Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK

MENGGUNAKAN DENVER II

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah


Keperawatan Anak I

Dosen pengampu: Ns. Herlina, M.Kep, Sp.Kep.An

Disusun oleh:

Risa Safitri 1710711029

Nurul Fatihah Auliani 1710711076

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN “VETERAN” JAKARTA

2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, saya ucapkan syukur ke hadirat Allah SWT karena dengan ridhoNya
tugas laporan praktikum Denver ini dapat terselesaikan dengan baik. Penyusunan laporan Denver
ini dimaksudkan untuk melaporkan dan mengevaluasi hasil praktikum Denver yang telah
dilaksanakan di Salah satu rumah warga, Desa Limo. Selasa, 28 Mei 2019.
Saya berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi saya dan para rekan mahasiswa program
studi S1 Keperawatan untuk berlatih mengetahui tumbuh kembang anak, juga kepada pihak lain
yang memiliki kepentingan. Saya sadar bahwa laporan Denver ini masih banyak kekurangan.
Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat diharapkan dan hal itu
akan menjadi koreksi pada penulisan laporan berikutnya.

Depok, 13 Juni 2019


DAFTAR ISI

I. Kata Pengantar
II. Daftar isi
III. BAB I
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang Masalah
2. Perumusan Masalah
3. Tujuan
4. Manfaat
IV. BAB II
B. Tinjauan Pustaka
V. BAB III
C. Hasil dan Pembahasan
1. Hasil
2. Pembahasan
IV. BAB IV
D. Kesimpulan
V. Daftar Pustaka
BAB I
A. PENDAHULUAN
Perkembangan anak menggambarkan peningkatan kematangan fungsi tiap individu, dan
harus dipantau secara ber kala. Bayi/anak dengan resiko tinggi perlu mendapat prioritas antara
lain bayi premature, berat lahir rendah, riwayat asfiksia, hiperbilirubinemia, infeksi interpartum,
ibu diabetes mellitus, dll. Denver II merupakan salah satu alat skrining perkembangan untuk
mengetahui sedini mungkin penyimpangan perkembangan yang terjadi pada anak sejak lahir
hingga umur 6 tahun.
I. Latar Belakang
Setiap individu akan mengalami proses perkembangan. Proses tersebut berjalan
dengan kodrati dan melalui tahapan-tahapan yang telah ditentukan. Allah berfirman
dalam surat Nuh ayat 14 yang artinya, “Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan
kamu dalam beberapa tingkatan kejadian”. ( Q.S. 71 : 14 ) (Jalaluddin, 2007).
Menurut Werner (1969) yang dikutip oleh Monks dkk dalam buku psikologi
perkembangan menyatakan bahwa pengertian perkembangan individu menunjuk pada
suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja diulang kembali.
Perkembangan individu menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat
diulang kembali (Monks, Dkk., 2004).
Dalam proses perkembangan dikenal adanya irama atau naik turunnya proses
perkembangan. Artinya proses perkembangan manusia itu tidak konstan terkadang naik
terkadang turun. Pada suatau saat individu mengalami perkembangan yang tenang pada
saat lain ia mengalami perkembangan yang menggoncangkan. (Hendriati, 2006).
Pada saat ini berbagai metode deteksi dini untuk mengetahui gangguan
perkembangan anak telah dibuat. Karena deteksi dini kelainan perkembangan anak sangat
berguna, agar diagnosis dan pemulihannya dapat dilakukan lebih awal, sehingga tumbuh
kembang anak dapat seoptimal mungkin. Untuk mengetahui penilaian tentang
perkembangan anak salah satunya adalah menggunakan Denver II (Soetjiningsih, 1995).
Untuk mengetahui penilaian perkembangan anak lebih lanjut dan melaksanakan
tugas praktikum pediatri maka kami membuat laporan praktikum pediatri yang dikemas
cantik dengan judul “Penilaian Perkembangan Anak Menggunakan Denver II”.
2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan di atas, maka penyusun dapat
merumuskan masalah sebagai berikut :

a. Apakah Denver II dapat digunakan untuk mengetahui nilai perkembangan anak?


b. Bagaimana korelasi dari interprestasi hasil yang dapat diberikan setelah sang anak
melakukan Denver II?
3. Tujuan
Adapun tujuan yang dari Denver II adalah :

a. Mengetahui kelainan perkembangan anak dan hal-hal lain yang merupakan risiko
terjadinya kelainan perkembangan
b. Mengetahui berbagai masalah perkembangan yang memerlukan pengobatan atau
konseling genetik
4. Manfaat

Dengan adanya pembuatan laporan mengenai “Penilaian Perkembangan Anak


Menggunakan Denver II”. Manfaat yang dapat penyusun rasakan saat adalah:

a. Dapat mengetahui perkembangan personal sosial, motorik halus, bahasa, dan motorik
kasar pada anak mulai umur 1 bulan hingga 6 tahun.
b. Dapat mengetahui peran aktif orang tua dalam proses perkembangan dan
pertumbuhan sang anak
BAB II

B. TINJAUAN PUSTAKA

1. Perkembangan

Berdasarkan Hasil Rapat Kerja UKK Pediatri Sosial di Jakarta, Oktober 1986, yang
menyatakan bahwa (Soetjiningsih, 1995):

a. Masa pra-sekolah : usia 1-6 tahun

b. Masa sekolah : usia 6-18/20 tahun

2. Tahapan Perkembangan

a. Saat bayi berumur 1 bulan


Bayi dapat melakukan gerakan-gerakan yang merupakan refleks, seperti membuka
mulut, mencari puting susu, menghisap, dan menelan.
b. Saat bayi berumur 2 bulan
Dapat miring ke kanan dan ke kiri, dapat membedakan muka dan suara. Matanya
mengikuti gerak benda yang diarahkan ke dia, memegang benda selama beberapa
detik, dan melepaskannya kembali, dapat meminta perhatian dengan menggerakkan
lengan dan kakinya. Dan ia akan menghisap setiap benda yang dipegangnya.
c. Saat bayi berumur 3 bulan
Ia dapat mengangkat kepala dan tubuhnya jika diletakkan dalam posisi tengkurap.
Memegang mainan, melihat ke sana-kemari, dan mencoba mencari suara atau musik
jika mendengarnya, duduk dalam beberapa waktu jika ditunjang.
d. Saat bayi berumur 4 bulan
Ia sudah dapat memegang benda dan menggeser tubuhnya. Memasukkan benda
dalam mulutnya. Jika diangkat dalam posisi berdiri akan menginjak dengan kedua
kakinya.
e. Saat bayi berumur 5 bulan
Ia akan berhenti menangis jika mendengar suara ibunya, menangis jika mainannya
diambil. Dapat memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan lainnya. Ia
meniru gerakan orang lain yang dilihatnya.
f. Saat bayi berumur 6 bulan
Berbalik dari posisi telentang menjadi posisi tengkupan, bila didudukkan sempat
duduk sendiri tanpa ditunjang.
g. Saat bayi berumur 7 bulan
Mengangkat badannya dengan tangan dan lutut. Menggeser badannya. Membawa
mainan yang ia sukai terus menerus dan marah jika mainannya diambil. Mencoba
untuk berdiri, suka membuat suara dengan mengetuk atau mengocok benda yang ada
dalam genggamannya.
h. Saat bayi berumur 8 bulan
Dapat merangkak, duduk tanpa bantuan, mengangkat badan dengan bantuan box,
atau kursi hingga dalam posisi berdiri. Memegang botol dan minum sendiri.
Mendorong benda yang tidak ia sukai. Mengambil benda-benda kecil, berteriak
memanggil orang lain.
i. Saat bayi berumur 9 bulan
Ia dapat berdiri untuk sementara saat tangannya dipegangi. Dapat duduk sendiri
dan berputar-putar. Memasukkan jari-jarinya ke dalam lubang. Mengerti satu dua kata
dan bereaksi jika diperintah.
j. Saat bayi berumur 10 bulan
Dapat duduk sendiri tanpa bantuan. Merangkak dengan baik, naik di kursi, berjalan
dengan bantuan, menirukan suara, senang bermain, memegang kue dan memakannya.
Mengerti yang diperintahkan dan melakukannya, mulai takut terhadap orang yang
tidak dikenal.
k. Saat bayi berumur 11 bulan
Berdiri lama tanpa bantuan. Berjalan jika dipegangi. Mengubah posisi berdiri
menjadi duduk tanpa bantuan, dapat menelan beberapa kali secara berturut-turut.
Menggunakan kedua tangannya secara bersama-sama untuk melakukan fungsi yang
berbeda.
l. Saat bayi berumur 12 bulan
Banyak berjalan meski langkahnya belum stabil, banyak merangkak, banyak
bermain, memegang pensil dan kapur untuk membuat coret-coretan.
(Behrman et al, 1999).
m. Umur 12-18 bulan

 Berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah


Dapat mengatakan 5-10 kata
 Memperlihatkan rasa cemburu dan bersaing
 Menyusun 2 atau 3 kotak

n. Umur 18-24 bulan


 Naik turun tangga  Menyusun 6 kotak
 Menunjuk mata dan hidung  Menyusun 2 kata
 Menggambar garis dikertas  Belajar makan sendiri
atau pasir  Mulai mengontrol BAB dan
BAK

o. Umur 2-3 tahun


 Belajar meloncat, meloncat  Membuat jembatan 3 kotak
dengan 1 kaki, memanjat  Mampu menyusun kalimat
 Mempergunakan kata-kata  Menggambar lingkaran
saya, bertanya, mengerti  Bermain bersama anak lain dan
kata-kata yang ditunjukkan menyadari adanya lingkungan lain di
kepadanya luar keluarganya

p. Umur 3-4 tahun


 Dapat berjalan  Mendengarkan cerita-cerita
 Mengenal warna  Menunjukanrasa sayang
 Bicara dengan baik

q. Umur 4-5 tahun


 Melompat dan menari  Memprotes bila dilarang apa yang
 Berhitung dengan jari diinginkan
 Menyebut hari dalam  Menaruh minat pada aktivitas orang
seminggu dewasa

r. Umur 6 tahun
Umur 6 tahun sudah mulai memasuki usia sekolah masa anak sekolah, belajar
ketangkasan untuk pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai
organisme yang sedang tumbuh, belajar bergaul, bersahabat dengan anak-anak
sebaya, mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca, menulis dan berhitung,
(Hendriati, 2006).

3. Denver II
a. Pengertian
Denver II adalah revisi utama dari standardisasi ulang dari Denver
Development Screening Test (DDST) dan Revisied Denver Developmental Screening
Test (DENVER II-R). Adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan
perkembangan anak. Tes ini bukan tes diagnostik atau tes IQ. Waktu yang dibutuhkan
15-20 menit.
b. Aspek Perkembangan Yang Dinilai Yang
a). Personal Social (Perilaku Sosial)

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan :

1. Kemandirian,
2. Bersosialisasi, dan
3. Berinteraksi dengan lingkungannya
b). Fine Motor Adaptive (Gerak Motoris Halus)

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk :

1. melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan


otot-otot kecil, dan
2. memerlukan koordinasi yang cermat
c). Language (Bahasa)

Kemampuan untuk memberikan respons terhadap :

1. suara / mendengar,
2. mengikuti perintah, dan
3. berbicara spontan
d). Gross Motor (Gerak Motoris Kasar)

Aspek yang berhubungan dengan :

1. pergerakan, dan
2. sikap tubuh
e. Alat yang Digunakan

a). Alat Peraga

1. Benang wol 6. Pakaian


2. Kismis/manik-manik 7. Buku gambar/kertas
3. Peralatan makan 8. Pensil
4. Peralatan gosok gigi 9. Kubus berwarna
5. Kartu/permainan ular tangga 10. kertas warna (tergantung usia
kronologis anak saat diperiksa)

b). Lembar Formulir Denver II

c). Buku Petunjuk / Buku Kerja

f. Prosedur Pelaksanaan Denver II

a). Tahap pertama, secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia:

1. 3-6 bulan 4. 3 tahun


2. 9-12 bulan 5. 4 tahun
3. 18-24 bulan 6. 5 tahun
b). Tahap kedua: dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan
perkembangan pada tahap pertama. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik
yang lengkap.

g. Assessment / Penilaian

a) Jika Lulus (Passed = P),


b) gagal (Fail = F), ataukah
c) anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO).
h. Cara Pemeriksaan Denver II

a). Tetapkan umur kronologis anak, tanyakan tanggal lahir anak yang akan diperiksa.
Gunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun.
b). Jika dalam perhitungan umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah, jika sama
dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas.
c). Tarik garis berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas
perkembangan pada formulir Denver II. Setelah itu dihitung pada masing-masing
sektor, berapa yang P dan berapa yang F.
d). Berdasarkan pedoman, hasil tes diklasifikasikan dalam: Normal, Abnormal,
Meragukan dan tidak dapat dites
1. Abnormal

1). Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan, pada 2 sektor atau lebih
2). Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan Plus 1
sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tersebut
tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia .
2. Meragukan

1).Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih


2).Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang
sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal
usia.
3. Tidak dapat di Tes

Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau
meragukan.

4. Normal

Semua yang tidak tercantum dalam kriteria di atas.

i. Catatan Khusus

Pada anak-anak yang lahir prematur, usia disesuaikan hanya sampai anak usia 2
tahun.

j. Interpretasi Nilai Denver II

a). Advanced

Melewati pokok secara lengkap ke kanan dari garis usia kronologis (dilewati pada
kurang dari 25% anak pada usia lebih besar dari anak tersebut)

b). OK

Melewati, gagal, atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia antara
persentil ke-25 dan ke-75

c). Caution

Gagal atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia kronologis di atas
atau diantara persentil ke-75 dan ke-90

d). Delay

Gagal pada suatu pokok secara menyeluruh ke arah kiri garis usia kronologis;
penolakan ke kiri garis usia juga dapat dianggap sebagai kelambatan, karena alasan
untuk menolak mungkin adalah ketidakmampuan untuk melakukan tugas tertentu
k. Interpretasi Tes

a). Normal

Tidak ada kelambatan dan maksimum dari satu kewaspadaan

b). Suspect

Satu atau lebih kelambatan dan/ atau dua atau lebih banyak kewaspadaan

c). Untestable

Penolakan pada satu atau lebih pokok dengan lengkap ke kiri garis usia atau pada
lebih dari satu pokok titik potong berdasarkan garis usia pada area 75% sampai 90%

1. Rekomendasi untuk rujukan tes Suspect dan Untestable:


2. Skrining ulang pada 1 sampai 2 minggu untuk mengesampingkan faktor temporer
(Soetjiningsih, 1995).
BAB III
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Denver II
a. Identitas probandus

1). Nama : Muhamad Zein


2). Jenis kelamin : laki-laki
3). Tempat/tanggal lahir : Depok, 20 maret 2019
4). Berat badan : 4,8 kg
5). Tinggi badan : 54 cm
6). Lingkar kepala : 37 cm
7). Alamat : Limo, Depok
8). Nama ibu : Rosiana
9). Pekerjaan ibu : Ibu rumah tangga
10). Pendidikan : SMA
2. Hasil Praktikum
Hasil Denver II yang diperoleh dari probandus, adalah sebagai berikut:

Menurut keterangan ibu, anaknya lahir normal, tidak prematur ataupun postmatur,
sehingga umur marsya pada saat ini adalah :

28-05-2019 (saat tes dilakukan)

20-03-2019 (tanggal lahir Zein)

Umur Zein saat ini adalah 2 bulan 8 hari. Kemudian garis umur ditarik vertikal pada
formulir Denver II yang memotong kotak-kotak tugas perkembangan pada ke-4 sektor
mulai dari umur 2 bulan sebelum dan berakhir 2 bulan setelah umur Zein.

Tertarik Lama
Patuh Ketakutan
Tugas Sektor Ket sekeliling perhatian

1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
Tersenyum spontan P V V V V

Personal sosial
Membalas senyum
P V V V V
pemeriksa

Menatap muka P V V V V

Mengikuti lewat garis


NO V V V V
tengah Motorik halus

Mengikuti ke garis
NO V V V V
tengah

Tangan Bersentuhan P V V V V

Tertawa P V V V V
Bahasa

oooooaaahhhh P V V V V

Bersuara P V V V V

Mengangkat kepala P V V V V

Gerakan seimbang Motorik P V V V V


kasar
Kepala terangkat 45
F V V V V
derajat

Ket : Jika P = lulus, F = tidak lulus

Untuk pertumbuhan Zein, anak yang berumur 2 bulan 8 hari, yang memiliki berat
badan 4,8 kg dan panjang 54 cm termasuk dalam rentang berat badan dan tinggi badan
normal.

Dengan melihat hasil dari Denver II yang telah dilakukan, interprestasi hasil yang
dapat diberikan adalah untestable karena ada tes yang tidak terselesaikan dan hasilnya
NO berjumlah 2 tes.
Interprestasi nilai Denver II, hasil yang diperoleh Zein yaitu termasuk anak yang
caution karena gagal atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia
kronologis di atas atau diantara persentil ke-75 dan ke-90.
BAB IV

D. SARAN DAN KESIMPULAN


1. Saran
 Ketika sedang melakukan tes diusahakan untuk selalu ramah dan tersenyum agar
probandus tidak tegang ataupun takut.
 Diusahakan Tes Denver dilakukan dengan cepat agar probandus tidak jenuh dan
mulai enggan melakukan tes.

2. Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa :

a. Dari interprestasi hasil Denver II diperoleh bahwa Zein mengalami keterlambatan


pertumbuhan karena ada satu tes yang gagal yaitu pada saat kepala terangkat 45o
tidak terselesaikan oleh Zein.
b. Dari praktikum Denver II yang telah dilakukan, sesuai dengan interprestasi nilai
Denver II diperoleh bahwa memberikan hasil caution karena gagal atau menolak
pokok yang dipotong berdasarkan garis usia kronologis di atas atau diantara
persentil ke-75 dan ke-90.
c. Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik sedangkan perkembangan
berdampak pada pematangan fungsi organ suatu individu
d. Faktor genetic merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh
kembang anak
e. Stimulasi merupakan hal yang paling penting dalam tumbuh kembang anak. Anak
yang mendapat stimulasi terarah dari orangtua akan lebih cepat berkembang
dibandingkan dengan anak yang kurang atau tidak mendapat stimulasi.
DAFTAR PUSTAKA

Berhrman, R. E. 1999. Ilmu Kesehatan Anak. Volume 1. Edisi 15. Jakarta, Penerbit Buku
Kedokteran EGC, pp 47

Hendriati , Agustiani. 2006. Psykologi Perkembangan Pendekatan Ekologi Kaitannya Dengan


Konsep Diri dan Penyesuaian Diri Pada Remaja. Bandung, Refika Aditama, pp. 93-101

Jalaluddin, H. 2007. Psikologi Agama. Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, pp. 75.

Monks, F. J. Dkk. 2002. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press,
pp. 143-5

Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Edisi I. Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC,
pp.1-63

Tim Penyusun FK UMS. 2012. Student’s Guide: Life Cycle edisi keempat. Surakarta