Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT


(MTBS)

NO. DOKUMEN

TANGGAL TERBIT

NO.REVISI

HALAMAN

Ditetapkan,
Pimpinan Puskesmas Tri Karya Mulya

Sumardi, S.Kep
NIP. 19730307 199302 1 002

PUSKESMAS TRI KARYA MULYA


TAHUN 2019
KERANGKA ACUAN KEGIATAN

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS)

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TRI KARYA MULYA

A. PENDAHULUAN

Peneumonia, Diare, Malaria, Campak dan Gizi Buruk merupakan penyebab


kematian anak umur dibawah 5 tahun. Dewasa ini terdapat cara cara yang
cukup efektif serta dapat dikerjakan untuk mencegah sebagian besar kematian
tersebut berupa perawatan anak yang menderita penyakit-penyakit tersebut di
fasilitas Rawat Jalan.WHO dab UNICEF memperkenalkan 1 set Pedoman
terpadu yang menjelaskan secara rinci penanganan penyakit-penyakit
ini.selanjutnya dikembangkan paket pelatihan untuk melatih proses
manajemen terpadu balita sakit kepada tenaga kesehatan yang bertugas
menangani anak sakit.

Petugas puskesmas sudah berpengalaman dalam mengobati penyakit-penyakit


yang umum menyerang anak. Mereka sering mengikuti pelatihan,
menggunakan pedoman terpisah untuk masing-masing penyakit, Misalnya
pedoman pengobatan malaria, pedoman tata laksana ISPA, atau pedoman
penanganan Diare. Namun demikian, mereka mungkin mengalami kesulitan
dalam menggabungkan berbagai pedoman yang terpisah pada saat menangani
anak yang menderita beberapa penyakit. Petugas puskesmas mungkin
mengkin tidak dapat menentukan tindakan dan memgobati seluruh masalah
anak sakit dengan Waktu dan waktu yang terbatas. Ada beberapa penyakit
yang saling berkaitan misalnya : Diare yang berulang sering kali
menyebabkan gizi buruk, diare yang bersamaan atau menyertai campak
biasanya lebih parah. Oleh karena itu penganan kasus yang efektif perlu
memperhitungkan semua gejala anak sakit.

Dalam penerapan MTBS, Tenaga kesehatan di ajarkan untuk memperhatikan


secara cepat semua gejala sakit berat dan perlu segerah ditujuk. Jika penyakit
nya tidak parah, Selanjut nya tenaga kesehatan bias memberi pengobatan
sesuai pedoman MTBS. Dalam pedoman MTBS, juga diuraikan cara
konseling bagi ibu pengasuh Anak

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) :Suatu program intervensi berisi


penjelasan secara rinci penanganan penyakit pada balita. Proses manajemen
kasus MTBS dilakasanakan pada anak umur 2 bulan sampe 5 tahun pada
balita yang sakit dan pedoman ini diperluas mencakup Manajemen Terpadu
Bayi Muda (MTBM) bagi bayi umur 1 hari sampai 2 bulan baik dalam
keadaan sehat maupun sakit

B.LATAR BELAKANG

Dengan adanya Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang


kesehatan,peraturan pemerintah Nomor 46 Tahun 2014 tentang sistem
informasi kesehatan dan peraturan menteri kesehatan no 14 Tahun 2014
tentang pusat kesehatan masyarakat, Bahwa puskesmas merupakan salah satu
unit fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan dasar secara terpadu, Pelayanan terpadu meliputi program
promotif, preventif,kuratif dan rehabilitatif.

Oleh karena itu puskesmas sebagai institusi fasilitas kesehatan terdepan harus
senantiasa dtingkatkan baik sumber daya manusia maupun sarana dan
prasarananya, sehingga dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat dapat meningkat secara optimal. Disamping itu pula bahwa
program kegiatan puskesmas perlu disusun baik mulai dari persiapan,
perencanaan, pelaksanaan dan monitoring serta evaluasi yang
berkesinambungan.

Dengan demikian setiap program kegiatan puskesmas diharapkan dapat


berjalan dengan baik, dapat dilaksanakan secara secara terukur dengan adanya
indikator tertentu, keterjangkauan dan disesuaikan dengan kemampuan sumber
daya manusia yang ada serta disesuaikan dengan ketersediaan sarana dan
prasarananya.

C.TUJUAN

1) TujuanUmum

Untuk mengidentifikasi masalah pada pelaksanaan MTBS dilingkungan


kerja pada Puskesmas Trikarya Mulya dan meningkatkan akses pelayanan
Balita sakit ditingkat masyarakat sesuai standar.

2) TujuanKhusus
a. Menjelaskan Konsep Dasar MTBS/MTBM.
b. Menjelaskan sasaran MTBS/MTBM
c. Menjelaskan prinsip MTBS/MTBM
d. Langkah dalam pelaksanaan MTBS
e. Mengetahui penilaian anak sakit sesuai dengan formulir
MTBS/MTBM

D.KEGIATAN POKOK & URAIAN KEGIATAN

1). Kegiatan Pokok

1. Mempersiapkan alat medis dan non medis yang diperlukan untuk


pelayanan

2. Berkolaborasi dengan dokter dalam pelayanan pengobatan pasien

3. Bertanggung jawab atas kebersihan dan penataan Ruang

4. Pelaksanaan Anamnesa

5. Pemeriksaan Fisik

6. Pemberian konseling pada orang tua pasien


7. Pelaksanaan rujukan ke poli lain

8. Pencatatan pelaporan

2). Uraian Kegiatan

1. Menanyakan keluhan utama


a. Menilai batuk atau sukar bernapas dan klarifikasinya
b. Menilai apakah diare , apakah beraknya berdarah (apakah darah
itu dalam tinja)
2. Menilai apakah demam, dan teraba panas dan jika suhu lebih dari
37’C. Jika lebih dari 7 hari apakah demam terjadi setiap hari , lihat
dan raba adanya kaku kuduk, lihat adanya pilek, apakah anak
menderita campak dalam 3 bulan terahir, ruam kemerahan di kulit
menyeluruh dan terdapat salah satu gejala , batuk, pilek, mata
merah.
3. Menilai masalah telinga ,lihat adakah keluar nanah dari telinga,
tanyakan apakah telinga sakit dan raba adakah pembengkakan
4. Memeriksa status gizi dan anemia Serta
a. Apakah anak tampak sangat Kurus
b. Memeriksa pembengkakan pada kedua kaki
c. Memeriksa kepucatan telapak tangan
d. Membandingkan berat badan sesuai umur,gejala apakah gizi
buruk dan anemi berat, bawah garis merah.
5. Memeriksa status imunisasi
Petugas menanyakan status imunisasi dari setiap anak yang sakit,
kemudian menuliskan tanggal pemberian imunisasi untuk setiap
pemberian jenis vaksin.jika data tidak ada tanyakan pada ibu
imunisasi apa saja yang pernah diberikan kepada anak nya dan
kapan saja diberikan.setiap anak harus mendapatkan semuz jenis
imunisasi yang di anjurkan.
6. Memeriksa pemberian VIT A.
Setiap balita 6 bulan sampai 5 tahun perlu mendapatkan suplemen
vitamin A Untuk mencegah kebutaan dan daya tahan tubuh
Memeriksa masalah kesehatan lainnya.

Setelah beberapa tahap kegiatan diatas, kemudiaan dilakukan kegiatan untuk


menentukan jenis tindakan atau pengobatan yang perlu dilakukan. Tindakan ini
berarti menentukan tindakan dan memberi pengobatan di fasilitas kesehatan yang
sesuai. Untuk menentukan tindakan/pengobatan bagi penyakit anak maka kolom
tindakan harus dilengkapi mulai dari penilaian,tanda /gejala, klasifikasi dan
tindakan yang akan dilakukan. Langkahnya adalah merujuk anak, memberikan
obat sesuai, mengajari ibu cara memberikan obat dirumah, mengajari ibu cara
mengobati infeksi lokal dirumah, nasehat perawatan anak dan kesehatan anak.
Memberikan konseling bagi ibu anjuran pemberian makanan selama anak sakit
maupun tidak sakit dengan makanan yang sehat, menasehati ibu kapan harus
kembali ke tenaga kesehatan.

D. SASARAN

MTBM : Bayi usia 0-2 bulan, baik sehat maupun sakit

MTBS : Khusus untuk bhalita sakit, berusia 2 bulan – 59 bulan ( 5 Tahun).

E.JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan MTBS dilaksanakan Setiap Jam Kerja Puskesmas induk


Pusksamas pembantu, Polindes serta BPM dan Bidan praktek swasta.

Keterangan : jadwal dapat Berubah sesuai dengan situasi dan kondsi

E.PENCATATAN, PELAPORAN & EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan pada saat kegiatan berlangsung, berupa buku register dan
kohort balita serta Rekam medik berupa list Pasien

Pelaporan dilaksanakan pada saat selesai hasil pencatatan dan klarifikasi tindak
lanjut

Evaluasi dlakukan pada saat 1 bulan setelah hasil kegiatan .