberikan pengalaman ilmu pengetahuan,

teknologi, seni dan agama untuk memberikan pengarahan agar dapat memecahkan

suatu permasalahan dan menanggulanginya secara tepat. Selain itu, pembenahan

sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang dilakukan serta menjadi program

kerja bagi mahasiswa. Dengan kata lain, melalui KKN ini, mahasiswa/i membantu

pembangunan dalam masyarakat.

Dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat kinerja yang harus

diupayakan secara berkesinambungan, yaitu dengan menerapkan beberapa

berbagai model dan corak pembangunan. Oleh karena itu, baik secara kelompok

maupun individual, dalam KKN ini mahasiswa mengamati dengan cermat apa

yang menjadi permasalahan dan potensi yang dimiliki masyarakat dengan

melakukan penelitian pada setiap sektor kehidupan bermasyarakat.

1
1.2 Letak dan Luas Wilayah

Desa Timbang Lawan merupakan salah satu desa di Kecamatan Bahorok

yang ada di Kabupaten Langkat, terletak pada ketinggian antara 1200 meter

diatas permukaan laut. Jarak ke ibu kota kecamatan sejauh 6 km. Secara

administratif Desa Timbang Lawan di sebelah timur berbatasan dengan Pekan

Bahorok, di sebelah barat berbatasan dengan Timbang Jaya, di sebelah uatara

berbatasan dengan perkebunan Bungara dan di sebelah selatan berbatasan dengan

Lau Damak.

Desa Timbang Lawan Memiliki luas ± 3.104,32 Ha dengan curah hujan 450

– 500 mm per bulannya dimana jumlah bulan hujan sebanyak 4 bulan. Kondisi

geografis tersebut merupakan faktor pendukung berkembangnya usaha

masyarakat di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan rakyat,

beriklim tropis dengan suhu minimum 320C, curah hujan tinggi pada bulan

September sampai Desember. Sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan

Maret sampai Juni. Umumnya di Desa Timbang Lawan daerah pertanian tanaman

pangan, peternakan dan perkebunan rakyat.

1.3 RumusanMasalah

Ada beberapa masalah yang ada di desa ini antara lain :

1. Kurangnya pemanfaatan limbah rumah tangga disekitar desa yang bisa di

jadikan kebutuhan pupuk untuk petani di Desa Timbang Lawan.

2. Kurangnya pemanfaatan halaman perkarangan rumah di desa Timbang

Lawan.

3. Kurangnya peran ibu rumah tangga terhadap peningkatan penghasilan

keluarga.

2
4. Kurangnya perilaku higenis dan sanitasi lingkungan.

1.4 Tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN)

1. Memberikan pengetahuan pembuatan pupuk organik dari limbah rumah

tangga dan limbah sekitar lingkungan masyarakat.

2. Pemanfaatan pekarangan rumah dengan tanaman yang bisa memenuhi

kebutuhan sehari-hari sebagai penambah hasil ekonomi keluarga.

3. Pembuatan hasil olahan pangan yang organik yang nantinya bisa menjadi

konsumsi makanan yang sehat dilingkungan dan memiliki nilai jual.

4. Memberikan sosialisasi bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

di sekolah dasar

3
BAB II
POTENSI WILAYAH

2.1 Sumber Daya Lokal/ Kearifan Lokal

Desa Timbang Lawan adalah Desa yang terletak di Kecamatan Bahorok,

Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara merupakan desa yang berbatasan

langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Desa Timbang Lawan

berada di sekitar hutan dengan luas wilayah 2.544 hektar, yang terdiri dari tanah

sawah irigasi 443 hektar, tegal atau lading 792 hektar dan perkantoran

pemerintahan 2,5 hektar. Luas hutan Negara di wilayah desa ini adalah 1000

hektar dengan potensi madu lebah 40 liter per tahun dan bambu 35.000 batang per

tahun. Di desa ini terdapat gua batu kapal yang merupakan salah satu objek wisata

yang terkait dengan objek wisata Bukit Lawang. Di desa Timbang lawan sendiri

terdapat Ecofarming Center yang merupakan bentuk dari kegiatan pariwisata

dalam bidang pertanian yang berwawasan lingkungan hidup .

Desa ini mempunyai lahan perkebunan rakyat yang cukup luas, yang

merupakan model kebun polikultur, terdiri dari tanaman buah-buahan seperti;

durian, manggis, jengkol, petai, langsat, duku, asam glugur, pinang, pisang dan

bambu. Akhir-akhir ini, banyak warga yang mengalih fungsikan kebun dan lahan

persawahannya menjadi kebun kelapa sawit. Pada tahun 2007 luas kebun kelapa

sawit sudah 30 Ha. Belum dapat secara pasti diperkirakan kecenderungan

perubahan kebun dan sawah yang dialih fungsikan menjadi kebun monokultur,

tetapi dari kegiatan observasi beberapa kali dilapangan, aktifitas seperti ini terus

berlangsung dan animo masyarakat untuk mengalih fungsikan kebun mereka

4
menjadi kebun kelapa sawit cukup besar, karena kebun sawit dianggap lebih

memberikan keuntungan bagi mereka untuk saat ini.

2.2 Sarana dan Prasarana Daerah

Desa Timbang Lawan memiliki beberapa sarana gedung sekolah, baik itu

milik negara maupun swasta. Sarana dan prasarana pendidikan tersebut ialah

Gedung PAUD dan TK, Gedung Sekolah Dasar, Gedung Sekolah Menengah

Pertama Negeri maupun Sekolah Menengah Pertama Swasta. Maka dapat

dikatakan bahwa Desa Timbang lawan telah memiliki beberapa sarana pendidikan

cukup baik dalam meningkatkan kecerdasan anak-anak didesa tersebut. Sehubung

dengan mayoritas penduduk desa Timbang Lawan menganut agama Islam maka

sarana peribadatan didesa tersebut adalah mesjid dan musholah yang terbagi

beberapa dusun. Berikut dapat dilihat pada tabel 1 :

Tabel 1. Sarana dan Prasarana Desa Timbang Lawan

No Jenis Prasarana dan sarana Desa Timbang Lawan Jumlah


1. Kantor Desa 1
2. MIS (Madrasah Iftidaiyah Swasta) 1
3. MTSS (Madrasah Tsanawiyah Swasta) 1
4. TK/PAUD 1
5. Masjid 4
6. Musholla 25
7. Pasar Desa 1
8. Puskesmas 3
9. Posyandu 6
10. Poskamling 9
11. Jembatan 2
12. Bumdes 1
13. Jalan kabupaten 72 Km
14. Jalan Desa 28 Km
15. Irigasi 10 Km
16. Lapangan Sepak Bola 1
17. Lapangan Bola Volly 4
18. Lapangan Badminton 1
Sumber : Profil Desa Timbang Lawan tahun 2015

5
2.3 Potensi Aspek/ Bidang Pertanian

Potensi yang dikembangkan di Desa Timbang Lawan adalah padi, karet dan

kelapa sawit dengan alasan iklim cocok, tanah baik dan curah hujan yang baik.

Penggunaan lahan di Desa Timbang Lawan digunakan untuk kebun, sawah dan

tegalan. Berikut didapat dilihat pada table 2:

Tabel 2. Potensi Aspek di Bidang Pertanian

No. Uraian Luas (ha)


1. Sawah Irigasi Teknis 350 Ha
2. Perkarangan 350 Ha
3. Pemukiman 950 Ha
4. Fasilitas Umum 4,32 Ha
7. Perkebunan Rakyat 650 Ha
9. Perkebunan Perorangan 300 Ha
10 Hutan Lindung 500 Ha
Total Wilayah 3.104,32 Ha
Sumber : BPP Bahorok Tahun 2017

2.4 Prioritas Pembangunan Desa

Prioritas penggunaan Dana Desa untuk program dan kegiatan bidang

Pemberdayaan Masyarakat Desa dialokasikan untuk mendanai kegiatan yang

bertujuan meningkatkan kapasitas warga atau masyarakat desa dalam

pengembangan wirausaha, tingkatkan kegiatan PKK, misalnya menggalakkan

home industry yang menjadi asset desa yang bisa dianggarkan melalui Badan

Usaha Milik Desa (BUM-Des). Pembangunan lainnya juga seperti titi/plat

dweker, leining serta jalan baru dan penyertuan dan pengaspalan. Pembangunan

infrastruktur serta prasarana pendukung menuju wisata Salang Pangeran yang

berada di desa Timbang Lawan.

6
2.5 Analisa Situasi Keadaan Wilayah

2.5.1 Analisis Situasi

Keadaan desa Timbang lawan sudah cukup baik, karena sarana dan

prasarana cukup memadai sebagai jembatan untuk terus mengembangkan desa

tersebut menjadi lebih maju. Keberadaan populasi masyarakat yang cukup banyak

dan diimbangi dengan potensi lahan yang masih luas, desa Timbang Lawan dapat

di kembangkan menjadi desa yang maju. Kekayaan alam yang berada di desa

tersebut dapat menjadikan desa tersebut menjadi desa yang mandiri, khususnya

dalam bidang pertanian.

Potensi wisata yang sangat baik dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan

untuk menikmati keindahan alam yang berada di desa tesebut. Di tambah lagi

banyak wisatawan mancanegara yang sudah banyak mendatangi tempat wisata di

desa tersebut, hal tersebut menjadi nilai tambah bagi pemerintah daerah untuk

mengembangkan potensi wisata yang ada tersebut agar lebih dikenal dikanca

nasional maupun internasional.

2.5.2 Analisis Kependudukan Desa Timbang Lawan

Desa Timbang Lawan memiliki luas sekitar 2504 M2 , desa ini memiliki 9

dusundan posko KKN berada di Dusun VIII. Desa Timbang Lawan sendiri

merupakan desa ekowisata yang bergerak dibidang pertanian (Agrowisata). Hal

ini dilihat dari sebagian besar penduduknya yang berprofesi sebagai petani.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Profil Desa Timbang Lawan tahun

2015, jumlah penduduk berdasarkan pengelompokkan umur terdiri dari 4 yaitu

anak usia 0 s/d 9 tahun sebanyak 756 jiwa, remaja usia 10 s/d 14 tahun sebanyak

450 jiwa, remaja sampai Dewasa usia 15 s/d 59 tahun sebanyak 3.004 jiwa dan

7
lansia dengan usia 60 keatas sebanyak 411 jiwa. Data dapat dilihat pada (Tabel 3)

di bawah ini :

Tabel 3. Jumlah Penduduk Menurut Golongan Umur

No. Usia Jumlah (jiwa)


1. Usia 0 s/d 9 Tahun 756
2. Usia 10 s/d 14 Tahun 460
3. Usia 15 s/d 59 Tahun 3.004
4. Usia 60 Tahun Keatas 411
Total 4.631
Sumber : Profil Desa Timbang Lawan tahun 2015

Data jumlah penduduk pengelompokan menurut jenis kelamin sebanyak

2.400 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 2.231 jiwa berjenis kelamin. Data ini

diambil dari profil Desa Timbang Lawan tahun 2015 dan dapat dilihat pada (Tabel

4) dibawah ini :

Tabel 4. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin

No. Jenis kelamin Jumlah penduduk


1. Laki-laki 2.400
2. Perempuan 2.231
Sumber : Profil Desa Timbang Lawan tahun 2015

Data penduduk Desa Timbang Lawan yang menganut beberapa

kepercayaan terdapat pada (Tabel 5). Dimana dapat kita lihat ada 3 agama atau

kepercayaan yang dianut warga sekitar yaitu agama Islam sebanyak 4.289 orang,

agama Kristen sebanyak 85 orang dan agam Katolik sebanyak 11 orang. Dari data

ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas penduduk Desa Timbang lawan beragama

islam.

Tabel 5. Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat


No Kepercayaan Jumlah
1. Islam 4.289 orang
2. Kristen 85 orang
3. Katolik 11 orang
Sumber : Profil Desa Timbang Lawan tahun 2015

8
Ada beragam etnis/suku yang dimiliki penduduk Desa Timbang lawan

seperti suku Melayu, Jawa, Karo, Tapanuli, Banjar, Aceh dan Minang. Menurut

data yang didapat dari profil Desa Timbang lawan pada (Tabel 6) dibawah ini,

mayoritas penduduk sekitar bersuku melayu sebanyak 2.350 orang.

Tabel 6. 7 etnis yang dianut masyarakat


No Etnis Jumlah
1. Melayu 2.350 orang
2. Jawa 1.695 orang
3. Karo 280 orang
4. Tapanuli 30 orang
5. Banjar 5 orang
6. Aceh 10 orang
7. Minang 5 orang
Sumber : Profil Desa Timbang Lawan tahun 2015

Desa Timbang Lawan merupakan desa yang memiliki lahan pertanian

yang luas. Sehingga banyak peduduk sekitar yang memanfaatkan lahan untuk

budidaya tanaman semusim maupun tahunan. Hal ini menyebabkan mayoritas

penduduk Desa Timbang Lawan memiliki pekejaan atau bermata pencaharian

sebagai petani sebanyak 645 orang. Dapat dilihat pada (Tabel 7) dibawah ini :

Tabel 7. Mata pencarian penduduk Desa Timbang Lawan


No Mata Pencarian Jumlah
1. Petani 645 orang
2. Buruh Tani 48 orang
3. Buruh Swasta 120 orang
4. PNS 50 orang
5. Pengrajin 79 orang
6. Pedagang 49 orang
7. Peternak 5 orang
Montir 35 orang
Lain-lain 2.430 orang
Sumber : Profil Desa Timbang lawan tahun 2015

9
BAB III
RENCANA PROGRAM KKN DAN METODE PELAKSANAAN

3.1 Metode Pendekatan Program Kerja

Kegitan Program KKN ini melibatkan pemangku kepentingan seperti :

1. Kepala Desa

2. Perangkat Desa

3. PPL

4. Masyarakat

Metode pendekatan kepad masyarakat sebagai beriku :


1. Studi Literatur
2. Observasi
3. Kelompok Masyarakat
 Karang taruna
 Remaja Masjid
 Gapoktan
 PKK
 SD, SMP dan Ibu Rumah Tangga
4. Diskusi
 Pertemuan dengan petani membahas mengenai permasalahan yang sering
dihadapi para petani
 Berdiskusi bagaimana sebaiknya mengatasi permasalahan yang dihadapi
para petani
 Menerapkan kerjasama antara mahasiswa/i dengan petani dalam
mengatasi permasalahan yang terjadi di Desa Timbang lawan Kecamatan
Bahorok Kabupaten Langkat.
5. Gotong Royong
 Merayakan acara kemerdekaan RI
 Kebersihan lingkungan desa
6. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)

10
3.2 Prosedur Kerja

3.2.1 Pemanfaatan Limbah Organik

Pemanfaatan limbah sayuran dengan EM-4 yaitu pembuatan pupuk cair

organik (PCO) dilakukan dengan mempersiapkan bahan seperti sayuran hijau

tidak layak guna, EM-4, air dan urine manusia. Alat yang digunakan seperti

tong/drum, kantong sampah plastik dan tali/karet ban.

Pada pembuatan pupuk cair organik ini, tong diisi dengan air sebanyak ½

tong atau 10 L. Sayuran hijau dipotong hingga halus. Sayuran hijau yang telah

halus dicampur dengan bahan lain seperti 1 ½ botol EM-4 dan urine manusia.

Bahan-bahan dimasukkan kedalam tong/drum dan diaduk hingga rata. Tong

ditutup dengan rapat menggunakan plastik besar dan diikat dengan tali/karet ban.

Pembuatan pupuk cair organik ini akan berhasil bila dilakukan pengadukan setiap

hari pada dipagi hari dan petang hari. Pembuatan pupuk organik cair bisa

memakan waktu selama 21 hari atau lebih. Pupuk organik cair yang telah jadi

tidak akan berbau busuk dan dipermukaan cairan didapati gelembung jamur

berwarna putih.

3.2.1 Pembuatan Minuman Instan Jahe

Bahan yang digunakan dalam pembuatan minunman instan jahe adalah jahe

merah ½ kg, jahe biasa ½ kg, gula pasir 1 kg, gula merah 100 gram, kayu masin

secukupnya dan air 1 lilter. Alat yang digunakan adalah blender, baskom,

penyaringan, panci, wajan, kompor, pengaduk, sendok, plastik kemasan, pisau dan

timbangan.

Pada metode ini, jahe dikupas dan ditimbang sebanyak 1 kg. Selanjutnya

jahe dicuci dan dihaluskan menggunakan blender. Jahe disaring hingga terpisah

11
antara filtrate (cairan) dengan ampasnya. Filtrate direbus dengan api sedang dan

kayu manis dapat ditambahkan secukupnya. Saat filtrate sudah mulai mendidih,

gula pasir dan gula merah dicampurkan ke dalam wajan yang berisi filtrate.

Filtrate diaduk sampai gula terlarut sempurna. Pengadukan dilakukam sesekali

saja. Saat filtrat mendidih dan menimbulkan busa, api kompor sudah bisa

dikecilkan. Ketika busa mulai turun dan filtrate berubah menjadi bubuk, api

kompor dimatikan dan filtrate yang mulai mengkristal diaduk dengan cepat.

Filtrate yang sudah mengkristal dan menjadi bubuk kasar didinginkan dengan

suhu ruangan. Selanjutnya, bubuk kasar instan jahe disaring agar menghasilkan

bubuk yang lebih halus. Bubuk halus instan jahe dikemas dalam plastik klip atau

plastik kemasan.

3.2.2 Pemanfaatan Lahan Perkarangan Rumah

Bahan yang diguakan adalah botol bekas, styrofoam buah bekas, benih,

media tanam, air dan pupuk cair organik. Alat yang perlu disiapkan untuk

pemanfaatan lahan perkarangan rumah adalah gergaji, bambu, kayu, paku, parang,

pisau, tali, solder, paranet dan kawat. Langkah-langkah kerjanya sebagai berikut :

Kayu dipotong untuk membuat rak vertikultur yang nantinya akan

ditempatkan pada dinding. Botol minuman bekas yang telah dikumpulkan

dipotong menjadi 2 bagian dan bagian atas tutup botol dilubangi menggunakan

solder. Gelas plastik bekas dilubagi bagian samping dan bawahnya dengan solder

sebagai tempat media tanam hidroponik dengan bahan styrofoam. Tutup

styrofoam buah bekas dilubangi dengan kawat panas berbentuk lingkarang yang

berdiameter ∅ 6,5 cm. Styrofoam bagian dalam dilapisi dengan plastik putih

sesuai dengan ukuran styrofoam. Botol bekas dan styrofoam diisi dengan cairan

12
nutrisi yang terdiri dari perbandingan pupuk cair organik dan air 1:1. Botol

digantung pada rak yang telah dibuat dan styrofoam disusun pada rak tersebut.

Sekam padi menjadi salah satu media tumbuh persemaian benih dan media

tanam system hidroponik. Benih kangkung, selada, cabai, bayam dan sawi

disemai dalam gelas plastik bekas. Benih yang telah berumur ± 2 minggu siap

untuk dipindah tanamkan ke media hidroponik. Perwatan dilakukan dengan

mengisi ulang nutrisi jika sudah mulai habis.

3.2.3 PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

Kegiatan sosialisasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Bukit Desa Timbang

Lawan. Surat izin sosialisai disiapkan dan diberikan kepada MIS Kampung Bukit.

Bahan dan alat disiapkan untuk mempermudah sosialisasi dan pelatihan materi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sosialisasi dilakukan dengan metode

ceramah dan praktek langsung bersama siswa/siswi MIS Kampung Bukit.

3.3 Uraian Rencana Pelaksanaan Program Kerja

No Uraian Tanggal Waktu Lokasi/Tempat


Mengantar Mahasiswa ke
Kampus
1 Posko KKN Desa Timbang 06-08-2018 10.00 WIB
UNPAB
Lawan
Kantor Desa
Pertemuan dengan Sekretaris
2 06-08-2018 13.00 WIB Timbang
Desa Timbang Lawan
Lawan

3 Persiapan kegiatan 07-08-2018 10.00 WIB Posko KKN

Pertemuan dengan Ketua Dusun I dan


4 08-08-2018 10.00 WIB
Gapoktan dan Ketua PKK VIII

5 Persiapan pembuatan PCO 09-08-2018 10.00 WIB Posko KKN

8 Wirid malam jum’at 09-08-2018 20.00 WIB Dusun VIII

13
Persiapan dan pembuatan
9 10-08-2018 10.00 WIB Posko KKN
media semai dan hidroponik
Persiapan dan penyemaian
10 11-08-2018 10.00 WIB Posko KKN
benih tanaman
Desa Timbang
11 Persiapan bahan hidroponik 13-08-2018 10.00 WIB
Lawan

12 Pembuatan rak hidroponik 14-08-2018 10.00 WIB Posko KKN

Persiapan media hidroponik :


-Pemotongan botol
-Pelubangan botol
13 15-08-2018 10.00 WIB Posko KKN
-Pelubangan styrofoam
-Pengisian media tanam
dalam botol
Pembuatan nutrisi organik
14 hidroponik dari PCO ampas 16-08-2018 10.00 WIB Posko KKN
tebu

15 Wirid malam jum’at 16-08-2018 20.00 WIB Dusun VIII

Desa Timbang
16 HUT RI ke 73 17-08-2018 -
Lawan
Rapat persiapan perlomban
17 18-08-2018 09-00 WIB Posko KKN
HUT RI ke 73
Pelaksanaan Perlombaan
18 19-08-2018 13.00 WIB Dusun VIII
HUT RI ke 73
Ikut kumpul bersama
pemuda/i membahas
19 20-08-2018 11.00 WIB Dusun VIII
permasalahanyang ada di
lahan pertanian mereka
Membatu petani yang akan
20 21-08-2018 08.00 WIB Dusun VIII
memanen padi

21 Libur Hari raya Idul Adha 22-08-2018 - Posko KKN

Persiapan dan pembuatan


22 23-08-2018 10.00 WIB Posko KKN
apotek hidup

23 Wirid malam jum’at 23-08-2018 20.00 WIB Dusun VIII

Pindah tanam bibit ke media


24 24-08-2018 08.00 WIB Posko KKN
hidroponik dan polybag

14
Rapat pembentukan
25 KOMPETAN Timbang 25-08-2018 10.00 WIB Posko KKN
Lawan
Kunjungan Supervisi Dosen
26 26-08-2018 10.00 WIB Posko KKN
Pembimbing KKN
Persiapan bahan sosialisai
27 27-08-2018 10.00 WIB Posko KKN
PHBS
MIS Kampung
28 Pelaksanaan sosialisasi PHBS 28-08-2018 10.00 WIB
Bukit
Persiapan bahan pembuatan
29 29-08-2018 07.00 WIB Posko KKN
rumah jamur tiram
30,31-08-
2018 s/d
30 Pembuatan rumah jamur 10.00 WIB Posko KKN
01,02-09-
2018
Pemindahan dan perawatan
31 03-09-2018 08.00 WIB Posko KKN
baglog jamur tiram
Pembersihan aliran sungai
32 03-09-2018 16.00 WIB Posko KKN
sekitar posko dari sampah
Persiapan bahan pembuatan
33 04-09-2018 09.00 WIB Posko KKN
instan jahe

34 Pembuatan instan jahe 05-09-2018 14.00 WIB Posko KKN

Perawatan tanaman
35 -Sanitasi gulma 06-09-2018 08.00 WIB Posko KKN
-Pengisian ulang nutrisi

36 Persiapan pulang 07-09-2018 10.00 WIB Posko KKN

Penjemputan mahasiswa
KKN dan pemberian
cindramata kepa Sekretaris
37 Desa Timbang Lawan 08-09-2018 10.00 WIB Posko KKN
sekaligus peresmian
pembentukan KOMPETAN
Timbang Lawan

15
BAB IV
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA

4.1 Hasil Pelaksanaan Program Kerja

4.1.1 Kegiatan utama

A. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)

Penanggung Jawab : Surya Sanrio Nasution, M. Putra Bahari dan Tri

Nanda Ashari.

Hasil dari praktikum pembuatan POC yang dilaksanakan di Desa Timbang

Lawan Kec. Bahorok Kabupaten Langkat. yaitu sebagai berikut:

Gambar 1. Persiapan alat dan bahan pembuatan pupuk cair organik

Sebelum memulai pembuatan POC (Pupuk Organik Cair) terlebih dahulu

menyiapkan beberapa alat dan, seperti : drum, ember, parang, pengaduk. Bahan

yang akan di gunakan seperti : air, EM4, urine manusia dan sisa sayuran hijau

yang tidak layak pakai seperti bawang merah busuk, kulit jeruk, ampas tebu dan

masih banyak lagi.

16
Gambar 2. Pengisian air dan pemberian EM4 ke dalam drum

Drum disii dengan air sebanyak 10 L. EM-4 dan urine manusisa dicampur

dengan air didalam tong/drum. Bahan ini dapat membantu meningkatkan unsur

hara karena mengandung mikro organisme baik. EM-4 juga mengandung bakteri

fermentasi seperti Genus Lactobacillus, jamur fermentasi, Actinomycetes bakteri

fotosintetik, bakteri pelarut fosat dan juga ragi yang baik digunakan dalam

pembuatan pupuk cair.

Gambar 3. Pemotongan sayuran tidak layak pakai untuk pembuatan POC

Setelah semua bahan siap, sayuran dipotong menjadi potongan-potongan

kecil. Tujuan pemotongan agar proses fermentasi dapat berlangsung secara baik

dan sempurna.. Potongan sayur dimasukan ke dalam drum/tong.

17
Gambar 4.Proses pengadukan pupuk cair

Pengadukkan ini bertujuan agar bakteri atau mikroorganisme dapat ter

campur secara merata dan menyeluruh, serta dapat membantu proses penguraian

dalam pembuatan pupuk cair. Drum ditutup menggunakan kantong plastik besar

dan tali diikatkan di sekeliling tong/drum dengan rapat dan kuat, agar tidak ada

udara yang masuk.

B. Pemanfaatan Lahan Perkarangan Rumah

Penanggung Jawab :M. Affandi, Ella Astika dan Retno Wahyuningsih

Kegiatan persiapan penanaman pada penanaman benih kangkung, selada dan

sawi dengan sistem hidroponik dengan rak vertikultur di Desa Timbang Lawan

kecamatan Bahorok di antaranya:

Gambar 5. Benih yang telah di semai

18
Persemaian benih adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses

benih menjadi bibit/semai yang siap di tanam dilapangan. Pada kegiatan KKN

yang telah dilaksanakan, kami melakukan persemain benih. Benih yang disemai

yaitu benih kangkung, selada, sawi, bayam dan cabai.

Styrofoam dipasang 1 hari sebelum penanaman. Stryrofoam buah bekass

yang di gunakan bewarna putih dengan ukuran panjang 75 cm dan lebar 42 cm

atau sesuai dengan ukuran box tanam. Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan

menggunakan kawat panas sebesar dasar gelas plastik, karena lubang tersebut

berfungsi untuk menempatkan gelas plastik bekas. Pemotongan botol bekas

bertujuan untuk penanam hidroponik secara vertikultur, botol minuman bekas di

potong menjadi 2 bagian.

Gambar 6. Pembuatan dan pengisian larutan nutrisi organik


Pembuatan Nutrisi di lakukan bertujuan untuk penambahan unsur hara pada

suatu tanaman. Nutrisi berupa pupuk cair organik dan air diberikan pada media

tanam dengan perbandingan 1 :1. Penggunaan pupuk cair yang terbuat dari sisa-

sisa sayuran yang sudah tidak terpakai serta penambahan urin manusia dan EM-4

dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman secara organik. Tanaman yang

tumbuh dengan bahan organik memiliki manfaat dan nutrisi yang baik bagi tubuh

manusia.

19
Gambar 7. Benih setelah pindah tanam dan sudah siap panen

Penanaman adalah kegiatan memindahkan bibit dari tempat penyemaian ke

lahan pertanaman untuk mendapatkan hasil produk dari tanaman yang di

budidayakan. Penanaman dilakukan apabila umur benih sudah mencapai ± 2

minggu. Sistem penanaman yang dilakukan yaitu secara hidroponik vertikultur.

Tujuan dari penanaman secara hidroponik adalah untuk memanfaatkan areal yang

terbatas/lahan yang sempit dan biasanya di tanam di depan rumah/perkarangan.

Cara bercocok tanama secara vertikultur mempunyai kesamaan dengan

hidroponik terutama pada tujuannya, yang membedakan yaitu sistem bercocok

tanam secara vertikultur atau vertikal dengan menyusun tanaman secara bertingkat

dari bawah ke atas.

C. Pembuatan Instan Jahe

Penanggung Jawab :Satrya Muhizah Siregar dan M. Ridho Wiranda

Pembuatan instan jahe menggunakan metode yang telah dipraktekkan oleh

mahasiswa KKN di kampus UNPAB Medan. Pembuatan instan jahe diharapkan

mampu membantu mengembangan pengetahuan pemuda/i maupun warga sekitar

tentang cara pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang lebih bernilai

ekonomis dan memiliki daya simpan yang lama.

20
Dalam proses pembuatan instan jahe, 1 orang dari anggota KOMPETAN

Desa Timbang Lawang dapat berpartisipasi. Tahap demi tahap kami lakukan

bersama dalam pembuatan instan jahe. Tahapan pembuatan isntan jahe dapat

dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 8. Pembuatan instan jahe dengan anggota KOMPETAN

D. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Penanggung Jawab : Amina Rizky dan Deden Pangeran Simamora

Materi PHBS yang kami berikan kepada siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah

Swasta (MIS) Kampung Bukit adalah seputar cuci tangan pakai sabun,

mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih

dan sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak

merokok disekolah dan membuang sampah pada tempatnya.

21
Gambar 9. Menerangkan materi PHBS

Ada 7 langkah mencuci tangan yang kami ajarkan kepada siswa-siswi

Madrasah Ibtidaiyah Swawsta (MIS) Kampung Bukit antara lain :

1. Basahi kedua telapak tangan dengan air mengalir, lalu pakaikan sabun ke

telapak tangan, usap dan gosok dengan lembut pada kedua telapak tangan.

2. Gosok masing- masing pungung tangan secara bergantian.

3. Jari jemari saling masuk untuk membersihkan sela-sela jari.

4. Gosokan ujung jari (buku-buku)dengan mengatupkan jari tangan kanan terus

gosokan ke telapak tangan kiri bergantian.

5. Gosok dan putar ibu jari secara bergantian.

6. Gosokkan ujung kuku pada telapak tangan secara bergantian.

7. Terakhir, menggosok kedua pergelangan tangan dengan cara diputar dengan

telapak tangan bergantian. Setelah itu bilas dengan menggunakan air bersih dan

mengalir, lalu keringkan degan handuk.

Gambar 10. Praktek cuci tangan pakai sabun

22
Pada sesi uji-materi, siswa dipersilahkan angkat tangan apabila dapat

menjawab pertanyaan dari meteri yang diujikan. Pada sesi ini, siswa dinilai dapat

menangkap dengan baik materi yang disampaikan. Adapun materi yang diujikan

adalah :

1. Apa akibat tidak mencuci tangan ?

2. Kapan harus mencuci tangan ?

3. Bahaya jajan sembarangan ?

4. Gigitan nyamuk menyebabkan ?

5. Cara memberantas jentik nyamuk ?

Gambar11. Sesi Uji-materi yang sedang berlangsung

Kami menyempatkan waktu untuk bermain dan bernyanyi bersama siswa-

siswi kelas II dan V Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Bukit agar

menjadi lebih akrab dan materi yang disampaikan juga dapat diingat.

Gambar 12. Bernyanyi dan bermain bersama

23
Dengan memberikan sedikit fasilitas kebersihan seperti keranjang sampah,

sapu lantai, pel dan mading PHBS sebagai tanda kenang-kenangan, juga

diharapkan pihak sekolah dapat menambah fasilitas kebersihan disekolahnya dan

memberikan pelajaran PHBS yang rutin kepada siswa-siswi, agar terciptanya

suasana lingkungan sekolah yang bersih, indah dan rapi, karena kebersihan itu

sebagian dari iman dan bersih itu pangkal sehat.

Gambar 13. Pemberian fasilitas pendukung kebersihan kelas

4.1.2 Kegiatan Tambahan

A. Pembuatan dan pengembangan Kelompok Pemuda/i Tani

Penanggung Jawab : Seluruh anggota kelompok KKN

Dari peninjauan secara langsung dilapangan dengan pendekatan kepada

pemuda/i sekitar Desa Timbang lawan, didapati sebagian pemuda/i daerah tidak

memilik pekerjaan (pengangguran) dan sebagian lagi bekerja sebagai buruh tani.

Dari sebagian pemuda/i tersebut juga ada memiliki lahan kosong/tidur tetapi tidak

tahu lahan tersebut baiknya dimanfaatkan untuk budidaya apa. Maka dari itu,

tujuan dari pembentukan kelompok pemuda/i tani ini adalah untuk membuka

peluang uasaha dan pengetahuan dibidang pertanian.Dan di tanggal 25 Agustus

24
2018 kami melakukan rapat pembentukan kelompok bersama dengan Pak Saipul

Bahri selaku perangkat desa dan juga dengan pemuda/i Desa Timbang Lawan.

Dimana kami semua telah sepakat untuk memberi nama kelompok ini dengan

nama Kelompok Pemuda/i Tani Desa Timbang Lawan (KOMPETAN Desa

Timbang Lawan). Dan sebagai tanda awal pengembangan usaha budidaya dalam

kelompok tani yang kami bentuk bersama ini, kami memberikan 100 baglog

jamur tiram putih yang siap untuk dibudidaya oleh anggota kelompok tersebut.

Gambar 14. Rapat pembentukan KOMPETAN Desa Timbang Lawan

Pengarahan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2018.Pengarahan ini

dilakukan agar bisa membuka wawasan dan menambah pengetahuan seputar

budidaya hingga pengolahan hasil jamur tiram putih kepada anggota

KOMPETAN Desa Timbang Lawan. Kami melihat antusias anggota kelompok

sangat tinggi dan juga cepat tanggap ketika diberikan pengarahan.

25
Gambar 15.Pengarahan seputar budidaya dan pengolahan hasil jamur tiram

Penyerahan baglog jamur tiram putih yang dilakukan dosen pembimbing

kami yaitu Ibu Ir. Suryani Sajar., MP, kepada ketua KOMPETAN yaitu Dedi

Irawan, sebagai langkah awal kerja sama untuk terus mengembangkan usaha dan

budidaya yang ada dikelompok ini secara berkelanjutan.

Gambar 16. Penyerahan Baglog Jamur Tiram Putih Kepada Ketua KOMPETAN
Desa Timbang Lawan

26
Setelah diberikan bantuan untuk pengembangan budidaya jamur tiram putih,

para anggota kelompok antusias untuk segera membuat rumah budidaya jamur

tiram. Pembutan rumah budidaya ini dilakukan di halaman belakang rumah Bapak

Saipul Bahri selaku perangkat Desa Timbang Lawan dan rumah Bapak Saipul

menjadi Posko KKN Mahasiswa UNPAB Medan sehingga mempermudah untuk

memberikan pengarahan budidaya jamur tiram secara langsung.

Gambar 17.Pembuatan Rumah Budidaya Jamur Tiram Putih

Peresmian pembentukan Kelompok Pemuda/i tani Desa Timbang Lawan

(KOMPETAN Desa Timbang Lawan) ini diresmikan oleh Perwakilan Bapak

Kepala Desa yaitu Bapak Sekretaris Desa yaitu Bapak Ahmad Sarif dan Ibu PPL

yaitu Ibu Siti Ragilawati dan juga oleh Dosen Pembimbing KKN kami sendiri

yaitu Ibu Ir. Suryani Sajar, MP. Peresmian berjalan dengan lancar dan tanpa ada

suatu kendala apapun. Kelompok ini terdiri dari 1 ketua kelompok, 1 sekretaris

kelompok, 1 bendahara kelompok dan 15 anggota kelompok.

27
Gambar 18. Peresmian pembentukan KOMPETAN Desa Timbang Lawan

B. Membuat Apotek Hidup di Kantor Desa

Penanggung Jawab : Seluruh Anggota Kelompok

Apotek hidup merupakan pemanfaatan lahan di sekitar rumah untuk

menanam berbagai macam tanaman obat-obatan. Negara kita kaya akan sumber

daya tumbuhan, berbagai macam tumbuhan tumbuh dengan baik di negeri

Indonesia. Salah satu jenis tumbuhan tersebut adalah tanaman obat-

obatan.Tanaman Obat sangat banyak sekali jenisnya dan manfaatnya, salah satu

manfaat dari tanaman obat adalah untuk mengobati penyakit, mulai dari penyakit

yang ringan sampai penyakit berat. Dari dulu hingga sekarang tanaman herbal

ataupun tanaman obat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Perbedannya kali ini kami mengembangkan apotek hidup tidak di sekitar

rumah melainkan di sekitar pekarangan kantor desa. Ini adalah permintaan Bapak

Sekretaris Desa yaitu Bapak Ahmad Sarif agar kami dapat menanam sesuatu yang

bermanfaat di sekitar perkarangan kantor desa tersebut. Hal ini dilakukan karena

lahan perkarangan kantor desa cukup terbengkalai dan tidak didapati jenis

tanaman hias ataupun tanaman yang bermanfaat lainnya di sekitar perkarangan

kantor desa. Antusias kami sangat tinggi untuk membuat apotek hidup di

perkarangan kantor desa. Untuk perawatan tidak perlu dikhawatirkan, karena

28
sebagian kaur desa bersedia untuk merawat semua tanaman apotek hidup yang

telah kami tanam.

Beberapa jenis apotek hidup yang ditanam seperti : sirih merah, jahe merah,

jahe gajah, kunyit, kencur dan masih banyak lagi. Pupuk kotoran kambing

digunakan sebagai campuran media tanam. Tidak hanya sampai disitu, plat nama

dibuat agar warga yang datang dan melintas di sekitar kantor desa dapat melihat

dan mengetahui nama-nama tanaman apotek hidup tersebut. Selain itu fungsi

memberian plat nama juga dapat mempercantik/memperindah di sekitar tanaman

karena, pemberian plat nama disertai dengan bahas latin setiap tanaman.

Gambar 19. Tahap Pembuatan Apotek Hidup Di Kantor Desa

C. Mengajar Mengaji Anak-anak di Sekitar Posko KKN

Penanggung Jawab :Deden Pangeran Simamora dan Amina Rizky

Mushollah Al-Iklas dan rumah Bu Siti yang bertempat di dusun VIII Desa

Timbang Lawan menjadi salah satu tempat dilaksanakannya kegiatan mengajar

mengaji anak-anak kecil sekitar. Dari hasil peninjauan secara langsung, terlihat

29
anak-anak sekitar posko KKN kurang pandai dalam hal mengaji, karena kegiatan

belajar mengaji di daerah ini hanya dilakukan 1 kali dalam seminggu yaitu hari

ahad saja. Sehingga tergetarlah hati ini untuk memberikan sedikit ilmu yang kami

miliki kepada anak-anak kecil sekitar mushollah Al-Iklas dan posko KKN agar

lebih pandai mengaji.

Belajar mengaji bersama dilakukan selepas sholat magrib. Setelah mengajar

ngaji kami selalu memberikan mereka hapalan surah-surah pendek yang ada di

Al-Qur’an juz 30 seperti surah Al-Iklas, An-Nas, Al-Humazah, Quraisy, Al-

Ma’un, dan Al-Kautsar agar mereka lebih mahir melantunkan dan menghapal

surah-surah tersebut. Antusias para anak-anak kecil ini mambuat kami kagum,

saat diberikan tugas untuk menghapal surah-surah pendek Al-Qur’an dirumah.

Dan MasyaAllah, betapa mengagumkannya diri anak-anak kecil sekitar posko

KKN dalam menghafal Ayat Suci Al-Qur’an. Materi yang diberikan untuk

dihapal, keesokan harinya mereka sudah dapat menghafal dan melantunkannya

walau dengan masih terbata-bata dan sembari mengingat sedikit demi sedikit.

Dengan mengajarkan hal-hal yang baik sejak dini, maka anak-anak akan terbiasa

untuk melakukan hal-hal tersebut ketika dewasa. Untuk itu, kami berharap

kedepannya Semoga anak-anak kecil ini bisa menjadi penghapal Al-Qur’an dan

juga bisa mengamalkan apa yang mereka pelajari dari Al-Qur’an dalam kehidupan

sehari-hari.

30
Gambar 20. Belajar mengaji di rumah Bu Siti

D. Memperingati HUT RI ke 73 di Desa Timbang Lawan

Penanggung Jawab : Seluruh anggota kelompok KKN

Dalam memperingati HUT RI Ke 73 di Desa Timbang lawan. Mahasiswa/i

KKN UNPAB Medan diberikan amanah untuk menjadi anggota panitia

pelaksanaan perlombaan bersama dengan pemuda/i setempat yang dilaksanakan

pada tanggal 19 Agustus 2018. Antusias kami sangat besar dalam mempersiapkan

segala keperluan yang dibutuhkan perlombaan ini. Dari rapat pengumpulan dana,

belanja hadiah perlombaan serta persiapan pelaksanaan perlombaan dilakukan

dengan sangat baik. Semua ini berkat dukungan dari Bapak Ahmad Sarif selaku

Sekretaris Desa Timbang Lawan dan Bapak Saipul Bahri selaku Perangkat Desa

Timbang Lawan, sehingga rangkaian acara perlombaan memperingati HUT RI Ke

73 ini berjalan dengan lancar dan terselesaikan dengan waktu yang singkat dan

berakhir dengan kebahagiaan.

31
Gambar 21. Rapat Persiapan Pelaksanaan Perlombaan HUT RI ke 73

Ada beberapa perlombaan yang kami sediakan untuk anak-anak hingga

remaja sebagai berikut :

1. Lomba balap guli pakai sendok anak-anak (Putra dan Putri)

2. Lomba makan kerupuk anak-anak (Putra dan Putri)

3. Lomba memasukkan paku ke dalam botol anak-anak (Putra dan Putri)

4. Lomba balap karung anak-anak (Putra)

5. Lomba tarik Sarung Remaja (Putri)

6. Lomba panjat Pinang Remaja (Putra)

Daftar perlombaan diatas merupakan perlombaan yang disediakan panitia

untuk memeriahkan HUT RI Ke 73 di Dusun VIII Desa Timbang Lawan.

Perlombaan berjalan dengan lancar serta peserta lomba pun turut senang dengan

acara yang diadakan. Hal ini dikarenakan, pengalaman pertama kali warga Dusun

VIII Desa Timbang Lawan mengadakan perlombaan di masing-masing dusun.

Biasanya, perlombaan selalu diadakan di satu tempat atau satu dusun saja untuk

Desa Timbang Lawan.

32
Gambar 22. Pelaksanaan Perlombaan Memperingati HUT RI ke 73

Setelah perlombaan berakhir, kami pun segera menyerahkan hadiah kepada

para pemenang perlombaan. Dimana hadiah utama diserahkan oleh Bapak

Sekretaris Desa Timbang Lawan yaitu Bapak Ahmad kepada para peserta

perlombaan panjat pinang. Dan penyerahan hadiah perlombaan lainnya diserahkan

oleh beberapa anggota panitia perlombaan.Dengan adanya amanah untuk menjadi

panitia perlombaan ini kami jadi semakin bisa berbaur dan banyak mengenal

warga sekitar.Karena dengan sosialisai yang baik bisa meningkatkan pengetahuan

dan wawasan.Jika sudah saling mengenal, untuk kedepannya mereka pun sudah

tidak sungkan lagi untuk bertanya-tanya tentang persoalan yang biasa mereka

hadapi dalam bidang pertanian.

Gambar 23.Penyerahan Hadian Kepada Para Pemenang Perlombaan

4.1 Pembahasan

Dalam pelaksanaan semua kegiatan baik kegiatan utama maupun kegiatan

tambahan, kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai warga dan alam sekitar

Desa Timbang Lawan ini. Dimana potensi daerah yang dimiliki adalah

33
agriculture, baik itu perkebunan nasional maupun perkebunan rakyat. Dengan

potensi alam yang baik ini, sudah semestinya masyarakat dapat memanfaatkan

semua yang ada dengan sebaik mungkin. Namun, karena kurangnya pengetahuan

dan wawasan sebagian masyarakat sehingga mereka tidak dapat memanfaatkan

lahan dengan baik.

Tanah kosaong atau lahan tidur yang dimiliki sebagian masyarakat

dibiarkan terbengkalai, karena kurangnya pengetahuan dan keberanian

masyarakat untuk memanfaatkan lahan tersebut menjadi lahan pertanian. Lahan

tersebut sangat berdekatan dengan hutan dan menimbulkan kekhawatiran

masyarakat dengan hasil pertanian yang sering kali dirusak oleh hewan sekitar,

sehingga masyarakat tidak berani mengambil resiko untuk bercocok tanam dan

membiarkan lahan mereka terbengkalai. Keterbatasan ekonomi juga menjadi

faktor utama dalam memanfaatkan lahan mereka menjadi lahan perkebunan. Hal

inilah yang membuat sebagian masyarakat menjadi buruh tani dan bukan petani.

Dengan adanya kegiatan KKN kami yang membuat Kelompok Pemuda/i

Tani Desa Timbang Lawan (KOMPETAN Desa Timbang Lawan) diharapkan

dapat memberikan sedikit ilmu yang bisa diterapkan sebagai pemecah

permasalahan yang biasa dihadapi oleh warga sekitar, seperti dengan

memanfaatkan lahan perkarangan dan budidaya jamur tiram putih. Dimana untuk

budidaya ini tidaklah sulit, hanya kita harus teliti dan rajin merawatnya saja. Dan

dengan adanya budidaya jamur tiram putih ini juga bisa membuka peluang usaha

untuk para warga maupu pemuda/i yang masih kebingungan untuk memulai usaha

apa baiknya dibidang pertanian.

34
Ada salah satu masalah yang menjadi kebiasaan masyarakat setempat

sehingga berdampak pada kebersihan lingkungan seperti membuang sampah

sembarangan di sungai. Sebagian dari mereka mengetahui dampak yang timbul

dari perbuatan tersebut, tetapi banyak dari mereka menghiraukan dan tidak perduli

dengan dampak tersebut. Maka dari itu, kami mengajak dan menyarankan pada

warga setempat bahwa sampah organik bisa kita manfaatkan sebagai pupuk

organik baik berupa padat maupun cair. Hal yang dikembangkan bersama dengan

KOMPETAN Desa Timbang Lawan adalah Pupuk Organik Cair (POC) dari sisa

sayuran yang tak terpakai atau sudah tidak layak jual dipasaran. Dengan

menambahkan air, EM4 dan urine manusia PCO dapat dibuat dengan sempurna.

35
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan dari kegiatan KKN yang kami laksanakan baik itu kegiatan

utama maupun kegitan tambahan, dapat disimpulkan bahwa :

1. Kami sangat senang bisa membantu warga dan pemuda/i sekitar dengan

memberikan contoh memanfaatkan limbah organik menjadi Pupuk Organik

Cair (POC) dan dengan antusias beberapa warga sekiat posko KKN juga jadi

banyak ingin tahu bagaimana cara pembuatan pupuk tersebut.

2. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan dibuat semenarik mungkin,

membuat warga dan pemuda/i sekitar menjadi penasaran dan ingin tahu

bagaimana cara memanfaatkan lahan pekarangan dengan sistem hidroponik

yang tidak memerlukan lahan yang luas, perawatan yang sangat mudahdan

bahan yang mudahditemukan disekitar lingkungan tempat tinggal.

3. Dengan memanfaatkan tanaman rempah seperti jahe, kami dapat mengajak

pemuda/i sekitar untuk membuat instan jahe yang nanti hasilnya dapat dijual

agar bisa menambah penghasilan dan pengetahuan mereka dalam bidang

pengolahan hasil pertanian.

4. Dengan memberikan sosialisai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

kepada anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Bukit,

menjadi satu langkah awal agar generasi penerus dapat menjaga kebersihan

diri dan melestarikan lingkungan dengan baik. Karena anak-anak harus

dibiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat baik di sekolah maupun diluar

lingkungan sekolah.

36
5. Kelompok Tani yang kami buat, terdiri dari 1 ketua kelompok, 1 sekretaris

kelompok, 1 bendahara kelompok dan 15 anggota kelompok. Dimana rata-

rata berstatus buruh tani. Untuk itu kami membantu mereka untuk

mengembangkan budidaya jamur tiram putih agar dapat membuka peluang

usaha yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

5.2 Saran

1. Sebaiknya Badan Penyuluh Pertanian(BPP) bersama Ibu PPL lebih giat lagi

dalam melakukan penyuluhan pertanian organik dengan memanfaatkan

limbah-limbah rumah tangga yang organik yang nantinya bisa mengurangi

pengeluaran para petani untuk membeli pupuk.

2. Desa Timbang Lawan adalah desa yang berdekatan dengan Bukit Lawang

yaitu kawasan wisatawan atau turis. Dengan pemanfaatan pengolahan hasil

pertanian seperti instan jahe dapat dipasarkan kepada wisatawan dan turis

yang ada sehingga bisa menjadi pemasukan bagi sebagaian warga.

3. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Sanitasi Lingkungan masih

sangat jarang dilakukan di desa ini karena kurangnya kesadaran warga

sekitar dan kurangnya perhatian pemerintah setempat terhadap kelestarian

lingkungan. Sebaiknya diberikan penyuluhan dan pelatihan dengan rutin

serta fasilitas penunjang kebersihan desa kepada warga Desa Timbang

Lawan.

37
DAFTAR PUSTAKA

Diana, F. M., Susanti, F., & Irfan, A. (2014).Pelaksanaan Program Perilaku


Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Negeri 001 Tanjung Balai
Karimun. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8, No. 1. p-ISSN : 1978-
3833, e-ISSN: 2442-6725. Diakses dari :jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php
/jkma/article/view/123/
128. Pada Tanggal 18 September 2018

Diva, F. 2013.Gambaran Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Siswa SDN 29 Ulak
Karang Padang Tahun 2013.Padang. Politeknik Kemenkes Padang.
Diakses dari :https://e-journal.unair.ac.id/PROMKES/article/view/5809.
Pada Tanggal 18 September 2018

Ega, M. 2013. Laporan Metode Penelitian Kualitatif di Desa Timbang Lawan.


FISIP Universitas Sumatera Utara.

Istafid, W., 2006.Visibility Study Minuman Instan Ekstrak Jahe Dan Mengkudu
Sebagai Minuman Kesehatan. Skripsi.Fakultas Teknik Universitas
Semarang. Semarang.

Lina, H. P. (2016). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa DI SDN 42
Korong Gadang Kecamatan Kuranji Padang.Jurnal Promkes vol 4.no 1,
92-103. Diakses dari :https://ejournal.unair.ac.id/PROMKES/article/view/
5809/3718. Pada Tanggal 19 September 2018

Maryunani, A. 2013, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Jakarta : Trans Info
Media. Proverawati, A dan E. Rahmawati, 2012, Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat, Yogyakarta : Nuha Medika.

Parnata, Ayub.S. 2004. Pupuk Organik Cair. Jakarta: PT Agromedia Pustaka.Hal


5-18.

Suci, N.K., 2015. Pembuatan Minuman Jahe Instan. Universitas Lampung.

Sutanto, Rachman. (2002). Pertanian organik: Menuju Pertanian Alternatif dan


Berkelanjutan. Jakarta:Kanisius.

38
LAMPIRAN

Lampiran 1. Pertemuan dan perkenalan dengan Ibu Ketua PKK

Lampiran 2.Pertemuan dan diskusi dengan Bapak Ketua Gapoktan Kecamatan


Bahorok

Lampiran 3.Membantu petani yang sedang memanen padi

39
Lampiran 4.Sanitasi aliran sungai sekitar posko KKN

Lampiran 5.Gotong royong pemasangan bendera di sekitar jalan Desa Timbang


Lawan

Lampiran 6. Berfoto bersama anggota panitia pelaksanaan perlombaan


memperingati HUT RI Ke 73

40
Lampiran 7. Berfoto bersama dengan Bapak Kepala Desa Timbang Lawan dan
Istri di acara khitanan anak warga sekitar

Lampiran 8. Berfoto dengan Ibu Dosen Pembimbing di salah satu hasil program
kerja kami di Desa Timbang Lawan

41
Lampiran 9.Hasil intan jahe yang siap jual maupun dikonsumsi sendiri

Lampiran 10. Penyerahan cindramata oleh Dosen Pembimbing KKN kepada


Bapak Sekretaris Desa Timbang Lawan

Lampiran 11. Penampakan rumah budidaya jamur tiram yang sudah siap dan
baglog jamur tiram yang sudah disusun dirak dalam rumah jamur

42
Lampiran 12. Berfoto bersama KOMPETAN Timbang Lawan di rumah budidaya
jamur tiram usai acara peresmian Kelompok

Lampiran 13. Berfoto di Rumah Budidaya jamur Tiram dengan Bapak Sekdes,
Kaur Desa, Dosen Pembimbing KKN dan Ibu PPL

43
Lampiran 14. Berfoto Bersama Bapak dan Ibu kos selama tinggal di Desa
Timbang Lawan

Lampiran 15.Berfoto dengan Kepala sekolah dan para guru Madrasah Ibtidaiyah
Swasta (MIS) Kampung Bukit Desa Timbang Lawan Kecamatan Bahorok.

44
Lampiran 16.Berfoto dengan siswa-siswi kelas II dan V Madrasah Ibtidaiyah
Swasta (MIS) Kampung Bukit Desa Timbang Lawan Kecamatan Bahoro.

Lampiran 17. Acara kumpul dan makan bersama dengan Mahasiswa PKM STPP
dan Bapak Ketua Gapoktan Desa Timbang Lawan

45
Lampiran 18. Acara kumpul dan makan bersama dengan pemuda/i setempat
sekaligus rapat pembentukan panitia perlombaan HUT RI Ke 73

Lampiran 19.Trekking bersama dengan anggota KOMPETAN Desa Timbang


Lawan dan Bapak Saipul ke Gua Batu Rizal dan Gua Air

46
Lampiran 20. Menjelajahi indahnya alam Bahorok bersama dengan Bapak Saipul,
Sekdes dan Istri ke Air Terjun Selang Pangeran

47