Anda di halaman 1dari 13

MUATAN ELEKTRON DAN PERCOBAAN TETES

MINYAK MILLIKAN
Asriandi1, Muhammad Irsan2, Memang Amin3, Fitriani4, Indo Upe5, Risma6, Isnayanti7,
Ahmad Albar8, Citra Wardani9, Isra Alfiana10, Suriana Binti Ardi11
Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi
universitas islam negeri (UIN) Alauddin Makassar
Email : Asriandi.mks93@gmail.com

Abstrak

Telah dilakukan percobaan dengan judul muatan electron dan percobaan


tetes minyak millikan. Percobaan ini bertujuan untuk mengukur waktu naik
turunnya tetesan minyak dengan berbagai beban pada tegangan yang
berbeda-beda, kemudian menentukan jari-jari dan muatan tetesan minyak, serta
menentukan banyaknya muatan setiap tetes minyak. percobaan ini dilakukan
dengan prinsip minyak yang akan disemprotkan pada celah antara dua plat
logam. cahaya diatur agar ruang pengamat yang dilihat dari mikroskop
mendapatkan cahaya. kemudian tegangan input yang akan digunakan diatur.
Setelah itu ditentukan tetesan minyak yang akan menjadi obyek uji dan dicatat
waktu yang dibutuhkan untuk naik dari batas skala bawah sampai garis batas
skala atas. Lalu switch membalik digerakkan kearah atas untuk mengatur medan
listrik. kemudian mencatat waktu yang dibutuhkan tetesan minyak untuk naik dari
batas bawah sampai garis batas atas. variasi tegangan yang digunakan dalam
percobaan ini yaitu 500 volt dan 440 volt. pengamatan gerak tetesan
minyak diulang sebanyak 5 kali untuk masing-masing tegangan pada
keadaan naik dan turun. Pada Pengamatan didapatkan waktu rata-rata turun
sebesar 2 s dan waktu rata-rata naik sebesar 5 s. Pada penentuan jari-
jari dan muatan tetesan diperoleh nilai masing-masing sebesar 5,9E-07 m dan
5,4E- 07 C.

Kata Kunci : Muatan Tetesan Minyak (Q), Tetes Minyak Millikan, Medan Listrik
(E).

1
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Elektron merupakan suatu dasar penyusun atom. Inti atom terdiri
dari elektron (bermuatan negatif) dan proton (bermuatan positif). Pengukuran
muatan elektron dilakukan oleh ilmuwan fisika Amerika Robert Milikan pada
1909 dan dipublikasikan pada tahun 1911. Pengukuran yang dilakukan
R.Milikan mampu mendapatkan nilai muatan untuk 1-150 ion dengan batas
kesalahan kurang dari 0.3%. metode pengukuran muatan listrik elektron oleh
milikan adalah dengan membuat sebuah sistem/alat yang dibuat dengan medan
listrik untu mencegah tetesan minyak jatuh karena gravitasi.
Pada ekseperimen yang dilakukan di laboratorium radiasi tetes
minyak disemprotkan melalui bagian atas dua keping sejajar (berupa lubang
kecil). Sehingga akan ada minyak yang masuk kedalam celah antara dua plat.
Kemudian tetesan minyak di dalam plat diamati. Tetesan minyak yang ada
didalam plat akan bergerak-bergerak didalam celah maka harus diamati salah
satu titik (tetes) acuan. Dan titik acuan itu diamati kecepatanya untuk
menempuh jarak sejauh x skala dalam t sekon. Dalam pergerakannya dicelah
antar plat partikel tetes mengalami 3 gaya yang berbeda yaitu gaya viskositas,
gaya gravitasi, dan gaya listrik. Dari persamaan ketiga gerak yang
mempengaruhinya maka akan didapatkan suatu persamaan untuk menghitung
muatan elektron.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang dikaji dalam
percobaan ini adalah :
1. Bagaimana cara mengukur waktu naik turunnya tetesan minyak dengan
berbagai beban pada tegangan yang berbeda?
2. Bagaimana cara menentukan jari-jari dan muatan tetesan minyak?
C. Tujuan Eksperimen
Tujuan yang ingin dicapai dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengukur waktu naik turunnya tetesan minyak dengan berbagai
beban pada tegangan yang berbeda.

2
2. Untuk menentukan jari-jari dan muatan tetesan minyak.
D. Ruang Lingkup
Eksperimen ini hanya akan membahas tentang kesetimbangan antara
gaya-gaya yang bekerja dalam tetesan minyak millikan. Salah satunya adalah
gaya listrik yang dihasilkan sebagai akibat dari pemberian tegangan yang
menyebabkan adanya muatan elektron dalam tetesan minyak millikan.
E. Manfaat Eksperimen
Manfaat yang dapat diperoleh dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat memberikan informasi tentang cara mengukur waktu naik turunnya
tetesan minyak dengan berbagai beban pada tegangan yang berbeda.
2. Dapat memberikan informasi tentang penentuan jari-jari dan muatan tetesan
minyak.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Percobaan Tetes Minyak Millikan

3
Pada prinsipnya percobaan Milikan terdiri dari dua buah pelat logam
yang disusun horizontal. Tetes-tetes minyak diseprotkan melalui lubang kecil di
antara kedua pelat. Berkas cahaya diarahkan melalui lubang kecil di antara kedua
pelat. Mikroskop digunakan untuk mengamati gerakan tetes minyak di antara
kedua pelat. Mikroskop dan berkas cahaya diatur sedemikian rupa sehingga
cahaya yang dipantulkan oleh tetes minyak akan diterima oleh mikroskop
(Wiyatmo, 2008).
Berkas cahaya yang menyinari ruang di antara keeping kondensor ini
berasal dari sinar lampu merkuri. Dengan demikian kita dapat menciptakan ion-
ion udara dan elektron dalam tabung itu. Sinar ini dapat mengionisasikan udara.
Elektron-elektron hasil ionisasi inilah yang kemudian bermukim pada butir-butir
halus minyak (Melissions, 2003).
Media yang digunakan ialah fluida udara yang salah satu sifatnya
adalah memiliki kekentalan (viskositas). Nilai koefisien kekentalan yang dimiliki
setiap fluida berbeda-beda. Nilai kekentalan gas jauh lebih kecil dari nilai
kekentalan cairan. Viskositas semua fluida sangat dipengaruhi oleh temperatur.
Jika temperatur naik viskositas gas bertambah dan viskositas cairan berkurang
(Nisa, 2014: 3).
Dalam percobaan ini gaya-gaya yang mempengaruhi gerakan tetes
minyak ialah gaya gravitasi, gaya Archimedes, gaya stokes dan gaya listrik. Gaya
gravitasi selalu mengarah ke pusat bumi yang menyebabkan tetes minyak
bergerak ke bawah. Sedangkan gaya Archimedes yakni gaya apung atau gaya
angkat ke atas terjadi pada semua benda yang berada dalam fluida. (Nisa, 2014).
Terakhir adalah gaya listrik yang dialami tetes minyak karena berada
dalam medan listrik antara pelat konduktor yang diberi tegangan. Jika suatu
muatan uji diletakkan di dekat tongkat bermuatan, maka sebuah gaya
elektrostatik akan bekerja pada muatan tersebut. Di dalam sebuah medan medan
listrik bekerja sebuah gaya yakni gaya listrik yang besarnya sebanding dengan
kuat medan dan muatan partikel itu (Nisa, 2014).

4
Ada dua macam cara atau metode untuk menentukan muatan q, yaitu
metode ambang dan metode jatuh-naik. Metode ambang dilakukan dengan cara
mengatur medan listrik sehingga gaya berat tetesan minyak tepat diimbangi oleh
gaya listrik sedangkan metode jatuh-naik dilakukan dengan mengukur v1 dan v2
dalam pengaruh tegangan U. Metode jatuh-naik menghasilkan nilai pengukuran
yang lebih tepat dibandingkan metode ambang karena dalam metode jatuh-naik
kecepatan v2 benar-benar diukur (Tim Laboratorium, 2017).
B. Elektron
Elektron merupakan suatu dasar penyusun atom. Inti atom terdiri dari
elektron (bermuatan negatif) dan proton (bermuatan positif). Pengukuran
muatan elektron dilakukan oleh ilmuwan fisika Amerika Robert Milikan pada
1909 dan dipublikasikan pada tahun 1911. Pengukuran yang dilakukan R.
Milikan mampu mendapatkan nilai muatan untuk 1-150 ion dengan batas
kesalahan kurang dari 0.3%. metode pengukuran muatan listrik elektron oleh
milikan adalah dengan membuat sebuah sistem/alat yang dibuat dengan medan
listrik untu mencegah tetesan minyak jatuh karena gravitasi (Peter, 1992).
Dalam percobaan ini gaya-gaya yang mempengaruhi gerakan tetes
minyak ialah Gaya gravitasi selalu mengarah ke pusat bumi yang menyebabkan
tetes minyak bergerak ke bawah. Gaya Archimedes yakni gaya apung atau gaya
ke atas terjadi pada semua benda yang berada dalam fluida. Gaya stokes erat
kaitannya dengan viskositas fluida, dimana gerak tetes minyak akan dihambat
oleh gaya stokes yang disebabkan nilai viskositas yang dimiliki oleh fluida.
Gaya gesek antar permukaan benda yang bergerak dengan fluida akan sebanding
dengan kecepatan relatif gerak benda terhadap fluida. Hambatan gerak di dalam
fluida di sebabkan oleh gaya gesek antar bagian fluida yang melekat pada
permukaan benda dengan bagian fluida disebelahnya. Gaya gesek itu sebanding
dengan koefisien viskositas (η) fluida (Kenneth, 1986).
Yang terakhir adalah gaya listrik yang dialami tetes minyak karena

5
berada dalam medan listrik antara plat konduktor yang diberi tegangan. Didalam
sebuah medan listrik bekerja sebuah gaya yakni gaya listrik yang besarnya
sebanding dengan kuat medan dan muatan partikel tersebut (Petruci, 1987).

Gambar 2.1 : Model percobaan tetes minyak Milikan

6
III. METODOLOGI PERCOBAAN

A. Waktu dan tempat eksperimen


Eksperimen ini dilaksanakan Pada Hari Sabtu 22 Juni 2019, Pukul
10.30 s/d 12.30 WITA.di laboratorium Elektronika, lantai 2 Jurusan Fisika,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

B. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen ini adalah sebagai
berikut :
1. Millikan apparatus 09070.00 1
2. Multimeter 07021.01 1
3. Power supply, 0...600 VDC 13672.93 1
4. Mikrometer sekrup 1 mm 62171.19 1
5. Stopwatch (tipe interupsi) 03076.01 2
6. Botol kaca, 18 x 18 mm, kemasan 50 pcs 64685.00 1
7. Tombol Polaritas untuk Millikan piranti 06034.07 1
8. Tumpuan kaki tiga 02002.55 1
9. Stand tube (tempat tabung) 02060.00 1
10. Circular level (Tingkatan lingkar) 02122.00 1
11. Kabel penghubung 32 A, 50 cm, merah 07336.01 1
12. Kabel penghubung 32 A, 100 cm, merah 07337.01 2
13. Kabel penghubung 32 A, 50 cm, biru 07337.04 2
14. Kabel penghubung 32 A, 750 mm, hitam 07362.05 2
15. Kabel penghubung 32 A, 750 mm, hijau-kuning 07336.01 1
16. Oil Millikan secukupnya

C. Prosedur Kerja
Perangkat eksperimental adalah seperti yang ditunjukkan pada Gambar
3.1. Pertama mengkalibrasi mikrometer dengan menghubungkan tetap (300 V
DC) dan variabel (0-300 V AC) output secara seri, pasokan tegangan lebih dari

7
300 V AC dapat diperoleh. Saklar komutator akan digunakan untuk
membalikkan polaritas kapasitor.

Gambar 3.1 : Eksperimental diatur untuk menentukan muatan elementer


dengan Millikan Apparatus.

Langkah berikutnya adalah :

1. Mengatur tegangan kapasitor untuk nilai antara 500 V dan 440 V.


2. Memperhatikan dan mengamati dalam tetesan minyak.
3. Memilih tetesan minyak dan mengoperasikan saklar komutator tetesan
bergerak antara graduasi tertinggi dan terendah pada micrometer lensa mata.
Mengatur dengan memfokus mikroskop bila diperlukan.
Memperhatikan kriteria berikut ketika memilih tetesan :

1. Tetesan tidak harus bergerak terlalu cepat, maka memiliki muatan kecil.
2. Tetesan tidak harus bergerak terlalu lambat dan tidak harus menunjukkan ada
gerakan sqaying (meningkatkan tegangan kapasitor jika diperlukan).

8
3. Menekan bersama waktu naik beberapa kali menggunakan stopwatch
pertama.
4. Menekan bersamaan waktu jatuh beberapa kali menggunakan stopwatch
kedua.
5. Mengulangi beberapa kali kegiatan diatas kemudian menambahkan lebih
besar dari 5 s pada kedua kasus tersebut.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
Tabel 4.1 : Hasil pengamatan percobaan tetes minyak millikan
No. U T1 T2 S1 S2
V
s s div div
1. 2 5 10 10

2. 3 5 10 10

3. 500 3 6 10 10

4. 3 6 10 10

5. 2 4 8 6

6. 2 4 10 10

7. 2 4 10 10

8. 440 3 4 10 10
9. 2 4 10 10
10. 1 3 10 10

Tabel 4.2 : Hasil perhitungan percobaan tetes minyak millikan

U T1 S1 T2 S2 V1 v2 V1-V2 r Q n e
v s m s m m/s m/s m/s m As e As

2 0.29 5 0.29 1.45E-04 5.8E-05 8.7E-05 5.9E-07 1.1E-09 6 1.8E-10

9
3 0.29 5 0.29 0.97E-05 5.8E-05 3.9E-05 3.9E-07 7.2E-10 4 1.8E-10

3 0.29 6 0.29 0.97E-05 4.8E-05 4.8E-05 4.4E-07 6.7E-10 4 1.6E-10


500
3 0.24 6 0.29 0.97E-05 4.8E-05 4.8E-05 4.4E-07 6.7E-10 4 1.6E-10

2 0.29 4 0.18 1.45E-04 7.3E-05 7.3E-05 5.4E-07 1.2E-09 5 2.4E-10


2 0.29 4 0.29 1.45E-04 7.3E-05 7.3E-05 5.4E-07 1.4E-09 3 4.6E-10
2 0.29 4 0.29 1.45E-04 7.3E-05 7.3E-05 5.4E-07 1.4E-09 3 4.6E-10

440 3 0.29 4 0.29 097E-05 7.3E-05 2.4E-05 3.1E-07 8.1E-10 5 1.6E-10

2 0.29 4 0.29 1.45E-04 7.3E-05 7.3E-05 5.4E-07 1.4E-09 3 4.6E-10

1 0.29 3 0.29 2.90E-04 9.7E-05 1.9E-04 8.8E-07 3.1E-09 4 4.6E-10

U T1 T2 r Q e
v S s m As As
Nilai rerata 2 5 5.9E-07 1.1E-09 1.8E-10

B. Grafik
Grafik 4.1 : Hubungan antara muatan (Q) dan jari-jari (R)

B.

Pembahasan

10
Eksperimen ini merupakan salah satu eksperimen yang cukup akurat
dalam menentukan muatan listrik elektron. Eksperimen ini digunakan untuk
menunjukkan bahwa muatan bersifat diskrit. Pengamatan dilakukan diruang
yang tertutup untuk memudahkan melihat tetes minyak karena ukurannya yang
sangat kecil maka pengamatan dilakuakan dengan menggunakan mikroskop.
Sehingga berkas akan terlihat jelas. Percobaan ini sangat dipengaruhi oleh
beberapa gaya antara gaya gravitasi, gaya Archimedes, gaya listrik, dan gaya
stokes.
Nilai Muatan electron secara pustaka adalah 1.68E-19 C, kemudian
pada percobaan didapatkan hasil rata-ratanya sebesar 1.8E-10 C. hasil ini
menunjukkan bahwa terlihat perbedaan yang tidak terlalu jauh atau hampir
mendekati nilai pustakanya.

V. PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada eksperimen ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Waktu tempuh yang dibutuhkan sebuah tetesan minyak untuk naik ke
permukaan lebih lama dibandingkan dengan waktu turunnya akibat
pengaruh gaya-gaya yang bekerja pada tetesan minyak tersebut hal ini
terlihat pada hasil pengamatan yaitu waktu turun rata-rata sebesar 2 s dan
waktu naik rata-rata sebesar 5 s.
2. Pada penentuan besar jari-jari tetesan minyak dapat diketahui bahwa semakin
kecil jari-jarinya maka muatan tetesannya semakin kecil pula.

B. Saran

11
Saran pada percobaan sebaiknya selanjutnya pada pengamatan ini
yang digunakan alat bantu untuk melihat tetesan minyak agar supaya dalam
pengambilan data lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Kenneth, Krame. 1986. Fisika Modern Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.

Melissinos, Adrian C., dan Napolitano, Jim. 2003. Experiments in Modern


Physics. San Diego : Academic press.
Nisa, Fachrun. 2014. Fisika Eksperimen 1: Menentukan Harga Muatan Eelektron
Melalui Eksperimen Tetes Minyak Milikan. Surabaya: Laboratorium Fisika Modern
Universitas Airlangga.

Soedojo, Peter. 1992. Azaz-Azaz Ilmu Fisika Jilid 3 Optika. Yogyakarta :Universitas
Gadjah Mada.

Tim Laboratorium Fisika Modern, Universitas Negeri Makassar. 2017.

12
Wiyatmo, Yusman. 2008. Fisika Atom: Dalam Perspektif Klasik, Semiklasik, dan
Kuantum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

13