Anda di halaman 1dari 35

RANCANGAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI PENGELOLAAN B3 PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH


DI INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA & SANITASI
RSUP DR. KARIADI SEMARANG

Disusun Oleh:
Niken Kriswandari, A. Md. KL
NIP. 199302032019022001
Jabatan: Sanitarian Terampil

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)

GOLONGAN II ANGKATAN I

KEMENTERIAN KESEHATAN

BAPELKES SEMARANG DI SALAMAN

TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI
OPTIMALISASI PENGELOLAAN B3 PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH
DI INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA & SANITASI
RSUP DR. KARIADI SEMARANG

Disusun Oleh:
Niken Kriswandari, A. Md. KL
NIP. 199302032019022001
Jabatan: Sanitarian Terampil

Telah diseminarkan pada tanggal: 3 Juli 2019


Di Balai Pelatihan Kesehatan Semarang di Salaman

Penguji Mentor Coach

dr. Nine Luthansa, MPH


dr. Pujo Widodo, Sp. THT Asih Kunwahyuningsih, S.Pd, M.Kes
NIP 197908312008122001
NIP 196209201998071001 NIP 196512031993122001

Kepala Bapelkes Semarang

Emmilya Rosa, S.KM, MKM


NIP 1973052511997032001

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan
kasihNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi ini sebagai salah satu
penilaian kelulusan pada pelatihan dasar CPNS golongan II angkatan I Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia. Semoga rancangan aktualisasi ini nantinya dapat menjadi sebuah habituasi
bagi penulis sebagai sanitarian yang berdasarkan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi) dalam menjalankan tugas
sebagai pelayan publik yang berintegritas dan profesional, pelaksana kebijakan publik, serta
sebagai perekat dan pemersatu bangsa.
Rancangan aktualisasi ini terwujud atas bimbingan, pengarahan dan bantuan dari
berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Oleh karena itu pada kesempatan ini
penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Emmilya Rosa, SKM, M.Kes., Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Semarang di Salaman
yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas dalam pelatihan dasar CPNS Golongan
II Angkatan I tahun 2019.
2. dr. Nine Luthansa, MPH., penguji yang telah memberikan saran dan masukan dalam
perbaikan rancangan aktualisasi.
3. dr. Pujo Widodo, Sp. THT., mentor (atasan yang ditunjuk oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian instansi peserta CPNS) yang telah memberikan bimbingan dan arahan
kepada penulis.
4. Asih Kunwahyuningsih, M. Kes., coach (pembimbing yang ditunjuk dari lembaga
pelatihan) yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis.
5. Tri Rohadi Kuswinarso, S.K.M., Ketua Tim Sanitasi yang telah memberikan masukan dan
saran kepada penulis.
6. Seluruh widyaiswara dan staff di Bapelkes Semarang di Salaman yang telah memfasilitasi
dalam memberikan materi guna penyusunan laporan ini.
7. Pembina Rindam Diponegoro / IV yang telah memberikan arahan dan kedisiplinan selama
Pelatihan Dasar.
8. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan dan doa kepada penulis
sehingga bisa diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Tuhan YME.
9. Teman-teman pelatihan dasar golongan II angkatan I di Bapelkes Semarang di Salaman
tahun 2019 yang telah memberikan semangat dan dukungan
10. Sugeng Rohmadi sebagai sahabat yang memberikan bantuan dan bimbingan selama
kegiatan penyusunan rancangan aktualisasi kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini masih jauh dari
sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasa, atau penulisannya. Oleh karena itu, Kritik dan
saran yang membangun dari berbagai pihak sangat penulis harapkan demi perbaikan lebih
lanjut. Semoga rancangan aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak pada masa yang
akan datang.
Salaman, 3 Juli 2019
Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................. Error! Bookmark not defined.


LEMBAR PENGESAHAN ................................... Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR ........................................... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI...........................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN ...................................... Error! Bookmark not defined.
A. Latar Belakang ........................................ Error! Bookmark not defined.
B. Tujuan........................................................................................................1
1. Tujuan Umum ........................................................................................ 2
2. Tujuan Khusus ....................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................. 4
A. Profil RSUP Dr. Kariadi............................................................................ 4
B. Visi dan Misi RSUP Dr. Kariadi ............................................................... 5
C. Struktur Organisasi RSUP Dr. Kariadi ..................................................... 6
D. Nilai-Nilai ANEKA................................................................................... 7
E. Whole of Government (WoG) .................................................................11
F. Manajemen ASN ..................................................................................... 12
G. Pelayanan Publik ..................................................................................... 13
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ............................................................ 15
A. Unit Kerja ................................................................................................ 15
B. Isu yang Diangkat.................................................................................... 15
C. Dampak Isu ............................................................................................. 16
D. Analisis Permasalahan (Fishbone Diagram)........................................... 17
E. Gagasan Pemecah Isu .............................................................................. 18
F. Matriks Rancangan Aktualisasi ............................................................... 19
BAB IV PENUTUP ............................................... Error! Bookmark not defined.
A. Kesimpulan.............................................. Error! Bookmark not defined.
B. Saran ........................................................................................................ 29
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 30

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.Struktur Organisasi RSUP Dr. Kariadi Error! Bookmark not defined.
Gambar 2. Fishbone Diagram ............................... Error! Bookmark not defined.

v
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya dalam hal ini adalah Pegawai Negeri Sipil
(PNS), merupakan perangkat negara yang memiliki peranan penting dalam memperteguh
Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengelola sumber daya yang melimpah, dan
menentukan kebijakan untuk mencapai visi Indonesia yang tercantum dalam pembukaan
UUD 1945. Tujuan tersebut membutuhkan ASN yang profesional dan berintegritas tinggi
agar terwujud. ASN yang profesional didapatkan dengan cara melakukan seleksi tunas
bangsa yang berjiwa berani membangun bangsa yang kemudian dididik dan dilatih dalam
Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hal ini telah diatur dalam
UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) dan Peraturan
Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara. Merujuk
UU ASN pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) CPNS wajib menjalani masa percobaan yang
dilaksanakan melalui proses Latsar terintegrasi untuk membangun ASN yang berintegritas
moral, jujur, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian
yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang masing-masing.
Untuk mendapatkan sosok PNS yang profesional, perlu dilaksanakan pembinaan
melalui jalur Pelatihan Dasar (Latsar). Diklat ini dilaksanakan dalam rangka membentuk
nilai-nilai dasar profesi PNS yang tergabung dalam singkatan ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi). Selain itu kedudukan dan
peran PNS meliputi pelayan publik, whole of government, manajemen ASN. Kompetensi
inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu ASN
yang berintegritas, serta mampu bersikap dan bertindak profesional dalam melayani
masyarakat.
Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan di
Balai Pelatihan Kesehatan Semarang di Kampus Salaman, mengikuti pola pelatihan yang
baru sesuai Peraturan LAN No. 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil. Kegiatan pelatihan dasar pertama adalah tahap pertama ON Campus yang
dilaksanakan mulai tanggal 13 Juni 2019 s/d 5 Juli 2019 yang bertujuan untuk

1
menginternalisasi nilai-nilai dasar ANEKA dalam pribadi calon ASN dan mengetahui
kedudukan dan peran ASN. Tahap kedua adalah tahap OFF Campus yang akan
dilaksanakan mulai tanggal 6 Juli 2019 s/d 11 Agustus 2019 yang bertujuan untuk
mengaktualisasikan nilai-nilai ANEKA dan kedudukan dan peran ASN di dalamnya yang
telah diinternalisasi selama tahap pertama pelatihan dasar. Peserta pelatihan dasar selama
masa Off Campus akan mengidentifikasi isu-isu masalah dan mencari solusi terkait
kesehatan lingkungan berpedoman pada ANEKA serta kedudukan dan peran ASN yang
terjadi di Unit IPSS RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Tahap aktualisasi ini merupakan tahap yang sangat penting sehingga dalam
pelaksanaannya memerlukan perencanaan untuk merumuskan kegiatan dan nilai-nilai apa
yang akan diaktualisasikan di dalamnya. Aktualisasi yang dilakukan diharapkan dapat
memecahkan isu yang diambil. Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka pelaksanaan
aktualisasi diawali dengan penyusunan rancangan aktualisasi untuk menemukan solusi
serta rencana pelaksanaan solusi dalam bentuk aktualisasi dengan judul Rancangan
Aktualisasi “Optimalisasi Pengelolaan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) pada
Pengolahan Air Limbah di Unit Sanitasi Instalasi Pemeliharaan Sarana & Sanitasi RSUP
Dr. Kariadi Semarang”.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Peserta Diklat Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II
mampu menyusun rancangan aktualisasi yang didasari atas pemahaman mata
pelatihan Kedudukan, Peran, dan Fungsi PNS dalam NKRI (Manajemen ASN, Whole
of Government, Pelayanan Publik) yang dilandasi dengan nilai – nilai dasar PNS
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
2. Tujuan Khusus
Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dapat mampu:
a. Mengidentifikasi isu.
b. Menganalisis dampak jika isu tidak segera diselesaikan.
c. Menentukan gagasan inisiatif yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan untuk
memecahkan isu beserta outputnya.
d. Menentukan tahapan dari setiap kegiatan beserta outputnya.
e. Mendeskripsikan keterkaitan nilai – nilai subtansimata diklat dengan tahapan
kegiatan.

2
f. Mendeskripsikan kontribusi output kegiatan terhadap visi misi organisasi
g. Mendeskripsikan kontribusikan output kegiatan terhadap penguatan nilai-nilai
organisasi.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Profil RSUP Dr. Kariadi


RSUP Dr. Kariadi adalah Satuan Kerja/ Unit Pelaksana Teknis yang berada di
bawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. RSUP Dr. Kariadi Semarang merupakan
Rumah Sakit terbesar sekaligus berfungsi sebagai Rumah Sakit rujukan bagi wilayah Jawa
Tengah. Saat ini RSUP Dr. Kariadi adalah Rumah Sakit kelas A Pendidikan dan berfungsi
sebagai Rumah sakit Pendidikan bagi dokter, dokter spesialis,dan sub spesialis dari FK
UNDIP,dan Institusi Pendidikan lain serta tenaga kesehatan lainnya.
Sejarah singkat berdirinya RSUP Dr Kariadi sampai dengan ditetapkan menjadi
Rumah Sakit BLU adalah sebagai berikut:
1) Didirikan pada jaman penjajahan Belanda tanggal 9 September 1925 dikenal dengan nama
Centrale Buzgerlijke Ziekewsichting (CBZ), kemudian pada jaman penjajahan Jepang
menjadi “Purusara” (Pusat Rumah Sakit Rakyat).
2) Menjadi rumah sakit vertikal milik Departemen Kesehatan dengan nama RSUP Dr.
Kariadi berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI No. 21215/Kab/1965.
3) Berdasarkan SK Menkes RI No.1130/Menkes/SK/XII/1003, tanggal 10 Desember 1993
ditetapkan menjadi RS Unit Swadana dengan struktur organisasi berdasarkan SK Menkes
No. 546/Menkes/VI/1994 tanggal 13 Juni 1994 Tentang Organisasi dan Tata Kerja RSUP
Dr. Kariadi.
4) Pada tahun 1997 sebagai Instansi Pemerintah Pengguna Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP) berdasarkan UU No. 20 tahun 1997;
5) Berdasarkan PP No. 120 Tahun 2000 tentang Pendirian Perusahaan Jawatan RSUP Dr.
Kariadi, status rumah sakit berubah menjadi Perusahaan Jawatan yang operasional mulai
Tahun 2002.
6) Terakhir pada tahun 2005 diubah statusnya menjadi Instansi Pemerintah yang menerapkan
PPK-BLU berdasarkan PP No. 23 tahun 2005 dan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
1243/MENKES/SK/VII/2005 tanggal 11 Agustus 2005.
Tugas pokok RSUP Dr. Kariadi adalah menyelenggarakan upaya penyembuhan
dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dan berkesinambungan dengan
upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan serta melaksankan upaya rujukan dan upaya

4
lain sesuai dengan kebutuhan. RSUP Dr. Kariadi sebagai Rumah Sakit vertikal tipe A
Pendidikan, juga menyelenggarakan fungsi :
1) Pelayanan Medik (Spesialistik dan Sub Spesialistik)
2) Pelayanan penunjang medik dan non medic
3) Pelayanan dan asuhan keperawatan
4) Pengelolaan SDM rumah sakit
5) Pelayanan rujukan
6) Diklat di bidang kesehatan
7) Penelitian dan pengembangan
8) Administrasi umum dan keuangan

B. Visi dan Misi RSUP Dr. Kariadi


1. Visi
”Menjadi Rumah Sakit Pendidikan dan Rujukan Nasional yang Unggul”
2. Misi
a. Menyediakan pelayanan kesehatan dan rujukan yang paripurna, bermutu tinggi,
menjamin keselamatan pasien dan menjangkau seluruh masyarakat.
b. Menyediakan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas sesuai kebutuhan
pelayanan kesehatan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
tetap berorientasi pada keselamatan pasien.
c. Melaksanakan dan memfasilitasi penelitian yang berkualitas sesuai kebutuhan
pelayanan kesehatan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang
menjamin keselamatan pasien.
3. Nilai – Nilai RSUP Dr. Kariadi Semarang
a. Kepercayaan (trust)
b. Integritas (integrity)
c. Peduli (care)
d. Profesional
e. Efisien
f. Kebersamaan

5
C. Struktur Organisasi RSUP Dr. Kariadi

Gambar 1. Struktur Organisasi RSUP Dr. Kariadi

6
D. Nilai-Nilai Dasar ASN (ANEKA)
Adapun penjelasan terhadap nilai-nilai profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut
adalah sebagai berikut :
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS
adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Nilai-nilai publik tersebut meliputi:
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan,
antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor, kelompok dan pribadi;
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah
keterlibatan PNS dalam politik praktis;
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik;
d. Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai
penyelenggara pemerintahan.
Aspek-aspek akuntabilitas antara lain:
a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship)
b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results-oriented)
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requiers reporting)
d. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless without
consequences)
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance)

2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti luas berkenaan dengan pandangan atau paham
kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan negara dan sekaligus
menghormati bangsa lain. Nasionalisme pancasila bangsa dan tanah air adalah
pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah
airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Indikator nilai nasionalisme
sendiri terdiri dari :
a. Sila I (Ketuhanan yang Maha Esa)
Religius, toleransi, etos kerja, transparansi, percaya diri, amanah dan tanggung
jawab.
b. Sila II (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)

7
Humanis, tenggang rasa, persamaan derajat, saling menghormati dan tidak
diskriminatif.
c. Sila III (Persatuan Indonesia)
Cinta tanah air, rela berkorban, menjaga ketertiban, mengutamakan kepentingan
publik, dan gotong royong.
d. Sila IV (Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan)
Musyawarah, mufakat, kekeluargaan, menghargai pendapat dan bijaksana.
e. Sila V (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
Adil, tidak serakah, tolong menolong, kerja keras dan sederhana

3. Etika Publik
Kode Etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu
kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam
bentuk ketentuan-ketentuan tertulis. Adapun Kode Etik Profesi dimaksudkan untuk
mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui
ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok
profesional tertentu.
Berdasarkan Undang-Undang PNS, kode etik dan kode perilaku Aparatur
Sipil Negara yakni sebagai berikut:
1) Melaksanakan tugas PNS dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas
tinggi.
2) Melaksanakan tugas PNS dengan cermat dan disiplin.
3) Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.
4) Melaksanakan tugas PNS sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
5) Melaksanakan tugas PNS sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan dan etika pemerintahan.
6) Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
7) Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab,
efektif dan efisien.
8) Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugas PNS.
9) Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain
yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.

8
10) Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri
sendiri atau untuk orang lain.
11) Memegang teguh nilai dasar PNS dan selalu menjaga reputasi dan integritas PNS.
12) Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin
pegawai PNS.
a. Nilai-nilai Dasar Etika Publik
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang
No.5 Tahun 2014 tentang ASN pasal 4, yakni sebagai berikut:
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945.
3) Mengabdi kepada negara dan rakyat indonesia.
4) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
5) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
6) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
7) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
8) Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
9) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
10) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
11) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
12) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
13) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
14) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
15) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.
b. Dimensi Etika Publik
Pada prinsipnya, ada 3 (tiga) dimensi etika publik:
1) Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
Etika publik menekankan pada aspek nilai dan norma, serta prinsip
moral, sehingga etika publik membentuk integritas pelayanan publik. Moral
dalam etika publik menuntut lebih dari kompetensi teknis karena harus

9
mampu mengidentifikasi masalah-masalah dan konsep etika yang khas
dalam pelayanan publik.
2) Dimensi Modalitas
Pemerintah bersih adalah syarat kemajuan suatu bangsa. Pemerintahan
korup menyebabkan kemiskinan, sumber diskriminasi, rentan konflik dan
penyalahgunaan kekuasaan. Korupsi disebabkan lemahnya integritas pejabat
publik, kurangnya partisipasi dan lemahnya pengawasan.
Membangun integritas publik pejabat dan politisi harus disertai
perbaikan sistem akuntabilitas dan transparansi yang didukung modalitas
etika publik, yaitu bagaimana bisa bertindak baik atau berperilaku sesuai
standar etika? Cara bagaimana etika bisa berfungsi atau bekerja? Struktur
seperti apa yang mampu mengorganisir tindakan agar sesuai dengan etika?
Infrastruktur semacam apa yang dibutuhkan agar etika publik berfungsi?
Unsur-unsur modalitas dalam etika publik yakni akuntabilitas,
transparansi dan netralitas.
3) Dimensi tindakan integritas publik
Integritas publik dalam arti sempit yakni tidak melakukan korupsi atau
kecurangan. Adapun maknanya secara luas yakni tindakan yang sesuai
dengan nilai, tujuan dan kewajiban untuk memecahkan dilema moral yang
tercermin dalam kesederhanan hidup.

4. Komitmen Mutu
Goetsch and Davis (2006: 5) berpendapat bahwa belum ada definisi mutu yang
dapat diterima secara universal, namun mereka telah merumuskan pengertian mutu
sebagai berikut: “Quality is a dynamic state associated with products, services,
people, processes, and environments that meets or exceeds expectation.” Menurut
definisi yang dirumuskan Goetsch dan Davis, mutu merupakan suatu kondisi dinamis
berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang sesuai atau
bahkan melebihi harapan konsumen atau pengguna.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa mutu mencerminkan
nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan(customer) sesuai
dengan kebutuhan dan keinginannya, dan bahkan melampaui harapannya. Mutu
merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur pencapaian hasil
kerja. Mutu juga dapat dijadikan sebagai alat pembeda atau pembanding dengan

10
produk/jasa sejenis lainnya, yang dihasilkan oleh lembaga lain sebagai pesaing
(competitors).
Ada 3 (tiga) aspek yang terdapat dalam komitmen mutu, yaitu efektifitas,
efisien, dan inovasi.
5. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah salah satu sikap melawan atau menentang penyelewengan
atau penyalahgunaan uang negara atau perusahaan untuk keuntungan pribadi atau
orang lain. Sedangkan tindak pidana korupsi berarti suatu perbuatan korupsi yang
diancam pidana oleh undang-undang, bertentangan dengan hukum, dilakukan dengan
kesalahan oleh seseorang yang mampu bertanggung jawab. Menurut Undang-Undang
Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi , terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi
yang terdiri dari : (1) kerugian keuangan negara, (2) suap-menyuap, (3) pemerasan,
(4) perbuatan curang, (5) penggelapan dalam jabatan, (6) benturan kepentingan dalam
pengadaan, (7) gratifikasi. Nilai dasar anti korupsi antara lain:
a. Jujur dapat didefinisikan sebagai lurus hati, tidak berbohong, dan tidak curang;
b. Peduli adalah mengindahkan, memperhatikan dan menghiraukan;
c. Mandiri adalah tidak bergantung pada orang lain untuk mengerjakan tugas dan
tanggung jawabnya;
d. Disiplin adalah ketaatan kepada peraturan;
e. Berani adalah tidak takut untuk mengungkapkan kebenaran;
f. Adil adalah sama berat, tidak berat sebelah dan tidak memihak;
g. Sederhana adalah memprioritaskan kebutuhan diatas keinginan;
h. Kerja keras adalah mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk
melaksanakan tugas dan berkarya dengan sebaik-baiknya;
i. Tanggung jawab adalah menerima segala sesuatu dari sebuah perbuatan yang
salah, baik itu disengaja maupun tidak disengaja.

E. Whole Of Government (WOG)


1. PengertianWoG
WoG didefinisikan sebagai “suatu model pendekatan integratif fungsional satu
atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked problems yang sulit dipecahkan dan
diatasi karena berbagai karakteristik atau keadaan yang melekat seperti tidak jelas
sebabnya, multi dimensi dan menyangkut perubahan perilaku.

11
2. Faktor-FaktorPendorong (Drivers) WoG
Kemunculan WoG didorong oleh sejumlah faktor-faktor pendorong (drivers)
internal maupun eksternal.
3. TantanganWoG
Model pendekatan WoG memiliki sejumlah tantangan yang meliputi
kekurangan dan hambatan (barrier) sehingga menyebabkan WoG tidak dapat
dilanjutkan atau terhenti ditengah jalan dan pada akhirnya kembali ke cara lama.
Kekurangan-kekurangan WoG adalah memerlukan waktu lama, relatif mahal (costly),
tidak selalu cocok dengan wicked problems yang akan ditangani, dan hasilnya sulit
diukur. Kekurangan-kekurangan ini pada akhirnya dapat menjadi dorongan untuk
kembali ke cara lama.Hambatan WoG terutama disebabkan oleh tujuan, prioritas dan
akuntabilitas yang tidak jelas, benturan agenda dan kepentingan sehingga tidak dapat
tercipta kolaborasi, ego sektoral antar instansi dan insentif yang rendah. Pada sektor
pelayanan publik, masalah akuntabilitas yang tidak jelas atau minim ini menjadi faktor
kunci timbu lnya korupsi di sektor publik (Samuel Paul,2012:4 dalam Loura Hardjaloka,
2014:435). Pemerintah sebagai pelayan warga negara memiliki unsur-unsur utama yang
menunjang timbulnya korupsi yaitu monopoli, diskresi dan akuntabilitas yang tidak
jelas.

F. Managemen ASN

Pengelolaan atau manajemen ASN adalah kebijakan dan praktek dalam


mengelola aspek manusia atau SDM dalam organisasi, baik untuk PNS maupun PPK.
Manajemen ASN akan membuat seorang ASN mengerti apa saja kedudukan, peran, hak,
kewajiban dan kode etik ASN.
b. Kedudukan ASN
Kedudukan ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri, namun demikian
pegawai ASN merupakan satu kesatuan.
c. Peran ASN
1) Pelaksana kebijakan publik
2) Pelayan publik
3) Perekat pemersatu bangsa
d. Hak dan kewajiban PNS
Seorang PNS mempunyai hak sebagai berikut:

12
1) Gaji, tunjangan dan fasilitas
2) Cuti
3) Jaminan pensiun dan jaminan hari tua
4) Perlindungan
5) Pengembangan kompetensi
Selain itu, seorang ASN juga mempunyai kewajiban sebagai berikut:
1) Setia dan taat pada Pancsila, UUD 1945, NKRI dan pemerintahan yang sah
2) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
3) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang berwenang
4) Menaati ketentuan peraturan perundang-undang
5) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran
dan tanggung jawab
6) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan
tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan
7) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.

G. Pelayanan Publik
Pelayanan pada hakikatnya adalah serangkaian kegiatan, karena itu proses pelayanan
berlangsung secara rutin dan berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan organisasi
dalam masyarakat. Proses yang dimaksudkan dilakukan sehubungan dengan saling
memenuhi kebutuhan antara penerima dan pemberi pelayanan. Jadi dapat dikatakan
pelayanan adalah kegiatan yang bertujuan untuk membantu menyiapkan atau mengurus
apa yang diperlukan orang lain. Dari definisi tersebut dapat dimaknai bahwa pelayanan
adalah aktivitas yang dapat dirasakan melalui hubungan antara penerima dan pemberi
pelayanan yang menggunakan peralatan berupa organisasi atau lembaga perusahaan.
Pengertian pelayanan publik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990),
pelayanan publik dirumuskan sebagai berikut:
1. Pelayanan adalah perihal atau cara melayani
2. Pelayanan adalah kemudahan yang diberikan sehubungan dengan jual beli barang dan
jasa.
3. Pelayanan medis merupakan pelayanan yang diterima seseorang dalam hubungannya
dengan pensegahan, diagnose dan pengobatan suatu gangguan kesehatan tertentu.

13
Publik berarti orang banyak (umum).Pengertian public menurut Inu Kencana
Syafi’ie, dkk (1999:18) yaitu “sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan berfikir,
perasaan, harapan, sikap dan tindakan yang benar dan baik berdasarkan nilai- nilai norma
yang mereka miliki”. Pengertian lain berasal dari pendapat A.S. Moenir (1995:7)
menyatakan bahwa: “Pelayanan umum adalah suatu usaha yang dilakukan kelompok atau
seseorang atau birokrasi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka
mencapai suatu tujuan tertentu”. Jadi dapat disimpulkan bahwa pelayanan public adalah
segala bentuk jasa pelayanan baik dalam bentuk barang public maupun jasa publik yang
pada prinsipnya menjadi tanggungjawab dan dilaksanakan oleh instansi pemerintah di
pusat maupun di daerah dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Dalam proses kegiatan pelayanan public terdapat beberapa factor atau unsur yang
mendukung jalannya kegiatan. Menurut A.S. Moenir (1995:8), unsur-unsur tersebut antara
lain:
1. Sistem, prosedur dan metode untuk mendukung kelancaran dalam memberikan
pelayanan.
2. Personil, terutama ditekankan pada perilaku aparatur yang profesional, disiplin dan
terbuka terhadap kritik dari pelanggan atau masyarakat.
3. Sarana dan prasarana pelayanan publik.
4. Masyarakat
Secara teoritis, tujuan pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan masyarakat
sehingga dituntut kualitas pelayanan publik dengan azas :
1. Transparansi: bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang
membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti.
2. Akuntabilitas: dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan
3. Kondisional: sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan
dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektifitas.
4. Partisipatif: mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan
publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat.
5. Keamanan hak tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku, agama, ras,
golongan, gender dan status ekonomi.
6. Keseimbangan hak dan kewajiban pemberi dan penerima pelayanan publik

14
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Unit Kerja
Rancangan aktualisasi akan dilaksanakan dan diterapkan di Rumah Sakit Umum
Pusat Dr. Kariadi Semarang khususnya Unit Sanitasi di Instalasi Pemeliharaan Sarana dan
Sanitasi (IPSS). Peserta bertugas sebagai sanitarian terampil di bagian sanitasi, dalam
menjalankan tugas kedinasan penulis, diperlukan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) guna
mengetahui kegiatan dan tugas pokok dalam bekerja sesuai dengan jabatannya. Berikut
daftar kegiatan SKP :
1. Mengumpulkan pengamatan kesehatan lingkungan, persiapan pengumpulan data,
menyusun instrument pengumpulan data
2. Melakukan kegiatan penyehatan media lingkungan
3. Melakukan kegiatan pengelolaan limbah padat (B3 dan domestik)
4. Melakukan kegiatan pengelolaan limbah cair
5. Melakukan pengawasan dan pengukuran kualitas kesehatan lingkungan
6. Tindak lanjut pengawasan kesehatan lingkungan
7. Menyusun laporan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada pemimpin
8. Melakukan pelaporan limbah B3 (Bahan Berbahaya & Beracun) secara online

B. Isu yang Diangkat


Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan suatu zat, bahan kimia dan biologi,
baik dalam bentuk tunggal maupun campuran, yang dapat membahayakan kesehatan dan
lingkungan secara langsung maupun tidak langsung. Di rumah sakit, B3 dapat berupa
bahan kimia, obat kanker (sitostatika), reagensia, antiseptik dan disinfektan, limbah
infeksius, bahan radioaktif, insektisida, pestisida, pembersih, detergen, gas medis dan gas
non medis.
Pengelolaan B3 dari aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah upaya
meminimalkan risiko penggunaan B3 terhadap sumber daya manusia rumah sakit, pasien,
pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit. Saat mengelola B3,
tidak semua risiko bisa ditiadakan. Namun, keselamatan dan keamanan rumah sakit
ditingkatkan melalui penilaian risiko berdasarkan informasi dan pengelolaan risiko yang
cermat. Pengelolaan masa pakai B3 yang cermat tidak hanya meminimalkan risiko
terhadap manusia dan lingkungan, tetapi juga mengurangi biaya. Penyimpanan B3 adalah

15
teknik kegiatan penempatan B3 untuk menjaga kualitas dan kuantitas B3 dan atau
mencegah dampak negatif B3 terhadap lingkungan hidup, kesehatan manusia, dan
makhluk hidup lainnya. Namun demikian, B3 lambat laun akan mengalami kerusakan
karena dimakan usia, karena lamanya bahan-bahan tersebut, baik lama pemakaian maupun
lama disimpan, atau disebabkan oleh keadaan lingkungan. B3 yang sudah dibuka
sebaiknya dihabiskan terlebih dahulu (first in first out/FIFO), serta perhatikan pula tanggal
kadaluarsanya. Kualitas B3 harus memenuhi standard yang diperlukan, serta jumlah yang
akan dibeli harus sesuai dengan kebutuhan dengan mempertimbangkan bahwa
kepemilikan dalam jumlah besar memiliki konsekuensi biaya kelola limbah apabila B3
tersebut terkontaminasi atau mengalami degradasi mutu sehingga tidak dapat
dipergunakan.
Bagian sanitasi merupakan salah satu unit yang menggunakan bahan kimia yang
yang merupakan B3 untuk operasional pengolahan air limbah. Bahan kimia tersebut
berupa desinfektan (kaporit), nutrisi untuk pertumbuhan bakteri, bahan penghancur lemak
dan bahan kimia untuk mengurangi phospat. Selama peserta bekerja di bagian sanitasi
ditemukan beberapa permasalahan terkait bahan tersebut, yaitu pada Bulan Februari 2019
sempat kehabisan salah satu bahan. Jika bahan kimia tersebut habis sebelum waktunya
maka akan dapat menyebabkan pengolahan air limbah menjadi terganggu karena bahan
kimia tersebut penting untuk pengolahan air limbah. Masalah lainnya, bahwa bahan
tersebut belum diinventaris dan dilaporkan secara rutin kepada tim K3. Inventaris dan
pelaporan stok B3 merupakan salah satu indikator penilaian akreditasi rumah sakit versi
SNARS yang akan dilaksanakan pada Bulan Oktober 2019.

C. Dampak Isu
Berdasarkan pada isu yang diangkat adalah “Belum Optimalnya Pengelolaan B3
(Bahan Berbahaya dan Beracun) pada Pengolahan Air Limbah di Unit Sanitasi Instalasi
Pemeliharaan Sarana dan Sanitasi RSUP Dr. Kariadi Semarang”. Isu tersebut akan
memberikan dampak negatif apabila tidak ditangani :
1. Jika B3 tidak dilakukan monitoring dengan baik maka dapat membahayakan manusia
dan lingkungan sekitar.
2. Mengganggu operasional pengolahan air limbah jika bahan tersebut habis sebelum
waktunya.
3. Pemborosan anggaran jika pengajuan bahan tersebut tidak sesuai dengan kondisi real
di lapangan.

16
D. Analisis Permasalahan (Fishbone Diagram)

Milieu Metode
- Sudah ada kebijakan tentang - Belum adanya kartu kontrol keluar
pengelolaan B3 namun belum semua masuk bahan dan system pelaporan B3
dilaksanakan - Belum ada spo terkait penyimpanan
B3 untuk limbah cair
- Belum ada spo terkait tata cara
pengambilan B3 di gudang
Belum
optimalnya
pengelolaan
B3 pada
pengolahan
air limbah di
Unit Sanitasi
IPSS RSUP
Material Man
- Sarana dan prasarana - Kurang pedulinya pegawai untuk
penyimpanan B3 blum lengkap melakukan kontrol B3 dan pelaporan
B3

Gambar 2. Fishbone Diagram

17
E. Gagasan Pemecah Isu
Untuk mengatasi isu yang terjadi maka perlu dikumpulkan gagasan pemecahan isu.
Gagasan pemecahan isu terdiri dari beberapa alternatif gagasan yang bertujuan agar dapat
dipilih gagasan yang terbaik yang dapat dilakukan. Gagasan yang bisa penulis lakukan
sesuai dengan fungsi dan tugasnya untuk mengatasi isu yang terjadi adalah sebagai berikut:
1. Membuat inventaris B3 (Identifikasi, Jumlah, Jenis)
2. Membuat Kartu Kontrol Bahan (kartu stok barang)
3. Membuat draft Standar Operasional Prosedur terkait penyimpanan B3 Limbah Cair
4. Membuat Media Informasi (Instruksi Kerja) tata cara pengambilan B3 di gudang
5. Membuat format laporan stok B3

18
F. Matriks Rancangan Aktualisasi
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Outpot / Hasil Keterkaitan dengan Kontribusi Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Nilai Misi Organisasi Organisasi
1. Membuat inventaris B3 di 1. Berkonsultasi dan Mendapatkan Nasionalisme : Melakukan Intregritas :
gudang sanitasi memohon izin dukungan dan Saya akan inventaris B3 - Menjalankan tugas
dengan Kepala arahan dari menggunakan Bahasa merupakan kegiatan dengan memegang
Instalasi, Ketua pimpinan Indonesia baik dan yang hasil akhirnya teguh kode etik dan
tim sanitasi terkait benar (sila ke 3), adalah untuk moral
ide/ gagasan untuk menerima kritik dan peningkatan mutu
melakukan saran dari pimpinan pelayanan rumah Kebersamaan :
inventarisir B3 (sila ke 4) sakit, sesuai dengan - Menyadari bahwa
Etika Publik : Visi RSUP Dr. semua pekerjaan
Saya akan Kariadi Semarang tidak dapat
menyampaikan gagasan ”Menjadi rumah diselesaikan sendiri
saya dengan ramah, sakit pendidikan dan
sopan dan santun. rujukan nasional
Mendengar yang unggul” dan
Akuntabilitas : Misi: Menyediakan
Saya akan jujur, jelas, pelayanan kesehatan
dan transparan saat dan rujukan yang
menyampaikan paripurna, bermutu
rancangan aktualisasi tinggi, menjamin
saya keselamatan pasien
Anti Korupsi : dan menjangkau
Saya akan datang tepat seluruh masyarat
waktu dan berani
menyatakan ide
gagasan terkait kegiatan
saya
Manajemen ASN :

19
saya sebagai perencana
akan melaksanakan
arahan dan kebijakan
pimpinan terkait
persetujuan izin untuk
melaksanakan kegiatan
inventaris B3
2. 2. Berdiskusi dengan Mendapat bantuan Nasionalisme : Kebersamaan :
teman satu sejawat dan informasi dari Saya akan - Menyadari bahwa
terkait teman sejawat menggunakan Bahasa semua pekerjaan
Indonesia yang baik tidak dapat
pengumpulan data,
dan benar untuk diselesaikan
mencari informasi berdiskusi dengan sendiri
untuk pembuatan teman sejawat (sila 3), - Mempunyai
inventaris B3 Menerima saran dari semangat yang
teman dengan senang tinggi dan
hati (sila 4) mengutamakan
Etika Publik : kebersamaan
Saya akan berbicara sebagai tim
dengan ramah dan Integritas :
sopan - Menjalankan tugas
dengan memegang
teguh kode etik dan
moral
Profesional :
- Bekerja sesuai
dengan system dan
prosedur yang
berlaku
- Selalu berusaha
memberikan
kemampuan

20
terbaik untuk
rumah sakit
- Terbuka dalam
mengemukakan
pendapat
3. Membuat Lembar Inventaris Akuntabilitas : Profesional :
inventaris Bahan B3 Saya akan membuat - Bekerja sesuai
berupa inventaris B3 sesuai dengan system dan
(Identifikasi, jenis fakta, jelas, teliti, dan prosedur yang
B3, karakteristik) penuh tanggung jawab berlaku
Etika Publik : - Selalu berusaha
Saya akan melakukan memberikan
pekerjaan saya dengan kemampuan
cermat, teliti terbaik untuk
Komitmen Mutu : rumah sakit
Saat saya akan
membuat inventaris
bahan harus
berorientasi mutu
2. Membuat kartu control 1. Berkonsultasi Mendapatkan Nasionalisme : Intregritas :
bahan dengan atasan dukungan dan Saya akan - Menjalankan tugas
terkait ide gagasan arahan dari menggunakan Bahasa dengan memegang
pembuatan kartu pimpinan Indonesia baik dan teguh kode etik dan
control bahan (kartu benar (sila ke 3), moral
keluar masuk menerima kritik dan
barang) saran dari pimpinan Kebersamaan :
(sila ke 4) Menyadari bahwa
Etika Publik : semua pekerjaan tidak
Saya akan dapat diselesaikan
menyampaikan gagasan sendiri
saya dengan ramah,

21
sopan dan santun.
Mendengar
Akuntabilitas :
Saya akan jujur, jelas,
dan transparan saat
menyampaikan gagasan
saya
Anti korupsi : Akan
datang tepat waktu
2. Membuat desain Kartu control Akuntabilitas : Profesional :
kartu control bahan melaksanakan tugas - Bekerja sesuai
dengan penuh tanggung dengan system dan
jawab, jelas dan prosedur yang
transparan berlaku
Anti Korupsi : - Selalu berusaha
Saya akan bekerja keras memberikan
mencurahkan daya kemampuan
pikir, tidak akan terbaik untuk
mengambil hak cipta rumah sakit
orang lain Efisien :
Etika Publik : - Melakukan
Cermat, teliti, pengendalian biaya
menggunakan computer
kantor dan kertas secara
bijak
Komitmen Mutu :
Melakukan inovasi saat
akan pembuatan kartu
control yang mudah
dipahami, memakai
kertas secara efisien

22
3. Sosialisasi kepada Pegawai Nasionalisme : Intregritas :
pegawai tentang memahami dan Saya akan - Menjalankan tugas
pembuatan kartu melaksanakan menggunakan Bahasa dengan memegang
control dan kegiatan Indonesia baik dan teguh kode etik dan
pencatatan pada benar (sila ke 3), moral
kartu control saat menerima kritik dan Kebersamaan :
pengambilan bahan saran dari pimpinan Menyadari bahwa
di gudang. (sila ke 4) semua pekerjaan tidak
Etika Publik : dapat diselesaikan
Dalam melakukan sendiri
sosialisasi kepada
pegawai akan Peduli :
menjelaskan dengan Melayani pertanyaan
jelas, dan bersikap dan bersedia
sabar, ramah, sopan, mendengarkan saran
santun teman sejawat dengan
Pelayanan Publik : sepenuh hati
akan melayani
pertanyaan dengan
senang hati
Akuntabilitas :
Memberikan
pengarahan yang jelas
kepada pegawai
3. Membuat draft SPO 1. Melakukan - Dukungan dan Nasionalisme : Melakukan usulan Intregritas :
Penyimpanan B3 Limbah konsultasi dengan arahan dari Saya akan draf SPO merupakan - Menjalankan tugas
cair di gudang IPAL pimpinan mengenai pembimbing menggunakan Bahasa kegiatan yang hasil dengan memegang
penyusunan draft - Draft SPO Indonesia baik dan akhirnya adalah teguh kode etik dan
SPO terkait B3 benar (sila ke 3), untuk peningkatan moral
limbah cair menerima kritik dan mutu pelayanan Kebersamaan :
saran dari pimpinan rumah sakit, sesuai Menyadari bahwa
(sila ke 4) dengan Visi RSUP semua pekerjaan tidak

23
Etika Publik : Dr. Kariadi dapat diselesaikan
Saya akan Semarang ”Menjadi sendiri
menyampaikan gagasan rumah sakit
saya dengan ramah, pendidikan dan
sopan dan santun. rujukan nasional
Mendengarkan arahan yang unggul” dan
dari pemimpin Misi: Menyediakan
Akuntabilitas : pelayanan kesehatan
Saya akan jujur, jelas, dan rujukan yang
dan transparan saat paripurna, bermutu
menyampaikan gagasan tinggi, menjamin
saya keselamatan pasien
dan menjangkau
seluruh masyarat
2. Menyiapkan Referensi dan Anti Korupsi : Profesional :
tinjauan pustaka dan informasi Saya akan bekerja keras - Bekerja sesuai
dokumen-dokumen dengan mencurahkan dengan system dan
terkait, segala daya prosedur yang
berkoordinasi Akuntabilitas dan berlaku
dengan teman Etika Publik : - Selalu berusaha
sejawat untuk dalam menyiapkannya , memberikan
membuat Standar cermat dan penuh kemampuan
Prosedur tanggung jawab terbaik untuk
Operasional (SPO) rumah sakit
3. Menyusun draft Draft SPO Akuntabilitas : Integritas :
SPO Bekerja sesuai dengan Menjalankan tugas
data, penuh tanggung dengan memegang
jawab, transparan, jelas teguh kode etik dan
Komitmen Mutu : moral
Berorientasi pada mutu
Etika Publik :

24
Akan mengerjakan
dengan cermat dan teliti
Nasionalime :
Akan melaksanakan
tugas dengan amanah
(Sila 1)
4. Mengajukan draft Persetujuan SPO WoG : Saya akan Kegiatan ini akan
SPO kepada Tata menjelaskan dengan menguatkan nilai-nilai
Usaha baik untuk pengajuan RSUP Dr. Kariadi
draft sop kepada unit Semarang yang
tata usaha meliputi kepercayaan,
Etika Publik : integritas, peduli,
Akan berbicara dengan profesional, efisien,
sopan dan santun dan kebersamaan
dengan petugas bagian
Tata Usaha
Komitmen Mutu :
Akan berbicara dengan
Bahasa yang mudah
dipahami dan tidak
berbelit belit saat
mengajukan draft SPO
4. Membuat Media Informasi 1. Melakukan Dukungan dan Nasionalisme :
Tatacara pengambilan B3 di Konsultasi dengan Arahan pemimpin Saya akan
gudang pimpinan tentang menggunakan Bahasa
desain media Indonesia baik dan
informasi tata cara benar (sila ke 3),
pengambilan B3 di menerima kritik dan
gudang saran dari pimpinan
(sila ke 4)
Etika Publik :

25
Saya akan
menyampaikan gagasan
saya dengan ramah,
sopan dan santun.
Mendengarkan arahan
dari pemimpin
Akuntabilitas :
Saya akan jujur, jelas,
dan transparan saat
menyampaikan gagasan
saya
2. Membuat desain Lembar Instruksi Akuntabilitas : Profesional :
media informasi tata Kerja Pengambilan melaksanakan tugas - Bekerja sesuai
cara pengambilan B3 dengan penuh tanggung dengan system dan
B3 di gudang jawab, jelas dan prosedur yang
transparan berlaku
Anti Korupsi : - Selalu berusaha
Bekerja keras memberikan
mencurahkan daya kemampuan
pikir, jujur saat terbaik untuk
pembuatan kartu rumah sakit
control bahan Efisien :
Etika Publik : Melakukan
Cermat, teliti, pengendalian biaya
menggunakan computer
kantor dan kertas secara
bijak
Komitmen Mutu :
Melakukan inovasi saat
akan pembuatan kartu
control, memakai kertas
secara efisien

26
5. Membuat format stok 1. Melakukan Dukungan dan Nasionalisme : Kegiatan ini akan
laporan B3 konsultasi dengan Arahan Saya akan menguatkan nilai-nilai
pimpinan dan tim menggunakan Bahasa RSUP Dr. Kariadi
K3 tentang format Indonesia baik dan Semarang yang
laporan stok B3 benar (sila ke 3), meliputi kepercayaan,
menerima kritik dan integritas, peduli,
saran dari pimpinan dan profesional, efisien,
tim K3 (sila ke 4) dan kebersamaan
Etika Publik :
Saya akan
menyampaikan gagasan
saya dengan ramah,
sopan dan santun.
Mendengarkan arahan
dari pemimpin
Akuntabilitas :
Saya akan jujur, jelas,
dan transparan saat
menyampaikan gagasan
saya
WoG : Menjalin
kerjasama dengan tim
K3
2. Membuat format Anti Korupsi :
laporan setiap bulan Bekerja keras
stok B3 limbah cair mencurahkan daya
untuk dilaporkan ke piker untuk membuat
tim K3 format laporan, tidak
mengambil karya milik
orang lain

Komitmen Mutu :

27
Membuat format
laporan dengan jelas
dan mudah dipahami
Nasionalisme :
Tidak boros
menggunakan kertas
kantor (sila 5)

28
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah membuat rancangan kegiatan aktualisasi nilai – nilai dasar PNS
untuk memecahkan isu belum optimalnya pengelolaan B3 pada pengolahan air
limbah di IPSS RSUP Dr. Kariadi Semarang, maka penulis :
1. Mendapatkan deskripsi isu permasalahan yang ada di RSUP Dr. Kariadi
Semarang di Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Sarana.
2. Menemukan penyebab permasalahan pengelolaan B3 di gudang sanitasi.
3. Mengetahui dampak permasalahan tersebut apabila tidak ditangani dan
apabila ditangani.
4. Memberikan gagasan / ide kreatif dalam pemecahan isu.
5. Memberikan kegiatan dan output dalam pemecahan isu.
6. Memberikan langkah – langkah atau tahapan kegiatan dalam pemecahan
isu.
7. Memberikan landasan setiap kegiatan dengan nilai-nilai ANEKA
(Akuntablitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi serta Kedudukan dan Peran PNS.
8. Memberikan kontribusi output terhadap visi, misi organisasi.
9. Memberikan kontribusi output terhadap penguatan nilai organisasi.

B. Saran
Rancangan aktualisasi yang akan dilakukan di Instalasi Pemeliharan Sarana
dan Sanitasi Semarang agar dapat berjalan dengan baik perlu adanya:
1. Persetujuan dan dukungan baik dari pimpinan yaitu rekan kerja, Ketua Tim
Sanitasi, Penanggungjawab Mutu, Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana
dan Sanitasi.
2. Koordinasi dan kolaborasi yang baik antara pimpinan , petugas pelaksana,
dan pihak-pihak terkait.

29
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Akuntabilitas. Modul Pendidikan dan pelatihan Prajabatan
Golongan I/II dan III

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Anti Korupsi. Modul Pendidikan dan pelatihan Prajabatan
Golongan I/II dan III

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Etika Publik. Modul Pendidikan dan pelatihan Prajabatan
Golongan I/II dan III

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Komitmen Mutu. Modul Pendidikan dan pelatihan Prajabatan
Golongan I/II dan III

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Nasionalisme. Modul Pendidikan dan pelatihan Prajabatan
Golongan I/II dan III

Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara

Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (PERKALAN) Nomor 25 Tahun 2017 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil

Profil RSUP Dr. Kariadi Semarang diakses dari http://www.rskariadi.co.id/profil/view/visi-misi

Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara

DDFF

30