Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH

PENGUKURAN WATERPASS

KELOMPOK I B

Nama : Otrikama Cahya Putra ( 1211500015 ) / Tidak Mengikuti Praktikum

Usup Maulana ( 1211500002 )

Hendri Nilakandi ( 1211500006 )

Lolyyandasari Supardi ( 1211500008 )

Nova Octafiani ( 1211500010 )

Fadilah Rosyid ( 1211500012 )

Prodi : Teknik Sipil dan Perencanaan

Mata kuliah : Praktikum Ilmu Ukur Tanah

Dosen : Ir. Muh. Isman Tumiwa, M.Si

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA


Jl. Raya Puspitek Serpong, Tangerang Banten 15320 Telp/Fax : (62)021 7561102
A. DASAR TEORI

Pengukuran waterpass adalah pengukuran untuk menentukan ketinggian atau beda


tinggi antara dua titik. Pengukuran waterpass ini sangat penting gunanya untuk mendapatkan
data sebagai keperluan pemetaan, perencanaan ataupun untuk pekerjaan konstruksi.

Hasil-hasil dari pengukuran waterpass di antaranya digunakan untuk perencanaan


jalan, jalan kereta api, saluran, penentuan letak bangunan gedung yang didasarkan atas
elevasi tanah yang ada, perhitungan urugan dan galian tanah, penelitian terhadap saluran-
saluran yang sudah ada, dan lain-lain.

Dalam pengukuran tinggi ada beberapa istilah yang sering digunakan, yaitu :

 Garis vertikal adalah garis yang menuju ke pusat bumi, yang umum dianggap sama
dengan garis unting-unting.
 Bidang mendatar adalah bidang yang tegak lurus garis vertikal pada setiap titik.
Bidang horisontal berbentuk melengkung mengikuti permukaan laut.
 Datum adalah bidang yang digunakan sebagai bidang referensi untuk ketinggian,
misalnya permukaan laut rata-rata.
 Elevasi adalah jarak vertikal (ketinggian) yang diukur terhadap bidang datum.
 Banch Mark (BM) adalah titik yang tetap yang telah diketahui elevasinya terhadap
datum yang dipakai, untuk pedoman pengukuran elevasi daerah sekelilingnya.

Prinsip cara kerja dari alat ukur waterpass adalah membuat garis sumbu teropong
horisontal. Bagian yang membuat kedudukan menjadi horisontal adalah nivo, yang berbentuk
tabung berisi cairan dengan gelembung di dalamnya.

Dalam menggunakan alat ukur waterpass harus dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Garis sumbu teropong harus sejajar dengan garis arah nivo.


2. Garis arah nivo harus tegak lurus sumbu I.
3. Benang silang horisontal harus tegak lurus sumbu I.
B. KESALAHAN SAAT PRAKTIKUM

Berikut adalah kesalahan–kesalahan yang biasa dilakukan di lapangan :

1. Pembacaan yang salah terhadap rambu ukur. Hal ini dapat di sebabkan karena mata si
pengamat kabur, angka rambu ukur yang hilang akibat sering tergores, rambu ukur
kurang tegak dan sebagainya.
2. Penempatan pesawat atau rambu ukur yang salah.
3. Pencatatan hasil pengamatan yang salah.
4. Menyentuh statif sehingga kedudukan pesawat / nivo berubah.

C. PERALATAN
1. 1 Waterpass

 Waterpass ialah alat yang dipakai untuk mengukur perbedaan ketinggian dari satu titik acuan
ke acuan berikutnya. Waterpass ini dilengkapi dengan kaca dan gelembung kecil di dalamnya.
Untuk mengecek apakah sudah terpasang dengan benar, perhatikan gelembung di dalam kaca
berbentuk bulat. Jika gelembung tepat berada di tengah, itu artinya waterpass telah terpasang
dengan benar. Pada waterpass, terdapat lensa untuk melihat sasaran bidik.
 Digunakan untuk mengukur atau menentukan sebuah benda atau garis dalam posisi
rata baik pengukuran secara vertikal ataupun horizontal.
 Tingkat ketelitian waterpass ialah 1.5 mm.
 Cara Membaca Skala dan Hasil :
a. Pada skala utama tentukan besar derajat dan menit dengan melihat jarum yang
berhimpit pada skala, setiap skala mempunyai nilai 10’.
b. Pada skala nonius juga menentukan besar derajat jarum yang berhimpit
dengan skala, dengan besar sudut setiap skala 20”.
c. Jumlahkan hasil bacaan antara skala utama dan nonius.
 Alat ukur waterpas yang sederhana hanya terdiri dari empat komponen yaitu :
a. Teropong yang didalamnya terdapat lensa obyektif, lensa okuler dan
diafragma,
b. Nivo kotak dan nivo tabung
c. Sumbu satu dan,
d. Tiga skrup pendatar.
 Bagian – bagian Waterpass
a. Nivo kotak merupakan bagian waterpass yang dipakai untuk mengetahui tingkat
kedataran pesawat.
b. Lensa objektif adalah bagian yang berfungsi menerima objek yang dibidik.
c. Lensa okuler mempunyai kegunaan untuk mengamati objek yang dibidik.
d. Visier juga membantu proses pembidikan suatu objek secara kasar sehingga
berlangsung lebih cepat.
e. Cermin membantu mempermudah pembacaan hasil pengukuran nivo kotak.
f. Pelindung Lensa Objektif bermanfaat untuk melindungi lensa objektif dari
pancaran sinar matahari langsung.
g. Plat alat memiliki fungsi sebagai landasan dudukan pesawat.
h. Sekrup A, B, C ialah komponen waterpass yang bertugas untuk mengatur tingkat
kedataran suatu pesawat pada sumbu I vertikal.
i. Sekrup Pengatur Fokus Teropong berperan untuk mengatur derajat kejelasan
objek yang dibidik.
j. Sekrup Okuler Pengamat Ketajaman Diafragma berfungsi untuk mengatur tingkat
ketajaman benang diafragma atau benang silang.
k. Sekrup pengunci dengan kaki tiga (statip)
l. Sekrup pengatur berguna untuk mengatur landasan sudut datar.
m. Teropong berguna untuk memperjelas objek yang dibidik
n. Skrup pengatur nivo U, berfungsi untuk mengatur nivo U membentuk huruf U
o. Skrup pengatur gerakan halus horizontal, berfungsi untuk menepatkan bidikan
benang difragma tegak tepat disasaran yang dibidik
p. Sumbu tegak atau sumbu satu (tidak nampak), berfungsi agar teropong dapat
diputar kearah horizontal

2. 3 Statif

Berguna sebagai tempat diletakkannya waterpass ketiga kaki statip ini dapat dinaik
turunkan dengan melonggarkan sekrup pengatur kaki.

3. 2 Rambu Ukur

Alat ini berbentuk mistar ukur yang besar, mistar ini mempunyai panjang 3, 4 bahkan ada
yang 5 meter. Skala rambu ini dibuat dalam cm, tiap-tiap blok merah, putih atau hitam
menyatakan 1 cm, setiap 5 blok tersebut berbentuk huruf E yang menyatakan 5 cm, tiap 2
buah E menyatakan 1 dm. Tiap-tiap meter diberi warna yang berlainan, merah-putih, hitam-
putih, dll. Kesemuanya ini dimaksudkan agar memudahkan dalam pembacaan rambu.

4. 1 Unting unting

Unting-unting berguna dalam penyentringan alat ukur yang tidak memiliki alat duga optik
, unting-unting ini terdiri dari benang yang diberi pemberat.

D. CARA KERJA

1. Arahkanlah terlebih dahulu teropong ke tempat yang jauh dan terang (objek) dengan
cara membidikannya, kemudian pergunakan lensa okuler untuk melihat diafragma
sampai terang. Karena ukuran lensa mata kita tidak sama, kemungkinan tabung lensa
okuler terpaksa harus dimaju mundurkan. Usahakan garis benang silang (garis salib
sumbu) a dan b kelihatan bayangannya a’ dan b’ cukup terang.
2. Benda AB yang kita bidik akan ditangkap oleh lensa objektif dan menghasilkan
bayangan A’B’ itu behimpitan dengan diafragma dengan mempergunakan lensa
okuler yang digerakkan dengan cincin focus.
3. Bila bayangan telah jatuh berhimpitan dengan diafragma,maka dengan sendirinya
bayangan tersebut kelihatan dan benang silang pun kelihatan.

E. PERHITUNGAN
F. KESIMPULAN

Dari hasil praktikum maka dapat kami simpulkan bahwa :


1. Waterpass adalah alat ruang yang digunakan untuk mengukur sudut jurusan, jarak dan
beda tinggi titik di permukaan tanah.
2. Untuk mendapatkan hasil yang benar maka hasil pengukuran sudut jurusan, jarak dan
beda tinggi titik harus mendapatkan koreksi dengan ketentuan tidak melebihi batas
toleransi.
Dalam pengukuran sering kali terjadi kesalahan yang mungkin terjadi pada saat
pengukuran. Kesalahan ada 3 macam, yaitu : kesalahan akibat fakror alat, kesalahan akibat
faktor manusia, dan kesalahan akibat faktor alam.
Kesalahan akibat faktor alat :
 Kaki statif miring
 Nivo untuk mendatarkan permukaan rusak, dll
Kesalahan akibat faktor manusia :
 Kesalahan dalam pembacaan rambu
 Kesalahan dalam menegakkan rambu
 Kesalahan dalam mencatat / menghitung
 Kesalahan dalam mengatur nivo, dll
Kesalahan akibat faktor alam :
 Kesalahan akibat pengaruh cuaca ( keadaan saat itu sedang hujan )
Untuk menetapkan apakah hasil pengukuran ini dapat dipakai atau tidak, toleransi adalah
suatu kesalahan maksimum yang masih dapat dijinkan, sehingga dari hasil pengukuran dapat
ditetapkan dua alternatif :
Kesalahan > toleransi, maka hasil pengukuran ditolak
Kesalahan < toleransi, maka hasil pengukuran diterima

G. SARAN

Saran-saran yang dapat kami berikan bertolak dari kesimpulan yang kami buat adalah :

1. Agar waktu pelaksanaan praktikum dapat dipercepat sehingga dalam pembuatan


laporan tidak terburu-buru.
2. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang besar sebaiknya dalam menjalankan
praktikum, praktikan harus dibimbing sebaik-baiknya mengingat praktikan baru
pertama kali melakukan pengukuran seperti ini.
3. Untuk mendapatkan hasil yang baik dan maksimal diperlukan tingkat ketelitian yang
sangat tinggi.

H. DAFTAR PUSTAKA

https://sundana.wordpress.com/2008/12/09/penuntun-praktikum-ilmu-ukur-tanah/

http://civil-in-us.blogspot.co.id/2011/02/pengukuran-waterpas.html

http://alatukur.web.id/waterpass-fungsi-dan-cara-penggunaanya/

https://www.google.com/search?q=waterpass+dan+bagiannya&client=firefox-b-
ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiko-
q_vdXPAhWKrI8KHb65COMQ_AUICCgB&biw=1366&bih=635#imgrc=2BHLKb8DI8W
O_M%3A

http://arafuru.com/sipil/inilah-fungsi-bagian-bagian-dari-waterpass.html